[Live Session] UT - #02 : Ringkasan Materi Ushul Tafsir - Ustadz Umair Hadi, B.A, M.A.

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang tafsir Al-Qur'an dengan fokus pada pendekatan yang diterima dan dijelaskan oleh para ulama. Materi mencakup metode tafsir, ijma (konsensus) dan ikhtilaf (perbedaan pendapat) di kalangan mufassir, serta urgensi pemahaman bahasa Arab dalam penafsiran Al-Qur'an.

  • Menyusun pemahaman tentang tafsir salaf dan berbagai metode yang digunakan.
  • Menjelaskan pentingnya bahasa Arab dalam memahami Al-Qur'an dan penafsiran yang sesuai.

Pembukaan dan Pengantar

Video dimulai dengan ucapan salam dan puji syukur kepada Allah. Pembicara menyatakan syukur atas kesempatan untuk berkumpul dalam acara liqa maftuh dan memperkenalkan tema serta pembimbing, Ustaz Umair Hadi B M, yang akan memberikan materi pembelajaran tentang tafsir Al-Qur'an.

Pendekatan Tafsir Salaf

Pembicara membahas tentang karakteristik dan metode tafsir salaf, menjelaskan bahwa penafsiran mereka sederhana dan tidak rumit. Mereka menggunakan beberapa metoda, seperti tafsir bil makna, tafsir bil qiyas, dan tafsir isyari. Diskusi menyentuh pentingnya pemahaman yang benar atas berbagai metode ini agar dapat menghindari kesalahan dalam penafsiran.

Bahasa Arab dalam Tafsir

Tafsir bahasa Arab dijelaskan sebagai penting untuk memahami konteks dan makna Al-Qur'an. Pembicara menekankan pentingnya mengetahui bahasa yang digunakan pada masa turunnya Al-Qur'an untuk memahami ayat-ayat dengan tepat. Perubahan dalam bahasa dan kosakata di masa kini juga dibahas dan diharapkan tidak menjadi penghalang dalam memahami makna asli Al-Qur'an.

Tafsiran Dengan Israiliyat

Pembicara menjelaskan pengertian Israiliyat dan pentingnya membedakan antara kebenaran dan spekulasi dalam penafsiran. Ditekankan bahwa meskipun mungkin ada informasi yang diambil dari Bani Israil, tidak semua bisa digunakan dalam penafsiran hukum.

Ijma dan Ikhtilaf

Ijma (konsensus) dan ikhtilaf (perbedaan pendapat) menjadi fokus utama. Pembicara menjelaskan pentingnya memahami ijma yang valid dan menyebutkan contoh-contoh dalam sejarah tafsir. Untuk ikhtilaf, diuraikan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang alami dalam penafsiran, dan diharapkan mufassir tetap berpegang pada prinsip yang sah.

Syarat dan Etika Mufassir

Dalam bagian ini, dibahas mengenai syarat-syarat yang harus dimiliki seorang mufassir, termasuk kompetensi dalam ilmu, pemahaman bahasa Arab, dan akhlak yang baik. Pembicara menekankan bahwa tidak sembarang orang dapat menafsirkan Al-Qur'an dan perlunya pengetahuan yang mendalam untuk melakukan tugas tersebut.

Kesimpulan dan Penutup

Video ditutup dengan harapan agar apa yang dibahas bisa bermanfaat dan menjadi amal saleh. Pembicara mengajak peserta untuk terus belajar dan menggali ilmu tafsir lebih dalam, serta mendoakan agar Allah memberikan kemudahan dalam mempelajari ilmu ini.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil ardhi warabama khalaqo adama alaihul asma. Allahumma sholli wasallim alairil anbiya waa alihi wasohabatihil ajila waa daina bidakwatihi ila yaumil jaza. Amma ba'du. Masyirol ikhwah wal akhwat fiddin rahimakumullah. Para ikhwan dan akhwat mahasantri HSI Akademi hafizakumullah. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala yang senantiasa melimpahkan banyak kebaikan, banyak limpahan nikmat dan rahmat yang selalu dicurahkannya kepada

0:46 kita. termasuk kemudahan untuk kita bisa bersama malam hari ini dalam liqa maftuh ringkasan materi dan tanya jawab khalaqah 11 sampai dengan 20 yang insyaallah bersama guru kita alfadil Ustaz Umair Hadi B M hafidahullahu taala. Selawat serta salam tak lupa kita curahkan kepada nabi kita yang mulia, Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam beserta keluarga, para sahabat dan juga segenap umat beliau yang istikamah mengikuti sunahnya hingga hari kiamat. Sebelum kita mulai, marilah kita semua agar dapat meluruskan niat dan hati kita hanya berharap wajah Allah Subhanahu wa taala. Alhamdulillah sudah

1:35 bersama kita guru kita alfadil Ustaz Umir Hadi B M hafidahullahu taala. Untuk itu langsung saja kita dengarkan dan perhatikan secara seksama pemaparan dari guru kita kepada Ustaz Tafadol Maskuro. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi wahdah wasatu wasalamu ba. Segala puji bagi Allah subhanahu wa taala yang telah menurunkan Al-Qur'an mengajari kita ilmu tafsir dengan melalui lantai dari generasi ke generasi sampai kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.

2:23 Ee terima kasih kepada teman-teman dari juga kepada ee teman-teman sekalian yang hadir pada iq maftuh ini. Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kita manfaat terkait apa yang akan kita murajaah. Pada kesempatan kali ini kita akan muraja cepat dari episode 11 sampai 20 berkaitan dengan ee pandangan umum. terhadap tafsir salaf. Lalu tafsir bilghah, kemudian tafsir bilisraliyat. Kemudian alijma wal ikhtilaf tafsir kemudian tafsir bilql atau bira

3:08 lalu ditutup dengan surutulun fasir adabu syarat dan adab penafsiran. terkait dengan gambaran umum terkait ee tafsir salaf sebagaimana dia bahas. Maka di sana ada beberapa hal terkait dengan metode mereka, bentuk-bentuk penafsiran mereka, kemudian sikap kita terhadap ijma dan ikhtilaf mereka serta karakteristik tafsir salaf juga karya tulis yang berkaitan dengan tafsir salaf. Secara umum seb disebutkan bahwasanya turukus salaf atau metode salafus saleh dalam menafsirkan itu tidak jelimat. Mereka sangat mudah dan jelas tidak terlalu banyak tele-tele. Adapun berkaitan dengan rinciannya di

3:54 sini disebutkan ada ee tujuh atau delapan. Di antaranya tafsir bil makma, kemudian tafsir bilf kemudian tafsir juzil makna. Kemudian tafsir bilal, tafsir bilqias, tafsir isyari, tafsir bis tafsir wasilimiah. Sebenarnya kalau mau dikerucutkan lebih sedikit bisa saja. Namun untuk lebih menjelaskan dan menggamblangkan bagaimana para salafus saleh menafsirkan sya dibuat dipecah-pecah. Kemudian masing-masing kita sebutkan contohnya satu persatu yang insyaallah

4:40 sudah jelas busat futat. Kemudian eh itu berkenaan dengan tafsir tafsir bilna atau bilim yang mana ini bisa dipecah kalau ingin dirincikan atau bisa digabung dengan yang lain. Dicontohkan di sini dengan tafakahun. Konsekuensi dari kehilangan rasa senang adalah perasaan sedih atau sesal. Kemudian tafsir ehna sebagaimana jamahkan mujahid rahimahullah. ketika menafsirkan mubaraka sebagai pengajar. Kemudian ada tafsir bil misal dicontohkan dengan bagaimana salafus salh mencontohkan alghaib.

5:27 Kemudian tafsirul qias yaitu tafsir dengan analogi atau persamaan memandang makna yang terkandung pada laf tersebut. Kemudian hal lain yang serupa dengannya dihukumi dengan hukum yang sama. Berarti contohnya adalah sukaro di sini yang hilang kesadaran dicontohkan dengan atau dikiaskan oleh Ibnu Abbas dengan rasa kantuk. Kemudian ada tafsir syari yang bisa dibilang cakupannya cukup luas dan batasannya cukup ee kabur. Sehingga para ulama seringkali menegaskan batasan-batasan terkait dengan tafsir isyari. Di antaranya adalah tidak menyelisihif. Kemudian tidak menyisi Al-Qur'an dan

6:12 sunah serta sesuai dengan bahasa Arab. Kemudian di sana ada tafsir besiak yang mana ini sangat-sangat urgen seak Quran seringki menentukan ee serta memastikan apa yang dimaksud dengan ayat dan menjaga seseorang dari melenceng terhadap tafsir terhadap Al-Qur'an. Kemudian ada tafsir dengan albantu yang sifatnya ee bantuan penjelasan bagaimana seorang bagaimana seorang fasir bagaimana salafus saleh menjelaskan secara jelas contoh dari makna dari suatu kalimat atau makna dari suatu ayat. Sebagaimana

6:58 juga Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah menafsirkan dengan membuat garis-garis di tanah. Kemudian ee masalah berikutnya terkait dengan ijma di kalangan salaf. Bagaimana sikap kita ee tidak selayaknya kita menyusuhinya. Bagaimana Ibnu Jarir rahimahullah sangat keras dalam masalah ini yang secara umum ee patut kita contoh untuk berhati-hati dalam menyelisihi tafsirus salaf. Kemudian di sana ada ikhtilaf atau perbedaan pandangan terkait ee salafus saleh dalam tafsir yang mana ada tanaw dan ee variatif dan kontradiktif. Yang mana variatif teriki menjadi dua, yaitu yang

7:45 sama benar-benar sama maknanya, yang kedua beda tapi bisa saling bergandingan. N masing-masing sudah ada contohnya. Kemudian disebutkan juga khais ee tafsirus salaf. Di antaranya yang paling penting adalah ee yang kedelapan, penafsiran tidak boleh keluar dari tafsir salaf. Tidak boleh membuat pendapat baru yang bertentangan dengan tafsir mereka. Ini adalah poin yang sangat paling atau sangat penting untuk digis bawahi terutama di ee zaman sekarang ya. Makanya mengetahui ee tafsirus salaf salah lengkap itu suatu yang sangat-sangat penting bagi seorang mufasir, bagi seorang penuntut

8:30 ilmu. Kemudian di sini disebutkan ee beberapa karangan-karangan yang sangat membantu bagi sangat membantu kita untuk mengetahui tersebut salah baik secara rinci maupun secara ringkas, secara e komprehensif maupun secara praktis. Baik. Kemudian setelah membahas tentang ee secara umum disebutkan tentang tafsir dengan bahasa Arab. berkaitan dengan definisi urgensi pembagiannya dari segi makna yang terkandung dalamnya apakah satu atau bisa lebih. Kemudian kerentuan-kerantuan ketika menafsirkan dengan bahasa Arab

9:16 yang ee secara mudah definisi dari tafsir dengan bahasa Arab ialah me menafsirkan Al-Qur'an dengan bahasa Arab ketika diturunkan. Ini sangat penting untuk dipahami dengan baik memahami bahasanya. Yang dimaksud dengan bahasa Arab di sini bukan bahasa Arab yang kita kenal sekarang tapi bahasa Arab ketika diturunkannya Al-Qur'an. bahasa Arab yang dikenal oleh orang-orang yang hidup di zaman itu. Meskipun secara umum bahasa Arab zaman sekarang tidak jauh beda, tapi ada ee hal-hal yang mengalami perubahan baik dari segi kosakata penggunaan, maupun sebagian ee kaidah-kaidah.

10:01 Meskipun tentu saja para ulama terus berusaha menjaga agar bahasa Arab fasih ini terus dijaga, terus jelas kaidah-kaidahnya, terus jelas kalimat-kalimatnya dan uslub-uslubnya. Dan tugas kita adalah memahami dengan baik makna yang merupakan bahasa Arab yang ee diturunkan dengan Al-Qur'an dengan bahasa Arab yang sifatnya muncul. dengan melalui perkembangan zaman. Kemudian ee di sini disebutkan sebagai urgensi dari bahasa Arab. Di antaranya adalah Allah tegaskan secara jelas.

10:46 kami turunkan Al-Qur'an dengan bahasa Arab agar dipahami. Jadi, tidak bisa dipahami kecuali dengan pengetahuan terhadap bahasa Arab, baik secara langsung maupun ee melalui media. Kemudian disebutkan beberapa contoh-contoh terkait dengan tafsir dengan bahasa juga penekanan sebagian sahabat. Di antaranya adalah tadi ee ada takhawuf yang artinya adalah mau berkurang. Ada juga arti faqir yang artinya pertama membuat atau yadin jamak dari alad

11:34 yaitu sihir. Kemudian ee disebutkan pembagian dari tafsir dengan bahasa dari sudut apakah dia memiliki satu makna atau tidak. Dia memiliki satu makna atau lebih. Di antaranya yang memiliki makna lebih dan tidak saling bertentangan adalah kata alil juga misalnya ee yang disebutkan sebelumnya. Kemudian ee jenis kedua yang maknanya hanya bisa dipilih salah satu. Baik itu sejak awal lafaznya cuma satu

12:21 atau dia bisa lebih tapi hanya boleh dipilih satu. Di sini contohkan dengan hillun. Meskipun sebenarnya contohnya tidak terlalu pas, tapi ee maksudnya adalah di sana ada ranah ijtihad ya. Ada ranah ijtihad dalam memilih. Yaitu ketika Ibnu Jarir rahimahullah menafikan makna hilun dengan mqim atau Ibnu Asyur disebutkan di sini ketika Ibnu Asyur menafikan makna hilun dengan mukim karena dalam bahasa Arab enggak dikenal. bertempat menggunakan hil atau hil diartikan dengan mukim

13:07 yang ada adalah halun yaitu mengambil tempat. Adapun fil maka di sana tidak bisa diartikan dengan mukim. Kemudian ee berikutnya berkaitan dengan ketentuan-ketentuan yang harus kita gantikan ketika mensikan dengan bahasa Arab. Di sini ada ee halaman yang hilang sepertinya. Yang pertama berkaitan dengan wajibnya makna tersebut terkandung dalam bahasa. Jadi sahih secara bahasa. Kemudian di sini yang kedua ya dipan dikedepankan yang masyhur misalnya ada makna yang jauh dan makna yang dekat, maka yang dikedepankan adalah makna yang dekat. Kemudian yang ketiga memperhatikan siap.

13:55 Kemudian ee harus memahami nuzul atau di sini disebut dengan mulab basat annuzul latar belakang turun ayat. Kemudian memahami kaidah ini. Yang kelima, yaitu tidak mengedepankan istilah bahasa di atas istilah syariat kecuali kalau ada qarinah. yang mana di sini dicontohkan dengan ee asalah. Asalah secara asal itu maksudnya adalah salat yang kita kenal. Kemudian bisa jadi ee dikedepankan bahasa kalau ada qarinah yaitu adalah di sini ee praktik Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika

14:41 mempraktikkan ayat wasi alai dalam zakat. Bagaimana berselawat ketika orang-orang membayar zakat? itu Rasulullah mencongkannya dengan mengucapkan selawat. Allahumma shalli wasallim ala naina Muhammad. Di sini Rasulullah conkan dengan Allahumma sholli ala alifa. Maka ee dipalingkanlah atau di mundurkanlah kaidah istilah syariat dikedepankan dari makna bahasa. Kemudian ee terkait dengan tafsir dengan bahasa di sini dilanjutkan dengan sejarah ya sejarah penafsiran dengan bahasa. Kemudian syarat atau

15:28 ee syarat diterima atau ditolaknya penafsiran. Lalu para ulama yang terkenal dengan tafsir luah ee di sini dibagi menjadi tiga terkait dengan tafsir dengan bahasa Arab yaitu ee aslul iktijaj generasi salaf yang masih dalam ee zaman ihtijaj. Kemudian tafsirnya ahli bahasa, maksudnya ahli bahasa di sini mereka bukan orang Arab. Mereka bukan orang Arab yang terhitung sebagai ee orang yang ucapannya itu dianggap sebagai atau diakui sebagai ee Arab fasih secara langsung. Atau

16:15 mereka adalah orang-orang yang mengkodifikasi atau mengumpulkan bahasa-bahasa ucapan-ucapan orang-orang Arab asli yang mereka pelajari dan mereka rumuskan. Kemudian ee generasi setelahnya yang sifatnya menukil dan ee menyaring apa yang dikumpulkan oleh generasi yang disebut Ahlul Arabiyah. terkait dengan ee tafsir atau terkait dengan generasi pertama yaitu generasi salafus saleh dalam tafsir bahasa ini secara ringkas

17:01 diterima harus diterima karena mereka orang-orang yang penutur aslinya maka tidak mungkin dipermasalahkan penutur asli ketika menjelaskan maksud dari bahasa mereka sendiri. Kemudian adapun ee Ahlul Arabiyah, para pakar bahasa yang sifatnya mereka mengumpulkan dan merumuskan ucapan-ucapan bangsa Arab asli, maka secara umum ee apa yang mereka menuruskan ini diterima. Hanya saja jangan sampai menentang atau menyelisihi apa yang dibawa oleh

17:50 generasi salafus saleh yang kemudian di sini dicontohkan yang menurut Ibnu Jarir ya dicontohkan dengan yasirun yang para ulama para ulama salaf menafsirkan dengan pemaras anggur atau ee marah susu. Sementara sebagian dari ahlul Arabih, para ulama ahli bahasa menafsirkannya dengan selamat. Ibnu Jaril beberapa pandangan bahwasanya penafsiran tersebut menyelisihi menyelisihi penafsiran sahabat dan tabiin. Kemudian generasi ketiga, generasi setelah ulama-ulama yang merumuskan

18:36 kaidah-kaidah bahasa yang Ibnu Jarir dan setelahnya. Mereka biasanya sifatnya hanya mentarjih menguatkan apa yang dinukirkan kepada mereka. Kemudian disebutkan ee syarat-syarat yang harus diperhatikan agar tafsir ahli bahasa diterima. yang tadi sudah kita sing ringkas bahwasanya selama tidak menyelisihi maka dia diterima. Di sini dirincikan menjadi empat kondisi. Pertama sesuai dengan tabiin maka hujah ini jelas. Kemudian berentangan maka ini tidak diterima. Kemudian yang ketiga

19:22 memberikan ma tambahan sudah ada tafsir dari salaf tapi dikasih tambahan maka ini diterima. Kemudian ee tidak ada riwayat dari salaf terkait dengan lafaz yang ditafsirkan, maka di sini secara asal adalah hukumnya diterima. Tinggal dilihat keselarasannya atau kekuatannya dari segi bahasa. Baik. Kemudian disebutkan ee nama-nama yang terkenal dengan penafsiran bahasa Arab, Ibnu Abbas dan yang lainnya. Kemudian karya-karya tulis yang banyak menyebutkan dalam bahasa Arab kitab-kitab mail Quran. K dibilang

20:10 kitab-kitab mail Quran ini sangat penting ya. sampai-sampai sebagian ulama mengatakan, "Barang siapa yang menguasai garibil Quran sekaligus kitab mail Qur'an, maka dia telah menguasai 2/3 dari dua per3a dari ilmu tafsir." Maka mengenal kitab-kitab ini yang membahas tentang ma Quran atau Quran sangat-sangat penting bagi seorang penafsir. Kemudian setelah membahas tentang tafsiratil Arab, kita membahas tentang tafsir dengan israliyat dengan baik berkaitan dengan pengertiannya sejarahnya macam-macam dan hukumnya maupun ketentuan penafsirannya.

20:58 Ee secara istilah adalah setiap kabar yang dinukilkan dari Bani Israil melalui selain Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena kalau sudah dari Nabi, otomatis dia jadi tafsir Nabawi, tidak lagi menjadi tafsir liat secara istilah ee yang disebutkan para ulama. Kemudian bisa dari tulisan maupun lisan sehingga cakupannya lebih luas. Kemudian ee secara garis besar atau secara umum, kebanyakan penafsiran dengan isilat ini pada isah ya dan tidak boleh digunakan untuk mengambil hukum. Karena ee kalau hukum itu ranahnya adalah ushul fiqah. Dan tidak ada

21:45 satupun ulama ushul fiqh yang mengatakan israiliyat itu adalah alat untuk mengambil hukum. Karena itu tidak mungkin Isra digunakan untuk mengambil hukum melalui Al-Qur'an. Ee kemudian disebutkan contoh-contoh dari tafsir isaliat baik melalui lisan maupun tulisan. Kemudian disebutkan sejarah masuknya Israat dalam tafsir. Tentu saja yang paling besar adalah paling inti adalah interaksi dengan Yahudi. Interaksi antara Yahudi dengan bangsa Arab. Baik ee yang belum masuk Islam pun yang sudah masuk Islam. Kemudian ketika masuk Islam

22:31 sebagian dari mereka lebih-lebih lagi mempengaruhi atau memberikan efek dalam penyebaran israiliat ini. Kemudian ee dirincikan di sini dari generasi-generasi bagaimana israiliyat masuk ke dalam penafsiran Al-Qur'an yang mana di sini dibagi jadi tiga, generasi sahabat, generasi tabiin, atba, kemudian generasi ulama fasik dan sesudahnya. Kemudian yang penting juga atau yang termas paling penting dalam bahasan ini adalah bagaimana kita bersikap dengan israeliat. itu dibagi tiga tergantung ee jenisnya

23:18 yang sesuai dengan dalil dibenarkan yang tidak sesuai sesuaientangan ditolak. Adapun yang sifatnya tengah-tengah tidak diketahui sifatnya maka secara asal hukum meriwayatkannya itu tidak dimasalahkan berdasarkan hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Namun yang dimasalahkan adalah menggunakannya sebagai sum penafsiran. Ini hal yang sangat berbeda ya. Jadi sekedar meriwayatkan, mengisahkan hanya saudara misahkan dengan menjadikannya sebagai alat penafsiran itu dua hal yang sangat-sangat berbeda karena dia mengaitkannya dengan kitabullah. Ee sebuah kitab yang pasti benar dikaitkan dengan sebuah kabar yang

24:04 tidak jelas kevalidannya. Makanya banyak atau sebagian ulama bersikap keras dan tidak melarang dan melarang penafsiahan dengan israaliat. Di antaranya adalah Assa'di rahimahullahu taala. Kemudian dari mutaqadimin ee diriwayatkan dari sebagian sahabat Ibnu Mas'ud. Kemudian juga diriwayatkan dari Aisyah juga dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. sendiri sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah yang kemudian oleh para penganut yang membolehkan penafsiran

24:50 ee riwayat-riwayat tadi di di takwil ya. Pendapat kedua yang mengatakan penafsiran dengan israilah tidak boleh mereka mentakwil perkataan-perkataan tadi yang bisa dibilang khilaf di sini lumayan kuat yang akhirnya kita pun di sini menyimpulkan atau mengarahkan kalaupun kita mengatakan boleh menafsirkan dengan israiliyat ee soal mungkin nanti di akhir ya dan jawabannya. Kalaupun kita mengatakan boleh menasikan dengan SOG, maka ada batasan-batasan yang penting sekali untuk kita ketahui.

25:41 Di sini kita mengumpulkan beberapa ucapan yang disebutkan ulama ya. meskipun masing-masing mereka mungkin menyebutkan syarat atau yang berbeda. Kita kumpulkan di antaranya ada tujuh tidak menyelisihi nas sejalan dengan bahasa Arab disebutkan ulama terutama ger salaf ini ee qidnya Imam Thabari. Kemudian bukan mustahil bukan sesuatu yang mustahil. Kemudian disebutkan sebagai pendukung bukan sandaran ini ee qidnya Ibnu Taimiyah. Kemudian bukan menjadi kebutuhan. Maksudnya bukan berarti Al-Qur'an itu tidak jelas kecuali dengan israiliyat. Ini yang ketujuh tidak menjadi ee fokus utama.

26:27 Kemudian setelah itu kita membahas tentang tafsir dengan israiliyat, kita membahas ee ijma wal ikhtilaf. hal-hal yang berkaitan dengan kesepakatan dan ikhtilaf tafsir yang sebenarnya inti masalahnya itu sudah disinggung dalam permasalahan tafsir salaf. Namun di sini diluaskan cakupannya generasi-generasi setelahnya. Jemaah dalam tafsir maksudnya adalah kesepakatan pahala ahli tafsir terkait dengan makna ayat. ee mengikuti ijma ada ketika ijma tersebut telah valid,

27:14 maka adalah satu kewajiban bagi seorang muslim. Sebagaimana disbutkan dalam ayat yang melarang kita menyelih jalan kaum muslimin juga nas Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang menetapkan tidak mungkin jatuhnya umat ini ke dalamatan. Kemudian ee itu tadi di antara urgensi juga termasuk dari urgensi ijma. Kemudian ee disebutkan juga urgensi-urgensi yang lain seperti tafsir yang paling sahih adalah tafsir yang sudah disepakati. Kemudian menyusihnya adalah sebuah

28:01 penyimpangan sebagaimana disebutkan ayat sebelumnya. Kemudian disebutkan macam-macam dari ijma. Ada ijma yang jelas, alid, shah, baik secara lafaz maupun makna. Kemudian ada ijma yang sahih tapi secara makna. Kemudian di sana ada juga ijma-ijma lain yang tidak disebutkan di sini ya. Misalnya ada ijma-ijma lain yang ee tidak disebutkan di sini dari sudut tidak disebutkan dari karena

28:47 klasifikasinya beda. Kalau yang disebutkan di sini berkaitan dengan shih atau tidaknya lafaznya sama atau tidak sementara bisa dibagi lain bisa dibagi dar sudut lain yang berupa apakah ijma itu qat'i atau gonni. ijma e lafzi atau ijma sukuti. Mun karena disebutkan dari sudut ee sarih atau tidaknya saja, maka kita mencakupkan dengan yang disebutkan di sini. Kemudian disebutkan metode metode bagaimana seseorang sampai kepada ijma.

29:32 Karena pentingnya ijma, maka penting sekali kita untuk mengetahui bagaimana sampai kepada ijma. Pertama di antaranya adalah yang pertama adalah menukilkan dari ulama sebelumnya. Jadi kita hendaknya mengetahui ulama-ulama mana yang biasa menukilkan ijma. Dan di antaranya ada Ibnu Aiyah, Ibnu Jarir Qurtubi. Kemudian yang kedua adalah kita sendiri yang melakukan ee studi. Misalnya dalam konteks tidak ada ulama yang menyebutkan ijma di sini, maka kita sendiri yang melakukan ee studi kemudian menyimpulkan apakah ada ijmak atau tidak. Dan alhamdulillah sudah ada dua kitab ya, dua kitab yang mewakili hal

30:18 tersebut. Ada ijma dalam tafsir karamadili di sini mengumpulkan ijma-ijma yang disebutkan ee Ibnu Atiyah, Ibnu Jarir juga ulama-ulama yang lain lima kitab. Kemudian ada juga ijma lain yang datang setelah Muhammad Khudhair yang menyebutkan ijma-ijma lain yang belum disebutkan oleh ee Muhammad Alqud dalam kitabnya. Kemudian ee yang tadi sudah. Nah, kemudian ada permasalahan yang berkaitan dengan

31:05 ijma, yaitu membuat tafsir baru setelah ijma. Bolehkah kita membuat pandangan baru? Tadi sejak awal ditekankan bahwasanya tidak boleh menyelisihi ijmak. Nah, membuat tafsir baru ada dua kemungkinan. Apakah menyelisihi atau tidak? Maka di sini dikatakan tafsir baru surah ijma itu boleh dengan dua syarat. Maknanya sahih ee ayatnya masih mengandung tersebut. Kemudian tidak menyelisihi ijma. Lalu bagaimana cara mengetahui makna itu sahih?

31:50 tentu saja ini diperlukan ee pengetahuan yang luas terhadap bahasa maupun ulumul Quran ya di sini ee ya bagian dari yang disebutkan tadi intinya adalah jika menyelisihi kemudian tidak dikandung oleh makna ayat maka tidak boleh. Dan di sini contohkan beberapa contoh yang bertentangan maupun yang tidak bertentangan.

32:37 sekaligus mengakhiri ee bahasan ijma dalam tafsir. Di sini ada contoh yang menarik ya yang bisa kita singgung sedikit terkait dengan penafsiran baru. Contohnya adalah wuhun. Di sini bahasa saleh juga generasi setelahnya semuanya sepakat menafsirkan dengan adorbu dengan mengukul. Kemudian sebagian ulama sebagian sebagian ee orang-orang yang mengangkal dirinya sebagai mufakir ahli intelektual. tidak ingin menafsirkan dengan makna tersebut, maka mereka pun mendatangkan

33:22 penafsiran baru yang berupa meninggal ebi yang berupa almufara wat menjauh dan meninggalkan rumah. Di sini dikatakan bahwasanya ee makna ini lafaz masih bisa dikandung oleh ayat. Namun karena bertentangan dengan ijma dan perkataan salafus saleh gak boleh diterima. Sebenarnya kalau kita lihat dari lafaz membawa ee menafsirkan adurbu di sini dengan faraqah watark atau albu itu dari sudut lafaz aja sebenarnya cukup bermasalah ya.

34:07 Karena yang mereka gunakan ayatnya untuk menafsirkan dengan menjawab atau pergi itu Allah Subhanahu wa taala di antaranya umard di sini dia menggunakan fi berbeda dengan muduhun. Di sini dia langsung transitif tanpa ada fi sehingga ee maknanya pun berubah. dan bisa disamakan penggunaan adar di sana dengan adarb di sini. Wallahuam. Kemudian ee setelah membahas tentang ijma dibahas tentang al-ikhtilaf. Jika sebelumnya dibahas ee alilaf salaf,

34:58 maka di sini ikhtilaf secara umum, yaitu umum di kalangan ahli tafsir. Ikhtilaf di sini usaha masuknya ee ikhtilaf yang tanawuk maupun kontradiktif sebagaimana pada pembahasan tafsir salaf. Mengapa ikhtilaf yang terjadi? Disebutkan bahwasanya ini adalah tabiat seorang manusia karena perbedaan tingkat ilmu pemahaman serta dari lafaz-lafaz ayat itu sendiri. Ee kemudian ee materinya membicarakan

35:44 tentang sejarah. sedikit gambaran tentang ikhtilaf tafsir pada salaf, yaitu pada masa sahabat sangat sedikit. Kemudian pada masa tabiin ee masih sedikit tapi meningkat. Kemudian disebutkan alasannya mengapa pada zaman tersebut sedikit. Karena dekat dengan masa kenabian, karena dekat dengan bahasa Arab serta mereka menyaksikan konteks turunnya ayat. Kemudian ee setelah disebutkan sedikit sebab

36:29 sedikitnya ikhtilaf di kalangan salaf di sini disebutkan tentang sebab-sebab perbedaan pendapat. Kalau tidak salah ada 10 perbedaan ya yang bisa dibilang jumlahnya lebih lebih dari 10 namun dicontohkan dengan 10 saja. Yang pertama disebutkan di sini tidak mengetahui hadis. Nah, ini termasuk kelemahan yang sangat fatal. Ditambahkan dengan ee salat usta yaitu salat asar. Namun ee contoh ini sebenarnya tidak harus selalu jatuh pada

37:17 ketidaktahuan terhadap hadis. Bisa jadi seorang penafsir tidak menafsirkan salatul dengan salat asar. Padahal dia tahu hadis ini. Kenapa? Karena sebagaimana disebutkan pada ee pertemuan yang lain, karena hadis ini itu tidak mubasyir, tidak sih. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tidak secara langsung menafsirkan ayat bahwasanya ayat alawati itu salat asar. Maka ee di sana ada sudut lain kenapa terjadi perbedaan pendapat. tidak hanya karena tidak tahu hadis, bisa jadi ada sebab lain.

38:03 Kemudian disebutkan yang kedua di sini ee karena isyarah lghawiyah satu lafaz bisa memiliki beberapa makna. Kemudian karena adanya ee ijmal ketidak gamblangan. Kemudian ada juga karena ada kemungkinan lafaz tersebut tanpa batas atau terbatas. Kemudian apakah tersebut umum khusus, kemudian apakah tersebut masih berlaku atau sudah dinas? Kemudian apakah ee suatu damir dalam sebuah ayat

38:49 itu kembali kepada yang terdekat atau kembali kepada yang di awal disebutkan atau tergantung konteksnya. Kemudian apakah ee ketika suatu ayat memiliki lebih dari satu qiraat, maka akan menyebabkan perbedaan penafsiran yang sebenarnya kalau sebabnya adalah qiraat. Perbedaan di sini hampir bisa dipastikan ee sifatnya adalah tanawu. Karena kedua qiraat apabila sudah sahih, maka makna yang terkandung dalamnya juga pasti sahih. Kemudian yang yang berikutnya di antara sebab perbedaan pendapat adalah

39:35 meringkas ya Allah sub taala meringkas meringkas dengan menghapus sebagian kata-kata. yang sudah ditudukkan oleh siap atau sengaja dihapus untuk memperkaya makna. Karena dengan dihapusnya satu kata atau suatu kalimat secara ee maka bisa menyebabkan kemungkinan-kemungkinan makna yang bisa jadi semua itu dimaksudkan Allah subhanahu wa taala. di sini apakah yang di hilangkan adalah fi atau an? Jika maka maksudnya adalah yang kalian ingin nikahi. Kalau yang dihilangkan adalah

40:21 an maka yang dimaksudkan adalah wanita-ita yang tidak tidak ingin kalian nikahi. Dan keduanya bisa dikatakan benar. Karena Allah Subhanahu wa taala menjelaskan dua kondisi ini ee sebagaimana disebutkan dalam permulaan surah An-Nisa. Allah Subhanahu wa taala sengaja menghilangkan ee sebuah kata di sini atau sebuah huruf untuk memperkaya makna. Untuk memperkaya makna. Kemudian di antara seb perbedaan pendapat adalah masalah sarf ya. Masalah saraf tasrif atau asal kata perubahan kata. Contohnya di sini adalah yudor bisa

41:08 artinya bisa asalnya dari yudoror bisa aslinya dari yudorir. Tidaklah seorang penulis atau saksi dimudarati atau jangan sampai mereka yang memudarati. Mana yang dimaksud? Maka bisa jadi Allah Subhanahu wa taala memaksudkan keduanya. Memaksudkan keduanya dan sengaja memilih lafaz satu lafaz untuk dua makna. Namun dari sudut panafsir maka itu seringkali menimbulkan perbedaan pandangan. Apakah ini maksud A atau B atau apakah dimaksud dua-duanya? Baik. Kemudian ee

41:56 setelah bicara tentang sebab-sebab terjadi perbedaan disebutkan macam-macam ikhtilaf dalam tafsir ini. Intinya sama dengan ikhtilaf tafsir di kalangan salaf. Meskipun sifatnya lebih ee umum dan ikhtilafnya lebih banyak daripada salaf. Secara umum perbedaan pandangan seorang fasir terfak menjadi dua ikhtilafat maupun ikhtilaf tanaw. Kemudian disebutkan bahwasanya ikhtilaf tanaw itu terbagi dari dua. Ee kemudian di sini disebutkan definisinya yang bisa dibilang sudah

42:42 jelas yaitu pendapat yang tidak bisa pandangan-pandangan yang tidak bisa diatakan dalam suatu waktu yang sama. Seperti misalnya siapa yang disembelih? Apakah Ishak atau e eh Ishak atau Ismail. Ibnu Jarir berpandangan yang disembelih adalah Ishak. Ibnu Katir berpandangan yang disembelih adalah Ismail. Wallahuam. Maka di sini sangat kontradiktif. Tidak mungkin dikatakan ee dua hal tersebut dalam satu waktu karena yang disembelih hanya satu. Kemudian disebutkan berikutnya ikhlaf yang disebutkan tadi itu bagi dua karena pengertiannya adalah pandangan

43:27 yang tidak bertentangan atau tidak saling menunafikan. Bisa maksud adalah pandangan yang maknanya sama atau berbeda tapi bisa saling berdampingan. Kemudian disebutkan contoh-contohnya. Ee setelah itu disebutkan ikatan antara ikhtilaf dengan ijma. Apakah ikhtilaf itu pasti bukan ijma? Atau ee juga disebutkan hubungan lain terkait dengan ikhtilaf ijma yang disebutkan di sini. Di antara hubungan ee di antara hubungan antara ikhtilaf dengan ijma adalah jika telah dinukil ijmak maka tidak

44:15 boleh ada ikhtilaf. Khilaf yang muncul setelahnya itu tidak diterima. Itu kalau khilafnya ee menyelisihi. Tapi kalau sifatnya hanya perbedaan ungkapan atau sifatnya permisalan maka ikhtilaf tersebut diterima juga. Dari sudut lain bisa jadi ada seorang fasir yang mengelaim adanya ijma. Ternyata ada sebat ada sebuah lafal yang menunjukkan atau yang menunjukkan makna bertentangan dengan kal ijmak. apa yang harus kita lakukan? Ee kalau ternyata bisa diusahakan

45:02 digabungkan, maka itu yang terbaik. Kalau ternyata mana tersebut tidak bisa digabungkan dan sudah jelas memang kontradiksi atau menyelisihi apa yang diklaim sebagai ijma, maka ijma tersebut dipermasalahkan keabsausahannya. Tergantung pandangan yang nyilih ini. Pandangan yang ditemukan milshih ini. Apakah dia syaz nyeleneh atau kuat? Tib. Ee nanti kita jelaskan artinya.

45:53 Kemudian ee lanjutan dari ijma tadi apabila ijmnya sah maksudnya yang menyelisihi ini lemah atau tidak sah, maka penyelisihan tersebut diabaikan. Misalnya dia datang terlambat di kontemporari misalnya menyelisihi ijma 1000 tahun ahli tafsir maka tentu dia diterima. Kemudian apabila melenceng maksudnya menyelisihi kaidah bahasa atau menyelisihi akidah ahlusunah itu juga dianggap tidak berlaku. Kemudian ee ketika ternyata ikhtilaf tersebut sah, penyisihan tersebut sah,

46:39 maka di sana tidak ijmak. Lalu apa yang kita lakukan? maka kita mengusahakan pandangan yang lebih kuat atau di sini ada langkah-langkah yang harus sudah lakukan ketika menghadapi sebuah khilaf itu tadabur, taamul ee apa namanya mendalami, menyelami makna ayat, kemudian mengumpulkan akwal kemudian mengetahui jus khilafnya apakah ini benar-benar khilaf atau bukan. khilaf agar kita bisa ee apa namanya ketika mengetahi sebab maka kita bisa mendatangkan obatnya

47:25 kemudian mengusahakan digabung kalau bisa lalu pada akhiratnya ditarjih apabila tidak tidak mungkin di gabungkan kemudian setelah bahas ijma oleh tafsir maka ee pembahasan selanjutnya adalah tafsir dengan akal. Pada materi pertama ee ada empat pembahasan berkaitan dengan pengertian, penjarsi, dalil dan kata ulama maupun bagian hukum. Di sini disebutkan secara panjang secara panjang lebar terkait dengan taid

48:14 yang intinya adalah penafsiran dengan ee akal. Kudian disebutkan urgensinya bahwasanya ini adalah satatu yang sudah ada dari zaman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam melanjutkan generasi sahabat dan tabiin dan seterusnya seterusnya. Kemudian disebutkan bahwasanya nasional ini ee harus kita beri rambu-rambu. Jangan sampai dengan akal kosong kita menafsirkan Al-Qur'an karena terdapat ancamannya dari Allah Subhanahu wa taala juga Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kem disebutkan bagaimana salafus saleh berhati-hati dalam penafsiran.

49:01 Mereka yang sangat dekat dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, sangat dekat dengan bahasa Arab, harus apa? Merasa takut dari nafsirkan Al-Qur'an. Kemudian setelah itu disebutkan tentang pembagian tafsir dengan akal. ee yang sederhananya dibagi menjadi dua yang terpuji dengan tidak terpuji atau tercela. Jika dia sesuai dengan ada waktu tafsir, alat-alat penafsiran sesuai dengan Al-Qur'an dan sunah, maka dia terpuji. Kemudian apabila tangan atau tidak memenuhi isyarat salat tersebut maka dia

49:48 menjadi tercela. Kemudian disebutkan di sini tafsirkan akala itu ada berapa batasan atau ada beberapa syarat. beberapa bentuk di antaranya adalah memilih atau tarjiah kemudian jamak menggabungkan, kemudian yang ketiga membuat pandangan baru yang tidak menyusih. Ini sebenarnya daripada syarat-syarat pas dikatakan batasan-batasan ya. Ada gambar yang ini batasan-batasannya eeat batasan-batasan. Kemudian disebutkan atau dicontohkan tarjih di antara pendapat salafus salh.

50:38 Sebenarnya penerjihan ini lebih ke menggunakan hadis daripada menggunakan alal. mungkin ada contoh yang lain yang lebih bagus daripada ini. Baik. ee berbicara tentang tafsir yang terpuji. Maka berikutnya dibahas tentang tafsir yang tercela, yaitu yang dibangun di atas kebuduhan dan hawa nafsu. Jika yang terpuji adalah dibangun di atas ilmu dan ee niat yang baik, maka yang tercora adalah dibangun

51:24 di atas kebodohan dan hawa nafsu. tidak memiliki ilmu penafsiran dan alat-alat penafsiran ataupun berbicara orang yang tidak mungkin diketahui penafsirannya sejak awal hawa nafsu jika munculnya dari pandangan subjektif pribadi ataupun karena ingin memenangkan pandangannya memenangkan mazhab yang dianut atau keyakinan yang dipegang dan ini masuk ke dalam ancaman-ancaman yang telah disebutkan sebelumnya juga ancaman-ancaman lain yang terdapat dalam ayat-ayat yang berkaitan dengan merubah-rubah ayat Allah Subhanah taala. Kemudian di sini dicontohkan beberapa bentuk dari penafsiran

52:15 yang kalau mau dibanyakkan atau dirincikan bisa lebih dari empat. Namun atau kalau mau digobalkan bisa dikurangi dari empat. di sini dicontohkan menjadi empat. Yang paling jelas adalah menafsirkan yang hanya Allah ketahui seperti hayat perkara gaib, sifir Allah juga waktu-waktu waktu kapan turunnya suatu ayat, waktu kapan terjadinya hari kiamat dan yang lain sebagainya. ee di sini dikatakan dalam tabel yang paling bawah tafsir huruf muqatah. Sebenarnya yang dimaksud bukan huruf bukan penafsiran huruf muqatah itu

53:00 sendiri. Karena penafsiran huruf muqatah itu ada khilaf bahkan dari kalangan salaf sebagian menafsirkannya. Bahkan Ibnu Qutaibah merajihkan adanya makna ee adanya tafsir pada huruf-huruf qata. Namun yang digaris bawahi dari huruf qata adalah penggunaannya. Ya, yang disalahkan adalah menggunakan huruf-huruf muqataah untuk mengetahui hal-hal gaib. lain yang disalahkan menafsirkan huruf muqatahnya yang disalahkan adalah menggunakannya untuk mengkalaim mengetahui gaib mengetahui kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa depan. Ini yang

53:47 jelas-jelas tercela dari penafsiran huruf. Adapun yang disebutkan dari sebagian salaf bahwasanya itu adalah ee rumus dari sifat-sifat Allah atau itu adalah sumpah. dan dan yang semisalnya maka ini tidak bisa dikatakan sebagai penasihan yang tercela. Kemudian ee bentuk yang kedua yang disebutkan menyelisihi tafsir nabawi atau tafsirus salaam. Kemudian juga ee menjawabkan dengan bahasa ini ini bahasa saja tidak cukup tidak cukup dalam menafsirkan Al-Qur'an. Ini adalah kunci utama. Namun menafikan

54:32 atau mengesamikan yang lain sangat membuat seseorang bisa jatuh ke dalam ee kesesatan. Kemudian yang keempat menafsirkan dengan atau agar sesuai dengan pendapat pribadi. Nah, ini karena dia ee berpegangan pada hawa nafsu, maka dia akan jatuh kepada salah satu dari dua hal. Kesalahan dalam dalil atau kesalahan dalam dalil dan makna. Nah, terkait dengan masalah ini yaitu

55:20 menafsirkan sebagian ayat dengan makna yang maknanya benar. Tapi sebenarnya ayatnya itu tidak maksud ke situ. Seringkali ee kita atau seorang mufasir, para awam maupun dai ataupun para qasos, para tukang pemberi wjangan, para pendakwah bergampangan dalam masalah ini. Yang penting maknanya benar meskipun dalilnya kurang tepat. Ini perlu kita garis bawahi. Kenapa memaksukkan makna yang tidak dikandung pada lafal Al-Qur'an itu salah? Meskipun maknanya benar

56:07 secara objek maknanya benar. Mengapa hal tersebut patut diserahkan dan dijauh patut dijauhi? Karena di sana ada beberapa hal berbahaya yang kita jatuh ke dalamnya, yaitu kesalahan dalam metodologi. Kalau dipun di sini benar, dengan metodologi yang salah, dia akan jatuh di tempat lain. Kemudian dia menjadikan Al-Qur'an sebagai pengekor. Dia ee sedangkan dirinya sebagai matbu yang diikuti. Kemudian yang ketiga, berbuat kerustaan terhadap Al-Qur'an. mengklaim Al-Qur'an bicara ini, mengklaim satu ayat bicara ini. Padahal tidak. Maka hendaknya kita berhati-hati dalam hal ini. Kemudian di sini disebutkan ee

56:55 penafsir-penafsir yang masyur dengan akal dan juga orang-orang yang sebaliknya yang menjauhi hal tersebut. Kemudian juga disebutkan ee demikian kitab-kitab yang atau kitab-kitab tafsir yang banyak penafsiran asalnya. Di sini ee disebutkan beberapa penafsiran atau beberapa kitab tafsir tanpa ini ya tanpa merincikan apakah isinya itu benar atau salah. Di sini ada tafsir muqatil, tafsir maardi, tafsir kasyaf tafsir ini sifatnya bukan tazkiah ya. Tapi sifatnya hanya menyebutkan kitab-kitab yang banyak berfsiran dengan

57:40 arra terlepas dari apakah isinya armum atau ar almahmud. Apakah pandangan yang tercela maupun ataupun pandangan yang terpuji. Kemudian yang terakhir ee berbicara tentang syarat dan adab seorang mufasir. ee menjelaskan apa mufassir serta membedakannya dengan mutadabbir maupun sekedar orang yang mengisahkan tafsir atau menukilkan tafsir. Kemudian syarat-syarat seorang mufassir secara umum para ulama sepakat bahwasanya ee mufasir itu seorang mufasir itu ada kompetensinya.

58:26 Tidak semua orang bisa menafsir Al-Qur'an. Kemudian di sini disebutkan secara garis besar ada ee tiga hal yang patut kita dimiliki kaitan dengan keilmuan, kaitan dengan ee kemampuan akal yang mana sebenarnya keilmuan itu tidak bisa diapai dengan kemampuan akal. Jadi kalau sudah punya keilmuan otomatis dia pasti memiliki manfaat akal. Dan yang ketiga ee berkaitan dengan keagamaan dan akhlak baik. Banyak para ulama biasa menyebutkan bermacam-macam ilmu yang harus dikuasai secara penuh. sampai-sampai sebagian menyebutkan 15

59:13 cabang ilmu yang harus diasai secara penuh untuk menjadi seorang kafir. Ee kalau kita letakkan syarat ini ada fas dari zaman ke zaman, maka banyak sekali para fasit yang jatuh atau tidak bisa digolongkan kepada tidak bisa digolongkan ke dalam ee orang-orang yang pantas disebut mufasir. Maka pada hakikatnya syarat-syarat ini yang sifat ini dan harus penuh itu ee dikatakan oleh sebagian peneliti sebagai suatu yang mubalagah,

1:00:00 terlalu berlebihan. Maka dikatakan bahwasanya yang di tepat adalah syarat-syarat tadi itu syarat menjadi mujihad mutlak. Mufasir yang memiliki ijtihad mutlak. Adapun mufasir yang sekedar menjelaskan makna-makna Al-Qur'an, maka tidak harus menguasai ke-15 cabang ilmu ini secara penuh, tapi dia hanya dituntun untuk menguasai batas minimal dari ilmu tersebut. yang bisa membantunya adalah menjelaskan makna atau menjadi seorang mufasir. Secara sederhana ee ilmu-ilmu ini, ilmu-ilmu inti yang dibutuhkan penafsiran itu

1:00:47 yang sering paling sering disebutkan ada enam ya. Tafsir Nabawi, nuzul tafsir salafat fikul ayah. Ini di antara ilmu yang paling atau sangat bersinggungan dengan tafsir. Bisa jadi seseorang tidak pandai balagah dia tahu tafsir salaf maka itu sudah mewakili atau seringkiali mewakili. atau bisa jadi seorang ee tidak terlalu ahli dalam sirah misalnya sampai dia tahu tafsir nabawi mubasyir maka itu seringkiali mewakili seringkali

1:01:32 mencukupi dari pandangan terhadap sirah baik. Ee kemudian dirincikan di sini tentang ilmu-ilmu yang harus dikuasai tadi dan bagaimana kalau menyelesihinya. Seringkiali membuat seseorang ke dalam kejatuhan. Seringkiali menjatuhkan seseorang ke dalam penyimpangan. Dan juga disebutkan alasan-alasan mengapa ee ilmu-ilmu ini harus dikuasai. pertama ee tafsir mubasyir tafsir Nabi kemudian suhu nuzul kemudian tafsir salaf kemudian ee hukum syarian

1:02:18 berkaitan dengan ayat nasih nusuk dengan rinciannya bahwasanya nasih mansuk itu ee bisa jadi maksudnya adalah kulli total atau juz'i. di parsial mencakup takhris, mencakup takyid, mencakup bayanul mujmal, mencakup pengecualian istisna. Kemudian ee setelah itu ditutup dengan adab etika serta prinsip mufasir dalam penafsiran. Ee di sini bicara tentang

1:03:03 langkah-langkah ya, langkah-langkah yang sebaiknya ditapaki seorang mufasir. Pertama merujuk pada Al-Qur'an, Asunah, tafsir salaf terlebih dahulu. Jangan dia mulai dari otaknya sendiri tanpa ada dasar pengetahuan dari pengetahuan terhadap ayat-ayat yang lain atau hadis Nabi maupun ee tafsir salaf. Karena lawan akan membuatnya tergelincir. Kemudian setelah itu dia memperhatikan bahasa bahasa pada masa turun Al-Qur'an dan jangan marah dia salah paham. kemudian menafsirkannya dengan bahasa Arab yang ee terkadang ada sedikit

1:03:50 perubahan. Kemudian memperhatikan kaidah-kaidah dan istilah syariat. Kemudian dia enggak salah-salan ya, tapi mentadaburinya dengan baik. Nah, ini berkaitan dengan pertanyaan yang disebutkan. Ee apa kaitannya usulah tafsir dengan tadabur? Kemudian yang kelima, tahu batasan. Ada ayat-ayat yang tidak boleh ditafsirkan atau lebih tepatnya ada hal-hal yang tidak boleh di buat-buat penafsirannya. Kemudian ee bersikap tawadu tidak memastikan apa

1:04:36 yang dia sampai apa yang dia sampai kepadanya dengan melalui akalnya itu merupakan satu-satunya maksud Allah Subhanahu wa taala selama di sana masih ada ruang ya. Kemudian tidak ee kemudian bersifat objektif, tidak subjektif, tidak meyakini sesuatu pendapat atau pandangan terlebih dahulu. Kemudian memaksakan makna yang tidak dikandung ayat sehingga ayat tersebut bisa sesuai dengan pendapatnya juga. Kemudian di sana ada adab-adab umum yang harus dimiliki seorang fasiat juga setiap dari seorang muslim. Kemudian yang itu ditegaskan lagi seorang fasir

1:05:21 yaitu ikhlas, takwa, akhlak yang baik serta bersikap tawadu. Ee wallahu taala alam itu pindahkan diri dengan baik. Ee alhamdulillah kita telah menyelesaikan rincian dari atau ringkasan dari pembahasan materi 11 sampai 20.

1:06:29 Baik, berkaitan dengan berikutnya yaitu ee soal-soal ini kita mulai ada yang ditulis di chatnya ya. Apakah seorang mentadaburi Al-Qur'an harus selalu merujuk pada tas Al-Qur'an? Eh, Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala menegaskan dalam mukadimah usul tafsir bahwasanya tidak mungkin seseorang mentadab Al-Qur'an kecuali dengan tahu tafsirnya. Itu yang mustahil ya. Karena tadbir itu

1:07:14 kan merenungkan, memikirkan. Kalau enggak tahu maknanya gimana caranya? Itu suatu yang mustahil. Nah, akan tetapi yang perlu kita pahami adalah bukan berarti tahu tafsirnya itu kita harus tahu rinciannya secara panjang lebar. Tidak mengetahui mana ijma dia aja itu seringkali sudah cukup. Kemudian kita bisa minta dirinya sendiri. Ee makna ijmali seringkiali tidak salu ya seringkiali itu telah diwakilkan oleh terjemahan yang baik. Jadi terjemahan yang baik seringkali sudah mencakup atau sudah mewakili

1:08:00 tafsir ijmari. Maka seseorang yang mengetahui ee terjemahan yang baik sedikit banyak sedikit banyak ee membantu seseorang untuk mentadabur Al-Qur'an. Tapi tentu saja ee seorang penuntut ilmu, seorang yang ingin belajar lebih tidak mencukupi dengan terjemahan. Yang terjemahan itu ter sangat-sangat terbatas ya. Walaupun memang tadi saya bilang sedikit banyak ee memberikan gambaran atau memberikan penafsiran global, tapi juga pada banyak tempat

1:08:45 masih perlu penjelasan tambahan. Karena itu dalam tafsiran Depak biasanya sering dikasih catatan kaki ya. Terjemahan itu sering kali dikasih catatan kaki untuk memperjelas ee makna ayat. Karena terjemahan seringnya tidak cukup. Wallahuam. Nah, kemudian saya ada pertanyaan selain istilah asbabun nuzul ada istilah ahwal nuzul lebih cepat jelas maksudnya istilah tersebut. Ya, sebenarnya dari segi praktiknya enggak ada bedanya ya para ulama ketika mengatakan wal nuzul atas nuzul. Tapi kalau kita ingin

1:09:32 mengklasifikasi, kita ingin mendetakkan pembagian, maka bisa kita katakan ahwalun nuzul itu lebih umum daripada ashabun nuzul. Ah nuzul itu ee kondisi-kondisi turunnya Al-Qur'an. Nah, kalau kita lihat ee makna ini, maka dia bisa mencakup ee dagun nuzul sebab turunnya bisa mencakup qasasun nuzul, kisah-kisah turunnya ayat. Meskipun itu bukan sebab nuzul. Ini lebih umum ya nuzul itu contohnya

1:10:17 misalnya ketika ee turun ayat kalau su nuzul kan biasanya kejadian dulu baru turun ayat ya itu surat nuzul. Nah, kalau qasasun nuzul kita ayat misalnya dalam surah ee Annisa atau ketika Allah Subhanahu wa taala mengatakan atau ini ya Almaidah ya ketika Allah mengatakan Allah Subhanahu wa taala menyindir orang munafik bahwasanya

1:11:03 apabila Allah memerintahkan mereka untuk membunuh diri mereka sendiri atau keluar dari negeri mereka, mereka enggak akan melakukannya. Maka di sini ada kisah turunnya ayat, kisah yang berkaitan dengan turunnya ayat ini, yaitu sebagian sahabat mengatakan kalau aku tidak akan seperti itu. Aku akan melakukan yang Allah perintahkan. Nah, ini di antara contoh ee qasusun nuzul yang mana itu ee berbeda dengan asab nuzul. Nah, kalau kita membuat klasifikasi ahwalun nuzul itu lebih umum. Dia mencakup asabun nuzul jugaasun nuzul. Kisah-kisah turun ayat.

1:11:50 Baik. Pertanyaan berikutnya. Pertanyaannya, apakah bahasa Arab, apakah bahasa Arab sebagai masdar tafsir Al-Qur'an itu adalah terbatas lafaz yang harus dirujuk kepada makna yang ada pada syar-syarir bangsa dahulu pada zaman Nabi atau kaidan apapun dalam bahasa Arab sebagai basfsir ya ee ee secara umum secara asal kaidah nahwu itu dibangun di atas ucapan bangsa Arab. Ini para ulama seperti Alkhalil,

1:12:36 Sibawah, ee dan yang lainnya yang merumuskan kaidah-kaidah nahwu itu mereka merumuskan dari syair-syair, dari pros-prosa, dari ucapan-ucapan bangsa Arab yang sampai kepada mereka. Akhirnya dirumuskanlah. Jadi kaidah nah pun masuk dalam ee bahasa Arab sebagai masar tafsir. Baik terkait dengan pertanyaan berikutnya. Apa kitab bahasa Arab secara khusus yang mengumpulkan mufradat untuk mataim amal wasat ayat? Kalau di kalau kitab

1:13:23 kontemporer yang sederhana dan cocok itu ada almuyassar fiil Quran yang keluarannya jemak milik sahat ya. almuyassar fiil Quran ini disinkronisasikan dengan ee tafsir muyar bisa dibilang cukup banyak membantu atau mewakili mufradat ya itu kalau kita ingin bicara yang ringkas dan aplikatif langsung di ayatnya langsung di samping ayatnya tapi ada juga kalau sebagai thalibul ilmi yang dia

1:14:09 ingin ee berkecimpung lebih ke dalam pembahasan. Maka di sana ada dua kitab besar ya, dua kitab besar yang penting sekali. Yang pertama kitabnya Arragib Alashani almufradat eh alfadul Quran. Ada beberapa perbedaan nama. intinya adalah al-mufradat karyanya Arraghib Aluhani. Kemudian yang kedua kitabnya Muhammad Hasan Jabal almujam alyiqaqi almassal yaitu di antara dua kitab paling inti paling penting yang menjadi rujukan

1:14:55 seseorang yang ingin mendalami mufradat Al-Qur'an. Tib. Kemudian pertanyaan berikutnya disebutkan penafsiran annas dalam surat nisa. Di antaranya adalah bahasanya annas di khhususkan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kemudian ee ditafsirkan dengan bangsa Arab juga. Pertanyaannya penafsiran dengan bahasa Arab ini apakah termasuk umat atau khusus? Iya. Kalau dari sudut pembahasan, dari sudut contoh, maka maksudnya

1:15:40 bahasa Arab di sini umum. Nabi Muhammad yang khusus. Itu maksudnya dari konteks contoh dan juga ee apa namanya? Penyandingannya dengan penafsiran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. yang walaupun kalau kita lihat dari sudut lain, dari sudut lafaz itu sendiri kemudian pembatasannya kepada ee bahasa Arab itu bisa dikatakan khusus sebenarnya. Tapi yang dimaksud di sini itu umum ya. Bahasa Arab itu penafsiran umum. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam penafsiran khusus. yang sebenarnya umum khusus ini kan sifatnya seringkiali ee tergantung sudutnya. Sampai-sampai dikatakan tidak ada lafaz yang

1:16:26 benar-benar umum, tidak ada suatu yang umum kecuali ada yang lebih umum. Intinya ee intinya di sini konteksnya yang umum bangsa Arab yang khusus Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kemudian bagaimana sebaiknya seorang guru dalam menyampaikan nafsi? ya silakan menambahi sesuai dengan kapasitasnya terutama kalau bicara yang sifatnya aplikatif seperti amalan apa yang bisa kita ambil dari penafsiran ini, faedah atau hidayah apa yang kita bisa ambil dari penafsiran ini, itu sangat-sangat dianjurkan.

1:17:20 Baik. Kemudian ya, bagaimana antum untuk bisa objektif bagi para pemula thab usul tafsir? Bagaimana objektif adalah ya memahami kafir salaf, memahami kaidah-kaidah bahasa, memahami konteks ayat dengan baik. Ya, di antara tiga kunci bagaimana agar kita bisa lebih objektif dalam ee

1:18:08 penafsiran Al-Qur'an. Wallahuam. Baik. Ee sepertinya itu pertanyaan terakhir. Adakah pertanyaan yang lain? Enam Ustaz. Alhamdulillahiabbil alamin, Ustaz. Jazakumullah khairon, barakallahu fikum atas pemaparan materinya tadi. Dan alhamdulillah juga sudah ada beberapa pertanyaan yang dijawab oleh ustaz. Sekarang kita lanjut ke bersoal jawab, Ustaz. Kita melanjutkan soal jawab lagi. Silakan bagi para mahasantri HSI Akademi yang mau bertanya. Untuk ikhwan bisa bertanya langsung dengan raise hand. Dan bagi akhwat bisa

1:18:56 tulis pertanyaannya di kolom komentar yang nanti insyaallah akan kami bacakan pertanyaannya. Ini ada pertanyaan Ustaz dari akhwat Ustaz ana bacakan Ustaz dari ART 172 30042 Rahma Sofia. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Asanallahu ilaikum. Ustaz, izin bertanya mengenai sebab-sebab terjadinya perbedaan penafsiran di kalangan mufassirin. Di halaqah disebutkan bahwa adanya huruf atau kata yang dihapus dalam satu ayat Al-Qur'an bisa mempengaruhi perbedaan penafsiran satu ayat. Pertanyaan saya, bagaimana kita bisa mengetahui ada huruf yang dihapus dalam suatu kalimat pada ayat

1:19:43 Al-Qur'an juga pada perbedaan apakah satu ayat itu muhkam atau sudah mansuk hukumnya? Apakah ini seharusnya tercantum pada ijma para ulama tafsir atau dari mana kita ketahui pendapat mana yang ditarjih dalam hal ini? Demikian, Ustaz. Mohon penjelasannya. Jazakumullahu khairon. terkait dengan bagaimana kita mengetahui apa yang diha maka ini kembali kepada kebiakan kebiasaan bangsa Arab kan dikatakan tafsir Arab itu berkaitan dengan alfaduhabuha. Nah, ketika kita memahami uslub-uslub bangsa Arab dalam menghazfan

1:20:30 mereka menghazf, maka kita bisa memahami dengan baik apa yang dihazf. Nah, di ada qarinah ya, ada qarinah yang biasa disebutkan para ulama. Apa itu yang dihazf? Pertama kalau itu bicara tentang penghazfan kalimat atau jumlah. Di antaranya adalah yang ditugaskan oleh Ibnu Qutibah rahimahullahu taala bahwasanya tidaklah suatu lafaz itu dihapus kecuali ada petunjuknya. Kecuali ada petunjuk dari konteksnya seperti itu dari konteks kalimat. Nah, bagaimana ee memilih mana hadas yang lebih baik, mana hadas yang ee

1:21:18 rajih, mana yang marjuh? Maka dikembalikan kepada kaidah-kaidah penafsiran. Qidut tafsir makin kita memahami dengan baik qawaid tafsir, kaidah-kaidah tafsir, kita akan lebih paham mana had yang muqadam, yang rajih, mana had yang marj dibuat-buat. Wallahuam ustaz. Alhamdulillahiabbil alamin. Jazakumullah khairan wabarakallahu fikum ustaz atas jawaban-jawabannya dan yang baru saja merupakan penanya terakhir yang bisa kami sampaikan dan alhamdulillah semua pertanyaan telah kami sampaikan ustaz dan waktu yang kita

1:22:03 jalkan pun sepertinya sudah cukup ustaz. Namun satu lagi Ustaz sebelum kita akhiri liqa maftuh malam hari ini, kiranya ada sedikit nasihat buat kami para mahasantri HSI Akademi Ustaz tafadol Maskuro. Baik ee menyanakan jazakumullah khairan. an kepada teman-teman sekalian yang hadir juga teman-teman yang bertanya sehingga mengayakkan mengayakkan pembahasan malam hari ini. Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kita manfaat terkait apa yang kita bahas pada malam ini. e sedikit masukan atau nasihat untuk

1:22:51 kita semua terkhusus pada ya terkhusus pada mutakhasis orang-orang yang ingin menjadi spesiali spesialis ahli tafsir. Dalam masalah usul tafsir ini banyak sekali ee atau ada beberapa poin yang sifatnya masih perlu diteliti dikaji lebih dalam ya. Ada hal-hal yang masih belum dikritisi dan dikaji lebih dalam. Berarti misalnya terkait dengan ijma misalnya terkait dengan ijma kapan atau ee terkhusus ya di sini Ibnu Jarud ya yang paling banyak menyebutkan ijma bagaimana

1:23:39 sebenarnya taksil atau ee bagaimana Ibnu Jarir itu bisa mengkalaim atau sampai kepada sebuah ijma. Apakah pembatal-pembatalnya, apakah ee pendukung-pendukungnya? Kemudian bagaimana seorang Ibnu Jarir menolak penafsiran ahlul lughah, ahli bahasa seperti Yasirun yang dikatakan menyelesai tafsir salaf yang padahal di sana masih ada ee ruang ya secara lafaz. bagi penafsiran ahli tersebut.

1:24:28 Kemudian juga masalah israat misalnya ee mana israiliat-israiliat yang sifatnya itu benar israiliat. Mana isiat-isayat yang sifatnya ada khilaf atau ada kemungkinan sebenarnya bukan israat cuma dikelahir oleh sebagian ahli tafsir atau sebagian sebagai isiat kemudiara juga beberapa hal-hal lain yang mungkin bisa dikayakan ya cabang ilmu ini lebih dikayakan lagi. Baik.

1:25:13 Adapun untuk kita semua ee bisa kita katakan bahwasanya materi 20 episode ini itu materi yang sangat ringkas. Di sana masih ada cabang ee usul tafsir yang sangat kaya yaitu qadut tafsir. Jadi qaidut tafsir itu eh turunan dari usul tafsir sebagaimana disebutkan atau dimasukkan oleh sebagian muslimin. Nah cara pertama adalah memperkaya diri dengan qaidut tafsir. di HSI akademi di waktu ke depannya jika ada materinya atau di luar HSI akademi. Karena keada tafsir itu sangat sinkron

1:26:00 dengan usul tafsir. Mempelajari usul tafsir yang merupakan al-adillah ee attafsiriah aljmaliah tanpa mempelajari qawaid tafsir yang merupakan aladillah atafsiriah alkuliah itu sangat-sangat kurang. untuk kita semua ee di ke depannya melanjutkan dengan melajari waut tafsir. Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kita jalan dan kemudahan untuk melajari ilmu tersebut. Jazakumullah khairan wabarakallahu fikum. Nah, Ustaz, alhamdulillahiabbil alamin. Jazakumullahu khairon, Ustaz, atas

1:26:46 nasihat yang sangat bermanfaat dan sangat menarik yang memacu kami untuk istikamah dalam terus belajar dan terus belajar terkhusus di ilmu usul tafsir ini. Dan atas berkenannya ustaz pada malam hari ini telah menyampaikan ilmu serta bimbingannya kami ucapkan jazakumullahu khairan wabarakallahu fikum. Izin, Ustaz untuk kami bisa tutup liqa maftuh hari ini, Ustaz. Nam Ustaz, para ikhwan dan akhwat mahasantri HSI Akademi hafizakumullah. Sebelum kita tutup, semoga pertemuan kita tercatat sebagai amal saleh di sisi Allah Subhanahu wa taala dan menjadi asbab turunnya rahmat, keberkahan, serta

1:27:34 ampunannya. Kita juga memohon taufik serta hidayah-Nya. agar semua ini bisa menjadi wasilah keselamatan kita di dunia dan di akhirat kelak. Kebenaran adalah milik Allah semata dan berasal darinya, sedangkan kesalahan datangnya dari saya. Dengan itu saya Willi Minto Aziz serta segenap panitia mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kekurangan dari kami dalam penyajian dan apabila ada kata-kata dari kami yang kurang berkenan kita tutup liqa maftuh kita malam hari ini dengan doa kafaratul majelis. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik. Billahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum

1:28:19 warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah.

Share

Ringkasan Video YouTube