Ringkasan Singkat
Video ini membahas tentang pentingnya membebaskan diri dari luka masa lalu agar tidak mempengaruhi masa depan dan hubungan dengan orang lain. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:
- Masa lalu yang belum dibereskan dapat mempengaruhi sikap, karakter, dan tindakan di masa kini.
- Orang yang terluka cenderung melukai orang lain.
- Penting untuk mengampuni masa lalu, berdamai dengan diri sendiri, dan fokus pada masa depan yang penuh pengharapan.
- Kekuatan Roh Kudus diperlukan untuk memperbaharui pikiran dan melepaskan pengampunan.
- Fokus pada janji Tuhan dan kebaikan-Nya akan memberikan kekuatan dan terobosan dalam hidup.
Pengantar
Masa lalu dapat mempengaruhi kehidupan kita, terutama jika ada luka yang belum disembuhkan. Luka masa lalu dapat membentuk kenangan buruk yang mempengaruhi tindakan, sikap, dan keputusan kita saat ini. Oleh karena itu, penting untuk membebaskan diri dari luka masa lalu agar tidak menjadi penghalang di masa depan.
Pengaruh Luka Masa Lalu
Masa lalu yang buruk dapat membentuk kenangan buruk yang, jika tidak dibereskan, akan mempengaruhi tindakan dan sikap kita saat ini. Orang yang memiliki luka batin cenderung melukai orang lain. Luka dan trauma masa lalu yang belum disembuhkan dapat menyebabkan seseorang bersikap negatif, kasar, dan sulit melihat sisi baik dari orang lain.
Yesaya 43:18-19
Ayat ini mengingatkan untuk tidak terus-menerus mengingat hal-hal yang dahulu, terutama yang menyakitkan. Masa lalu adalah sejarah dan pelajaran, tetapi kita harus hidup untuk masa depan. Orang yang masih terikat dengan kepahitan masa lalu akan sulit melihat kebaikan di masa depan.
Cara Pandang Negatif
Orang yang selalu berpikir negatif perlu memeriksa diri sendiri, karena mungkin ada luka batin yang belum disembuhkan. Orang yang terluka cenderung melukai orang lain dan sulit mengampuni. Beberapa orang bahkan menyalahkan Tuhan atas pengalaman buruk yang mereka alami.
Fokus pada Kebaikan Tuhan
Alihkan fokus dari hal-hal buruk di masa lalu kebaikan dan mukjizat Tuhan. Ingatlah bagaimana Tuhan pernah menolong, memberkati, dan menyembuhkan. Mengingat kebaikan orang lain dan melupakan hal-hal buruk akan membentengi diri dari luka dan kekecewaan, serta memberikan pengharapan untuk masa depan.
Janji Masa Depan yang Penuh Pengharapan
Tuhan selalu memberikan masa depan yang penuh pengharapan, bukan kecelakaan. Jangan biarkan trauma dan luka masa lalu menghalangi melihat janji Tuhan. Ingatlah bahwa Injil adalah kabar baik, bukan kabar buruk yang menimbulkan ketakutan dan kecemasan.
Penyembuhan Jiwa
Jiwa yang sakit adalah jiwa yang memiliki trauma dan perasaan yang terluka. Segala sesuatu yang buruk yang menempel di jiwa harus ditanggalkan agar dapat melihat masa depan yang penuh pengharapan. Kekuatan Roh Kudus diperlukan untuk melepaskan pengampunan dan memperbaharui pikiran.
Pembaharuan Budi
Pikiran perlu diperbaharui dan diselaraskan dengan firman Tuhan. Dengarkan khotbah, pengajaran, dan datanglah beribadah untuk menyelaraskan pikiran dengan kehendak Tuhan. Dengan demikian, kita dapat melihat bagaimana Tuhan membuat sesuatu yang baru dalam hidup kita.
Membuat Sesuatu yang Baru
Tuhan menyediakan masa depan yang penuh pengharapan, dimulai dengan meninggalkan dan melupakan masa lalu, hidup benar di hadapan Tuhan, serta sembuh dari trauma dan luka batin. Jika mengalami kesulitan, hubungi gembala atau konselor untuk mendapatkan bantuan.
Tanah Perjanjian
Seperti bangsa Israel yang dijanjikan tanah perjanjian, kita juga harus fokus pada janji Tuhan, bukan pada masalah dan kesulitan yang ada. Pikirkan janji Tuhan, bukan masa lalu atau kelemahan orang lain. Fokus pada tanah perjanjian akan memberikan kekuatan untuk mencapai tujuan.
Kaleb dan Yosua
Contoh Kaleb dan Yosua yang melihat tanah perjanjian sebagai tanah yang luar biasa, berbeda dengan pengintai lainnya yang hanya melihat kesulitan dan raksasa. Kaleb dan Yosua akhirnya menduduki tanah perjanjian karena fokus pada janji Tuhan.
Pentingnya Pengampunan
Lepaskan pengampunan kepada orang-orang yang melukai di masa lalu, seperti keluarga, teman, atau sahabat. Jika tidak, karakter akan menjadi aneh dan sulit bergaul dengan orang lain. Orang yang belum sembuh dari luka masa lalu cenderung mudah marah, emosi, dan merasa paling benar.
Hati yang Lembut
Miliki hati yang lembut, mudah dibentuk, dinasihati, dan dididik. Dengan demikian, kita akan menjadi berkat bagi banyak orang, bukan batu sandungan. Belajarlah untuk berubah dan dedikasikan hati, pikiran, dan perasaan sepenuhnya di hadapan Tuhan.
Binatang Hutan Memuliakan Tuhan
Sekalipun belum melihat janji Tuhan digenapi, tetaplah pegang janji-Nya. Tuhan akan membuat hidup mengalami sesuatu yang ajaib dan dahsyat di masa depan. Perkatakan hal yang baik, manis, dan patut dipuji.
Memberitakan Kemasyhuran Tuhan
Jika masih terluka dan menyimpan trauma, kita tidak dapat menjadi alat yang memberitakan kemasyhuran nama Tuhan. Kita akan menjadi sumber masalah dan batu sandungan bagi orang lain. Oleh karena itu, berdamailah dengan diri sendiri, orang lain, dan Tuhan.
Berdamai dengan Diri Sendiri
Jika ada ganjalan dalam hati terhadap sesama, berdamailah terlebih dahulu sebelum mempersembahkan korban. Tuhan lebih tertarik pada hati yang beres daripada persembahan yang besar. Orang yang hidupnya belum beres di hadapan Tuhan akan mengalami kekacauan dan kesulitan.
Berubah dan Fokus pada Tuhan
Bertobatlah, ampuni semua kejadian di masa lalu, dan fokuslah pada Tuhan. Tuhan akan membuat sesuatu yang ajaib dalam hidup, memberikan terobosan, dan membawa mengalami sesuatu yang dahsyat. Tuhan tidak pernah berubah dan selalu setia pada janji-Nya.
Doa
Berdoa agar firman Tuhan meresap dalam hati dan mengubah hidup. Memohon agar setiap orang yang mendengar firman ini dipulihkan dan dilawat Tuhan. Berdoa untuk orang yang sakit agar disembuhkan oleh bilur dan darah Yesus.

