Masa Demokrasi Liberal: Periode Masa Demokrasi Liberal; RIS dan Pembubarannya | Part 1

Edcent www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang masa Demokrasi Liberal di Indonesia, mulai dari tahun 1950 hingga 1959. Periode ini ditandai dengan pembubaran Republik Indonesia Serikat (RIS) dan diakhiri dengan Dekrit Presiden Soekarno. Video ini menjelaskan latar belakang terbentuknya RIS, faktor-faktor penyebab pembubarannya, serta ciri-ciri demokrasi liberal yang diterapkan di Indonesia pada masa itu.

  • Pembentukan RIS sebagai hasil Konferensi Meja Bundar.
  • Mosi Integral Natsir sebagai salah satu faktor pembubaran RIS.
  • Instabilitas politik dengan seringnya pergantian kabinet pada masa Demokrasi Liberal.

Pembukaan

Pembukaan video oleh tutor sejarah Edcent, yang memperkenalkan materi tentang masa Demokrasi Liberal di Indonesia.

Profil Tutor

Bagian ini menampilkan intro musik.

Periode Masa Demokrasi Liberal

Masa Demokrasi Liberal berlangsung dari tahun 1950 hingga 1959. Dimulai dengan pembubaran Republik Indonesia Serikat (RIS) dan diakhiri dengan Dekrit Presiden Soekarno pada 5 Juli 1959. Sebelum membahas lebih jauh tentang Demokrasi Liberal, akan dibahas terlebih dahulu mengenai RIS.

RIS (Republik Indonesia Serikat)

RIS terbentuk pada 27 Desember 1945 sebagai hasil kesepakatan dalam Konferensi Meja Bundar. Bentuk negara federal ini terdiri dari tujuh negara bagian dan sembilan daerah otonom.

Pembagian Negara Bagian dan Otonomi RIS

Tujuh negara bagian dalam RIS adalah Negara Sumatera Timur, Sumatera Selatan, Pasundan, Jawa Timur, Madura, Indonesia Timur, dan Republik Indonesia. Sembilan daerah otonomnya adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tenggara, Kalimantan Timur, Dayak Besar, Banjar, Jawa Tengah, Riau, Bangka, dan Belitung. Soekarno menjabat sebagai presiden RIS, Mohammad Hatta sebagai perdana menteri RIS, Mr. Assaat sebagai presiden RI (saat RI menjadi bagian dari RIS), dan Susanto serta Abdul Halim sebagai perdana menteri RI. Konstitusi yang digunakan adalah Konstitusi RIS.

Faktor Penyebab Pembubaran RIS

RIS tidak bertahan lama dan dibubarkan delapan bulan setelah terbentuk, tepatnya pada 17 Agustus 1950. Pembubaran ini dilatarbelakangi oleh keinginan Belanda untuk membentuk negara serikat, yang ditolak oleh pemerintah Indonesia. Pada April 1950, Mohammad Natsir mengajukan Mosi Integral Natsir yang berisi keinginan agar negara-negara bagian dalam RIS bergabung kembali ke dalam Republik Indonesia membentuk negara kesatuan. Selain itu, gejolak di daerah seperti pemberontakan APRA, Andi Azis, dan RMS juga mempercepat pembubaran RIS.

Demokrasi Liberal

Setelah pembubaran RIS, Indonesia menerapkan konsep demokrasi liberal. Ciri-ciri demokrasi liberal antara lain penggunaan Undang-Undang Dasar Sementara 1950, sistem kabinet parlementer di mana kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dipimpin oleh perdana menteri, serta terjadinya instabilitas politik yang ditandai dengan seringnya pergantian kabinet. Selama sembilan tahun penerapan demokrasi liberal, terdapat tujuh kabinet yang berbeda.

Penutupan

Penutup dari tutor sejarah Edcent, yang menyampaikan harapan agar materi yang disampaikan bermanfaat.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Halo Halo [Musik] sobat Epson salam pintar Jumpa lagi bersama saya ke Andi tutor Sejarah xl.id Kali ini kita akan membahas materi masa demokrasi liberal yuk simak bareng bareng Wawat Hai [Musik] [Musik] sobat Epson dalam kesempatan kali ini kita akan membahas materi tentang masa demokrasi liberal gimana masa demokrasi liberal sendiri berlangsung dari tahun 1950 dan berakhir pada tahun 1959 apa yang menjadi penanda masa demokrasi liberal diterapkan di Indonesia demokrasi liberal ditandai dengan adanya peristiwa pembubaran Republik Indonesia Serikat atau Ris sementara 1959 menjadi penanda berakhirnya masa demokrasi liberal dengan diterbitkannya Dekrit Presiden

1:20 oleh Presiden Soekarno pada tanggal 5 Juli 1959 2/3 inilah yang menjadi penanda berawalnya dan berakhirnya masa demokrasi liberal sebelum kita membahas masa demokrasi liberal lebih jauh kita terlebih dahulu akan membahas tentang Republik Indonesia Serikat sebagaimana hasil kesepakatan dalam Konferensi Meja Bundar disebutkan bahwa bentuk pemerintahan negara Indonesia adalah Republik Indonesia Serikat atau bentuk negara federal the Prison diri terbentuk sejak tanggal 27 Desember 1945

2:08 bila jadi berdiri nyaris yang ditandai dengan penandatanganan Konferensi Meja Bundar pada tanggal 27 Desember 1945 bentuk negara federal inilah yang mengakibatkan di dalam Republik Indonesia Serikat nantinya terdiri atas tujuh negara bagian serta sembilan daerah otonom hai hai hai hai hai hai i7 negara bagian yang terdapat di dalam Republik Indonesia Serikat diantaranya adalah negara Sumatera Timur Hai kemudian negara Sumatera Hai Selatan kemudian negara Pasundan Hai kemudian Negara Jawa Timur Hai kemudian negara Madura Hai berikutnya negara Indonesia Hai Timur serta Republik di Indonesia Hai inilah tujuh negara bagian yang terdapat di dalam Republik Indonesia Serikat Hai berikutnya Hai terdapat sembilan daerah otonom di dalam Republik Indonesia Serikat

4:01 apa saja daerah-daerah otonom yang terdapat di dalam Republik Indonesia Serikat diantaranya adalah wilayah Kalimantan Hai barat kemudian Kalimantan Tenggara di Kalimantan Timur Hai Dayak besar Hai kemudian di Banjar kemudian Jawa Tengah Hai kemudian Riau di Bangka dan

4:52 Hai Belitung inilah 9 daerah otonom yang terdapat di dalam Republik Indonesia Serikat sampai kemudian ditunjuk sebagai presiden rise yang diangkat sebagai presiden risk adalah Soekarno jadi kita dapat lihat Disini Hai presiden Rich adalah Soekarno sementara yang ditunjuk sebagai Perdana Menteri adalah Muhamad Hai Hatta Hai jika presiden risk adalah Soekarno dan perdana menteri RIS adalah harta Siapakah yang menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia yang ditunjuk sebagai Presiden Republik Indonesia nantinya adalah Hai Mister assafaat jadi coba kesenjangan sampai salah presiden risk adalah Soekarno dan Presiden RI saat RI menjadi bagian dari Rich adalah Mr assaat sedangkan yang ditunjuk sebagai Perdana Menteri RI adalah Susanto nantinya Susanto akan digantikan oleh Abdul Halim Nah itulah dua orang tokoh yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri RI saat Republik Indonesia berada di dalam Republik Indonesia Serikat Hai Lantas apa ciri-ciri yang kemudian

6:24 tampak dalam Rich dalam rise konstitusi yang digunakan adalah konstitusi RIS jadi kita menyebutnya sebagai konstitusi Republik Indonesia Serikat dalam perkembangannya Riz tidak bertahan lama dibentuk berdasarkan hasil kesepakatan Konferensi Meja Bundar tetapi Irish kemudian dibubarkan delapan bulan setelah terbentuk tepat Kapan tepatnya pada bulan Agustus 1950 bertepatan dengan Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 Jakarta penanda berakhirnya masa Aris lantas peristiwa apa yang menjadi latar belakang pembubaran Ris Hai sebagaimana yang kita ketahui bahwa bentuk negara serikat pada dasarnya adalah keinginan dari Belanda kita tahu dalam diplomasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan Belanda pada Februari 1946 Van Gogh perwakilan dari negeri Belanda menginginkan agar Indonesia berbentuk Serikat kemudian menjadi anggota persemakmuran negeri Belanda tetapi keinginan tersebut kemudian ditolak oleh pemerintah Indonesia Lantas

7:43 dalam perundingan-perundingan yang dilakukan antara Indonesia dengan Belanda pada masa mempertahankan kemerdekaan sebagai contoh dalam Linggarjati disebutkan bahwa akan dibentuk negara Indonesia Serikat kemudian dalam Renville juga disebutkan bahwa Indonesia akan menjadi negara serikat dan dalam Konferensi Inter Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan BFO disepakati bahwa bentuk negara Indonesia adalah khas negara serikat dengan nama Republik Indonesia Serikat oleh karena itulah dalam Konferensi Meja Bundar pengakuan kedaulatan yang dilakukan oleh Belanda atas Indonesia adalah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat nah tetapi dalam perjalanannya tepatnya pada bulan april tahun 1950 seorang tokoh yang bernama Muhammad Natsir mengajukan sebuah mosi dimana mosi ini kemudian dikenal sebagai mosi integral Natsir Apa yang dimaksud dengan mosi integral Natsir ini mosi integral Natsir adalah sebuah mosi yang diajukan Muhammad

8:53 Natsir di depan Dewan Perwakilan Rakyat Crash ketika kemudian Natsir menginginkan agar negara-negara bagian di dalam Ris bergabung ke dalam Republik Indonesia membentuk kembali sebuah negara kesatuan Hai jadi latar belakang pembubaran Ris yang pertama disebabkan karena adanya mosi penyatuan atau mosi integral yang diajukan oleh Muhammad Natsir selain adanya mosi integral Natsir berisi pernyataan Natsir yang menginginkan agar Republik Indonesia Serikat bubar dengan cara menggabungkan negara-negara bagian di dalam RIS ke dalam Republik Indonesia faktor lain yang mempercepat pembubaran risk adalah timbulnya gejolak-gejolak di daerah yaitu dengan terjadinya pemberontakan APRA kemudian terjadinya pemberontakan yang dilakukan oleh Andi Azis serta pemberontakan Republik Maluku Selatan gejolak-gejolak yang terjadi di daerah ini mempercepat pembubaran trash disini berarti kita dapat melihat bahwa faktor yang mengakibatkan please setidaknya ada dua faktor utama

10:17 hai hai Hai sih lu Hai inilah dua faktor utama yang menyebabkan terjadinya pembubaran Republik Indonesia Serikat yaitu adanya mosi integral Natsir berisi pernyataan naksir di depan parlemen Republik Indonesia Serikat yang meminta agar negara-negara bagian di dalam klise bergabung ke dalam Republik Indonesia serta terjadinya pemberontakan-pemberontakan baik APRA yang terjadi di Bandung Republik Maluku Selatan yang terjadi di Maluku serta pemberontakan Andi Azis di Makassar Sulawesi Selatan inilah faktor

11:34 yang mempercepat pembubaran fresh dalam perkembangannya ternyata ide Natsir dalam mosi integral Natsir didukung oleh banyak tokoh nasional Indonesia salah satunya adalah Soekarno Soekarno jelas memberi dukungan kuat terhadap upaya penyatuan wilayah-wilayah di dalam riset ke dalam Republik Indonesia Kenapa karena bentuk negara yang dicita-citakan oleh banyak tokoh nasional Indonesia adalah negara kesatuan bukan negara serikat atau negara federal maka dalam perkembangannya Rich akhirnya bubar pada tanggal 17 Agustus 1945 Jakarta Kesatuan Republik Indonesia dalam perkembangannya setelah pembubaran risk Republik Indonesia menggunakan suatu konsep demokrasi yang kemudian dikenal sebagai demokrasi liberal hai hai Hai

12:42 demokrasi liberal memiliki beberapa ciri-ciri apa saja ciri-ciri yang kemudian tampak dalam demokrasi liberal yang pertama adalah penggunaan undang-undang dasar sementara 1950 dalam masa demokrasi liberal undang-undang yang digunakan bukanlah undang-undang Dasar 1945 melainkan undang-undang dasar sementara 1950 sifatnya sementara artinya akan diganti dengan undang-undang dasar yang baru oleh karena itulah nantinya dalam masa demokrasi liberal pemilihan umum yang dilakukan pada tahun 55 salah satunya bertujuan untuk memilih anggota Dewan Konstituante Apa tujuan pemilihan anggota Dewan Konstituante tujuan pemilihan anggota mesti Tuan The adalah untuk membuat merancang undang-undang dasar yang baru jadi yang perlu digarisbawahi pada masa demokrasi liberal undang-undang yang digunakan bukanlah undang-undang Dasar 45 melainkan undang-undang dasar sementara 1950 kiri yang berikutnya tampak adalah penggunaan konsep kabinet parlementer artinya Apa artinya kabinet nantinya

14:05 bertanggungjawab kepada parlemen KB sendiri akan dipimpin oleh perdana menteri dalam masa demokrasi liberal presiden nanti akan menjadi kepala negara sedangkan kepala pemerintahan dijabat oleh Perdana Menteri Perdana Menteri dan jajaran menterinya akan bertanggung jawab kepada parlemen yang saat itu bentuknya adalah sampai dengan tahun 95 adalah DP RS atau d Hai Perwakilan Rakyat sementara Kenapa ada kata sementara ya karena belum adanya pelaksanaan Pemilu untuk memilih anggota DPR sehingga DPR yang terbentuk adalah DP ciri-ciri berikutnya yang tampak pada masa demokrasi liberal adalah terjadinya instabilitas Politik instabilitas Politik ini nantinya ditandai dengan seringnya kabinet Jatuh Bangun tercatat selama sembilan tahun masa penerapan demokrasi liberal terdapat tujuh kabinet yang berbeda yang dipimpin oleh enam orang Perdana Menteri karena nanti satu orang Perdana Menteri menjabat dua kali yaitu Ali Sastroamidjojo jadi bisa dilihat bisa

15:25 dibayangkan selama sembilan tahun terdapat tujuh kepala pemerintahan Hai jadi kita bisa lihat bahwa instabilitas politik terjadi ketika kemudian partai-partai politik di dalam parlemen kerap menjatuhkan kabinet disisi yang lain kita dapat melihat bahwa masa demokrasi liberal menunjukkan betapa kuatnya kekuatan parlemen Pada masa itu jadi bisa dilihat bahwa mungkin sepanjang sejarah masa demokrasi liberal inilah Masa dimana parlemen atau DPR memiliki kekuatan yang sangat kuat Nah inilah beberapa ciri yang kemudian tampak pada masa demokrasi liberal sebagaimana yang telah disampaikan bahwa pada masa demokrasi liberal tercatat terdapat tujuh kabinet apa saja kabinet yang kemudian muncul pada masa demokrasi liberal diantara kabinet-kabinet yang kemudian muncul yang pertama secara berurutan adalah kabinet yang dipimpin oleh Muhammad Natsir yang kemudian berlangsung dari tahun 1950 sampai tahun 1951 kemudian kabinet Sukiman dari tahun 1951 sampai tahun 1952

16:43 kemudian kabinet wilopo dari tahun 1952 sampai 1953 berikutnya kabinet Ali Sastroamidjojo yang pertama Hai berlangsung dari tahun 1953 sampai 1955 kemudian kabinet Burhanuddin Harahap tahun 1955 sampai 1956 kemudian kabinet Ali Sastroamidjojo yang kedua tahun 1956 sampai 1957 dan kabinet juwanda yang juga kerap disebut sebagai zaken kabinet Hai berlangsung dari tahun 1957 sampai 1959 dari pemaparan periode waktunya terlihat bahwa kabinet-kabinet umumnya hanya bertahan selama satu tahun tercatat hanya ada dua kabinet yang bertahan selama dua tahun yaitu kabinet Ali Sastroamidjojo yang pertama tahu 9503 sampai 55 serta Kabinet Djuanda yang

18:08 kerap disebut sebagai zaken kabinet dari tahun 1957 sampai 1959 berarti dari periodesasi ini terlihat jelas bahwa pada masa demokrasi liberal terjadi instabilitas politik sebagai akibat kepentingan-kepentingan partai politik lebih diutamakan daripada kepentingan bangsa Hai bagaimana sobat Epson dapat dipahami demikian sobat essence pembahasan materi masa demokrasi liberal di Indonesia semoga bermanfaat jumpa lagi di kesempatan pembahasan berikutnya bersama saya ke Andi tutor sejarah xl.id salam pintar sekian kompeten untuk video pembelajaran hari ini sampai ketemu lagi di video belajar berikutnya jangan lupa aktifkan notifikasi untuk video terbaru kami ya sebaiknya juga bisa mengunjungi exam.id dan temukan ribuan video pembelajaran sampai jumpa sobat essence salam pintar

19:14 [Musik]

Share

Ringkasan Video YouTube