0:00 Amin. Tuhan Yesus memberkati Ibu-ibu semuanya. Amin. Satu minggu kita tidak berjumpa dan puji Tuhan kita bertemu lagi [musik] dalam anugerah kasih setia Tuhan. Sekarang fokus ke saya karena sebentar lagi kita akan potong kue dan kita akan makan. Hari ini banyak yang ulang tahun. Bapak-bapak, Ibu-ibu semua yang terkasih dalam Kristus. Harusnya setiap hari perjalanan kekristenan kita itu semakin diubahkan. [musik] Bukan jadi orang yang rewel, jadi orang yang cerewet, bukan jadi orang batu sandungan, komplain ngeluh gerutu
0:46 terus apalagi yang kelakuan buruk-buruk itu harusnya semakin hari semakin diubahkan. Sehingga orang yang berjalan bersama Tuhan harusnya terang itu memancar keluar manifestasi dalam kehidupan kita. Karena Alkitab katakan kita mencerminkan kemuliaan Tuhan yang tidak terselubung. Artinya orang bisa melihat Tuhan manifestasi melalui hidup kita, melalui sikap kita, melalui kelakuan kita, melalui tindakan kita. Orang bisa melihat Kristus melalui diri kita. Makanya di Amsal pasal yang ke4 ayat yang ke-18,
1:33 tetapi orang benar, kita adalah orang yang benar, dibenarkan oleh darah Yesus. Kita tanpa darah Yesus, kita adalah orang yang najis dan kotor yang gak berkenan di hadapan Tuhan. Setelah kita mengalami kelahiran baru, hidup kita diubahkan menjadi serupa segambar dengan Tuhan. diproses baik proses hari demi hari tadi yang diajarkan Ibu Kalista diubahkan, diproses, dibentuk menjadi semakin serupa [musik] segambar dengan Tuhan. Nah, perjalanan itu apa yang terjadi? Tetapi orang benar, jalan orang benar itu seperti cahaya fajar yang kian bertambah terang sampai Rembang tengah hari. Coba sesekali bangun dari jam . Perhatikan matahari
2:19 mulai terbenam. Kalau ke Bromo kita ke Bromo jauh-jauhnya untuk melihat matahari terbit. Coba bangun dari pagi lihat matahari terbit dari jam .00 jam 5. Jam .00 itu mulai redup samar sama rakhirnya terang. Kita pun juga kekristenan kita harus sama. Dari dulu gak kenal Tuhan kelakuannya busuk, jelek, dan jahat sebelum kita dilahirkan kembali. Pikiran kita jahat sekali, mulut kita jahat sekali, negatif. Buk semuanya yang dalam diri kita. Karena realita semua sesuatu yang keluar dari diri kita itu enggak ada yang lain. Cek saja bangun tidur yang keluar dari matamu apa itu? Enak apa enggak itu? Coba dikorek-korek
3:04 di hidung. Apa yang keluar? Yun tidur hah cium sendiri apa? Terus keringatan enggak usah dilap, enggak usah pakai parfum. Baunya kayak apa? Indome. Rasa karya. [musik] Terus apa? Semua yang keluar dari dunia itu gak ada yang baik sebenarnya. Karena kita sudah dilahirkan kembali. Akhirnya kita menjadi terang yang memancar bagi semua orang. Tetangga kita, saudara kita kan gak mungkin dia datang ibadah yang gak kenal Tuhan ke tempat ini atau toko buku. Banyak toko buku Kristen. Karena orang Kristen enggak suka baca baca-baca Alkitab, baca buku rohani kok. Makanya banyak yang tutup dan tidak mungkin tetangga kanan kiri kita baca Alkitab kita kan dia harusnya bisa membaca
3:52 Alkitab yang berjalan yang kita hidupi melalui kelakuan dan sikap kita, melalui tindakan kita. Harusnya mereka bisa melihat itu real nyata Yesus yang berjalan bersama kita. Akhirnya apa? Jalan kehidupan orang Kristen tambah hari tambah terang seperti Rembang tengah hari. Dari dulu boleh bertobat masih jadi batu sandungan. [musik] Semakin diajar firman, apalagi dengar khotbah saya yang menggelegar tembus sampai kedalaman batin. Nyinggung perasaan ngorek-ngorek semuanya itu. Dan mulai kamu hidupin pelan-pelan diubahkan, pelan-pelan diubahkan. Akhirnya orang bisa melihat terang itu.
4:39 [musik] Di Amsal 13 ayat yang ke-9. Terang orang benar bercahaya gemilang. Orang Kristen tuh mukanya cerah ceria beda dengan orang yang gak kenal Tuhan. Coba kalau kita jalan hari Minggu, ketika kita jalan keluar hari Minggu atau mau pergi pelayanan, kita bisa membedakan ini orang pergi ke gereja dan ini orang tidak. Yang membedakan apa? Ada terang, ada sukacita, ada damai zah terang. Di sini mukanya kan manis-manis semua ya. Toleh kanan kirimu kamu nih cantik, ganteng-ganteng, luar biasa. Suruh noleh kok malah bengong. Coba toleh dulu. Lihat kamu ini keren-keren semuanya. Orang yang ada di dalam Tuhan tuh mukanya ceria. Tapi kalau Bapak Ibu mukamu besengut, mecucu,
5:25 coba lihat mecucu. Orang mecucu tuh mukanya welek, ada kerut-kerutan semuanya sadis mukanya. Enggak ada kan di sini? Kalau senyum kan manis semuanya kan? Coba orang siapa yang pernah sakit gigi? Itu ada dokter, ibu dokter gigi ini sering nangan orang sakit gigi. Orang sakit gigi itu mukanya ceria apa tidak? Welek kan ya? Cantik kayak apapun kalau sakit gigi kan. Hmm. Tetapi orang yang benar mukanya itu bercahaya. Orang benar bercahaya gemilang. Kenapa yang membuat cahaya? Kemuliaan Tuhan yang memancar. Ingat apa yang dialami Musa ketika dia 40 hari 40 malam tinggal di dalam hadiratnya yang tadi sebutkan
6:13 diajarkan tentang terhubung dengan hadirat Tuhan. Apa yang terjadi? Mukanya bercahaya ketika dia turun dan orang Israel tidak tahan melihat kemuliaan itu. Kalau kita ini terhubung dengan Tuhan, kita memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan, terkoneksi, memiliki hubungan keintiman yang dalam dengan Tuhan. Bukan hanya sekedar ibadah, tapi secara personal kita memiliki kedekatan dengan Tuhan yang kita bangun di kamar doa kita. Kita terbiasa tinggal di dalam hadiratnya. Seperti Musa tinggal di dalam hadiratnya, akhirnya apa? Kemuliaan itu memancar dari wajahnya Musa. Sampai orang enggak tahan melihat kemuliaan itu. Harusnya
7:00 orang bisa melihat manifestasi Tuhan dalam diri kita. Tapi kalau hari ini orang enggak bisa melihat kemuliaan Tuhan dan isinya orang itu komplain dengan hidupmu, perlu bertobat dan berubah. Amin. Kalau ada orang yang komplain, berarti ada yang harus diubah di dalam diri kita. Istri saya seringkiali melihat banyak kekurangan di saya, saya harus berubah dan bertobat. Karena orang yang di sekitar kita adalah orang yang paling bisa melihat kedalaman batin kita, sikap kita, tindakan kita, perbuatan kita. Kalau dia masih komplain, gak usah jawab, gak usah banyak [musik] alasan atau apapun. Koreksi diri. Oh, berarti ada yang salah. Berarti aku belum jadi terang yang memancarkan kemuliaan [musik] Tuhan. Berarti ada yang harus diperbarui
7:47 di dalam diriku ini. Amin. Akhirnya apa? Kita diubahkan step by step, step by step. [musik] Dan terang itu menyukakan hati orang. Tadi dikatakan di dalam kegelapan tidak ada berkat. Di dalam kegelapan orang itu tersandung-sandung jatuh. Kalau hidupmu dalam kegelapan, kamu jadi batu sandungan bagi banyak orang. Isinya ribut gegeran berantem komplain ngeluh. Kalau kita ini suka berantem, komplain, dan ngeluh, jangan-jangan hidup kita di dalam kegelapan. Kita dipertemukan dengan siapapun tersandung berantem gegeran.
8:32 Pindah rumah berantem dengan tetangga. Ada beberapa orang yang mondar-mandir, pindah tempat, pindah lingkungan, pindah gereja, selalu berantem, gegeran. Karena sebenarnya yang bermasalah bukan orang, dirinya sendiri sebenarnya, bukan orang lain yang bermasalah. Kalau kita ini dipertemukan dengan siapapun gak pernah cocok, selalu komplain geger ribut berantem enggak cocok. Merasa orang lain salah semua dan kita merasa paling benar sejagat raya. Artinya ada yang perlu kita perbaikin. [musik] Karena orang yang di dalam terang itu disukain banyak orang. Tadi dikatakan orang dekat yang [musik]
9:20 dekat seseorang yang hidupnya di dalam terang jadi berkat itu adem nyaman. Sebenarnya membuat nyaman bukan apa-apa karena ada manifestasi hadirat Tuhan lewat sikap, tindakan dan perbuatannya orang tersebut. [musik] Makanya kita senang ngobrol, senang bergaul, senang dekat-dekat sama orang seperti ini. Tapi kalau Bapak Ibu ini cerewet, bawelmu luar biasa itu orang malas loh. [musik] Seperti dekat-dekat dengan duri, kalau dekatin pasti terluka, tersakitin lagi. [musik] Tapi kalau kita ini harum, semerbak dari sikap tindakan perkataan dan perbuatanmu orang akan nyaman. di Pengkhotbah pasal yang ke-11 ayat yang keet7. Terang itu menyenangkan.
10:06 Kalau hidupmu di dalam terang, menyenangkan. Dan melihat matahari itu baik bagaimana. [musik] Tapi bisa bayangkan kalau tiba-tiba nih awan ini jadi gelap, hidup juga enggak enak, nyaman. Oh, takut nanti banjir, takut nanti ada awan, petir dan lain sebagainya. Gara-gara satu namanya matahari menerangi semuanya dan memberi manfaat bagi banyak orang. Bapak, Ibu bisa bayangkan kalau hidupmu jadi terang, banyak orang di dekatmu akan diterangin. Ketemu orang yang stres berjumpa dengan hidupmu, kamu ngomong sebentar, orang itu diberkati. Ketemu orang yang sudah putus asa, orang itu diberkati. Orang yang mau bunuh diri ketemu dengan hidupnya Bapak, Ibu semuanya hanya dengan beberapa patah
10:53 kata orang itu dibolehkan. Karena hidupmu memberi terang orang yang di dalam kegelapan. Amin. Coba perhatikan sekarang di ayat yang terakhir ini di Amsal 20 ayat yang ke-27. Roh manusia adalah pelita Tuhan yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. Roh manusia yang sudah diperbaharui tadi akhirnya menjadi pelitanya Tuhan yang menerangin banyak orang. Hidupmu itu akan menerangin banyak orang sebenarnya. [musik] Hidup yang sudah diperbaharui, hidup yang sudah diubahkan itu kan menerangi banyak orang. [musik] Kita ini kan harusnya memanifestasikan pekerjaannya Tuhan di muka bumi melalui hidup kita kan. [musik] Amin.
11:40 Do you mood or not? Ngerti apa enggak ya? Ini ngomongnya agak dalam nih. Belum makan pagi agak susah ceranya. Tuhan itu pengin memanifestasikan pekerjaannya di bumi melalui diri kita, melalui tangan kita, melalui perkataan kita, melalui tindakan kita, melalui segala sesuatu yang kita kerjakan. Sehingga pekerjaannya Tuhan, rencananya Tuhan itu digenapi, di muka bumi melalui diri kita. [musik] Amin. Dan dicari orang yang available, dicari orang yang bersedia, dicari bejana yang siap diisi, dicari manusia yang siap diubahkan. Nah, orang yang berjalan bersama Tuhan,
12:26 terkoneksi terhubung dengan Tuhan, memberi diri, mau dibentuk, mau diproses. Orang-orang ini yang di pemandangannya Tuhan bersedia dipakai menjadi penyambung lidahnya Tuhan, penyambung kepanjangan tangannya Tuhan. Akhirnya pekerjaan Tuhan digenapi melalui orang percaya termasuk diri kita. Dan Tuhan memanifestasikan pekerjaannya berbeda-beda setiap orang. Tergantung Bapak Ibu ditempatkan di mana, bertemu dengan siapa. Tuhan mau pakai hidup jadi berkat di sana. Tidak semua orang punya panggilan yang sama, punya panggilan yang berbeda-beda.
13:12 Tapi selama kita berjalan bersama Tuhan, ada terang yang memancar di dalam hidupmu, akhirnya orang diberkati. Amin. Tapi Bapak Ibu bisa bayangkan kalau hidupmu sendiri di dalam gelap. Sudah jalan hidup terlalu lama hidup dalam gelap nyandungin orang lain, nyakitin orang lain, ngelukain orang lain. Ngaku ibadah di gereja tapi kelakuannya gak jauh beda dengan orang dunia. Ngaku nyembah Tuhan tapi mulutnya jahatnya bukan main. Lah banyak orang Kristen di pinggiran Konoha di sini gak ada. Di sini diubahkan semua. Amin. Amin. Di sini orang yang sudah ngerti firman dan berjalan dalam firman setiap hari. Makanya realita kekristenan kita dalam
13:58 praktik hidup 24 jam sehari di luar gereja. Hidupmu harus mencerminkan kemuliaan Tuhan. Hidupmu tidak akan bisa menjadi terang dan mencerminkan kemuliaan Tuhan tanpa namanya kematian daging. Pikul salib, sanggal diri, permukaan. Enak apa enggak? Gak enak. Sekolah padang gurun. sekolah penderitaan [musik] dan itu harus kita alami. Kita harus bebas dari semua luka di masa lalu dan kita mulai berjalan bersama Tuhan step by step diperbaharui. Makanya dengar firman seperti ini kan memperbaharui di manusia jiwamu. Di pikiranmu diperbaharui, di perasaanmu diperbaharui, di kehendakmu diperbaharui. Diselaraskan sejalan
14:45 dengan Tuhan. Katakan amin. Amin. Belajar firman ibadah di gereja ini, Bapak, Ibu dengar firman. Diselaraskan hidupmu dengan firman. Jangan firman nyelarasin hidupmu. Kamu yang harus menyelaraskan firman. Karena banyak orang dengerin khotbah, orang yang nyinggung perasaannya, "Gak enak, gak suka ini khotbahnya terlalu ketus, terlalu galak. Ini nyinggung perasaanku." Memang perasaanmu harus disinggung dan diubahkan. Kalau tidak, hidupmu enggak akan berubah. Hidupmu enggak akan dijalan sejalan dengan firman. Kita ini hidup di bumi ini dulunya gak kenal Tuhan. Terus setelah kenal Tuhan kita ini mulai diperbaharui step by step. Seakhirnya apa? Terang kemuliaan Tuhan itu memenuhi hidup kita. [musik] Hidup kita jadi dampak bagi banyak orang. Amin.
15:31 Temu dengan siapa, mengerjakan apapun, tinggal di mana pun Bapak Ibu akan jadi berkat dan nama Tuhan dipermuliakan. Amin. Diberkati. Amin. Bantuk dulu. [tertawa] Luar biasa [musik] now. Jesus name. Jesus [musik] name Jesus. Jesus. Ibu ini [musik] sesangerima
16:17 semakin semakin semakin [musik] saya lihat dalam mimpi ketika saya berdoa ada urapan [musik] buat kuasanya [musik] Jesus tenang down tahan dengan hadirat Tuhan ya. Iya. Masih enggak tahan dengan hadirat Tuhan [musik] kuasa Jesus semakin mengalami Jesus. Biar
17:05 [musik] tuan now Jesus name. [musik] Jesus [musik] saya lihat dalam mimpi ketika saya [musik] Ada orang-orang tadi [musik]
17:51 ketika kau merasakan kuasa Tuhan, angkat tanganmu. [musik] Angkat tanganmu. Maju ke depan. Roh Kudus, aku mau buktikan [musik] kau hadir dalam bukan karena tapi karena [musik] suruh maju suruh mau О.
18:48 Jus [musik] [musik] Jesus [musik] [musik] naramu saran [musik]
19:48 nam [musik] [musik] ini [musik] Kami mengasihi-Mu. [musik] [musik] Kami mencintai-Mu [musik] Tuhan. Roh Kudus.
20:34 [musik] Roh Kudus [musik] sembah dia.
21:19 [musik] Angkat suaramu, nyanyikan masmu. [musik] Tinggikan raja di atas segala raja Allah yang perkasa. [musik] We worship [musik] you. We adore you. We adore you. [musik]
22:20 Mia [musik] We love [musik] you. We praise you. We love you. We praise you. We praise you. We praise [musik] you. Dari hati kami keluar [musik] nyanyian yang mengasihi-Mu. [musik] Dari hati kami.
23:09 Kami naikkan mazmur [musik] yang meninggikan nama-Mu, Tuhan. [musik] Tuhan, [musik] kami mencintai-Mu Tuhan. [musik] Kami mengasihim-Mu. [musik]
24:16 Kau [musik] saja yang suci. Kau [musik] saja yang layak. Kau layak terima glori. [musik] Yesus [musik] kau Tuhan. [musik] Kau saja yang suci. [musik] Kau saja yang layak.
25:02 [musik] Kau layah [musik] terima glori. [musik] Hanya kau Tuhan. [musik] Terima kasih Roh Kudus. Terima [musik] kasih. [musik] Kami mengasihi-Mu Tuhan. [musik] Sungguh hati kami mencintai Engkau lebih dari apun juga.
25:51 Tapi dalam kedagingan [musik] kami, kami sering melakukan hal yang menyakiti, yang bertolak belakang dengan kehendak-Mu. [musik] Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian [musik] dan kekudusan. [musik] Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang hati kami. [musik] Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai Tuhan. Kami mengasihi Engkau. [musik] Kami pengin berkemenangan [musik] setiap hari.
26:36 Dapatin kami menjadi orang kesayangan-Mu. [musik] Terima kasih. [musik] Terima kasih. Kami mau [musik] belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima kasih [musik] dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. [musik] [musik] Menikmati hadirat Tuhan, [musik] merasakan Tuhan datang. Yeah.