Ringkasan Singkat
Video ini membahas asal-usul dan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai modal sosial pembangunan nasional. Dijelaskan bahwa semboyan ini berasal dari kerajaan Majapahit dan dicetuskan oleh Mpu Tantular sebagai respons terhadap keberagaman masyarakat Majapahit. Semboyan ini kemudian menjadi semboyan resmi negara Indonesia yang tertulis pada lambang Garuda Pancasila. Makna Bhinneka Tunggal Ika adalah persatuan dalam keberagaman, yang mencerminkan masyarakat Indonesia yang heterogen namun tetap satu tujuan.
- Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari kerajaan Majapahit.
- Mpu Tantular mencetuskan semboyan ini sebagai respons terhadap keberagaman masyarakat Majapahit.
- Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan resmi negara Indonesia dan tertulis pada lambang Garuda Pancasila.
- Makna Bhinneka Tunggal Ika adalah persatuan dalam keberagaman.
Asal Usul Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Kerajaan Majapahit menginspirasi bangsa Indonesia, salah satunya melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, Majapahit menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara yang memiliki keberagaman agama, kepercayaan, ras, suku, budaya, dan bahasa. Mpu Tantular, seorang pujangga sastra Majapahit beragama Buddha, mencetuskan semboyan ini dalam kitab Sutasoma sebagai respons terhadap realitas sosial masyarakat Majapahit yang membutuhkan persatuan di tengah perbedaan. Semboyan ini menjadi nasihat persatuan bahwa masyarakat Majapahit berbeda-beda tetapi tetap satu kesatuan.
Peresmian Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa kuno dan tertulis dalam kitab Purusada. Kalimat ini memberikan semangat dalam upaya penyatuan bangsa Indonesia. Semboyan ini kemudian digunakan sebagai semboyan dalam Garuda Pancasila sebagai lambang Indonesia. Lambang negara Garuda Pancasila dan semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika secara resmi digunakan pada tanggal 11 Februari 1950 dan diperkenalkan pada tanggal 17 Agustus 1950. Setelah amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, semboyan Bhinneka Tunggal Ika diatur pada pasal 36A.
Makna Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Indonesia adalah negara heterogen dengan belasan ribu pulau yang dipersatukan oleh selat dan laut. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika mengandung makna semangat, harapan, dan kekuatan penyatuan dalam berbagai keberagaman. Secara kontekstual, Bhinneka Tunggal Ika berarti perbedaan dalam keberagaman merupakan kesatuan dari bangsa Indonesia. Kalimat ini mengandung unsur keberagaman dan kesatuan. Keberagaman menggambarkan masyarakat Indonesia yang terdiri atas perbedaan ras, suku, budaya, adat istiadat, bahasa, agama, dan lain sebagainya.
Keberagaman dan Kesatuan
Makna dari Bhinneka Tunggal Ika adalah berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan. Keberagaman harus diterima dan disadari sebagai kekayaan dan anugerah dari Tuhan. Kesatuan merupakan cita-cita dan tujuan kehidupan berbangsa. Manusia terlahir dengan keunikan yang berbeda-beda. Persatuan merupakan kenyataan tentang keberagaman yang harus disikapi dengan persatuan, kerjasama, semangat gotong royong, saling menghormati dan menghargai. Persatuan ini akan mewujud menjadi kesatuan dalam satu bangsa dan negara Indonesia. Kesatuan masyarakat Indonesia adalah bangunan kokoh yang terwujud dalam NKRI untuk merealisasikan tujuan yang terdapat pada alinea keempat pembukaan UUD 1945.

