Ringkasan Singkat
Video ini membahas perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila, yang menekankan pada sistem ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Beberapa poin utama meliputi:
- Sistem ekonomi Pancasila yang berwawasan sila-sila Pancasila.
- Ciri-ciri sistem ekonomi Pancasila yang digerakkan oleh rangsangan ekonomi, sosial, dan moral.
- Pentingnya koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.
- Peran negara dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.
- Contoh penerapan gotong royong dalam sistem ekonomi Pancasila, seperti melalui koperasi, alokasi saham karyawan, dan perlindungan UMKM.
Pendahuluan
Video ini membahas materi pendidikan Pancasila kelas 10 semester 2 bagian B, yaitu perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila. Tujuannya adalah agar peserta didik mampu memahami perwujudan gotong royong dalam ekonomi Pancasila sebagai pelajar Pancasila.
Sistem Ekonomi Pancasila
Ekonomi Pancasila sebagai ideologi dan paradigma pembangunan menghendaki keterkaitan antara pembangunan politik dan ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan. Pembangunan ekonomi diarahkan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Sistem ekonomi adalah cara atau metode untuk mengorganisasi seluruh kegiatan ekonomi dalam masyarakat, baik oleh negara maupun individu. Sistem ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi yang berwawasan sila-sila Pancasila, meliputi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.
Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Pancasila
Ciri-ciri sistem ekonomi Pancasila antara lain roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi sosial dan moral, kehendak kuat masyarakat untuk mewujudkan kemakmuran sosial ekonomi, prioritas pengembangan ekonomi nasional yang kuat dan tangguh, koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional, serta adanya imbangan antara sentralisme dan desentralisme. Kesejahteraan yang berkeadilan adalah mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Keadilan sosial menjadi perwujudan konkret dari sila-sila Pancasila.
Sasaran Pembangunan Kesejahteraan
Pembangunan kesejahteraan harus mampu merespon empat sasaran utama pembangunan material teknologikal, yaitu memperjuangkan politik anggaran yang berpihak pada kesejahteraan umum, melembagakan jiwa koperasi dalam dunia usaha, melembagakan sistem penguasaan negara atas kekayaan bersama, dan memajukan kemandirian atau kedaulatan dan kemakmuran ekonomi melalui penguasaan dan pengembangan teknologi. Kemandirian ekonomi perlu dikembangkan dengan sikap dan perilaku mampu mencukupi kebutuhan sendiri, serta membentuk ulang koperasi sebagai wujud demokrasi ekonomi yang maju dan mampu bersaing.
Revitalisasi Kesejahteraan Rakyat
Negara Indonesia adalah negara kesejahteraan, bukan negara liberal. Negara kesejahteraan adalah negara yang diselenggarakan oleh pemerintah demokratis yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat. Pemerintah harus mengatur distribusi kekayaan negara secara adil dan merata. Negara berperan dalam mewujudkan keadilan sosial dengan mewujudkan hubungan yang adil, mengembangkan struktur yang menyediakan kesetaraan kesempatan, memfasilitasi akses informasi dan sumber daya, serta mendukung partisipasi bermakna atas pengambilan keputusan.
Contoh Penerapan Gotong Royong dalam Sistem Ekonomi Pancasila
Contoh penerapan gotong royong dalam sistem ekonomi Pancasila meliputi koperasi sebagai badan usaha untuk mewujudkan kesejahteraan anggota, badan usaha ekonomi yang memberikan alokasi saham kepada karyawan, pemberian gaji yang memperhatikan standar penggajian dan jaminan sosial, cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dikuasai oleh negara, bumi dan air dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat, unit usaha kecil dan menengah (UMKM) dengan perlindungan pemerintah, pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata, pemerintah menciptakan iklim usaha yang mudah, dan akses mendapatkan modal bagi rakyat yang belum sejahtera.

