MELEPASKAN HAK UNTUK MELIHAT TEROBOSAN - Ps. Ruth Julia

Ruth Julia www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang prinsip terobosan dalam Alkitab yang seringkali dimulai dengan melepaskan hak. Kisah Isak menggali sumur menjadi contoh bagaimana merespon ketika hak kita dirampas atau diperlakukan tidak adil. Intinya adalah kemenangan sejati datang ketika kita siap melepaskan hak dan percaya bahwa apa yang dirampas secara tidak adil tidak akan bertahan lama.

  • Terobosan dimulai dengan melepaskan hak.
  • Respon terhadap perlakuan tidak adil lebih penting daripada fokus pada perampasan itu sendiri.
  • Berkat yang dirampas tidak akan bertahan lama.

Pendahuluan

Video ini dibuka dengan pertanyaan tentang bagaimana kita bereaksi ketika hak kita dijajah atau diperlakukan tidak adil. Ruth Julia kemudian memperkenalkan kisah Isak dari Kejadian 26 sebagai contoh untuk memahami prinsip ini. Dia menekankan bahwa pendengar harus siap melepaskan hak untuk mencapai kemenangan.

Kisah Isak Menggali Sumur (Kejadian 26)

Kisah Isak dalam Kejadian 26 menceritakan bagaimana ia menggali kembali sumur-sumur yang pernah digali oleh ayahnya, Abraham, yang telah ditutup oleh orang Filistin. Ketika hamba-hamba Isak menemukan mata air, gembala-gembala Gerar bertengkar dan mengklaim air itu milik mereka. Isak menamai sumur itu Esek karena pertengkaran itu. Kejadian serupa terjadi lagi, dan Isak menamai sumur kedua itu Sitna. Akhirnya, Isak menggali sumur ketiga dan tidak ada yang bertengkar, sehingga ia menamainya Rehobot, yang berarti Tuhan telah memberikan kelonggaran sehingga mereka dapat beranak cucu di negeri itu.

Prinsip Terobosan dan Melepaskan Hak

Ruth Julia menjelaskan bahwa terobosan dalam Alkitab seringkali dimulai dengan melepaskan hak dan mengalami kehilangan. Ia mengutip beberapa contoh alkitabiah seperti memberikan pipi kanan jika ditampar pipi kiri dan membenci keluarga demi mengikut Tuhan. Prinsipnya adalah barangsiapa takut kehilangan nyawanya akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya akan mendapatkannya kembali.

Respon Terhadap Perampasan

Isak bekerja keras menggali sumur di tengah kekeringan, tetapi orang-orang Gerar merebut sumur-sumurnya. Alih-alih melawan, Isak memilih untuk mengalah, menyingkir, dan menggali sumur lagi. Bahkan setelah direbut berkali-kali, Isak tetap mengalah. Ada tafsiran yang mengatakan bahwa air yang dirampas dari Isak terasa enak awalnya, tetapi kemudian menjadi seperti air comberan. Ruth Julia menekankan bahwa apa yang dirampas secara tidak adil tidak akan bertahan lama. Fokusnya seharusnya pada bagaimana kita merespon ketika hak kita dijajah atau diperlakukan tidak adil.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Anda mau kemenangan, Anda siap-siap untuk melepaskan hak. Apa yang dirampas secara tidak adil katanya itu berkat gak akan lama. Bagaimana kita bereaksi ketika hak kita dijajah? Bagaimana kita berespon ketika kita diperlakukan enggak adil, ketika sesuatu diambil dari kita? Jadi saya belajar tiba-tiba Tuhan kasih impresi tentang Rehobot. Yuk kita buka Kejadian 26. Mari kita lihat kejadian pasal yang ke-26. Ini merupakan salah satu cerita yang sangat saya suka

0:48 tentang Isak. Saudara di dalam kitab Kejadian pasal yang ke-26 kalau kita melihat kita akan baca dari ayat yang ke 15 dituliskan begini, "Segala sumur yang digali dalam zaman Abraham ayahnya oleh hamba-hamba ayahnya itu telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah dan seterusnya. Lalu kita lompat ayat yang ke-18. Kita bicara tentang sumur. Kemudian Isak menggali kembali sumur-sumur yang digali dalam zaman Abraham ayahnya dan yang telah ditutup oleh orang Filistin sesudah Abraham

1:35 mati. Disebutkannyaalah nama sumur-sumur itu menurut nama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya. Ketika hamba-hamba Isak menggali di lembah itu, mereka mendapati di situ mata air yang berbual-bual airnya. Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Isak. Kata mereka, "Air ini kepunyaan kami." Dan Isak menamai sumur itu Esek karena mereka bertengkar dengan dia di sana. Kemudian mereka menggali sumur lain dan mereka bertengkar juga tentang itu. Maka Isak menamai sumur itu Sitna. Ia pindah dari situ dan menggali sumur

2:20 yang lain lagi. Tetapi tentang sumur ini mereka tidak bertengkar. Sumur ini dinamainya Rehobot. Dan ia berkata, "Sekarang Tuhan telah memberikan kelonggaran kepada kita sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini." Saya percaya anak-anak Tuhan semua di sini pasti berharap datang ke retreat, pulang membawa kemenangan, pulang membawa breakthrough, terobosan. Amin. Tapi Anda dan saya perlu belajar untuk mengetahui prinsip terobosan di Alkitab selalu dimulai dengan yang namanya melepaskan hak. Prinsip

3:07 terobosan di Alkitab selalu dimulai dengan yang namanya proses kehilangan kematian. Jika kamu ditampar pipi kirimu, kasih pipi kanan. Semua gak enak semuanya. Terus kemudian ada lagi cerita Tuhan bahwa kalau Anda baca seorang yang mengikut aku tapi tidak membenci ayahnya, ibunya dan sebagainya. Anda lihat semua proses. Barang siapa takut kehilangan nyawanya, dia akan kehilangan nyawanya. Tapi barang siapa kehilangan nyawanya, dia akan mendapatkan kembali nyawanya. Nah, sepanjang 2 hari ini saudara akan belajar tentang yang namanya proses kehilangan. Prinsip menyerahkan hak, prinsip melepaskan hak. Anda mau

3:55 kemenangan, Anda siap-siap untuk melepaskan hak. Hak yang harus kita lepaskan macam-macam. Isak menggali sumur, dia kerja keras. Alkitab menceritakan Gerar sedang dilanda kekeringan yang sangat panjang. Jadi pasti dong untuk menggali sumur itu ndak gampang buat Isak. Dia harus kerja keras. Bayangkan Bapak Ibu setelah dia kerja keras tahu-tahu enak aja orang datang ambil serobot. Luar biasanya Isa ngalah.

4:43 Luar biasanya dia menyingkir dan dia rela untuk kerja keras lagi, gali lagi. Kalau itu saudara dan saya, kita langsung panggil polisi, kita langsung sewa lawyer, kita langsung ambil pengadilan, kita langsung gak akan tinggal diam. Tapi Isak cuman ngalah, minggir gali lagi. Eh, satu kali okelah Jingjai, tapi ini kedua kali gali lagi, direbut lagi. Dan luar biasanya lagi sikap Isak lagi-lagi mengalah. Dia menyingkir dan

5:30 kemudian akhirnya dia memingkir lagi, gali lagi. Mungkin sampai ketiga kali akhirnya orang-orang Gerar tidak berani ngambil lagi. Mungkin mungkin mungkin. Kenapa? Bosan kali ya. Capek ngambilin terus. Apapun reason-nya. Tapi ada sebuah tafsiran yang pernah bilang begini. Pernah mikir enggak orang-orang Gerar yang merebut sumurnya Isa? Kenapa ndak ngerebut lagi? Ada sebuah tafsiran, Bapak Ibu boleh setuju, boleh gak? Namanya juga tafsiran belum tentu 100% benar. Tapi ada tafsiran yang mengatakan begini. Pernah berpikir enggak bahwa ketika orang Gerar

6:15 mengambil merampas air yang digali oleh Isak, pertama kali mereka rampas, mereka minum, mereka merasakan enak, segar, tapi gak lama kemudian air itu terasa seperti comberan. Ada sebuah tafsiran pernah membayangkan seperti itu karena apa? Dia bilang begini, tafsiran ini ngomong begini. Saya jadi mikir apa yang dirampas secara tidak adil katanya itu berkat gak akan lama. Yakin? Apapun yang dirampas itu nak pernah lama. Tapi bagian saudara dan saya bukan ngurusin itu. Bagian saudara dan saya

7:01 bagaimana kita harus berespon ketika kita dirampas. Bagaimana kita bereaksi ketika hak kita dijajah? Bagaimana kita berespon ketika kita diperlakukan enggak adil, ketika sesuatu diambil dari kita. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube