Ringkasan Singkat
Video ini membahas tentang bagaimana mengalami "surga di bumi" dengan membangun mezbah Tuhan dalam hidup kita. Intinya adalah pentingnya perjumpaan dan keintiman dengan Tuhan melalui penyembahan dan doa, yang akan menghasilkan berkat dan pertolongan Tuhan di tengah kesulitan hidup.
- Membangun mezbah Tuhan berarti memprioritaskan hubungan dengan Tuhan di atas kesibukan duniawi.
- Keintiman dengan Tuhan menghasilkan pertukaran: kelemahan kita diganti dengan kekuatan Tuhan.
- Berkat adalah bonus ketika kita melekat pada Tuhan, bukan tujuan utama.
Surga di Bumi: Mengalami Berkat Tuhan di Tengah Kesulitan
"Surga di bumi" berarti mengalami berkat dan keajaiban Tuhan meskipun menghadapi kesulitan seperti krisis ekonomi atau inflasi. Untuk mengalami ini, kita perlu membangun mezbah Tuhan dalam hidup kita, yaitu tempat perjumpaan dan keintiman dengan Tuhan.
Merenungkan Keadaan Diri: Hagai 1:5-6
Kitab Hagai mengingatkan kita untuk memperhatikan keadaan kita. Terkadang, kita merasa sudah bekerja keras, tetapi hasilnya sedikit. Kita makan tetapi tidak kenyang, minum tetapi tidak puas, dan upah yang kita terima seperti disimpan dalam pundi-pundi yang berlubang. Hal ini bisa terjadi karena kita kurang memperhatikan rumah Tuhan.
Membangun Rumah Tuhan: Hagai 1:7-11
Tuhan meminta kita untuk membangun rumah-Nya, yang berarti membangun mezbah Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita sibuk dengan urusan sendiri dan mengabaikan Tuhan, langit menahan embun dan bumi menahan hasilnya. Tuhan memanggil kekeringan atas segala usaha kita. Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan hubungan dengan Tuhan.
Keintiman dengan Tuhan: Kunci Berkat
Membangun mezbah Tuhan berarti menghampiri Tuhan dalam penyembahan dan doa, membangun keintiman dengan-Nya. Ketika kita membangun keintiman dengan Tuhan, terjadi pertukaran: kelemahan kita diganti dengan kekuatan Tuhan. Kita tidak perlu ngoyo dengan cara kita sendiri, karena Tuhan yang akan berperang ganti kita. Contohnya adalah Ishak yang tetap panen di tengah kekeringan dan Elia yang mendapat makanan dari burung gagak.
Kisah Nyata: Kebanjiran Orderan Setelah Kembali Menyembah
Seorang wanita bercerita bahwa setelah COVID, dia panik dan ngotot bekerja keras, tetapi kemudian Tuhan mengingatkannya untuk kembali menyembah dan menghabiskan waktu bersama-Nya. Setelah dia kembali membangun mezbah Tuhan, dia kebanjiran orderan meskipun orang lain mengeluh sepi. Ini menunjukkan bahwa berkat adalah bonus ketika kita menghampiri Tuhan, bukan tujuan utama.
Melekat pada Sumber: Lebih Baik di Pelataran Tuhan
Yohanes 5:5 mengatakan bahwa di luar Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Ketika kita melekat pada Tuhan, berkat itu otomatis datang. Mazmur 84:11 mengatakan bahwa satu hari di pelataran rumah Tuhan lebih baik daripada 1000 hari di tempat lain, yang berarti lebih sehat, lebih hidup, dan lebih makmur.
Konsekuensi Meninggalkan Mezbah: Abraham Berbohong
Ketika Abraham gagal membangun mezbah, dia mulai khawatir dan takut, sampai berbohong. Ini menunjukkan bahwa ketika kita menjauh dari Tuhan, daging kita keluar dan kita menjadi tidak sabar dan tidak tenang. Oleh karena itu, bangunlah rumah Tuhan, maka engkau akan melihat berkat Tuhan.
Kekuatan Tuhan: Lebih Baik dari Kekuatan Sendiri
Pilihlah kekuatan Tuhan daripada kekuatan sendiri. Ingatlah, kita menghampiri Tuhan bukan karena mau diberkati, tetapi karena kita tidak bisa hidup tanpa-Nya. Keadaan di depan akan semakin sukar, jadi jangan pakai kekuatan sendiri sampai babak belur.
Pengalaman Pribadi: Terkunci di Australia
Penulis bercerita tentang pengalamannya terkunci di Australia tanpa bekal yang cukup. Dia merasa takut dan khawatir, tetapi kemudian dia mulai menyanyi dan menyembah Tuhan. Ketakutannya hilang dan dia mengalami damai sejahtera. Tuhan mengirimkan pertolongan yang tidak masuk akal, seperti nasi padang dalam bentuk tumpeng, yang menunjukkan bahwa intervensi Tuhan jauh lebih baik dari apa yang kita upayakan dengan kekuatan sendiri. Jangan sampai bolong membangun rumah Tuhan.

