MEMBANGUN KEINTIMAN DENGAN TUHAN MENDATANGKAN BERKAT - Ps. Ruth Julia

Ruth Julia www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang bagaimana mengalami "surga di bumi" dengan membangun mezbah Tuhan dalam hidup kita. Intinya adalah pentingnya perjumpaan dan keintiman dengan Tuhan melalui penyembahan dan doa, yang akan menghasilkan berkat dan pertolongan Tuhan di tengah kesulitan hidup.

  • Membangun mezbah Tuhan berarti memprioritaskan hubungan dengan Tuhan di atas kesibukan duniawi.
  • Keintiman dengan Tuhan menghasilkan pertukaran: kelemahan kita diganti dengan kekuatan Tuhan.
  • Berkat adalah bonus ketika kita melekat pada Tuhan, bukan tujuan utama.

Surga di Bumi: Mengalami Berkat Tuhan di Tengah Kesulitan

"Surga di bumi" berarti mengalami berkat dan keajaiban Tuhan meskipun menghadapi kesulitan seperti krisis ekonomi atau inflasi. Untuk mengalami ini, kita perlu membangun mezbah Tuhan dalam hidup kita, yaitu tempat perjumpaan dan keintiman dengan Tuhan.

Merenungkan Keadaan Diri: Hagai 1:5-6

Kitab Hagai mengingatkan kita untuk memperhatikan keadaan kita. Terkadang, kita merasa sudah bekerja keras, tetapi hasilnya sedikit. Kita makan tetapi tidak kenyang, minum tetapi tidak puas, dan upah yang kita terima seperti disimpan dalam pundi-pundi yang berlubang. Hal ini bisa terjadi karena kita kurang memperhatikan rumah Tuhan.

Membangun Rumah Tuhan: Hagai 1:7-11

Tuhan meminta kita untuk membangun rumah-Nya, yang berarti membangun mezbah Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita sibuk dengan urusan sendiri dan mengabaikan Tuhan, langit menahan embun dan bumi menahan hasilnya. Tuhan memanggil kekeringan atas segala usaha kita. Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan hubungan dengan Tuhan.

Keintiman dengan Tuhan: Kunci Berkat

Membangun mezbah Tuhan berarti menghampiri Tuhan dalam penyembahan dan doa, membangun keintiman dengan-Nya. Ketika kita membangun keintiman dengan Tuhan, terjadi pertukaran: kelemahan kita diganti dengan kekuatan Tuhan. Kita tidak perlu ngoyo dengan cara kita sendiri, karena Tuhan yang akan berperang ganti kita. Contohnya adalah Ishak yang tetap panen di tengah kekeringan dan Elia yang mendapat makanan dari burung gagak.

Kisah Nyata: Kebanjiran Orderan Setelah Kembali Menyembah

Seorang wanita bercerita bahwa setelah COVID, dia panik dan ngotot bekerja keras, tetapi kemudian Tuhan mengingatkannya untuk kembali menyembah dan menghabiskan waktu bersama-Nya. Setelah dia kembali membangun mezbah Tuhan, dia kebanjiran orderan meskipun orang lain mengeluh sepi. Ini menunjukkan bahwa berkat adalah bonus ketika kita menghampiri Tuhan, bukan tujuan utama.

Melekat pada Sumber: Lebih Baik di Pelataran Tuhan

Yohanes 5:5 mengatakan bahwa di luar Tuhan, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Ketika kita melekat pada Tuhan, berkat itu otomatis datang. Mazmur 84:11 mengatakan bahwa satu hari di pelataran rumah Tuhan lebih baik daripada 1000 hari di tempat lain, yang berarti lebih sehat, lebih hidup, dan lebih makmur.

Konsekuensi Meninggalkan Mezbah: Abraham Berbohong

Ketika Abraham gagal membangun mezbah, dia mulai khawatir dan takut, sampai berbohong. Ini menunjukkan bahwa ketika kita menjauh dari Tuhan, daging kita keluar dan kita menjadi tidak sabar dan tidak tenang. Oleh karena itu, bangunlah rumah Tuhan, maka engkau akan melihat berkat Tuhan.

Kekuatan Tuhan: Lebih Baik dari Kekuatan Sendiri

Pilihlah kekuatan Tuhan daripada kekuatan sendiri. Ingatlah, kita menghampiri Tuhan bukan karena mau diberkati, tetapi karena kita tidak bisa hidup tanpa-Nya. Keadaan di depan akan semakin sukar, jadi jangan pakai kekuatan sendiri sampai babak belur.

Pengalaman Pribadi: Terkunci di Australia

Penulis bercerita tentang pengalamannya terkunci di Australia tanpa bekal yang cukup. Dia merasa takut dan khawatir, tetapi kemudian dia mulai menyanyi dan menyembah Tuhan. Ketakutannya hilang dan dia mengalami damai sejahtera. Tuhan mengirimkan pertolongan yang tidak masuk akal, seperti nasi padang dalam bentuk tumpeng, yang menunjukkan bahwa intervensi Tuhan jauh lebih baik dari apa yang kita upayakan dengan kekuatan sendiri. Jangan sampai bolong membangun rumah Tuhan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Surga di bumi. Katanya orang ada sebuah lagu judulnya Heaven on Earth. Saya gak niru lagu ya. Jadi heaven on earth. Surga di bumi. Artinya tuh gini. Badan kita di bumi tapi kita ngalamin surga. Di bumi. Badan kita melihat Krismon inflasi. Tapi kita ngalamin surga yang melihat blessing dan keajaiban Tuhan terjadi. Mau bangunlah mesba Tuhan dalam hidup saudara. Mesba bicara tentang tempat perjumpaan dengan Tuhan.

0:52 Pertanyaannya, bagaimanakah kita bisa mengalami? Kalau istilah saya itu gini, heaven on earth. Bahasa Jerman ya, heaven on earth. Anda tahu artinya? Surga di bumi. Katanya orang ada sebuah lagu judulnya Heaven on Earth. Saya gak niru lagu ya. Jadi Heaven on Earth, surga di bumi. Artinya tuh gini. Badan kita di bumi, tapi kita ngalamin surga. Di bumi, badan kita melihat krismon, inflasi, tapi kita ngalamin surga yang melihat blessing dan keajaiban

1:37 Tuhan terjadi. Mau? Amin. Coba buka kitab Hagai. Ini yang harus kita belajar. Kitab Hagai pasal yang pertama. Kita akan melihat dari Hagai pasal yang pertama mulai dari ayat yang kelima. Saya mau bagikan pada saudara sederhana tapi sangat powerful. Kenapa? Karena saya menjalaninya. Kita akan membaca mulai dari ayat 5. Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan semesta alam. Perhatikanlah keadaanmu. [Musik] Suruh merhatikan keadaannya. Coba Bapak

2:23 Ibu lihat ya. Barangkali keadaan ini persis seperti yang Saudara alamin. Coba Bapak Ibu perhatikan keadaan Saudara ya. Pekerjaanmu. Keadaanmu. Kamu menabur banyak tetapi membawa pulang. Ada yang ngalamin ini rasanya sudah ngoyoh loh Bu sampai memble-memble Bu. Semua kekuatan tenaga dalam sudah saya keluarkan. Gigi satu gak gigi satu lagi Bu. Gigi 10 kalau ada Bu. Semua sudah all out sudah ngotot marketingnya sudah udahlah sudah habis-habisan kepala jadi kaki. Kaki jadi kepala. Mungkin ada yang merasakan ini. Kamu menabur banyak, tapi kamu bawa pulang hasil sedikit.

3:09 Kemarin ada pengusaha ngomong begini, "Kenapa ya, Bu Rut? Saya ini marketing banyak yang tertarik. Kebetulan marketing rumah banyak yang tertarik dan sepertinya begitu tertarik sampai benar-benar wah ini potensi ini pasti closing banyak Bu bukan satu dua puluhan Bu tapi anehnya Bu kenapa gak ada yang closing satu pun ada yang cerita ngalamin seperti itu. Kita ini sudah marketing luar biasa loh Bu, tapi kenapa kok seret juga? Nah, ini kata Hagai kalau saudara keadaannya seperti ini, coba kita lihat ya. Yuk,

3:57 kamu makan tetapi tidak sampai kenyang. Jadi berarti kan mepet gitu kan ya. Makan cuman buat survive tapi enggak kenyang. Kadang kita menjalani hidup cuman cukup buat bertahan tapi mulai stres lagi. Besok gimana? Nah, ini maksudnya. Oke. Kamu minum tetapi tidak sampai puas. Kamu berpakaian tetapi badanmu tidak sampai panas. Dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang. Baru beberapa hari yang lalu seorang teman

4:42 ngomong gini, gak persis kata-katanya. Iya, ya. C. Kenapa ya kita ini kerja kelihatannya duitnya lumayan eh bolongnya juga banyak. Tiba-tiba ada sakit tiba-tiba harus begini. Mungkin mobil ketabrak, mungkin motor ketabrak, harus gantiin kaca spion. Ada aja bolongnya. Anda yang merasakan ini? Ada. Orang bilang ada belalang-belalang pelahap. Nah, kita baca kenapa sih? Ternyata di pasal Hagai pasal 1 ayat 7, coba kita lihat beginilah firman Tuhan semesta alam. Lagi-lagi Tuhan menekankan, perhatikanlah keadaanmu.

5:30 Kenapa? Ini ayat 8 jawabannya. Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu. Terus apa, Saudara? Dan bangunlah rumah itu. Rumah itu apa? Rumah Tuhan. Maka aku akan berkenan kepadanya dan aku akan menyatakan kemuliaanku di situ. Firman Tuhan, kamu mengharapkan banyak tetapi hasilnya sedikit. Dan ketika kamu membawanya ke rumah aku menghembuskannya. Jadi kan habis gitu loh. Belum hura-hura, belum happy-happy, sudah habis. Nah, ini kelihatannya dari wajah-wajah saudara banyak yang mengalami ini karena wajah saudara

6:16 kelihatan penuh tekanan hidup. Nah, kita akan lihat ya. Terus kemudian oleh karena apa lah Anda akan tanya, "Kenapa Bu saya ini nyoba kerja apa kak gagal terus saja ya kan mungkin." Oleh karena apa? Demikianlah firman Tuhan semesta alam ini jawabannya. Oleh karena rumahku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya. Dan aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum. Jadi gandumnya seret,

7:01 Saudara. ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan, dan ke atas segala hasil usaha. Dalam konteks kitab Hagai, pembangunan rumah Tuhan itu terhenti dan orang-orang gak care sama pembangunan rumah Tuhan yang mereka pusingkan urusan dirinya, urusan usahanya, urusan perutnya sendiri. Apa yang dimaksud firman Tuhan adalah begini, bangunlah mesbah Tuhan dalam hidup saudara. Saya ulangi,

7:47 bangunlah mesba Tuhan dalam hidup saudara. Mesba bicara tentang tempat perjumpaan dengan Tuhan. Mesba bicara tentang menghampiri Tuhan dalam penyembahan, dalam doa. Mesbah bicara tentang keintiman dengan Tuhan. Ini bukan teori, Bapak Ibu, ini realistis. Orang bilang, "Apa hubungannya bangun keintiman sama berkat?" Ketika Anda membangun keintiman, percayakah saudara? Di situ terjadi pertukaran.

8:32 Pertukaran apa? Kelemahanmu diganti dengan kekuatan Tuhan. Engkau ngoyo pakai caramu, diganti dengan Tuhan yang berperang. Ganti saudara di atas misbah keintiman dengan Tuhan. Engkau akan melihat yang namanya seperti Isak. Hujan dan awan tidak mendukung, tapi dia tetap bisa panen. Elia mendapatkan makanan dari burung gagak dan air dari sungai Keret. Di tengah kondisi kekeringan yang gak masuk akal, Tuhan kirimkan berkat. Kenapa? Karena pekerjaan Elia di tepi sungai

9:19 Keret adalah intim dengan Tuhan. Seorang wanita baru 2 hari lalu cerita sama saya, dia bilang begini, "Sejak COVID saya ngotot karena panik, Bu. Tanggungan, tagihan gak nutut semuanya. Sampai satu ketika Tuhan itu ngingatkan. Nah, ngingatannya cuman simpel Bapak, Ibu. Kamu loh dulu suka nyembah. Kamu tuh loh dulu suka menghabiskan waktu bergaul sama aku. Ke mana semua itu? Kamu sibuk dengan urusanmu. Kamu sibuk ngerjain

10:06 pekerjaanmu dengan ngoyok pakai kekuatanmu. Dia cuma diingatkan Tuhan seperti itu aja. Waktu itu dia sadar. Akhirnya dia mulai memperbaiki, dia mulai sembahyang. Dia ngomong, "Saya tuh suka sekali setiap hari itu selalu punya waktu untuk menyembah dan menghampiri Tuhan, Bu." Dia mulai dan dia bilang gini, "Saya gak minta apa-apa, Bu. Waktu saya menghampiri Tuhan, saya juga gak ngomong soal pekerjaan. Saya cuma nyembah Dia. Tapi yang di luar saya dugaan, Ibu percaya sejak hari itu sampai sekarang semua orang bilang sepi, semua orang mengeluh. Saya kebanjiran orderan sampai kewalahan.

10:52 Saya gak pernah minta itu. Kita menghampiri mesbah bukan minta berkat. Kita menghampiri mesbah bukan supaya toko kita laris. Kita menghampiri mesbah karena memang kita gak bisa hidup tanpa Tuhan. Yohanes pasal 5 bilang apa? Di luar aku kamu gak bisa apa-apa. Dan ketika kita menghampiri Tuhan, otomatis berkat itu bonus. Tapi itu bukan tujuan utama kita, itu bonus. Ngerti enggak sih? Anda kalau nempel sama sumber listrik mau gak mau keetrum. Betul enggak? Anda tidak datang minta setrum. Anda menempel pada sumber setrum, Anda keetrom dengan otomatis. Anda tidak

11:40 datang menghampiri Tuhan supaya ramai toko saudara, tapi Anda nempel karena saudara tahu di luar engkau aku gak bisa buat apa-apa. Kelihatannya sepele saya waktu dengar dia cerita, saya langsung kaget. Saya ingat kitab Hagai karena kamu ngurusi urusan rumahmu. Bapak, Ibu ambil waktu jangan ngotot pakai otak kita dipikirin muter duit sampai kita putar-putar saudara. Enggak nutut hitungannya gak masuk melihat fakta gak masuk. Kenapa saudara gak menghabiskan? Coba hampiri Tuhan. Mazmur 84 bilang apa, Saudara? Ayat 11. Satu hari di pelataran rumah Tuhan

12:28 lebih baik, betul ya daripada 1000 hari di tempat yang lain. Setuju? Saudara tahu kata lebih baik di kitab Mazmur ini artinya ternyata bahasa aslinya lebih baik, lebih sehat, ada lebih hidup, lebih makmur. Berarti saya kalau boleh nangkap kalau kita melekat dengan Tuhan, kita lebih baik. Amin. Kita lebih sehat, kita lebih makmur. Saya percaya di luar Tuhan yang keluar

13:14 adalah daging kita. Satu kali Abraham gagal membangun Mespa. Apa yang terjadi? Abraham mulai khawatir, takut sampai bohong. Dia bilang, "Nanti ketemu Firaun, bilango, "Ya Sarah, kamu tuh kan cantik." bilango kamu istriku mulai bohong ketika saudara mulai panik, mulai khawatir, mulai resah, mulai enggak karu-karuan, mulai ngamukan, berarti binatangnya keluar semua, dagingnya keluar semua. Itu tanda Anda mulai menjauh dari Tuhan. Karena kalau di atas misbah kita datang ketemu Tuhan pasti jadi sabar,

14:01 pasti jadi lebih tenang. Ya kan? Itu semua bonus. Karena itu bangun rumah Tuhan maka engkau akan melihat berkat Tuhan. Itu nyusul. Tapi bukan karena berkatnya, tapi karena saudara sadar kita gak bisa jalan tanpa Tuhan. Mau pakai kekuatan sendiri atau kekuatan Tuhan. beneran pakai kekuatan Tuhan. Kapan terakhir saudara suka intim dengan Tuhan? Saya cuman mau tanya, jawab sendiri. Tapi ini firman. Ketika engkau mengurus rumah Tuhan,

14:47 Anda baca ayat-ayat selanjutnya. Berkat itu bonus dicurahkan sama Tuhan. Ingat sekali lagi, kita menghampiri Tuhan bukan karena mau diberkati, tapi di luar aku, kata Tuhan, kamu gak bisa buat apa-apa. Keadaan di depan akan semakin sukar. Anda, teruslah pakai kekuatan kalau ndak benjol semuanya dan kalau ndak babak belur berdarah-berdarah. Saya ndak sanggup. Waktu terkunci di Australia awal 2020. Saya ndak bawa bekal duit karena ndak berencana, ndak bawa duit banyak. Kalau rupiah Rp3 juta. Tidak pernah menyangka

15:35 terkunci. Bapak, Ibu orang terkunci pasti nedek. Betul ya? Dan selain terkunci nedredek karena saya juga gak punya kerjaan dan gak bisa bekerja. Akhirnya isinya cuman di kamar. Ngapain? nyanyi Bapak Ibu. Kenapa kok nyanyi? Tambah lama nyanyi saya tambah keras karena takut saudara. Karena takut saudara tapi karena terlalu sering nyanyi nyembah akhirnya ketakutan itu hilang. Mulai ada damai sejahtera, mulai ada ketenangan. Eh setelah itu banyak sekali kejadian-kejadian yang gak masuk akal. Tuhan bisa kirimkan burung gagak untuk kasih kami makan. hal-hal yang gak masuk akal.

16:21 Waktu lagi nyanyi, nyembah, puasa, tiba-tiba lapar. Normal enggak sih? Pernah puasa? Lapar. Nah, nah karena lapar saya tuh kalau doa sama Tuhan apa adanya. Aduh, Tuhan kerucuk-kerucuk lagi nyanyi kerucuk-kerrucuk. Jadi pikiran langsung kekerucuk-kerucukan. Aduh. Gini ini kalau makan nasi padang kok enak ya. Loh, namanya lapar, Pak. Dari sini alam sadar kita langsung bicara nasi padang. Nasi Padang loh doanya ya pasti kecampur dengan nasi padang. Loh, saya tuh doa gak mungkinlah 1 jam

17:08 itu fokus terus. Itu gak mungkin Anda ya gak mungkin. Enggak percaya saya ya. Pasti pikiran itu jalan sampai jalan apalagi kerrucuk-kerucuk. Duh, gini nih. Kok pengin nasi padang? Tapi kok mahal ya nasi padang? Karena saya dengar dari teman-teman, nasi Padang di Australia mahal. Satu bungkus itu 15 Rp150.000 satu bungkus. Lah karena orang gak kerja jadi satu bungkus terasa mahal. Iya kan? Cuman cuman ngomong gitu ndak doa puasa khusus nasi padang. Udah ampun ya Tuhan lapar e ampun ya Pak ya gini nih kok pengin nasi padang udah malamnya seseorang telepon Bu Rut besok

17:57 ada di tempat enggak di rumah gak saya mau datang kirimin makanan makanan apa, Bu? Ah, besok aja tak kirimin. Besoknya dia kirimin nasi padang dalam bentuk tumpeng. Biasanya tun sedikit. Jadi begini loh ilustrasi hitungannya ya. Bapak atau saya kayak tadi contoh satu hari di pelataran Tuhan itu lebih makmur daripada 3 tahun di pelataran orang fasik, di rumah orang fasik. Artinya dengan kekuatan sendiri

18:44 apa yang kita lihat ketika tangan Tuhan intervensi jauh lebih bagus dari apa yang kita upayakan dengan kekuatan sendiri. Amin. Jangan sampai bolong bangun rumah Tuhan.

Share

Ringkasan Video YouTube