0:04 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillah wasalatu wasalam ala rasulillah waa alihi wasohbihi waman walah wataba hudah wa baad. Allahum akjna minulumatil wah waakrimna binuril fahm wahah alimatil washil akna. Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana innaka antal alimul hakim. Wala haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim. Allahumma alimna ma yanfauna wazidna ilma wa ba'ad. Yang saya hormati Pak Ahmad dari Dompetua Pak Geri, sahabat-sahabat semuanya yang hadir secara offline maupun online. Insyaallah hari ini kita
0:51 akan memulai kajian kitab yang alhamdulillah saya tulis sendiri. Kitab ini membahas tentang ilmu tauhid. Dan ilmu tauhid adalah ilmu yang hukumnya fardu ain. Dipelajari oleh setiap muslim. Fardu ain karena itu adalah asas dari agama kita. Ajaran Islam seperti yang kita tahu terdiri dari akidah, syariat, dan akhlak. Ada ajaran Islam yang mengatur tentang perbuatan manusia itu masuk ke dalam syariat tentang ibadah. salat, puasa, zakat, jual beli, hutang-putang, ibadah muamalah jinayah ahwal syaksiah, tentang bagaimana hukum talak,
1:38 bagaimana hukum waris, dan lain-lain itu masuk dalam ranah syariat. Dan harus ada ajaran agama yang mengatur itu karena agama itu hadir untuk kemaslahatan manusia. Tapi kan kalau hanya sebatas salat, sebatas puasa atau zakat saja, agama itu ee tidak terlihat dampak nyatanya. Karena itu harus ada bagian dari agama yang mengatur akhlak. Setelah syariat ada akhlak. Setelah kita salat, bagaimana bibir kita supaya tidak gampang menghina orang lain? Ketika melihat perbuatan orang lain tidak gampang berburuk sangka, tahu kehormatan orang lain yang harus kita jaga dan seterusnya. Itu menyangkut akhlak. Akhlak itu penting, syariat itu
2:24 juga penting. Tapi yang lebih penting dari itu semua yang mau kita bahas sekarang yaitu akidah. Kita salat, kita puasa, zakat, kita berakhlak baik, semuanya tertuju pada satu tujuan. Kita ingin mendapatkan keridaan Allah Subhanahu wa taala. Kalau Allahnya tidak kita kenal, maka ibadah kita, muamalah kita, betapaapun baiknya kalau keyakinan tentang Allahnya masih cacat, maka boleh jadi ibadah kita menjadi kurang bermakna. Bahkan boleh jadi bisa jadi tidak diterima. Jadi akidah itu menyangkut dasar dari agama Islam. Karena itu hukumnya wajib setiap muslim mempelajari dasar-dasar akidah yang akan kita pelajari ini.
3:09 Tapi sayangnya sering diabaikan. Nah, saya berharap ini kajian bisa menjadi awal ee mula yang bagus. Mudah-mudahan apa yang kita bahas bisa terwariskan dengan baik kepada orang-orang sekitar, terutama masyarakat di Eropa. Di mana orang-orang di sini melihat agama itu sebagai produk budaya aja, bukan sesuatu yang penting, hanya sebatas identitas semata. Karena waktu kita terbatas hanya enam pertemuan. Ini kitab sebetulnya sudah ringkas, tapi kalau mau dibahas detail bisa panjang. Berhubung kalau dibahas panjang waktunya enggak cukup, maka mau enggak mau kita harus sebisa mungkin meringkas. Tadi sudah disampaikan oleh Pak Geri bahwa ee sebisa mungkin kalau nanti ada pertanyaan setelah materi disampaikan, pertanyaannya terkait dengan tema aja. Jadi dikuliti sampai
3:57 sejelas mungkin. Kalau ada yang belum paham harap bertanya. Mudah-mudahan nanti setelah selesai ini masing-masing bisa mengajarkan kepada saudara muslimnya yang lain yang berada di Eropa secara khusus atau kepada keluarganya dan seterusnya. Kita akan langsung mulai ya karena waktunya terbatas. dari mukadimah terlebih dulu. Halaman 7 kitabnya bisa diperoleh di Maktabah Turmusi halaman 7. Nah, ee salah satu tradisi di pesantren kalau ngaji kitab diartiin dulu baru dijelasin. Nanti yang ingin mengajarkan boleh juga menempuh cara semacam itu. Mukadimah halaman 7. Alhamdulillah wasalatu wassalam ala rasulillah wa ala alihi
4:43 wasahbihi waman wala wattaba huda. Segala puji bagi Allah. Selawat salam semoga tercurah kepada Rasulullah, para keluarganya, sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya. Amma ba'du. Faminal musallam. Boleh diharatin, boleh enggak. Yang penting ngerti aja. Faminal musallami an ilmat tauhid. Ana ilm tauhid. Mungkin bagi yang begitu belum akrab memberikan harakat saya enggak tahu. Tapi kayaknya kalau memberikan harakat bisa semua, Pak. Ya, kalau memberikan harakat bisa semua kayaknya ya. Allaha iaminal musallam ilm tauhidiana min ahamil ulumil islamiyati.
5:31 Musalam itu artinya telah disepakati. telah disepakati bahwa ilmu tauhid siapa yang menyepakati itu ya para ulama muslim faminal musallam termasuk sesuatu yang disepakati ana ilm tauhid bahwa ilmu tauhid kana min ahammil ulumil islamiyah itu termasuk ilmu, termasuk salah satu ilmu. Kalau ada kata min dalam bahasa Arab itu artinya litab'id menunjukkan sebagian. Salah satu ilmu yang paling penting. Aham itu artinya yang paling penting. J ilmu tauhid merupakan salah satu ilmu yang paling penting. Ilmu-ilmu keislaman. Alum alislamiyah itu artinya ilmu-ilmu keislaman. Ilmu keislaman itu ya ada tauhid, ada fikih, ada tafsir, ada hadis, ada tasawuf dan lain-lain.
6:19 Bal hua asrofuha. Bahkan dia yang paling mulia waomuha dan paling agung. Kenapa? Kenapa ilmu tauhid disebut yang paling mulia dan paling agung? Lunihi yatanawalu asrofal maujudat. Karena dia membahas ya tanawa itu artikanlah membahas asrofal maujudat wujud yang paling mulia juga. Wahual khaliqu subhanah yaitu Allah alkhaliq yang maha pencipta. Subhanahu wa taala. Nanti akan kita jelaskan, kita artiin dulu sampai selesai. Fahua umdatul
7:05 millah. Dia adalah sandaran dari agama. Sandaran agama. Umdah itu artinya sandaran. Almillah artinya agama. Jadi fondasi agama, sandaran agama. Kalau enggak ada ilmu tauhid ya, agama itu jadi enggak ada maknanya agama. Karena agama itu harus ada keyakinan tentang Tuhan. Wal asas dan fondasi alladzi imbana alaihiulyati wal asasu alladzi imbana alaihi sairul ulum syariyati. Fondasi yang kepadanya bergantung seluruh ilmu-ilmu syariat.
7:51 Artinya dibangun di atasnya seluruh ilmu-ilmu syariat. Nanti akan saya jelaskan fondasi yang ee apa namanya? Kepadanya bergantung seluruh ilmu-ilmu syariat atau dibangun di atasnya seluruh ilmu-ilmu syariat. Waqodhtammal ulama. Dan para ulama telah memberikan perhatian. Ihtama itu artinya memerhatikan. Waqadtammal ulama. Dan para ulama telah memberikan perhatian qadiman baik masa lalu wa hadisan maupun masa sekarang. Jadi dari dulu sampai sekarang maksudnya ulama sudah memberikan perhatian tentang ilmu ini. Bidirasati hadal ilam untuk mempelajari ilmu ini watadrisihi dan mengajarkannya
8:39 lima fihi minal ushul. Karena ada ushul itu kaidah-kaidah atau dasar-dasar. Karena ilmu ini memiliki dasar-dasar gitu maksudnya. Walqawaid dan kaidah-kaidah. Allati yambagi ayfhama kullu muslimin yang harus dipahami oleh setiap muslim. Wal kitab alladzi baina aidikum. Kitab yang berada di hadapan Anda semuanya. Alladziituhu bilqul almid falkhis ilmil aqaid yang aku beri nama alqul almufid falkhis ul artinya perkataan mufid
9:26 artinya memberikan manfaat fit talkhis dalam meringkas ilmil aqaid ilmu akidah jadi kami beri nama kitab ini alqul almufid perkataan yang bermanfaat dengan harapan mudah-mudahan kitab ini bermanfaat yati yati itu artinya datang atau tiba datang datang atau tampil kamualah mutawadiah sebagai upaya. Muhawalah itu artinya upaya mutawadiah yang sederhana, upaya sederhana. Litaqdim bayanin mukhtasarin. Untuk menyampaikan penjelasan yang ringkas. Mukhtasar itu artinya ringkas. Bayan
10:12 artinya penjelasan. Takdim artinya menyampaikan atau ee mempersembahkan. Mukhtasar wa murakkas. Murakkas itu artinya yang terfokus gitu loh. Haula kubro mabahiti hadal ilm. Seputar tema-tema besar pembahasan dalam ilmu ini. Tema-tema besar dalam ilmu ini. Muayyadan yang dikokohkan. Muayyadan itu artinya yang dikuatkan atau dikokohkan bil adillatil aqliyati w naqliyati dengan dalil-dalil aqli dan dalil-dalil naqli. Nanti saya jelaskan apa itu dalil aqli, dalil naqli karena ini untuk para
10:58 pemula. Waqarartu dan aku memutuskan maksudnya pengarang kitab ini. Waqaru dan aku memutuskan an aj'alahu kitaban mukhtasaran. Aku memutuskan untuk menjadikannya aj'ala. itu artinya aku menjadikan ja'ala yaj'alu artinya menjadikan kitaban mukhtasaran kitab yang ringkas tashilan sebagai bentuk apa atau sebagai upaya memudahkan tashilan itu artinya memudahkan sebagai upaya memudahkan lolabah almubtadiin untuk para pelajar pemula jadi kita buat pemula wahnu nais fi asrin dan kita hidup sekarang nais itu artinya Kita hidup fi
11:43 asrin pada masa qol fi ihtimamunas bihadal ilam. Perhatian orang-orang itu sedikit tentang ilmu ini. Qolla itu artinya sedikit. Ihtimam artinya perhatian. Annas artinya orang-orang biadal ilm tentang ilmu ini. Artinya perhatian orang-orang di zaman sekarang tentang ilmu ini sedikit. Dan itu fakta. Banyak orang di luar sana mengira beragama itu cuman salat, umrah, haji, puasa, zakat, tapi enggak belajar tentang dasar-dasar keyakinannya. Fallah asal ayanfaab thibat. Kepada Allah aku memohon agar dia apa namanya? Menjadikan ini kita bermanfaat untuk para eh para pelajar wat thibat dan para pelajar perempuan.
12:29 Wallahu warilqwa. Allahlah di balik setiap maksud. Wabwa dan tiada Tuhan selainnya. Baik. Sekarang kita akan bahas hal-hal penting dari pengantar ini. Pertama tadi saya katakan bahwa ilmu tauhid itu ilmu yang paling penting. Jadi begini, kalau kita melihat bangunan ajaran Islam dengan tiga hal yang tadi kita sebut, ada yang membahas keyakinan, ada yang bahas perbuatan, ada yang bahas akhlak. Jadi kita beragama itu dengan tiga aspek ini. Pertama kita ada sesuatu yang kita yakini, ada yang kita perbuat dan ada
13:15 bungkusan dari semua itu. Tadi sudah kita kasih contoh yang membahas ilmu yang menguraikan dasar-dasar keyakinan namanya ilmu tauhid. Yang membahas tentang perbuatan manusia, ilmu fikih. Yang membahas tentang akhlak namanya ilmu tasawuf. Ini semua ilmu ini hukumnya fardu ain. Wajib dipelajari oleh setiap muslim. Tapi yang dasar-dasar aja. Kalau orang mau jual beli misalnya, dia wajib mempelajari fikih jual beli. Tapi kalau misalnya belum punya profesi jual beli, ya enggak wajib. Tapi setiap muslim salat tiap hari. Berarti wajib hukumnya
14:00 mempelajari fikih salat. Kalau Ramadan datang, maka wajib setiap muslim mempelajari tentang ee ketentuan berpuasa. Kalau mau haji, wajib mempelajari fikih haji. Tapi kalau belum haji ya enggak wajib. Ini hukumnya fardu ain semuanya. I ya ini ilmu atau disebut dengan ilmu akidah. Nah, lihat. Mari kita lihat. Kenapa yang ini disebut yang paling penting? Karena begini. Sekarang kita misalnya melihat ada ilmu fikih, ilmu fikih. tafsir, hadis, ada ushul fikih banyak nih. Ini semua sekarang misalnya kita ambil ilmu tafsir, orang bahas tentang tafsir Al-Qur'an. Jadi ilmu tafsir membahas tentang Al-Qur'an.
14:48 Ilmu tafsir itu membahas tentang makna-makna Al-Qur'an. pelajaran yang bisa kita petik dari ayat-ayat Al-Qur'an itu. Tapi kan sebelum kita membahas makna-makna Al-Qur'an harus dibuktiin dulu Al-Qur'an beneran kalam ilahi atau bukan. Kan? Sebelum kita membahas apakah ee apa namanya ee makna-makna yang terkandung dalam Al-Qur'an, kita harus buktiin dulu apakah Al-Qur'an ini kalam Allah atau bukan. Maka yang membahas ilmu ini apa? Yang membahas tentang bukti keilahian Al-Qur'an itu ilmu tauhid. Kalau sekarang kita bicara ilmu hadis, hadis itu kan membahas tentang sabda-sabda Nabi Muhammad. Nah, tapi orang yang kita sebut sebagai nabi ini nabi beneran apa bukan? Ah, berarti kan harus bahas ilmu tauhid dulu. Jadi, semua ilmu syariat itu semuanya
15:33 berpangku atau bergantung pada ilmu ini. Kita kita lihat ada ilmu namanya ilmu apalagi ee ilmu fikih, ilmu tafsir, ilmu tasawuf, ilmu akhlak. Kenapa kita itu harus berbuat baik kepada orang lain? Oh, di antara jawabannya karena berbuat berbuat ee kita ingin mendapatkan keridaan Allah Subhanahu wa taala. Tapi Allahnya beneran ada atau enggak? Oh, balik lagi ke sini harus mempelajari ilmu tauhid. Jadi, semua ilmu-ilmu keislaman itu bergantung pada ilmu ini. Karena ini menjadi asas. Dibuktikan Allah itu betul ada. bahwa Nabi Muhammad itu sungguhan Nabi, bahwa surga neraka itu betul-betul nyata. Bagaimana cara membuktikannya? Itulah
16:19 yang dibahas dalam ilmu tauhid. Karena itu, ilmu tauhid disebut ilmu yang paling agung dan paling mulia. Karena dia membahas tentang wujud yang paling mulia juga, yaitu Allah Subhanahu wa taala. orang-orang ee orang-orang Barat, sebagian di antara mereka mengakui keberadaan Tuhan. Bahkan ada itu di Barat kalau saya dulu belajar, ada kelompok yang meyakini Tuhan, tapi mereka enggak percaya agama, enggak percaya wahyu, enggak percaya kitab suci. anak kalangan namanya penganut deisme. Jadi kalau mendengar istilah deisme itu golongan orang-orang percaya Tuhan tapi enggak percaya agama, enggak percaya kitab suci, enggak percaya syariat, enggak percaya aturanlah, enggak percaya
17:05 namanya agama itu. Nah, di Barat ini banyak orang-orang kayak gini atau bahkan enggak bertuhan sama sekali. Kalau enggak bertuhan sama sekali namanya ateisme. Kalau orang ragu, "Ah, saya bilang Tuhan ada enggak? Bilang enggak ada juga enggak." itu namanya skeptisme. Nah, ini golongan-golongan ini baru kita bisa ajak dialog secara rasional, baru bisa berdiskusi dengan kita kalau kita paham ilmu ini, ilmu tauhid. Bagaimana meyakinkan orang bahwa agama itu penting. Kalau orang deisme kan mereka sudah percaya sama Tuhan, cuman enggak percaya pentingnya agama. Bagaimana membuktikan agama itu penting? Harus belajar ilmu tauhid. Orang ateis enggak percaya Tuhan sama sekali. Bagaimana membuktikan kepada mereka bahwa Tuhan itu betulan ada? harus belajar ilmu tauhid, bukan belajar fikih, bukan belajar akhlak. Orang-orang
17:52 skeptis, orang-orang yang ragu, yang meyakini bilang Tuhan ada ya enggak. Dibilang enggak ada juga enggak. Terus gimana? Saya enggak tahu. Itu agnostisisme. Tapi istilahnya agnost tisisme. Agnostik. Sering mendengar istilah agnostik. Itu orang-orang yang merasa saya enggak peduli Tuhan ada atau enggak ada. Bagaimana kita meyakinkan dia bahwa Tuhan tuh betulan ada. Lagi-lagi harus membahas ilmu tauhid. Itulah salah satu alasan kenapa ilmu tauhid disebut sebagai ilmu yang ee paling mulia, yang paling agung. Karena semua ilmu-ilmu syariat sekali lagi bersandar pada ilmu ini. Dan ilmu ini membahas wujud yang paling mulia yaitu Allah Subhanahu wa taala. Nah, itulah kira-kira yang perlu kita jelaskan supaya kita punya kesadaran
18:37 bahwa ini ilmu yang sangat penting karena menyangkut dasar keyakinan. Orang salat 50 tahun, tiba-tiba kemudian datang orang ateis meragukan keyakinannya. Bisa jadi kan orang yang sudah beribadah puluhan tahun karena enggak punya dasar keyakinan yang kuat, anak-anak kita misalnya hidup di Eropa begini, tiba-tiba kemudian dia ragu, skeptis, agnostik, kemudian jadi ateis. Kan bisa jadi pada akhirnya amalannya menjadi sia-sia. Jadi keyakinan ini suatu hal yang mendasar dalam agama kita. Baik, waktu kita terbatas. Sekarang kita akan mulai. sudah bisa dipahami ya pentingnya ilmu tauhid. Sekarang kita lanjut ke halaman 9 ya. Ini tentang objek kajian ilmu tauhid.
19:23 Jadi pembahasan inti ilmu tauhid intinya pembahasan inti kita sudah katakan ilmu tauhid ini penting dengan beberapa alasan. Sekarang kita hidup pada zaman di mana orang banyak meragukan agama, meragukan Tuhan, meragukan Nabi, meragukan wahyu. Kemudian juga ee apa namanya? Anak-anak kita, saudara-saudara kita banyak terpapar oleh pikiran-pikiran aneh. Ilmu ini penting dipelajari sebagai penguat akidah kita. Halaman 9. Inqosamat mabahitsitu hadal ilm. Pembahasan ilmu ini terbagi inqasama itu artinya terbagi pembahasan ilmu ini ila salatati aqsamin ke dalam tiga bagian. Nah, sekarang saya jelaskan intinya.
20:09 Jadi, kitab-kitab yang tebal di kalangan yang dikalang oleh para ulama tentang ilmu tauhid itu intinya cuman tiga. Wahiya al-ilahiyat. Pertama ilahiyat. Ilahiyat itu artinya hal-hal yang berkaitan tentang ketuhanan. wan nubuwat dan hal-hal yang berkaitan dengan kenabian wasamiyat dan hal-hal gaib. Fal awalu yang pertama. Maka adapun yang pertama, yang pertama maksudnya yang tentang ketuhanan. Yaktassu bitanawuli umurin. Yaktassu secara khusus. umurin
20:56 membahas hal-hal umur itu artinya hal-hal ya tataallaqu bil ilah yang berkaitan dengan Tuhan tataqu yang berkaitan bilillah dengan Tuhan dan yang kedua yang kedua maksudnya yang tadi yang nubuwat yatanawalu umur membahas hal-hal tataqu bin nabi yang berkaitan dengan nabi. Dan yang ketiga yabil umuril ghaibiyah membahas tentang hal-hal gaib. Allati la tutalaqo illa min khilalisi. hal-hal gaib yang yang itu terjemahan
21:42 dari kata allati yang tidak diperoleh itu talaqat tu diperoleh la itu artinya tidak tidak diperoleh illa min khilali sami kecuali melalui wahyu sam'un itu artinya wahyu a'ni yang saya maksud alwahyu yang saya maksud dengan kata sama yaitu wahyu fatibqan lihadil mabahidati berdasarkan tiban itu artinya berdasarkan liadil mabahid Salah beras tiga pembahasan ini. Yumkinuna an nuarifa ilm tauhid. Kita bisa yumkin itu artinya kita bisa we can anu anarifa ilmat tauhid. Mengartikan ilmu tauhid. Ah ini pengertian ilmu tauhid. Definisi ilmu tauhid atau ilmu
22:29 akidah. Biannahu ilmun bahwa dia adalah ilmu. Nah ini definisinya nih. Kalau ditanya apa itu ilmu tauhid? Jawabannya ini ilmun suatu ilmu yabu fihi yang membahas di dalamnya dalam ilmu ini maksudnya anil aqaid diniah tentang akidah keagamaan bil adillatil yaakiniah dengan dalil-dalil yang meyakinkan. Saya ulangi, ilmu yang membahas tentang akidah keagamaan dengan dalil-dalil yang meyakinkan.
23:15 Fal aqaid. Maka adapun akidah, akidah itu fil mafhumil islami. Dalam konsep ajaran Islam, dalam ajaran kita agama Islam, akidah itu dalam agama Islam gitu maksudnya. La budda fiha minal qth wal yaqin. Harus didasarkan pada al-qat. Alqat itu artinya kepastian. Akidah itu dalam ajaran Islam harus didasarkan pada kepastian wal yaqin dan keyakinan. Enggak boleh sangkaan, enggak boleh keraguan. Wala yajuzu fiha taqlid. Dan tidak boleh bertaqlid. Takqlid itu artinya ikut-ikutan. Wala yajuz dan tidak boleh fiha di dalamnya dalam akidah. Dalam berakidah
24:02 maksudnya attaqlid bersikap taqlid yaitu mengikuti orang tanpa pengetahuan. Itu namanya taqlid. Kenapa kamu percaya Tuhan ada? Karena orang tua saya bilang begitu. Namanya taklid. Enggak boleh dalam akidah begitu. Lian. Kalau dalam salat kan kita bertaklid sebetulnya sama orang lain. Dalam haji kita bertakhlid. Dalam masalah fikih kita bertakhlid. Dalam akidah enggak boleh bertaklid. Wannaha bimabatil asas. Karena karena dia itu seperti fondasi akidah itu seperti fondasi. Asas itu artinya fondasi. Wabidunil asas la yujadul bina. Wabidunil asas. Dan tanpa adanya fondasi. Biduni itu artinya
24:47 tanpa without bahasa Inggrisnya. Wabidunil asas. Tanpa adanya fondasi la yujadul bina maka tidak akan ada bangunan. Baik, ada berapa hal yang harus kita jelaskan. Pertama, pembahasan inti ilmu tauhid. Jadi kalau kita ingin mengajari orang ilmu tauhid, kita mengajari orang tentang tiga hal ini. Ilmu tauhid itu pembahasannya intinya cuma tiga. Satu ilahiyat, kedua nubuwat, ketiga sam'iyat. Bagaimana urutannya? Begini. Sekarang kita hidup dan kita ada alam semesta ini
25:34 ada dengan segala isinya. Muncul pertanyaan, ada yang ada yang menciptakan apa enggak alam semesta? Jadi ilmu tauhid itu bermula dari pertanyaan itu. Ilmu tauhid itu bermula dari pertanyaan alam ini ada yang bikin apa enggak? Danah itu pertanyaan sangat masuk akal kan? Pertanyaan sangat masuk akal. Kalau saya melihat ada meja, saya boleh bertanya siapa yang bikin meja ini? Saya melihat ada bangunan, siapa yang nyusun bangunan ini? Saya melihat ada makanan, siapa yang bikin bikin makanan ini? Saya melihat ada laptop, ada apapun barang yang kita saksikan, kita tanya siapa dia yang bikin. Karena itu kalau kita bertanya siapa yang menciptakan alam? Itu pertanyaan yang sangat masuk akal. Nah, ilmu tauhid itu bermulai dari pertanyaan yang menciptakan alam ini siapa? Jawabannya adalah Allah Subhanahu wa
26:19 taala. Nanti akan dibahas, kenapa harus Allah? Kenapa enggak alam itu aja yang menciptakan? Atau kenapa enggak hewan lain? atau kenapa enggak binatang atau roh jahat misalnya nanti akan dibahas. Tapi jawaban pertama, jawaban kita sekarang adalah Allah. Tuh lihat. Jadi kita membahas akidah itu bermula dari pertanyaan yang mengadakan alam ini siapa? Allah. Oke. Allah itu bagaimana sifat-sifatnya? Apakah dia bisa menciptakan alam ini dan dia mengatur semuanya? Misalnya kita membayangkan pertanyaan kayak begitu. Terus dia mendengar. Kalau dia mendengar, mendengar doa hambanya mendengar kayak kita apa enggak? Kalau misalnya kita duduk, Tuhan itu duduk apa enggak? Kalau misalnya kita itu butuh
27:05 kepada yang lain, Tuhan butuh apa enggak? Tuh pertanyaan-pertanyaan begitu tuh. Anak kecil biasanya nanya, "Mama, Tuhan tuh ada di mana?" Allah itu ada di mana? Ah, kan. Atau misalnya pertanya banyak, "Kalau itu Allah itu ada, kapan? Kapan dia adanya?" Nah, pertanyaan-pertanyaan tentang Allah ini dibahas dalam ilmu tauhid tentang sifat-sifat Allah. Yang wajib bagi Allah, yang mustahil bagi Allah, yang mungkin bagi Allah. Kalau Anda pertanya, mungkin enggak Allah menciptakan dunia ini dalam bentuk bulat? Menciptakan bola bumi ini e bumi yang tadinya berbentuk apa? Bulat itu dirubah menjadi kotak misalnya. Ah, mungkin ada orang, "Ah, mustahil." Ah, enggak mungkin aja. Apa itu mungkin? Apa itu wajib? Apa itu mustahil? Dibahas juga di sini. Jadi inilah yang membahas
27:52 tentang ketuhanan. Satu bagian dari ilmu tauhid membahas tentang ketuhanan. Karena ini yang paling penting. Lihat ini dan ini enggak akan ada kalau kita tanpa kalau kita tidak bisa membuktikan ini. Kalau kita tidak bisa membuktikan Allah itu ada, kita enggak akan bisa membuktikan nabi, enggak akan bisa membuktikan alam surga, neraka, alam akhirat dengan segala rinciannya. Iya kan? Nah, mari kita lihat. itu bisa dipahami ya. Setelah kita katakan Allah itu ada dengan bukti-bukti nanti akan dibahas bukti-buktinya Allah itu ada sifat-sifatnya dijelaskan sifatnya itu dia tidak bermula, tidak berakhir beda dengan makhluk dia esa berada dengan dirinya sendiri dan seterusnya. Pertanyaan lanjutannya adalah Allah kan sudah menciptakan alam ini, mungkin enggak Allah itu
28:39 mempercayai sebagian dari hamba-hamba pilihannya untuk menyampaikan risalahnya? Ada orang mengatakan tidak mungkin. Nah, itu yang tadi saya sebut. Ada kelompok yang meyakini bahwa Tuhan itu ada. Dia menciptakan alam tapi enggak ngutus nabi, enggak ngutus wahyu, kitab suci, dan lain-lain. Beriman apa enggak? Ya enggak sah imannya. Nah, sekarang muncul pertanyaan, mungkin enggak Allah itu mengutus orang-orang tertentu untuk menyampaikan risalahnya kepada hamba-hambanya yang lain? Jawabannya mungkin. Tuh, lihat istilah mungkin mustahil itu juga nanti dibahas karena orang sering salah paham. Dibilang ada ist e orang ada orang mengatakan mustahil tapi dia enggak tahu mustahil itu apa. Ada yang bilang mungkin. Mungkin itu apa. Ada yang bilang wajib. Wajib itu apa? Nanti
29:24 akan dibahas jawaban kita sekarang. Mungkin Allah mengutus hamba-hamba pilihannya sebagai cara Allah mengatur alam semesta ini, memberikan yang maslahat buat hamba-hambnya. Itulah yang kita sebut sebagai nabi. Jadi, nabi ini manusia pilihan Allah yang diutus untuk menyampaikan risalahnya. Tapi kan nanti muncul muncul pertanyaan, nabi itu apa? Bagaimana kita tahu kalau ini itu nabi beneran sementara ini nabi gadungan? Nanti ulama menjawab, "Oh, kalau nabi itu harus punya mukjizat." Mukjizat itu apa? Terus nabi itu dikatakan dia menerima wahyu dari Allah. Wahyu itu apa? Oh, kemudian kalau Nabi sama kayak kita apa enggak? Oh, sama manusia. Tapi bisa berbuat dosa apa enggak? Ah, muncul
30:10 pembahasan Nabi bisa berbuat dosa apa enggak? Nabi mungkin berbohong apa enggak? Kalau Nabi berbohong masalahnya apa? Tuh, segala pertanyaan yang berkaitan dengan Nabi dibahas dalam bab ini. Tuh, lihat tuh berunut tuh. Setelah Allah dibuktikan ada, kita katakan Allah mengutus hamba-hamba pilihannya. Muncullah pembahasan kenabian. Nah, di sini ada pembahasan ya surga ya neraka, alam akhirat, hisab, sirat, azab kubur, malaikat, iblis, setan, dan lain-lain. Hal-hal gaib ini kita percayai sebetulnya gara-gara ini. Jadi kalau ada orang nanya, "Kamu kenapa percaya surga dan neraka?" Kan enggak pernah kamu lihat, enggak pernah kamu alami jawabannya.
30:56 Kita percaya itu karena dikabarkan oleh sumber yang terpercaya yaitu Nabi. Tapi ini beneran Nabi apa enggak? Misalnya kita Nabi Muhammad ya. Kalau kita kalau kita ditanya sama orang kenapa percaya surga? Kepayaan neraka, alam akhirat? Sementara itu belum bisa kita pastikan karena itu enggak pernah kita alami jawabannya. Karena dia dikabarkan oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Pertanyaannya sekarang ini yang kamu sebut dengan nama Muhammad. Sosok manusia bernama Muhammad ini beneran nabi apa bukan? Harus dibuktiin kan? Paham maksudnya? Harus dibuktiin baru kepercayaan surga neraka ini benar. Kan begitu. Nah, cara membuktikannya gimana? Itulah yang dibahas dalam bab annubuwat ini. Itu ada itu aja intinya
31:41 membahas tentang ketuhanan, kenabian, hal-hal gaib. Kalau ini sudah terbukti sebagai nabi, maka surga, neraka, sirat, hisab, kalau terbukti dikabarkan oleh Nabi melalui kabar yang sahih, maka dia betul harus kita yakini keberadaannya. Makanya kita enggak bisa menyamakan kepercayaan dengan hantu. Kepercayaan tentang hantu dengan segala macamnya dengan kepercayaan menyangkut hal gaib itu beda. Karena kepercayaan hantu ini enggak ada dasarnya, asal muasalnya enggak jelas. itu cerita masyarakat aja. Sementara surga neraka dia dikabarkan oleh seorang nabi yang terbukti sebagai nabi. Dan kita akan buktikan nanti. Itulah inti pembahasan dari ilmu tauhid. Kemudian yang tidak kalah penting tadi
32:28 kita katakan bahwa akidah dalam Islam itu harus didasarkan pada apai? Pada kepastian pada kepastian. Jadi begini maksudnya enggak boleh kita itu dalam berkeyakinan meyakini kamu percaya Nabi Muhammad sebagai nabi enggak percaya. Berapa persen kepercayaannya? Ya 65% atau katakan 80% itu enggak diterima imannya. Iman itu harus bersifat pasti. Jadi ini pengertian akidah. Itiqad jazim mutabiq lil waqi' nasi dalil. Ini bedanya iman versi agama kita dengan agama lain. Orang-orang Barat di sini dan di negeri-negeri yang lainnya.
33:15 Rata-rata orang barat baik dari buku-buku yang saya baca ataupun mungkin ini pada tahu bagaimana orang Barat memaknai iman. Bagi mereka iman itu sesuatu yang dipercaya aja. Enggak usah ny-nyari buktinya. Yang penting kamu percaya selesai. Ah, kalau dalam Islam enggak begitu. Percaya itu pertama harus bersifat pasti 100%. Kalau meyakini Allah ada ya Allah ada berapa persen kamu yakini? Ya, 75%. Enggak. Itu bukan akidah namanya. Dan orang itu baru bisa pasti berkeyakinan 100% kalau belajar. Kan kalau orang yang ikut-ikutan yang berakidah secara takqlid, artinya yang mengikuti orang lain, dia kan enggak s keyakinannya. Kadang-kadang masih ada keraguan atau
34:01 dia 100% meyakini, tapi nanti ketika bertemu dengan orang-orang yang meragukan dia enggak bisa ngebantah. Nah, itu kan bahaya. Jadi, iktikad apa? Iman itu, iman itu dalam Islam harus berupa keyakinan bersifat pasti. Yang kedua, mutabiq lil waqi. Artinya sesuai dengan kenyataan. Yang yang terakhir ini yang enggak kalah penting nih. Nasian dalil terlahir dari adanya bukti. Tuh dalam Islam itu iman tuh harus ada buktinya. Kalau dalam akidah ee agama orang lain, ah iman tuh kamu sebatas percaya sudah selesai. Enggak usah pusing-pusing nyari
34:47 bukti. Enggak. Dalam agama Islam semua butir keimanan itu harus didasarkan pada ini kata kuncinya dalil. Harus ada dalilnya dan kita bisa tahu dalil ini kalau belajar ilmu tauhid. Kalau enggak pernah belajar enggak akan pernah tahu. Jadi iman dalam Islam itu, saya ulangi, bukan hanya sebatas kepercayaan doang. Enggak kamu percaya selesai. Enggak. Semua harus bersandar pada bukti atau dalil. Dalil ini harus sesuai dengan kenyataan dan ada caranya. Bahkan merumuskan dalil sendiri ada caranya. Kemudian harus bersifat pasti. Dan dalil yang digunakan ini harus bersifat pasti juga. Dalil ini harus bersifat pasti. Dalam arti apa? Enggak memberikan celah atau ruang keraguan.
35:34 Makanya dalam akidah itu dalil enggak bisa sembarangan. Dalilnya harus bersifat pasti. Bukan seperti sangkaan, kami menyangkut fondasi. Baik, sekarang ada pembahasan yang sangat penting. Ini yang mau saya bahas secara panjang lebar karena ini penting. Kalau paham ini paham ee sebagian besar pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan sama orang-orang yang anti agama kalau paham pembahasan ini. Bisa dipahami sampai di sini ya. Oke, sekarang tentang hukum akal halaman 10. Oke. Ahkamul akal. Hukum akal. Kenapa dibahas hukum akal? Lihat pernah nemukan pertanyaan kayak begini.
36:21 Siapa yang menciptakan Allah? Atau pertanyaan, kalau Allah itu maha baik, kenapa harus ada keburukan di muka bumi? Atau pertanyaan Allah itu ada di mana? Atau orang-orang yang bilang, "Oh, Allah apa namanya? Orang-orang yang bilang bahwa ee apa tuh? Mukjizat. Mukjizat para nabi. Ada kisah Nabi Musa membelah lautan dengan tongkat. Ada kisah Nabi Ibrahim yang tidak terbakar. Ada kisah itu dongeng semuanya.
37:08 Itu khurafat, dongeng, cerita, masa lalu, dan lain-lain. Itu sampai sekarang banyak orang-orang bikin begitu. Mustahillah ada orang dibakar tapi enggak terbakar. Mustahil. Tuh, lihat ada istilah mustahil. Sering orang bilang atau kisah-kisah Ashabul Kahfi yang tidur selama ratusan tahun di Al-Qur'an itu. Bagi sebagian orang itu dongeng. Karena mustahil ada orang selama ratusan tahun tidur kemudian dalam keadaan sehat bugar ketika bangun. Ah, mustahil. Ada istilah mustahil. Ini sering digunakan sama orang-orang dalam percakapan sehari-hari. Ada istilah mungkin, ada istilah wajib. Ini yang mau kita bahas. Kenapa ini penting? Karena banyak sekali pertanyaan orang-orang yang meragukan agama itu gara-gara awalnya kesalahan dalam mahami
37:54 tiga hal ini. Enggak bisa ngebedain ini. Misalkannya mukjizat itu mustahil. Kayak tadi itu pertanyaan, mungkin enggak Allah itu mengutus hamba-hamba pilihannya untuk menyampaikan risalahnya kepada hamba-hambanya yang lain? Mustahil. Tapi dia kalau ditanya mustahil itu apa? Ah, kan kadang-kadang enggak bisa jawab. Kalau kita jawab mungkin. Oh, mungkin itu apa? Kan gitu. Wajib bagi Allah sifat kuasa, sifat esa, sifat kehendak, sifat pengetahuan, sifat ini, sifat itu. Wajib bagi Allah. Wajib itu artinya apa tuh? Jadi ini istilah yang akan diulang-ulang berkali-kali dalam pembahasan tiga pembahasan yang tadi kita sebut itu. Ilahiyat, nubuwat, samiyat. Karena itu
38:40 harus kita pahami dengan baik gitu ya. itu sebagai gambaran ee sekelumit gambaran tentang pentingnya pembahasan hukum akal. Baik, sekarang akan kita artikan halaman 10. Adal ulama, para ulama terbiasa. Iktada itu artinya terbiasa. Ayyadkuru ahkamal aqli. Menyebutkan. Yadkuru itu artinya menyebutkan atau menyertakan ahkamal aqli hukum akal. Pembahasan tentang hukum akal. Maksudnya fi bidayati mabahiti hadal ilm. Pada permulaan pembahasan ilmu ini. Tadi kita bahas ilmu tauhid itu inti pembahasannya
39:27 tiga. Ilahiyat, nubuwat, samiyat. Tapi sebelum dibahas ini ulama biasanya menyebutkan pembahasan hukum akal. Karena ini menjadi kunci untuk memahami banyak pembahasan dari tiga pembahasan itu. Itu ya lianaha karena dia dianya itu maksudnya hukum akal. Asasun merupakan asas atau fondasi fi fahmi muomil qada al-aqaidiyah. Dalam memahami sebagian besar. Muddom itu artinya sebagian besar. Alqadayah al-aqaidiyah. Masalah-masalah akidah. Nanti akan kita buktikan. Sebutkan nanti pertanyaan aneh apa aja
40:13 dan saya bisa jawab dengan tiga pembahasan ini. Banyak pertanyaan-pertanyaan aneh itu intinya kesalahan dalam memahami tiga istilah ini. Kelihatannya sepele. Nanti kita akan buktikan. Tentu enggak bisa sekarang ya. Pelan-pelan. Dalam dalam memahami sebagian besar masalah-masalah akidah. Wabiduniha. Biduniha itu artinya tanpanya, tanpa memahaminya. Tanpa memahami hukum akal. Maksudnya la yumkinuna an numayyiz. Kita tidak mungkin bisa membedakan. Numayiz artinya membedakan. Kita tidak mungkin bisa membedakan bainal aqidah asahihah wal aqidah albatil. membedakan antara akidah yang sahih dengan akidah
40:58 yang batil. Orang Kristen percaya Allah itu satu, Tuhan itu esa. Ini keyakinan orang Kristen. Kalau kita tanya berapa Tuhan yang kamu sembah? Ya Tuhan mereka satu. Tapi mereka bilang Tuhan itu satu dengan tiga pribadi, tiga hipostesis. Satu namanya Bapak, the Father. Kedua namanya anak the sun. Ketiga, Roh Kudus, the Holy Spirit. Terus berapa Tuhan kamu? Enggak. Tuhan saya satu dengan tiga pribadi. Itu keyakinan benar atau salah? Nah,
41:44 kita bisa jawab ini keyakinan benar atau salah. Salah satu kuncinya memahami pembahasan yang kita akan bahas ini. Nah, di antara jawaban para ulama muslim ketika menolak namanya trinitas ya, namanya triitas. Agama Islam enggak mengenal ini. Enggak mengenal Tuhan itu dibagi-bagi. Akidah Islam itu tegas Allah tidak terbagi, Allah tidak terbilang. Titik. Trinitas itu meyakini Tuhan satu dengan tiga pribadi dan tiga-tiganya disebut sebagai Tuhan. Yang tiga ini disebut satu. Yang satu ini disebut tiga. Ulama menjawab itu mustahil. Mustah itu ada istilah mustahil. Kenapa mustahil? Karena dia bertentangan dengan hukum akal. Tuh lihat disebut
42:30 hukum akal kan. Hukum akal yang menyebutkan tidak mungkin sesuatu itu apa? Dua hal yang bertentangan enggak mungkin terhimpun menjadi satu. Enggak mungkin ada satu disebut sebagai satu. Tapi dalam saat yang sama dia juga berbilang. Kan kalau satu itu artinya enggak berbilang. Kalau berbilang berarti bukan satu. Enggak bisa dibilang satu sekaligus berbilang. Tuh itu mustahil. Menurut akal itu mustahil. Karena itu ini akidah kita tolak. Sebagai contoh bahwa pembahasan hukum akal itu penting diketahui supaya kita bisa membedakan mana akidah yang benar, mana akidah yang salah. akidah orang sebagian orang muslim yang meyakini Allah itu ada di tempat tertentu. Allah ada di langit. Allah itu
43:20 ada di langit. Tuh kita bagaimana kita membuktikan ini benar atau salah. Bagi yang bilang benar harus ada bukti. Yang bilang salah harus punya bukti. Ketika kita membuktikan Allah mustahil ada di langit, lagi-lagi pembahasan ini harus kita apa? harus kita pahami. Karena pada akhirnya ulama menjawab begini, kalau Allah ada di langit, langit itu kan artinya memiliki permulaan, ada awalnya dia. Sementara Allah kan enggak ada awalnya. Kalau Anda mengatakan Allah ada di langit, seolah-olah Anda ingin mengatakan ada sesuatu yang tidak berawal, lalu bertempat pada sesuatu yang berawal. Berawal dan tidak berawal. Mustahil Allah itu kan enggak butuh kepada apapun. Kalau Anda mengatakan Tuhan ada di
44:06 langit, berarti dia butuh sama langit. Mustahil ada dibilang Allah butuh sekaligus tidak butuh. Itu kontradiktif kan. Nah, itu sebagai contoh bahwa lihat saya bilang mustahil. Saya bilang mustahil itu harus bisa dijelaskan mustahil itu apa dan pembahasan-pembahasan lain sebagai contoh aja. Baik. Fanaqul. Maka kita berkata ini pembahasan intinya. Inna ahkamal aqli. Sesungguhnya hukum akal itu salasatun ada tiga. Hukum akal itu ada tiga. Wahiya alwajib yaitu wajib wal mustahil walkin. Wajib mustahil mumkin. Fal wajib. Ini pengertian wajib.
44:52 Maa yaqbalul adam. Sesuatu yang tidak menerima ketiadaan. mluatillahi subhanahu wa taala. Contohnya seperti zat Allah subhanahu wa taala. Walk. Dan adapun ada istilah mumkin. Mungkin itu kita artiin mungkin. Ma yaqbalul wujuda wal adam. Sesuatu yang menerima keadaan dan ketiadaan. J kalau yang pertama jangan jangan dibalik ya. Yang pertama artinya sesuatu yang tidak menerima ketiadaan. Artinya dia dia enggak mungkin tiada. Enggak mungkin tiada. Itu namanya wajib. Kedua mungkin ma yaqbal wujud wal adam.
45:38 Sesuatu yang menerima keadaan dan ketiadaan. Artinya bisa jadi ada, bisa jadi tiada. Wal mustahil. Dan mustahil. Mustahil itu artinya ma laakbalul wujud. Sesuatu yang tidak mungkin ada, tidak menerima keadaan. sesuatu yang tidak menerima keadaan. Saya ulangi, mustahil artinya sesuatu yang tidak menerima keadaan atau keberadaan. Kjtimain naqidin. Contohnya seperti terhimpunnya dua hal yang kontradiktif. Nanti saya sebutkan kontradiktif itu maksudnya apa.
46:32 Baik, lihat bagaimana kalau kita belajar ini kita bisa mengklearkan banyak pembahasan dalam ilmu akidah. Lihat, mari ke sini. Mari kita perhatikan alam semesta beserta isinya. bumi, langit, planet, galaksi dengan semua isinya itu mungkin. Apa artinya mungkin nih? Tadi dikatakan apa? Sesuatu yang menerima keadaan dan ketiadaan. Artinya apa? Bisa jadi ada, bisa jadi tiada. Itu namanya mungkin. Bahasa Arabnya mungkin. alam semesta ini, manusia, binatang,
47:18 hewan tumbuhan bumi galaksi, semua yang ada dalam semesta ini disebut sebagai sesuatu yang mungkin. Kenapa? Karena dia bisa jadi ada, bisa jadi enggak ada. Artinya begini, bumi ini harus ada apa enggak? Harus ada apa enggak? Enggak harus, kan? Enggak harus ada kan? Tapi harus tiada juga enggak? Enggak harus juga ya. Bisa jadi ada, bisa jadi tiada. Ini timbangan di pasar yang kayak begini nih. Anggap ini timbangan tuh setara dia. Ini ada, ini tiada. Nih lihat ada dan tiada. Itu namanya
48:04 mungkin. Alam semesta ini dengan segala isinya tergolong sebagai suatu yang mungkin. Kenapa? Karena dia bisa jadi ada, bisa jadi tiada. Sekarang dia ada. Kalau Anda melihat timbangan di pasar, tadinya setara begini, tiba-tiba plek begini nih. Pasti kita menanyakan apa coba? Menanyakan se sebb. Ngelihat timbangan tadinya setara begini, tiba-tiba begini. Kan alam semesta ini tadinya bisa jadi ada, bisa jadi enggak ada. Tuh ya dia enggak harus ada, enggak harus tiada juga. Bisa jadi ada, bisa jadi tiada. Setara begini. Manakala dia ada berarti kan terberatkan tuh sisi keberadaannya. Jadi begini tuh otomatis ada sebab kan logiknya kan kita
48:51 bilang pasti ada sebab di baliknya segala sesuatu yang mungkin. Makanya kita, makanya kita bertanya siapa yang siapa yang menciptakan alam semesta itu pertanya masuk akal karena kita menanyakan sebab di balik suatu yang mungkin ini. I kan kita menanyakan sebab di balik ini. Karena alam ini awalnya bisa jadi ada bisa jadi tiada. Terus kalau kita nanya sebab itu pertanyaan saya masuk akal ya kan. Nah jadi sesuatu yang mungkin itu sesuatu yang bisa jadi ada, bisa jadi tiada. Mukjizat Nabi mungkin atau mustahil? Atau misalnya ada orang bisa terbang ke langit ee ketujuh, orang terbang ke udara atau berjalan di atas air. Mungkin atau mustahil? Mungkin
49:38 ada sesuatu yang dibilang mustahil tapi bukan menurut akal, tapi menurut kebiasaan. Harus bisa dibedakan ya antara mustahil menurut akal dengan mustahil menurut kebiasaan. Hal-hal aneh yang sering disebutkan dalam kitab suci. Ada orang tidur ratusan tahun, ada orang tidak terbakar, ada orang bisa membelah lautan, ada orang bisa menghidupkan orang mati. Ada orang nanti misalnya kalau karamah wali, ada orang bisa bicara dengan binatang misalnya, ada orang bisa salat depan Ka'bah dalam dalam tempo yang singkat. Ada orang misalnya bisa menulis kitab dalam satu malam setebal 600 halaman. ada orang misalnya ee bisa apa apapun
50:27 itu yang aneh-aneh. Sesuatu yang aneh-aneh itu hakikatnya dia mungkin secara akal mungkin ada kita bisa mengimajinasikan kan itu mungkin secara mungkin secara akal tapi ada yang mustahil menurut kebiasaan mustahil menurut kebiasaan itu yang aneh-aneh itu secara kebiasaan kan enggak ada orang bisa membelah lautan dengan tongkat tapi secara akal itu mungkin. Nah, kenapa saya katakan pembahasan ini penting? Karena akan ada tuh orang-orang yang bilang kalau cerita-cerita mukjizat Nabi itu isinya dongeng semua karena itu mustahil menurut akal. Enggak, bukan mustahil. Itu mungkin secara akal. Mustahil menurut kebiasaan. Dan sesuatu yang mustahil menurut kebiasaan ini hakikatnya mungkin secara akal. Nanti ada mustahil secara akal. Nah, ini
51:13 sekarang kita masuk ke dalam ada mungkin ada mustahil. Mustahil. Mustahil itu pengertiannya sesuatu yang tidak mungkin ada. Artinya akal kita itu enggak bisa ngebayangin dia ada. Kajtimain naqidin. Contohnya seperti terhimpunnya dua hal yang bertentangan. Kita lihat ini spidol tuh ada dia. Kalau ada orang bilang spidol juga enggak ada. Dia itu ada sekaligus tidak ada. Itu semua orang berakal sehat. Mau Muslim Kristen Hindu Buddha bukan orang gila sekalipun bilang spidol ada
52:00 sekaligus tidak ada. Mungkin atau mustahil? Mustahil. Karena kenapa? dia enggak mungkin ada itu kejadian kayak gitu ya kan. Ah, itu namanya mustahil menurut akal. Mustahil menurut akal. Ada spidol dibilang ada sekaligus tidak ada. Atau saya katakan PC ini ada di atas kepala sekaligus di bawah kepala. Itu mungkin atau mustahil? Mustahil. Mustahil menurut kebiasaan atau menurut akal? Menurut akal. Ada mobil dibilang berjalan sekaligus tidak berjalan. Enggak akan pernah ada kecir kayak begitu. Itu namanya mustahil menurut akal tuh begitu. Mustahil menurut akal
52:45 tuh begitu. Mustahil menurut akal itu sesuatu yang tidak mungkin ada sama sekali. Ada orang dibilang berkulit hitam tapi juga tidak berkulit hitam. Terus apa dong kulitnya? Kalau dibilang berkulit hitam enggak, dibilang berkulit tidak hitam juga enggak. Terus apa kulitnya kalau gitu? Eh, itu mustahil kan? Maksudnya mustahil dibenarkan dua-duanya gitu loh. Mustahil dibilang kulit hitam sekaligus tidak hitam. Mustahil. Tapi kalau dibilang oh dia hitam tidak, putih tidak. Mungkin enggak itu mungkin. Bisa jadi sau matang, ya kan? Ah, ijtima naqidin itu maksudnya begitu. Terhimpunnya dua hal yang bertentangan. Positif dan negatif, bergerak dan tidak
53:31 bergerak. nih ber gerak dan tidak bergerak tuh positif negatif. Enggak mungkin saya bilang saya di saya mengatakan barang ini bergerak sekaligus tidak bergerak. Salah satunya harus ada yang benar. Kalau dia bergerak berarti ini salah. Kalau dia tidak bergerak ya berarti ini yang salah. Itu namanya kontradiktif. Tuh begitu. Nah kalau kita katakan oh dia bergerak. Sekaligus tidak bergerak. Itu namanya mustahil menurut akal. Nah, dalam agama kita tidak pernah ada kejadian mukjizat Nabi yang tergolong mustahil akal. Ini enggak pernah ada. Dia hanya mustahil menurut kebiasaan, tapi tidak mustahil menurut akal. Jadi intinya mustahil itu
54:19 sesuat. Sekarang begini muncul pertanyaan gini. Orang-orang ateis bisa jadi nanya, "Itu emang mungkin manusia sudah jadi tulang belulang kemudian melebur dengan tanah? lenyap itu tulang daging-dagingnya kemudian dibangkitkan sama Tuhan. Tuh mungkin apa mustahil? Tuh lihat tuh pentingnya pembahasan kayak begini. Mungkin atau mustahil? Kenapa dijawab mungkin? Kenapa? Karena itu bisa jadi terjadi, bisa jadi tidak kan? Iya enggak? Dan kita memastikan hari akhirat itu terjadi karena ada kabar yang menggabarkan itu dan kabarnya terpercaya gitu ya. Kalau ada yang mengatakan mustahil, dia perlu bukti. Apa buktinya kalau itu mustahil? Orang kita bisa mengimajinasikan. Bisa aja Allah yang maha kuasa tentang Isra Mikraj, tentang mukjizat, tentang banyak hal dalam agama itu sebetulnya mungkin tidak mustahil.
55:08 Istilah mustahil itu sesuatu yang tidak mungkin tidak mungkin ada. Tidak mungkin ada. Selama sesuatu itu dimungkinkan oleh akal, dimungkinkan oleh akal, kemudian dikabarkan oleh sumber yang terpercaya, maka kita yakini keberadaannya. Nah, sekarang ada yang namanya wajib. Jadi, kalau mungkin itu bisa jadi ada, bisa jadi tidak ada, mustahil itu enggak mungkin ada, enggak mungkin ada. Kalau wajib itu artinya harus ada. Saya ulangi. Kalau mungkin itu artinya bisa jadi ada, bisa jadi enggak ada. Kalau mustahil enggak mungkin ada.
55:55 Enggak mungkin ada. Contohnya kayak tadi itu. Kalau wajib sesuatu yang harus ada. Kenapa harus ada? Nah, lihat saya balik lagi ke sini. Ini kita katakan alam semesta itu sesuatu yang mungkin. Bisa jadi ada, bisa jadi tidak ada. Anggap ini kayak tadi ya, ada tiada. Ada tiadanya alam awalnya itu setara. Bisa jadi ada, bisa jadi tidak ada. Sekarang dia ada. Kita nanya sebab. Pertanyaan saya sekarang, sebab ini harus ada atau mungkin ada? Kenapa harus ada? Karena mustahil tuh
56:41 lihat saya saya mustahil. Mustahil ada sesuatu tadinya setara kemudian terberatkan, tapi enggak ada sebabnya. Mustahil kan? Mustahil menurut akal. Bagaimana? Bagaimana ceritanya? Ada orang ngasih timbangan tadinya segini tiba-tiba jadi begini terus enggak ada apa-apa di baliknya. Mustahil. Mustahil. Harus ada sebab. Jadi ini bisa jadi ada itu harus ada sebab. Sebab ini sifatnya wajib. Harus. Kenapa? Karena kalau kita menafikan ini, kita bilang enggak ada sebabnya. Itu sama saja dengan kita memungkinkan sesuatu yang mustahil. ini nih ada sesuatu tadinya tidak ada kemudian ada tapi enggak ada sebabnya kan mustahil. Sesuatu yang mustahil enggak bisa ada
57:26 itu berarti ini harus ada wajib. Sekarang kita nanya yang menjadi sebab ini apa? Pilihannya cuman dua. Ima yang menjadi sebab ini adalah alam itu sendiri. Ini katakan alam ya. Jadi sebabnya itu adalah alam itu sendiri atau sebabnya itu sesuatu yang berbeda dengan alam. berbeda dengan alam ya. Kalau sekarang dikatakan alam ada yang bikin, yang bikin alam ini ima alam itu sendiri atau sesuatu yang berbeda dengan alam. Pilihannya cuma dua itu aja kan. Apa itu artinya alam? Alam itu segala sesuatu selain Tuhan itu namanya alam. Alam itu kullu ma siwallah.
58:12 Segala sesuatu selain Allah itu namanya alam. Kalau kita katakan alam ini ada yang buat, sudah pasti ada yang buat. Itu wajib hukumnya ada wajib. Hukumnya wajib secara akal alam ini ada yang buat. Tapi pertanyaannya siapa? Imia itu alam atau suatu yang berbeda dengan alam? Oke, kita pilih dua kemungkinan itu. Satu-satu. Kalau yang kalau kita katakan yang menjadi sebab alam ini adalah alam itu sendiri, pertanyaannya mungkin atau mustahil? Tuh lihat, lihat saya nanya mungkin atau mustahil. Mustahil kenapa? buat dirinya sendiri ya. Enggak mungkin kan sesuatu buat dirinya sendiri. Iya. Enggak. Karena begini kalau sesuatu membuat dirinya sendiri, coba lihat sekarang misalnya misalnya keberadaan diri kita. Saya nih Nurudin nih. Saya melahirkan diri saya
58:58 tuh mungkin apa enggak? Itu secara akal itu mustahil. Bagaimana mungkin kalau saya mengatakan saya melahirkan diri saya, berarti saya harus mendahului diri saya. Ya enggak? Tadinya saya tidak, kalau saya dibilang melahirkan berarti saya harus ada dulu kan. Tapi kalau saya dilahirkan berarti tadinya saya tidak ada kan. Itu mustahil. Mau pakai akal kayak gimana pun mustahil ada orang bilang ada sesuatu menjadi sebab bagi dirinya sendiri gitu loh. Karena ini mustahil kalau dikatakan Allah mengadakan dirinya sendiri. Oke, sekarang muncul orang ateis yang bilang enggak. Saya enggak bilang Allah mengadakan dirinya sendiri. Saya bilang alam itu berproses secara alamiah aja. Terjadi ledakan besar ya sudah proses alamiah aja.
59:45 Tahu enggak gimana cara jawabnya? Itu ada orang ateis bilang begitu kan bahwa alam itu muncul dari peristiwa big bank, dari singularitas dari titik yang sangat kecil dan sangat panas terjadilah ledakan besar muncullah kemudian partikel-partikel dan ada uraian ya kan dalam teori big bang itu. Bagaimana kita menjawab? Iya. Saya sebagai ilmuan, katakan misalnya kalau seandainya saya ilmuan, saya bisa menerima kesimpulan teori itu bahwa alam berproses seperti ini, seperti itu. Tapi yang ingin saya tanyakan di balik itu siapa gitu loh. Sama kalau kita ngelihat ada jam tangan. Jam tangan ini kan berproses tuh secara mekanik ya kan baterainya itu kan berproses. Tapi kan saya sah aja saya nanya siapa yang bikin jam tangan ini gitu loh. Ngelihat
1:00:31 blender muter itu memang blender muter dengan dengan secara mekanik ya kan dengan komponen-komponen yang ada di balik. Tapi kan saya sahaja nanya siapa yang bikin blender itu. Jadi kita ini sebagai seorang seorang ee ee orang beragama enggak mengingkari penjelasan para ilmuwan yang menjelaskan ee teori asal muasal alam semesta. Kita terima oke. Tapi kita ingin bertanya apa sebab utama di balik itu? Jadi kalau ilmuwan itu menjelaskan sebab alamiah, oh itu terjadi seperti itu sebab alamiahnya begitu. Yang ingin kita tanyakan sebab utamanya siapa? Dan itu pertanyaan sah. Nah, kalau kita cari kemungkinan-kemungkinan enggak ada kemungkin enggak ada yang lebih masuk akal ketimbang mengatakan bahwa yang menjadi sebab ini dia itu harus berbeda
1:01:19 dengan alam. Kalau berbeda dengan alam, alam itu butuh sama yang lain. Kan namanya alam tuh enggak ada yang enggak butuh. Semuanya bergantung sama yang lain. Berarti yang menjadi sebab alam ini tidak memiliki kebergantungan kepada siapapun. Dia ada dengan dirinya sendiri. dengan ini disebut dengan wajibul wujud tuh. Wajibul wujud itu artinya sesuatu yang harus ada. Ada istilahnya mumkin wujud. Ini sesuatu yang mungkin ada kayak alam semesta iniul wujud. Nah, inilah yang disebut oleh orang beragama Tuhan. Dia harus ada. Dia wajib ada. Kenapa disebut wajib ada? Karena kalau dia kita
1:02:05 tiadakan, kalau Tuhan ini enggak ada, bagaimana Anda menjelaskan alam ini yang tadinya bisa jadi ada, bisa jadi tiada, kemungkinan tiba-tiba jadi ada. Harus ada sebabnya, kan? Enggak bisa kita katakan nafikan sebabnya begitu aja. Inilah yang disebut dengan wajib. Sesuatu yang harus ada. Jadi ada wajib, ada mungkin, ada mustahil. Wajib enggak Allah mengutus para nabi? Bukan wajib. Yang benar apa? Mungkin tuh lihat wajib enggak Allah membangkitkan manusia dari alam kuburnya kemudian dihisab? Enggak wajib. Itu mungkin. Tapi wajib enggak Allah wajib ada. Wajib enggak Allah itu memiliki sifat ee kuasa? Wajib. Karena kalau Allah lemah, apa bedanya dia dengan makhluk? Buat apa
1:02:51 dipertuhan kalau dia lemah? Wajib. Istilah wajib mungkin mustahil akan kita ulang berkali-kali karena itu harus kita clearkan. Sekali lagi kalau disebut mungkin artinya sesuatu bisa jadi ada, bisa jadi tiada. Kalau disebut mustahil sesuatu enggak mungkin ada. Enggak mungkin ada secara akal. Kalau wajib sesuatu yang harus ada. H