MISTERI UMUR MANUSIA FASE 40 TAHUN - Ustadz Subhan Bawazier

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang misteri usia 40 tahun menurut perspektif Islam, khususnya berdasarkan ayat Al-Qur'an surat Al-Ahqaf ayat 15. Usia 40 dianggap sebagai fase kedewasaan yang penting, di mana seseorang diharapkan lebih bijaksana, bersyukur, dan berbakti kepada orang tua.

  • Usia 40 sebagai titik balik pendewasaan diri.
  • Pentingnya bersyukur atas nikmat Allah dan berbakti kepada orang tua.
  • Menyiapkan generasi penerus yang saleh dan salehah.

Pembukaan

Pembukaan dimulai dengan salam dan doa, kemudian menjelaskan tentang keutamaan berkumpul di masjid untuk membaca Al-Qur'an dan mendengarkan sunah. Dijelaskan bahwa Allah akan menurunkan kemuliaan, rahmat, dan penjagaan malaikat bagi yang hadir. Ayat Al-Qur'an yang akan dibahas adalah nasihat bagi orang yang berusia 40 tahun, namun tetap relevan bagi semua usia.

Misteri Usia 40 Tahun dalam Islam

Ayat Al-Ahqaf ayat 15 menjelaskan bahwa ketika seseorang mencapai usia dewasa, khususnya 40 tahun, ia seharusnya berdoa kepada Allah untuk diberikan kemampuan bersyukur atas nikmat yang telah diberikan kepadanya dan kedua orang tuanya, serta memohon agar diberi kemampuan untuk beramal saleh. Usia 40 adalah masa di mana seseorang mulai merenungkan hidupnya dan menyadari tanggung jawabnya. Obrolan di usia ini mulai bergeser dari hal duniawi ke kesehatan dan persiapan akhirat.

Refleksi Diri dan Perubahan Prioritas di Usia 40

Di usia 40, seseorang mulai merasakan perubahan fisik dan prioritas hidup. Kekuatan fisik mungkin tidak lagi seperti dulu, dan obrolan pun mulai bergeser ke masalah kesehatan dan obat-obatan. Penting untuk menyadari bahwa usia ini adalah pengingat akan dekatnya akhirat dan perlunya mempersiapkan diri dengan amal saleh.

Berbakti kepada Orang Tua: Cinta Sejati dalam Islam

Ayat tersebut menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua, bahkan jika mereka memiliki kekurangan. Cinta sejati dalam Islam adalah mencintai sesuatu karena kekurangannya, bukan hanya karena kelebihannya. Berbuat baik kepada orang tua adalah perintah Allah yang harus dilaksanakan dengan ikhsan, yaitu beribadah seakan-akan melihat Allah.

Takdir dan Ujian dalam Keluarga

Setiap orang memiliki takdir dan ujian yang berbeda dalam keluarga. Meskipun ada yang terlahir dalam keluarga yang penuh kekecewaan, tetaplah berbuat baik kepada orang tua. Allah tidak mungkin zalim dalam takdir-Nya. Berbuat baik kepada orang tua adalah jalan menuju rida Allah dan surga.

Menjadi Muhsin: Tingkatan Tertinggi dalam Beragama

Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua dengan bahasa "ihsanan," yang berarti menjadi seorang muhsin. Ikhsan adalah tingkatan tertinggi dalam beragama, yaitu beribadah seakan-akan melihat Allah. Berbuat baik kepada orang tua tidak perlu dibuat-buat, tetapi harus tulus dan apa adanya.

Peran Orang Tua dalam Kehidupan Anak

Orang tua memiliki peran penting dalam kehidupan anak, bahkan ketika anak sudah dewasa. Jangan kecewakan orang tua dengan tidak menyempatkan waktu untuk mereka. Hargai pengorbanan mereka dan berusahalah untuk membahagiakan mereka.

Memahami Kekurangan Orang Tua

Di usia 40, kita mulai menyadari kekurangan orang tua dan betapa besar pengorbanan mereka. Jangan menghujat orang tua, tetapi doakan mereka dan mohon ampunan untuk mereka. Berusahalah untuk menjadi anak saleh yang bisa memberikan syafaat bagi orang tua di akhirat.

Amal Saleh yang Diridai Allah

Amal saleh yang dilakukan dengan tulus dan diridai Allah akan membawa keberkahan dalam hidup. Doa orang tua sangat mustajab, maka berusahalah untuk mendapatkan rida mereka. Jangan hanya fokus pada ibadah ritual, tetapi juga perhatikan hubungan baik dengan orang tua, mertua, tetangga, dan tamu.

Meneladani Generasi Terbaik

Teladanilah generasi terbaik dalam Islam, seperti para sahabat, tabiin, dan tabiut tabiin. Mereka adalah orang-orang yang sukses karena mendapatkan rida orang tua mereka. Belajarlah dari kisah Asma binti Abu Bakar yang rela mengorbankan anaknya demi membela agama Allah.

Usia 40: Masa untuk Muhasabah Diri

Usia 40 adalah masa untuk muhasabah diri dan memperbaiki diri. Kuatkan iman dan mental untuk menghadapi ujian hidup. Bersabarlah dalam mendidik anak dan berdoalah agar mereka menjadi anak saleh yang bisa mendoakan kita.

Menyiapkan Generasi Penerus

Siapkan generasi penerus yang sadar bahwa orang tuanya tidak sempurna. Maklumi kekurangan orang tua dan berusahalah untuk memberikan nutrisi hati kepada mereka. Ciptakan lingkungan yang islami agar orang tua bisa berzikir, membaca Al-Qur'an, dan mengingat Allah.

Doa dan Tawakal

Teruslah berdoa dan bertawakal kepada Allah. Mohon ampunan untuk diri sendiri dan orang tua. Berharaplah agar Allah memberikan anak-anak yang saleh dan salehah yang bisa mendoakan kita.

Sesi Tanya Jawab

Sesi tanya jawab membahas berbagai permasalahan, seperti istri yang melarang suami ikut pengajian, ibu yang melarang anak salat di masjid sunah, dan orang yang tidak punya anak. Dijelaskan bahwa mentaati orang tua adalah wajib, kecuali jika bertentangan dengan syariat Islam. Bagi yang tidak punya anak, disarankan untuk dekat dengan ponakan dan menjadikannya seperti anak sendiri.

Menjaga Kesucian Masjidil Haram

Dijelaskan bahwa kemaksiatan yang terjadi di Masjidil Haram tidak bisa mewakili kegagalan askar Saudi. Tugas kita adalah mengingatkan dan membuat travel yang syari. Jihad yang utama adalah dengan harta dan jiwa, bukan hanya dengan perang di Palestina.

Hikmah Usia 40

Usia 40 adalah masa transisi di mana seseorang betul-betul bisa menggiring dirinya untuk baik. Meskipun demikian, tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik. Selama hayat masih dikandung badan, dunia ini alam kemungkinan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu bil huda winil haq liyuzhirahu aladdini kulli wa kafa billahi syahida. Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah. Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqo tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Ya ayyuhanuttaqubakumulladzi

0:47 khalaqokum minfsin wahidah walaqo minha zaujaha winkuma rijalanisa wattaqulah. inallahaikum yazina amanqulah wauluan sadida yuslih lakumakumagfir lakum dunubakum w yutiillaha waasulahu faq faza fauzanima amma ba'du faqal hadisi kitabullah Hadu Muhammadin sallallahu alaihi wasallamaral

1:35 umuri muhdasatuha waulla muhdasatin bidah waulla bidatin dolalah wa dolatin finar. MaaSiral muslimin wal muslimat sidang majelis yang Allah muliakan dunia dan akhirat. Walhamdulillah Allah berikan kemudahan bagi kita untuk bisa berkumpul di Masjid Agung ini yang mudah-mudahan Allah berikan banyak kemuliaan di tempat ini sebagaimana kabar yang Nabi kabarkan kepada kita. illa nazalat alaihimusakinahmumul

2:26 malaikah. Berkumpulnya manusia di rumah-rumah Allah, masjid yang dimaksud di mana Quran dibacakan, sunah dikumandangkan, Allah akan turunkan kemuliaan buat yang menghadirinya. diliputi rahmat dan dijaga oleh para malaikat insyaallah. Jemaah sidang majelis, para pemirsa yang Allah muliakan. Allah jalla waala, Allah tabaraka wa taala menurunkan ayat melalui Jibril alaih salam kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. yang ulama mengatakan bahwa ayat ini merupakan nasihat buat orang yang berusia 40 tahun.

3:14 Bukan berarti lantas kalau yang belum 40 aman atau yang setelah lewat 40 pun gak tersinggung. Tidak. Ayat ini menjelaskan bahwa ada masa di mana manusia ini akan lebih dewasa. Entah cara Allah bagaimana mendewasakan seseorang, tapi secara umum bahwa banyak ayat yang mengatakan ujian dalam hidup ini mendewasakan kita. Sampai nanti kita akan mengerti bahwa pada akhirnya hasbunallah wanikmal wakil, nikmal maula wikman nasir. Hasbunallah wanikmal wakil wa alallahi tawakalna.

3:59 Rawahu Bukhari. Sampai akhirnya kita mengatakan hasbunallah, cukuplah Allah. Hasbunallah wikmal wakil. Cukup Allah sebagai penjamin dalam hidup. Sehingga wa alallahi tawakalna dan hanya kepada Allah kami bertawakal. Dan kita tahu ayat mengatakan orang yang bisa bertawakal bukan sesuatu yang datang secara spontan. Karena ayatnya berlanjut. Watttaqilla yajalahu makhrajanz min haitsu la yahtasib. Wam yatawakal alallah fahua hasbuh.

4:45 Orang bisa bertawakal dan dia yakin Allah jamin orang yang bertawakal tidak. Lantas dia bertawakal, dijamin jam terbang. Iya, kayak orang yang sudah biasa salat tahu manfaat salat. Antum bisa lihat dah. Beda sama orang yang baru tobat baru dua kali ketemu salat wajib. Beda. Dari cara takbirnya juga udah kelihatan orang baru tobat. Kayaknya berat tuh tangan sampai aduh. Kalau yang sudah biasa mah Allahu Akbar gampang enggak terbebani. Heeh. Ya, muazin aja. Muazin kalau udah biasa

5:31 azan sama yang baru dua kali azan beda ya. Suara udah pasti beda. Cuma caranya juga udah beda. Kalau yang biasa mah biasa enteng. Enggak pakai macam-macam dah. Pokoknya langsung Allahu Akbar. Allahu Akbar. Enten kalau yang baru, Pak. Allahu Akbar. Allah Akbar. Sampai lupa K apa ko ya. Ah, bingung sendiri dia. Terbebani. Dan agama ini butuh kebiasaan. Terbiasa orang berbuat sebuah kebaikan dia akan tahu memang kebaikan merupakan bagian dari hidupnya. Sehingga kalau orang sudah tahu bahwa

6:17 kebaikan merupakan sebuah kebiasaan dalam hidup, maka dia gak mungkin bisa tinggalkan kebiasaan tersebut. Lah, mana bisa hidup tanpa kebaikan. Kalau orang tahu seperti itu. Makanya Allah uji manusia dengan sekian banyak ujian dalam rangka pendewasaan diri. Lihat aja deh ayatnya dah di Al-Ahqaf ayat 15 tuh kita akan berputar kajian seputar ayat ini nih. Hatta balag asah wag aratan qbi an asur nikmatakallati anamta alai waa

7:04 walidai wali shihan tardhu wa aslihli firiyati inbtu ilaik wa inni minal muslimin. Kata Allah, "Hatta idza balagha asyuddah." Sehingga ketika dia telah dewasa balag asyuddah sampailah kedewasaan kepada dia gitu. Waago arbaina sanah. Diperjelas balago asyuda wabalago arbaina sanah yang kurang lebih 40 tahun dah. Jadi dewasa itu 40 gitu bahasa Allah. Makanya ada buku yang diterjemahkan yang

7:49 judul kita pakai sekarang nih, Misteri usia 40. Kalau antum lihat buku aslinya, judulnya itu Yabna Arbain. Yabna Arbain artinya apa? Wallahualam. Ya. Hei anak-anak umur 40 gitu bahasanya. Heeh. Ya bna arbain. Hai anak-anak umur 40 itu yang ngarang buku umur berapa, Tad? Gitu loh. Sampai 40 dibilang anak-anak. [tertawa] Wallahuam bisab. Saya enggak pernah tanya si pengarang umurnya berapa. Cuma memang orang kalau umur 40 tuh kayak anak-anak. Aduh. Orang Betawi bilang tengal. Betul ya.

8:38 Orang umur 40 tuh ada aja ceritaan baru. Masyaallah. Nanti ngalamin dah yang kalem diam ada aja kerjaan umur 40. Herannya tuh menginspirasi buat sesuatu yang spektakuler gitu loh. Orang kalau sudah umur 40 kayak ada yang bergerak-bergerak di badan. Yang tangan jarang diangkat, totonya diangkat gitu loh. Yang kaki jarang dipakai melangka, pengin melangkah. Umur 40 begitu tuh. Kayak ada sesuatu yang gimana gitu loh. Makanya orang sono suka bilang ini puber kedua. Ya, kalau ada hadis yang mengatakan yahrumu ibnu adam wabqo maahu isnatani

9:27 alkirs wal amal gitu ya. Yang namanya anak Adam itu pasti tua. Enggak ada yang namanya anak Adam awet muda, enggak tua-tua? Enggak ada. Makanya kalau orang merasa enggak tua-tua dipertanyakan keberadaan anak Adamnya. Dia yahrumna Adamkumani. Anak Adam itu pasti tua. Yang gak tua cuma dua. Alkirs wal amal. Ya, ini rakus dan panjang angan-angan tuh yang gak pernah tua. Makanya ketika umur 40 ini kan sudah bukan ABG yang 15 tahun baru puber. Bukan syab, bukan pemuda ya. Karena sudah masuk umur

10:14 40. Saya suka pakai bahasa yang gampang. Obrolannya aja sudah beda. Umur 40. Betul. Berarti gak anak-anak kita nih, guru-guru yang ngajar SD. SMP, SMU, anak kampus, teman kerja. Obrolannya beda. Lihat anak SD kalau ngobrol. Lihat seputar kepemilikan barang yang dikasih sama orang tua. Kalau ngomong, "Ini punya aku lagi, dari orang tuaku. Aku dikasih, oh bapakku begini lagi. Ihh, gila keren gitu ya." SMP lain lagi tuh ya yang diomongin seputar merek yang dia pesan dan diberikan. Oh, aku dapat nih prosesnya lama lagi. Ah, mulai pecah SMP suaranya gitu mereknya. Lihat dong, enggak main kayak

11:01 Allah gitu ya. Gayanya begitu tuh SMP tuh SMA mulai agak sedikit gaharan dikit kayak ngomongnya ya. Tapi kan ee yang pasti kita bedalah gitulah obrolannya seputar sesuatu yang baru kayak merek kendaraan bermotor tuh ya. Sudah SMA ke sana dah. Udah mulai kuliah yang diomongin pekerjaan udah kerja biasanya yang diomongin tentang masalah ya masa depan pengin nikahlah inilah itulah. Ah sampai umur 35 40 kita baru ngomong merek obat. Betul. Antum lihat orang kalau 40 yang diomongin merek obat. Woh herbal bagus benar tuh. Habatus sauda dicampur sama madu nih. Tad pakai bidara

11:49 dikit tuh buat ngerukiah gitu. [tertawa] Segala daun sirsak dijadiin pel. Betul. Bekatul dikonsumsi macam-macam tuh. Umur 40 tuh. Nah sampai 45 menjelang 50. 50 ke sono yang kita omongin apa? Merek rumah sakit. Betul. Woh, rumah sakitnya cakep, renovasi bagus tuh. Rumah sakit dokternya baik-baik gitu ya. Ah, ini sudah fase dalam umur kita. Kekuatan yang kita miliki dengan obrolan yang kita lantunkan sudah enggak matching. Kalau ngomong penaklukan dunia di usia seperti itu dahsyat. Cuma kekuatan kita

12:34 sudah enggak seperti itu, gitu loh. Karena kan standar umur anak Adam ini kan kalau enggak 60 70. Betul yang kita bahas kemarin. Enggak berani orang minta umur panjang sebenarnya cuma ngayal aja. Panjangkan umurku, panjangkan. Takut sebenarnya. Makanya Nabi ukur, "Udah kamu minta enggak?" Minta umru umati bain sittin wa'in. Umur umatku antara 60 70 sudah. Yang lebih dari 70 ada cuma sedikit, enggak banyak. Udah jangan ngebahas yang dikit, yang banyak aja. Kalian akan merasakan umur antara 60 70. Yang sudah 60 kan nyerempet. Betul. Apalagi yang sudah lewat. Ya Allah, Tad jangan ngebahas umur, Tad. Ngebahas yang

13:21 lain aja, Tad. [tertawa] Ya, terjadi bukan tidak. Semua orang merasakan ini. Makanya ada rahasia di balik ayat ini sampai Allah mengatakan detail loh. Hatta id balago asyuddah. Hattanya jelas sampai idza jika balago tingkatan asyuddah sempurna. Wabalag arinanah. Dan sampailah kesempurnaan tersebut yang dimaksud 40 tahun gitu loh. Kan kalau Allah ngomong arbain enggak main-main. Walaupun diterjemahkan beragam dalam bahasa Arab karena bahasa yang paling fleksibel bahasa Arab. Arbain diterjemahkan ya 40 sampai 42. Kadang

14:06 belum 40. Betul. Antum bahas hadis ee kitab hadis Arbain kan. Hadisnya berapa? 42 kan? Heeh. Ya, begitu kurang lebih 42 40 kurang lebih ya. Yang dimaksud di sini sampailah dia usia 40 qala maka orang tersebut akan mengatakan rabbi. Dia gak mengatakan ilahi tapi rabbi. Karena berkaitan dengan rububiyahnya Allah. yang mencipta dengan proses dia pahami ini. Rbi azni kalimat rabbi auzi ini ulama ini berbeda

14:53 pendapat tentang menterjemahkannya. Sebagian besar menterjemahkan kalimat auzi, tunjuki aku. Sebagian mengatakan ajari aku. Jelaskan kepadaku bagaimana caranya. Rabbi duhai Rabb yang menciptakanku dengan proses. Dia pahami bahwa Allah yang ciptakan dirinya yang tahu bagaimana cara dia berbuat baik. Karena banyak orang yang sudah nasihatin dia, dia gak bisa jadi baik. Udah berapa orang ngingetin dia? Berapa ustaz yang sakit jantung gara-gara dia? Gitu loh.

15:39 Ya, kadang-kadang orang tua kan begitu bahasanya ya. Kita suka bilang sama orang tua, "Ma, Ma, anak banyak ma. Dia lagi, dia lagi. Emang enggak ada yang lain? Ini yang lain sih ngiri enggak, Mak. Cuma pegal gitu loh. Kayak anak satu, anak empat, anak lima yang disebut dia aja. Tiap kaget mama latah nyebut nama dia. Lah, kita kan luda semua, M. Tiap kaget yang disebut di aja. Kata orang tua, "Ya Allah, saya juga enggak mau ngulang nama dia. Ngelihat muka dia aja pegal saya gitu loh.

16:24 Cuma enggak tahu Allah ikat tali kasih di hati saya dengan dia dengan masalah. Yang kepikiran cuma dia aja. Kalau kalian mah enggak ada masalah. Orang tua enggak terlalu banyak ngomong ngomentarin. Kalian sudah paham dari kecil kalian sudah paham. Orang tua ngasih ide. Kalian paham kalau yang satu ini kan masyaallah udah empat rotan hancur belum tobat gitu loh. Nantilah kalau kamu sudah punya anak kamu baru berasa tuh. Orang tua suka ngomong begitu tuh. Entar kalau sudah punya anak baru tahu ini

17:11 sebenarnya ngasih kabar apa ngancam sih Bu? Gitu loh. Ibu senang saya mirip sama Ibu ujiannya gitu loh. [tertawa] Ya entar entar. Emang betul setelah kita punya anak kita baru tahu bahwa Allah ajarkan cinta kepada anak dengan anak menjadi ujian buat kita. Betul? Makin ini anak uji kita dengan ujian yang berat, makin gak ada yang kepikiran kecuali dia. Loh, belajar agama tahu tempat-tempat mustajab doa. Ya, ketika dimultazam dia menempelkan pipi yang dia sebut si fulan. Rabbi habli minasihin. Ketika dia berada di raudah yang diangkat tangan cuma rabi habli

17:57 minasaliihin. Ketika dia peluk badan Syekh, dia rasakan wangi udnya Syekh. Syekh udullah libni doakan untuk anakku Syekh. Saya mendoakan ketika dia berada di sebuah tempat dalam keadaan safar, dia berdoa, "Rabbi habli minasihin." Ketika hujan turun pun dia berkata, "Rabbi habli minasihin." Demi Allah, hati ini Allah tarik untuk menempel pada masalah tersebut. Kita belajar mencintai seseorang karena mengingat kekurangannya. Dahsyat. Ini kalau kita detailkan memperhatikan ini semua, kita akan jatuh cinta sama orang tua kita.

18:43 Kita akan jatuh cinta sama sahabat kita. Kita akan jatuh cinta sama kota di mana kita tinggal. Kita akan jatuh cinta di mana negeri kita berada di atasnya. Kenapa? Kita mengerti cinta yang sejati dalam Islam ketika kita bisa mencintai sesuatu karena kekurangannya, bukan karena kelebihannya. Ketika orang tahu dia memiliki kekurangan, saat itu dia terpanggil, "Inilah saya untukmu." Khairun nas anfauhum linnas. Dulu pernah ada anak muda bilang, "Ustaz, Subhan, antum kalau ngomong masalah orang tua, jujur, Ustaz, saya ini terenyu, Ustaz, cuma kenyataannya

19:29 enggak begitu, Ustaz. Kalau antum punya orang tua, masyaallah Ustaz, sampai detik ini pun antum tidak pakai baju kecuali ibu antum yang bikin." Betul. Saya bilang, "Tidak pernah satu baju pun saya pakai untuk ceramah ke mana-mana, kecuali ibu saya yang bikin." Masyaallah. sampai detik ini. Kalau saya kan tidak, Ustaz. Kalau saya tidak, saya terlahir di atas rumah tangga yang bertabur kekecewaan, Ustaz. Saya dibesarkan di sebuah tempat yang saya enggak pernah menangis memanggil abi Umi. Saya gak pernah tahu mereka. Cuma ketika saya sudah besar sekarang, saya sukses.

20:14 Mereka datang merengek mengaku orang tua kepada saya. Bagaimana saya bisa mencintai mereka sementara upeti kekecewaan mereka berikan kepada saya? Ini ada yang berkata seperti itu. Saya katakan kepada dia, "Alhamdulillah ala kullial." Segala puji milik Allah dalam semua hal. Manusia mana yang bisa milih takdir, memilih tempat rahim dia dilahirkan. Manusia mana yang bisa memilih tempat gelombang air ketuban dia hidup di dalamnya? Manusia mana yang bisa memilih tangan lembut maupun kasar milik orang tuanya? Tidak ada satuun manusia yang mampu.

21:00 Bahkan Imamul Hunafa, Abul Anbiya Ibrahim Alaih Salam yang Allah perintahkan Muhammad mencontohnya. Laqod kan lakum uswatun hasanah fi Ibrahim. Contoh Ibrahim uswatun hasanah. Dia pun gak bisa mengelak takdir menjadi seorang anak pembuat patung. Betul. Ketika banyak orang enggak nerima kalau seandainya ayah Rasulullah tidak Islam, ayah Ibrahim pun sama. Manusia mana yang bisa mengatur Allah? Allah sudah katakan wsuda wakin minti

21:50 ini Allah bilang kalau aku mau enggak ada masalah kuberikan semua kebaikan hidayah cuma kan hidup bukan itu. Kubuatkan proses dalam hidupmu. Nabimu yang mengatakan khairunas anfaahum linnas. Sebaik-baik manusia yang paling bermanfaat buat manusia lainnya. Kalau mungkin kami dilahirkan di keluarga yang baik-baik sehingga kami enggak bisa berbuat baik sama orang tua, sampai detik ini pun masih dipandang kurang sama orang tua. Karena banyaknya kebaikan yang mereka lakukan yang kita enggak mampu membayarnya. Tapi kalau kamu, kalau kamu mau sedikit jujur, ketika orang tuamu tak mampu

22:37 memberikan kebaikan kepada kamu, kamu bisa memberikan kebaikan kepada mereka. Hei, kita jangan suuzon, ya. Allah takdirkan kamu melalui orang tua kamu tuh gak main-main. Kalau Allah saja percaya kamu dibesarkan di rahim orang tuamu yang kau benci. Demi Allah kenapa kamu enggak berhusnuzzan sama Allah? Apa kita anggap Allah zalim? Allah salah dalam takdir? Lnallaha qaddar maqiral khq qbla yahluq samawati wal ard bsina alfah. Takdir dibuat. Allah gak mungkin zalim. Enggak ada takdir yang kejam. Tidak ada.

23:27 50.000 tahun sebelum tercipta langit dan bumi, Allah telah takdirkan manusia. Waqbuka all tabudu illa iyahu wabil walidaini ihsana. Allah telah takdirkan qada. Allaudilla iyahu. Jangan sampai kalian beribadah kecuali hanya kepada Allah. Wabil walidain ihsana. Allah gak pernah bahas siapa orang tuamu. Cuma takdirmu wabil walidain ihsanan. Bukan khairan, bukan tamaman, bukan qwaisan lah. Diperintahkan kita untuk berbuat baik sama orang tua dengan

24:13 bahasa ihsanan. Antum menjadi muhsin, orang yang berbuat ihsan yang levelnya di atas iman. Islam, iman, ihsan. Antum tahukan ihsan? An ta'budallah kaannaka taro fainam takun taro wakinallah yarak. Memahami dasar agama. Beribadah seakan-akan melihat Allah. Kalaupun kau tak melihat Allah, kau tahu Allah melihat dirimu. Terpantau sama orang tua sama depan orang tua enggak usah yau-yano deh gitu loh. Enggak usah nyeredeng-nyeredeng,

25:00 enggak usah belagak-belagak. Betul. Alaz apa adanya gitu loh. Karena setinggi apapun jabatanmu, sehebat apapun kamu di luar sana kalau bicara sama orang tua ya kamu anak kecil di mata dia. Enggak usah dimainin tuh suara enggak usah. Kita boleh ngomong sama anak buah ee berapa orang yang masuk hari ini? Hm. Semua tepat waktu. Alhamdulillah. sama orang tua enggak usah. E kenapa mah? Ih, enggak usah begitu gitu loh. Gak usah. Sudah apa adanya. Kenapa ma gitu kan enak. E kenapa mah ayah di mana? Ih orang masyaallah ya. [tertawa]

25:47 Gak usah kayak begitu. Sudah ya berbuat baik sama orang tua gak perlu dibuat-buat. Sudah ini yang orang tuamu tahu kamu ya kamu yang dulu. yang kadang-kadang kita harus tahu bahwa kadang-kadang orang tua juga enggak sadar kalau kita nih memang posisinya enggak seperti kita yang dulu yang tiap hari kelihatan sama matanya. Sekarang kan memang tercetak kita untuk sibuk hidup kita. Betul. Kadang-kadang kita gak bisa ketemu, mungkin dia kecewa. Panjang mata menanti kehadiran kita. Ya mau bilang apa? Kita gak kunjung datang. Cuma kan bukan berarti gak bisa silaturahmi dengan bahasa lain. Kita sudah lama gak bisa menggandeng tangan dia. Ya orang tua gak mau tahu.

26:35 Jangan heran kalau kau gandeng tangan anak orang dia kecewa ngelihat tangannya sendiri. Ya Allah sudah berapa lama tangan keriput ini enggak digandeng dia? Ketika kita peluk orang lain cipikacipiki ahlan gimana sehatnya? Dia pun berharap, "Ya Allah, seandainya dia peluk saya seperti itu, seandainya dia senyum di hadapan saya seperti itu, kamu mau ke mana, Nak? Rapi sekali penampilanmu, Nak." Janjian sama orang penting mah. Sepenting apa dia? Oh, dahsyat mah. Ukurannya kalau pakai baju jelek enggak enak sama dia. Orang tua kan seoles, "Ya Allah, itu orang yang mau ditemuin sama anak saya sama saya pentingan mana sih dalam hidup?"

27:20 Seoles lagi, seoles lagi. Betul. Ini terjadi bukan tidak. Masa itu pun datang sudah kita gak bisa milih takdir kita gak bisa. Allah cuma mengatakan waqadbuka alla tabudu illa iyahu wabil walidain ihsana. Berbuat ihsan, berbuat baik. Ada tidak ada dia, siapapun dia apapun keadaannya berbuat baik kepadanya. Allah tawarkan kita berbuat baik kepadanya. Karena kebaikan yang kau lakukan itu ia akan membuat engkau terpanggil dengan kalimat ya ayat tuhan nafsul mutmainah irjiibi ilabiki ratan mardiah.

28:08 Betapa beruntungnya seorang pemuda yang wafat masih punya orang tua. Betapa beruntungnya. Kalau saya boleh memilih takdir, biarlah saya duluan ketimbang orang tua saya. Karena kalau orang tua sudah rida dengan mayit anaknya, malaikat mana yang bisa mengazab dia? Irjiib ilbiki ratan mardiah. Mau diputar ke mana ini ayat? Kembalilah kalian kembali pada Rabb yang menciptakan kalian radhiatan mardhiah dalam keadaan rida dan diridai. Rida yang paling dekat rida orang tua. Betul. Rida yang tak bisa dipaksakan.

28:54 Mak menjaga sebuah kristal yang retak. Sekali kau berbuat salah, fatal selamanya. Cinta yang tanpa rekayasa, yang tak bisa kita adu dengan cinta di mana pun berada, yang kadang menjadi sebuah kemuliaan dalam hidup yang kadang-kadang kita melupakan dekatnya kehidupan dalam hidupmu. Ridallah fi ridal walidain. Wasukullah fukhtil walidain. yang kadang lidah ini kalu merangkai sebuah kalimat. Entah kata apa yang layak kuucapkan padamu wahai ibu. Tak mampu ku bisa menolak apa yang kau katakan. Cuma bagaimana aku memberikan pemahaman bahwa anakmu bukanlah anakmu yang dulu

29:43 yang bisa kau seret, yang bisa kau suruh, yang tidak membuat matamu panjang di depan pagar menanti kedatangannya. Susah wahai ibu, susah wahai ayah, tapi yang pasti kami terlahir dari rahim orang yang Allah muliakan. Ridai kami agar semua yang kami perbuat ini bukan sesuatu yang main-main. Ini rasa yang seperti ini timbul ketika usia 40. Yang dulu kita gak pernah berpikir seperti ini. Kita gak pernah tahu kita jalan semau kita. Sekarang usia 40 ini membuat kita nih berasa, "Ya Allah, betapa ketika bangun malam tahajud,

30:29 ketika orang tua tidak tahu kita bangun, orang tua pun gak tahu kalau anak mengangkat tangan ke langit mengatakan, "Rabbighfirli waliwalidaiya warhamhuma kama shirakan-akan balasan perbuatan yang dia lakukan ketika anak tidur dulu, orang tua bangun malam ngelongok pada anak yang sedang tidur." ainin lama. Dulu orang tua kita ketika muda dia bisa begitu. Sekarang dia sudah tua, dia gak mampu bangun malam begitu. Sudah sekarang kita yang back up, kita yang doain dia. Jangan khawatir wahai ibu, jangan khawatir wahai ayah.

31:14 Anakmu tercetak karena ridamu. Allah muliakan kami. Ketika aku bertawaf di Ka'bah, kutempelkan pipi ini di Multazam. Aku berkata yang pertama kuatakan, "Rabbighfirli waliwalidaiya warhamhum kamai." Jangan khawatir wahai orang tua, jangan khawatir. Raudah menjadi saksi ketika nanti hari kiamat Allah angkat itu Raudah menjadi potongan bagian surga. Di situ akan terukir sebuah kalimat. Rabbigfirli waliwalidaiya warhamhuma kama rbayaniir. Seandainya bumi di seputar Ka'bah bisa berbicara, demi Allah aku pernah berkata sambil bertawaf. Rabbighfirli waliwalidaiya warhamhuma kama rabbaani shir. Demi Allah

32:03 ini tertanam dalam diri kita. Kenapa? Karena Allah katakan wabil walidain ihsanan. Berbuat ihsan. sehingga jangan kau kritisi siapa mereka. Ayahku mengecewakanku, Ustaz. Ibuku pun sama. Cuma sayang Islam ini bukan bangga melihat anak mengkritisi orang tuanya. Bukan. Justru Islam bangga ketika anak paham, orang tuamu butuh arahanmu, orang tuamu butuh bimbinganmu. Karena siapapun manusia di atas muka bumi ini, wama khalaqtul jinna wal insa illa liya'budun.

32:48 Kamu anak yang tak berilmu, tercipta untuk ibadah. Tolong orang tua didik anakmu untuk ibadah. Kamu anak yang dewasa dengan pendidikan dan kedewasaan. Orang tuamu bukan siapa-siapa. Tolong melalui kamu pun kebaikan buat mereka. Kamu rakyat yang pandai, yang mau belajar, yang makin melihat Purwokerto ini banyak kekurangannya, Purbalingga ini banyak kekurangannya, Kebumen dan lain sebagainya. Tempat di seputar kamu tinggal banyak kekurangannya. Buktikan cintamu padanya. Apa manfaatmu buat itu? Kamu anak bangsa yang melihat bahwa

33:33 negeri ini penuh dengan kekurangan. Tolong kelebihan apa yang bisa kau tawarkan? Sehingga kalau Islam dipahami dengan benar, wallahi kelembutan yang dipertontonkan. Islam bikin manusia sadar bahwa kamu tercipta untuk sebuah fungsi. Belajar berbuat baik dalam keadaan ihsan. Allahta duhai Rabb yang menciptakanku auzi tunjuki aku, ajari aku, kabarkan

34:22 kepadaku. Ajarkan aku ya Allah untuk bisa mensyukuri nikmat yang kau berikan kepadaku. Kenabian nikmatmu mana yang mesti kudustai? Semua yang kurasa ini semua nikmatmu ya Allah. Bisa duduk di sini ini nikmat. Karena berapa banyak sahabat-sahabat kami yang tergeletak di rumah sakit dengan selimut luriknya? Berapa banyak orang yang tak bisa berjalan? Berapa banyak orang yang tak bisa

35:07 berkata-kata? Demi Allah, nikmat Allah ini banyak. Ajarkan ya Allah, berapa banyak yang pengin punya jodoh belum nikah? Berapa banyak yang pengin punya anak belum dikasih? Berapa banyak yang pengin sehat masih sakit? Lihat kau tak minta Allah beri semuanya. Nikmat Allah mana mesti kau dustai? Fabiaybikuma ya anasur nikmat alai. Ajarkan aku untuk bisa bersyukur, mensyukuri semua nikmat yang Kau berikan padaku. Nikmat yang tak bisa ku hitung.

35:52 Kemuliaan yang banyak sekali. Tinggal di sebuah kota yang tentram, kajian dengan cara yang baik. Tak ada keributan yang mencuat. Kemudahan sampai dalam kehidupan tak merasakan banjir bandang. Tsunapi pun jauh dalam kehidupan. Coba nikmat Allah mana yang mesti kau dustai? Coba walaidai. Begitu pula ajarkan kepadaku untuk bisa mensyukuri nikmat yang kau berikan pada kedua orang tuaku. Apa? Memiliki anak sepertiku. Ajarkan ya Allah agar aku bisa menjadi orang tua yang bisa mencetak anakku pun seperti aku.

36:38 Orang tua yang pernah mendidikku secara manual. Saya suka pakai bahasa yang gampang, manual. Karena orang tua kita ini saya hidup di era 70-an, 80-an yang dibesarkan secara manual ya. Ibu saya menjadi bagian pendengar hari ini. Dia ada di sini. Jadi kalau saya bohong bisa komplain langsung gitu loh. Heeh ya. Jujur dibesarkan secara manual. Sampai orang tua dulu suka bilang urusan anak ini mata jangan kedip. Ini mata jangan kedip. Urusan anak. Anak sakit depan mata, anak sehat depan mata. Jatuh kelihatan, sembuh pun kelihatan.

37:27 Gak ada babysitter. Bahkan demi Allah belum 40 hari pun sudah harus ngejahit. Di mana, ayah? Saya enggak pernah tahu. Makanya saya sempat kesal sama ayah saya, jujur. Tapi sekarang saya cinta banget. Walaupun orang mengatakan gak suka, saya suka sekali sama dia. Ketika saya sudah menjadi ayah, ini waktu yang bercerita. Ketika masuk usia 40, kita mulai berpikir. Saat masuk umur 40 beberapa tahun yang lalu mulai terasa ini. Oh iya. Oh iya. Dulu kita kalau mau minta minuman sama orang tua enggak segampang anak sekarang minta minum sama orang tua.

38:12 Saya masih ingat ibu saya suka bilang kalau kamu tuh nakal cuma depan mata gitu loh. Pulang sekolah paling duduk di pinggir tembok. Mah, mau teh manis dong. Orang tua bilang, "Hei, tangan cuma dua, kompor cuma satu." Galak amat. Saya bilang, "Kenapa ini orang?" orang bilang minum, dia bilang tangan dua, kompor satu. Saya bilang, "Emang mau makan kompor?" Saya bilang gitu kan. Saya mah orangnya penasaran, ada apa sih yang pakai begini amat? Saya longok betul. Ternyata memang betul urusan minta teh manis itu kompor sekarang dulu kan enggak kayak kompor sekarang. Betul. Ibu saya kalau masak air tuh kompornya dicolok dulu. Colok.

39:02 Oh benar. Susah saya bilang. Airnya juga dikompa ditangkap sama panci begitu. Kadang-kadang saya lihat pas apinya nyala udah nyala sama api masih merah nunggu biru entar cemong. Ya Allah. Susah amat saya bilang itu. Air pun dimasak di atas kompor manual. Heeh. Lihat gelembung di air tuh senangnya. Ya Allah. Akhirnya mah ya eh apinya pakai mengecil minyak kosong. Subhanallah. Allahu akbar. Jerigen digeser no ke warung. Masyaallah. Saya bawa jerigen ambil jalan. Ya Allah teh manis aja susah amat ya Allah. Saya bilang, "Heh

39:50 beli dia ngantri itu minyak saya beli diisiin lagi itu kompor. Api pun kembali keluar. Senangnya ngelihat api tuh. Ya Allah enggak lama air mendidih. Yes. Minum teh saya pikir kirain langsung totonya tehnya digodok. Masyaallah astagfirullahalazim. Emang berubah warna mah entah coklat. Ya Allah jadi sih tuh. Sudah jadi. Udah malas, Mas. Sejam seteng urusan teh doang. Saya bilang begitu. [tertawa] Kalau anak sekarang kan minta teh modal gelas, dispenser, pencet merah atau hot keluar air panas. Betul. Tehnya juga kan celup, cekecekkecek. Jadi setengah menit beres urusan teh loh.

40:35 Itu itu pun yang bikin bukan ibunya, baby sisternya. Betul. Babysitter yang bikin. Dulu orang tua dipegang semua. Empat anak dipegang pakai tangannya sendiri. Masyaallah tidak ada keluh kesah. Yang paling mengen apa mengingat kesan kita. Ibu saya tukang jahit. Dia suka bikin tambel-tambelan. Apa namanya? Selimut. Ditambel-tambel sampai panjang. Anak dijajarin tidur bareng ditutupin kayak mayit di Suria. Masyaallah. Gitu. [tertawa] Ingat kalau ingat kayak begitu ya Allah. Iya ya. Tapi anaknya semua jadi. Walaupun mungkin enggak seperti yang dikhayalkan banyak orang. Paling tidak kita keluarga gak pernah ada keributan. Dia bisa menjadi hakim di antara anak-anaknya. Lah sementara kita ini punya anak yang

41:21 pembantu kita punya semua kita punya satu anak pun ditanya ke mana kita enggak tahu. Ketika ditanya ya dulu kalau orang tua ditanya itu si sulung mana, Bu? Tuh di belakang tuh kelihatan tuh yang adiknya itu baru datang. Oh si kecil-kecil itu nih sama saya kelihatan. Kalau sekarang anak sekarang ditanya anak pada ke mana? Wallahualam yang tua maneh itu dia udah seminggu enggak kelihatan nih. Masyaallah adiknya ngikut ngilang juga. yang lain-lain. Aduh, rumah gede tapi sepi. Ini orang tua gak tahu anak di mana loh. Di masa canggih handphone ada bisa ngecek anak enggak bingung anak di mana.

42:07 Dulu orang tua gak ada handphone. Ketika ditanya, "Bu, yang gede ke mana?" Belum pulang. Ibu enggak cari nyari di mana? Ya udahlah, tawakalah ada Allah. Paling begitu. Lihat proses yang sulit membuat sebuah kemuliaan. Lihat. Ini enggak semua orang merasakan seperti ini. Kamu diberikan kemudahan, nikmat Allah mana yang mesti kau dustai? Waktu yang bercerita umur 40 kau berasa. Sehingga kadang-kadang mungkin kau kecewa karena orang tuamu bukan orang tuamu yang dulu. Mulai seperti anak-anak yang kadang bikin pegal mata, pegal hati. Tapi demi Allah kalau ingat kebaikan yang dia lakukan tak terbayar, kendor ini emosi.

42:54 Kau yang kecewa sama ayahmu. Yang kamu katakan ayahmu super sibuk, gak dekat sama kamu sampai enggak merasakan masa kanak-kanak kamu. Demi Allah, ketika kau jadi ayah, kau baru tahu ayahmu tidak seburuk yang kau sangka. Karena kalau ayahmu buruk, Allah enggak titipkan kamu melalui dia. Yang kau kecewa, ayah jalan, ayah jalan. Makanya memang istri ini partner dalam hidup ini. Kalau suami dalam keadaan sibuk, anak bertanya, bisikan di telinganya, ajarkan doa. Ayah ke mana sih, Bu? Ya, ayahmu kan kerja. Orang laki harus kerja. Gimana mau bisa berjalan rumah tangga

43:39 kita kalau enggak ada yang kerja, Nak? Udah doain semoga Allah berikan kemuliaan. Ini kan kalau istri sekarang kan enggak begitu. Anak komplain, "Bu, ayah mana sih?" Tahu deh ayah kamu sih. Wallahualam. Ya Allah. Masyaallah. Kamu kecewa kan? Iya, Bu. Ibu lebih kecewa, Nak. Masyaallah. Nanti kalau dia pulang, kita berkoalisilah Nak. Dia masuk, kita keluar, "Nak, di depan pagar kita akan mengatakan yelyel turunkan ayah ganti ayah." Begitu dahsyat sekali. [tertawa] Ini kan bahaya kalau sudah begini. Harusnya dia pahami bahwa ayahmu juga bisa menangis gak seperti kamu menangis.

44:26 Ketika saya jadi orang tua baru paham, ya Allah itu motor saya kalau bisa ngomong-ngomong itu. Ini saya orang yang enggak pernah bisa naik mobil sebenarnya. Lebih dari sejam saya pusing di mobil harus pakai motor. Jakarta Bogor saya pakai motor. Ya kehujanan ya kepanasan pokoknya tiap hari 250 km lah 1 hari. Makanya jangan beli motor bekas saya lah gitu ya. Subhanallah. Ketika macet mana motor yang kita pakai motor besar semua CC-nya panas di paha. Ya Allah. Makanya jangan heran kalau Ustaz Subhan Blu jin, tolong jangan dihujat ya gitu loh. Karena memang saya kalau enggak pakai blu jin habis nih bulu kaki saya

45:12 mesin panas gitu loh. Jujur ya Allah kadang-kadang kena macet motor panas kena matahari hujan ya Allah anak-anak gak tahu kalau saya begini nih ya Allah jangan-jangan dulu ayah saya juga begini di rantau dia menangis kalau malam dia nikah pengin punya anak dia pengin dibesarkan membesarkan anak dengan cinta dia gak mampu ya Allah kok saya menghujat orang tua saya Ya, ketika saya merasakan betapa beratnya hidup, Allahu Akbar. Sehingga muhasabah diri pun timbul dengan sendirinya. Ini yang jawaban doa yang kau katakan anurmat

46:00 wa. Ajar aku bersyukur ya Allah atas nikmat yang Kau berikan kepada kedua orang tuaku ya Allah. Kenapa punya anak seperti aku ya Allah? Untuk apa? Anala shihan tardahu. Agar karena itu semua aku bisa berbuat amalan yang baik. Tardoahu yang kau ridai. Arti yang dalam sebuah amal yang kau lakukan memiliki penyebab sehingga Allah rida karenanya. Gak main-main amal yang diperbuat karena jam terbang. Pengalaman yang kau lakukan. Makanya saya suka pakai bahasa yang gampang. Kalau anak belum bikin pegal mata, pegal hati orang tua,

46:48 kayaknya doa kita belum khusyuk deh. Kalau orang tua belum nguji kita dengan ujian yang kadang-kadang kita enggak kuat, kayaknya doa kita belum khusyuk deh. Paling doain anak cuma Rabbi habli minas shihin. Rabbi habli min gitu doang. Gitu. Doain orang tua juga. Rabbigfirli waliwalidah warahm. Enggak ada bobot itu doa. Entar ketika anak bikin pegal mata, pegal hati, ya Allah astagfirullah. Mukadimahnya sudah istigfar, ustaz. Si itu gini. Astagfirullahalazim. Tadi dia begitu. La ilahailla anta

47:33 subhanaka inni kuntu minzalimin. Terus dia juga begitu. Rbanaamna anfusana. Mulai itu doa kita. Rabbi habli minihin. Ya Allah minasihin. Ya Allah minas shihin. Minasihin ya Allah. Beda ya. Antum lihat yang pertama. Rabbi habli minasolihin. Karena belum diuji. Sekarang diuji sudah sama anak. Rabbi habli minasihin. Ya Allah minas shihin. Shihin. Ya Allah. Sampai orang nanya anak salihin. Bukan, bukan, bukan, bukan bukan. Ini mah orang saleh maksudnya. [tertawa] Rabbighfirli waliwalidaiya warhamhuma kama rbayani shgiro. Udah orang tua mulai kayak anak

48:20 kecil, kita sudah mulai disalahin mulu. Eh ada aja tingkah laku dia yang ya Allah mau jujur takut jantungan, enggak jujur gimana serba salah gitu loh. Dah ambil wudu berdoa dah. Rabbigfirli wali walidaya ya Allah. Ya Allah waliwalidaya. wali-wali dayaya. Ya, [tertawa] saya pernah bertemu sama seorang ustaz yang eksis jugal lah dari Sumatra. Sudah usah disebut namanya ya. Eh, kalau dia lihat streaming ini dia ketawa sendiri kali ini. Saya memang sudah target saya, rencana saya tuh pengin ke Multazam tuh di Ka'bah. Udahlah saya udah sebulan ini enggak enggak ke Multazam, enggak ngeduain orang tua. Saya pikir saya pengin duain orang tua dari situ. Saya

49:06 mau berebut enggak lama dia nengok. Eh, gimana antum kir? Masyaallah. lagi pegal sama orang tua. I [tertawa] sama jos. Tapi jujur loh ya kalau gak diuji kita gak khusyuk. Alam yni lilladina amanu anyaubuhum lidikrillah wzala minal haq. Lihat orang beriman. Lihat Allah uji orang beriman. Ujian Allah ingin mendatangkan kekhusyukan. Orang kalau gak diuji gak khusyuk. Ini umur 40 flashback enak sekali kita. Orang yang petangtang peting peteng teng

49:52 petongtong umur 40 mulai berubah dah. Enggak usah orang ngingetin badan ngingetin kita. Betul. Kalau umur 40 hafalan belum banyak, ibadah belum rajin berasa. Apalagi kebagian imam baca panjang. Betul. Nah, kita kayak pohon kering di belakang imam. Betul. Imam baca waladin. Amin. Bismillahirrahman ya. Yasin ini kalau 40 baru tobat.

50:38 Ya Allah. Enggak tahu hatinya ngomong apa. Saya enggak paham dah. Mungkin mungkin hatinya ngomong berhenti di mana ini ayat? Ya Allah. Betul. [tertawa] Kalaupun dia paksakan dengkulnya ini kayak pohon kering krekek krekek gitu. Aduh ya Allah kenapa musiidia si imamnya ya Allah gitu. [tertawa] Berat lu ya berat. Jangan main-main. Makanya memang usia tuamu cerminan masa mudamu. Kalau muda enggak asing-asing banget mah enteng. Enggak khawatir ya. Karena enggak main-main ni umur 40

51:24 enggak main-main. Ya Allah. Orang pulang kerja umur 40 terlambat karena macetnya jalan. Ini mah Purbalingga, Purwokerto mah aman lancar jalanan. Kalau Jakarta Oh, masyaallah 1 kilo aja kalau pakai mobil bisa 1 jam. Kita kan sopir paling sabar di dunia ya. Sopir Jakarta gitu loh. Oh. Kok enggak nyampai-nyampai jalanan? Masyaallah. Jadi kadang-kadang kita kalau kena macet sampai di rumah tuh suka terlambat. Magrib kebagian, isya di rumah biasanya gitu ya. Sampai di rumah tuh ya Allah mana empat lagi ya Allah. gitu tuh empat rakaat pun jadi masalah buat orang yang baru tobat loh. Ya Allah kenapa isya 4 Ya Allah

52:14 kenapa enggak subuh jam bangun tidur fresh Allah pun diatur sama orang begini gitu loh. Tuh bahaya kan. [tertawa] Mudah-mudahan sih kita enggak tergolong ya. Tapi itu kenyataan tuh orang kalau umur 40 tuh baru tobat. Allahu Akbar. Banyak yang berat dalam hidup dah ya. Kadang-kadang aduh susah dah kita bayangin ibadah itu ya Allah ya. Karena di Islam ini agama adalah sebuah kebiasaan. Kalau dari kecil dibiasakan salat sampai gede enggak ada masalah. Cuma karena enggak dibiasakan mau bilang apa? Kita gak dibiasakan baca Quran. Ngelihat Quran pegal. Umur 40. Umur 40. Antum baru tobat ngaji dua lembar ngebet

53:00 belakang. Ya Allah masih lama betul ya Allah gitu. Udah putus asa duluan. Tapi kalau biasa ngaji enggak ada masalah. Emang butuh kebiasaan dan agama ini dibiasakan. Makanya bahasa Rasul ke anak-anak kecil zaman Rasul saja ya ghulam ihfazillah yahfaz ihfazillaju amamak takaruballah yifidah. bahasanya apa ya? Ghulam. Ghulam itu kan anak 9 tahun ke bawah. Anak kecil pun disuruh menjaga Allah. Ya gulad ihfazillah. Hei anak kecil jaga hukum Allah. Yahfazuk. Allah jaga kamu.

53:46 Walaupun gak ada kewajiban 7 tahun salat ajarkan salat. Kalau 7 tahun dibiasakan salat 10 tahun gak bakal ninggalin salat. Jaminannya pukul. Padahal gak salat pun gak dosa, enggak perlu dipukul. Ini jaminan Islam. Islam enggak enggak takut apa mempertaruhkan nama baiknya. Enggak ada satu hukum pun memerintahkan Islam suruh menyakiti anak. Gak ada. Tapi Islam berani mengatakan kalau 7 tahun dibiasakan salat, 10 tahun dia gak salat pukul. Artinya apa? Tidak mungkin tidak salat. Begitu bahasanya. Asal dibiasakan sama dengan kita.

54:31 Orang kalau dibiasakan ibadah, ibadah ini ringan. Tapi kalau agama enggak dibiasakan berat. Kita ngumpul ngaji gini, Allahu Akbar. Ini bukan enak, bukan bukan ringan. E berat kalau yang enggak terbiasa. Apalagi kalau orang yang bayangin kalau pengajian tuh identik sama cara-cara dulu. Orang ngaji tuh identik sama ngantuk. Terus hal-hal yang membosankan seputar para sepuh dan manula gitu ya. Suasana di lingkungan tempat ngaji pun yang tercium kalau enggak minyak kay putih caplang. Betul ya? Kayaknya gaya ngaji tempo duelo bener gitu ya.

55:17 Ternyata gak ya. Mitos itu sudah bisa kita hilangkan. Nah, ngaji itu asik loh. Makanya kalau momen kayak gini kita enggak manfaatin, rugi kita. Ini masjid Allah mudahkan buat kita. Ada momen waktu kosong, faid farqta fansop. Isi waktu lah. Wong kajian ini asik kok. Islam ini yusrun sebuah kemudahan. Aneh kalau sampai Islam enggak nyampai tuh aneh. Ini yang diajarin si ustaz apa sampai bikin orang lari apa? Subhanallah. Kalau cara rasul yang ditawarkan semuanya kemudahan yusrun karena agama sebuah kemudahan yasir tuir permudah manusia jangan dipersulit agama ini mudah

56:14 yang aku bisa beramal saleh yang kau ridai ya Allah. Tapi amal saleh yang ada pengalaman sebelumnya. Aku berdoa, "Rabbighfirli wali walidaya, aku bisa menangis, ya Allah karena aku tahu, Ya Allah, sulit mencintai mereka karena kesalahan mereka. Cuma saya harus belajar mencintai, membenci karena Allah. Apalagi bahasanya wasohibhuma fid dunya ma'rufah." Level orang tua saya kan enggak ngajak saya bikin dosa. Di Quran ada ayat yang mengatakan wain jahaaka ala anusrikabi maaisa laka bihi ilmun fala tutuma

56:59 wasohibhuma fid dunya makrufah. Ini yang kita enggak bisa mengelak. Wa jahausrikabi. Kalaupun orang tuamu jahadaka bersungguh-sungguh antusrik mengajak kamu berbuat syirik kepadaku, kata Allah. Artinya orang tuamu semangat kayak orang tuanya para sahabat dulu. Pengin banget Nabi Muhammad tuh masuk agama Quraisy. Pengin banget Saad bin Abi Waqqas kembali pada agamanya. Pengin banget Abu Hurairah kembali pada agamanya. Demi Allah kita gak merasakan kesulitan para sahabat. Malaisa biilmun. Kalau sampai mereka seperti itu, kalian

57:46 tidak punya hak untuk mengikuti mereka. Manisnya iman ketika kau kedepankan Allah. Ayakunallah waasulahu ahabba ilaihi mimman siwahuma. Ketika kau ingin merasakan manisnya iman Islam, Allah dan Rasulnya lebih utama ketimbang lainnya. Ukurannya itu. La thaata limakluqin fi maksiatil khaliq. Tidak ada taat kepada makhluk untuk maksiat kepada Allah alkhaliq. Tidak ada. Tidak ada. Khaliq. Tidak ada patuh dan taat kepada makhluk untuk maksiat kepada Allah. Maaf. Ini akidahnya Imamul Hunafa Ibrahim.

58:32 Hatta orang tua, hatta yang melahirkan kita kalau ngajak kita berbuat maksiat sama Allah fala tutihuma. Jangan taat. Kalimatnya fala bukan wala. Kalau wala ada jedah fala cepat cepat tolak. Fala tutihuma. Jangan patuh baru wasohib bukan fasohib. Karena berat menjadikan dia sahabat. Berat. Cepat tolak tapi terus dekatin jadi sahabat. Wasohibhuma fid dunya ma'rufa. Jadikan orang tuamu sahabat yang transparan. Berat. Demi Allah berat. Di sela-sela dia mengecewakan kita, kita

59:18 menggandeng tangannya tersenyum ke langit. Berat. E gitu ya. Jujur loh ya kalau yang merasakan betul-betul dahsyat. Ya Allah, Ustaz. Ya, tapi ya memang PR hidup dia mengganggu perjalanan bisnis saya. Ustaz, hidup ini bukan masalah bisnis. Kalau bisnis itu survive Anda di atas dunia untuk dapat rezeki berjihad dengan harta. Tapi ini orang tua nih aset akhirat. Buat apa harta yang berlimpah ruah? Buat apa perusahaan besar yang kau miliki? Buat apa jabatan tinggi yang membuat engkau bangga di hadapan

1:00:03 manusia? Buat apa kepandaian title yang panjang di depan nama dan belakang nama yang kelak bakal bikin repot tukang sabloon sama tukang bikin batu nisan. Oh masyaallah. Buat apa? Buat apa kalau sama orang tua kita enggak akur? Sehebat apapun kamu di mata manusia, semulia apapun kamu, kalau sama orang tua enggak, aku rugi. Ambil semua yang kumiliki ambil, ya Allah. Ambil titipan yang pernah kau titipkan padaku, ambil ya Allah. Tapi jangan sampai kau ambil tali kasih cintaku pada mereka ya Allah. Karena gak ada artinya. Kita bangga dengan istri yang cantik, anak yang lucu, rumah yang mewah, mobil yang bagus. Sama orang tua enggak akur. Buat apa?

1:00:49 Buat apa? Karena kadang-kadang ujian kita ya orang baru dalam hidup kita ya istri kita ya suami anti. Ini yang menjadi hakim dalam hidup kita kadang-kadang yang semuanya serba salah di posisi serba salah. Tapi kalau kita orang laki, seberat apapun kenyataan yang kita rasa, tolong ibumu, ibumu, ibumu, ayahmu, baru keluargamu. Karena bahtera rumah tangga yang kau menjadi nahqodanya tidak mungkin bisa berlabu di surganya Allah tanpa rida dia. Gak ada artinya. 1000 teori yang kau khayalkan untuk sebuah kemuliaan. Tidak ada kemuliaan tanpa rida mereka.

1:01:35 Coba buat ini menjadi sebuah perjalanan hidup kita. Waaslihliyati ini agar aku bisa mengislah diriku. Karena kebaikan yang telah kulakukan ni gak ada manfaatnya kalau enggak dapat rida mereka. Buat apa ya Allah? Dia minta sama Allah. Ini yang Rasulullah pernah sampaikan dalam sebuah hadis yang sahih tentang orang yang bertawasul dengan kebaikan yang pernah dia perbuat sehingga dia masuk ke dalam gua. Amal saleh yang pernah dia perbuat. Buat dia menahan susu untuk haus anak-anaknya. Karena orang tuanya yang belum bangun.

1:02:21 Orang tuanya diduruin baru yang lainnya. Berat. Bukan ringan. berat. Kita enggak selevel mereka, cuma Allah jadikan contoh mereka. Makanya bahasa Allah wain jahadaka al tusrikabi ma laisa laka bihi ilmun. Jadi kalau sampai orang tuamu ngajak kamu berbuat dosa, maksiat, karena orang tuamu tergantung pendidikannya juga. Dia kesal sama yang satu, berbisik sama yang satu. Dia benci sama yang satu, dia berbisik sama yang lainnya. Ya, dia manusia buat kita nih PR hidup bukan membenci mereka. Ya udah dulu juga sama. Ya Allah, Ustaz serba salah Ustaz. Masyaallah

1:03:07 kita kasih dibilang sedikit, kita belum ngasih dibilang ngelupain. Masyaallah serba salah. Serba salah. Kesibukan kita dianggap melupakan dia. Ya Allah, Ustaz, saya bingung-bingung. Ah, dulu kamu juga begitu sama waktu kamu kecil, orang tua kamu juga bingung. Enggak ada tamu itu makanan di toples enggak disenggol. Betul. Tang minta pangku mau entau gitu loh. Kemarin enggak minta gitu loh. Ada tamu minta. Ya sebenarnya mah kalau dipikir-pikir mah memang anak cuma pengin eksis. Nah, orang tua kayak anak kecil begitu

1:03:52 juga. Kemarin enggak minta giran kita sibuk dia nyeredeng. Mirip. Jarang negor kita giran tamu datang batuk mulu gitu. Oh ini pengin is nih. Ah kita paham dah kalau udah begitu dah. Terserah orang mau bilang apa ya kita panggil aja sini mah. Eh sini mah. Eh ini orang tua kita nih. Eh entar juga dia malu kayak anak kecil gituin kabur gitu loh ya. Ya, masa kita kudu berilmu tentang hal seperti ini. Jangan menimbulkan kebencian. Ya Allah uji. Allah uji anali shihan tardahu yang kau ridai ya Allah. Karena buat apa salat kalau sama orang tua gak akur?

1:04:38 Buat apa salat kalau sama mertua enggak dekat? Buat apa salat kalau sama tetangga enggak akur? Buat apa salat kalau kita enggak bisa berbuat baik sama tamu? Buat apa? Buat apa ini? Kita nuntut ilmu. Datang ke majelis belajar. Buat apa kita belajar kalau pada basicnya kita sama orang tua enggak dekat? Ilmu kita gak bermanfaat. Ilmu kita gak pernah bermanfaat. Antum buka sejarah orang sukses di atas dunia ini yang versi Islam aja dah. Tidak ada background hidup mereka kecuali orang tua mereka. Rida sama mereka. Antum buka sejarah para sahabat radhiallahu anhum. Lihat antum buka sejarah para tabiin, tabiut tabiin. Lihat

1:05:25 antum lihat sejarah para penakluk negeri-negeri kafir. Buka sejarahnya Abdurrahman Alghafiki. Buka sejarahnya Thariq bin Ziyad. Buka sejarahnya ee Abdul Malik bin Marwan. buka sejarahnya Muhammad Alfatih yang membuka Konstantinopel, pemuda yang heroik yang bisa membuka pintu Konstantinopel pada pasca Turki Utsmani. Lihat setelah Konstantin apa Konstantinopel terbuka, dia enggak royit di Konstantinopel. Dia teruskan perjuangan sampai ke dalam Eropa. Terbunuh di medan tempur. Karena dia

1:06:11 tahu hidup bukan tamatuk, hidup berjuang. Lihat generasi dahsyat, lihat background-nya, lihat orang tuanya, lihat lihat umahatul Ulama. Lihat. Lihat sahabiat Rasulillah sallallahu alaihi wasallam. Baca sejarah Asma binti Abu Bakar. Anak orang kaya Abu Bakar Assiddiq assiddiqul akbar. Lihat yang tak menolak lamaran seorang pemuda yang berilmu. Zubair bin Awwam dengan kemiskinannya. Lihat Allah lahirkan lima manusia mulia semua mati syahid. Anak-anak Asma binti Abu Bakar.

1:06:57 Lihat bagaimana dialog Asma dengan Abdullah bin Zubair, anak yang sulung yang pertama ketika bertempur bertemu dengan Alhajaj Assqafofi. Alhajjaj as-Saqofi pemimpin munafik. Ini panglima yang munafik. Dia temui Asma ibunya. Asalamualaikum Ibu. Kuemui kau hari ini karena aku memohon keridaanmu. Sepertinya ini pertemuan kita yang terakhir. Kita tahu sejarah hamil Abdullah bin Zubair ini ya. Ketika Nabi dan Abu Bakar

1:07:46 ngumpet di Kuasur waktu mau hijrah ke Makkah, itu yang bawain makanan dari bawah ke atas tiap hari asma sampai terkenal dengan wanita dengan dua ikat pinggang, kan. Nah, ibu-ibu yang pencinta yoga yang dikit-dikit nanya, "Taz, apa hukum yoga? Olahraga yoga, yoga gitu ya. Asma enggak yoga." itu dari Goa Sur kalau kita ke dari bawah kelihat ke Goa Sur itu 2 jam seteng orang sehat belum tentu nyampai ke atas itu. Tiap hari Asma bawain makanan buat Rasul dan ayahnya Abu Bakar hamil Abdullah bin Zubair 9 bulan naik gunung naik turun gunung enggak yoga gitu loh

1:08:35 jujur loh. Lahirlah Abdullah bin Zubair. Dia tahu sakitnya hamil yang pertama. Maka wajar kalau Abdullah datang ke ibunya minta rida karena ibunya sayang sama dia. Ibunya sayang sama dia. Anak pertama kesannya beda. Kinta ridamu wahai ibu kalau ini adalah pertemuan terakhir kita. Asma itu di usia tuanya itu buta. Sebagian mengatakan usianya 100 tahun lebih. Asma tua sekali. Kata Asma, kalau memang ajal sudah ditakdirkan, orang mana yang bisa menghindarinya? Kulluun nafsin zaqatul maut. Peluk ibumu, Nak. Peluk. Peluk.

1:09:20 Asma minta dipeluk sama anaknya. Anaknya pun memeluk ibunya. Ketika asma yang buta merasakan di badan anaknya Abdullah bin Zubair, seorang panglima perang memakai baju besi menghadapi kematian, Asma marah. Jauhkan dirimu dariku. Buka baju besimu. Buka. Inikah anak Asma binti Abu Bakar, wanita yang dikatakan pemilik dua ikat pinggang. Inikah anak Zubair bin Awwam penunggang kuda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Inikah cucu kekasih Rasul Abu Bakar Assiddiq assiddiqul akbar

1:10:07 ingin bertemu dengan musuh yang kemungkinan syahid menggunakan baju besi. Buka bajumu, Nak. Buka. Biarkan pedang tajam milik musuhmu, Alhajad Assaqafi menoreh bagian kulitmu. Darah yang keluar akan menjadi saksi wangi kesturi di akhirat nanti. Nak, buka bajumu. Dibuka bajunya. Kalau itu yang kau inginkan, wahai ibu. Dia pun bertempur dan dia pun mati. diikat di sebuah batang kering. Disalib dia oleh Alhajad Assaqfi. Asma mendatangi bait anaknya dan dia rida dengan kematiannya. Nantikan aku di

1:10:53 pintu surga wahai anakku. Apa kata Alhajad Assaqafi? Lihat wahai wanita buta tua. Lihat lihat. Lihat anakmu si pengkhianat telah kubunuh. Neraka siap menjilatnya. Jaga lisanmu wahai munafik, anakku menantiku di pintu surga. Allah muliakan dia dengan syahid. Lihat, lihat sosok orang tua yang mengerti sekali bahwa warna, jiwa, karakter seorang anak tergantung jiwa orang tuanya. Sehingga kalau kamu punya orang tua yang kamu pandang dia gak mulia di mata kamu, Allah yakin ada kemuliaan di balik kekurangannya.

1:11:39 Cari itu, cari. Bahkan kalaupun dia sudah bisa, sudah menjadi mayit, demi Allah sambung silaturahmi dengan teman-temannya. Cari tahu siapa orang tuamu, cari tahu siapa dia. Sampai kalau temannya mengatakan ayahmu penuh dengan kekurangan minta maaf untuknya. Kalaupun dia punya kelebihan, ingat kelebihan tersebut perbanyak sebagai amal salehnya. Sisanya doakan dia. Doakan dia. Ini yang Rasulullah melihat dengan mata kepalanya dibentangkan alam barzakh. Ada mayit yang sedang dicambuk oleh malaikat. Berhenti cambuk malaikat.

1:12:25 Bertanya si mayit, "Lima takifu minorbik?" Kenapa kau hentikan cambukanmu padaku wahai malaikat? Apa jawab malaikat? Bagaimana aku bisa mencambukmu sementara anakmu beristigfar untukmu? Usia 40 menyadarkan kita untuk mengerti yang kita butuhkan anak saleh yang bisa beristigfar untuk kita. Kuatkan mental kita.

1:13:13 Baguskan iman kita untuk bisa menjadi orang yang Allah katakan ya ayyuhalladzina amanbiru wasobir warbitu wattaqulah laallakum tuflihun. bersabar sampai dia dewasa yang dia bisa mengatakan rbighfirli waliwalidaya sampai dia dewasa yang dia nanti bisa memandikan mayit kita sampai dia dewasa nanti mengkafankan kita sampai dia dewasa nanti dia akan menyalatkan mayit kita menghadap makmum yang berbaris dengan tiga saf yang sunah. Di hadapan kalian ada ayahku, di hadapan kalian ada saudara kita, orang tua kita. Mungkin selama dia hidup banyak

1:13:59 janji-janji indah yang dijanjikan yang belum ditunaikan. Aku anaknya. Sebagaimana sunah Rasul yang tak mau menyalatkan mayit yang masih berhutang. Aku anaknya. bertanggung jawab atas semua kewajiban yang belum dia tunaikan. Rujukan kepadaku. Fakabir Arbaan. Allahu Akbar. Anak yang akan bicara di pinggir lubang, di sikut yang masih banyak tanah dan lutut yang masih banyak tanah. Karena dia tangkap mayit orang tuanya masuk ke lubang kubur. Ketika tanah belum rata menutup lubang.

1:14:44 Dia pun menegakkan sunah yang Nabi ajarkan. Istagfirikum wasalullahas lahuasbitahulusal. Anak yang sadar, wahai yang hadir, mohonkan ampun buat orang ini. Ayahku, saudara kita, keluarga kita. Tanah belum rata menguruk lubang. Langkah belum belum tuntas tujuh langkah dilewatkan. Dia sedang ditanya anak yang betul-betul mengerti orang tuanya butuh pelita dalam kuburnya. Maka ratban minikrillah dia bikin basah mulut karena mengingat Allah untuknya.

1:15:32 Mulutnya tak pernah lepas mengatakan rabbighfirli wali-wali dayaya. Menjadi sebuah rentetan mukadimah doa. Setelah dia mengangkat tangan membaca isim a'zam. Waukumahu wahid. La ilahailla huaahmanahim. Alif lam mim. Allahu la ilahailla hual hayyul qayyum. Allahumma inni as'aluka bianni ashadu annaka antallah la ilahailla anta lahadus somad. Lam yalid walam yulad walam yakun lahu kufuwan. As'aluk ya Allah. Dia berkata asaluk. Permintaan dia yang pertama. Rabbighfirli waliwalidaiya.

1:16:18 balasan tergantung perbuatan aljazainsil amal karena orang tuanya yang mendidik seperti itu. Orang tuanya pun mengatakan begitu. Dalam kala safar, dalam kala sebuah tempat hujan turun terzalimi di majelis di mana pun dia berada dia pun mengatakan as'aluk ya Rabb. minihinbi habli minihinbi minihin. Ya Allah berikanlah kepadaku anak-anak yang saleh. Anak-anak yang tahu bahwa orang tuanya makin hari ini makin kurang bukan makin lebih. Anak-anak yang sadar bahwa orang tuanya manusia tempatnya salah. Anak-anak yang sadar bahwa memang dia tercipta untuk menutupi kekurangannya.

1:17:04 ya diriku untuk kebaikan pada keluargaku. Ini aku bertobat ya Allah. Dahsyatnya usia 40 membuat hati ini bergetar. Sehingga ulama mengatakan doa ini doa orang menjelang usia 40. Bukan cuma hafal doanya, dia pahami artinya. Terarah dia dengan ayat. Karena memang ayat tersebut laba fi hudan lil muttaqin. Gak ada keraguan di dalamnya. Petunjuk buat orang yang bertakwa. Dia kritisi takwa dalam kehidupannya. Dia berharap Allah muliakan dia dengan

1:17:51 kemuliaan yang banyak. Waala walidaah. Usia 40 menggiring kita untuk paham bahwa kita makin hari makin kurang, bukan makin tambah. Mata kita bukan mata kita yang 10 tahun yang lalu. Jantung kita pun bukan jantung kita yang 10 tahun yang lalu. Emosi kita pun sama. Ini waktu mengingatkan kita. Kalau dulu jarak jauh kita ngelihat orang tegas, "Oh, si fulan datang tuh." Oh, dia bertiga eh sama temannya ya situ. Lihat ini jarak sekian ratus meter loh. Sekarang depan pintu siapa itu gitu.

1:18:37 Ini mata sudah mulai burem ini. Jantung kita sama dulu. Kabar yang menakutkan seperti apap pun gak ngaruh. Enggak ngaruh. Ini sekarang jantung kita Subhanallah lah. Wong pintu ketabrak angin berbunyi 2 hari deg-degan. Ini ada masalah di jantung berarti nih. Emosi yang enggak kekontrol. Subhanallah. Dikit-dikit marah, dikit-dikit ini. Ya, kita bukan kita yang dulu. Coba waktu bercerita menatap kaca pun kita mulai sadar betul ya saya bukan saya yang dulu. Allahum kama hasanta kholqi fasin khulqi ini kayaknya sudah mulai nyinggung dia

1:19:23 gitu loh. Karena kan doa ngaca begitu ya. Allahum hasanta khqi fasin khulqi artinya apa? Allahuam lagi ya. Allahum mahasanta khqi. Ya Allah seperti Engkau baguskan ciptaanmu pada diriku ini. Fahasin khulqi. Baguskan akhlakku ya Allah. Kan merasa diciptakan bagus. Dulu memang bagus ngacak mulu. Sekarang apa yang bagus? Ya gitu loh. Mulai sadar diri kita. Kita bukan kita yang dulu umur 40 ngingetin kita setahun, 2 tahun, 10, 20, 30, 40 ke bawahnya kita makin kurang. 41, 42, 45, 50, 60. Ee habis

1:20:09 puncaknya umur 40. Nah, ketika puncak ini yang mesti kita pikirkan, bagaimana kalau nanti Allah jatuhkan kita? Artinya ada regenerasilah mulai cetak anak-anak kita tadi menjadi anak yang sadar bahwa orang tuanya ini bukan orang tuanya yang dulu. Orang tuanya ini orang yang terkena hirup dunia sehingga hatinya teracuni. Dari kecil nih orang tua sudah banyak ngomong, jarang zikir, banyak makan gak kontrol. Mau bilang apa? Orang tuanya sudah banyak bergaul, melanglang buana. Sama siapa pun dia berteman, sama yang enggak jelas pun dia berteman. Betul. Ini orang tuanya gaul habis.

1:20:55 Orang mana yang enggak kenal dia sehingga enggak berasa hatinya teracuni pergaulan. Matanya yang hitam bersepah putih mata tua yang dia miliki ini sudah melihat apa? Semuanya dia lihat dari yang baik sampai yang buruk tuh terkena racun hati. Maklumi kalau seandainya tingkah lakunya keras. Kan bahasa rasul begitu kan. inamikrillah qwatunqbi wa inna abadallah alqbul qih jangan banyak ngomong tanpa zikir ya dia melanglang buana dagang bergaul enggak ada zikir sama sekali ya akhirnya hatinya keras

1:21:41 karena ee kasratul kalam bighir zikrillah qwatun lilqolb karena yang namanya banyak ngomong tanpa zikir bikin keras hati. Orang yang paling jauh dari Allah, orang yang hatinya keras. Wajar dong, hatinya keras. Kita harus cari metode gimana orang tua kita supaya hatinya enggak keras. Harus dibuatkan sebuah nutrisi. Ini ayah kita ini enggak pernah tahu kita kalau dia ngelarang kita makan yang haram, kita enggak bisa ngelarang dia dulu. Betul. Lawang langkahnya lebih jauh kok. makanannya betul-betul enggak ngontrol dirinya, hatinya keras, pergaulannya pun sama. Ketika dia larang

1:22:26 kita bergaul sama yang aneh-aneh, kita enggak pernah bisa ngelarang dia bergaul temannya aneh-aneh juga dulu. Karena kaca enggak ngebuang lanjaran. Kadang-kadang kalau kita enggak tobat, mirip sama masa lalu orang tua kita. Akhirnya hatinya keras. Nah, tolong kalau memang kamu sudah tahu hatinya keras karena apa, siapkan 11 maklum buat 10 salah yang dia lakukan. Siapkan 101 maaf buat 100 kesalahan yang dia lakukan. Maklumi dia. Tugasmu membuatkan nutrisi untuknya. Siapkan lingkungan di mana orang tuamu bisa berzikir. Baca Quran. Ingat Allah. Jangan ngomong hukum.

1:23:11 Insyaallah orang tuamu orang baik, dasarnya baik. Mungkin kalau kamu yang enggak bisa ngomong hukum sama dia, biar waktu yang bercerita dia akan disampaikan hukum kepada dia. Buatkan lingkungan yang islami. Rumahmu dekat masjid, alhamdulillah. Beliin sarung yang bagusan dikit. Belikan baju yang bagusan dikit. Dia suruh pilih gandeng tangannya pilih dia lah. Namanya orang tua senam pakai baju bagus. Betul. Sehingga baju yang bagus yang dia beli, sarung bagus yang dia dapatkan membuat dia semangat berdiri di saf yang paling depan. Sudah punya waktu panjang dia buat beribadah. Betul. Jangan kau marahi dia kalau gak suka ngaji. Kamu pernah tanya enggak, ayah,

1:23:59 ibu, matamu berapa, Minnya? Pernah tanya enggak? Mungkin dia gak suka ngaji karena dia gak bisa baca Quran, matanya rusak. Atau jangan-jangan kacamata yang dia pakai sudah enggak layak dia pakai, mata tua sudah dia miliki. Atau jangan-jangan dia terkena katarak, pernahkah kau kumpulkan dana buat membuat matanya sehat? Pernah tidak? Paling tidak kau bertanya kepada dia, "Wahai ayah, wahai ibu, apa yang kalian butuhkan? Saya gak pernah tahu apa yang kalian butuhkan. Bicaralah. Rasul mengatakan, "Anta wauka liabika." Kau dan hartamu milik orang tuamu. Tanya wahai ayah. Saya khawatir kesibukan saya, kesibukan

1:24:46 saya ini wahai ibu membuat saya enggak dekat sama kalian. Tapi demi Allah, jangan bersuuzon pada anakmu. Karena ketika kau tak tahu di mana aku berada, aku ada di dekat Multazam untuk mendoakanmu. Aku berada di atas Raudah untuk mendoakanmu. Apalagi aku lihat kekuranganmu. Demi Allah, hina diri ini kalau gak bermanfaat buat kamu. Tanya sehingga orang tuamu tahu bahwa memang dia difasilitasi untuk sebuah kebaikan. Jangan salahkan dia. Kalau seandainya dia gak bisa bangun pagi, tidurnya kebablasan, jangan salahkan dia. Dia orang yang leti, orang yang capek. Sudahkah kau belikan vitamin untuknya? Sudahkah kau pernah mencari sesuatu yang

1:25:32 manfaat buat dia? Ya wajar saja dia cemerut sama kamu. Kamu lupa bertanya. Ada sesuatu makanan yang memang dia suka, lama tak kau tawari dia. Kau bercerita bertemu dengan temanmu, makan enak di sebuah tempat, orang tuamu nelan ludah. Dari mana, Nak? Ketemu teman, Bu, Pak. Oh, segar amat. Oh, tapi habis makan enak. Oh, iya. namanya partner bisnis, Bu, Pak. Saya lobi dia, Pak, di tempat yang dahsyat. Itu makanannya, Mah. Masyaallah. Aduh. Yang mama senang tuh yang udang

1:26:17 gede-gede. Cuminya itu. Aduh, masyaallah. Di mana, Nak? Ada deh. Gitu. Sokoles lagi orang tua. Ya Allah. Kalau emang bakal begitu, jangan cerita, Nak. Ya Allah, ini tingkat iri ibumu ini tinggi sekali. Karena memang ibu enggak bisa nahan ini jiwa kekanak-kanakan. Kamu enggak tahu kamu ngomong begini nih, ngimpi seminggu urusannya, Nak. Gitu loh. Kamu bikin apa itu, Nak? Parcel mah sampai cakep amat. Buah-buahannya disusun tuh ada pala burungnya. Ini satu sisir jadi buntut merak. Oh,

1:27:03 masyaallah. Cakep amat, Nak. Ini parcel buahmu buat teman Pak. Ya namanya teman saya kan orang hebat, orang pintar, Mak. Kita kalau enggak kita gini-gini ini, enggak. Makanya saya sengaja bikin parcel yang mahal ini. Ini plastiknya aja inden, Mak. Masyaallah inden apa sih? Wallahuam, Mak. Gitu. [tertawa] Udah dah mah enggak usah tahu. Pokoknya inden artinya bagus gitu ya. Seoles lagi. Ya Allah kamu kalau ngasih ibumu, Nak pakai tas kresek nih mah gitu.

1:27:48 Itu kan kita enggak pernah perhitungkan sampai begitu kan. Heeh. Jadi kadang-kadang kita enggak ngerti kok kayaknya bisnis gagal ini begitu itu begini. Ya, ternyata jadi doa yang kita katakan tardohu ya Allah kita melakukan sebuah kebaikan cuma Allah enggak kasih. Karena apa? Orang tuamu gak rida sama kamu. Orang tuamu tidak rida sama kamu. Sehingga hitungan matematik kamu bisa menjawab cuma hasilnya nol. Harusnya bisa kok gagal. Ya saya enggak mudeng ini, Ustaz. Iyalah la bikin sukses Allah. Allah gak rida mau bilang apa? Ini orang gak layak sakit loh, Ustaz. Ini orang tumbuh di lingkungan yang

1:28:35 kaya. Makanannya sudah bukan empat sehat lima. Empat sehat lima sempurna. Empat sehat lima ajib. Makanannya enak. Apa yang dia gak makan? Tapi entar-entar sakit. Entar-entar sakit. Enggak ada alasan loh. L wong suplemennya cukup, vitaminnya layak, makanannya saja KW1 semua kok. Mana kalah sama orang kampung yang makan jarang. Sekali makan pun makanan reject. Lihat KW4 ya. Aduh saya kadang-kadang enggak mudeng, Ustaz. Ya Allah, Ustaz kalau ke rumah saya lihat di meja makan apa yang enggak ada, Ustaz. Tapi anak saya sakit mulu, Ustaz. Saya namamuk ke rumah tetangga, lihat anak-anaknya pada bulat-buletan,

1:29:22 sehat-sehat. Saya lihat meja makannya ini apa yang sehat yang dimakan nasi sepiring mentung cengek tiga di pojokan tahu siksa dua warna kuning gitu di Betawi ada tahu siksa. Tahu siksa tuh tahu yang kuning yang digoreng banyak minyaknya dikit kesiksa tuh tahu gitu loh ya. diulang tuh. [tertawa] Ini kalau antum bawa itu sepiring nasi dengan cengek tiga tadi sama tahu siksa ke laboratorium gitu loh. Antum lihat pakai mikroskop pojokan piring mana itu vitaminnya nyaris enggak ketemu.

1:30:09 Tapi yang mengkonsumsinya anak-anak sehat loh. Kelihatannya miskin keluarganya anaknya semua pintar, jenius. Rata-rata beasiswa. Saya enggak mudeng, Ustaz. Sama saya juga enggak mudeng. Permasalahannya di mana? Ilmunya cahaya Allah datang ke tempat yang betul-betul Allah ridai. Ini gak Allah ridai. Mau bilang apa? Makanya kalau kita sudah jadi orang tua harus tahu anakmu ini bukan malaikat yang sempurna. Jangan kesal hatimu membuat rusak masa depannya. Lebih baik kita beristigfar. Kenapa? Orang tua mustajab doa.

1:30:56 Dizalimi. Mustajab doa. Doamu akan menjadikan kebaikan buat anak-anakmu. Usia 40 menyiapkan kita untuk ini. Jangan gampang kecewa sama anak di usia 40. Kenapa? Doa kita mustajab. Tidak ada doa yang paling mustajab di atas dunia ini melebihi doa orang tua kepada anaknya. Selasud yustajabu biha. Tiga doa yang pasti dijawab. Dakwatul walid liwaladi. Doa orang tua untuk anaknya. Wadakwatul musafirin. Wadakwatul mazlum. Doa orang yang safar. Dua orang yang

1:31:43 dizalimin. Mungkin umur 40 membuat kamu jaya. Kamu safar, berjalan dari rumah dengan kekecewaan melihat anak-anak yang berbuat yang tidak-tid. Jangan kau umpat serapah untuk mereka. Doakan mereka. Astaudiukumullah. Kutitipkan kalian pada Allah sepanjang jalan. Rabbi habli minasihin. Ya Allah. Ya hadi ihdina. Ihdinatal mustaqim. Terus orang tua mustajab doa. Terzalimi mustajab doa. Sedang safar mustajab doa. Betul. Masyaallah. Makanya orang tua anak yang berilmu, anak yang berilmu akan tahu kondisi

1:32:29 seperti ini. Bagaimana caranya dia kumpulkan dana walaupun berat terasa dia kumpulkan dana. Dia berharap bisa menuntun tangan

…

Share

Ringkasan Video YouTube