Mualaf Hindu masuk Islam (Full Video)

Mualaf Hindu masuk Islam (Full Video)

Ringkasan Singkat

Video ini adalah kesaksian dari seorang mantan pemeluk agama Hindu bernama Muhammad Septi Rosidi tentang perjalanannya memeluk agama Islam. Dia menjelaskan bagaimana ia mempelajari Yoga Samadi, mempraktikkannya, dan kemudian menemukan kebenaran Islam melalui serangkaian ujian spiritual. Ia juga membahas kesamaan dan perbedaan antara agama Hindu dan Islam, serta praktik-praktik sinkretis yang umum di masyarakat Indonesia.

  • Perjalanan spiritual dari Hindu ke Islam.
  • Perbandingan ajaran Hindu dan Islam.
  • Praktik sinkretisme dalam masyarakat.
  • Pentingnya kembali ke Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Pembukaan

Muhammad Septi Rosidi membuka ceramahnya dengan mengucapkan puji syukur kepada Allah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia memperkenalkan dirinya sebagai seorang mantan pemeluk agama Hindu dari kasta Brahmana dengan nama awal Ida Bagus. Ia menceritakan bahwa dulunya ia mempelajari ilmu Yoga Samadi di Pura Mandaragiri Lumajang dan mengamalkannya, bahkan banyak diikuti oleh umat Muslim.

Perkembangan Yoga Samadi dan Kemurtadan

Rosidi menjelaskan bahwa Yoga Samadi kini semakin populer di Indonesia, dimoderatori oleh Adnan Krishna dari Bali. Ia mengungkapkan keprihatinannya karena banyak umat Muslim yang mengikuti spiritualitas ini diminta mengganti zikir Lailahaillallah dengan "Om", yang menurutnya bisa menyebabkan kemurtadan. Ia mengaku memanfaatkan situasi ini untuk memurtadkan umat Muslim ke agama Hindu, yang kemudian dikecam oleh dai-dai Islam.

Ujian Spiritual dan Hidayah Islam

Rosidi kemudian sowan kepada Romo Pinandeta dan diminta menyempurnakan ilmu Yoga Samadi dengan mantra Tray Bakam. Setelah melakukan ritual tersebut selama tujuh hari tujuh malam, ia diuji dengan berbagai gangguan seperti ribuan nyamuk dan bau busuk. Pada malam terakhir, ia mendengar suara takbir Allahu Akbar yang semakin kuat meskipun dilawan dengan mantra. Kesombongannya masih ada, ia membatalkan puasanya dan pergi ke rumah bibinya yang Muslim. Di sana, ia menemukan buku pasolatan dan membaca arti "Maha Besar Allah" yang membuatnya gemetar dan akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam.

Proses Syahadat dan Reaksi Keluarga

Setelah niatnya kuat, Rosidi pergi ke rumah seorang ustadz dan bersyahadat. Ia kemudian belajar salat dari buku pasolatan. Suatu hari, ayahnya melihatnya salat dan marah besar karena ia telah memeluk agama Islam. Ia disidang oleh keluarga dan diludahi oleh pamannya karena tetap memilih Islam.

Ancaman dan Perlindungan Allah

Pamannya mengancam akan membunuhnya jika tetap memeluk agama Islam. Suatu hari, ia disergap dan hampir digorok oleh pamannya, namun Allah melindunginya dengan mengirimkan ayahnya pulang. Ayahnya kemudian bertengkar dengan pamannya dan membebaskannya.

Ayah Memeluk Islam dan Wafat

Rosidi menceritakan hasil ritualnya kepada ayahnya, termasuk suara takbir yang didengarnya. Ayahnya kemudian terharu dan meminta untuk disyahadatkan. Tiga hari setelah bersyahadat, ayahnya meninggal dunia.

Keluarga Memeluk Islam dan Misi Dakwah

Setelah kepergian ayahnya, Rosidi dan lima saudaranya dikumpulkan dan diberi harta warisan. Ia menjual hartanya dan menabung untuk ONH. Pada tahun 1996, ia menunaikan ibadah haji dan memohon kepada Allah untuk mengampuni dosa-dosanya dan memberikan hidayah kepada keluarganya. Alhamdulillah, ibunya dan lima saudaranya kemudian memeluk agama Islam. Ia juga aktif berdakwah dan berhasil membawa 272 orang dari agama Hindu masuk agama Islam di Lumajang.

Kesombongan dan Kebenaran

Rosidi menjelaskan mengapa orang Hindu, Buddha, dan Kristen tidak mau masuk agama Islam karena kesombongan. Ia juga mengatakan bahwa umat Islam tidak mau tunduk kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah karena kesombongan. Ia menekankan pentingnya membedakan antara mencari pembenaran dan mencari kebenaran, yang dasarnya adalah Al-Qur'an.

Praktik Sinkretisme dan Pertanyaan

Rosidi kemudian mengajukan beberapa pertanyaan tentang praktik-praktik sinkretisme yang umum di masyarakat Indonesia, seperti penggunaan nama Kiai pada kerbau putih, tradisi berobosan dan penggunaan payung saat pemakaman, penggunaan bunga dan ketupat dalam ritual, serta tradisi selamatan atau kirim doa. Ia menjelaskan asal-usul praktik-praktik tersebut dari agama Hindu dan menunjukkan bahwa tidak ada dasarnya dalam ajaran Islam.

Tumpeng dan Ajaran Nenek Moyang

Rosidi membahas tentang tumpeng dan mengatakan bahwa dalam agama Hindu, tumpeng adalah simbol Trimurti dan barang siapa yang membuat tumpeng berarti sudah beragama Hindu. Ia mengingatkan umat Islam untuk tidak bertasyabuh (menyerupai) suatu kaum. Ia juga membahas tentang mengikuti ajaran nenek moyang dan mengingatkan untuk mengikuti apa yang telah diturunkan Allah.

Keyakinan yang Salah dan Ajaran Islam

Rosidi membahas keyakinan yang salah di masyarakat bahwa jika keluarga tidak diselamati, rohnya akan gentayangan. Ia menjelaskan bahwa dalam Islam, roh orang yang meninggal ditahan oleh Allah dan tidak dapat kembali ke dunia. Ia juga membahas tentang ajaran Islam tentang taat kepada orang tua dan mengingatkan bahwa jika orang tua memaksa untuk mempersekutukan Allah, maka harus dijauhi.

Kesimpulan dan Tanya Jawab

Rosidi menyimpulkan bahwa umat Islam harus berani menyampaikan kebenaran dan meninggalkan ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Ia kemudian membuka sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan yang diajukan adalah tentang asal usul kesamaan antara masyarakat Indonesia dengan agama Hindu, hukum tawasul dan membaca Yasin untuk orang meninggal, serta tentang film Krishna. Ia juga membahas tentang adanya nabi dalam kitab Weda dan menjawab pertanyaan tentang apakah para wali dahulu mengganti doa Hindu dengan doa Islam.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ