0:00 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil alamin. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah tema yang sangat mendalam dalam dunia tasawuf yaitu mukyafah. Mukasyafah adalah proses tersingkapnya hijab antara hamba dan hakikat yang hanya bisa dicapai melalui penyucian hati dan kedekatan yang mendalam kepada Allah. Semoga pembahasan ini menambah wawasan dan memperkuat langkah kita dalam perjalanan spiritual menuju ridanya.
0:45 Pada dasarnya terdapat dua pengertian tentang mukasyafah. pertama mukasyafah rububiyah dan kedua mukasyafah gaibiah. Mukasyafah rububiyah artinya terbuka tirai ketuhanan dan mukasyafah gaibiah artinya terbuka tirai kegaiban. Untuk kedua hal ini sebaiknya kita pakai saja istilah mukasyafah ketuhanan dan mukasyafah kegaibaniban. Yang diperbincangkan dalam hal ini adalah semata-mata mukasyafah ketuhanan bukan mukasyafah kegaiban. berkenaan dengan mukasyafah kegaiban, berdasarkan kenyataan yang sering terjadi pada umumnya, ada hubungan dengan bakat seseorang atau kemungkinan juga orang itu sebelumnya telah melakukan latihan-latihan tertentu yang didukung oleh bakatnya sehingga ia mampu melihat
1:32 hal-hal yang gaib. Sementara orang menamakannya dengan pandangan tembus. Mereka yang berpandangan tembus mampu melihat benda yang berada pada tempat yang jauh, tertutup atau gelap atau mampu melihat peristiwa yang akan atau sedang terjadi di suatu tempat yang jauh. Orang yang memiliki kemampuan demikian ini bisa saja terjadi atau terdapat pada orang yang sama sekali buta terhadap Tuhan, orang yang musyrik, kafir, bahkan anak-anak di bawah umur. Dalam Islam hal ini dikenal dengan istilah khun lilatad. Luar biasa. Syekh Ahmad Ibnu Ailah mengemukakan kadang-kadang seseorang diberikan keistimewaan meskipun orang itu belum sempurna istih keyakinannya kepada Allah Taala. Mukasyafah ketuhanan yang Allah
2:20 limpahkan kepada hamb semata-mata karunia dan rahmat kasih sayangnya. Berbeda dengan mukasyafah kegaiban. Bisa saja pemberian itu berupa suatu cobaan atau berupa pemberian dengan kemurkaan. Yang kita kehendaki sebenarnya adalah semoga Allah melimpahkan kemantapan batin dalam iman dan istih, tekun dalam sifat-sifat kehambaan, dapat melaksanakan perintahnya, serta menjauhi apa yang dilarangnya. Istihrak, tenggelam dalam lautan keesaannya, selalu dan selalu dalam pelukan cinta kasihnya. Allah telah berjanji dan dia tidak pernah dan tidak akan menyalahi janjinya. Firmannya, Allah berjanji kepada orang yang beriman dan beramal saleh untuk mengangkat derajat mereka
3:06 sebagai khalifah di muka bumi sebagaimana Allah mengangkat orang-orang sebelum mereka. Dan Allah akan mantapkan rasa beragama yang Allah ridai buat mereka dan Allah akan gantikan rasa takut dengan rasa aman buat mereka. Quran surah Annur ayat 55. Pada ayat yang lain Allah berfirman, "Sesungguhnya orang yang berkata, Tuhan kami ialah Allah." Kemudian mereka istih tetap pendiriannya. Malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata, "Jangan kamu takut dan gentar dan bergembiralah dengan surga yang dijanjikan untukmu. Kami membantu kamu dalam kehidupan duniamu dan akhiratmu. Dan kamu akan mendapat apa yang kamu mau dan apa yang kamu inginkan." Fussilat ayat 30 sampai
3:54 32. Dalam kitab Siraj thibin disebutkan ilmu mukasyafah adalah nur yang menyala di dalam hati ketika pembersihannya. Maka tampaklah di hati itu pengertian-pengertian yang menyeluruh merupakan hasil makrifatullah taala. Makrifat kepada asma, sifatnya, kitab-kitabnya dan makrifat kepada rasul-rasulnya. Dan terbukalah segala tutupan dari segala rahasia-rahasia yang tersembunyi. Di dalam kitab Ihya beserta penjelasannya mengemukakan rahasia-rahasia yang terbuka inilah yang diperintahkan menyembunyikannya karena tidak ada tertulis dalam kitab-kitab. Sesungguhnya hal itu adalah rangkuman
4:41 segala ilmu zauki perasaan yang terbuka cerah didapat dari musyahadah tanpa dalil dan keterangan. Ketahuilah sesungguhnya ilmu mukasyafah itu adalah ilmu kepada atau dengan Allah azza waalla yang menunjukkan suatu pemberian terhadap orang yang musyahadah dengan ketauhidan yang dimilikinya berdasarkan ilmu yakin, iman, dan ilmu makrifat. Ilmu mukasyafah adalah puncak segala ilmu dan ke sana pulalah titik akhir cita-cita orang yang arif. Tidak ada lagi batas pandang sesudah itu. Memahami pengertian mukasyafah. Menurut arti bahasa lugowi, perkataan mukasyafah adalah terbuka tirai.
5:29 Maksudnya terbuka segala rahasia-rahasia alam yang tersembunyi, pengertian-pengertian atau hal-hal yang gaib. Ilmu mukasyafah sebagai suatu ilmu tidaklah bisa disamakan dengan ilmu-ilmu eksakta dan sebagainya. seperti umumnya memiliki metode-metode dan sistematika tertentu. Imam Ghazali menyebutnya fauqaturil di atas puncak akal. Peredaran akal paling tinggi adalah pada batas titik optimum yang kemudian bisa menurun kembali. Sedang ilmu ini berada pada orbit yang tidak mungkin dapat dicapai oleh akal. Hal itu hanya bisa didapat adalah dengan nur dari yang maha mencipta akal, yakni
6:15 Allah Taala. Syekhul Kiram Alimul Alamah Muhammad Ihsan Dahlan Aljempisi Al Kediri menegaskan bahwa hal itu bersumber dari hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dalam hal ini dia adalah ilmu yang amat halus tersembunyi yang dimaksudkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasam dengan sabdanya, "Sesungguhnya ilmu itu adalah laksana barang berharga yang tersimpan. Tak ada yang dapat memahaminya kecuali golongan arif billah. Bila mereka bicara tentang ilmu itu, tidak ada yang menyepnya kecuali golongan ikhtifar berhati lalai. Ada sementara orang yang memberikan reaksinya kalau hal itu bisa disebutkan
7:01 sebagai salah satu ilmu. Kenapa sebabnya aka tidak bisa berperan untuk lapangan ilmu ini. Secara sederhana dapatlah hendaknya dipahami bahwa setiap ilmu yang termasuk dalam ruang lingkup keimanan dan tauhid tidaklah semuanya bisa dijangkau oleh akal pikir manusia. Namun tidak pula berarti bahwa hal itu berada di luar kategori ilmu. Lebih-lebih tentang ilmu mukasyafah yang disebutkan lajaduah marmal inzor. Tidak ada lagi batas pandang sesudah itu. Segala ungkapan ujaran dan uraian yang menyangkut ilmu ini adalah memacu umat dengan teori-teori kebenaran hidup. Meskipun tidak semua orang bisa berhasil
7:47 untuk mencapai mukfah. Setidak-tidaknya upaya untuk mewarnai sikap hidup dengan kebenaran maka berhasil tidaknya mendapatkan mukasyafah tetap merupakan suatu keberuntungan yang tertinggi dalam kehidupan kini dan kehidupan yang akan datang. Laksana seorang penjual minyak wangi. Betapa beruntungnya dia dengan keberadaannya di tengah-tengah wangi-wangian yang menyedapkan dan menyegarkan. Meskipun belum ada seorang pembeli pun yang datang berkunjung. Kebenaran dan Allah yang maha benar adalah tujuan. Maka dengan tujuan dan sikap hidup demikian dapatlah dipastikan ganjaran yang akan diterima pada saat
8:32 akhir hayat alam kubur dan hari akhirat telak. Perintah untuk menyembunyikan penemuan dalam mukasyafah yang dimaksud oleh Imam Ghazali rahimahullah dalam kitab Ihya tentang keharusan menyembunyikan apa yang didapat dalam saat terbuka tirai mukasyafah. Apakah itu berupa pengertian-pengertian atau hal-hal gaib lainnya? Peristiwa yang dialami adalah suatu keadaan yang bersifat individual untuk pribadi-pribadi yang dikehendaki oleh Allah Taala. berfungsi sebagai suatu rahasia tersembunyi yang hanya diketahui antara si penemu dengan Allah Taala. Penyebaran berita atas apa yang
9:19 ditemukan itu secara luas banyak kemungkinan mendatangkan fitnah, tuduhan negatif atau bisa menimbulkan perasaan ujub merasa hebat sendiri yang akibatnya bisa menghancurkan nilai-nilai penemuan. Imam Atturtusi menegaskan, ilmu terbagi pada tiga macam. Ilmu zahir lahir. Seyogyanya ilmu ini disampaikan kepada umum. Ilmu batin tidak seharusnya disampaikan secara luas kecuali kepada ahlinya, peminat kebatinan. Ilmu antaranya dan Allah tidak selayaknya disampaikan kepada siapun juga.
10:04 yang dibicarakan dalam kitab-kitab kebatinan adalah menyangkut macam ilmu yang nomor dua yang maksudnya tidak lain bagaimana untuk bisa mencapai ilmu yang ketiga. Ilmu antara si penemu dan Allah Taala. Rasulullah sudah menegaskan bahwa ahlulir beri lalai tentu tidak akan mau menerimanya dan banyak kemungkinan malah menentangnya. Ahlul iktir itu duduk sebagai penguasa. Tidak mustahil dia akan bertindak atas nama kekuasaannya dengan bermacam dalih untuk melakukan tindakan hukum seperti yang sering terjadi terhadap kalangan kebatinan atau yang lebih tragis seperti apa yang terjadi terhadap alhallj.
10:52 Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang penyampaian ilmu batin dalam menginterpretasi kalimat ala qadri ukulihim sepanjang ukuran akal mereka yang menuntut yang termuat dalam salah satu hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Sebagian berpendapat bahwa yang dimaksudkan oleh kalimat ala qadrihim adalah sudah mapan syariat dan tarekatnya di atas umur 40 tahun karena usia itu sudah dianggap stabil dan tidak terlalu terikat dengan urusan dunia. Dengan tiga syarat itu menurut mereka akan lebih cepat mencapai tujuan. Di pihak lain berpendapat bahwa pengertian alaqadri ukulihim itu ialah ada minat yang kuat untuk menuntut. Sudah memahami
11:39 secara global pokok-pokok ajaran Islam yaitu iman dan usia dewasa dan memiliki kecerdasan yang memadai untuk memahami hal-hal yang halus. Bila seseorang yang hendak menuntut memiliki minat atau keinginan yang bukan ikut-ikutan, bukan dibuat-buat kegairahan yang tinggi, maka hal tersebut sudah merupakan nur dari Allah Taala. Syarat yang kedua, sebagai orang yang sudah dewasa tentu mengerti dan melaksanakan salat, puasa, dan paham tentang sifat 20 meskipun tidak rinci. Penyampaian ilmu ini tidak kepada
12:24 anak-anak di bawah umur atau orang yang nyata memiliki ciri-ciri kebebalan. Mereka yang berusia dewasa secara umum dapat diperkirakan mampu untuk memahami segala uraian yang diajarkan. Dengan tiga syarat tersebut, maka inilah yang dimaksudkan ahlinya. Pendapat inilah umumnya yang berlaku di kalangan pengajian tasawuf di negara kita ini. Sehubungan dengan ucapan arif billah yang mengkhawatirkan terjadinya suul khatimah. terhadap mereka yang tidak memiliki ilmu mukasyafah atau tasawuf. Jelas akan mendapat problema besar bila kita berpegang kepada pendapat yang
13:10 mengharuskan lebih dahulu mapan syariat. Apalagi untuk mencapai usia dalam batas umur yang ditentukan. Anjuran Rasulullah yang berbunyi, bigu anni wau ayat. Sampaikan dariku meskipun hanya satu ayat adalah prinsip yang harus dijadikan pegangan. Tentu saja sambil memperhatikan situasi dan kondisi serta pribadi sebagai objek penyampaian. Jangan sampai terjadi penyampaian ilmu batin yang terdiri dari metode-metode dan pengertian-pengertian itu kepada golongan ikhtirar atau orang-orang lalai. Tentang ilmun bainahu wainallah. Ilmu
13:57 antara dia dengan Allah atau yang juga disebut ulumun zaqiyatun kasfiah. Ilmu perasaan yang telah terbuka cerah. bagaimanapun juga tetap tersembunyi. Jadi jelasnya ilmu yang disebutkan ulumun zaukiyatun kasyfiah yang di dalam Al-Qur'an disebut ilmu laduni adalah suatu bentuk ilmu yang tidak melalui jalur upaya pendidikan ilmu iktisabi. Profesor Einstein, seorang pakar ilmu fisika atau matematika terbesar dalam abad lalu mengemukakan, di balik fenomena fis alam semesta, di balik kecepatan cahaya dan getaran massa, di balik gerak partikel-partikel, terdapat suatu kekuatan gaib, indah, dan maha dahsyat. Ilmu fisika yang berada pada puncaknya akan sampai kepada hal-hal yang abstrak
14:44 dan gaib. Di sanalah akhir dari penyelidikan yang dilakukan sekarang ini. [Musik] Mukasyafah ialah hadirnya dengan sifat yang jelas yang dalam keadaan ini tidak memerlukan pemikiran dengan dalil risalah kusyairiah hijabu ilaihiwallahi [Musik] maka terbukalah hijab tutupan lalu melihat kepanya demi Allah tidak pernah Allah memberikan kepada mereka sesuatu yang amat [Musik] kecuali penglihatan itu mukyafah
15:33 imam junaid berkata dalam kitabam pandangan lahir tidak mungkin dapat melihatnya di dunia ini dengan penyaksian mata tetapi hanya hatilah yang dapat mengenalnya dengan kemantapan iman kemudian meningkat dari makrifat kepada rukyah melihat dengan penyaksian nurul imtina Tuhan masalah melihat Tuhan. Rasulullah menegaskan bahwa seseorang yang beribadah menyembah Allah seharusnya dapat dirasakan seakan-akan melihat Tuhan. Lafal hadis itu adalah alihsan anudallah
16:19 kaaka. Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihatnya. Riwayat Muslim dari Umar radhiallahu anhu. Dalam lafal hadis terdapat perkataan keanna yang terdiri dari dua kata ka dan anna. Dalam tata bahasa, perkataan ka dinamakan harfut tamsil menunjukkan umpama atau contoh. Sedang perkataan anna adalah l taukid untuk menguatkan yang dalam Indonesia bahasa umumnya sesungguhnya. Maka artian yang tepat dari kata kaan adalah seperti sungguh-sungguh.
17:05 Seorang aktor atau aktris yang baik harus mampu menunjukkan permainannya seperti sungguhan sesuai dengan peran yang dimainkannya. Ekspresi wajah mimik, vokal, laku, dan lain-lain harus cenderung kepada keadaan sebenarnya. Allah Taala berfirman, "Sesungguhnya salat itu memang berat kecuali terhadap mereka yang khusyuk." Ialah mereka yang berat sangka berjumpa dengan Tuhan mereka. Dan sesungguhnya mereka kembali kepadanya. Albaqarah 45. Terdapat beberapa pendapat tentang melihat Tuhan yang dapat disimpulkan sebagai berikut. Satu, dapat melihat Tuhan di akhirat.
17:52 Dua, tidak dapat melihat Tuhan di dunia maupun di akhirat. Tiga, dapat melihat Tuhan di dunia dengan mata hati, sedang di akhirat dengan lebih nyata. Seluruh ulama di kalangan ahlusunah wal jamaah sepakat bahwa semua orang mukmin akan melihat Allah Taala di akhirat kelak dengan dasar peganan. Pertama, Quran surah Alqiyamah ayat 22 sampai 23. Wujuhun yahair. Wajah-wajah penuh ceria memandang kepada Tuhannya. Kedua, Quran surah Yunus ayat 26. [Musik]
18:39 Untuk orang yang berbuat baik dengan perbuatan yang terbaik mendapati tambahan melihat Tuhan. Ketiga, almutif inahumihimahjubun. Ketahuilah sesungguhnya mereka kafir pada hari itu terdinding untuk memandang Tuhannya. Syekh Annasai memberikan keterangan tentang ayat ini. Taksisul hijabi lil kufar dalilun ala adami lilil abrar. Penentuan adanya hijab untuk orang-orang kafir adalah dalil tentang tidak adanya hijab untuk orang-orang yang mendapat kemuliaan. Empat hadis riwayat Bukhari.
19:27 Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, sesungguhnya para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kita bisa melihat Tuhan kita di hari kiamat?" Maka Rasulullah menjawab, "Sulitkah kamu melihat bulan di malam bulan purnama?" Para sahabat menjawab, "Tidak, ya Rasulullah." Rasulullah berkata lagi, "Apakah kamu sulit melihat matahari di waktu tanpa awan? Sesungguhnya kamu akan melihat Tuhan seperti itu. Syekh Rabi rahimahullah berkata, "Saya telah mendengar Syafii berkata, "Kami tahu tentang itu melihat Tuhan bahwa ada golongan yang tidak terdinding memandang kepadanya. Mereka tidak bergerombol melihatnya."
20:16 Lima riwayat Imam Turmudzi dari Suir radhiallahu anhu. Beliau dari Ibnu Umar radhiallahu anhu. Kata Ibnu Umar, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya kedudukan surga yang paling rendah ialah penghuni surga yang melihat surganya, istrinya, pembantunya, dan pelaminannya dari jarak perjalanan 1000 tahun. Dan penghuni surga yang paling mulia di antara mereka ialah yang melihat Allah setiap pagi dan petang. Kemudian Rasulullah membacakan ayat yang artinya wajah-wajah di hari itu penuh ceria memandang Tuhannya. Wallahuam. Demikianlah pembahasan kita mengenai mukasyafah.
21:02 Semoga apa yang telah disampaikan membuka tabir hati dan menambah kedekatan kita kepada Allah. Jangan lewatkan pembahasan-pembahasan selanjutnya yang insyaallah semakin memperdalam perjalanan rohani kita. Jangan lupa untuk subscribe agar tidak ketinggalan setiap kelanjutan dari kajian ini. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.