Ringkasan Singkat
Khotbah ini menekankan pentingnya hidup yang berakar dalam hadirat Tuhan, menghasilkan buah melalui tindakan nyata, dan memanfaatkan waktu serta kesempatan dengan bijak. Iman tanpa perbuatan adalah mati, dan kesuksesan sejati datang dari kombinasi iman, tindakan, dan hikmat ilahi.
- Hidup dalam hadirat Tuhan menghasilkan buah dan berkat.
- Iman harus disertai dengan perbuatan nyata.
- Memanfaatkan waktu dan kesempatan dengan bijak adalah kunci keberhasilan.
Pembukaan dan Doa
Pendeta membuka ibadah dengan doa, memohon hadirat Roh Kudus untuk memenuhi ruangan dan hati setiap orang. Ia menekankan kerinduan akan pengalaman yang nyata dan dapat dirasakan dari hadirat Tuhan. Jemaat diajak untuk sepenuhnya menyerahkan hati mereka dalam hadirat Tuhan.
Tertanam dalam Hadirat Tuhan
Pendeta menekankan bahwa orang yang tertanam dalam hadirat Tuhan akan berbeda dari orang Kristen biasa. Mereka akan bertunas dan menghasilkan buah. Mazmur 92:13 menyatakan bahwa mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelataran Allah. Tinggal dalam hadirat Tuhan berarti terhubung dengan-Nya 24 jam sehari, bukan hanya saat di gereja. Anak-anak muda didorong untuk menggunakan waktu mereka untuk tinggal dalam hadirat Tuhan agar hidup mereka berhasil dan beruntung.
Berbuah di Masa Tua
Bahkan di usia tua, orang yang hidup dalam hadirat Tuhan akan terus berbuah. Tidak ada masa pensiun bagi mereka. Dampak hidup mereka memiliki kuasa dan otoritas. Seperti pohon yang berbuah, mereka memberkati orang-orang di sekitar mereka. Semakin tua seseorang berjalan dalam hadirat Tuhan, semakin besar urapan yang mereka alami. Mereka berjalan dari iman kepada iman, dari pengurapan kepada pengurapan, dan hikmat serta pengertian mereka semakin besar.
Hikmat dan Pengertian
Orang Kristen yang memiliki hikmat dan pengertian tidak akan kekurangan di usia tua. Pendeta mengajarkan jemaat untuk menjadi lebih pintar dalam menjalani hidup bersama Tuhan. Orang yang benar-benar berjalan bersama Tuhan akan dibawa ke tingkat kehidupan yang berbeda. Mereka akan diberkati, memiliki hikmat, pengertian, penguasaan diri, dan tetap segar. Penyakit seringkali datang dari diri sendiri karena kurangnya kontrol terhadap pola makan dan pola hidup.
Mencerminkan Kristus
Jika seseorang merenungkan firman dan menjalaninya, mereka akan semakin menguasai dan mengendalikan diri. Hidup mereka akan semakin mencerminkan Kristus. Ketika seseorang diberkati, mereka tetap berbuah untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar. Ada bukti nyata bahwa Tuhan menyertai dan memelihara mereka.
Koreksi Diri
Di akhir tahun, penting untuk mengoreksi diri. Jika hidup terasa berat, ada yang perlu diubah dan diperbaiki. Berjalan bersama Tuhan berarti naik ke tingkat kehidupan yang berbeda, dalam pengurapan dan hikmat yang berbeda. Anak-anak muda harus memiliki ketajaman yang berbeda agar hidup mereka tidak sama saja.
Waktu dan Kesempatan
Pengkhotbah 9:11 menyatakan bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat. Kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, tetapi waktu dan kesempatanlah yang menentukan bagi mereka semua. Kekristenan harus mengikuti pola pikir Tuhan, mengetahui kairos Tuhan, dan bagaimana melihat waktu dan kesempatan. Anak-anak muda harus menggunakan waktu mereka dengan bijak dan melakukan hal-hal yang berguna.
Memanfaatkan Waktu dengan Bijak
Pendeta menekankan pentingnya menggunakan setiap waktu yang ada dan melihat kesempatan dengan tajam. Ia memberikan contoh jika ia bisa kembali ke usia 20 tahun, ia akan melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih dahsyat. Setiap orang harus mengembangkan kapasitas mereka dan tidak membuang waktu tanpa sesuatu yang bermakna. Waktu dan kesempatan akan membuat seseorang berhasil dalam segala hal.
Keahlian dan Ketajaman
Setiap orang harus mengembangkan kapasitas mereka dan memiliki keahlian (skillful). Semua tokoh di Alkitab memiliki keahlian khusus. Banyak orang Kristen mengalami kesulitan karena mereka tidak bisa melihat waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan. Mereka menjalani hidup seperti hamster yang berputar-putar tanpa perbedaan dengan orang yang tidak mengenal Tuhan. Tuhan ingin kita berjalan dalam ritme-Nya dan mengikuti rencana-Nya.
Tidak Pernah ke Mana-Mana
Banyak orang Kristen tidak pernah ke mana-mana karena mereka puas dengan apa yang mereka alami dan merasa diri mereka cukup. Padahal, Tuhan ingin menambahkan setiap hari dengan porsi yang berlipat ganda. Penting untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga membangun keintiman dengan Tuhan dan bergantung sepenuhnya pada-Nya. Selain itu, setiap orang harus bekerja dan sukses di bidangnya masing-masing.
Iman dan Perbuatan
Yakobus 2 menyatakan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Banyak orang suka mengklaim janji Tuhan tetapi tidak melakukan apa-apa. Nubuatan harus dijalani dengan harga yang harus dibayar. Pendeta hanya mengajarkan firman dan menyingkapkan pewahyuan agar jemaat mengerti setiap langkah mereka sesuai dengan kehendak Tuhan. Dibutuhkan keintiman dengan Tuhan dan kepekaan untuk melakukan segala sesuatu tepat seperti yang Tuhan mau.
Menunjukkan Iman Melalui Perbuatan
Seseorang harus menunjukkan iman mereka melalui perbuatan. Iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong. Pendeta menceritakan pengalamannya dinubuatkan menjadi pendeta besar, tetapi ia tetap melakukan bagiannya dengan berjalan bersama Tuhan, berdoa, berpuasa, dan belajar firman. Setiap orang harus melakukan tanggung jawab mereka agar Tuhan membuat sesuatu yang ajaib.
Koneksi Ilahi
Tuhan akan menghubungkan seseorang dengan orang-orang yang tidak terduga. Dibutuhkan koneksi ilahi (divine connection) yang akan menghubungkan dan membuat waktu serta kesempatan yang Tuhan beri menjadi kenyataan. Penting untuk mempertajam dan mengembangkan kapasitas diri agar tidak tetap sama.
Mempersiapkan Diri
Setelah dinubuatkan, pendeta mempersiapkan diri dengan belajar dari banyak hamba Tuhan, mengikuti seminar, training, dan pengajaran. Ia berdoa dan berpuasa. Menunggu kairos Tuhan bukan ditentukan oleh nasib, tetapi oleh ketajaman dalam menangkap waktu Tuhan. Anak-anak muda harus tahu dengan tepat keputusan yang harus diambil dan mempersiapkan diri ketika Tuhan membuat sesuatu.
Ujian Sebelum Promosi
Seringkali, sebelum waktu Tuhan tiba, seseorang mengalami proses permukaan yang mengerikan. Untuk menangkap waktu Tuhan, seseorang harus terhubung erat dengan Tuhan dan tahu apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidup mereka. Kadang, di ujung sebelum dipromosi, rasanya capek dan berat seperti yang dialami oleh Daud.
Godaan dan Jebakan
Dalam perjalanan menuju waktu Tuhan, seringkali ada godaan yang seakan-akan benar dari Tuhan, tetapi sebenarnya hanya jebakan. Setan pun bisa menjebak. Penting untuk memiliki ketajaman berpikir dan bertindak serta pertimbangan yang tepat. Daud tidak pernah memiliki ketamakan dan keserakahan, meskipun ia diurapi menjadi raja.
Menguatkan Hati
Ketika pengikut Daud ingin melempari dia dengan batu, Daud menguatkan hatinya dan tetap menempel pada Tuhan. Anak-anak muda yang ingin masa depannya hebat harus tetap belajar dan mengembangkan kapasitas mereka. Generasi Z adalah generasi yang cerdas dan bisa melihat peluang dan kesempatan.
Lompatan yang Dahsyat
Jika seseorang tahu waktu dan kesempatan serta berjalan seirama dengan Tuhan, mereka akan mengalami lompatan-lompatan yang dahsyat dan terobosan-terobosan yang dahsyat. Generasi Z bisa melakukan dalam 2-3 tahun apa yang generasi sebelumnya lakukan bertahun-tahun.
Mengikuti Cara Tuhan
Mengikuti maunya Tuhan berarti mengikuti cara-Nya, bukan cara kita. Orang Kristen tidak boleh malas, tetapi harus rajin dan bekerja. Mereka harus menjadi orang yang pintar dan smart di atas rata-rata. Penting untuk mengetahui apa yang Tuhan sedang kerjakan. Jika tidak mengikuti percepatan yang Tuhan lakukan, seseorang akan ketinggalan jauh dan jatah mereka akan hilang.
Abraham dan Persembahan Ishak
Abraham dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, yaitu mempersembahkan Ishak anaknya di atas misbah. Ada tindakan dulu baru Tuhan melihat. Banyak orang hanya duduk manis dan tidak mau melakukan apa-apa. Setiap orang harus tahu apa yang harus mereka kerjakan. Permulaan Tuhan memberkati dari apa yang dimulai untuk dikerjakan.
Do Nothing
Jika seseorang tidak memulai mengerjakan sesuatu, tidak akan terjadi apa-apa. Banyak orang Kristen hidupnya flat karena "do nothing". Lakukan yang menjadi bagianmu dan berjalanlah bersama Tuhan. Lihat waktu dan kesempatan, lalu kerjakan. Tuhan akan membuat terobosan yang besar.
Iman Bekerja Sama dengan Perbuatan
Iman bekerja sama dengan perbuatan. Jika seseorang beriman tetapi tidak mengerjakan sesuatu, tidak akan terjadi apa-apa. Yesus yang kaya rela menjadi miskin supaya kita kaya. Jika seseorang diberkati, mereka bisa memberkati orang lain. Janji Tuhan adalah hidup dalam kelimpahan dan anugerah.
Dompet Tipis
Meskipun sudah diperkatakan, didoakan, dan berpuasa, banyak orang Kristen dompetnya tetap tipis. Orang yang ikut Tuhan harus diberkati. Jika tidak diberkati, mereka mempermalukan Tuhan. Hal ini terjadi karena mereka hanya beriman lewat janji Tuhan tetapi tidak melakukan apa yang harus mereka kerjakan.
Tidak Boleh Malas
Orang Kristen dilarang malas dan ongkang-ongkang kaki. Para laki-laki harus bekerja dan mencukupi semua kebutuhan anak istri mereka. Buat istri bahagia. Dibutuhkan orang yang bisa melihat waktu dan kesempatan. Masa depan ditentukan oleh keputusan hari ini.
Memilih Pasangan
Bahkan dalam memilih pasangan, dibutuhkan ketajaman. Jika salah pilih pasangan, pernikahan akan menderita. Dibutuhkan hikmat dan kecerdasan rohani. Orang Kristen harus pintar dan berhikmat serta tahu bagaimana memutuskan dengan tepat seperti yang Tuhan mau.
Perbuatan Menunjukkan Siapa Kita
Perbuatan menunjukkan siapa kita sebenarnya di hadapan Tuhan, bukan hanya di gereja tetapi juga di luar gereja. Jika seseorang penuh hikmat, pengendalian diri, dan penguasaan diri, mereka akan memutuskan segala sesuatu tepat seperti yang Tuhan mau dan menjadi orang yang berbeda.
Pohon yang Ditanam di Hadirat Tuhan
Orang yang berjalan bersama Tuhan seperti pohon yang ditanam di dalam hadirat Tuhan dan berbuah terus. Mazmur 1 menyatakan bahwa orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan merenungkannya siang dan malam akan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Kebun Buah-Buahan
Sekalipun di padang gurun, orang yang berharap dan berjalan bersama Tuhan akan diubah menjadi kebun buah-buahan. Orang Kristen tidak kurang, tidak susah, tidak menderita, dan tidak stres, tetapi bahagia. Mereka bisa menikmati hidup.
Orang Miskin
Orang miskin pasti menuju kemiskinan karena malas. Orang Kristen harus pintar, tepat mengambil keputusan, tepat bertindak, tepat bersikap, dan bisa melihat peluang dan kesempatan. Anak-anak muda harus tahu bagaimana melihat waktu dan kesempatan.
Tokoh-Tokoh Alkitab
Belajarlah dari orang-orang yang sukses dan berhasil atau dari tokoh-tokoh di Alkitab. Mereka bertindak tepat seperti yang Tuhan mau, seirama, seritme, dan sepikir dengan Tuhan. Di ujungnya, mereka menjadi orang-orang yang hebat.
Pahlawan-Pahlawan Iman
Kitab Ibrani pasal 11 menceritakan tentang pahlawan-pahlawan iman. Mereka disebut pahlawan karena mereka mengerjakan sesuatu dan melakukan sesuatu. Hidup ini adalah peperangan yang harus diteruskan dan menghasilkan karya lewat apa pun yang Tuhan percayakan.
Jangan Menganggur
Jangan menganggur, kecuali yang sudah masa pensiun. Selama Tuhan beri kesempatan hidup, kerjakan apa pun dan hasilkan uang. Ingatlah Besawel dan Ahloliab yang memiliki keahlian khusus membangun perkakas bait Allah dan diberkati.
Do Something
Jika ingin diberkati, "do something". Pendeta pun melakukan sesuatu, bukan hanya berdoa dan berpuasa. Jika hanya berdoa tanpa melakukan apa-apa, istri tidak bisa makan. Orang yang diberkati seperti amplifier yang punya suara untuk berbicara.
Hikmat dan Pengertian
Kekristenan bukan hanya sekadar duduk manis di gereja, tetapi juga memiliki hikmat dan pengertian untuk bekerja dan berhasil mempermuliakan nama Tuhan. Harus ke gereja untuk diajarin, dimuridkan, dan dididik, baru praktiknya keluar gereja dan menjadi dampak di sana.
Modal dari Tuhan
Setiap orang minimal dikasih modal satu talenta oleh Tuhan. Satu talenta setara dengan 6.500 US dollar atau hampir 85 miliar rupiah. Tuhan kasih modal besar karena setiap orang adalah biji mata-Nya dan spesial di mata Tuhan.
Handmade
Setiap orang adalah "handmade" dan spesial, satu-satunya di dunia. Tuhan memberikan keahlian masing-masing yang berbeda dan panggilan yang berbeda-beda. Ketika melakukan itu, seseorang akan menjadi dampak besar dan berkat bagi banyak orang.
Jejak Ilahi
Selama hidup, tinggalkan jejak ilahi agar orang mengenang bahwa kita adalah orang yang berjalan bersama Tuhan. Jangan berhenti sampai di sini, tetapi pulang dan buat sesuatu bersama Tuhan. Jangan puas hanya sekadar bergereja. Minta hikmat dan pengertian, lihat momennya, dan alami terobosan. Jangan percaya dengan nasib, tetapi bertindak dan bersikap dengan tepat agar diberkati Tuhan.
Pujian dan Penyembahan
Ibadah ditutup dengan pujian dan penyembahan, memohon hadirat Tuhan untuk memenuhi ruangan dan hati setiap orang. Jemaat diajak untuk fokus pada Tuhan dan menikmati hadirat-Nya.

