NATAL RAMAH BUMI - MENJAGA CIPTAAN TUHAN - Perenungan kepedulian sesama dan lingkungan

Ringkasan Singkat

Video ini membahas pesan Natal yang menekankan empati dan kepedulian terhadap bumi serta sesama manusia. Dr. Rita Wahyu Wulandari mengajak untuk merayakan Natal dengan kesadaran akan penderitaan orang lain dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Selain itu, video ini juga membahas tentang inkarnasi Allah sebagai tindakan Trinitas dan membantah anggapan bahwa perayaan Natal adalah penyembahan dewa matahari.

  • Natal harus dirayakan dengan empati dan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
  • Inkarnasi adalah tindakan Trinitas, bukan hanya tindakan dari pribadi kedua.
  • Tanggal 25 Desember sebagai hari Natal adalah benar dan memiliki dasar teologis.

Pembukaan: Empati dan Kepedulian di Hari Natal

Natal adalah peringatan akan kasih Allah yang besar kepada dunia, yang diwujudkan dengan mengutus Anak-Nya. Tema utama gereja adalah caring and loving. Yohanes 3:16 menjadi inti dari pesan Natal ini, menekankan bahwa kasih Allah bukan hanya perasaan, tetapi tindakan penyelamatan. Natal yang ramah bumi berarti menjaga ciptaan Tuhan.

Makna Caring dalam Natal

Caring berarti menjaga dan memelihara. Kasih Allah diwujudkan secara konkret dengan caring, yaitu mengutus Putra-Nya ke dunia. Tindakan ini adalah inisiatif dari Tuhan yang peduli dan menjaga kita.

Trinitas dan Inkarnasi

Natal tidak akan terjadi tanpa tindakan Trinitas dari Allah yang berinkarnasi. Trinitas adalah manifestasi kasih, dengan Bapa yang mengutus, Putra yang menjelma, dan Roh Kudus yang mengerjakan. Inkarnasi adalah peristiwa trinitarian, di mana Bapa merencanakan, Roh mengerjakan, dan Putra menjelma. Sang Putra adalah logos atau firman yang menyatakan Allah. Manusia dapat mengenal Allah melalui pernyataan firman-Nya. Misi inkarnasi adalah untuk mewujudkan Bapa yang penuh kasih karunia.

Penderitaan Manusia dan Empati Natal

Yesus pernah merasakan penderitaan manusia, termasuk yang dialami saudara-saudara di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Gereja harus berbela rasa dan tidak hanya terpukau pada kekayaan para pengusaha yang merusak lingkungan. Pohon yang ditebang adalah nisan bagi mereka yang menderita akibat bencana alam. Natal seharusnya dirayakan dengan sederhana dan penuh keprihatinan, mengingat banyak saudara yang tidak makan dan menderita.

Cintai Bumi: Mandat untuk Memelihara

Cintailah bumi dan jangan merusak alam. Alam adalah ibu kita. Natal adalah Allah yang hadir di tengah ciptaan, sehingga orang Kristen harus hadir di tengah-tengah ciptaan Tuhan yang menderita. Inkarnasi adalah pernyataan bahwa ciptaan itu berharga. Bumi bukan sekadar sumber eksploitasi, tetapi ruang kehadiran Allah. Bumi dipercayakan untuk dipelihara, bukan dikuasai.

Keadilan Ekologi dan Mandat Tuhan

Manusia diciptakan dari tanah, sehingga abai terhadap tanah berarti merusak diri sendiri. Mandat Tuhan dalam Kejadian 2:15 adalah mengusahakan dan memelihara taman Eden. Banyak pengusaha hanya mengusahakan tanpa memelihara. Hutan ditebang tanpa kendali, sungai dicemarkan, dan satwa kehilangan habitat. Ibadah bukan hanya soal persembahan, tetapi juga keadilan ekologi dan sosial.

Damai Sejahtera di Bumi

Natal adalah kesukaan bagi bumi, seperti yang diberitakan oleh para malaikat dalam Lukas 2:13-14. Damai sejahtera (shalom) bukan hanya ketiadaan konflik, melainkan keutuhan relasi antara Allah, manusia, dan alam. Kristus datang untuk memulihkan ciptaan. Bumi adalah ibu, dan merusaknya berarti kehilangan kehangatan pelukannya.

Langkah Iman yang Nyata

Natal yang ramah bumi adalah langkah iman yang nyata. Praktik sederhananya adalah mengurangi sampah, menggunakan dekorasi ramah lingkungan, dan menanam pohon. Mulailah dari hal kecil, seperti mengurangi penggunaan plastik dan energi, serta mendidik anak-anak untuk mencintai alam. Bersuaralah untuk keadilan ekologi.

Natal Sebagai Tradisi: Membantah Fitnah

Natal 25 Desember bukanlah penyembahan dewa matahari. Tuduhan ini berasal dari pertikaian antara Gereja Katolik Roma dan kaum Protestan pada abad ke-17. Klaim ini muncul dari teolog Jerman pada abad ke-18, padahal kekristenan sudah merayakan Natal sejak abad pertama.

Inkarnasi dan Tanggal Natal

Inkarnasi adalah Allah menjadi daging, yang dimulai sejak dikandung ibunya. Seperti tradisi Tionghoa yang menghitung usia sejak dalam kandungan, kejadian manusia dimulai sejak di kandungan ibunya. Daud dikenal Tuhan sejak dalam kandungan (Mazmur 139:13-16). Jika Yesus lahir di bulan Desember, maka inkarnasinya terjadi 9 bulan sebelumnya, yaitu 25 Maret, yang bertepatan dengan hari Paskah. Rahim ibu adalah kasih karunia Allah.

Yesus Bukan Orang Eropa

Yesus adalah orang Timur Tengah, bukan Eropa. Lukisan Yesus yang berkulit putih dan berhidung mancung adalah imajinasi seniman. Betlehem tidak sedingin Eropa, sehingga gembala tetap ada di padang pada bulan Desember.

Dasar Merayakan Natal

Dasar memperingati Natal 25 Desember adalah karena Tuhan Yesus pernah lahir (2 Timotius 2:8). Lahir, mati, dan bangkit adalah inti utama Injil. Natal adalah upaya surga mencapai bumi. Kita tidak dapat mencapai surga dengan ibadah kita, tetapi karena yang punya surga mencapai bumi.

Upaya Surga Mencapai Bumi

Ketika kita beribadah, memberikan persembahan, merawat bumi, dan memiliki empati, itu semua adalah ucapan syukur karena kita dipelihara oleh Tuhan. Natal adalah upaya surga mencapai bumi. Kita tidak dapat mencapai Tuhan tanpa Tuhan yang mencapai kita. Marilah kita memelihara bumi karena Natal adalah dari pemeliharaan Allah.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:01 Shalom alem. Selamat Natal untuk kita semua dan mari kita akan bersama-sama merenungkan pesan-pesan Natal yang kita hadapi hari ini. Karena Natal hari ini kita harus memiliki empati yang dalam. Natal bukan sekedar pesta hura-hura, tetapi Natal adalah suatu peringatan terhadap Allah yang mengasihi kita. Allah yang begitu kasih, Allah yang memelihara kita. Dan tema utama dari gereja ini adalah caring and loving. Maka untuk pagi yang sangat indah ini kita membaca satu ayat yang begitu indah bahwa Natal kita dimulai dari caring dan loving-nya Allah. Dan

0:50 Yohanes 3 ayat 16 ini adalah inti dari Natal. Kita akan baca. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan anaknya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Dan inilah Natal yang kita peringati bersama. Natal yang ramah bumi. Saya berikan judul Natal yang ramah bumi menjaga ciptaan Tuhan. Pagi ini kita akan bicara caring-nya dulu. Nanti sore kita akan bicara loving-nya. Caring itu apa sih? Menjaga,

1:37 memelihara. Demikianlah kita sudah dipelihara oleh Tuhan. Dan Yohanes 3 ayat 16 ini adalah inti dari Natal. Kasih Allah yang loving yang diwujudkan dengan konkret yaitu caring dengan mengutus putranya ke dunia. Dan ini menunjukkan bahwa kepedulian Allah bukan sekedar perasaan tetapi tindakan penyelamatan. Anda pernah merasakan cinta tapi tidak melakukan tindakannya. Pernah jatuh cinta tapi enggak pernah ngomong, "Oh, diambil orang." Makanya perasaan itu harus dilakukan

2:25 dan Tuhan sudah melakukan ini. Apa sih caring itu? Menjaga. Dan inilah Tuhan yang telah menjaga kita. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga dia telah mengaruniakan anaknya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Berarti di sini ada tindakan inisiatif dari Tuhan yang mengutus sang putra. Caring, menjaga. Allah yang care kepada kita.

3:11 Allah yang menjaga kita. Dan ini adalah tindakan trinitas. Natal tidak akan terjadi tanpa tindakan trinitas dari Allah yang berinkarnasi. Dan trinitas ini makna utamanya bukan sekedar Bapa dan Putra dan Roh Kudus, tetapi trinitas itu makna utamanya adalah manifestation of love, manifestasi dari kasih itu. Dan trinitas, inti trinitas ayat utamanya tentu saja di Matius 28 ayat 19. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku, baptiskanlah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Lantas apa

4:00 hubungannya trinitas ini kita bicarakan dalam suasana Natal? Karena memang trinitas sangat berhubungan dengan suasana Natal, yaitu peristiwa inkarnasi. Allah yang menjadi daging, Allah yang menjadi manusia. Sering orang berkata bahwa Natal itu Allah menjadi manusia, Yesus menjadi sama dengan kita. Itu benar. Tetapi pemahaman Alkitab kita, inkarnasi adalah tindakan bersama Allah Tritunggal. Bukan hanya tindakan dari pribadi kedua, yaitu sang firman. Dan kitab suci mengajarkan kita bahwa sang Bapa yang mengutus, ayatnya sudah

4:47 kita baca tadi yaitu Yohanes 3 ayat 16. Kemudian sang putra mengambil rupa manusia. Yohanes 1 ayat 14. Dan Roh Kudus yang menaungi Maria memulai karya inkarnasi itu sendiri. Dan sang firma menjadi bakal anak di rahim Perawan Suci Maria. Sehingga inkarnasi adalah peristiwa trinitarian. Bapa merencanakan, Roh mengerjakan, sang Putra yang menjelma. Ini sama dengan penciptaan alam semesta di dalam

5:33 kejadian pasal 1 yang di mana ini melibatkan firman yaitu logos atau dafar memulai karya penciptaan itu Roh Allah yang melayang-layang di atas permukaan air dan Allah sendiri yang berfirman. Maka demikian pula kehadiran Yesus Kristus ke bumi ini adalah tindakan bersama Allah Tritunggal. Pertanyaannya, mengapa sih yang berinkarnasi itu adalah sang firman, bukan Bapa? Dan pertanyaan ini sering muncul kan, karena sang putra itu adalah logos dan firman itulah yang menyatakan Allah. Di

6:21 dalam Perjanjian Lama, firman adalah ekspresi diri Allah dan tindakan di dalam wahyu. Maka di dalam Perjanjian Baru, Yohanes menegaskan bahwa firman itu adalah sang putra. Manusia hanya dapat mengenal Allah jika Allah menyatakan dirinya melalui firman-Nya. Karena wajah Allah yang sebenarnya tidak akan bisa kita lihat. Musa walaupun dia sangat dekat dengan Allah bahkan dia dikatakan sebagai sahabatnya Allah dan dia bercakap-cakap dengan Allah seperti kepada temannya. Tetapi ketika Musa minta Tuhan untuk mewujudkan wajahnya

7:10 kepada Musa, Bapa berkata, "Engkau tidak akan tahan melihat wajahku, karena setiap orang yang melihat aku, dia akan mati. Dan Tuhan hanya memperlihatkan punggungnya saja dan itu di perjanjian lama." Maka manusia hanya dapat mengenal Allah melalui pernyataan firman-Nya. Maka di Perjanjian Baru sang putra adalah gambar Allah yang tidak kelihatan itu. Kolose 1 ayat 15. Jadi misi inkarnasi adalah untuk mewujudkan sang Bapa yang penuh kasih karunia kepada kita. Sang putra adalah perantara penciptaan itu. Dan trinitas menjelaskan

7:58 mengapa sih kok Tuhan Yesus itu dapat berdoa kepada Bapa? Sering orang salah paham. Kok Tuhan Yesus berdoa kepada Allah? Kenapa sih kok dia berdoa? Justru karena Allah itu tritunggal, maka Tuhan Yesus tidak berdoa kepada dirinya sendiri, melainkan berdoa sebagai sang putra kepada bapanya. Jadi, inkarnasi ini justru menunjukkan kepada kita hubungan trinitas yang kekal. Maka tidak bisa tidak. Trinitas adalah manifestasi kasih dari Tuhan. Coba kalau Tuhan itu enggak pernah

8:44 menjadi daging, kita tidak dapat mengenal Tuhan yang sebenarnya. Yesus ketika berdoa itu bukannya membuktikan dia bukan Allah. Yesus yang berdoa kepada Bapa justru meneguhkan relasi kekal tritunggal. Jadi ini penting. Bapa tetap Allah. Yesus Kristus tetap Allah. meskipun dia pernah menjadi manusia di masa genosisnya itu dan putra tetap Allah yang kini kita peringati bahwa dia pernah memiliki natur sebagai manusia. Jika dia pernah memiliki natur menjadi

9:29 manusia, pernah menjadi daging, berarti Tuhan Yesus pernah merasakan penderitaan-penderitaan manusia. termasuk hari ini yang sedang diderita oleh saudara-saudara kita di Sumatera Utara, di Aceh, di Sumatera Barat. Maka bahasan kita pagi ini adalah caring, menjaga Natal yang ramah bumi, Natal yang menjaga ciptaan Tuhan. Dan Tuhan tahu kesulitan kita, kesulitan saudara-saudara kita. Beberapa hari yang lalu saya mendengar sharing dari seorang

10:16 pendeta yang tinggal di Tapanuli Utara dan dia mengingatkan kepada kita bahwa hujan itu di awalnya terjadi pada tanggal 25 November. Jadi hari ini 25 Desember adalah tepat 1 bulan, Saudara-saudara kita menderita. Jangan kita katakan bahwa Aceh itu bukan saudara kita gara-gara mereka mayoritas muslim. Tidak. Kita harus berbela rasa sama-sama sebagai manusia. Dan di daerah situ juga ada saudara-saudara kita. Dan sesuai dengan sharing dari saudara saya tadi, Pendeta

11:02 Harry Marbun, betapa susahnya mereka tinggal di sana, panen gagal. Bayangkan mereka tinggal di pinggir-pinggir kebun sawit yang dimiliki oleh orang-orang kaya yang tinggal di Jawa, yang tinggal di Singapura, yang tinggal di luar negeri. Sedangkan yang tinggal di sekitar kebun sawit itu adalah orang-orang miskin. Bayangkan orang-orang yang tinggal di sekitar tambang-tambang emas, nikel, timah, mereka semuanya miskin di daerah-daerah itu. Sedangkan yang kaya siapa?

11:48 Pengusaha tambang, pejabat, penguasa, dan penduduk-penduduk di situ tidak merasakan kekayaan bumi Indonesia. Maka saya ketuk kepada Anda semua di Natal ini, marilah kita berbela rasa. Dan saya tahu bahwa sebagian pengusaha-pengusaha sawit dan tambang itu menjadi donatur-donatur bagi gereja. Dan gereja tidak pernah berpikir asal sumbangnya besar, maka dia dapat kursi kehormatan di gereja. Padahal kita harus berpikir mereka semuanya adalah para penjahat-penjahat

12:34 lingkungan. Kita seringki hanya takjub, oh kaya penuh berkat, penuh berkat, penuh berkat. Tetapi sebenarnya mereka menimbulkan bencana alam di orang-orang sekitar, di orang-orang lokal. Setiap pohon yang ditebang itu adalah nisan-nisan bagi mereka. Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita berbela rasa. Saya menangis ketika Pendeta Harry Marbun bercerita mengenai susahnya jemaat-jemaat di sana dan terpaksa mereka merayakan Natal ini dengan begitu sederhana, begitu penuh keprihatinan. Banyak saudara-saudaranya yang ikut

13:21 hanyut dan mati, panen gagal, dan mereka tidak dapat merasakan Natal yang indah yang dirasakan secara besar-besaran di Jawa ini. Maka tidak patut bagi kita merayakan Natal dengan pestapora, dengan mengundang artis-artis yang luar biasa dengan drama kolosal. Mereka bagus sih memang semuanya untuk kemuliaan Tuhan, tapi kita tetap harus berbela rasa bahwa ada banyak saudara-saudara kita yang tidak makan, yang hanya berpakaian itu-itu saja. Marilah kita berempati. Natal yang kita sering rayakan dengan terang, sukacita, dan harapan kita

14:07 bersukacita karena Allah menjadi serupa dengan kita. Tetapi kita harus mengingat bahwa ketika Allah datang kepada dunia, dunia seperti apa yang dia masuki, bagaimana kita? Sikap kita terhadap dunia yang sudah dirusak oleh kita sendiri. Maka mulai dari ini saya mengetuk hati kita masing-masing. Cintailah bumi. Jangan potong pohon sembarangan. Karena alam itu adalah ibu kita. Tuhan pernah merasakan susahnya menjadi manusia. Kita baca ayatnya Yohanes 1 ayat 14.

14:54 Firman itu telah menjadi daging. Firman itu telah menjadi manusia dan diam dan berkemah dan berta bersyekinah di antara kita. Dan kita telah melihat kemuliaannya yaitu kemuliaan yang diberikan kepadanya sebagai anak tunggal yang penuh kasih karunia. Jadi kita peringati Tuhan yang berkemah dengan kita. Tuhan yang hari ini berkemah dengan saudara-saudara kita di Tapanuli Utara, di Sumatera Utara, di Sumatera Barat, di Aceh yang sekarang ini tinggal di tenda-tenda dan kita doakan bahwa Tuhan sedang

15:40 berkemah bersama-sama dengan mereka. Amin. Untuk memberikan apa? Penghiburan, untuk memberikan kekuatan, untuk memberikan harapan kembali. agar mereka dapat dikuatkan untuk memulai kehidupan selanjutnya. Natal adalah Allah yang hadir di tengah ciptaan. Maka orang-orang Kristen harus hadir di tengah-tengah ciptaan Tuhan yang hari ini malang. Jangan kita melupakan gara-gara hari ini ada pesta Natal. Maka saya sangat apresiasi kepada Bapak Gembala. Kita mementingkan ibadah Natal sebagai ibadah, bukan sebagai pestapora.

16:28 Kalau Natal ini kita rayakan dengan pestapora, tidak patut. Tidak patut sekali gereja beriang-rea lunjak-lunjak, sedangkan saudara kita menangis di Sumatera sana. Kita harus mengingat bahwa Allah itu lahirnya di mana? Di tanah. Di antara jerami kandang tempat Tuhan lahir itu berupa gua. Berarti Tuhan lahir di tanah, di jerami, di antara hewan-hewan ternak, di antara kesederhanaan alam. Bayangin kalau hari ini kita orang-orang Kristen merayakan Natal di antara

17:15 kehebatan teknologi, LCD yang hebat, lampu-lampu strobo yang kelap-kelip, kita seolah-olah ngir empati kepada mereka semua. Enggak peduli mereka enggak makan, enggak peduli. Yang penting kita lunjak-lunjak terus. Hore, hore, hore. Natal no. Hari ini selayaknya Natal memang harus dimulai dengan hikmat suatu misa yang suci. Karena inkarnasi adalah pernyataan bahwa ciptaan itu berharga. Coba bayangin gereja-gereja yang begitu senang ketika mendapatkan banyak donasi dari para pengusaha sawit dan tambang itu. Dan

18:02 mereka mengatakan bahwa ini berkat. Sesungguhnya mereka adalah para penjahat lingkungan. Mereka tidak punya empati. Mereka tidak merasakan bahwa semua ciptaan adalah berharga. Maka marilah kita semua pray for Sumatera. Kita berdoa untuk Sumatera. Ingat Sumatera di Natal ini. Ingat penderitaan mereka di Natal ini. Inkarnasi adalah pernyataan bahwa ciptaan itu berharga. Bumi itu bukan benda mati, Bapak-bapak, Ibu-ibu. Alam bukan sekedar sumber eksploitasi. Ciptaan adalah ruang kehadiran Allah.

18:48 Bagaimana tidak apa yang dirasakan oleh pendeta Harry Marbun yang sharing kemarin dengan saya? Dia merasakan bahwa mungkin di antara jemaat di sana mengatakan, "Tuhan, di mana engkau? Di mana engkau? Di Natal ini di mana engkau, Tuhan?" Terus kemudian kita yang di Jawa lunjak-lunjak dengan undang artis-artis yang luar biasa dengan kemewahan, dengan LCD yang luar biasa dengan lampu-lampu yang hebat itu nyanyi-nyanyi, lunjak-lonjak. Nar empati kepada saudara-saudara kita yang di Sumatera. Padahal bumi ini dipercayakan kepada kita untuk dipelihara, bukan untuk dikuasai. Mentang-mentang

19:35 kamu punya izin konsesi, lantas kamu lupa kepada penduduk-penduduk sekitar yang terus-menerus miskin. Lalu kamu bawa hartanya, sebagian kamu tebar ke gereja-gereja yang mewah-mewah itu. Makin mewah, makin mewah, makin mewah. Sementara yang di Sumatera sana terusmenerus, terusmenerus miskin, miskin, miskin, miskin. Engkau tidak peduli. Maka saya ketuk para hamba-hamba Tuhan, Engkau yang menerima donasi-donasi dari pengusaha-pengusaha penjahat lingkungan itu. Berpikirlah, berpikirlah berpikirlah berpikirlah betapa banyak ketimbangan di Indonesia

20:22 ini. orang-orang kaya karena dekat dengan pejahat atau penjahat dan mereka sebenarnya adalah orang-orang yang tamak yang tidak mengerti rasa cukup. Perhatikan bahwa Tuhan itu menciptakan kita dari mana? Dari tanah. Ingat, kita itu berasal dari tanah. Kejadian 2 ayat 7. Dan Tuhan menciptakan itu dari mana? dari debu tanah. Lalu Tuhan menghembusi dengan nismat khayim, nafas yang hidup. Maka manusia yang berasal dari tanah itu menjadi makhluk yang hidup. Maka jika

21:08 kita abai terhadap tanah, bahkan kita mengingkari tanah, bahkan kita memperkosa tanah itu, maka kita memperkosa diri kita sendiri. Kita merusak diri kita sendiri. Mentang-mentang keluargamu enggak ikut bencana, mentang-mentang keluarga kita enggak ikut mati, mentang-mentang harta kita enggak ikut hilang, terus lantar kita lupa, yo wis pokoke Natal pesta, pesta, pesta, pesta nyanyi, nyanyi, nyanyi rameai-rame, mewah-mewah, tanpa keinginan untuk mengingat apa yang dirasakan oleh saudara kita. Saya memberikan tema ini kepada Pak Isa

21:53 beberapa bulan yang lalu sebelum terjadi bencana itu. Tapi ternyata tema ini sangat tepat untuk kita bicarakan pagi ini. Maka marilah kita mengingat bumi. Natal yang mengingat bumi bahwa semua ciptaan bumi ini bukan benda mati. Dia adalah bagian dari kita. Dan mandat kita yang diberikan oleh Tuhan dalam Kejadian 2 ayat 15 ketika Tuhan menempatkan Adam itu di Taman Iden yang pertama yaitu mengusahakan yang kedua memelihara. Kita baca ayatnya Kejadian 2 ayat 15. Tuhan Allah mengambil manusia itu menempatkannya

22:40 di dalam Taman Iden untuk mengusahakan. Oke. Alam semesta ini bisa kau usahakan, tetapi enggak berhenti di sini loh Tuhan bicara. Lalu ada terusannya apa? Dan memelihara taman itu. Jadi mengusahakan dan memelihara. Betapa banyak pengusaha-pengusaha tambang dan sawit itu hanya mengusahakan tapi tidak memelihara. Betapa banyak pengusaha-pengusaha tambang itu dan juga pemerintah yang memberikan izin-izin tambang itu hanya mengusahakan tapi tidak memelihara.

23:27 Mengusahakan dan memelihara harus menjadi dua hal yang bersama-sama sehingga kita tidak hanya memperkosa bumi saja. Saya selalu menangis ketika melihat berita-berita mengenai banjir di Sumatera. Saya melihat gajah kejepit balok, balok-balok yang ada penengnya Menteri Kehutanan itu, Kementerian Kehutanan itu dan peneng dari merek-merek dari perusahaan-perusahaan tertentu dan mereka menghancurkan rumahnya para gajah itu. Saya menangis. Ketika saya melihat harimau yang kurus, saya menangis. Ketika melihat orang hutan yang kehilangan rumahnya, saya

24:13 menangis. Dan saya yakin Anda semua menangis sama seperti saya, kan? Maka marilah kita merayakan Natal pagi ini dengan mengingat bumi. Itulah yang kita lupakan. Kita mengeksploitasi alam. Kita bukan menjaganya. Hutan ditebang tanpa kendali. Sungai dicemarkan, satwa kehilangan habitat, bencana ekologis semakin menjadi bagaimana enggak bisa bencana ekologis? Saya kemarin lihat bagaimana orang mengambil timah, mengambil tanah, mengambil nikel. Dan ketika emas itu ada di dalam di

25:00 bawah dari hutan itu, maka kemudian pohonnya ditebangi. Bahkan akar-akarnya itu dirusak untuk mengambil mineral di bawahnya. Enggak mikir nanti ada penduduk di sekitar itu bakal mendapatkan tanah longsoran. Emang gua pikirin kan aku sudah sumbang gereja ke pestor A, ke pestor B yang terkenal itu kan enggak peduli mereka. Aku sudah bayar perpuluhan. Aku sudah membangun gereja besar untuk pendeta ini. Kan itu untuk Tuhan. Memang Tuhan berbahagia ketika kita semua melupakan keadilan sosial ekologi. Jadi ketika kita beribadah itu bukan soal persembahan Bapak-bapak, Ibu-ibu,

25:46 tetapi juga soal keadilan ekologi, keadilan sosial. Bagaimana empati kita kepada saudara-saudara kita. Apakah kita masih setia pada mandat ini? Mengusahakan dan memelihara. Kita hanya mengusahakan saja mengeruk kekayaan bumi. Marilah kita mengingat bagaimana Natal itu Tuhan menyatu dengan bumi dan Natal itu menjadi kesukaan bagi bumi seperti yang diberitakan oleh para malaikat. Lukas 2 ayat 13 sampai 14. Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat sejumlah besar bala tentara surga yang

26:34 memuji Allah. Katanya perhatikan kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi. Damai sejahtera di bumi. Ingat Bapak-bapak, Ibu-ibu, ketika Tuhan hadir memberikan damai sejahtera di bumi, di antara manusia yang berkenan kepadanya. Anda pikir kalau kita sudah bayar perpuluhan dan sumbangan yang besar untuk gereja, tetapi engkau sebagai penjahat lingkungan lalu ibadahmu diterima oleh Tuhan? Tidak. Tidak. Sama sekali tidak. Karena engkau tidak memberikan suatu kesejahteraan di

27:19 bumi, kesukaan di bumi. Kita tidak menjadi manusia-manusia yang berkenan kepad-Nya. Seperti yang dicatat di dalam Lukas 2 ayat 14. Hei para pengusaha, Anda yang merusak bumi, bagaimanakah engkau dapat melaksanakan Lukas 2 ayat 14 ini? Engkau tidak memberikan kesejahteraan di bumi dan engkau tidak berkenan kepadanya. Natal itu bukan hanya untuk manusia, tetapi untuk seluruh ciptaan, untuk bumi. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi. Damai sejahtera di bumi. Damai sejahtera itu apa sih? Shalom. Kita suka ngomong sha, shalom, sham shalom. Tapi

28:06 merusak bumi, tapi memperkosa bumi. Shalom itu bukan sekedar ketiadaan konflik, melainkan keutuhan relasi. antara Allah, manusia, dan alam. Kita ingatnya kan cuman manusia kepada Allah doang kan, vertikal. Tapi kita enggak pernah berpikir horizontal. Gereja-gereja kurang berpikir mengenai horizontalnya ini gimana sih? Apakah gereja ini memberkati korban-korban bencana? Malah kita kalah sama kelompok Buddha suci, gereja besar yang katanya asetnya trilunan. Mana? Mana? Yang kita lihat apa? Mereka pakai

28:54 jam tangan Richard M yang mahal, pakai tas hermes, pakai baju-baju merek, pakai mobil-mobil yang luar biasa. Jadi, bagaimana sejahteranya di bumi itu? Gimana? Apakah orang Kristen sudah membawa sejahtera di bumi? Maka jika kita tidak memikirkan alam, tidak pernah berpikir horizontal, cuman vertikal, Tuhan cuman dipuja-puji, dikudang. Tuhan itu setiap ibadah itu dikudang, tapi kita tidak pernah mengingat sesama kita. Maka kalau kita terus-menerus berpikir semacam ini, Natal itu cuman semu, enggak ada damai sejahtera. Dan kita harus ingat bahwa Tuhan yang

29:40 begitu luar biasa pernah menjadi manusia dan dia mengosongkan dirinya. Kolose 1 ayat 16 sampai 17 kita baca. Karena di dalam Dialah segala telah diciptakan segala sesuatu yang ada di surga dan di bumi yang kelihatan, yang tidak kelihatan, baik singgahsana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa. Segala sesuatu diciptakan oleh Dia untuk Dia. Ia terlebih dahulu dari segala sesuatu. Segala sesuatu ada di dalam Dia. Ini yang punya surga pernah mencapai bumi untuk merasakan penderitaan-penderitaan manusia. Tapi kita manusia-manusia yang sudah

30:26 diberkati lupa. Lupa pemerintah kita, lupa penguasa kita, lupa, pengusaha-pengusaha, donatur-donatur gereja juga lupa. Padahal Kristus datang untuk memulihkan ciptaan. Karena apa? Karena di dalam Dia diciptakan segala sesuatu dan di dalam Dia segala sesuatu ada. Kristus itu sang pencipta. Dia juga pemelihara. Dia penebus seluruh ciptaan. Dia bukan hanya sebagai manusia, tetapi dia memberikan satu shalom kepada kita. Maka Natal itu telah menjadi awal dari

31:14 pemulihan relasi. Perhatikan Natal itu pemulihan relasi, penyembuhan dunia yang rusak dan harapan baru bagi bumi. Kejadian 2 ayat 7 dikatakan bahwa Adam itu diciptakan dari tanah. Maka tanah adalah dari mana kita berasal. Para filsuf mengatakan bumi adalah ibu. Dan itu benar. Jika engkau menyakiti ibumu, jika engkau menyakiti tanah, maka engkau akan kehilangan kehangatan pelukannya. Kita semua yang merusak bumi, ingat bumi kita adalah ibu. Kalau bumi rusak, maka kita semua akan kehilangan kehangatan

32:01 pelukan dari sang ibu ini. Dan inilah secara ekologis telah menyampaikan hukum sebab akibat jika engkau membunuh ibumu maka alam akan berteriak. Alam akan melakukan pembalasannya sendiri. Dan ketika manusia mengeksploitasi bumi tanpa batas, deforestasi, tambang yang tak terkendali, monokultur yang rakus, maka bumi akan kehilangan kapasitasnya untuk memeluk kita. Maka dia akan bertindak banjir itu datang, longsor itu datang. yang hilang bukan hanya sumber

32:47 daya, tetapi manusia dan alam telah kehilangan relasi. Dan ini adalah kalimat profetis, Bapak-bapak, Ibu-ibu. Ini adalah kalimat profetis. Jadi, yang namanya kalimat profetis itu bukan hanya nubuat-nubuat. Nanti kamu akan jadi kaya. Kalau kamu mobilnya satu, nanti akan jadi tiga. Kalau rumahmu satu, nanti rumahmu akan jadi lima. Bukan itu kalimat profetis yang sebenarnya kita mengingat kejadian 2 ayat 15 bahwa manusia telah diberikan mandat untuk mengelola dan memeliharanya. Maka ketika kita mengikut Kristus maka kita harus ikut serta dalam

33:36 pemulihan ciptaan. Kita harus bergerak, terus bergerak untuk memulihkan ciptaan bumi yang sudah rusak ini. Maka kita memperingati Natal yang ramah bumi dan itu sebagai langkah iman yang nyata. Dan praktik sederhananya ini bermakna apa sih praktik sederhananya? Mungkin Anda enggak bisa pergi ke Sumatera. Mungkin uang Anda kurang untuk memberikan donasi kepada Sumatera. Tapi Anda bisa apa? Mengurangi sampah, mengurangi plastik yang berlebihan ketika perayaan Natal. Jangan pakai banyak-banyak plastik ya. Menggunakan dekorasi yang ramah

34:22 lingkungan dan kemudian menanam pohon sesuai simbol kehidupan. Mulai dari apa? Tanam cabe. Kata Feri Irwandi. Kan gampang kan? tanam bunga apapun. Kalau dekat-dekat Jawa Timur ini kan kita tanam pohon mangga dan pohoni itu akan memberikan mangganya pada musimnya dan kita menghemat energi dan menghemat air. Jangan mentang-mentang bisa bayar listrik. Lantas kita sembarangan nyalain lampu dari kecil-kecil ini. Ini menjadi satu praktik sederhana. Saya tahu kita semua enggak akan bisa melakukan tindakan yang nyata untuk

35:08 Sumatera dengan keterbatasan kita yang ada di sini. Macam-macam, enggak ada waktu, kurang duit, transportasi. Tapi Anda bisa mulai dari kecil-kecil ngurangin sampah, menggunakan energi dengan sangat bijak, kemudian mendidik anak-anak kita untuk mencintai alam kita. terus bersuara untuk keadilan ekologi. Ini adalah bentuk merawat bumi dan ini adalah ibadah kita. Dan marilah kita melakukan Natal yang ramah bumi sebagai iman yang nyata. Mulai dari kecil-kecil, Bapak, Ibu. Saya juga tidak meminta Anda untuk melakukan suatu yang radikal seperti yang di berita-berita itu, tapi

35:55 Anda sudah bisa melakukan langkah-langkah yang kecil ini. Betapa kita tidak menangis. Hutan Sumatera, hutan Kalimantan, semuanya dirusak demi apa? Demi oligarki. Bagaimana Anda puja-puji kepada pejabat, tetapi dia juga memiliki konsesi-konsesi tambang. Terus kemudian Anda puja-puji gara-gara dia Kristen, padahal dia juga penjahat lingkungan. Kita harus menyuarakan ini. Keadilan, sosial, ekologi dan mari kita melayakkan Natal dengan puji syukur, iman yang bertanggung jawab, tindakan nyata dalam menjaga bumi. Dan bumi kita adalah rumah bersama kita yang harus kita jaga bersama. Kita harus

36:43 mensyukurinya. Tuhan, terima kasih kami ada di dalam keadaan yang damai sejahtera di Jawa ini. Tetapi kami juga mengingat saudara-saudara kami yang di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, di Aceh, di Sumatera Barat. Dan marilah kita doa bersama bahwa inilah Tuhan mengajak kita semua untuk apa? Untuk mengingat bumi. Bumi adalah ibu kita. Amin. Kita peluk ibu kita, maka ibu kita akan memberikan pelukan yang begitu hangat kepada kita. Nah, tadi bicara mengenai Natal bagi bumi. Sekarang saya akan bicara mengenai

37:31 Natal sebagai tradisi. Bukankah pada setiap hari Natal 25 Desember? Nah ini di medsos, di YouTube, di mana pun mulai viral. Natal itu penyembahan dewa matahari. Peringatan hari ulang tahunnya Dewa Matahari, Soul Infti, begitu bukan? Tetapi sesungguhnya Natal 25 Desember adalah betul-betul Natal. Nah, dari mana sih cemooh Natal itu adalah perayaan Dewa Matahari? Maka saya harus mengingatkan kepada kita semua bahwa ada satu peristiwa yang karena zaman dahulu itu di abad 16 itu

38:18 ada pertikaian antara Gereja Katolik Roma dengan kaum Protestan dan lahirlah kaum Protestan itu. Kemudian di abad ke-17 pertikian itu masih terjadi. Jadi orang Protestan ini apapun yang dilakukan oleh Gereja Katolik Roma itu gak benar. Dan mereka juga mengatakan, "Enggak ada kok ayatnya untuk merayakan Natal." Enggak ada Bu. Nanti kita akan belajar bersama-sama. Tetapi tuduhan-tuduhan bahwa Natal itu adalah penyembahan dewa matahari yang pertama karena kaum puritan di abad 17 di Inggris tidak mau melayakkan Natal karena nanti sama kayak Gereja Katolik.

39:03 Terus kemudian yang kedua ada seorang teolog dari Jerman pada abad ke-18. Perhatikan di Jerman. Jerman itu di Eropa. Padahal Yesus bukan orang Jerman. Yesus orang Yahudi yang ada di Asia jauh ya. Terus yang kedua dia baru muncul pada abad ke-18 padahal kekristenan sudah ada sejak abad pertama dan sejak abad kedua di zamannya para bapak gereja. Natal itu sudah dirayakan, sudah diperingati pada tanggal 25 Desember. Tetapi pada abad ke-18 berarti 1800 tahun setelahnya itu baru ada orang Jerman ngoceh mengatakan bahwa Natal itu perayaan dewa Matahari.

39:48 Dan ini adalah fitnah yang kemudian disuarakan sampai hari ini. Bapak-bapak, Ibu-ibu, Natal kita di bulan Desember itu benar. Jadi jangan terprovokasi dengan fitnah-fitnah yang selalu disuarakan kayak kaset rusak di setiap bulan Desember. Karena Natal betul-betul ada di bulan Desember. Kok bisa di bulan Desember? Kita harus mengingat dari tadi saya bicara mengenai inkarnasi kan. Inkarnasi itu apa? N karne menjadi daging. Allah yang adalah roh itu menjadi daging. Menjadi dagingnya itu kapan? Apakah pada saat

40:36 dia lahir ataukah pada saat dikandung ibunya? Pada saat dikandung ibunya. Di antara kita ada banyak orang Tionghoa. Kan? Kalau orang Tionghoa yang ini yang masih mengikuti tradisinya itu kalau dia lahir tahun 0 mestinya dia kan umur 55. Tapi tradisi Tionghoa itu mengatakan dia umurnya 56. Kenapa kok dihitung 56? Karena semenjak di kandungan ibunya itu sudah dihitung 1 tahun. Berarti kejadian manusia adalah sejak di kandungan ibunya. Kalau dia lahir tahun

41:22 0 ya 46 bukan 45. Dan inilah yang diberitakan juga oleh Daud. Daud mengatakan bahwa dia sudah dikenal oleh Tuhan sejak kapan? Sejak dia lahir. Tidak. Daud itu sudah dikenal oleh Tuhan sejak di kandungan ibunya. Kita akan baca Mazmur 139 ayat 13. Ya, kita baca. Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepadamu karena kejadianku dahsyat dan ajaib. Kita loncat ke ayat 16. Matamu

42:09 melihatku selagi aku bakal anak. Jadi Tuhan itu sudah melihat kita sebagai manusia selagi kita bakal anak. Demikian pula Kristus. Kalau Tuhan Yesus itu lahirnya di bulan Desember, maka inkarnasinya adalah terjadi 9 bulan sebelumnya kan? Ya kan? Nah, kalau 9 bulan sebelumnya hitung gampangnya apa? 25 Maret. Ingat apa yang kita lakukan pada akhir Maret hingga awal April? Apa yang kita lakukan? Merayakan

42:54 Paskah dan kematian Kristus juga pada hari Paskah. Maka inkarnasi dan kematian Kristus jatuh pada tanggal yang sama yaitu hari Paskah. Jadi kalau orang-orang itu meminta bahwa Yesus harus hadir sesuai dengan tujuh hari raya orang Israel ini jelas sekali sama. Betul sesuai Yesus Kristus hadir sebagai daging pada hari raya Paskah masuk di rahimnya Maria. Anda tahu arti artinya kata rahim? Kenapa sih kok kandungan perempuan disebut rahim? Rahim rahmat. Apa artinya? Rahmat, rahim.

43:42 Arrahim. Allah yang maha rahim. Allah yang maha rahmat. Allah yang penuh kasih karunia. Berarti rahim ibu adalah kasih karunia Allah. Karena Allah hadir melalui rahim ibu. Bapak-bapak, siapapun yang pernah lahir dari rahim dari para ibu. Istri Anda adalah karunia Allah. Amin. Karena memang Tuhan juga memilih hadir sebagai apa? Sebagai manusia yang pernah tinggal 9 bulan di rahimnya Maria. Maka kalau kita katakan sebagai Maria adalah

44:28 perawan suci, ya sucilah dia. Tuhan itu kudus. Maka kekudusan Kristus menyucikan tubuh Maria. Amin. Dan ketika Tuhan hadir di dalam kita, Tuhan menyucikan hati kita. Amin. Masih ada yang nyinyir juga. Mereka katakan begini. Oke. Kalau Tuhan Yesus itu memang hadir di bumi di hari Paskah dan lahirnya 25 Desember dan ini sudah disuarakan oleh para bapak-bapak gereja. Mulai dari Iranayus, Hipolitus, Julius Afrikanus, Tertulianus, semua bapak-bapak gereja mengatakan Yesus dikandung ibunya 25 Maret hari Paskah

45:15 lahirnya 25 Desember. Terus mereka mengatakan apa? Wah, Bu, Desember itu kan musim dingin lah. Iya, kalau di Eropa kan Yesus bukan orang Eropa. Makanya saya kalau mengajar itu memakai kerudung. Kenapa? Karena ini adalah pakaian adat istiadatnya orang Timur Tengah. Yesus itu orang Timur Tengah, Bapak-bapak, Ibu-ibu. Jadi kalau kita melihat Yesus yang hidungnya mancung, kulitnya putih, rambutnya coklat, kenapa? Karena yang melukis Leonardo da Vinci orang Itali. Kalau yang melukis Pak Topo yang dari Jogja, Yesusnya nanti pakai belangkon, Saudara-saudara.

46:01 Kalau yang nulis orang Tiongkok, Yesusnya sipit. Nah, lukisan Yesus adalah imajinasi dari seniman. Tetapi kita harus mengingat bahwa Yesus Kristus tidak lahir di Eropa. Anda kalau terima kartu Natal apa gambarnya? Bunda Maria berkerudung gendong bayi Yesus. Kan berarti itu pakaian kebudayaannya orang-orang Israel pada zaman itu. Jadi kalau Tuhan Yesus lahir di bulan Desember yang katanya orang enggak mungkin karena musim dingin, karena musim dingin katanya enggak akan ada gembala di padang itu keloyongan. Iya. Kalau di Eropa lah ini kan di Betlehem. Betlehem itu masih terhitung

46:48 Asia. sedingin-dinginnya itu 7 derajat memang masih lebih dingin dari Indonesia tapi tidak sedingin di Eropa. Terus kemudian orang-orang yang tidak setuju Natal 25 Desember itu mereka mengatakan tidak ada perintah merayakan Natal. Mana ada ayatnya. Kita kan suka diledekin begitu kan. Maka akan saya kasih kunci jawabannya. Kunci jawabannya ada di mana? Kunci jawabannya ada di 2 Timotius 2 ayat 8. Kita baca pelan-pelan supaya kita mengerti. Ini adalah surat penggembalaan dari Rasul Paulus kepada Timotius dan

47:34 seluruh jemaat yang dia gembalakan. Rasul Paulus menyatakan bahwa inti Injil dari yang Paulus lakukan adalah ingatlah ini Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati. Kalau bangkit itu artinya pernah mati. Yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud. Kalau pernah mati, pernah lahir. Perhatikan frasa terakhir. Itulah yang kuberitakan di dalam Injilku. Jadi apa sih dasar kita memperingati

48:21 Natal 25 Desember? Karena Tuhan Yesus pernah lahir. Tuhan Yesus pernah mati tapi enggak mati selamanya. Bapak-bapak, Ibu-ibu, kuburnya kosong dan dia pernah bangkit. Masa kita cuman ingat kematiannya saja? Masa kita cuma ingat kebangkitannya saja. Maka kita juga harus mengingat Yesus Kristus pernah lahir. Maka lahir, mati, bangkit menjadi inti utama Injil kita. Amin. Jadi kalau ada orang ngeledekin kita merayakan Natal 25

49:06 Desember, katanya enggak ada perintahnya, kita kasih ayat ini. Ini adalah inti Injil bahwa Yesus pernah lahir, pernah mati, dan pernah bangkit. Dan inilah dasar kita untuk memperingati Natal. Jadi mengingat Kristus yang pernah merasakan kedukaan di bumi. Pernah bagaimana merasakan manusia itu pernah sakit, pernah lelah, pernah kecewa? Tuhan Yesus pernah merasakan itu. Ketika kita beribadah, Bapak, Ibu ke gereja itu ngapain sih? Karena kita pikirannya apa? Pikiran kita itu ke gereja itu apa? Di

49:52 antara kita loh ya. Syukur-syukur tidak ada di jemaat ini. Kita ke gereja itu sebagian orang itu karena apa? Wedi, mlebu neroko. Jadi kalau ke gereja iku pokoke aku wis nang gerejo l Tuhan. Aku wis nang gereja loh. Senang gerejao loh. Karena apa? Ibadahnya cuman takut masuk neraka. Tapi kita harus mengingat bahwa ketika Tuhan datang ke bumi itu bela rasanya Tuhan loh. Maka bagaimana kita dapat mencapai surga kalau yang punya surga itu enggak pernah datang ke bumi. Anda mau beli surga dengan persembahanmu, dengan persepuluhanmu, dengan amal ibadahmu.

50:39 Ketika kita beribadah, ketika kita memberikan persembahan semuanya sebagai apa? Pengucapan syukur bahwa kita pernah dipelihara Tuhan sampai hari ini dengan baik, dengan kesetiaan Tuhan. Karena Natal itu adalah apa? upaya surga mencapai bumi. Karena Anda enggak akan bisa mencapai surga dengan ibadahmu. Anda tidak akan bisa mencapai surga dengan persembahanmu. Tetapi hanya karena yang punya surga mencapai bumi. Natal adalah upaya surga mencapai bumi. Amin. Jadi kalau kita berbuat

51:25 baik, kalau kita memberikan persembahan, kalau kita merawat bumi, ini semuanya karena kita dipelihara oleh Tuhan. Ketika kita bersedekah, merawat bumi, mengasihi sesama, memiliki empati kepada semua korban banjir. Ini semua karena ucapan syukur kita bahwa kita telah dipelihara dengan baik oleh Tuhan. Jangan kau lupakan bahwa Natal adalah upaya surga mencabuh bumi. Karena kita tidak akan dapat mencapai Tuhan tanpa Tuhan yang mencapai kita. Maka kita bacakan lagi pesan Natal kita itu.

52:11 Pesan Natal kita adalah dari caring dan loving-nya Tuhan. Pesan utama pagi ini, marilah kita memelihara, memelihara bumi. Karena Natal adalah dari pemeliharaan Allah. Kita baca ayat utama kita Yohanes 3 ayat 16. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anaknya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa melainkan mendapatkan kehidupan yang kekal. Allah telah menjadi manusia. Allah telah menjadi daging dan kita orang-orang yang

52:56 diciptakan dari tanah. Saya ajak kita semua untuk mencintai tanah. Natal kita harus menjadi Natal yang ramah bumi menjaga penciptaan Tuhan. Mari kita berdoa. Bapa Surgawi, kami mengucap syukur untuk pemeliharaan-Mu kepada gereja ini Tuhan, kepada jemaat dan Bapak Gembala sekeluarga. Kami tahu bahwa kesetiaan-Mu terus-menerus di antara kami. Dan kami di Natal ini kembali untuk diingatkan untuk memperingati Natal secara hikmat. Dan kami mengingat Tuhan, berbela rasa kepada saudara-saudara kami yang hari ini tidak dapat merayakan Natal dengan

53:44 nyaman seperti kami pagi ini. Tetapi kami berdoa untuk mereka semua Tuhan, Engkau yang bersama-sama dengan kami, Engkau juga bersama-sama dengan saudara-saudara kami yang sedang terkena bencana. kesusahan mereka juga kesusahan kami. Maka kami Tuhan mengingat bahwa kami adalah debu dan kami akan kembali menjadi debu, kembali menjadi tanah. Maka kami semuanya harus mengingat tanah. bumi sebagai ibu kami yang telah Engkau ciptakan untuk menjadi tempat kaki kami bertindak dan memberikan keselamatan bagi kami, memberikan berkat bagi kami karena kami juga makan dari apapun yang berasal dari

54:30 bumi. Terpuji nama-Mu ya Bapa. Terima kasih untuk kebaikan-Mu. Besemaf vehaben, Firua Kodes, Helohim, Ehad. Di dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus Allah yang esa. Amin. Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati. Mari dengan nyanyian surga

55:18 bergemang di seluruh dunia. Sukacita dalam pujian. Sambut dia sang raja. Hei, dihem kota kecil bersinar bintang terang sebagai tanda Dialah Allah inkarnasi ke bumi dan namanya disebut orang penasihat yang sungguh ajaib. Allah perkasa, Bapa yang kekal. Dia sang raja damai.

56:07 Yesusku, Engkau Rajaku, Engkau mulia, Engkau ajai. Segala hormat sembah pujian bagi Yesus sang raja. Dan namanya disebut orang penasihat yang sungguh ajaib. Allah perkasa, Bapa yang kekal. Dia sang raja damai. Yesusku, Engkau Rajaku, Engkau mulia, Engkau ajai.

56:54 Juru selamat dunia, sambut dia sang raja. Di Plehem kota kecil bersinar bintang terbentang sebagai Anda. Dialah Allah inkarnasi ke bumi

57:39 dan namanya disebut orang. Penasihat yang sungguh ajaib. Allah perkasa, Bapa yang kekal. Dia sang raja damai. Yesusku, Engkau Rajaku, Engkau mulia, Engkau ajai. Segala hormat sembah pujian bagi Yesus sang Raja dan namanya disebut orang penasihat yang sungguh ajaib. Allah perkasa, Bapa yang kekal.

58:30 Dia sang raja damai. Raja sang raja. Yesusku, Engkau rajaku. Engkau mulia, Engkau ajaib. Juru selamat dunia sambut dia sang raja. Juru selamat dunia. Sambut dia sang raja.

Share

Ringkasan Video YouTube