Ngaji Filsafat 45 : Ibnu Khaldun

MJS Channel www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang Ibnu Khaldun, seorang tokoh filsafat sosial dan sejarah Islam yang pemikirannya populer di kalangan orientalis. Video ini juga membahas tentang setting pemikiran Ibnu Khaldun, sejarahnya, filsafat sejarahnya, sosiologinya, dan teori-teori tentang runtuhnya suatu negara.

  • Ibnu Khaldun dikenal sebagai tokoh filsafat sosial dan sejarah.
  • Pemikiran Ibnu Khaldun populer di kalangan orientalis.
  • Sejarah tidak semata-mata cerita tentang peristiwa, tetapi juga melibatkan subjek.
  • Manusia adalah makhluk sosial yang pasti berorganisasi.
  • Peradaban akan runtuh karena ketidakadilan, penindasan, runtuhnya moralitas, tidak bisa dikasih tahu, dan bencana alam.

Pendahuluan

Video ini membahas tentang tokoh terakhir dari generasi pertama filsafat Islam, yaitu Ibnu Khaldun. Meskipun tradisi filsafat dalam Islam meredup, tradisi berpikir saintifik, kritis, emansipatif, filosofis, dan logis tetap hidup. Ibnu Khaldun setara dengan Ibnu Rus dan Ghazali, tetapi dalam ranah yang berbeda. Ia dikenal sebagai tokoh filsafat sosial dan sejarah, bahkan disebut sebagai bapak historiografi dan sosiologi. Pemikiran Ibnu Khaldun populer berkat jasa para orientalis, dan di Indonesia, kitabnya "Mukadimah" diterjemahkan oleh Ahmadi Thaha.

Tentang Ibnu Khaldun

Nama lengkap Ibnu Khaldun sangat panjang. Ia lahir di Tunisia, tetapi keluarganya berasal dari Andalusia dan Hadramaut. Keluarganya terhormat, sehingga pendidikannya terjamin. Pada usia 7 tahun, ia sudah hafal Al-Quran. Ibnu Khaldun wafat pada tanggal 27 Mei.

Setting Pemikiran Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun hidup di era Islam yang mulai deklinasi, dengan Andalusia yang runtuh dan Abbasiyah yang jatuh. Ia memiliki karir politik yang panjang, tetapi kemudian memilih uzlah dan menulis kitab. Ibnu Khaldun belajar semua disiplin ajaran Islam, sastra, dan hukum, tetapi dikenal sebagai sosiolog dan sejarawan. Ia menjelajah ke berbagai wilayah di dunia Arab dan akhirnya menetap di Mesir hingga meninggal.

Filsafat Sejarah Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun adalah orang pertama yang menyatakan bahwa sejarah tidak hanya tentang peristiwa, tetapi juga melibatkan subjek. Dalam narasi sejarah, terdapat dua variabel: cerita dan pencerita. Filsafat sejarah membahas tentang siapa yang bercerita dan mengapa. Ibnu Khaldun menggunakan pendekatan empiris dan historis dalam menceritakan fenomena masyarakat. Ia melihat bahwa konteks lebih penting daripada teksnya. Sejarah memiliki sisi ekstrinsik dan intrinsik. Sifat subjektif dari narasi sejarah harus dikritisi. Filsafat sejarah mempertanyakan bagaimana dan mengapa dari sejarah.

Fungsi dan Nilai Praktis Sejarah

Sejarah sering dijadikan alat oleh penguasa untuk mendukung kebijakan mereka. Narasi sejarah sejak dulu selalu disetir oleh penguasa. Sejarah penting sebagai pedoman hidup, tetapi jangan terpaku padanya. Posisikan sejarah seperti kaca spion. Sejarah memiliki fungsi politik, yaitu melanggengkan kekuasaan, menciptakan stabilitas, harmoni, dan menata kota. Pahami sejarah dengan melihat aspek ekstrinsik dan intrinsiknya, serta dekati secara kritis.

Hati-hati dengan Informasi Sejarah

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menerima informasi sejarah:

  1. Apakah orang yang membawa berita fanatik dengan ideologinya?
  2. Apakah orang tersebut gampang percaya dan mudah dibohongi?
  3. Apakah orang tersebut mampu memahami maksud dalam informasi yang diterima?
  4. Apakah orang tersebut berasumsi secara salah terhadap kebenaran informasi?
  5. Apakah orang tersebut mengetahui kesesuaian antara kondisi yang dikandung informasi dengan realitas sebenarnya?
  6. Apakah orang tersebut cenderung mendekatkan diri pada penguasa?
  7. Apakah orang tersebut mengetahui logika sejarah dan nalar peradaban?

Sosiologi Ibnu Khaldun

Manusia adalah makhluk sosial yang pasti berorganisasi. Organisasi sosial manusia disebut "umron", yang terdiri dari dua jenis: umron Badawi (masyarakat Badui/desa) dan umron hadori (masyarakat sipil/kota). Ciri-ciri masyarakat Badui adalah sederhana, bebas, egaliter, spontan, gembira, dan kohesif. Masyarakat kota lebih kompleks, dengan restriksi, pembedaan, pengekangan diri, kesopanan, kecanggungan, dan kepentingan pribadi yang lebih menonjol. Masyarakat berkembang karena manusia memiliki intelektualitas dan hawa nafsu.

Perkembangan Umron

Masyarakat berkembang karena manusia memiliki intelektualitas dan hawa nafsu. Orang Timur cenderung mengabaikan masa kini karena jatuh cinta dengan masa lalu, sedangkan orang Barat melihat masa kini demi masa depan dengan bekal masa lalu. Peradaban, negara, sejarah, dan komunitas sosial bersifat siklikal, yaitu lahir, tumbuh, dewasa, stagnan, degradasi, dan mati.

Teori Runtuhnya Hadarah

Peradaban akan runtuh karena:

  1. Ketidakadilan yang menyebabkan jarak antara orang kaya dan orang miskin sangat lebar.
  2. Merajalelanya penindasan.
  3. Runtuhnya moralitas, terutama di kalangan pimpinan.
  4. Tidak bisa dikasih tahu dan merasa dirinya paling cakep.
  5. Bencana alam besar-besaran.

Fondasi paling kuat agar negara tidak cepat runtuh adalah "asobiah" (kohesi sosial).

Pemerintahan yang Ideal

Pemerintahan yang ideal harus memperhatikan delapan prinsip:

  1. Prinsip syariah (undang-undang).
  2. Prinsip al-mulk (penguasa).
  3. Prinsip rakyat (masyarakat).
  4. Prinsip al-mal (sumber daya alam).
  5. Prinsip al-imarah (pembangunan dan administratif).
  6. Prinsip al-adil (keadilan).
  7. Prinsip al-mizan (pemerataan).
  8. Prinsip pertanggungjawaban.

Penyebab runtuhnya negara adalah faktor politik (habisnya asobiah) dan faktor psikologis (pemerintah dan rakyat hanya mencari kesenangan). Kriteria kepala negara yang bagus adalah bisa menjadi penata, penengah, pemisah, dan hakim, serta didukung oleh pasukan yang kuat dan para intelektual.

Ulama dan Politik

Ulama sejati pasti jauh dari politik. Orang awam lebih layak masuk ke dunia politik daripada orang unggulan. Perilaku bangsa yang kalah adalah suka meniru bangsa yang menang. Orang harus profesional dan memiliki spesialisasi.

Amanat Terakhir Ibnu Khaldun

"Ia yang menemukan jalan baru adalah seorang pelopor, meskipun jejak-jejaknya harus ditemukan lagi oleh orang lain. Dan ia yang berjalan di depan orang lain adalah pemimpin, meskipun lewat berabad-abad sebelum ia diakui sebagai pemimpin." Berkaryalah dan jangan menunggu besok.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:01 malam hari ini kita ketemu tokoh terakhir dari generasi pertama filsafat Islam setelah Ibnu Rus sebenarnya banyak orang bilang tradisi filsafat dalam Islam itu meredup yang merajalela mendominasi zaman itu adalah tradisi fikih bahkan mungkin sampai hari ini sebenarnya ranking dua di bawah fikih tasawuf at rekord ranking tiga tauhid ilmu kalam

0:49 dan kalau masih ada yo filsafat ranking empat kalau dianggap masih ada karena agak susah sekarang selain secara untul Memang agak rancu-rancu gimana nama filsafat Islam itu seperti tak Jelaskan di pertemuan pertama hari ini kan Agak rancu dengan ini teologi Apa filsafat sih ilmu kalam Apa filsafat masok filsafat Kok bisa Islam harusnya naik filsafat itu yo ndak Islam gak Kristen kan gitu itu perdebatan-perdebatan awalnya tapi yo meskipun filsafat secara definitif tidak kita temukan secara tegas wajar seperti era-era Ibnu Khaldun ke belakang Tapi yang jelas tradisi

1:36 berpikir saentifik tradisi berpikir kritis tradisi berpikir emansipatif filosofis logis itu ndak bisa mati sampai hari ini masih banyak jangan takut Meskipun tidak setegas dulu politik identitasnya Malam ini kita ketemu tokoh besar yang setanding dengan Ibnu Rus setanding dengan Ghazali meskipun dalam ranah yang agak berbeda kalau Ghazali dikenal dengan filsafat tasawufnya duniaal duniahnya irfaninya

2:22 sementara Ibnu Rus dikenal burhannya Malam ini kita ketemu Ibnu Khaldun yang sudah tidak lagi sibuk dengan isu langit sudah turun ke bumi Ibnu Khaldun dikenal sebagai tokoh filsafat sosial dan filsafat sejarah ada yang bilang dia bapaknya historiografi dan sosiologi ilmu sejarah dan ilmu sosial meskipun pun kalau dilihat dari sejarah tidak banyak umat Islam yang mengapresiasi Ibnu

3:08 haldun pikiran-pikiran Ibnu haldun ini populer belakangan justru dalam tanda petik atas jasanya para orientalis yang membongkar-bongkar tradisi pemikiran Islam dan antara lain ketemulah dengan Ibnu haldud orientalis yang dikenal membangkitkan kembali ide-idenya Ibnu khul namanya FR rosental kalau di Indonesia pikiran-pikirannya Ibnu Khaldun dikenalkan diterjemahkan kitabnya mukadimah oleh Ahmadi Thaha Kalau tidak salah itu pun dari pesantren

3:55 ke Pesantren dia menerjemahnya lama termasuk di jog ya cuma jasanya Ahmadi Thaha membuat Ibnu khalun dikenal lagi karena mukadimah itu tebal segini itu mukadimahnya loh ya karena kitab aslinya judulnya al- iibar Jadi kalau teman-teman lihat kitab judulnya mukadimah itu memang benar-benar mukadimahnya jadi cuma pengantarnya kitab besar yang judulnya al-ibar al-ibar itu penelitian observatif saentifik di akhir-akhir hidupnya Ibnu Khaldun setelah karir politiknya selesai itu al-ibar dan agak susah nyari buku yang

4:42 setanding dengan al-ibar baik secara sosiologis maupun historis diisinya kalau coba coba dibaca mukadimah aja di situ kan ada macam-macam Teori Sosial teori sejarah fakta fenomena dunia Arab era itu itu Ibnu Khaldun Cuma mungkin gak banyak yang tertarik Saya bilang tadi mahasiswa hari ini apalagi saya gak tahu sudah berapa bab bukunya mukadimah kamu baca di mukadimah itu kalian akan dapat banyak sekali coba dibaca di situ ada ilmu Kalam Di situ ada kalau ada yang pernah baca bukunya flurrahman yang judulnya Islam kalau flurahman itu kan sangat teoritis tapi

5:30 kalau Ibnu ini plus faktanya dia ngomong di Arab zaman itu kayak gimana fenomena tumbuh maju dan tenggelamnya dari dinasti ke dinasti kemudian ngomong tentang ilmu-ilmu baik Ilmu teoritis maupun ilmu terapan itu semua ada di mukadimah Oke kenalan dulu sama orang besar ini y fotonya enggak ada cuma kalau di hampir semua kitab-kitabnya atau ilustrasi di internet biasanya pakai gambar itu saya lupa ini kemarin dipakai juga ilustrasi untuk tokoh siapa gitu nak tahu apao farofi apa Ibnu zina yo pakai itu juga ngak apaop lah pokoknya

6:16 bayangannya orang-orang kan karena dia orang sana orang Arab agak bau-bau Eropa yo irunge bangir jenggoten kumisen kan mesti gitu enggak terbayangkan enggak punya jenggot enggak punya kumis apalagi hidungnya pesek karena ya pesek itu kan hanya hak prerogatif kita orang-orang Timur kalau orang sana orang sana itu banyak yang susah karena punya hidung panjang dan bangir Padahal kita kan memimpikan hidung yang kayak gitu kadang-kadang peradaban itu kan kebalikannya orang Jepang Cina itu sipit-sipit mereka memimpikan mata yang lebar maka kalau bikin gambar orang bikin komek itu kan biasanya matanya lebar-lebar besar-besar karena mereka pengin yang besar-besar

7:01 kayak kamu yang orang Indonesia yang karena merasa kulitmu cokelat cenderung hitam kan bagi kamu ideal itu yang kulitnya putih maka apa kosmetik make up pemutih kan laris kalau penghitam enggak ada kan Coba ada yang menghitamkan kulit itu enggak akan laku tapi yang memutihkan kulit laku Kenapa karena mimpimu adalah mimpi putih kiblatu kiblat putih tapi orang barat padahal enggak terlalu suka juga dengan yang terlalu putih Oke Ibnu Khaldun Nama lengkapnya sepanjang itu mungkin kamu untuk menghafalkannya bisa 10 menit waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin alhan bin

7:49 Jabir bin Muhammad lagi bin Ibrahim Bin Abdurrahman lagi baru Bin haldun alhadr karena nasabnya dari Hadramaut meskipun dia lahir dari Tunisia orang tuanya sebenarnya aslinya Andalusia tapi pindah ke Tunisia tapi keluarganya Ibnu Khaldun ini termasuk keluarga tua apa ya kalau di sini pokoknya keluarga keluarga sepuhlah dari keluarga yang abunya agak tua jadi keluarga yang terhormat dan terpandang sehingga pendidikan nya Ibnu Khaldun terjamin sejak kecil umur 7 tahun sudah hafal

8:36 Quran dan enggak heran karena banyakbanyak yang 7 tahun Imam Syafi'i juga umur 7 tahun hafal Quran atau Bari umur 7 tahun hafal Quran yang kurang dari itu Ibnu Sina Ibnu Sina itu umur 5 tahun sudah hafal Quran terus dan saya gak tahu kalau kamu hafal Qurannya umur berapa jus ama masih bolak-balik Iya kalau ngimami sing dipilik Alha sama ke belakang itu kan alakum Takasur ke belakang Paling itu itu pun Yo kamu takut kalau mau baca itu ketemune terus quallahu Ahad sama Wal Asri kadang-kadangin juga kebolak-balik apalagi k ya auhal Kafirun ya agak minder kalau lihat

9:24 orang-orang besar yang hafal Quran umur 7 tahun Oke wafat ulang tahunnya 27 Mei Yao nanti kalau di Facebook tanggal 27 Mei Kamu ucapin Happy Birthday to Ibnu khdun kamu kan selalu happy birthday itu kan ke teman-temanmu yang gak penting kok sekali-sekali orang-orang besar itu dilihat kamu lihat timeline di Google apa di apa ya hari ini sop ya yang ulang tahun W pangeran dipegoro sopoyday pangeran dipegoro gitu kanak apa sekali-sekali bikin gituah masa selalu diinget teman-temanmu Terus ngapain Wong kamu ngucapin juga enggak ditraktir makan aja kok

10:10 Oke kita lihat setting pemikirannya dulu pelan-pelan ya ini agak hermenetik kita lihat Kenapa sih Seperti apa sih setting yang bisa melahirkan seorang ibnudun yang jelas Islam cuma Islam di era Ibnu khaldin ini Islam yang mulai deklinasi andalus mulai runtuh di timur juga Abbasiyah mulai jatuh Tartar dengan tamerlengnya dengan Timur lengnya mulai menginvansi Mongol mulai datang dan jadi mulai jatuh nanti karir Ibnu waldun juga

10:58 sempat punya karir politik yang panjang jadi sekretaris Gubernur jadi kodi jadi panjang dia bahkan ada di saya lupa itu waktu di andalus apa di Sevilla yang dia dipecat diangkat dipecat diangkat sampai lima kali ketika ganti penguasa dipecat ganti lagi diangkat lagi ganti lagi dan panjang sampai dia merasa capek di politik terus melakukan uzlah di salah satu benteng di Namanya Abu Salamah bentengnya dan dia uzah di situ di akhir hidupnya nulis kitab banyak penguasa yang suka padanya termasuk Timur langeng cuma dia mundur dari dunia politik konsentrasi untuk

11:45 ilmu itu Ibnu khdun jadi kebalikannya orang hari ini banyak orang hari ini itu yang pintar canggih ilmiah kapasitas intelektualnya tinggi tapi itu hanya jadi jembatan untuk Besok nyari jabatan kalau dulu malah enggak dikasih jabatan tapi jabatannya dibuang demi ilmu sekarang mungkin enggak ada orang kayak gitu buang jabatan untuk pengin ngejar ilmu Oke dia spesifik Sebenarnya dia sejak kecil belajar semua disiplin ajaran islam plus sastra serta hukum cuma pada akhirnya dia dikenal sebagai sosiolog sejarawan

12:30 dan hidupnya menjelajah ke mana-mana saya bilang tadi dia termasuk dari keluarga Hadramaut keluarga Arab tua kemudian orang tuanya dari Andalusia tapi kemudian pindah ke Tunisia nanti dia sempat juga ke Maroko ke Fest kemudian Aljazair dan Yao putar-putar di dunia Arab dan akhirnya kembali lagi ke Maroko sampai kemudian menetap di Mesir sehingga meninggal jadi Sudah ngerti mana-mana kalau zaman dulu relatif agak gampang melakukan rihlah ilmiah gak kayak

13:17 sekarang kalau sekarang kan kamu repot nyari visa L nyari fiskal harus ngurus macam-macam kalau dulu y pengin berangkat berangkat aja gak ada visa-visanan enggak ada izin-izinan visa k apa visa belajar enggak ada urusan itu kalau kalau zaman dulu ya pengin ke mana jalan aja dan enggak mikir uang wong jalan kaki apa pakai unta apa Pakai kuda kan itu aja kan masih belum ada pesawat kalau sekarang kan kamu enggak berani para ulama zaman dulu juga gitu loh Jangan salah di Indonesia itu kadang-kadang seorang kiai besar itu sebelum dia jadi Kiai biasanya menjelajah dari pesantren ke Pesantren jarang ada kiai yang belajar dipondok dewe apa diajari bapaknya sendiri dia pasti menjelajah dari Pondok

14:02 ke pondok makanya saya sarankan ini kan Ramadan off kampus kosong masjidnya juga libur ah cari Pondok 1 bulanlah kamu mendalami apalah yang bermanfaat ilmu hisab apa ilmu sihir apa ilmu apa 1u bulan ah nanti balik ke sini kan kamu punya daya gairah Baru Pondok kilat atau masjid aja bikin Pondok Ramadan kursus apa 1 bulan nanti selesai Ramadan Idul Fitri kamu sudah punya bekal baru oke dia banyak mendalami budaya Timur ahli tentang sejarah

14:50 Arab Jadi kalau hari ini mungkin mirip-mirip jabiri cuma jabiri kan hanya fokus pada nalarnya kalau IB Ibnu Khaldun semuanya kalau kamu pengin jadi Ibnu Khaldun Tulislah misalnya sekarang Islam Indonesia gak usah pakai teori Wis kamu jelasin aja a sampai z-nya Islam Indonesia bagaimana Islam Indonesia itu melihat hisab dan rukyat bagaimana mui-nya bagaimana sekolah-sekolahnya bagaimana Interaksi antar aliran di Indonesia bagaimana jelas semuanya nanti kamu mungkin bisa nulis kitab yang ningi alibar Mungkin jauh lebih tebal karena realitas sosial itu kan semakin lama semakin Kompleks

15:36 narasi enggak usah mikir teori sudah Deskripsikan aja setiap kali awal Ramadan di Indonesia selalu ada perselisihan melihat Hilal Apakah Hilal jelasin aja apa adanya dan mesti nanti jadi tebal kasih judul aja Islam Indonesia apa adanya itu kan loh loh tak jamin laku kamu orang berarti daripada yang bulut pakai analisis neko-neko malah bikin pening tapi ini apa adanya cerita opo anane kan itu aja Islam Indonesia oh itu Sip itu kalau kamu bisa kayak gitu modalnya gampang tekun sekarang Engak enggak terlalu capek enggak kayak dulu kamu tinggal kalau malas ke lapangan ya internet lihat data-data itu kan gampang

16:21 Kalau Indonesia terlalu besar yo Islam Jawa enggak pakai teori Islam Jawa apa adanya hari ini bukan yang dulu yang hari ini aja yang dulu datamu terbatas aksesmu juga agak kurang yang hari ini kan kelihatan yang senyatanya dan sebenarnya itu yang dilakukan oleh Ibnu Khaldun karena dia mengalami banyak dinasti dia bisa cerita tentang dinastidinasti kapan dia naik kapan dia turun Baru setelah ngerti faktanya semua dia baru bikin teori-teori bikin kategori kategori oh berarti negara itu kadang ada naik ada turun ada jatuh ada siklusnya ada dan seterus usnya jadi teorinya belakangan yang faktanya kan Yang penting punya Dulu beda sama kita sekarang di kampus-kampus itu

17:06 kadang-kadang teorinya dulu metodologi dulu tiap hari diskusi metodologi tapi enggak pernah dipraktikkan pokoknya metodologi nah kebalikannya kalau Ibnu Khaldun ini Oke dan ya dia hidup di tengah-tengah orang Arab yang jadi objek kajiannya sendiri ya pasti aja dia bisa mendalam Kalau bahasa antropologisnya baik secara emik maupun secara etik baik melihat permukaan budaya maupun kedalaman budaya Dia sama-sama ahli di sana kemudian ya orientasinya ya Semangat Islamnya tetap dibawa nanti di banyak

17:53 teori-teori yang dia bangun tetap memasukkan Bagaimana dialektika antara Islam sebagai ideologi dengan kenyataan hidup umat Islam sehari-hari Jadi bagaimana umat Islam mendialogkan antara ideal dan realita hidupnya dan itu yang dibahas dalam al-ibar ya Selain al-ibar sebenarnya Ibnu Khaldun juga nulis banyak buku yang lain dia nulis juga Syarah kitab-kitabnya Ibnu Rus dia nulis juga tentang aritmatika tentang matematika multidimensi meskipun Ibnu Khaldun sendiri mengkritik orang yang multi Talents Nah nanti kita lihat ya dia dia enggak suka dia dia pelopor yang namanya profesionalisme dia yang

18:40 menginisiasi spesialisasi kajian Oke nanti pikiran-pikirannya mengilhami banyak filsuf barat mulai aguskom dan kawan-kawan baik dari tradisi sosiologis filsafat sosial termasuk juga dari tradisi filsafat Sejarah Mungkin pengaruhnya ke Hegel kan banyak kalau ditelusuri banyak ide-idenya makanya sejak kemarin kan kita lihat ternyata memang lahirnya renaisan dan meledaknya peradaban barat sampai hari ini dia jadi pelopor peradaban itu sebenarnya memang perannya Islam besar karena konsep-konsep dasar ide-ide dan inspirasi awal dari semua bangunan dasar majuan Barat itu

19:30 dari Islam mulai kemarin Ibnu Rus Ibnu Sina dan kawan-kawan Oke kita lihat sekarang sejarahnya Ibnu Khaldun orang pertama yang bilang bahwa sejarah itu tidak semata-mata cerita tentang peristiwa yang terjadi tapi juga melibat kan subjek gitu Jadi kalau ada peristiwa a terus aku menceritakan peristiwa A itu ini kan namanya narasi sejarah dalam narasi sejarah ada dua variabel

20:17 ceritanya sendiri dan aku yang cerita gitu kalau kemarin kamu SMA Apa mungkin di pelajaran Sejarah itu kan yang dikedepankan cerita nya gak pernah dibahas Siapa yang cerita Nah kalau ceritanya itu sejarahnya Siapa yang cerita itu biasanya jadi kesibukannya disiplin nantinya belakangan namanya filsafat sejarah Jadi kalau ada berita apapun perhatikan juga siapa yang cerita dari siapa berita itu kenapa itu menentukan kualitas dan nilai dari sejarah dari siapa sama-sama ya memang

21:03 ada sih penculikan jenderal-jenderal tapi cerita versinya ordo baru dengan cerita versinya era reformasi mungkin beda jadi dari siapa dulu yang ngomong ya paling gampang ya contoh hari ini itu loh kalau kamu buka internet ada cerita tentang Prabowo ah kamu kan Terus yang suka Prabowo atau yang gak suka owo kan terus bereaksi tapi sebelum bereaksi coba cek dulu itu dari siapa kamu lihat Oh ini kok muji-muji Prabowo terus Oh Ya wajar wong TV One kan gitu ya dari tv1 ya mesti wae sementara yang di Metro mesti yang dipuji-puji Jokowi Coba lihat dua-duanya ngomong

21:50 tentang kampanye hitam yang dilarang tapi perhatikan ilustrasinya ketika tv1 larangan kampanye hitam itu mesti yang diperlihatkan ilustrasinya bahwa Prabowo adalah korban kampanye hitam yang di Metro kebalikannya ilustrasinya adalah Jokowi Adalah korban kampanye hitam maka tidak terlalu ya penting sih narasi sejarah cuma narasi itu dari siapa itu juga penting dan kesadaran semacam ini di introdusi pertama kali oleh Ibnu halaldun dan ini kalau diperhatikan nanti memicu banyak sekali ide baru meskipun agak tenggelam di era Modern Tapi ide semacam ini lahir kembali kembali di tradisi posmodern dengan

22:37 pluralitas dan hermenetiknya bahwa sejarah itu tidak melulu narasinya tapi juga dari siapa narasi itu datang dalam kondisi apa itu diceritakan Kenapa karena dalam itu yang di disbut filsafat sejarah tadi dalam konteks dalam setting di situ sudah melalui kontemplasi dan analisis dari si pencerita sama-sama ngaji kayak gini tergantung Siapa yang melihat ada yang melihat Wah ngaji ini penting ada yang ya n daripada nganggur aja ada yang melihat wah kenapa si penceritanya yang

23:25 ngomong jadi aspek kontemp dan analisisnya ada dan Nalar semacam ini nanti jadi modus utama postmodernitas dan jauh sebelumnya Ibnu Khaldun sudah ngomong tentang itu Oke kalau Ibnu kholdun melihat ketika dia menceritakan tentang fenomena masyarakat dia biasanya pakai Tidak cuma empiris tapi juga historis itu yang disebut tadi tidak cuma narasinya tapi juga settingnya jadi sejarahnya dan juga faktanya nah itu yang agak beda kan fakta sama setting sama konteks gu loh bahwa Misalnya ini

24:13 faktanya adalah teh tapi Siapa yang ngasih teh ini kan menentukan nilai dari teh ini kalau yang ngasih takmir itu kan jelas kewajiban atau penghormatan kan gitu tapi kalau yang ngasih pacarmu kamu bertamu di rumahmu di rumahnya terus kamu dikasih teh itu kan enggak sekedar kewajiban tapi opo yo apa ya kiro-kiro Ya mungkin kasihan mungkin basa-basi mungkin macam-macam maknanya ya kan

24:58 Oke jadi konteks kadang-kadang lebih penting daripada teksnya Kalau dalam hermeneutik modern kan gitu misalnya tiba-tiba ada orang bilang padamu I love you Terus kamu grwa berarti senang padaku kamu suka padaku gak itu loh kaosmu ada tulisannya I love you loh Itu kan konteks kata-kataku I love You tapi ternyata Maksudnya cuma baca tulisan di kaos itu kan jauh Kalau berhenti di kata-kata enggak lihat konks teksnya itu memang Wah Dia sedang mengekspresikan cinta gak cuma baca kebetulan mungkin kausnya ada tulisan El terus dibaca I love you gitu karena ini kan menentukan kan pernah tak ceritain itu kan k Saya pernah salat Jumat itu

25:44 ono mahasiswa salat pakai kaos kaosnya itu anu robek di belakang itu terus dilingkari pakai spidol sret dikasih tulisan kecil bedah rek Iya jadi saya ngoco Aduh salatnya jadi kac reknya sih ndak apao diling pakai se k tulisan bed re itu malah Oke ada lagi yang tiap kali saya di belakangnya selalu Meso karena tulisannya besar-besar itu nasmu jadi setiap kali di belakangnya mesti moco nasmu nanti ketemu lagi di lantai dua di belakang dia lagi wah nasmu lagi nanti ket lagi Makanya hati-hati kalau milih

26:30 tulisan di kaos kamu kadang-kadang isinya bikin orang gak karu-karuan kan ada yang isinya panjang kemarin ada yang isine sejarah Sunan kalijago apa Sunan Sopo itu panjang S kalau jadi karena dia salat Jumatnya di depanku sambil dengerin khotbah tak woco panjang gituikirnya sejarahe Sunan kalijago sak sak kahos itu di belakang itu khas itu kan ya kan loh konteks dan teks Ternyata jauh bisa berpengaruh gak selalu yang kelihatan itu terus maknanya Sama persis dengan itu dan inspirasi Ini pertama kali dimunculkan oleh Ibnu

27:16 Khaldun dalam filsafat sejarahnya jadi itu cara pertama dalam memahami sejarah Oke sejarah itu kata ya Ibnu Khaldun ada Sisi ekstrinsiknya dan ada sisi intrinsiknya ya implikasi dari yang tadi jadi ketika kita membaca sebuah kitab sejarah sebuah buku sejarah Yo ada narasinya ada sisi subjektif dari yang bikin narasi sejarah itulah aspek intrinsik karena sifatnya subjektif maka dia harus

28:04 dikritisi dan istilah kritisisme kritik itu kan nanti ketemunya berakhir di filsafat jadi sejarah tidak bisa lepas dari filsafat dan dari sini nanti muncul kajian baru yang dikenal sebagai filsafat sejarah jadi filsafat sejarah itu enggak kok terus memfilsafat Ati peristiwa demi peristiwa tapi meng apa masuk ke dimensi intrinsik dari fakta atau narasi sejarah yang disampaikan itu namanya historiorafi isinya adalah tentang pertanyaan Bagaimana dan mengapa dari

28:53 sejarah Mengapa ada peristiwa a mengapa dia cerita begitu Bagaimana bisa dan seterusnya itu pertanyaan-pertanyaan dari filsafat Kenapa sih kok selalu dikenalkan bahwa filsafat itu pertanyaannya mengapa dan bagaimana kok bukan apa Pak kan apa itu lebih penting sebelum orang Bagaimana dan mengapa Iya karena begitu orang tanya mengapa atau bagaimana berarti dia sudah selesai Dengan apa orang gak akan bisa jawab Bagaimana dan mengapa kalau apanya belum terjadi jaw jadi seolah-olah filsafat Oh berarti filsafat sudah tinggi ya gak butuh apa gak dia sudah selesai dengan apa apa Kapan Di mana itu harusnya sudah

29:40 selesai setelah apa Kapan Di mana terjawab baru orang tanya bagaimana dan mengapa sebelum apanya ketemu kan orang gak bisa ngomong mengapa dan bagaimana sebelum aku ngerti bahwa ini teh terbuat dari air yang dikasih gula yang dikasih teh aku ngdak bisa jawab Bagaimana cara bikin teh dan juga ndak bisa jawab mengapa kok ada Teh di sini karena faktanya sendiri aku gak kenal maka Apa itu pasti sebelum Bagaimana dan mengapa oke sejarah kalau dalam cermatannya Ibnu Rus ternyata punya fungsi dan nilai

30:26 praktis apa sih Gunanya orang belajar sejarah dalam cermatannya Ibnu Khaldun itu di Arab zaman itu sejarah sering dijadikan alat oleh para penguasa atau siapapun yang punya hubungan dengan pengambilan keputusan untuk m-backup untuk mendukung kebijakan-kebijakan mereka jadi narasi sejarah sejak dulu itu selalu disetir oleh penguasa kalau dalam cermatannya Ibnu Khaldun jadi misalnya opo Wi sejarah babat tanah jawo para raton yang tentang

31:12 majopahit itu banyak sekali nasasak kuno itu dulu pasti disusun dengan kepentingan penguasa sesuai kebijakan para penguasa zaman itu yang tidak sesuai ya disuruh buang disinggirkan Kalau ada narasi-narasi sejarah versi yang agak menjelek-jelekkan yang punya kuasa pasti disingkirkan itu hasil cermatan Ibnu Khaldun ya enggak jauh-jauh dulu ordo baru kan juga gitu jangan baca buku ini jangan baca buku ini jangan baca buku ini selalu begitu dalam sejarah Islam juga begitu kamu yang sunni selalu diwanti-wanti jangan baca bukunya Wahabi jangan baca bukunya Syiah jangan baca bukunya Ahmadiyah jangan bacakan selalu begitu

31:58 kalau bahasanya Mount gomeryw itu namanya strategi kuasa bukan karena kalau membaca itu terus bahaya bagimu tapi kalau kamu baca itu terus kamu paham ini bisa membahayakan kekuasaan kalau kamu misalnya zaman Pak Harto kamu dilarang baca komunisme sosialisme ya karena ketika kamu mendalam di situ Kamu bisa menggoyang ideologi developmentalisme model kapitalis yang dikembangkan oleh Orde Baru semakin besar orang ngerti itu mungkin semakin cepat orang menggoyang Soeharto tapi kan ada strategi kuasa yang bikin orang benci setengah mati terhadap sosialisme komunisme dan lain-lain dalam Islam juga begitu di

32:44 sunni Islam juga begitu yang Syafi'i juga begitu yang semuanya begitu Itu hasil cermatannya Ibnu haldun ternyata sejarah itu selama ini sering dipakai oleh para asa ya Sejarah itu sebenarnya memang penting kita hidup pedomannya sejarah cuma Jangan terpaku dengan sejarah saya lupa ada ahli sejarah yang bilang posisikan sejarah seperti lampu anu seperti kaca spion Jadi bukan bukan kaca utama kalau kamu naik motor apa naik mobil kan kamu jangan lihat spion terus kamu mesti nabrak ke depan tapi juga Jangan cuek dengan spion si ngerti kamu disalib dari belak Kan kamu gak siap jadi

33:30 sekali-sekali dilihat sekali-sekali dilirik tapi jangan nonton sepion Terus kalau nonton sepan terus ya bisa gawat itu positioningnya sejarah jadi ada fungsi politik dari sejarah yaitu melanggengkan kekuasaan kemudian sejarah juga bisa membantu untuk bikin stabilitas bikin Harmoni untuk menata kota jadi ya tadi orang belajar sejarah dia bisa dapat banyak manfaat banyak pengetahuan baru dengan

34:17 pengetahuan ini dia menata hidupnya jadi menata namanya tadbirul mudun tadbirul Madinah mengelola hidup bekalnya pengalaman semua teori itu kan sumbernya pengalaman sumbernya dari sejarah Kenapa Indonesia pakai Pancasila Kenapa Indonesia pakai undang-undang 45 Kenapa kok pakai burung garuda sebagai simbol Kenapa kok ndak pakai komodo komodo kan identitas asli Indonesia Kenapa kok malah pakai burung garuda pasti ada setting sejarah di sana jangan lepaskan dari settingnya kalau dilepaskan mungkin kamu komplain padahal identitas kita itu kan

35:05 Komodo kemudian apalagi yang khas Indonesia itu kan kok malah burung garuda kalau burung garuda kan mirip-mirip aja sama Amerika yang pakai burung elang mirip-mirip aja sama apa ya yang yang pakai Garuda kan banyak yang pakai burung-burung Elang itu kan kenapa Kok ndak pakai Komodo pasti ada setting sejarah di sana pasti ada penataan ada pengaturan di sana ada argumen ada logikanya dan itulah gunanya belajar sejarah jangan sekali-sekali Melupakan sejarah katanya Soekarno Oke jadi pahami sejarah dengan cara lihat aspek ekstrinsik dan

35:50 intrinsiknya dekatilah sejarah secara kritis karena seringkiali sejarah dipakai sebagai alat alat politik demi tujuan kekuasaan oke terus hati-hati ketika berdekatan dengan informasi-informasi sejarah ada banyak sebab setelah kita lihat konteks telitilah dari konteks itu ada enggak ciri-ciri itu kalau ada ciri-ciri itu Kita patut curiga ciri yang pertama adalah orang yang membawa kabar orang yang membawa

36:37 berita itu sejarah itu yang pertama Apakah dia fanatik gak dengan ideologinya sendiri kalau dia fanatik pasti sejarah berita yang dia bawa tendensius sesuai mazhabnya sesuai ideologinya fanatik itu berarti yo right or Wrong my country benar salah Pokoke pacarku paling cakep itu fanatik sudah jadi opo-opo Pokoke mesti dueku sing paling apik ndak mungkin salah itu berarti fanatik kabar cerita sejarah dari orang atau kelompok Orang atau

37:23 lembaga yang seperti ini itu perlu dikritisi karena biasanya gak fair gitu yang dilihat baiknya dirinya saja dan jeleknya orang lain saja itu sering seperti itu jadi ciri pertama kemungkinan ada distorsi sejarah bahwa yang membawa cerita sejarah itu adalah seorang yang fanatik seorang yang sangat terikat oleh ideologinya Kemudian yang kedua terlalu percaya orang yang apa

38:08 gampang dihapusi orang yang yo gampang percaya dikasih tahu A percaya dikasih tahu B nah kalau yang membawa berita orang yang kayak gini itu juga rentan manipulasi jadi kamu di kasih tahu temanmu bahwa hati-hati loh ya ada gini gini gini gini Siapa yang kasih tahu kamu ini dia ini yang dikasih tahu ini Coba kamu cek Apakah anak ini Teguh pendirian atau gampang dihapusi kalau dalam ilmu Hadis kan sangat hati-hati menerima berita dari orangnya ini nah ini jenis kedua jadi

38:57 Apakah orang ini mudah percaya dan mudah dibohongi kalau dia mudah percaya dan mudah dibohongi hati-hati informasi dari orang ini yo bukan enggak salah sih dia cuma Mungkin dia ndak kritis dalam menerima berita Jadi mungkin dia lugu jadi manut we kasasih tahu ke selatan eh jangan ke selatan sampai Selatan jangan ke selatan ke utara aja di pokoknya bulet orang yang gak punya pendirian orang yang bahasa zaman dulu menyebutnya imannya lemah agak berat imannya lemah itu berarti keyakinannya gampang goyang kamu kuliah enggak usah pacaran

39:43 pacaran itu ganggu pokoknya kamu enggak lulus-lulus kalau pacaran iya toh i ya wis aku gak pacaran begitu temannya pacaran aku pacaran malah semangat belajar sekarang malah rajin ke kampus malah anu berarti harus pacaran ya ayo tak cari pacar nah orang kayak gini Yang perlu hati-hati kamu berarti gampang dipengaruhi begitu baca Facebook uh ternyata Jokowi itu Cina toh Wah cinao ternyata aku ndak Jokowi Prabowo begit Oh Prabowo itu ternyata keluarganya non mususlim toh aku bolak-balik tiap hari kamu makan gitu kalau Kenapa nak punya pendirian dari orang jenis ini riwayatnya harus hati-hati bukan salah dia kan karena dianya sendiri Memang

40:29 lemah jadi siapa dulu yang cerita sejarah Jadi yang pertama terlalu saklek fanatik yang kedua terlalu cair jadi malah enggak jelas orangnya yang ketiga tidak mampu memahami maksud dalam informasi yang diterima Ini hubungannya sama IQ kalau orangnya iq-nya ndak terlalu tinggi moco buku or paham-paham dikandani mlet Bingung terus tiap hari informasi dari orang ini juga harus dikritisi jangan-jangan dia salah

41:14 paham karena ya IQ juga menentukan daya tangkap itu kan menentukan dikasih tahu apa tapi pemahamannya apa minggu depan kita kosong ya gak paham dia loh kemarin katanya cuma Kosong Pak ternyata libur to I kosong itu yo libur nak iso bed antara libur Sama Kosong I dibayangkan mungkin kosong itu apa kelasnya kosong apa kosong sing penting kuliahnya tetap jalan Mungkin gitu Padahal kosong itu ya libur Oke jadi orang yang ketiga yang perlu dikritisi informasi yang dibawa adalah iq-nya tinggi nak

42:02 oke ya ya zaman sekarang banyak orang bilang IQ itu gak penting Pak yang penting IQ atau SQ ya semuanya pentinglah bukan berarti kalau EQ dan SQ penting terus IQ gak penting yo IQ juga penting karena Apun namanya gerbang pertama pemahaman manusia itu akal nya daya tangkap melalui rasionya kalau iq-nya rendah emosinya juga kacau spiritualitasnya gak akan bisa sampai puncak Kenapa daya tangkapnya rendah apalagi agama spiritualitas itu kan agama butuh daya tangkap butuh rasio

42:51 yang luar biasa karena objeknya objek spiritual objek yang gak fisik itu kalau iq-nya nak tinggi itu ya juga pontang-panting memahaminya sehingga kayak di Ibnu thfil kemarin kan bisanya cuma ketika dikasih simbol-simbol beragama dengan dasar simbol jadi pokoknya salat kalau jemaah 27 derajat kalau besok masuk neraka pokoknya fisik semua Kenapa gak bisa berpikir abstrak akalnya enggak nyampai ahah jadi IQ yo penting IQ emosi juga penting karena emosi kadang-kadang juga mempengaruhi cara berpikir spiritual

43:39 juga penting karena spiritual mempengaruhi juga kejernihan pemikiran tapi kan pada akhirnya ujungnya tetap ke daya tangkap yang namanya pikiran IQ Jadi kalau selama ini kamu sudah senang meskipun IQ saya rendah tapi iqku kan tinggi Pak squ kan tinggi Pak Yo itu sebenarnya pararel jadi orang yang emosinya stabil spiritualitasnya tinggi biasanya memang dia cerdas meskipun kadang-kadang ada orang yang sangat cerdas tapi emosinya enggak stabil spiritualitasnya enggak

44:25 tinggi jadi J kalau sudah iq-nya tinggi emosinya dibereskan spiritualnya dibereskan tapi begitu iq-nya rendah dikasih apa-apa enggak masuk ngurusi emosi juga bingung dihibur malah marah-marah Ya kan temannya mau bantu dia malah tersinggung ah susah kenapa emosinya enggak stabil daya tangkapnya agak berat daya dongnya rendah mahasiswa model kalau kalau zaman dulu saya punya dosen yang kalau ada mahasiswa susah paham-paham dia marahnya Mesti pakai istilah kamu mahasiswa Awalnya dia pakai kampret mahasiswa kampret kamu kenapa

45:14 enggak paham-paham lama-lama dari kampret diganti jerapah t kamu mahasiswa jerapah Karena antara akalnya sama hatinya sama anunya kan jauh tadi mikir jauh sampai baru Paham jauh sekali akalnya tadi Yang lain sudah ketawa di ketawanya belakangan baru karena akalnya ada di sana terus anunya jauh terus jadi disebut mahasiswa jerapa Oke mahasiswa yang dongnya lama dikasih tahu enggak paham-paham keluar kelas baru Paham Oh itu toh yang dimaksud dosennya itu mahasiswa siapa Oke yang

45:59 keempat berasumsi secara salah terhadap kebenaran informasi karena terlalu percaya kepada sumber informasi jadi orang yang penuh berjudais selalu punya asumsi-asumsi dan kebetulan asumsinya keliru jadi orang yang penuh Kalau bahasa Indonesianya sakwangka tadi Pokoke ah kalau orang sana itu mesti gitu deh ah Madura Madura lag mesti keras-keras orangnya Ah itu kan prjudais namanya Wah kalau orang Jawa mesti kelemak-kelemek Wah kalau orang Medan mesti sukanya teriak-teriak Wah kalau orang Jakarta mesti egois sukanya lu itu

46:46 prjudais dari orang yang suka prjudais ini kamu harus hati-hati menerima informasi karena informasi itu pasti sudah diolah dulu oleh dia pakai prjud ya ah mahasiswa UN mesti gitu gayane ketu wis mesti ahah itu kan prjudais katanya siapa mahasiswa UIN deso kan Enggak kan Yang Kalau UIN itu apao cirinya biasanya dikenalnya anu Islami Wah Islami Gaklah kalauak Kampung mungkin agak dikit ada teori Desa Apa bedanya desa dan tidak desa dari Ibnu khalun nanti belakangan

47:32 Oke kemudian yang keempat tidak mengetahui kesesuaian antara kondisi yang dikandung informasi dengan realitas sebenarnya jadi orang ini buta kenyataan misalnya orang yang ngak pernah ke Makkah cerita tentang Makkah ini kan berarti informasinya boleh kamu tanda Betik haji itu panas kalau di sana itu lah sampean pernah ke sana enggak pernah katanya Oh enggak pernah Yao sudah belum berarti kan Ya mungkin dia benar informasinya tapi Kasihlah dalam tanda

48:18 petik kritisi dulu karena nak mesti benar informasi dari orang ini karena dia enggak pernah ngalami ya kayak tadi loh jangan pacaran pacaran itu ganggu sekali kuliah sampean pernah ba pacaran enggak pernah loh gak pernah Ya mungkin benar dia tanda petik ajaulu coba dicek Coba tanya yang memang pacaran biasanya pacaran yang mendukung kuliah itu pacaran dengan teman sak kelas karena tiap hari pengin ketemu jadi rajin kuliah paling apes kalau bedo kampus apalagi beda daerah itu biasanya ganggu karena boros pulsa oke iya kan biasanya orang pacaran itu

49:05 kan yang paling kelihatan kan enggak pernah nelepon sebentar nelepon mesti Sui dan boros pulsa itu ya kalau mau ngirit yo anu cari yang gratisan smart friend sama smart friend gratis terus Mentari cari yang paket gratis ngobrol 3.000 sepuasnya nya biasanya gitu oke yang selanjutnya Apa itu cenderung mendekatkan diri pada penguasa partisan ini juga harus dikasih tanda petik orang-orang yang dekat dengan

49:50 penguasa itu biasanya penuh dengan kepentingan dan yang terakhir [Musik] tidak mengetahui logika sejarah Nalar peradaban tidak kenal tren yang hari ini sedang berjalan seperti apa jadi hari ini itu kalau ada mahasiswa sama mahasiswi duduk Jajar itu Gak mesti pacaran itu logika hari ini Ah itu kalau orang yang enggak ngertikan ah kamu jjuk Des Saya berdua pacaran Ini mesti kan enggak ngerti logika hari ini berarti dia hari ini enggak mesti bahkan sudah dibawa ke hotel kadang-ang juga gak

50:36 pacaran loh Itu logika hari ini itu Iya kan kadang-kadang sudah diboncengin ke mana-mana bukan itu yo aktivis saja aktivitasnya Kebetulan sama ya kan itu logika hari ini Nah orang yang gak ngerti cara berpikir hari ini itu informasinya juga coba dipending dulu dikritisi dulu karena mode hari ini beda dengan mode zaman dulu jadi melihatnya harus beda jadi orang yang gak ngerti mode yang up to date ya informasi dari dia hati-hati juga Oh itu sat du 3 4 5 6 7 wanti-wanti dari

51:23 Ibnu Khaldun biar kamu enggak gampang tertipu informasi apapun termasuk yang dari tv tv itu kan ya cirinya banyak bahkan hampir di tujuh itu TV bisa kena ya kan jadi kebohongan informasi sejarah Oke jadi filsafat sejarahnya Ibnu Golden poin utamanya itu tadi sekarang kita lihat sosiologinya ibu Khaldun melihat bahwa manusia adalah makhluk sosial diawali oleh Aristoteles sebenarnya Oleh karena itu manusia pasti

52:09 berorganisasi sosial itu gak bisa dielakkan sudah itu sudah Fitrah naluri apa enggak bisa Pak orang hidup sendirian yo bisa aja tapi melawan Fitrah agak berat dia harus mati-matian itu seperti orang yang apa Nak bisa Pak orang gak kawin yo bisa aja Cuma dia harus pontang-panting jungkil balik tiap hari ngempet Kenapa karena kawin itu fitrah jadi Fitrah itu bukan berarti Nak bisa dihentikan tapi kalau dihentikan Kamu harus mati-matian berjuang sama kayak sosial boleh kamu Saya benci dengan dunia hari ini semua isinya palsu Saya

52:57 pengin uzla bisa cuma kamu harus mati-matian Kenapa karena berhubungan dengan orang lain itu fitrah ya kan Coba kamu coba seminggu aja jaajal enggak usah nyata aja orang lain Gak usah Seo wis y kamu Ning warung Ning kampus meneng jajal engak usah berhubungan nanti kan kamu tersiksa luar biasa ada orang ketemu padamu Kamu di aja cuek aku gak ada hubungannya sama siapa coba aja latihan untuk membuktikan opo benar makhluk sosial manusia kamu akan ketemu bahwa ya memang Fitrah ternyata buktinya kamu tersiksa enggak usah lama-lama wis 3 hari aja kayak gitu gak akan bisa

53:47 oke nah Ibnu khaldon membagi nah kajian tentang organ sosialnya organisasi sosalnya manusia itu oleh Ibnu khaldin disebut umron jadi tentang organisasi sosial manusia isinya umron itu ada dua jenis kajian yang pertama umron Badawi dan yang kedua umron hadori bidwiin culture dan Civic culture budaya badui masyarakat badui dan budaya sipil masyarakat

54:33 sipil masyarakat yang sudah hadiri masyarakat beradab dan masyarakat Badu masyarakat desa dan masyarakat kota itu nanti jadi kajian khasnya Ibnu haldun cirinya badui Apa cirinya desa apa sederhana bebas egaliter spontan gembira dan kohesif nyambung jadi desa itu biasanya orangnya cenderung sederhana kemudian bebas enggak banyak ikatan Coba lihat orang-orang Desa itu

55:18 nyantai enggak pernah debat kayak kamu enggak pernah sem santai aja siang-siang di kebun hanya pakai PH aja sambil nyari kutu enggak ada orang ribut pornografi engak biasa aja dan enggak ada orang teriak-teriak gara-gara itu nyantai bebas sumuk kok ya dicopot bajunya terus sama tetangganya nyari kutu di belakang sambil ngsip santai no problem Enggak ada masalah dengan Jokowi prowo wis enggak urusan enak menikmati hidup nyaman sederhana enggak enggak Kakan pola ya kan itu desa dan enggak ada orang ribut kan yang kayak gitu-gitu lihat kayak gitu-gitu yang ribut kan paling kamu yang orang kota ini orang desa biasa spontan kalau ya ya bilang ya Kalau enggak ya bilang enggak enggak senang ya Bilang aja enggak senang

56:05 kadang kamu bilang leb lah kamu bilang deso lah kamu gak kalau dia suka ya bilang aja suka lihat kamu cakep dibilang aja Wah cakep banget ya biasa aja atau jelek ya dibilang jelek Enggak enak juga enggak enak karena saya pernah itu ngajak bolo-bolo dari kampung nyari restoran enggak ada tak ajak makan KFC isine cuma ayam sama saos itu aduh komentarnya pangenan kayak gini nih r.000 25.000 has neng omah tak gawek dewe dan itu ngomongnya keras-keras lagi Iya loh spontan aja dan jadi yo

56:50 pegawain ngir y enggak urusan ya kan begitu mau pulang dibungkusi semua eman-eman eman-eman dibungkusin semua kalau kamu kan jaim mesti enggak mau alah tapi dia dibungkusin spontan aja enggak enggak terlalu kalau kamu kan op-opa mesti mikirkan Wah ini bikin malu ah ini lebai Ini enggak l dia iya yo iya enggak ya enggak Badawi gembira kenapa Yo karena tadi dia bebas berekspresi santai jadi Jadinya gembira yang pengin kamu sumpek itu kan kamu terlalu banyak bikin penjara terlalu banyak bikin sekat untuk ekspresimu sendiri gu loh kamu pengin gini tapi

57:36 terus mikir andak ah nanti kelihatan jelek kamu pengin gini andak ah nanti malu dilihat orang andak ya wis rasake dewe Kamu tiap hari stres karena kamu sendiri yang bikin pager yang seharusnya itu tidak pager boleh enggak kamu ke mall pakai sarung boleh tapi Ayo ke sonana pakai sarung kamu kan Oh nak Pak Yo pakai celana lah Pak malu lah pak ya Malu kan jaim lah Pak gengsi Pak kan mesti gitu Padahal kamu pakai juga ndak ada masalah boleh engak kamu ring tonnya ngaji boleh kan Tapi kamu apa ya Jangan segitunya lah Pak Mas R ngaji loh sing

58:23 ngatur itu loh Kamu bikin atur-aturan sendiri bikin nyusin sendiri Kamu boleh pakai rington lagu dangdut apa lagu India kalau memang kesukaanmu itu Tapi kan kamu Ah geng Sil Pak Mas lagu India jadi ringtun kan kamu STI gitu kamu ndak spontan jadi yang kamu sukai apa yo ituah wong nak dosa kok kecuali yang dosa loh ya oke ciri Badawi dan kohesif Jadi enggak usah direkat-rekat enggak usah di dibikinkan kegiatan-kegiatan untuk bersatu sudah otomatis bersatu orang kampung itu ya kalau satu bangun rumah yang kerja bisa orang sak Kampung dan enggak perlu diminta begitu tetangganya ada kerepotan

59:11 apa semua datang Badawi jadi sederhana spontan gembira dan kohesif nah biasanya orang-orang ini kalau sudah mulai maju sudah mulai berubah dari Badawi Jadi hadari kenapa yang tadi bisa sederhana bisa spontan karena masih simpel hidupnya urusannya Enggak banyak masih sangat sederhana nah begitu berubah jadi hadori hidupnya jadi Kompleks ada kompleksitas ketika kompleksitas terus lahir restriksi-restriksi pembatasan-pembatasan setelah dibatasi

59:57 biasanya terus ada pembedaan-pembedaan terus ada apa pengekangan diri terus ada kesopanan-kesopanan kecanggungan kepentingan pribadi mulai main tidak lagi kohesif itu biasanya mentalnya orang hadori mentalnya orang kota urusannya sudah banyak mikirnya Enggak cuma itu tok sudah mikir macam macam sehingga akhirnya terus bikin banyak batasan sendiri untuk dirinya sendiri ya silakan kamu cermati dirimu sendiri kan banyak Sebenarnya kamu bikin aturan untuk dirimu sendiri aku itu kalau rambut gak Gondrong jelek ya harus gondrong lah

1:00:44 menurut kamu sendiri Kamu bikin aturan sendiri malah susah kuatel rambutmu ya demi gondrong kan kamu rela gatal menahan diri gara-gara gondrong dan kamu batasi dirimu untuk tidak gundul padahal mungkin gundul itu lebih simpel ketika gundul kamu ngirit sampo ngirit Iya kan lebih enak lebih ringan lebih enteng lebih bermanfaat bagi yang lain mungkin ada yang pengin ngaja ada yang pengin jadi ya kan lebih simpel tapi kamu milih gondrong ya ndak apa-apa tapi ketika pilihan terus maka ada batasan-batasan ada pengekangan-pengekangan diri dan itu masyarakat kota dan biasanya

1:01:30 penuh kecanggungan-kecanggungan ada etika-etika etiket etiket Coba lihat orang kota sosialita itu cara jalan aja diatur cara duduk cara minum diatur ya kan minum itu dari tangan yang mana diangkat ke mana Enggak boleh kan gitu minum aja duduk aja diatur perempuan jangan duduk kayak gitu kayak gini Oh yang laki-laki duduk di jalan aja diatur pembatasan-pembatasan sendiri kayak di kampus itu loh bikin aturan a bikin aturan B susah dewe saiki di mana-mana kan gitu bikin aturan kamu malah jadi susah tidak spontan

1:02:16 Oke dan ada etiket-etiket ada etika-itik kalau di situ bahasanya kecanggungan-kecanggungan itu hadori ini dari sisi mentalitasnya loh ya bukan dari sisi materi dan wajah peradabannya karena hadori jelas lebih warna-warni lebih indah lebih maju dibandingkan yang Badawi yang sederhana spontan keberagamaan Badawi dengan keberagamaan hadori Ya beda Badawi kalau di Mekah y lahirnya model-model keberagamaan agak wahabian agak salafian sederhana nak rumit ayatnya itu ya dilakukan itu kan gitu aja mereka Nak bisa diajak berpikir

1:03:03 rumit kalau di Indonesia ya yang tradisional wis Pokoke apa katanya Kiai kui wis Nak usah debat-debat diskusikusi Ji capek pokoknya agama itu ya apa kata kiainya simpel enggak rumit kamu yang kuliah kan yang rumit susah karepe dewe akhirnya malah nak salat gak puo gak jelas Pak padahal ada yang lebih simpel cuma karena kita sudah orang kota terus jadi barang gampang jadi rumit ah dan kalau dalam analisisnya Ibnu Khaldun masyarakat itu biasanya dari Badawi terus berkembang ke arah hadori tapi hadori

1:03:50 ini pada akhirnya akan jatuh lagi ke Badawi jadi karena peradaban itu slikal muutter jadi orang kota itu nanti ketika jenuh di kota kan terus merindukan Desa Kenapa sih tadi ketika tak Jelaskan Desa kamu tertarik sekali karena hari ini kamu sedang hadori kamu sedang jadi orang kota tapi coba tanya orang desa yang sama sekali enggak pernah ke kota sing neso itu pasti mimpinya adalah mimpi kota ah Enak ya di kota itu apa-apa gampang apa-apa bisa ditemui apa-apa kan gitu tapi kamu menindukan desa ah enak Desa sederhana spontan enggak terlalu

1:04:37 Nah jadi kamu desa apa kota tinggal dilihat mimpimu kalau mimpimu masih mimpi Pak pengin HP yang baru Pak pengin laptop edisi baru Pak kamu berarti masih deso mimpimu mimpi kota pengin punya uang banyak pengin tapi kalau mimpimu mimpi Saya bosen di kota Pak Saya pengin ke desa Saya pengin wes nandur aja ke sawah pengin anu berarti kamu orang kota mimpimu mimpi Desa ya kan kalau kamu Pak Saya pengin jadi pegawai negeri Pak Saya pengin jadi pejabat Pak pengin jadi DPR berarti kamu masih Desa mimpimu mimpi kota tapi kalau kamu pengin back to basic kembali ke ke yang

1:05:23 natural-natural berarti kamu kota kan sekarang itu lokalisasi globalisasi yang sedang Global kan pengin lokal lagi Sementara yang lokal memimpikan yang global Nah itu khadari sama Badawi terus ya perkembangan umron Jadi kenapa sih masyarakat itu berkembang intinya ada dua variabel yang pertama Karena manusia itu punya intelektualitas dan yang kedua manusia itu punya hayawaniah punya daya kehewanan jadi punya hawa nafsu punya

1:06:10 hasrat itu yang bikin manusia itu selalu muter berkembang dikasih a pengin B dikasih B pengin C dikasih a pengin sudah jadi kota Pengin kayak desa sudah Desa Pengin kayak kota dan selalu begitu Kenapa Karena manusia punya akal dia punya intelektualitas dan dia punya hawa nafsu itulah khasnya manusia jadi enggak kemerungsung Ambisi tok tapi ada kendali namanya akal intelek juga enggak bersih pakai akal aja tapi juga ada ambisi-ambisi dan itulah yang bikin hidupnya manusia dinamis meskipun para filosuf yang kemarin kita bahas semuanya bilang

1:06:56 akalnya yang yang harus merajai tapi kalau di Ibnu Khaldun seringki yang terjadi sebenarnya adalah yang duluan gerak itu nafsunya hasratnya hayawaniahnya kamu ingin atau tidak ingin dulu baru akalmu kerja untuk menjustifikasi ingin dan tidak inginmu itu dalam cermatannya Ibnu khdun kamu mau atau tidak mau dulu baru terus akalmu cari alasan kena kok kamu mau kenapa kamu enggak mau kamu suka apa enggak suka dulu baru yang rasional-rasional belakangan Kenapa kamu Jokowi atau Kenapa kamu Prabowo itu coba mesti karena kamu pada awalnya sudah condong sudah cenderung sudah suka atau sudah

1:07:42 tidak suka argumennya kamu cari belakangan argumen yang gak cocok kamu buang yang cocok n benar benar to mesti gitu tapi yang gak cocok Ah ini pencitraan Ah ini nah ah ini black campaign tapi ketika cocok sama kamu loh kan apa ku bilang loh kan segitu dan manusia selalu begitu bahkan berhadapan dengan Quran dengan dalil kan juga gitu Quran juga kamu pilih-pilih yang sesuai kepentinganmu yang Jabariah milih ayat-ayat Jabariah yang qadariah milih ayat-ayat qadariah yang NU cari ayat-ayat Pro NU yang Muhammadiyah cari ayat-ayat Pro Muhammadiyah yang Wahabi juga begitu sunni juga begitu Syiah juga

1:08:28 begitu Itu kalau di Ibnu Khaldun adalah ternyata hayawaniat itu lebih dulu daripada insaniat jadi hasrat keinginan Ambisi cita-cita itu duluan akal intelek rasio dan lain sejenisnya itu belakangan dia hanya jadi justifikasi dan dari adanya dialektika antara hasrat dan keinginan inilah nanti lahir peradabannya manusia tanpa ada hayawaniat yo gak akan lahir peradaban besar yang ada peradabannya malaikat akal saja tapi enggak ada akal

1:09:16 juga peradaban akan rusak yang ada peradabannya setan karena ini dua hal yang bertentangan enggak mungkin ada peradaban utuh tanpa ada dialektika antara hayawaniat dan insaniat yang satu agak kemalaikatan yang satu agak bau setan yang setan sama malaikat itu kan enggak bisa jadi satu kecuali kalau zaman saya dulu kecil ada pertanyaan perbuatan apa yang disukai tidak disukai setan dan tidak disukai Tuhan itu kan terus susah jawabnya ternyata jawabannya adalah membawa lari istrinya

1:10:02 setan Wah terus gitu kalau sudah dijawab musuhnya tanya lagi Ayo kebalikannya sekarang perbuatan apa yang disukai Tuhan dan sekaligus disukai setan bingung apa ternyata jawabannya menyelamatkan anaknya setan yang sedang kecemplung di sumur ituah itu kan disukai Tuhan juga disukai setan itu dalam kuis Emangnya ada bawa lari istrinya setan gimana Oke jadi peradaban akan bergerak dan dinamis kalau ada saling imbang antara dimensi hayawaniat dan insaniat Ambisi hasrat keinginan harus hidup kalau ini mati gak jalan

1:10:48 peradaban masa lalu masa depan masa kini Ini dialog terus-menerus dengan pemandunya akal karena akal ini kan yang selalu ngasih gongnya belakangan dari situ lahirlah dinamika sosial dan perubahan sosial hanya saja nanti ada agak beda sikap antara orang barat dan orang Timur Dalam menyikapi dinamika sosial ini bisa kamu debat Cuma mungkin ibnudun melihat biasanya nya keumumannya kalau orang timur itu cenderung mengabaikan masa kini karena

1:11:34 dia jatuh cinta dengan masa lalu ya kan kayak kamu Wah dulu Islam yang dulu jaya enak kan gitu dulu pokok selalu dulu orang timur selalu dulu kamu selalu pengin ah seandainya kembali ke masa kecil dulu ya kan kamu selalu begitu has orang timur itu jadi selalu memimpikan kembali ke masa lalu itu orang timur kebalikannya kalau orang barat kalau orang barat Gak jadi dia melihat masa kini demi masa depan dengan bekal masa lalu tapi kalau orang timur suka dengan klasik suka dengan yang yang

1:12:23 lalu-lalu Bahkan yang lalu enggak enak itu loh kamu mimpikan kayak apa jargonnya Pak suara itu loh Piye kabare l penak zamanku toh itu kan masa lalu sebenarnya dan masa lalu itu memang romantis sehingga setiap orang banyak yang mimpi kembali ke masa lalu Kamu kan sering Wah zaman kecil dulu ya gak ada listrik gak ada lampu adanya cuma radio yang hanya lagu dangdut dan nasi Daria terus kamu kan seolah-olah pengin ke sana lagi lag sekarang sumpek sekarang gak enak kan selalu begitu bahkan pada saatnya dulu kamu caci maki pak Soeharto sekarang kamu rindukan lagi kamu gimana Pak enak zaman soharto

1:13:11 dulu kan Iyalah nek aku ditanya gitu Yao tak jawab ya wis enak zaman suarto dulu karena karena zaman suarto dulu suartonya cuma satu kalau sekarang suartonya banyak jadi lebih parah sekarang karena kalau dulu kan yang gayanya ngendas-endasi kan cuma Soeharto Tapi sekarang kan Hampir semua pengin jadi kepala jadi suartanya banyak ya lebih enggak enak pasti Nah kalau orang timur Iya kalau orang timur itu punya ideologi bahwa hidup itu naik turun k jadi kadang di atas kadang di bawah selalunya gini dan kamu kalau orang Jawa menyebutnya Cokro manggil atau apa kan gitu jadi muutter hidup ini

1:13:58 Kadang di atas tapi beda sama orang barat kalau orang Barat itu ideologinya progresif hidup itu yao maju jadi bergerak maju bahkan kan banyak istilah apa film yang judulnya back to the future back itu kan balik kembali kembalinya aja ke masa depan kalau orang barat kalau kita kan mundur mesti kan kita selalu lihat spion Islam pun yang kita bangga-banggakan kan selalu yang masa lalu jarang kita lihat masa depan Lah Sip itu kita berjuang demi masa depan Tapi kan enggak Kalau orang timur kita bangkitkan lagi kejayaan masa lalu kita k s itu apalagi orang Indonesia Mojo pahit zaman dulu Mataram zaman dulu kan

1:14:45 mesti kiblatmu ke sana kalau orang barat enggak progresif dia Okelah kita punya bekal masa lalu Demi apa Lepas Landas di masa depan itu beda cara menyikapi perubahan sosial antara orang barat dan orang Timur ya kamu bisa merasakanlah rasanya kalau Indonesia itu yo kamu masih ke belakang terus masih kelenik-kelenik masih horor-horor masih itu kan masih laku luar biasa di sini di barat juga laku tapi hantunya sudah beda sama hantu kalau di sini hantunya masih pakai pocong masih pakai baju putih di barat sudah pakai jas sudah pakai coba lihat film-film vampir film anu kan sudah kemasannya luar biasa masa depan

1:15:30 hantunya aja diproyeksikan ke masa depan kalau kita sejak dulu hantunya ya cuma pocong gak pernah ganti baju model-model gu kasihan kan ya sekali-sekali Hantunya yang agak trendi gitu barat aja bikin film vampir jadi apa kayak twiight kayak gitu-gitu kan proeksinya masa depan jadi nah jadi itu bedanya barat sama Timur Kita selalu lihat spion kalau barat lihat ke depan oke kemudian peradaban negara sejarah komunitas sosial kalau bagi Ibnu Khaldun sifatnya adalah

1:16:16 siklikal melingkar jadi lahir tumbuh dewasa staknan degradasi menurun akhirnya mati dan nanti akan lahir lagi kalau mau dibangkitkan dia akan lahir lagi y fase hidupmu sekarang tinggal dicermati kamu sekarang lahir sudah tumbuh sudah dewasa sudah belum ya dewasamu aku ngak ngerti kalau sudah dewasa biasanya terus stabil stagnan kalau sudah stagnan sudah Mapa punya anak 2 t biasanya Ya sudah degradasi sudah menurun mulai punya penyakit S du dan lain sebagainya dan gongnya Ya itu

1:17:03 sudah mati organisasi juga begitu biasanya lahir tumbuh dewasa bertahan stagnan karena dewasa berarti sudah maju sudah Jaya bertahan tapi terus degradasi dan akhirnya mati itu sudah sunatullah sudah kalau katanya Ibnu Khaldun negara juga begitu lahir tumbuh dewasa staknan turun dan mati Indonesia lahir sudah tumbuh sudah dewasa Mungkin sebentar staknan sebentar sekarang sedang menurun Sebenarnya enak cepat mati kalau sudah mati biasanya akan tumbuh lagi cuma karena mungkin sekaratnya lama Indonesia ini jadi ya masih panjang

1:17:49 Kita sebenarnya mending habis mati terus akan tumbuh lagi pasti sunatullah itu pasti dan tumbuh lagi mulai awal lagi ada ada kemajuan lagi prosesnya enggak bisa mundur enggak bisa dari degradasi tua Terus balik lagi dewasa itu gak bisa jadi prosesnya siklical jadi perubahan di dunia ini siklical dan di dunia ini enggak ada yang baru selalu ngulang peristiwa demi peristiwa sebenarnya ulangan Kenapa karena siklus dan ini kan orang Jawa sangat sepakat kan dengan ini kalau orang Jawa kan selalu ada zaman kolo bendu zaman kol subuh pokoknya muter nanti ad balik lagi

1:18:35 setelah datang Satrio pinikit zaman apa balik lagi terad siklus gak pernah ada yang baru apa tinggal kamu cari gak ada sebut aja peristiwa apapun fakta sosial Apun pasti sebenarnya ngulang dulu sudah pernah ada cuma kemudian layu dan tua sekarang hidup lagi karena mungkin dibutuhkan ngaji filsafat kayak gini jangan kamu anggap ini baru loh ya ngaji yang enggak bayar yang santai-santai yang ah sejak dulu ngaji di dunia islam itu model halaqah seperti ini bukan yang bayar-bayar itu Jadi ini gak baru ya mungkin judulnya baru tapi fakta

1:19:23 dan fenomenanya itu sebenarnya fakta dan fenomena lama Yao mungkin tehnya lah yang baru karena zaman dulu mungkin belum ada teh tapi fenomena ngaji semacam ini ini fenomena lama gak ada yang baru yang gratis kalau yang baru yang model baru kan ada yang bayar itu kan kalau di Jakarta di para Madinah ngaji filsafat Lumayan itu bayarnya kalau di sini gratis itu tu enaknya Jogja Oke ya tapi ya bayar pun juga sebenarnya tidak baru opo ada ngaji yang bayar mahal ada zaman dulu misalnya kalangan istana orang-orang istana itu ya

1:20:09 biasanya ngundang IBN Rus ngundang itu ke istana ngajari para putra mahkota itu pasti dibayar mahal yang gratis ya yang di luar-luar untuk orang-orang fakir miskin dan itu nah itu yang kita yang yang kita ulangi hari ini Yoso Yoso ya ceritanya kan gitu dulu itu nah diulang lagi hari ini ada yang kelompok elit yang mahal dan kita yang di pinggir-pinggir aja enggak apa-apa yang agak deso Badawi tapi spontan sampai sederhana Wi saksake sak senenge kan gitu enggak harus pakai mahal-mahalan Nah itu ngulang juga jadi siklus ini gak Gak ada kok fenomena baru yang yang Jeng luar biasa gak ada

1:20:58 awalannya pasti itu ngulang hanya saja mungkin kemasannya berbeda teori lagi runtuhnya hadarah kalau menurut Ibnu Khaldun peradaban itu akan runtuh oleh lima hal yang pertama ketidakadilan yang menyebabkan jarak antara orang kaya dan orang miskin sangat le [Musik] itu tanda-tanda sebentar lagi pasti akan jatuh Kenapa sebentar lagi ada kerusuhan pasti hal kecil pun bisa tumbuh jadi kerusuhan Kenapa karena timpang yang sini bisa makan aja syukur yang sana Wah uang sekian puluh juta Hanya Untuk

1:21:44 Sekali makan itu kan timbang terlalu jauh kalau ada ketidakadilan yang sangat lebar itu alamat ciri-ciri peradaban mau runtuh merajalela penindasan penindasan itu berarti ada kelompok kuat yang menindas kelompok yang lemah kalau ada fakta semacam ini Itu alamat sebentar lagi akan runtuh kalau kelompok yang kuat sewenang-wenang pada kelompok yang lemah itu alamat sudah kemudian yang ketiga moralitas runtuh tuh terutama di kalangan [Musik] pimpinan menteri paling penting urusan

1:22:32 moralitas menteri agamanya kena korupsi Abet itu sudah ciri paling gampang untuk menunjuk bahwa ternyata memang moralitas kita sudah runtuh itu ciri ketiga peradaban akan jatuh kemudian yang keempat gak bisa dikasih tahu sudah jelek merasa dirinya paling cakep Jadi kalau ada peradaban yang gak bisa dikasih tahu enggak bisa dinasihati malah orang-orang yang ngasih nasihat ngasih tahu disingkirkan itu alamat sudah peradaban itu akan runtuh tidak

1:23:17 bisa menerima perubahan lagi dan yang terakhir ya seandai nya enggak ada yang empat itu kalau ada bencana alam besar-besaran ya pasti runtuh dia kok yang dilalah menurut saya lima-limanya di Indonesia ada bencana alamnya ada moralitas runtuhnya ada kezaliman ada ketidakadilan banyak Oh itu berarti satu-satunya Jalan bagi kita adalah ya mengalami totalitas itu tadi sekalianus mati terus ganti atau kita kita ganti aja namanya Indonesia kita bubarkan Indonesia ganti nama Nah itu kan enak solusi paling gampang biar kita enggak bayar hutang loh iya ganti nama

1:24:05 nanti kalau Luan K ayo bayar loh dulu kan yang hutang Indonesia sekarang Indonesia enggak ada jadi gak bisa dituntut untuk bayar hutang jadi kita bubarkan Indonesia kita bikin yang baru entah namanya op lah gitu tapi yang jelas ada ciri-ciri keruntuhan hadarah keruntuhan kota ya nanti setelah runtuh akan mulai dari paling awal lagi mulai dari Badawi lagi mulai dari Desa lagi Gayan teso lagi kenapa karena memang peradaban itu sifatnya siklus [Musik] oke nah apa sih fondasi paling kuat biar

1:24:51 negara enggak cepat runtuh ini salah satu teori yang original dari Ibnu Khaldun namanya asobiah taasub kohesi sosial ya Banyak orang bilang jangan taasub tapi teorinya Ibnu khalin kebalikannya justru kalau ada kohesi sosial yang namanya taasu negara punya pondasi macam-macam taasuf itu ada berdasar keturunan ada berdasarkan persekutuan berdasarkan kesetiaan bersadarkan gabungan kekuatan kerja sama berdasarkan perbukaan bisa tapi yang jelas ini adalah

1:25:37 lemnya dunia sosial kalau orang kehilangan keterikatan sosial yang namanya asobiah maka negara enggak punya pondasi dia akan cepat jatuh Yo hari ini orang menyebutnya nasionalisme misalnya itu kan sebenarnya sejenis taas sejenis asobiah tapi bagi Ibnu khadun harus memang begitu karena ketika kehilangan asobiah negara akan runtuh Aku Dan Kamu kan sama-sama merasa Indonesia berdasarkan mungkin persekutuan mungkin kesetiaan mungkin kita beda Pulau tapi ada penggabungan dan lain sebagainya itu yang bikin aku masih nganggap Kita saudara itu ikatan semacam ini namanya asobiah

1:26:25 kalau enggak ada asobiah yo enggak aku mau di sini kamu mau ada di situ mungkin ada ada asabiahnya kita terikat sama-sama muslim ya atau sama-sama manusia ya sama-sama pengin ngerti filsafat Ya sama-sama itu kan ikatan yang menyatukan kita jadi bisa karena keturunan bisa karena persekutuan bisa karena kesetiaan bisa karena penggabungan dan macam-macam tapi ini nilai yang harus ada ini teori yang original dari Ibnu Khaldun kohesi sosial karena hidup bersama itu kalau enggak ada kohesinya kalau enggak ada yang merekat pasti tabrakan karena

1:27:11 setiap orang akan jalan dengan kepentingannya sendiri-sendiri Oke di setiap level pertumbuhan negara ada asobia baik dari level lahir maupun dari level runtuhnya jadi misalnya ketika negara baru lahir biasanya asobiahnya masih kuat itu fase pertama negara itu kan founding fathernya era soekarnonya misalnya itu kan orang masih nasionalismenya kuat tapi ada tahap kedua dari negara yaitu tahap pemusatan kekuas biasanya ketika sudah naik sudah stabil

1:27:59 negaranya mulai bikin pembatasan-pembatasan bikin aturan-aturan untuk melanggangkan kekuasaan dari sini biasanya asobyahnya mulai luntur orang mulai bertanya-tanya mulai menggugat mulai mengkritik karena ada kebijakan-kebijakan praktis untuk untuk melanggangkan kekuasaan itu Era fase kedua Tapi terus biasanya asal stabil asal terjamin kebutuhan masyarakat akan lahir fase ketiga yaitu fase santai fase menikmati

1:28:45 senang-senang cuek aja semua pengin senang dan ternyata negara bisa mewujudkan setiap keinginannya orang itu fase ketiga di era ini biasanya orang sudah peduli amat dengan asobiah dengan nasionalisme dengan yang penting senang itu fase ketiga Biasanya kalau sudah terlalu lama senang negara secara umum masyarakat akan jadi malas statis stabilitas itu kan statis malas sudah sudah enggak pengin berkembang lagi dan aset terakhir yang meruntuhkan kemudian ketika itu malas yang terjadi ya gak kreatif menghamburkan modal menghamburkan

1:29:31 kekayaan negara untuk subsidi-subsidi yang tidak penting dan itu awal sudah pada akhirnya akan runtuh karena asobiah sudah lemah negara lemah karena masyarakat dan aparatnya malas sumber daya alam sumber daya sosial diperas terus-menerus Habis sudah pada akhirnya negara akan runtuh Nah itu siklus perkembangan negara kalau menurut Ibnu haldun jadi dari lahir kemudian menata kekuasaan kemudian santai-santai Kemudian malas kemudian menghamburkan kekayaan dan yang terakhir runtuh Indonesia ada di fase mana saya

1:30:17 enggak tahu mungkin kita secara bersamaan ada di fase 3 4 dan 5 kita sekarang santai malas dan mengghamburkan kekayaan kalau enggak percaya lihat di jalan-jalan lihat di dealer-dealer Berapa banyak motor Berapa banyak mobil yang terjual dalam 1 bulan Oh itu kelihatan bahwa Mungkin sebenarnya kita ada di tiga Era tiga fase terakhir itu kita sedang sampai malas dan menghamburkan sumber daya hati-hati kalau memang kita ada di situ berarti kita akan runtuh entah bentuk keruntuhan Apa yang akan kita alami ini

1:31:02 sebenarnya siklus ya puncaknya siklus pertama Ya mungkin zaman Pak Harto itu 98 itu akhirnya dimulai lagi di era reformasi dan sampai hari ini mungkin sebentar lagi ada siklus-siklus lagi kalau orang Jawa percaya siklusnya itu panjang-panjang ada yang bilang siklus itu 500 tahun zaman apa zaman apa zaman apa dan seterusnya Oke ini Jadi ini pemerintahan kalau pengin ndak cepat runtuh apalagi negara yang punya agama seperti Indonesia ini perhatikan dalam empat prinsip yang pertama prinsip syariah undang-undangnya

1:31:49 yang kedua prinsip almulk penguasanya yang ketiga prin rakyat masyarakatnya rijalnya kemudian sda-nya almal Kemudian pembangunan dan administratif alimarah dan yang ke en aladil yang ketujuh almizan dan yang terakhir pertanggungjawaban jadi undang-undangnya jalan idennya bagus masyarakatnya kondusif patuh sumber daya alamnya berlimpah harta kekayaan negaranya berlimpah pengelolaan negara

1:32:35 governancenya bagus keadilan tampil kemudian Apa kriteria Mizan jadi Mizan ini pemerataan dan yang terakhir penguas bertanggung jawab kalau ada delapan ini ya tinggal menunggu puncak kejayaan presiden yang bisa berjanji melahirkan delan ini cobloslah besok bulan Juli kalau ada yang sanggup ada yang sanggup menegakkan konstitusi menjadi pemimpin yang bagus menata

1:33:20 masyarakat menyediakan sumber daya alam sumber daya negara secara berlimpah keadilan dan pemerataan dan pemerintahnya siap tanggung jawab kalau ada yang kayak gini katanya Ibnu Khaldun Pilihlah negara akan maju terus secara umum kemudian penyebab runtuhnya Negara hanya ada dua yaitu faktor politik dan faktor psikologi ya faktor politik itu habisnya asobiah orang sudah tidak punya lagi kepedulian dan loyalitas terhadap negara kemudian k karena dia merasa

…

Share

Ringkasan Video YouTube