0:15 Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, selamat sore, selamat malam di mana pun Anda berada. Kembali lagi bersama saya Guru Irwan. Ee hari ini anak-anakku sekalian kita coba membahas terkait dengan penggunaan bahasa Indonesia di era milenial. Tentunya anakku sekalian perlu kita ketahui bersama bahwa bahasa Indonesia ini sangat penting untuk kita kuasai di era milenial ini. Kenapa demikian? Ada banyak hal yang menjadi alasan sehingga bahasa Indonesia ini merupakan satu keharusan yang harus kita pahami. Salah satunya di antaranya ketika Anda tidak mampu menggunakan bahasa Indonesia di era milenial ini pada posisinya, maka yakin saja kalian akan digilas oleh saman. tentunya lebih jauh sebelum membahas terkait dengan
1:02 bagaimana penggunaan bahasa Indonesia di era milenial terkait dengan relevansi tantangan dan peluannya kita coba menarik ke belakang dulu perjalanan bahasa Indonesia itu sendiri tanggal 28 Oktober 1928 bahasa Indonesia merupakan ee menjadi bahasa resmi yang ada di Indonesia ini dan dikukuhkan sebagai bahasa resmi negara pada tang tanggal 18 Agustus 1945. Hal ini merupakan dasar awal pijakan pertama negara ini menjadi negara yang berdaulat, negara yang diakui pada dunia global tentunya. Terkait dengan bagaimana bahasa Indonesia ee di era milenial ini, sadar atau tidak, tentunya
1:47 anak-anakku sekalian kita bisa melihat bagaimana penggunaan bahasanya sudah keluar daripada konteks penggunaan bahasa. Karena anak-anak milenial sekarang ini banyak menggunakan bahasa-bahasa yang sifatnya singkat, padat, dan jelas. Ini keluar daripada etika penulisan bahasa Indonesia dalam artian difokuskan pada pedoman umum ejaan bahasa Indonesia yang sebelumnya menjadi ee pedoman umum bahasa Indonesia yang hari ini kemudian kita kenal anak-anak menggunakan bahasa Indonesia ini lebih mengarah kepada singkatan-singkatan. ini ketika masuk pada rana ee rana formal maka penggunaan bahasa Indonesia itu sendiri akan tergeser. Contoh sederhana saya coba berikan
2:33 pada ee pergeseran paradigma komunikasi di mana di era milenial ini perubahan signifikan dalam cara berkomunikasi baik itu tatap muka maupun ee dalam komunikasi visual dalam artian ee pertemuan-pertemuan online. kita bisa melihat dari segi tatap muka itu menjadi komunikasi personal yang lebih bernuansa. Kita bisa memperhatikan melihat bagaimana mimik wajah daripada orang yang kita temani berbicara itu. Sedangkan kalau misalnya masuk pada dunia-dunia visual dalam artian ee zoom dan sebagainya, banyak anak-anak kita yang hanya sebatas menggunakan istilah-istilah hal ini perlu kita tanamkan dalam diri pribadi, dalam diri
3:19 sendiri. khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia ini bahwa penting untuk memetakan bahasa-bahasa formal, bahasa bahasa nonformal. Karena ee dalam era digital ini, era milenial ini, anak-anak ee menyamakan tuh bahasa-bahasa yang harusnya bahasa formal digunakan, tapi dia menggunakan bahasa-bahasa nonformal. Sedikit contoh saya berikan ee kata OTW. Contoh kata OTW ini dalam bahasa milenial sepertinya untuk seumuran kami ini sudah tidak ketika anak-anak muda menggunakan bahasa itu aman-aman aja. Tapi untuk orang-orang yang bergulut pada dunia kebahasaan itu menggunakan bahasa-bahasa baku itu berpikir apa sih
4:06 arti daripada otw ini? Nah, ini sudah masuk bahasa bahasa milenial ini. Otw. terus disingkat ee bahasa-bahasa yang sifatnya bahasa yang lebih dekat dengan ee era-era sekarang ini. Ee tentunya itu tidak lepas juga daripada bahasa itu yang sifatnya berkembang terus, sifatnya dinamis. Karena sadar atau tidak, mau atau tidak, suka atau tidak, bahasa ini berkembang terus. Ada beberapa bahasa-bahasa yang hanya sekelompok orang saja yang mengetahui artinya itu. Nah, tentunya sebagai generasi milenial yang sadar tentang pentingnya ee bahasa ini, bagaimana menangkap peluang ini. Penggunaan bahasa-bahasa pada wil era
4:54 digitalisasi ini sangat penting. Hal ini menjadi dasar sehingga menggunakan bahasa Indonesia di media sosial ini itu ee harus berdasarkan kemampuan sendiri. Karena mohon maaf saja banyak orang-orang yang menggunakan bahasa ini jatuh pada rana pidana. Contoh ee mengatahi orang dengan bahasa-bahasa umpatan anjing, babi, kampret. Hal ini dalam bahasa era digital ini untuk kalangan anak-anak muda biasa saja. Tapi ketika ditarik pada wilayah magna yang sesungguhnya maka ini masuk pada rana umpatan yang kemudian bisa jatuhnya pada delik ee hujatan dan ketika ini masuk
5:40 pada rana digital jatuhnya pada Undang-Undang ITE. Ah, ini yang harus anak-anakku sekalian sebagai seorang terpelajar, sebagai seorang siswa harus memahami ini bahwa mampu menempatkan bahasa itu pada porsinya. Jangan bahasa-bahasa yang harusnya menggunakan bahasa baku, tapi menggunakan bahasa yang non baku. Atau sebaliknya, bahasa-bahasa santai digunakan pada situasi-situasi formal. Nah, sebagai seorang terpelajar kita harus melihat itu. Siswa harus mampu membedakan kapan dia menggunakan bahasa yang sifatnya santai dan kapan dia harus menggunakan bahasa-bahasa yang sifatnya e baku. Contoh kecil saya akan berikan gambaran terkait dengan penggunaan bahasa formal ini. E, suatu kesalahan besar ketika seorang siswa ke pasar bertanya,
6:28 "Bolehkah saya bertanya berapa harga kangkung Anda seikat?" Dalam konteks penggunaan bahasa secara baku, kalimat ini benar. Tapi dalam situasi kondusional, kalimat ini salah. Seharusnya pada saat bertanya, bolehkah saya bertanya? Bukan seperti itu kalimatnya. Tapi karena proses kedekatan kita berapa harga kangkungnya satu ikat? ini boleh nih. Ini dalam situasi kondisional kita melihat bahwa tidak semua orang bisa memahami penggunaan bahasa baku itu. Tapi ketika dibalik dalam situasi formal tidak mungkin ee serta-merta Pak minta tolong angkatkan kursi itu atau angkatkan kursi itu, Bro. Misalnya dalam situasi formal. Dalam situasi formalnya tentunya mohon izin
7:15 bolehkah Bapak mengangkat kursi itu ke depan atau bolehkah Bapak duduk di depan? Nah, kalimat ini yang harus dipahami. Di mana tempatnya, kepada siapa kita bercerita, dalam situasi apa. Hal ini sangat penting. Ini yang kemudian masuk pada rana konteks milenial ini antara relevansi dengan pengaruhnya. Karena sekarang ini ee anak-anak sekarang lebih fokus pada penggunaan bahasa-bahasa yang sifatnya singkat, padat, dan jelas. Contoh tadi otw on the way misalnya ee saya pengin memberikan satu analogi sederhana terkait dengan bagaimana penggunaan bahasa era milenial ini yang kemudian terjadi pada diri saya. Suatu ketika saya ada tamu dari Jakarta. Saya jemput di bandara antar
8:02 sampai ke hotel. Perhatikan kalimatnya teman-teman sekalian. Ketika sampai di hotel saya minta kepada mbaknya. Mbak ini kamar kita. Oke, saya ulang kalimatnya. Mbak, ini kunci kamar kita. Mbaknya dalam keadaan bingung maksudnya kayak mana nih? Dalam konteks penggunaan bahasa karena mbaknya ini adalah seorang generasi milenial. Berbeda dengan kami yang menawarkan kalimat itu, "Mbak, ini kamar kita." Dia bertanya, "Mas, masa iyaah masnya dengan saya sekamar dalam konteks kata kita." Oke, saya ulang. dalam konteks kata kita. Nah, di sini saya ingin menekankan bahwa kata kita ini adalah bentuk kesopanan dalam penggunaan bahasa. Ini yang hilang dalam
8:49 generasi milenial kita. Bentuk kesopanan dalam penggunaan bahasa, saya mengatakan ini kunci kamar kita. Tentunya mbaknya karena dari Jawa tidak paham konteks kalimat ini, kata kita itu yang dia maksud Anda dengan saya. Tapi dalam konteks penggunaan bahasanya, kata kita itu adalah bentuk daripada kata kesopanan kita. Yang saya maksud di sini adalah Anda. Saya menghormati Anda sebagai tamu saya. Saya jelaskan ini kamar Anda. Maksudnya, bukan saya dengan kamu, gitu. Nah, ini konteks bahasa milenial, Teman-teman sekalian. Kita melihat juga dengan siapa kita berbicara pada situasi apa dan kondisi bagaimana. ee milenial ini tentunya mempunyai dampak
9:37 yang negatif dan positif. Positifnya kita coba lihat dari segi karena bahasa ini terus berkembang. Dari sisi positifnya tentunya ee mudah untuk dipahami terkait dengan ee penggunaan-penggunaan bahasa. penggunaan bahasa ini ee munculnya istilah-istilah baru. Ini yang saya maksud tadi karena bahasa itu selalu dinamis. Ada banyak bahasa yang muncul hanya sekelompok orang saja yang bisa mengetahui itu. Ini daripada bahasa itu sendiri. Yang kedua, untuk generasi milenial ee sebutlah dalam penggunaan aplikasi apakah dia e WA Instagram dan sebagainya, sosial media, penggunaan
10:22 emoji-emoji itu. Jadi tidak serta-merta lagi menggunakan kata sebagai medianya, tapi hanya sebatas menggunakan simbol saja untuk menggambarkan ekspresinya gitu. Jadi misalnya dalam keadaan bahagia dia menggunakan emoji apa? Dalam keadaan senang atau dalam keadaan sakit menggunakan emoji yang sifatnya dia sakit. Ini juga ee benar juga intinya bagaimana caranya supaya pesan itu sampai kepada si pembaca. ini enaknya pada wilayah ee belajar bahasa di era milenial ini. Yang kedua, istilah bahasa ini era milenial ini masuk pada wilayah campur kode ahli kode. Apa sih yang dimaksud dengan campur kode ahli kode ini? Terkadang sadar atau tidak, kita sering menggunakan istilah-istilah
11:10 penggabungan kata antara bahasa Inggris dengan ee bahasa Indonesia, antara bahasa Indonesia dengan bahasa ee daerah misalnya. Contoh campur kodenya jelek betul misalnya. Kata jelek betul ini ketika masuk pada rana campur kode ini maka bisa jelek bend gitu kan. Nah jelek benda ini benda ini adalah bahasa bahasa Kutai tuh. Jadi jelek betul atau jelek benar berubah jadi jelek benar. Ini masuk pada kategori campur kode. Ini enaknya belajar bahasa karena fungsinya atau intinya daripada bahasa itu bagaimana orang bisa mengerti apa yang kita sampaikan. Sederhananya kayak gitu. Nah, ini yang terjadi dalam dunia digital tentunya ee singkatan-singkatan
11:56 seperti itu berpengaruh. Itu sisi positifnya. Nah, ketika dibalik pada rana sisi negatifnya ee banyak anak-anak kita yang tidak paham lagi bagaimana menggunakan bahasa-bahasa baku secara formal. Karena kebiasaan dalam kesehariannya menggunakan istilah-istilah yang sifatnya umum sehingga masuk pada tataran istilah-istilah baku dalam komunikasi-komunikasi formal. dia menggunakan bahasa-bahasa yang santai. Ini yang saya maksud tadi ee plus minusnya penggunaan bahasa ini di eraal milenial. Ada yang meningkat dan ada yang terkikis. Tentunya terkikisnya dari segi penggunaan bahasa formal. Ngomong dengan gurunya, dengan sesantainya. Halo, Pak. Benar juga dalam pedoman umum ejaan bahasa Indonesia.
12:42 Hanya saja dalam etika kesantunan berbahasa ada yang salah nih. Itu yang harus dipahami. Ee terus selanjutnya pada kesulitan membedakan situasi formal dan informal. Yang saya sampaikan tadi ee nih pengaruh bahasa asing dan globalisasi terkait dengan penggunaan bahasa. Tentunya sadar atau tidak penggunaan bahasa asing ini mempengaruhi mempengaruhi penggunaan ee bahasa Indonesianya kita. Kita sebagai seorang terpelajar tentunya harus pandai bagaimanapun itu. Kita harus menguasai bahasa asing, mempertahankan bahasa Indonesia dan melestarikan bahasa daerah. Itu kunci tuh yang harus kita pegang. Jadi boleh kita kuasai bahasa asing supaya dunia kita semakin luas.
13:29 Tapi jangan salah, kita sebagai generasi muda Indonesia harus mempertahankan bahasa Indonesia itu sendiri. Dan supaya bahasa daerah kita tidak terkikis oleh saman, tidak diklaim oleh negara-negara lain, maka kita harus melestarikan itu. Ini tiga kata kunci. Sebagai seorang terpelajar, baik siswa maupun siapapun itu, ketika sadar bahwa bahasa Indonesia ini sudah banyak pengaruh-pengaruh asing yang masuk, kita harus sadar bahwa penting untuk kita melestarikan bahasa-bahasa daerah yang ada di daerah kita. Contoh sangat sederhana. saya mau sampaikan di tempat yang ilmiah ini melalui forum ilmiah ini ee masuk pada budaya budaya pop global ini. Bahasa-bahasa yang masuk di Indonesia ini kalau tidak disaring
14:15 karena media yang semakin canggih apapun kita bisa temukan di sosial media ini. Nah, ini kalau tidak disaring pada wilayah penggunaan bahasa, maka yakin saja kita akan tergeser. Nah, tugas kita sebagai seorang pembelajar baik saya maupun teman-teman anak-anakku sekalian yang mendengarkan ini pada wilayah siswa, bagaimana caranya untuk menjadi filter daripada bahasa itu sendiri. Jadi silakan mengambil bahasa-bahasa yang cocok untuk digunakan dan silakan tinggalkan bahasa-bahasa yang tidak selayaknya kita gunakan itu. Pada wilayah pengaruh bahasa asing ee paling sering terjadi pada wilayah bahasa-bahasa Korea. Hanya SEO sehingga lupa bagaimana bertanya kabar. Apa kabar
15:02 hari ini? itu dia lebih anak-anak lebih suka untuk menggunakan bahasa-bahasa yang menurutnya itu gaul tapi tentunya ini mengikis bahasa daerahnya sendiri. Kenapa kita takut untuk mengucapkan selamat pagi, selamat malam, dan selamat sore? Kenapa harus bangga dengan menggunakan bahasa-bahasa global ini yang katanya dia lebih tren, lebih keren ketika menggunakan bahasa-bahasa gaul. Galau mau lanjut ke mana. Bingung cari sekolah yang gue banget. Stop drama.
15:50 Di sini kita memang beda. Siap punya skill yang nyata. Yuk, lihat kenapa itu spektakuler. Kami cetak tenaga asisten layanan kesehatan yang bukan cuma terampil, tetapi juga melayani dengan sepenuh hati, siap bekerja dan siap lanjut kuliah. Di sini kalian bisa dapat belajar meraciik dan distribusi obat yang aman. Dunia kesehatan ada di tangan kalian. Bongkar rahasia di balik data kesehatan. Di sini kami mengajarkan kalian analisis akurat yang sangat dibutuhkan di dunia medis. Bukan hanya cuman bongkar pasang, tapi
16:35 ahli di bidang teknologi engine manajemen system. Siap jadi mekanik andal anti mogok. Jadikan imajinasi muan, belajar desain, fotografi, dan videografi yang memang beda. Langsung jadi konten kreator profesional. Jaguar administrasi, menguasai teknologi digital, mahir berkomunikasi. Kami siapkan kamu menjadi manajer masa depan. Halo, Kakak. Jangan lupa dicck out ya. Kipik VIP. Jual apa saja, di mana saja dan kapan saja. kuasai digital marketing dan e-commerce. Lulus langsung jadi pengusaha spektakuler. Hidup di Medika enggak cuma di kelas aja ada 32 schol menarik yang bikin kita
17:23 enggak sempat galau. Mulai dari seni sampai olahraga semua ada. And you cannot tell me that life is so bad. If you knew what I knew then you be so far from Kami tahu skill tanpah karakter itu nol. Di Medika kami bangun pondasi berkarakter yang kuat seimbang antara ilmu dan iman.
18:12 SMK Medika Samarinda mengembangkan peminaan impak secara berkelanjutan melalui kegiatan salat duha dan zuhur berjamaah serta program baca tulis Al-Qur'an dan pembinaan iman bagi peserta didik nonmuslim. Baik. Kami berkomitmen menciptakan lulusan yang berkarakter serta berakhlak mulia. Saatnya pilih sekolah yang bukan cuma ngasih ilmu, tapi juga masa depan. Gabung di SMK Medika Samarinda. Pendaftaran gratis, bebas uang SPP, uang gedung, uang praktik, uang buku, dan biaya ujian kompetensi. Cukup biaya baju, atribut, dan uang admin 2,7 juta bagi yang mampu dan bisa dicicil. Untuk yang tinggal di luar daerah juga ada asrama yang aman dan nyaman. Yuk, gabung. Tempat pendaftaran Jalan Padat Karya
18:59 nomor 46ing, Jalan Langsat nomor 1 Foro. Dan untuk via online bisa hubungi nomor 0852817549. SMK Medika Samarinda spektakuler berkarakter memang beda anti galau. Masa depan dulu dimulai di sini. Oke, kita lanjut lagi.
19:45 Oke, Teman-teman sekalian, kita lanjutkan lagi pembahasan kita terkait dengan peluang dan inovasi pada wilayah penggunaan bahasa ini. Tentunya ada peluang, ada tantangan. Itu hal yang fitrah tuh. Ketika kita melihat peluang pasti ada tantangan. Nah, ketika ada peluang ini tentunya kita harus melihat inovasinya bagaimana supaya kita bisa diterima. Nah, teman-teman sekalian, fenomena ini membuka banyak peluang untuk inovasi. Penggunaan bahasa Indonesia yang dinamis dapat meningkatkan daya tarik dan relevansi bagi kalangan generasi muda. Di sana ada edukasi, bagaimana pengembangan aplikasi dalam konten edukasi bahasa. Tentunya di era digital ini peluang yang menarik masuk pada rana ee menjadi seorang tiktoker atau apalah namanya influencer
20:32 atau apalah namanya ini medianya pasti bahasa. Orang yang tidak mampu menggunakan bahasa dengan baik, maka yakin saja dia akan digilas tu. Karena media utamanya untuk menyampaikan pesan ini tentunya bahasa. Nah, bagaimana kemudian meramu bahasa ini supaya mudah diterima oleh halayak. Yang kedua, bagaimana menyusun narasi dalam konsep digital ini. Nah, banyak orang yang hebat pada wilayah menyusun suatu tulisan. Tapi untuk masuk pada rana narasi digital ini tentunya harus punya keahlian sendiri karena tidak mungkin menggunakan narasi digital dalam konteks bahasa-bahasa yang baku sepertinya tidak menarik. Nah, di sini ada peluangnya kita melihat inovasinya menggunakan atau menulis narasi pada konteks digital itu bagaimana caranya supaya orang bisa
21:18 tertarik untuk membaca itu dan mendengarkan itu. Selanjutnya tentunya di sini ada peran peran untuk memfilter bahasa-bahasa yang mana yang harus digunakan dengan bahasa-bahasa yang tidak. Karena ketika masuk pada rana digital bukan hanya kalangan 30-an atau 40-an ke atas umurnya yang bisa melihat itu. Tapi lebih jauh lagi anak-anak umur 6 tahun itu sudah bisa mengakses itu. Nah, fungsi daripada pusat bahasa ini adalah menfilter itu melihat bagaimana supaya bahasa-bahasa yang digunakan dalam tidak mengsur untuk unsur-unsur sara atau lebih tepatnya ee lebih kepada edukatifnya menggunakan bahasa-bahasa edukatif yang sifatnya menghibur. Nah, itu yang menarik. Kita bisa melihat
22:03 peluang itu lalu mengembangkan pada wilayah inovasi. ee sedikit gambaran pada bagaimana sih bahasa Indonesia ee masa depan ini dengan pendekatan yang inklusif, bahasa memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Tentunya seiring dengan perkembangan zaman, bahasa Indonesia tidak akan pernah berhenti sampai di situ. Akan ada muncul bahasa-bahasa baru yang sifatnya bisa diterima oleh alayak. Bahasa Indonesia terus berkembang dan beradapasi sesuai dengan perkembangan zaman. Jadi ee di era 80-an, di era 90-an kita belum pernah mendengar istilah berangkat itu menggunakan bahasa OTW. Tapi sekarang sepertinya anak-anak generasi milenial,
22:50 anak-anak generasi sekarang itu jarang lagi menggunakan istilah kata berangkat. Lebih masuk kepada perubahan zaman, dia lebih suka menggunakan istilah otw sebentar lagi otw. Jarang lagi kita mendengarkan istilah sebentar lagi saya berangkat biasanya sebentar lagi otw. Nah, ini perkembangan zaman nih. Nah, ketika kita sebagai seorang pengguna bahasa tidak sadar akan perubahan ini, maka yakin saja kita akan digilas oleh e saman itu sendiri. Tapi tentunya boleh saja bahasa Indonesia ini berkembang terus, tapi masuk pada rana identitas nasional, dia harus kita pertahankan. Makanya dari awal tadi saya katakan penting untuk kita menguasai bahasa asing dan tentunya mempertahankan bahasa
23:35 Indonesia itu sendiri sebagai bahasa nasionalnya kita dan melestarikan bahasa daerahnya kita pada wilayah identitas nasional. Ee teman-teman di mana pun Anda berada, siapapun Anda, perlulah patutlah kita berbangga sebagai seorang pengguna bahasa Indonesia. Karena hari ini bahasa Indonesia itu sudah dicetuskan sebagai bahasa internasional. Banyak orang yang belum sadar akan hal itu. Tapi teman-teman sekalian, bahasa Indonesia di sini bukan hanya sebagai bahasa nasional saja, tapi sudah ada beberapa negara bahkan sudah di bahasa Indonesia ini sudah diakui sebagai bahasa internasional. Buktinya apa? Beberapa hari terakhir, beberapa bulan terakhir, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo menghadiri
24:22 keputusan bahwa bahasa Indonesia itu sebagai bahasa internasional. Bahkan bahasa Indonesia ini banyak dipelajari di fakultas-fakultas, di kampus-kampus ternama yang ada di luar negeri. Bukan hanya di Indonesia, tapi di luar negeri sana banyak yang belajar bahasa Indonesia ini. Maka alangkah lucunya ketika kita sebagai seorang anak bangsa tidak mampu mempertahankan identitas kita, bahasa Indonesianya kita, sedangkan orang luar sana berlomba-lomba untuk belajar mempelajari bahasa Indonesia itu sendiri. lucu ketika kita sebagai generasi, generasi muda saat ini tidak mampu mempertahankan identitas kita sebagai pengguna bahasa Indonesia yang baik. Selanjutnya teman-teman sekalian
25:07 ee masuk pada ranah ee bagaimana melihat perubahan itu. Tentunya bahasa Indonesia tiap hari, tiap detik, tiap menit selalu mengalami yang namanya perubahan karena sifatnya seperti itu. Bahasa Indonesia di era milenial ini adalah cerminan dari masyarakat yang terus bergerak. Dengan pemahaman dan adaptasi, kita dapat memastikan bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa yang hidup, relevan, dan membanggakan. Ee anak-anakku sekalian, teman-teman sekalian di manapun Anda berada, tentunya kita harus pahami bersama bahwa tugas kita hari ini bukan hanya sebagai pengguna bahasa, tapi sebagai orang yang mempertahankan bahasa sebagai identitas suatu negara. Karena dengan bahasa cara bertutur karakter
25:54 seseorang bisa terlihat. Mohon maaf. Contoh paling sederhana sebagai penutup. Orang yang menggunakan bahasa dengan baik akan berbeda dengan orang yang tidak menggunakan bahasa dengan baik. Etika, gambaran, karakternya seseorang bisa dilihat dari bagaimana dia menggunakan bahasa itu sendiri. Ketika dalam dunia keseharian kita ee bahasanya lebih banyak kepada bahasa-bahasa binatang dan seterusnya. anjing, kampret, babi dan seterusnya. Maka yakin saja dalam kelompok bergaulnya itu ada yang salah. Tapi ketika menggunakan bahasa-bahasa yang sifatnya masih pada rana ee masih bisa dipahami, masih ada pada tataran ee etikanya baik, maka yakin saja pendidikan bahasanya masih
26:41 bisa diterima. Dan tentunya kita tidak mudah sebagai seorang pengguna bahasa tidak mudah menyalahkan orang lain. Hal yang paling penting sebagai seorang pengguna bahasa, belajar bahasa Indonesia bukan hanya bagaimana cara menyampaikan pesan itu kepada orang lain, tapi inti daripada belajar bahasa Indonesia bagaimana melihat seseorang, melihat orang lain, melihat manusia selayaknya sebagai seorang manusia. Itu konsep tuh konsep belajar bahasa. Karena dengan orang belajar bahasa, kita bisa menerima segala kekurangan dan menerima segala kelebihan. Bukan hanya kelebihan yang diterima, tapi kekurangan pun demikian. Konsep daripada saya ulang, konsep daripada belajar bahasa bukan hanya sebatas menyampaikan pesan kepada
27:27 lawan bicara, tapi inti daripada belajar bahasa ini adalah melihat manusia selayaknya seorang manusia. tidak memandang manusia dengan sebelah mata, tapi memandang manusia itu dengan sepasang mata. Sekian dari saya, saya pikir cukup. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. He he he he.