OVERCOME OVERTHINKING | PS. DEBORA KRISTANTO | RENUNGAN PAGI

Ringkasan Singkat

Video ini membahas cara mengatasi overthinking dari sudut pandang iman Kristen. Poin-poin utama yang ditekankan adalah:

  • Kekhawatiran adalah hal manusiawi, tetapi jangan sampai menguasai hidup.
  • Tuhan tidak menciptakan manusia untuk khawatir, melainkan untuk berserah dan percaya pada pemeliharaan-Nya.
  • Pencobaan yang dialami tidak akan melebihi kekuatan yang diberikan Tuhan.
  • Selalu ada jalan keluar dalam setiap masalah jika kita mengandalkan Tuhan.
  • Langkah-langkah mengatasi overthinking meliputi berserah kepada Tuhan, mengaktifkan iman, dan mempersiapkan diri.

Pendahuluan

Debora membuka dengan sapaan dan memperkenalkan tema khotbahnya, yaitu mengatasi overthinking. Dia mengutip Filipi 4:6-7 yang menekankan untuk tidak khawatir tentang apapun, melainkan menyampaikan keinginan kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah akan memelihara hati dan pikiran dalam Kristus Yesus.

Kekhawatiran Bukanlah Bagian dari Rencana Tuhan

Manusia tidak diciptakan untuk khawatir. Kekhawatiran, ketakutan, dan overthinking dapat menyebabkan sakit, imun tubuh menurun, dan stres. Anak-anak Tuhan seharusnya tidak perlu khawatir karena ada jaminan pemeliharaan dari Tuhan (1 Petrus 5:7). Tokoh-tokoh Alkitab seperti Elia, Musa, dan Daud juga pernah mengalami kekhawatiran, tetapi mereka mampu mengatasinya. Bahkan Yesus pun pernah mengalami ketakutan saat menghadapi kayu salib, tetapi Dia tetap menang karena ketaatan-Nya. Pencobaan yang dialami orang percaya adalah pencobaan biasa yang tidak melampaui kekuatan mereka.

Pengalaman Pribadi dan Ilustrasi

Debora menceritakan pengalamannya sendiri saat kecil, di mana dia overthinking tentang keberadaan Tuhan dan merasa takut kehilangan orang tuanya. Dia juga memberikan contoh tentang kekhawatiran akan nilai tukar dolar saat berada di Amerika, yang ternyata tidak terbukti. Seringkali, ketakutan yang kita rasakan adalah pikiran-pikiran yang ditanamkan oleh iblis. Selalu ada jalan keluar dalam setiap masalah. Dia juga menceritakan kisah seorang hamba Tuhan yang bisa membeli tanah untuk gereja meski awalnya tidak punya uang.

Jangan Khawatir, Lakukan Bagianmu

Matius 6:27 mengingatkan bahwa kekhawatiran tidak dapat menambah sehasta pun pada jalan hidup kita. Overthinking dimulai dari kekhawatiran dan memikirkan hal-hal di luar kemampuan kita. Yesus pun pernah overthinking sebagai manusia, tetapi Dia menang karena ketaatan-Nya. Tuhan tidak menjanjikan kekuatan secara langsung, tetapi Alkitab sudah menyatakan bahwa pencobaan tidak akan melebihi kekuatan kita. Jika masalah yang dihadapi jauh lebih besar dari kemampuan kita, itu adalah bagian Tuhan untuk memberikan mukjizat.

Kisah-Kisah Inspiratif

Debora menceritakan kisah seorang teman yang anaknya sakit telinga dan hampir tuli. Temannya overthinking dan kecewa karena doanya tidak dijawab. Namun, akhirnya dia mendapatkan full granted dari pemerintah Amerika untuk pengobatan anaknya, dan anaknya sembuh total sebelum sempat ke dokter. Kisah ini mengajarkan bahwa Tuhan punya rencana yang lebih baik dari yang kita pikirkan. Dia juga menceritakan bahwa Tuhan selalu bekerja di balik layar dan tidak bertentangan dengan firman-Nya.

Kekhawatiran yang Perlu dan Tidak Perlu

Khawatir itu perlu agar kita menjadi bijaksana dan hati-hati, serta bergantung kepada Tuhan. Namun, jangan sampai dikuasai kekhawatiran karena kita tidak didesain untuk itu. 1 Korintus 10:13 menjanjikan bahwa pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan kita, dan Tuhan akan memberikan jalan keluar. Setiap orang memiliki ukuran pencobaan yang berbeda-beda. Kisah Ayub menunjukkan bahwa Tuhan tahu batas kemampuan setiap orang.

Janji Tuhan dan Ilustrasi

Tuhan berjanji bahwa pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa yang tidak melampaui kekuatan kita, dan akan selalu ada jalan keluar. Debora memberikan contoh pengalamannya ditipu orang, tetapi Tuhan tetap mencukupkan kebutuhannya. Dia juga menceritakan kisah seorang penginjil yang diperintahkan Tuhan untuk memberikan seluruh uangnya kepada hamba Tuhan lain, dan Tuhan mencukupkan kebutuhannya di tempat yang baru. Rancangan Tuhan selalu baik.

Elia dan Overthinking

Roma 12:3b mengingatkan untuk tidak memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari yang patut dipikirkan, melainkan menguasai diri menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah. Elia pernah mengalami depresi dan ingin mati setelah menghadapi 850 nabi Baal dan Asera. Dia takut dibunuh oleh Izebel dan melarikan diri. Padahal, masih ada 7.000 orang Israel yang tidak menyembah Baal dan 100 nabi yang dipelihara oleh Obaja. Overthinking membuat Elia lupa akan pertolongan Tuhan.

Cara Mengatasi Overthinking

Ada tiga cara mengatasi overthinking:

  1. Berserah kepada Tuhan: Percayai Tuhan dan yakini bahwa ada jalan keluar dalam setiap masalah.
  2. Aktifkan iman, bukan kekhawatiran: Bangkitkan iman dan perkatakan hal-hal positif. Debora menceritakan kisah seorang anak Tuhan di Amerika yang mendeklarasikan tempat kerjanya dan akhirnya diterima bekerja di sana.
  3. Mempersiapkan diri: Persiapkan diri untuk menghadapi hal-hal yang ditakutkan. Jika takut masa depan, bangun masa depan dari sekarang.

Penutup dan Doa

Tidak ada masalah yang lebih besar dari apa yang bisa kita hadapi. Jika melebihi kekuatan kita, itu adalah bagian Tuhan untuk menyelesaikannya. Selesaikan apa yang bisa kita selesaikan, persiapkan apa yang bisa kita persiapkan, dan selebihnya adalah bagian Tuhan. Debora mengajak jemaat untuk mengangkat tangan dan berdoa, menyerahkan segala kekhawatiran kepada Tuhan. Dia menekankan bahwa kebenaran akan memerdekakan kita dan Tuhan akan melakukan bagian-Nya.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:05 [Musik] Shalom semuanya. Luar biasa. Salam kanan kiri. Katakan kamu dahsyat. Pagi hari ini firman Tuhan tentang mengatasi overinking. Kita baca dulu di dalam Filipi 4 ayat 6 sampai 7. Filipi 4 ayat 6 sampai 7. Kita baca sama-sama. 1 2 3. Janganlah hendaknya kamu khuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dengan segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiranmu

0:53 dalam Kristus Yesus. Saudara, manusia itu sebenarnya tidak diciptakan untuk khawatir. Makanya kalau ada manusia yang khawatir, penuh dengan ketakutan, penuh dengan kekhawatiran, dia overthinking dengan hal-hal yang belum terjadi, maka dia seringki akan mengalami sakit. dia akan mengalami imunnya menjadi drop. Dia akan mengalami stres. Karena apalagi anak-anak Tuhan, orang percaya kita tidak pernah diciptakan menjadi orang yang menghadapi kekhawatiran. Karena seharusnya anak Tuhan tidak perlu khawatir. Makanya di dalam 1 Petrus 5 ayat 7 dikatakan, "Serahkanlah segala kuhairmu kepadanya,

1:40 sebab Ia yang memelihara kamu." Tetapi memang kekuwatiran seringki ada pada manusia. Contoh, ada Elia, ada Musa, ada rasul-rasul, ada Daud yang pernah mengalami kekhawatiran. Elia pernah sampai pengin mati. Musa itu pada waktu diutus Tuhan untuk menghadapi Firaun. Padahal kenyataannya dia mampu enggak menghadapi Firaun. Mampu kan? Karena dia dibekali tongkat. Tongkat Musa menjadi tongkat Allah. Dia melakukan mukjizat. Apa saja yang dikatakan dia jadi. Tetapi pertamanya dia ketakutan. Aku enggak bisa ngomong. Dia langsung bayangannya udah wis kayak

2:27 masalah besar. Aku nanti enggak bisa menghadapi Firaun. Aku nanti pasti enggak bisa ngomong. Aku nanti pasti diserang orang Israel. Orang Israel pasti sudah enggak bisa menerima aku. Banyak sekali pikiran-pikiran yang ternyata hanya ada di pikirannya. Karena pada kenyataannya dia bisa menghadapi Firaun. Ke mana pun dia pergi, Tuhan berperang ganti Musa dan ganti orang Israel. Dan apapun yang Tuhan katakan untuk dia lakukan benar-benar terjadi. Pada waktu sebelum kita melangkah, seringki yang diserang oleh iblis adalah pikiran. Kita ketakutan sampai overthinking. Bahkan Tuhan Yesus pernah mengalami yang namanya ketakutan waktu menghadapi kayu salib.

3:14 Sebagai manusia, kekhawatiran itu ada. Tapi yang salah kalau kekhawatiran itu menguasai. Yesus itu sampai peluhnya berupa darah. Kenapa? Karena orang yang depresi dan ketakutan, stres berat itu pembuluh darahnya pecah. Sehingga waktu keringat mengalir itu bercampur dengan darah. Kita bisa melihat ketakutan Yesus. Tetapi pada kenyataannya Yesus bisa menghadapi salib enggak? Bisa enggak menang? Enggak menang. Suatu saat ada seorang hamba Tuhan dibawa Tuhan ke surga ketemu Yesus. Dia itu karena banyak pertanyaan. Terus dia tanya, "Tuhan Yesus, kamu itu kok sampai mengeluarkan darah?" Dia bilang gini,

4:00 "Karena aku sudah membayangkan lebih dulu. Dia sudah overthinking dulu. Dia sudah membayangkan kesakitannya, penderitaannya, bisa enggak aku tahan dan sebagainya." Tetapi setelah dia menyerah kepada bapaknya, dia mau menghadapi apa yang diberikan kepadanya, dia menang enggak? Berhasil, enggak berhasil. Jadi, seringkiali yang firman Tuhan katakan pencobaan yang kamu alami itu bukan pencobaan-pencobaan yang berat. Pencobaan yang kamu alami itu biasa. Makanya pada waktu Tuhan berkata demikian, Tuhan tidak berdusta. Yesus waktu itu sebagai manusia dia sudah membayangkan dulu bahkan ada

4:46 beberapa anak Tuhan itu yang sudah mendapatkan penglihatan tentang akhir zaman. Waktu rapture ada beberapa anak Tuhan yang tertinggal karena memang dia enggak takut akan Tuhan. Tetapi juga ada orang-orang yang dipilih Tuhan untuk tertinggal. Bukan karena mereka itu tidak terpilih untuk dipanggil ee diapture karena berdosa, enggak. Tapi untuk mendampingi anak-anak Tuhan. Dia beberapa orang sudah tahu penggelanya bahwa dia nanti waktu rapture dia enggak enggak akan diangkat. Sudah tahu dia akan mendampingi Tuhan pakai mendampingi anak-anak Tuhan. Ternyata waktu di situ itu kayak Filipus ya. Hari ini di sini tiba-tiba diterbangkan Tuhan. Di mana ada anak-anak Tuhan yang sudah mau

5:32 dipenggal, dianiaya. Terus anak-anak orang-orang ini mengatakan, "Kamu sabar." Sabar. Sedikit lagi terima aniaya. Sabar. Orang ini tentara-tentara yang mau menganiaya enggak lihat dia ini. Ini di penglihatan yang dapat penglihatan enggak cuma satu, tapi beberapa orang bersama-sama. Terus dia bilang begini, "Waktu dikasih kekuatan, waktu mereka mau dipenggal, mau dianiaya, waktu mereka tidak menolak Tuhan, ternyata sebelum aniaya dimulai rohnya sudah diangkat Tuhan." Itu ada kemarin juga ada yang mendapatkan itu orang Indonesia. Jadi, orang berbeda-beda orang dan mereka mendapatkan hal yang sama sebelum aniaya itu sampai terjadi, rohnya sudah diambil

6:17 Tuhan. Tapi kan tadinya enggak tahu kalau rohnya bakal diambil Tuhan. Benar. Kita sudah membayangkan lebih dulu. Tetapi pada kenyataannya yang Alkitab berkata bahwa pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa yang tidak melampaui kekuatanmu. Itu benar. Tetapi seringki kita berperang dengan pikiran kita sendiri. kita overthinking. Dulu saya waktu masih kecil saya itu punya sampai ketakutan karena saya bayangin begini dulu itu ada Tuhan. Firman Tuhan berkata waktu itu saya baca Alkitab ada gelap gulita hanya ada air terus ada Tuhan.

7:03 Tuhan itu datangnya dari mana ya? Terus kalau Tuhan kok tiba-tiba ada Tuhan? Dia yang nyiptakan enggak ada katanya. Terus tapi dia tiba-tiba ada. Terus kalau misalnya enggak ada Tuhan berarti enggak ada kehidupan. Terus saya bayangin saya masih ingat waktu itu saya di tempat tidur ayah saya duduk di sebelah saya di ada di kursi saya masih kecil. Ayah saya enggak tahu kalau saya mikir dia pikir sudah ketiduran saya. Terus saya mikir, "Kalau gitu saya enggak bisa lihat ayah saya. Saya langsung ketakutan sampai bergetar badan saya. itu berhari-hari itu yang saya pikirin sampai akhirnya ayah saya bilang gini, "Kamu kenapa kok kayak keringatan gitu kan, kayak keringat dingin." Terus saya cerita, "Kenapa Tuhan itu tiba-tiba ada? Siapa yang

7:49 menciptakan Tuhan?" Terus tuh ayah saya bilang gini, "Enggak usah mikirin hal-hal yang terlalu besar yang enggak perlu kamu pikirkan." Terus saya bilang, "Kalau enggak ada Tuhan, aku enggak ketemu, enggak ketemu ayah." Terus dia bilang gini, "Enggak usah pikirin, yang penting sekarang ada ayah. Enggak usah mikirin hal-hal yang terlalu besar. Apalagi waktu itu saya anak-anak. Overthinking membuat kita jadi stres. Overthinking membuat saya enggak bisa tidur. Overthinking enggak menolong apa-apa. Tapi justru membuat saya menjadi depresi. Keringat dingin keluar saya badan saya bergetar. Karena saya membayangin ayah saya enggak ada, ibu saya enggak ada, keluarga saya enggak ada, semuanya kosong, gelap gulita, enggak ada kehidupan. Saya

8:35 tiba-tiba ketakutan mikirin hal-hal yang tidak perlu dipikirkan. Nah, seringki kita itu ketakutan dulu dengan masa depan, ketakutan dengan hal-hal yang belum terjadi. Makanya ada depresi, Saudara. Seringki yang kita takutkan ternyata satu tidak ada. Kedua, kalau ada itu selalu ada jalan keluar. Waktu saya di Amerika, saya mikir gini, gimana ya kalau kita itu sudah kerja di sini mau nyumpulin uang dolar, tiba-tiba dolarnya anjlok, ya kan pikiran kita begitu kan. Ah, sekarang Rp10.000, Rp10.000 R.000 kan 1 dolar terus nanti sudah dikumpulin tiba-tiba anjok jadi 2.000. Gimana? Mikir mikir ketakutan tapi

9:23 ternyata dolar enggak pernah turun tambah naik jadi 16 hampir 17. Jadi apa yang kita takutkan itu seringki pikiran-pikiran manusia yang ditanamkan oleh iblis. Dan ternyata selalu setiap kali ada masalah selalu ada jalan keluar. Ada seorang hamba Tuhan bilang begini, "Saya dulu itu nabung uang untuk beli membangun gereja. Enggak pernah ada uang. Karena saya lihat ada tanah murah, mau beli mumpung murah duitnya enggak ada. Padahal masih murah sampai gemes. Padahal ini murah loh Tuhan. Enggak ada. Tapi waktu tanah berkali-kali lipat naik

10:09 justru dia bisa beli. Kenapa? Karena yang kamu pikirkan enggak sama dengan apa yang Tuhan pikirkan. Kamu enggak perlu takut dengan masa depan. Yang penting kamu lakukan bagianmu yang sekarang. Itu yang kita harus hadapi di dalam hidup saya. Saya dulu juga begitu. Waktu misalnya dipinjam orang, kemudian uang enggak dikembalikan, ditipu orang dan sebagainya. Bagi saya kayaknya sudah ambruk. Tapi ternyata waktu ke depannya saya mulai membutuhkan untuk hal-hal yang saya harus bayar. Ternyata ada berkat yang lain. Karena Tuhan itu mengajar kita jangan mengandalkan apapun. Karena di bumi ini semuanya bisa digoncangkan.

10:56 Makanya belajar tidak overthinking. Amin. Berikan dulu tepuk tangan untuk Tuhan Yesus. Di dalam Matius 6 ayat 27 berkata begini. Kita baca sama-sama. 1 2 3. Siapakah di antara kamu yang karena kekhuatirannya dapat menembah sehasta saja pada jalan hidupnya? Enggak ada. Kamu enggak menambah apa-apa. Tapi justru kamu menjadi depresi, kamu menjadi stres, kamu menjadi uring-uringan. khawatir. Overthinking itu dimulai dari kekhawatiran, dimulai dari overthinking. Kalau kamu mulai overthinking,

11:41 kamu mulai akan khawatir karena kamu memikirkan hal-hal yang di luar kemampuanmu. Makanya tadi dikatakan Yesus itu waktu ditanya, "Tuhan Yesus, kamu kok sampai mengeluarkan darah? Kamu kan Tuhan. Yesus berkata, "Sebagai manusia, aku overthinking. Aku membayangkan mampu enggak. Aku membayangkan betapa sakitnya, betapa penderitaannya." Tapi waktu dia taat, seringkiali Tuhan itu enggak ngomong, "Kamu nanti kuat, kamu nanti tak kasih kekuatan." Karena Alkitab sudah nulis, pencobaan yang kamu alami tidak akan melebihi kekuatanmu. Itu sudah Tuhan katakan dan itu ya dan amin. Makanya

12:27 saya pernah sampaikan di sini tentang penglihatan, tentang peperangan. Tuhan membawa kita perang di sebuah medan tempur. Kita memakai selangkap senjata Allah. Peperangan kita dengan jutaan setan. Satu orang melawan 1000 karena kekuatanmu besar. Tapi begitu peperangan semakin besar, maka malaikat turun membuat formasi itu mengelilingi kita dan sayapnya menutup. Nutup kita sehingga tidak ada iblis apapun musuh yang bisa menyentuh kita. Dan kita bisa menonton dari balik sayap malaikat itu tembus pandang. Kita bisa melihat Tuhan berperang ganti kamu dan kamu diam saja. Karena Tuhan itu mengukur begitu

13:12 pencobaan yang kamu alami atau masalah yang kamu hadapi jauh lebih besar dari kemampuanmu, itu bagian Tuhan. Makanya kenapa kita enggak perlu khawatir pada waktu di atas kemampuan kita itulah waktunya Tuhan memberikan mukjizat di dalam setiap kehidupan kita. Makanya seringki kejatuhan kita karena berpikir yang belum tentu terjadi. Nah, ada seorang hamba Tuhan eh teman ya, teman saya. Dia itu punya anak, anaknya itu sakit telinga, perempuan jadi agak tuli. Dokternya

13:58 berkata kalau enggak sembuh dia bisa tuli permanen. Dia ini ketakutan. Dia berdoa setiap hari. Ini waktu di Amerika dia doa dia itu sampai kok bertahun-tahun kenapa kok enggak sembuh? Dia sampai kecewa dia sudah ketakutan. Ini cewek nih kalau nanti kalau dia tuli kan nanti enggak laku. Kalau cowok yang penting dompetnya tebal tuli pun laku. Dia mikir begitu. Dia yang mikir gitu ya. Terus dia ketakutan sampai berkali-kali ngomong, "Kenapa Tuhan enggak jawab? Aku sudah doa puasa di apa? di komsel didoakan, di ibadah raya didoakan enggak sembuh-sembuh. Saudara stres enggak? Sebagai manusia kalau kamu overthinking kamu stres. Tapi puji Tuhan

14:45 teman-temannya semuanya menguatkan. Sampai akhirnya suatu saat ter dia kesaksian dia itu digranted full granted. Karena pemerintah di Amerika itu baik karena tahu anaknya sakit telinga dan butuh diobati. Pemerintah mikir kalau dia dipulang di Indonesia belum tentu diobati karena di Indonesia biayanya mahal. Sehingga pemerintah menggerikan gred full karena pemerintah kasihan pada anaknya karena di Amerika pengobatannya gratis. Dia akan dirawat sampai sembuh. Apa yang terjadi? Begitu digranted full belum sampai ke dokter, seminggu kemudian dia sembuh total. Berikan tepuk tangan untuk Tuhan Yesus. Terus akhirnya

15:31 sampai kesaksian begini. Aku dulu ketakutan saya mikir Tuhan kok enggak jawab doaku. Ya saya itu sudah mikirnya anaknya masih kecil. Dia sudah mikir nanti masa depannya gimana. Wah dia stres sampai uring-uringan, sampai hampir kecewa kepada Tuhan. Tapi puji Tuhan suaminya orang yang takut akan Tuhan terus menguatkan dia. Dia berkata, "Segala sesuatu Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan untuk orang yang mengasihi Dia." Terus dia bersaksi, "Ternyata kenapa anakku enggak sembuh? Kalau anakku sudah sembuh sebelum saya maju sidang, mungkin saya tidak digeret." Karena hakimnya berkata, "Satu alasan hakimnya mengherente. Hanya karena kasihan lihat anaknya sudah mau

16:18 tuli permanen." Saudara, selalu kita memikirkan hal-hal yang Tuhan tidak pikirkan. Tuhan itu serat sutra darah di dalam kehidupan kita. Makanya asal kamu sudah berdoa, maka Tuhan memegang kendali. Sekalipun kamu tidak lihat Tuhan bekerja, Tuhan selalu bekerja di balik layar. Tuhan selalu bekerja tidak bertentangan dengan firman-Nya. Kalau firmannya berkata, "Kamu dicobai tidak melebihi kekuatanmu, itu dia dan amin." Kalau Alkitab berkata ada saatnya melebihi kekuatan, maka Tuhan yang berperang ganti kamu itu pasti terjadi.

17:04 Sehingga di dalam kehidupan kita kadang khawatir itu perlu, tetapi yang tidak boleh kalau dikuasai kekuatiran. Khawatir itu membuat kita akhirnya menjadi bijaksana dan hati-hati dan kita akhirnya bergantung kepada Tuhan. Takut itu perlu, tapi jangan sampai dikuasai ketakutan karena kita tidak didesain Tuhan untuk khawatir dan ketakutan. Karena itu akan mengakibatkan depresi sehingga kita jatuh sakit. Coba salam kanan kiri. Ojo stres-stres. Kita baca ya di dalam 1 Korintus 10

17:50 ayat 13. Kita baca sama-sama. Ini bagus ayatnya. 1 2 3. Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai, ia akan memberikan kepadamu jalan keluar sehingga kamu dapat menanggungnya. Yang pertama, janji Tuhan dari ayat di atas adalah ada di PowerPoint. Yang pertama pencobaan yang kamu alami. Ini janji Tuhan itu pasti pencobaan biasa. Kedua, janji Tuhan, pencobaan yang kamu alami tidak akan melampaui kekuatanmu.

18:38 Ketiga, pada waktu kamu dicobai, kamu pasti Tuhan pasti memberimu jalan keluar. Dari ayat ini ada tiga janji Tuhan. Pencobaanmu itu pencobaan biasa, bukan luar biasa. Setiap orang puncak pencobaan berbeda-beda. Bagi orang yang A itu pencobaannya berat. Si B kelihatannya ringan tapi semuanya sudah diukur. Ayub itu pencobaannya berat enggak? Berat enggak bagi kita? Berat enggak? Makanya kita enggak dicobai seperti Ayub. Tapi Ayub menang enggak? Menang bagi kita. Wih, pencobaannya berat banget.

19:24 Tapi Tuhan tahu Ayub bisa. Karena setiap orang diukur pencobaan ini bagi Ayub biasa. Makanya waktu kehilangan harta, kehilangan anak, dia itu bisa sampai-santai aja berkata, "Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil." Kalau kita mungkin kita kecewa dulu, enggak ke gereja dan kemudian kita ngomong Tuhan itu pendusta dan sebagainya, baru pencobaan kecil. Tapi dia santai bahkan diomelin istrinya, "Kamu ke gereja lagi, kamu persembahan lagi." Ngapain tuhan-tuhanan? Dia tetap bisa bertahan. Kenapa dia bertahan? Rasul-rasul 12 rasul-rasul semuanya mati dianiaya. Ada yang gagal?

20:13 Ada yang gagal? Tidak ada. Semuanya menang. Kalau kita mungkin enggak bisa karena Tuhan itu setia. Setiap orang akan mengalami apa yang sudah diukur. Makanya Tuhan katakan yang Tuhan tentukan untuk mati dengan pedang dengan pedang. Yang enggak enggak. Tapi ada yang tidak mati tidak pernah ditentukan mati dengan pedang. Tapi dia yang cari pedang. Karena dia selalu bikin masalah dengan orang. Karena Tuhan sudah berjanji, pencobaan yang kamu alami, pencobaan biasa tidak melampaui kekuatanmu. Dan pada waktu kamu dicobai akan selalu ada jalan keluar. Makanya pada waktu saya dulu

21:00 ditipu orang dan sebagainya, mikir nih sayang yo duite segitu seorang ini kok bisa menipu. Tapi setelah waktu berjalan kok saya tetap pada waktu saya membutuhkan rumah. butuh ini, butuh itu, saya tetap bisa beli itu. Bahkan pada waktunya semua itu bisa saya beli cash. Berkat yang saya tidak pernah pikirkan itu akan saya alami. Terus saya mikir, kalau gitu ngapain saya dulu kepahitan? Bahkan ada seorang hamba Tuhan, dia seorang penginjil. Tuhan bawa keluar pulau. Dia waktu itu punya uang cuma Rp100.000 Tubuh zaman itu ya. Tuhan ngomong ada hamba Tuhan di situ. Kasih

21:47 sama dia semuanya. Dia mikir kalau enggak punya uang aku nanti makan apa nk sana? Tuhan tak kasih 50 ya. Tuhan bilang enggak boleh. 75 ya enggak boleh. Sampai kemudian Tuhan 90 boleh ditawar. Itu orang Indo Indonesia. Makanya waktu orang Yahudi dapat 10 perintah Allah kalau dikasih kepada orang Indonesia mungkin tinggal empat. Karena tawar menawar orang Yahudi kurang pintar enggak kayak kita. Terus dia itu nawar 90. Ya sudah akhirnya dikasih 90 dia sudah gini wah 10.000 deg-degan dia. Tapi ternyata waktu dia di luar pulau dia sudah dijemput karena enggak ada kendaraan umpung buat bayar apa ya?

22:32 Kalau ada angkot bayar angkot dia enggak bisa. Kemudian suatu di tempat sana enggak ada warung enggak ada orang jualan. Sehingga R.000 Ibu ini pun enggak laku karena enggak ada orang jualan. Dia mendapatkan makanan dari orang-orang yang diinjili, orang yang sakit disembuhkan semuanya. Semua orang itu bawa makanan sebagai tanda terima kasih. Sampai kelebihan sampai pulang 10 dolar 10.000-nya tetap utuh. Saudara, seringki kita overthinking bukan hal yang akan terjadi. Karena kita harus percaya rancangan Tuhan selalu baik. Rancangan Tuhan selalu baik. Sampai saya pernah ngalami. Saya dulu pernah sampai pengin kok kepengin yo

23:18 ngasih orang ini a sesuatu ya, tapi itu mahal. Aduh, tapi kalau ngasih itu habis duitku ya kan. Tapi setelah waktu lewat, saya sampai mikir, kenapa enggak tak kasih saja? Toh uang itu tetap habis untuk hal yang enggak penting. Harusnya saya taat untuk tetap memberi kepada Dia. Nah, Saudara, di dalam kehidupan kita, kita belajar mempercayai Tuhan. Elia, Nabi Elia itu juga mengalami yang namanya overthinking. Kita baca ya. Oh, kita baca dulu di dalam Roma 12 ayat 3b. Saya baca. Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada apa

24:05 yang patut kamu pikirkan. Tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman yang dikeruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Makanya Alkitab berkata, "Berkat sehari cukup untuk sehari. Kamu misalnya sudah ditipu orang, dibawa lari, dikemplang orang uangmu, serahkan kepada Tuhan. Jangan berpikir masa depanmu hancur. Masa depanmu tetap di tangan Tuhan, bukan di tangan uang. Saya mengalami sendiri bagaimana Tuhan terus memimpin hidup saya. Hal-hal yang dulu saya khawatirkan. Ternyata ada yang tidak terjadi, ada yang terjadi, tapi

24:53 ada jalan keluar. Yang butuh mukjizat, Tuhan kasih mukjizat. Yang butuh uang, Tuhan kasih uang. Yang butuh jalan, Tuhan kasih jalan. Kalau kita butuh sebuah koneksi, Tuhan pertemukan dengan koneksi. Apa yang tidak pernah kamu pikirkan? Makanya enggak usah stres. Kalau kita stres bawa kepada Tuhan, serahkan kepada Tuhan. Nah, Elia pernah ngalami depresi sampai kepengin mati. Padahal Elia sudah menghadapi 450 nabi Baal dan 400 nabi dari Asera. Jadi 850 orang. Nabi palsu dia hadapi.

25:41 Dia menghadapi sendirian. Dia melakukan mukjizat. Yang menghadapi dia di depan mata dia ada 450 dan 450 dibunuh oleh Elia. Dia sendiri menghadapi dengan dahsyat. Tapi waktu dia mendengar bahwa Eli apa? Isebel berkata, "Dia akan membunuh Elia seperti dia membunuh nabi-nabi yang lain." Elia langsung ketakutan. Dia lupa bagaimana Tuhan sudah menolong dia. Dia langsung melarikan diri dan bersembunyi. Sampai akhirnya diaj satu Raja-raja 19 ayat 9 sampai 10 berkata begini.

26:27 Baca sama-sama. 1 2 3 di sana masuklah ia ke dalam sebuah goa dan bermalam di situ. Maka firman Tuhan datang kepadanya demikian. Apakah kerjamu di sini hai Elia? Jawabnya, "Aku bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan Allah semesta alam. Karena orang Israel meninggalkan perjanjianmu, meruntuhkan mesbah-mesbahmu, dan membunuh nabi-nabumimu dengan pedang. Hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku. Di dalam bayangan dia, orang-orang Israel semua nyembah berhala. Kalau semua menyembah berhala, pasti mereka sudah ada di pihaknya Isel. Karena mereka juga menyembah berhala seperti Isel. Dan

27:13 Tuhan, aku ini seorang nabi satu-satunya yang masih hidup karena semua nabi sudah dibunuh. Apakah yang ditakutkan, yang dia pikirkan benar? Benar enggak? Tidak. Makanya asumsi kamu mikir-mikir sendiri yang bukan kenyataan. Makanya banyak orang itu stres karena belum melihat sebuah kenyataan. Kayak kemar ada demo banyak yang tanya sama saya, "Pastur, gimana, Pastur? Apakah seperti 98? Bagaimana? Apakah saya harus melarikan diri? Saya bilang, "Ada demo tapi tidak tahu seperti saya. Tenang, tetap tinggal di rumah, tetap makan dan tidur dengan tenang."

28:02 Dan saudara, ternyata yang Elia takutkan, kita baca di satu Raja-raja 19 ayat 18. Karena kita itu seringkiali sama seperti Elia ya. Ini iya Elia berpikir semua orang Israel menyembah. Sudah jadi penyembah berhala, jadi pasti sudah mengikut Esebel. Elia berpikir hanya dia seorang nabi yang masih hidup. Kita baca di dalam satu Raja-raja 19 ayat 18. Alkitab berkata begini. Oh, enggak ada ya di situ ya? Tak baca ya. Tetapi aku akan meninggal tetapi aku akan meninggalkan 7.000 orang Israel di Israel yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia. Jadi masih ada 7.000 Rib orang yang tidak menyembah

28:49 Baal. Di dalam pikiran Elia tidak ada lagi yang takut akan Tuhan. Kemudian di dalam ayat yang lainnya dikatakan bahwa oh ini enggak ditulis ayatnya. Dikatakan bahwa masih ada 100 nabi yang dipelihara oleh Obaja. Jadi Elia ini kegeran. Dia pikir cuma dia yang hidup. Makanya semua orang akan mencari dia. Padahal ternyata masih ada 100 nabi yang lain yang masih hidup yang dipelihara oleh Obaja. Obaja itu siapa? Obaja adalah kepala istana raja ee Yoab

29:36 Ahab. Sehingga dia bisa memberi makan nabi-nabi itu dari kerajaannya Ahab. Nah, itu menunjukkan, "Loh, kayak aku enggak bisa berbuat apa-apa. Kamu ketakutan dibunuh. Kamu berpikir semua nabi dibunuh. Padahal nabi-nabi itu aku pelihara." Justru dari tangan kepala kerajaannya Ahab yang istrinya Isabel lagi mencari mencari-cari nabi-nabi untuk dibunuh. Saudara overthinking sampai Elia ini bersembunyi di gua sampai lemas, sampai malaikat mengasih dia makan dan disuruh istirahat, Saudara seringki

30:25 overthinking menghancurkan segala sesuatu. Overthinking tanda kamu tidak percaya Tuhan, tanda kamu meragukan firman Tuhan. Kita bisa khawatir tapi mulai atasi dan percaya segala sesuatu ada jalan keluar. Dulu ada di Amerika juga ada seorang yang dia belum ngurus surat. Dia ilegal di Amerika, tapi dia sudah punya pekerjaan yang enak di Amerika sehingga dia penginnya tinggal di Amerika. Dia doa, "Tuhan berikan saya jalan keluar supaya dia ee apa? Digered." Tapi dia belum ngurus urat karena sudah

31:11 overstay. Dia bingung gimana caranya. Apa yang terjadi? Dia dipukuli begal. Dia dipukuli sampai bonyok. Dia doa, "Tuhan, kenapa aku dipukuli?" Terus ketemu hamba Tuhan. hamba Tuhan gini langsung lapor polisi, foto-foto di Visum baru setelah itu bawa ke pengadilan. Waktu dibawa ke pengadilan karena Amerika itu bangsa yang bertanggung jawab, dia lihat dia dipukuli di negaranya, dia langsung full granted. Berikan tepuk tangan untuk Tuhan Yesus yang dia pikirkan. Saya doa supaya digeret kok malah dipukuli di negeri orang. Tapi ternyata itu cara Tuhan. Waktu polisi dan negara lihat anak ini dipukuli di negara ini, maka dia

31:58 bertanggung jawab dan memberikan full grtited tanpa ada biaya. Karena negara yang mau menggerukan diri untuk mendapatkan green card. Apa yang tidak pernah kamu pikirkan sudah Tuhan pikirkan. Itu sebabnya Elia tadi juga demikian. Nah, sekarang bagaimana kita mengatasi sor bagaimana caranya kita mengatasi overthinking? Yang pertama berserah kepada Tuhan. Berserah kepada Tuhan adalah mulai percayai Tuhan. Percayai bahwa di dalam segala masalah ada jalan keluar. Ke depan ada masalah ada jalan

32:44 keluar. Di depan masa kegelapan sekalipun firman Tuhan berkata, "Tuhan adalah terang." Bukan cuma Tuhan terang, tapi kamu adalah terang, maka kamu yang bisa membuka jalan. Yang kedua, aktifkan iman, bukan kekhawatiran. Iman harus dibangkitkan. Ketakutan membuat kita punya keyakinan yang salah. Iman bekerja membuat yang negatif menjadi positif. Ketakutan mendatangkan malapetaka. Di bawahnya ketakutan mendatangkan malapetaka, tapi iman menciptakan yang mustahil menjadi mungkin. Makanya kalau kita dulu lihat

33:33 di sulap-sulap itu kan selalu berkata abra gedabra. Itu dari Alkitab dari bahasa Aramaik. yang artinya abra kedabra I will create as I speak. Makanya waktu mereka berkata, "Jadi kucing, abra kedabra kucing." Kenapa? Karena ini perkataan dari Alkitab. Abra kedabra artinya terjadi seperti yang aku katakan. Karena Engkau Anak Allah, maka Engkau yang menciptakan jalan keluar. Perkatakan pintu yang tertutup supaya terbuka. Saya dulu ada seorang anak Tuhan di

34:19 Amerika juga ya, kesaksiannya banyak karena seluruh di sana. Dia itu bahasa Inggris enggak terlalu bisa. Dia pada waktu ada hotel itu yang di situ itu semua orang sudah kerja di situ. Karena kalau kerja di hotel di situ enak karena mereka punya banyak benefit. Enggak bisa dipecat. Kalau toh dipecat, perusahaan itu harus nyarikan kerja. Nah, karena ikut union sebanyak orang-orang boleh di sana sudah kerja 2 tahun tapi belum diangkat karena belum ada yang keluar. Kalau sudah tua di pensiun baru ada orang yang bisa masuk karena semua orang enggak mau keluar, gajinya tinggi. Kemudian benefitnya banyak, dapat ee apa namanya? Asuransi dan sebagainya diurusin oleh union. Terus orang ini cuma datang ke situ. Dia belajar deklarasi. Setiap pagi dia

35:06 deklarasi di situ. Di sini akan menjadi tempat aku bekerja. Apa pintu yang tertutup terbuka setiap hari dia lakukan. Terus dia lamar kerja. Terus kemudian ada orang yang keluar karena sakit. Yang diangkat siapa? Anak Tuhan ini. Bukan yang lain. Sampai yang lain yang boleh. Bahasa Inggrisku lebih bagus dan aku sudah kerja 2 tahun. Tetapi kenapa kamu yang diangkat? Kenapa? Karena aku berbicara maka itu yang terjadi. Saudara diurapi itu bukan abal-abal, itu sungguhan. Sehingga teman saya bisa bekerja. Kenapa? Karena dia percaya. Abra kedabra. I will speak as I I will create as I speak. Berikan tepuk

35:51 tangan untuk Tuhan Yesus. Yang ketiga, yang terakhir, semua ketakutan, kekhawatiran, overthinking. Kan overthinking itu membuat ketakutan. Gimana caranya? Ya, mempersiapkan diri. Kemarin saya khotbah tentang seorang wanita lebih baik punya uang sendiri. Sekalipun suamimu kaya raya, dia enggak mau kamu kerja. Kalau bisa kamu tetap punya uang sendiri supaya kamu punya harga diri. Soal kemarin ada yang kesaksian pastor waktu saya dengarin itu dia kesaksian ada beberapa bukan dari orang Kristen. Dia bilang gini, "Saya bersyukur waktu saya ditinggal suami saya dengan Wew Gombel,

36:38 saya tidak hancur karena saya ekonomi saya kuat. Karena saya punya restoran, saya punya salon, saya punya yang lainnya. Karena sejak awal saya membangun ekonomi saya sendiri. Yang kedua, ada seseorang waktu suami saya meninggal, saya bersyukur. Bukan bersyukur suaminya meninggal ya, bersyukur suami meninggal, enggak. Dia bersyukur waktu suaminya meninggal, dia sudah siap dengan keuangannya karena suaminya tidak punya pensiun. Saudara, apa yang kamu takutkan? Ya, persiapkan mulai sekarang. Kalau kamu takut masa depan, bangun masa depan sekarang. Enggak usah overthinking tok. Cuma stres tapi buat jalan keluar. Kalau

37:25 kamu takut aku nanti enggak dapatkan jodoh, ya kamu harus latihan. Oh, seorang cowok yang mapan lebih seksi daripada yang tampan. Perempuan yang punya kerjaan lebih terlihat cerdas daripada yang pengangguran. Saya mau hidup saya nanti punya pasangan yang baik. Ya, kamu harus mengupgrade dirimu. Enggak usah overthinking. Persiapkan dirimu. Nah, kemudian itu yang membuat hidup kita satu tadi bagaimana supaya enggak overthinking? Berserah kepada Tuhan. Yang kedua, bangkitkan imanmu dengan memperkatakan.

38:11 Yang ketiga, mulai mempersiapkan diri supaya kalau hal yang kamu takutkan terjadi, kamu tahu kamu sudah siap. Dan percaya Tuhan akan melakukan bagian yang tidak bisa kamu lakukan. Beri tepuk tangan untuk Tuhan Yesus. Saya undang Tim Musik untuk maju ke depan. Siapkan lagu Satu-satunya pengharapanku. Jadi di dalam Tuhan sekali lagi tidak ada masalah yang jauh lebih besar daripada apa yang bisa kamu hadapi. Kenapa? Karena kalau melebihi kekuatan

38:58 itu bagian Tuhan yang menyelesaikan. Makanya selesaikan yang bisa kamu selesaikan. Persiapkan apa yang bisa kamu persiapkan. Selebihnya itu adalah bagian Tuhan. Bagiannya mukjizat. Berikan tepuk tangan untuk Tuhan Yesus. Saya undang semuanya bangkit berdiri. Mungkin saudara punya masalah, mungkin saudara punya ketakutan di masa depan. Bagaimana masa tuaku? Bagaimana dengan anak-anakku? Bagaimana dengan perusahaanku? Bagaimana dengan hutangku? Bagaimana dengan pernikahanku? Percayalah di dalam setiap masalah Tuhan menyediakan jalan keluar. Engkau tidak sendirian. Yang penting kita tetap

39:44 berlaku benar. Karena firman Tuhan berkata, "Kebenaranlah yang akan memerdekakan kamu selama kita tetap berdiri atas kebenaran dan mempercayai Tuhan. Tuhan yang akan melakukan bagiannya. Apa yang tidak pernah timbul di dalam pikiran kita, apa yang tidak pernah timbul di dalam hati kita, bahkan kita tidak pernah mengimajinasikannya. Itu yang Tuhan sediakan bagi kita. Mari angkat tangan kita, tangan kanan di atas dan tangan kiri di dada. Tuhan, Kau yang tahu setiap pergumulan masing-masing pribadi. Masa dekapan kami ada di tangan-Mu. Kami tidak perlu takut. Karena Engkau sudah berjanji dan dalam setiap masalah itu bukan masalah besar

40:32 dan setiap masalah tidak melebihi kekuatan dan setiap masalah ada jalan keluar supaya nama-Mu dipermuliakan dalam hidup kami. Kami bersyukur dan firman-Mu membuat membuat cara pandang kami diubah, membuat iman kami dibangkitkan. Dan kami bersyukur kepada-Mu Tuhan. Terpujilah nama-Mu di dalam nama Tuhan. Selama kau besertaku ku melihat ada mukjizat setiap hari. Selama ku menyembah-Mu. Selama ku menyembah. Kami percaya mukjizat-Mu Tuhan.

Share

Ringkasan Video YouTube