0:01 Hari ini kita akan belajar kebenaran firman Tuhan supaya semakin hari kita ini semakin mengerti apa yang Tuhan mau di dalam kehidupan kita. Tuhan berjanji kita diberikan kuasa untuk mengelola segala harta di muka bumi ini, burung di udara dan semua hewan yang ada di muka bumi ini harusnya kita menjadi bagian yang bisa menikmati semua berkat Tuhan. Tapi pada kenyataannya tidak semua orang memiliki otoritas dan kuasa. Bahkan banyak orang Kristen yang hari ini masih banyak kekurangan, masih banyak hidup dalam kesusahan. Bapak, Ibu, Tuhan berikan hikmat dan pengertian. Tuhan berikan semua harta kekayaan di muka bumi ini menjadi bagian milik kita.
0:47 Kalau kita di dalam Kristus, kita berhak mewarisi berkat yang sudah Tuhan janjikan kepada Abraham. Tapi saya seringki temukan banyak orang Kristen menderita. Banyak orang Kristen enggak tahu apa yang harus diperbuat. Mereka harus hutang. Mereka ngalami kemiskinan yang parah, kemelaratan, hidup susah, hidup dalam tekanan dan lain sebagainya. Ke mana semua janji Tuhan itu? Ke mana janji Tuhan yang harusnya menjadi milik kita? Kok enggak sampai ke tangan kita? Dan ternyata ada bagian yang harus kita kerjakan. Kalau Tuhan sudah berikan Roh Kudus tinggal di dalam diri kita, menyertai kita, mengurapin kita, tentunya Tuhan berikan hikmat dan pengertian. Tapi banyak orang malasnya luar biasa, enggan bekerja sehingga
1:35 ngalami kesusahan dan kekurangan. Bapak, Ibu, engkau harus minta hikmat sama Tuhan. bekerja dengan hikmat, bekerja dengan pengertian apa yang harus kamu kerjakan, apa yang harus kamu lakukan sehingga apa yang kamu kerjakan dan kamu lakukan itu menghasilkan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Tapi kalau kamu malas kerja nih, para laki-laki nih, para bapak-bapak kamu mesti kerja keras. Kalau kamu enggak mau bekerja, kamu enggak cukupin kebutuhan keluargamu, enggak kebutu kebutuhan istrimu, kebutuhan anak-anakmu, kamu enggak cukupin, kamu enggak bertanggung jawab. Kamu orang yang malas, kamu orang yang tidak berguna sama sekali. Laki-laki harusnya bekerja keras. Ketika Adam jatuh dalam dosa, ah manusia
2:20 pertama itu jatuh dalam dosa, mereka harus kerja keras, berpeluh kok. Ada bagian yang dikerjakan dan sisanya Tuhan yang yang memberkati. Tapi kalau engkau hanya ungkang-ungkang kaki mengharapkan emas turun dari langit, uang turun dari langit sampai matamu biru, engkau akan tetap kekurangan dan tetap melarat serta miskin. Sekarang kita lihat di Amsal 21 ayat 25. Si pemalas dibunuh oleh keinginannya. Keinginannya gede sekali. Pengin liburan ke Eropa, pengin jalan-jalan, pengin beli mobil Ferrari, Lamborghini, Range Rover, beli Mercy, BMW. Hanya keinginannya tok pengin menjadi orang besar, pintar. Tapi keinginan tok. Tapi kalau enggak bekerja ya mana bisa? Ada hasilnya. Si pemalas dibunuh oleh keinginannya karena tangannya enggan bekerja.
3:08 Malasnya bukan main. Hari ini anak-anak muda, kalau kamu hanya scroll media sosial tanpa mau bekerja atau mau belajar dari keadaan dan situasi yang ada, kamu akan ketinggalan zaman. Apalagi kalau kamu hanya habiskan waktumu sia-sia, kamu tuanya gak berguna sama sekali. Hari ini manfaatkan dengan baik belajar. Jangan sekedar banyak pintar komentar di media sosial tapi kamu praktiknya nol besar. Apalagi komentar dengan orang-orang yang ndak kamu kenal. Ngomongnya kotor, ngomongnya jahat, enggak ada gunanya sama sekali. Ngapain komentar dengan orang yang gak kenal? Kerja. Minta hikmat, minta pengertian. Apa yang harus kamu lakukan? Jangan punya keinginan gede tapi malasnya bukan main. Saya lakukan yang menjadi bagian
3:53 saya. Saya pernah dinubuatin hamba Tuhan tahun 96 dan ternyata digenapinya tahun 2021 itu butuh waktu yang lama. Ada bagian yang harus saya kerjakan. Saya belajar firman, saya doa, saya puasa, saya kembangkan kapasitas saya, saya lakukan semua yang Tuhan percayakan. Gak ada ikut Tuhan itu langsung besar dimulai dari kecil. Karena prinsip kerajaan Allah, setia pada perkara kecil, Tuhan akan tambahkan perkara yang lebih besar. Tapi kalau kita enggak setia pada perkara kecil, jangan berharap kamu dapat perkara yang besar. Itu prinsip kerajaan Allah. Tapi kalau hal-hal yang kamu inginkan itu maunya gede terus, tapi kamu malas memulainya, enggak mau memulainya, jangan pernah berharap kamu punya sesuatu yang besar di masa yang akan datang. Dimulai hari
4:39 ini, kembangkan kapasitas, kembangkan skillmu. Kalau hari ini enggak punya kerjaan, apapun yang Tuhan percayakan, kerjakan dulu. itu sebagai batu lompatan, itu sebagai pembuka jalan. Bapak, Ibu, Tuhan berkatin kita melalui apa yang kita kerjakan lewat tangan kita. Loh, kamu pengin diberkati tapi kamu minta belas kasihan dari orang. Hidup dari belas kasihan. Hidupmu sangat tragis itu. Hidupmu sangat menderita. Itu hidupmu jadi batu sandungan. Itu hamba Tuhan harus kerja. Nanti kita akan pelajari. Paulus itu kerja luar biasa. Dia kerja keras. Yesus pun sebelum pelayanan 3 seteng tahun dimulai pelayanannya dulunya dia seorang tukang kayu luar biasa. Enggak ada tokoh di Alkitab itu yang malas. Tidak ada yang
5:24 hanya ongkang-kang kaki main media sosial tanpa melakukan. Kalau bisa cari duit dari media sosial. Buat apa waktu kamu habiskan di media sosial tanpa kamu bisa menghasilkan apa-apa. Bertobat dan berubah hari ini. Coba sekarang kita lihat di Amsal 12 ayat yang ke-9. Lebih baik menjadi orang kecil tetapi bekerja untuk diri sendiri. Dimulai dari yang kecil kerja untuk diri sendiri daripada berlagak besar tapi kekurangan makan. Gayanya tinggi selangit. Berlagunya bukan main. Dikit-dikit mau barang yang mewah, mau ngopi di tempat yang enak, tapi penghasilanmu pas-pasan, gaji umum UMR. Miskin kamu sampai masa tuamu. Kok caranya begitu? Kalau kita enggak bisa ngatur keuangan kita, kita enggak minta hikmat dan pengertian, kita enggak bisa
6:10 kembangkan kapasitas kita, sekarang perkembangan zaman begitu luar biasa, persaingan ketat sekali, pengangguran ada di mana-mana. Tapi kalau enggak punya nilai dalam hidupmu, enggak punya kapasitas apa-apa, kamu akan tetap sama dari tahun ke tahun gak akan perubahan. Justru hari ini apa yang Tuhan percayakan dalam hidupmu kecil? Setia kerjakan, lakukan. Tidak usah malu, tidak ada pekerjaan yang hina kok. Semua pekerjaan kalau kita lakukan dengan tulus, dengan segenap hati, semua pekerjaan itu mulia kok. Hanya seringki kita pengin pekerjaan yang kelihatan hebat, kelihatan bagus, tapi kalau enggak ada kemampuan, ya kembangkan kapasitas dulu. Perbesar kemampuanmu. Nanti setia dengan apa yang hari ini di Tuhan percayakan. Lakukan dengan setia. Dimulai dari L kecil, kerjakan dengan sepenuh hati. Kalau enggak bisa apa-apa,
6:56 belajar. Belajar banyak hal. Ini perkembangan zaman semakin ke depan ini semakin luar biasa. Bapak, Ibu meski belajar tentang AI, Bapak Ibu belajar tentang mata uang digital, Bapak, Ibu mesi belajar tentang kembangan kapasitas, tentang masalah keuangan dan lain sebagainya. Kalau engkau enggak mau kembangkan kapasitas, engkau akan ketinggalan zaman. Engkau akan susah cari pekerjaan kalau udah malasnya bukan main. Setia dulu tidak perlu berlagu. Kelihatan kaya padahal miskin enggak ada gunanya sama sekali. Sudah miskin sombong lagi, perlu bertobat dan berubah. Sudah kekurangan gak mau bekerja. Itu yang paling konyol lagi. Belajar terus, kembangkan kapasitasmu. Sekarang kita lihat apa yang dikerjakan oleh Paulus. Bapak, Ibu dibaca di 1 Tesalonika mulai pasal yang kedua. Nanti
7:43 Bapak Ibu baca seluruh pasal di perikop ini. Bapak, Ibu akan ngerti apa yang dilakukan oleh Paulus. Sebab kamu masih ingat, Saudara-saudara, aku berusaha, Saudara-saudara. Usaha dengan jerih lelah kami. Perhatikan. Sementara kami bekerja siang malam supaya jangan menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu. Kami memberitakan Injil Allah kepada kamu. Paulus kerja keras siang dan malam. Dia bukan pemalas loh. Ini rasul yang hebat yang dipercayakan Tuhan. Nulis 3/4 kitab Perjanjian Baru. Dia bekerja keras. Hari ini banyak pendeta malasnya bukan main, hidupnya susah, enggak mau bekerja. Dia
8:29 pikir, "Saya Imam Lewi, Imam Lewi untuk orang Israel. Kita hari ini adalah imamat yang rajani." Bapak, Ibu bukan Imam Lewi. Kita hari ini imamat yang rajani. Menurut kita Petrus. Bapak, Ibu, engkau bis kalau nganggur waktumu lebih banyak, cari peluang kerja. Jangan harapkan sekedar persembahan, sekedar belas kasihan orang. Nanti hidupmu kekurangan. Pekerjaan Tuhan itu butuh biaya besar. Nah, saya perhatikan banyak hamba Tuhan ngemis ngajuin proposal ke orang-orang kaya. Dan saya seringkiali ketemu orang kaya isinya ngeluh. Ini pendeta ini kok tukang minta ngajuin proposal bagaimana? Apakah dia punya iman atau tidak? Bapak, Ibu mempermalukan dirimu sendiri loh di hadapan Tuhan. Belajar beri hatimu.
9:14 Belajar beri hidupmu. Belajar dedikasikan hidupmu sepenuhnya di hadapan Tuhan. Jangan jadi orang malas. Jangan hanya minta-minta, jangan jual firman Tuhan untuk kepentinganmu sendiri. Memalukan Bapak, Ibu, Paulus kerja keras loh. Dia bekerja siang dan malam supaya dia tidak menjadi beban bagi siapapun. Supaya hidupnya enggak jadi batu sandungan. Dia berjerih lelah. Ini kerja keras. Bapak, Ibu perhatikan dari kitab kejadian sampai kitab Wahyu. Semua tokoh itu bekerja keras. Yakub bekerja lebih keras. Dia Abraham, Daud, Yusuf semuanya mereka adalah orang yang kerja keras bukan pemalas. Besalielal dan Aholiabja. Dia punya skill, punya kemampuan dari skill dan kemampuannya dia diberkati Tuhan. Luar biasa. Bapak,
10:01 Ibu, kalau hari ini kamu enggak punya skill, enggak punya kemampuan hanya minta-minta, bikin batu sandungan. Mempermalukan nama Tuhan. Jangan sebut dirimu hamba Tuhan kalau kamu hanya minta-minta, hanya minta belas kasihan, ngacuin proposal, bikin malu, kamu khotbah. Minta standar persembahannya sekian-sekian bikin malu. Jangan pernah jual firman. Kamu bisa ngomong firman, tapi kalau kamu mau enggak hidupin firman jadi batu sandungan. Saya percaya hamba Tuhan real dipanggil jadi hamba Tuhan, dipelihara Tuhan tanpa minta-minta belas kasihan. Apalagi ngemis-ngemis bikin malu. Kalau masih banyak waktu kerjakan. Apa yang kamu bisa kerjakan? Bikin konten di media sosial. Cari duit di media sosial. Jangan yang sekedar nonton media sosial. Kamu jadi orang yang bodoh. Orang yang
10:46 bodoh itu orang yang malas. Orang yang bodoh pasti miskin, melarat, kekurangan, dan menderita. Tapi orang pintar memiliki hikmat dan pengertian. Sekarang kita lihat di Amsal 6 ayat yang ke9. Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bila engkau bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? Pemalas ini kerjaannya hanya makan dan tidur. Terus bolak-balik hari ini scroll media sosial. Waktunya dihabiskan begitu saja. Banyak anak muda waktunya dihabiskan dengan main game loh. Tanpa pengembangan kapasitas kamu tuamu akan kekurangan dan sangat miskin sekali. Saya perhatikan ada orang-orang yang hari ini sukses di masa tuannya. Saya perhatikan mereka dari masa mudanya kerja keras loh. Dia enggak buang waktu sia-sia. Makanya ada
11:33 pepatah untuk orang-orang yang sibuk bekerja, rajin bekerja. Waktu adalah uang. Benar-benar realitas waktu adalah uang. Dia enggak mau siakan waktu dan si begitu sia-sia. Saya kalau mau boleh ditarik mundur, saya pengin umur 20-an. Saya mau kerja lebih giat lagi. Saya mau lakukan sesuatu yang lebih gede lagi. Saya mau bayar harga lebih besar lagi. Saya pengin mempermuliakan nama Tuhan. Saya pengin semua yang saya kerjakan nama Tuhan dipermuliakan melalui kehidupan saya sehingga masa tua saya benar-benar dipakai Tuhan luar biasa. Bapak, Ibu, kalau engkau pengin dipakai Tuhan tanpa engkau mau bayar harga, tanpa mau belajar, orang enggak mau dengar apa yang kamu khotbahkan, apa yang kamu ajarkan. Belajar bangun keintiman, miliki hubungan yang dalam dengan Tuhan. Datang sama Tuhan, Pak,
12:19 saya enggak punya skill. Saya enggak punya kemampuan. Doa minta hikmat dan pengertian. Kita ini punya Tuhan yang luar biasa. Tuhan yang memberikan hikmat dan pengertian kepada orang-orang yang mencarinya. Orang yang haus dan lapar akan dipuaskan dan dikenyangkan. Kok selama kita nempel sama Tuhan, Tuhan akan berikan hikmat dan pengertian. Tuhan akan tambahkan wahyu yang dalam lagi supaya kita semakin ngerti jalan mana yang harus kita tempuh. Tapi kalau kamu malas, kerjaanmu hanya makan dan tidur, terus main game, terus enggak bisa ngapa-ngapain, waktumu terbuang sia-sia dan kamu akan bapak belur. Di Amsal 13 ayat yang keempati si pemalas penuh keinginan. Keinginannya gede. Pemalas itu pengin jadi orang kaya, pengin jadi orang terkenal, pengin jadi
13:04 orang hebat, pengin beli mobil mewah, pengin punya mansion house, pengin punya kebon, pengin punya bisnis. Tetapi sia-sia saja karena hanya sebatas keinginan. Tetapi orang yang hati nya orang rajin diberi kelimpahan. Orang hatinya orang yang rajin itu diberi kelimpahan. Apa saja dikerjakan tangannya Tuhan buat berhasil. Orang rajin itu diberkati dan Tuhan berkati melalui apa yang kita kerjakan hari ini. Bapak, Ibu dipercayakan apa? Tekunin, kerjakan dengan sepenuh hati. Kembangkan kapasitasmu. Tuhan akan tambahkan yang lebih besar lagi. Sekarang kita lihat lagi di Amsal pasal yang ke-15 ayat yang
13:52 ke-19. Jalan si pemalas seperti pagar duri. Malasnya bukan main. Orang pemalas itu jalannya tidak akan pernah ke mana-mana. Perjalanan hidupnya akan tersakitin karena seperti pagar duri perjalanannya. akan tersandung, terjatuh, kekurangan ditolak karena enggak bisa bekerja, enggak punya kemampuan, hanya ngandelin orang lain. Iya. Kalau orang tuanya kaya, kalau orang tuanya miskin, bagaimana seperti ini? Makanya kita harus memiliki hikmat dan pengertian seperti ini. Kalau tidak, hidup kita di masa tua akan kekurangan dan menderita. Saya perhatikan orang yang kerja keras pun engkau harus memiliki hikmat dan pengertian untuk menyimpan hasil pekerjaanmu loh. Menyimpan uangmu loh.
14:37 Engkau harus simpan, kau harus investasikan di mana supaya engkau bisa menikmati itu. Jangan ketika sudah kerja keras kamu habiskan untuk foya-foyamu kamu tambah susah nanti. Belajar mengelola hasil dengan baik seperti yang dilakukan oleh Yusuf ketika masa kelimpahan. Dia memiliki hikmat dan pengertian. Ditaruh semua hasilnya itu di lumbung-lumbung. Luar biasa sekali. Tapi ketika masa kelaparan, masa kesusahan, dia masih ada persediaan mesti belajar seperti itu. Itu adalah hikmat yang datangnya daripada Tuhan. Kenapa banyak orang sampai kekurangan menderita? Karena enggak memiliki hikmat, enggak bisa mengelolanya dengan baik. Kita ini dipercayakan hartanya Tuhan. Kita ini sekedar bendahara yang mengelola
15:24 hartanya Tuhan. Kalau kita enggak bisa kelola dengan baik, bagaimana Tuhan mau percayakan yang lebih besar lagi? Tuhan tidak akan percayakan yang lebih besar lagi. Beri sepenuhnya untuk Tuhan. Dedikasikan hidupmu untuk Tuhan. Belajar memiliki hikmat dan pengertian. Jangan kamu malas, enggak mau melakukan apa-apa. Hidupmu akan tersandung dan kau tidak akan pernah ke mana-mana. Ini contohnya orang pemalas itu seperti ini. Di Amsal 19 ayat 24. Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan. Si pemalas tinggal celupkan tangannya pada pinggan tapi tidak juga mengembalikan mulutnya. Sudah celup tangannya ke madu mungkin tinggal tarik tangannya ke mulutnya. Malasnya bukan main. Ini orang memang enggak punya
16:10 gairah hidup nih. Orang-orang seperti ini jangan kumpul sama orang pemalas. Kamu akan ketularan malas loh. Kamu kalau pengin hikmat kamu bergaul dengan orang yang punya hikmat. Kamu belajar sama orang-orang yang lebih berhasil, bagaimana rahasianya? Belajar sama mereka. Sampai hari ini pun saya belajar dengan orang yang lebih sukses, lebih berhasil, lebih dipercaya perkara-perkara yang lebih besar. Dipercaya kekayaan, dipercaya berkat besar. Belajar sama sama mereka bagaimana mereka mendapatkannya. Belajar ilmunya dan lakukan kerjakan bagianmu. Engkau akan melihat bagaimana Tuhan pelihara hidupmu sampai masa tuamu tidak akan pernah kekurangan. Di Amsal 22 ayat yang ke-13, si pemalas berkata, "Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan." Pemalas itu selalu pakai
16:56 alasan apapun ketika mau disuruh mengerjakan sesuatu atau disuruh belajar atau disuruh bertindak, selalu ada alasan untuk dirinya sendiri. Bapak, Ibu, kalau engkau disuruh ditegur, dinasihatin, punya alasan membenarkan diri, kamu adalah orang yang sombong. Tapi kalau kamu sudah miskin tapi sombong, enggak mau bekerja, lebih konyol lagi itu tinggal tunggu waktu aja kemelaratan mendatangimu. Selalu punya alasan. Di Amsal 26 ayat 13 juga ngomong yang sama. Berkatalah si pemalas, "Ada singa di jalan, ada singa di lorong. Selalu punya alasan untuk membenarkan dirinya, untuk membuat dirinya tetap enggak ke mana-mana. Pemalas enggak mau belajar. Pemalas isinya hanya komplain. Pemalas hanya
17:42 punya angan-angan tapi enggak melakukannya. Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak daripada tujuh orang yang menjawabnya dengan bijaksana. Di Amsal 26 ayat yang 16. Pemal itu selalu merasa paling hebat, paling pintar, pintar komentar, pintar ngamuk, gampang tersinggung, miskin, kekurangan, melarat, minta belas kasihan. Belajar berubah. Kalau engkau enggak mau berubah, engkau akan tetap kekurangan, engkau akan tetap melarat, engkau akan tetap miskin. Hidupmu akan jadi batu sandungan. Tidak akan jadi berkat. Belajar hari ini berubah. Orang-orang yang hari ini mungkin sekitar hanya 1% yang menguasai harta kekayaan di bangsa
18:28 ini, mereka adalah orang pintar, orang-orang yang punya wawasan. Mereka adalah orang yang punya kuasa, punya strategi, punya hikmat dan pengertian. Bapak, Ibu, kalau engkau enggak mau memiliki hikmat dan pengertian, tapi malas belajar, kamu akan tetap sama dari tahun ke tahun. Hidupmu tidak akan pernah berubah. Hidupmu akan tetap seperti itu hari ini. Meski belajar berubah loh. Sungguh ber-berdedikasikan hidupmu sepenuhnya sama Tuhan. Jalan sama Tuhan. Kau akan melihat keajaiban Tuhan. Engkau akan melihat kedahsyatan Tuhan. Bagaimana Tuhan akan percayakan perkara-perkara yang besar? Alkitab katakan orangorang benar akan menikmati harta kekayaan dari bangsa-bangsa. Itu dimulai dari orang yang memiliki hikmat dan pengertian. Kalau engkau enggak
19:14 memiliki hikmat dan pengertian, engkau mesti mulainya dengan hidup takut akan Tuhan. Bertobat, berubah, dedikasikan hidupmu sama Tuhan. Kalau engkau enggak tahu apa yang harus diperbuat, jalan sama Tuhan. Minta hikmat dan pengertian dan kau akan melihat bagaimana Tuhan bekerja dengan caranya yang ajaib. Saya berdoa hari ini tidak ada orang Kristen yang malas hanya unkang-ungkang kaki, hanya mengharapkan belas kasihan dari orang lain. Kerja sekarang laki-laki engkau harus kerja, perempuan engkau harus bijaksana mengelola keuangan dengan baik. Kalau engkau enggak, kalau engkau enggak bisa dipercaya mengelola harta kekayaan dengan baik, kamu akan susah. Hidupmu akan menderita. Saya berdoa apa yang kita pelajari hari ini akan membuat hidup kita semakin memiliki pengertian dan tahu apa yang harus kita perbuat. Saya berdoa tidak ada orang
20:01 miskin lagi karena mereka bekerja dengan tangannya dan Tuhan berkati. Amin. Tutup matamu, tutup Alkitabmu. Kita berdoa. Bapa, terima kasih buat firman-Mu. Kami matraikan dengan darah anak dombalah. Firman ini nempel dalam hati kami. Firman ini nempel sampai kedalaman batin kami mengubahkan hidup kami Tuhan. Terima kasih Tuhan. Kami kembalikan segala hormat pujian, pengagungan buat raja kami yang maha mulia. Kami dedikasikan hidup kami sepenuhnya untuk Engkau. Dan kami percaya nama-Mu dipermuliakan dalam hidup kami. Berikan hikmat dan pengertian apa yang harus kami kerjakan, apa yang Kau lakukan. Kami tahu ketika krisis datang, ketika masa susah datang, kami menjadi orang yang memiliki hikmat. Tahu apa yang harus kami perbuat, apa yang harus kami lakukan. Dan kami tidak akan pernah kekurangan. Kami mau belajar seperti
20:46 Yusuf yang memiliki hikmat dan pengertian seperti Daniel, seperti Sadrak, Mesak, dan Abetnego, seperti tokoh-tokoh yang hebat yang hidup di zamannya. Kami pengin berjalan dalam kebenaran menjadi berkat bagi banyak orang. Terima kasih ya Tuhan. Kami kembalikan segala hormat, pujian, pengagungan untuk raja kami yang maha mulia. Berkati setiap orang rajin mendengar firman yang sampaikan ini. Berkati apapun yang mereka kerjakan, keluarganya, bisnis usahanya. Tuhan berkati. Hamba-Mu berdoa untuk orang yang sakit dan mengalami kelemahan tubuh oleh bilur Yesus, oleh darah Yesus. Jadilah Engkau tahir, jadilah engkau pulih. Jadilah engkau sehat seperti sediakalah. Dalam nama Yesus kami berucap syukur. Haleluya. Amin. And God bless you. [Tepuk tangan]
21:31 Ada orang-orang tadi ketika kau merasakan kuasa Tuhan, angkat tanganmu. Angkat tanganmu. Maju ke depan. Roh Kudus, aku mau buktikan kau hadir dalam bukan karena tapi karena suruh maju suruh maju.
22:30 Jesus [Musik] Now Jesus name Jesus name Jesus
23:17 Jesus Ibu ini sesang menerima semakin semakin kuat semakin [Musik] Saya lihat dalam mimpi ketika saya berdoa ada urapan buat [Musik] kuasanya power [Musik] Jesus tenang down Jesus enggak tahan dengan hadirat Tuhan ya. Ya. Masih enggak tahan dengan hadirat
24:03 Tuhan kuasa Jesus semakin mengar Jesus. Biar di situ. [Musik]