Ringkasan Singkat
Video ini membahas tentang perubahan sosial dan dinamika sosial, dengan fokus pada interaksi sosial. Dijelaskan mengenai syarat terjadinya interaksi sosial, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta jenis-jenis interaksi sosial asosiatif (positif) dan disosiatif (negatif).
- Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi.
- Syarat interaksi sosial: kontak sosial dan komunikasi.
- Faktor yang mempengaruhi: imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati.
- Interaksi sosial asosiatif: kerja sama, akomodasi, asimilasi, akulturasi.
- Interaksi sosial disosiatif: persaingan, kontravensi, pertentangan.
Pembukaan
Intan Afilia sebagai pembawa acara menyambut pemirsa, khususnya siswa SMK Medika Samarinda, dalam pembelajaran online edisi Ramadan. Ia memperkenalkan Ibu Andi Nurhdayah, guru IPAS, yang akan menyampaikan materi tentang perubahan sosial dan dinamika sosial, dengan subtopik interaksi sosial.
Pengantar Materi
Ibu Andin memulai dengan pertanyaan apakah manusia bisa hidup sendiri tanpa orang lain, yang dijawab tidak bisa oleh Intan dan siswa di kolom chat. Hal ini menjadi pengantar untuk menjelaskan tujuan pembelajaran, yaitu menjelaskan syarat interaksi sosial, mengidentifikasi proses interaksi sosial asosiatif, dan mengidentifikasi proses interaksi disosiatif.
Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi sosial didefinisikan sebagai hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara dua individu atau lebih. Interaksi ini bisa terjadi antar individu, individu dengan kelompok, atau antar kelompok.
Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Interaksi sosial terjadi jika ada kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial adalah kontak antara satu pihak dengan pihak lain yang saling bereaksi. Jenis kontak sosial ada tiga: primer (langsung), sekunder langsung (melalui pihak ketiga pasif), dan sekunder tidak langsung (melalui pihak ketiga aktif). Bentuk kontak sosial ada tiga: antar individu, antar individu dengan kelompok, dan antar kelompok. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan secara verbal maupun nonverbal, di mana komunikator (penyampai pesan) harus dapat diterima baik oleh komunikan (penerima pesan).
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial
Ada lima faktor yang mempengaruhi interaksi sosial:
- Imitasi: Proses mencontoh gaya hidup tokoh idola, bisa berdampak positif (memperoleh pengetahuan) atau negatif (meniru perilaku buruk).
- Sugesti: Penerimaan pandangan atau sikap akibat pengaruh orang lain, terbagi menjadi autosugesti (sugesti terhadap diri sendiri) dan heterosugesti (sugesti dari orang lain).
- Identifikasi: Proses menjadi sama atau mirip dengan tokoh idola, bahkan bisa menghilangkan identitas asli.
- Simpati: Kemampuan merasakan seolah-olah berada dalam keadaan yang dialami orang lain.
- Empati: Perasaan mendalam untuk ikut merasakan atau memahami sesuatu yang dirasakan orang lain, diikuti dengan tindakan nyata.
Interaksi Sosial Asosiatif
Interaksi sosial asosiatif adalah interaksi yang mengarah ke hal positif atau meningkatkan persatuan. Bentuknya ada empat:
- Kerja Sama: Usaha bersama untuk mencapai tujuan bersama, contohnya gotong royong, tawar-menawar, koperasi, koalisi, dan join venture.
- Akomodasi: Upaya menyelesaikan konflik, contohnya koersi (penyelesaian masalah dengan tekanan), kompromi (perundingan damai), arbitrase (menggunakan pihak ketiga yang dipilih kedua belah pihak), mediasi (menggunakan pihak ketiga sebagai penasihat netral), konsiliasi (mempertemukan pihak berselisih melalui lembaga sosial), toleransi (menghargai perbedaan), adjudikasi (penyelesaian melalui pengadilan), dan stalemate (berhenti karena kekuatan seimbang).
- Asimilasi: Penggabungan dua kebudayaan atau lebih sehingga menghilangkan budaya lama, contohnya perkawinan campuran.
- Akulturasi: Pencampuran dua kebudayaan atau lebih sehingga menghasilkan kebudayaan baru, contohnya alat musik keroncong (perpaduan musik Portugis dan Jawa).
Interaksi Sosial Disosiatif
Interaksi sosial disosiatif adalah interaksi yang mengarah ke pertentangan atau hal negatif. Bentuknya ada tiga:
- Persaingan: Proses sosial untuk mencapai tujuan tertentu, bisa persaingan pribadi atau kelompok.
- Kontravensi: Proses persaingan yang ditandai ketidakpastian dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, contohnya menyebarkan isu atau menyindir tanpa menyebut nama.
- Pertentangan (Konflik): Perselisihan yang mengarah ke hal negatif, contohnya pertengkaran atau pelanggaran aturan.
Kesimpulan
Ibu Andin menyimpulkan materi tentang interaksi sosial, kontak sosial, bentuk kontak sosial, faktor yang mempengaruhi interaksi sosial, serta perbedaan interaksi sosial asosiatif dan disosiatif. Siswa diminta untuk mengerjakan latihan soal melalui barcode yang ditampilkan.
Penutup
Intan menutup pembelajaran online dan berterima kasih atas materi yang disampaikan. Ibu Andin berharap materi bermanfaat.

