PEMBELAJARAN ONLINE-SMK MEDIKA-RAMAYANA SMD SQUARE : BERSAMA ANDI NURHIDAYAH, S.Pd., M.PD., Gr.

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang perubahan sosial dan dinamika sosial, dengan fokus pada interaksi sosial. Dijelaskan mengenai syarat terjadinya interaksi sosial, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta jenis-jenis interaksi sosial asosiatif (positif) dan disosiatif (negatif).

  • Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi.
  • Syarat interaksi sosial: kontak sosial dan komunikasi.
  • Faktor yang mempengaruhi: imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati.
  • Interaksi sosial asosiatif: kerja sama, akomodasi, asimilasi, akulturasi.
  • Interaksi sosial disosiatif: persaingan, kontravensi, pertentangan.

Pembukaan

Intan Afilia sebagai pembawa acara menyambut pemirsa, khususnya siswa SMK Medika Samarinda, dalam pembelajaran online edisi Ramadan. Ia memperkenalkan Ibu Andi Nurhdayah, guru IPAS, yang akan menyampaikan materi tentang perubahan sosial dan dinamika sosial, dengan subtopik interaksi sosial.

Pengantar Materi

Ibu Andin memulai dengan pertanyaan apakah manusia bisa hidup sendiri tanpa orang lain, yang dijawab tidak bisa oleh Intan dan siswa di kolom chat. Hal ini menjadi pengantar untuk menjelaskan tujuan pembelajaran, yaitu menjelaskan syarat interaksi sosial, mengidentifikasi proses interaksi sosial asosiatif, dan mengidentifikasi proses interaksi disosiatif.

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial didefinisikan sebagai hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara dua individu atau lebih. Interaksi ini bisa terjadi antar individu, individu dengan kelompok, atau antar kelompok.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi sosial terjadi jika ada kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial adalah kontak antara satu pihak dengan pihak lain yang saling bereaksi. Jenis kontak sosial ada tiga: primer (langsung), sekunder langsung (melalui pihak ketiga pasif), dan sekunder tidak langsung (melalui pihak ketiga aktif). Bentuk kontak sosial ada tiga: antar individu, antar individu dengan kelompok, dan antar kelompok. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan secara verbal maupun nonverbal, di mana komunikator (penyampai pesan) harus dapat diterima baik oleh komunikan (penerima pesan).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial

Ada lima faktor yang mempengaruhi interaksi sosial:

  1. Imitasi: Proses mencontoh gaya hidup tokoh idola, bisa berdampak positif (memperoleh pengetahuan) atau negatif (meniru perilaku buruk).
  2. Sugesti: Penerimaan pandangan atau sikap akibat pengaruh orang lain, terbagi menjadi autosugesti (sugesti terhadap diri sendiri) dan heterosugesti (sugesti dari orang lain).
  3. Identifikasi: Proses menjadi sama atau mirip dengan tokoh idola, bahkan bisa menghilangkan identitas asli.
  4. Simpati: Kemampuan merasakan seolah-olah berada dalam keadaan yang dialami orang lain.
  5. Empati: Perasaan mendalam untuk ikut merasakan atau memahami sesuatu yang dirasakan orang lain, diikuti dengan tindakan nyata.

Interaksi Sosial Asosiatif

Interaksi sosial asosiatif adalah interaksi yang mengarah ke hal positif atau meningkatkan persatuan. Bentuknya ada empat:

  1. Kerja Sama: Usaha bersama untuk mencapai tujuan bersama, contohnya gotong royong, tawar-menawar, koperasi, koalisi, dan join venture.
  2. Akomodasi: Upaya menyelesaikan konflik, contohnya koersi (penyelesaian masalah dengan tekanan), kompromi (perundingan damai), arbitrase (menggunakan pihak ketiga yang dipilih kedua belah pihak), mediasi (menggunakan pihak ketiga sebagai penasihat netral), konsiliasi (mempertemukan pihak berselisih melalui lembaga sosial), toleransi (menghargai perbedaan), adjudikasi (penyelesaian melalui pengadilan), dan stalemate (berhenti karena kekuatan seimbang).
  3. Asimilasi: Penggabungan dua kebudayaan atau lebih sehingga menghilangkan budaya lama, contohnya perkawinan campuran.
  4. Akulturasi: Pencampuran dua kebudayaan atau lebih sehingga menghasilkan kebudayaan baru, contohnya alat musik keroncong (perpaduan musik Portugis dan Jawa).

Interaksi Sosial Disosiatif

Interaksi sosial disosiatif adalah interaksi yang mengarah ke pertentangan atau hal negatif. Bentuknya ada tiga:

  1. Persaingan: Proses sosial untuk mencapai tujuan tertentu, bisa persaingan pribadi atau kelompok.
  2. Kontravensi: Proses persaingan yang ditandai ketidakpastian dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, contohnya menyebarkan isu atau menyindir tanpa menyebut nama.
  3. Pertentangan (Konflik): Perselisihan yang mengarah ke hal negatif, contohnya pertengkaran atau pelanggaran aturan.

Kesimpulan

Ibu Andin menyimpulkan materi tentang interaksi sosial, kontak sosial, bentuk kontak sosial, faktor yang mempengaruhi interaksi sosial, serta perbedaan interaksi sosial asosiatif dan disosiatif. Siswa diminta untuk mengerjakan latihan soal melalui barcode yang ditampilkan.

Penutup

Intan menutup pembelajaran online dan berterima kasih atas materi yang disampaikan. Ibu Andin berharap materi bermanfaat.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:12 Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Halo semua pemirsa di mana pun berasal, terutama siswa-siswi SMK Medika Samarinda. Berjumpa kembali dengan pembelajaran online edisi Ramadan. Saya Intan Afilia selaku host hari ini dan pemateri kita guru Mapel IPAS, Ibu Andi Nurhdayah, M.Pd. Selamat siang, Ibu. Selamat siang, Intan. Apa kabar Ibu hari ini? Alhamdulillah baik. Alhamdulillah. Bagaimana nih, Bu, kondisi Ibu hari ini? Alhamdulillah sehat dan semangat pastinya. Oke. Alhamdulillah. Intan gimana hari ini? Sehat?

0:58 Alhamdulillah sehat, Ibu. Alhamdulillah. Puasa kan? Puasa. Alhamdulillah. Apa nih, Bu materi yang akan Ibu sampaikan hari ini, ya? Oke. Ee, jadi hari ini itu Ibu akan menjelaskan tentang materi perubahan sosial dan dinamika sosial. subbab materinya tentang interaksi sosial. Oke. Baik, Ibu. Ibu boleh menerangkan materi Ibu hari ini dan mari kita simak bersama-sama. Terima kasih, Intan. Oke, selamat bertemu kembali dalam pembelajaran online SMK Medika Samarinda dan tentunya dengan saya Ibu Andin, guru Mapor IPAS. Oke, em hari ini materi kita

1:43 itu tentang perubahan sosial dan dinamika sosial. Nah, coba Ibu tanya menurut kalian bisa enggak manusia itu hidup sendiri tanpa orang lain? Coba kalian jawab di kolom chat coba. Bisa enggak menurut kalian menurut Intan bisa enggak kita hidup tanpa orang lain? Coba enggak bisa sih, Bu. Enggak bisa kan? Oke, kita tunggu dulu jawaban dari kolom chat. Oke, silakan dikomentar. Menurut kalian bisa enggak manusia itu hidup sendiri tanpa orang lain? Oke. Nah, dari jawaban teman-teman mereka bilang ternyata oh manusia itu tidak bisa hidup sendiri atau tidak bisa hidup tanpa orang lain. Ya, jadi benar ya, kayak kita kan Ibu butuh intan sebagai host. Nah, itu pun gitu. Jadi ee hari ini itu kita akan ee

2:34 kita akan membahas tentang tujuan pembelajaran kita hari ini itu ada tiga, yaitu menjelaskan syarat terjadinya interaksi sosial, yang kedua mengidentifikasi proses interaksi sosial asosiatif, dan yang ketiga mengidentifikasi proses interaksi disosiatif. Nah, pengertian interaksi sosial itu sendiri. Jadi, interaksi sosial itu adalah hubungan timbal balik yang saling memengaruhi antara dua individu atau lebih. Nah, interaksi sosial ini bisa terjadi dalam ee bentuk antar individu seperti Intan dan ibu atau antara individu dengan kelompok antara ibu dan misalnya teman-teman sekelas atau antara kelompok misalnya kelompok kelas A dengan kelompok kelas B. Oke.

3:24 Nah selanjutnya syarat terjadinya interaksi sosial. Jadi, interaksi sosial itu dapat terjadi dengan dua kondisi. Yang pertama harus ada yang namanya kontak sosial dan yang kedua harus ada yang namanya komunikasi. Kontak sosial itu sendiri adalah ee suatu kontak antara satu pihak dengan pihak lain yang saling bereaksi. misalnya ee ketika kalian bercakap, bermain, bertegur sapa dengan teman, maka itu akan terjadi kontak sosial antara kalian dengan teman pada saat itu. Nah, jenis-jenis kontak sosial yang pertama ada yang namanya kontak sosial primer. Apa sih itu kontak sosial primer? Jadi, kontak sosial primer itu

4:09 ee kontak sosial yang terjadi secara langsung atau tanpa perantara seperti Intan dan Ibu saat ini. Ini kita melakukan kontak sosial primer. Oke, misalnya Intan dan Ibu bertukar senyum, itu juga kontak sosial primer. Kemudian yang kedua itu ada yang namanya kontak sosial sekunder langsung. Apa sih maksudnya? Jadi, maksudnya itu kontak sosial yang dilakukan dengan perantara pihak ketiga yang bersifat pasif. Misalnya contohnya itu seperti ee Revaldo ingin mengirimkan surat melalui kantor pos. Pada peristiwa Revaldo mengirimkan surat itu kan di sana tuh ada petugas kantor pos ya, Intan ya. Nah, petugas kantor pos ini bersifat pasif karena dia kan enggak mungkin baca suratnya. Benar. Nah, jadi di situ dia sebagai sekunder. Kemudian jenis kontak

4:57 sosial yang ketiga itu ada kontak sosial sekunder tidak langsung. Artinya kontak sosial yang dilakukan dengan perantara pihak ketiga yang bersifat aktif. Misal Bapak Kepala Sekolah nih ingin menyampaikan pesan kepada siswa-siswinya, tapi melalui gurunya. Nah, guru di sini bersifat aktif karena akan menyampaikan pesan dari kepala sekolah. Seperti itu. Selanjutnya, nah bentuk kontak sosial seperti kita omongan tadi, kita bahas di awal, bentuk kontak sosial itu ada tiga. Ada antar individu, ada antar individu dengan suatu kelompok atau antar kelompok. Kalau antar individu itu seperti misalnya ketika kita sedang ber ee ke pasar, di pasar itu kan ada pembeli dan ada penjual. Nah, di sana itu terjadi

5:42 interaksi. Nah, interaksinya itu antar individu. Kemudian ee kalau antar individu dengan suatu kelompok misalnya ibu mengajar di kelas. Nah, kalau misalnya antar kelompok itu misalnya dua tim sepak bola nih melakukan suatu pertandingan persahabatan. Nah, di itu adalah termasuk bentuk kontak sosial antar kelompok. Selanjutnya, nah syarat terjadi interaksi sosial yang kedua itu adalah komunikasi. Komunikasi ini adalah proses penyampaian berbagai pesan secara verbal maupun nonverbal. Jadi, komunikasi yang efektif itu terjadi apabila sesuatu pesan yang diberitahukan oleh komunikator atau penyampai pesan dapat diterima baik oleh komunikan. Jadi, ada dua istilah. Yang

6:28 pertama ada yang namanya komunikator. Komunikator penyampai pesannya. Nah, kemudian ada yang komunikan. Komunikan ini adalah penerima pesannya. Oke lanjut. Nah, faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial itu ada lima. Yang pertama ada yang namanya imitasi, ada sugesti, ada identifikasi, simpati, dan empati. Kita akan bahas satu-satu. Yang pertama imitasi. Imitasi ini adalah proses seseorang mencontoh gaya hidup tokoh yang diidolakan sehingga mendorongnya untuk meniru orang lain atau kelompok. ini misalnya tuh tanya ibu nih nge-pan sama ee misalnya kayak artis Korea gitu. Nah, itu tuh salah satu contoh imitasi. Nah, ee imitasi ini ada dua dampak. Ada dampak positif dan

7:14 ada dampak negatifnya. Nah, kalau untuk dampak positifnya ee mungkin kita bakal lebih tahu ee makan memperoleh pengetahuan yang lebih jauh tentang oh ternyata di negara ini makanannya tuh seperti ini loh. Kayak gitu. Nah, itu yang akan menimpulkan dampak positifnya. Kalau dampak negatifnya ini mungkin misalnya si idola ini mungkin ee merokok gitu. Nah, mungkin akan teri mau juga deh ngerokok. Nah, itu dampak negatifnya. Jadi, tetap harus dipilah-pilah mana yang baik dan mana yang tidak baik. Kemudian yang kedua ada proses ee ada sugesti yaitu adalah proses sosial yang berlangsung jika suatu individu menerima suatu pandangan atau sikap akibat pengaruh dari orang lain. Nah, sugesti ini ada dua misal ee ada autosugesti dan ada heterosugesti.

8:02 Kalau autosugesti ini ee seperti sugesti terhadap dirinya sendiri. Misal ee kalian di ee kalian mau ujian nih, kalian bilang, "Ah, saya bisa nih ngerjain ujian karena saya sudah belajar." Nah, itu yang namanya auto suugesti. Jadi, sugesti untuk diri kalian sendiri. Nah, kalau heterosugesti itu adalah sugesti dari orang lain. Misal Intan mau lomba nih, Ibu bilang Intan pasti bisa. Nah, itu termasuk heter sugesti. Iya. Kemudian ada lagi yang namanya identifikasi. Identifikasi ini adalah proses seseorang untuk menjadi sama atau mirip dengan tokoh yang diidolakannya. Nah, identifikasi ini hampir sama imitasi yang tadi. Ah, tapi bedanya kalau identifikasi ini biasanya

8:50 bisa menghilangkan identitas asli seseorang karena dia sangat menirukan sekali seperti itu ya. Kemudian ada yang namanya simpati. Simpati ini kemampuan seseorang untuk merasakan seolah-olah ia berada dalam keadaan yang sedang dialami oleh orang lain. Misal ee teman kita mengalami musibah kebakaran. Nah, kita merasakan tuh kasihan ya kita mendengar ih kasihan ya dia atau gak. Nah, terus ada yang namanya empati. Kalau empati ini perasaan yang mendalam untuk kita ikut merasakan atau memahami sesuatu yang dirasakan oleh orang lain. Misalnya tadi kita dengar tuh teman kita mengenai musibah kebakaran. I. Ayo kita jenguk ke sana. Ayo kita ke sana membawakan dia sekedar roti atau apa. Nah, itu bentuk empati. Benar.

9:37 Oke, lanjut. Nah, interaksi sosial asosiatif. Jadi, ini adalah dua jenis interaksi sosial. Di mana interaksi sosial asosiatif ini adalah interaksi sosial yang ke arah yang positif atau dapat meningkatkan persatuan. Bentuk interaksi sosial ini ada empat, ada kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi. Oke. Nah, kalau kerja sama ini suatu usaha bersama yang dilakukan untuk mencapai kepentingan atau tujuan bersama. Bentuk-bentuk kerja sama ini banyak misalnya seperti gotongroyong, tawar-menawar, koopertasi, koalisi atau join venture. Nah, kalau kayak gotongroyong ini kayak kita biasanya di

10:22 Medika loh, tiap hari Jumat kita kerja bakti gotongroyong. Oke, si benar. Nah, itu salah satu bentuk ke kerja sama. Kemudian ada tawar-menawar. Kalau tawar menawar seperti tadi, ada penjual, ada pembeli. Nah, itu adalah menawar. Kemudian kalau koptasi. Nah, koptasi ini adalah suatu proses penerimaan unsur baru dalam suatu organisasi yang dilakukan untuk menghindari terjadinya konflik yang dapat merusak sebuah organisasi. Misalnya ee mungkin Intan tahu kemarin kita di Pasar Pagi Samarinda itu kan ee pedagang-pedagangnya di relokasi sih direlokalisasi dulu dipindahkan. Jadi yang pedagang di ee pasar Pagi ini dipindahkan dulu misalnya di Pasar Segiiri duluah. Nah,

11:07 nah itu adalah salah satu bentuk koptasi. Jadi dia pemberlakuan kebijakan untuk relokasi pedagang di Pasar Pagi Samarinda ke tempat baru yang telah disediakan. Oh iya. Kemudian yang kedua ada koalisi. Jadi koalisi ini adalah perpaduan antara dua organisasi atau lebih yang mencap yang mempunyai tujuan yang sama. Misalnya yang kita tahu ada yang namanya koalisi Indonesia Maju pada tahun 2019 hingga tahun 2024, yaitu koalisi yang mendukung pemerintahan Jokowi dan Marruf Amin. Kemudian selanjutnya ada yang namanya join venture. Join venture ini adalah kerja sama dalam mengerjakan suatu proyek tertentu. Misalnya yang kita tahu dulu TikTok itu cuman menampilkan

11:54 video-video aja kan. Nah, video-video dance saja. Tikt ini sudah untuk e jadi selain kita bisa menonton video, kita juga bisa membeli sekarang. Nah, ada marketnya. Nah, ini adalah salah satu bentuk kerja sama dalam mengerjakan suatu proyek tertentu. Oke, kita jas sejenak untuk melihat iklan berikut ini. Galau mau lanjut ke mana. Bingung cari sekolah yang gue banget. Stop drama di sini. Kita memang beda. Siap punya skill

12:39 yang nyata. Yuk, lihat kenapa itu spektakuler. Kami cetak tenaga asisten, layanan kesehatan yang bukan cuma terampil, tetapi juga melayani dengan sepenuh hati, siap bekerja dan siap lanjut kuliah. Di sini kalian bisa dapat belajar meraci dan distribusi obat yang aman. Dunia kesehatan ada di tangan kalian. Bongkar rahasia di balik data kesehatan. Di sini kami mengajarkan kalian analisis akurat yang sangat dibutuhkan di dunia medis. Bukan hanya cuman bongkar pasang, tapi ahli di bidang teknologi engine management system. Siap jadi mekanik

13:27 andal anti mogok. Jadikan imajinasi mucu belajar desain, fotografi, dan videografi yang memang beda. Langsung jadi konten kreator profesional. Jago administrasi, menguasai teknologi digital, mahir berkomunikasi. Kami siapkan kamu menjadi manajer masa depan. Halo, Kakak. Jangan lupa dicck out ya. Kipik VIP. Jual apa saja, di mana saja dan kapan saja. kuasai digital marketing dan e-commerce. Lulus langsung jadi pengusaha spektakuler. Hidup di Medika enggak cuma di kelas saja ada 32 ex menarik yang bikin kita enggak sempat galau. Mulai dari seni sampai olahraga semua ada.

14:22 And you cannot tell me that life is so bad. If you knew I knew you from Kami tahu skill tanpah karakter itu nol. Di Medika kami bangun pondasi berkarakter yang kuat seimbang antara ilmu dan iman. SMK Medika Samarinda mengembangkan peminan IMT secara berkelanjutan melalui kegiatan salat duha dan zuhur berjamaah serta program baca tulis Al-Quran dan

15:09 pembinaan iman bagi peserta didik nonmuslim. Kami berkomitmen menciptakan lulusan yang berkarakter serta berakhlak mulia. Saatnya pilih sekolah yang bukan cuma ngasih ilmu, tapi juga masa depan. Gabung di SMK Medika Samarinda. Pendaftaran gratis, bebas uang SPP, uang gedung, uang praktik, uang buku, dan biaya ujian kompetensi. Cukup biaya baju, atribut, dan uang admin 2,7 juta bagi yang mampu dan bisa dicicil. Untuk yang tinggal di luar daerah juga ada asrama yang aman dan nyaman. Yuk, gabung. Tempat pendaftaran Jalan Padat Karya nomor 46ing, Jalan Langsat nomor 1 Foro. Dan untuk via online bisa hubungi nomor 0852 8175549.

15:57 SMK Medika Samarinda spektakuler berkarakter memang beda anti galau. Masa depan dulu dimulai di sini. Oke, mari kita lanjutkan materinya ya, Ibu. Baik, terima kasihan. Nah selanjutnya ada Oke. Kemudian ada yang namanya koersi. koersi ini adalah upaya penyelesaian masalah dengan menggunakan tekanan salah satu pihak agar berada dalam keadaan keadaan lebih lemah. Contohnya itu misalnya ketika terjadi bentrok antar kelompok nih. Nah, polisi akan melakukan kegi ee akan melakukan tindakan keri di

16:43 sini yaitu menembakkan gas air mata. Kemudian selanjutnya ada kompromi. Kompromi ini adalah suatu perundingan damai di antara pihak yang sedang bertikai agar saling mengurangi tuntutan. Misalnya gencatan senjata yang dilakukan oleh negara-negara yang sedang berperang. Selanjutnya ada namanya arbitrase. Apa sih itu arbitrase? Jadi arbitrase ini adalah upaya penyelesaian sengketa dengan menggunakan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak. Nah, misalnya ini ee dalam suatu kasus ada korban dan pelaku kecelakaan lalu lintas. di sini ada yang namanya polisi. Jadi, polisi ini ee sebagai pihak ketiga seperti itu. Selanjutnya ada yang namanya mediasi.

17:28 Kalau mediasi ini adalah proses pengikut serta pihak ketiga sebagai penasihat yang bersifat netral dalam menyelesaikan suatu perselisihan. Misalnya ada ee ada masalah antar warga nih. Nah, di sini antar warga yang berselisih ini akan ditengahi oleh ketua RT-nya. seperti itu. Kemudian ada yang namanya konsiliasi. Konsiliasi ini adalah suatu usaha yang mempertemukan pihak yang berselisih melalui lembaga sosial. Misalnya ada masalah antara karyawan dan perusahaan. Nah, itu akan dilakukan oleh Dinas Ketenagakerjaan. Kemudian ada yang namanya toleransi. Toleransi ini apa sih toleransi? Oh, toleransi ini adalah suatu sikap menghargai perbedaan dalam masyarakat.

18:16 ee contohnya itu misalnya menjaga umat agama lain agar tetap aman ketika beribadah. Selanjutnya ada yang namanya adjudikasi. Ajudikasi ini adalah suatu usaha penyelesaian perselisihan melalui pengadilan. Misalnya ada sengketa antara karyawan dan perusahaan. Ini akan diselesaikan melalui pengadilan. Selanjutnya ada yang namanya stalemate. Stalemate ini adalah bentuk akomodasi yang terjadi ketika pihak-pihak yang bertentangan ini berhenti karena mempunyai kekuatan yang seimbang. Contohnya itu ketika dua negara yang sudah berperang lama akhirnya tanpa ada kekalahan dari salah satu pihak sekarang memiliki kedudukan yang sama-sama kuat. Nah, kemudian ada lagi bentuk interaksi sosial asosiatif yang ketiga yaitu ada

19:03 yang namanya asimilasi. Asimilasi ini adalah suatu usaha menggabungkan dua kebudayaan atau lebih sehingga menghilangkan budaya lamanya. Misalnya ada perkawinan campuran antara dua suku yang berbeda. Misalnya orang Bugis menikah dengan orang Jawa. Nah, itu akan terjadi ee penggabungan sebuah dua kebudayaan. Kemudian ada yang namanya alkulturasi. Kalau alkulturasi ini pencampuran dua kebudayaan atau lebih sehingga menghasilkan kebudayaan baru. Seperti kita tahu itu ada namanya alat musik keroncong. Iya. Nah, alat musik keroncong itu ternyata adalah perpaduan antara ee musik Portugis dan musik Jawa. Selanjutnya, nah ee selain ada namanya interaksi sosial asosiatif, ternyata ada juga yang

19:49 namanya interaksi sosial disosiatif. Nah, interaksi sosial disosiatif ini kebalikannya, Tan. Kalau tadi asosiatif mengarah ke positif, nah kalau disosiatif ini mengarah ke pertentangan atau ke arah negatif. Nah, bentuk interaksi sosial disosiatif ini ada tiga. Yang pertama ada yang namanya persaingan kontravensi dan pertentangan. Oke, lanjut. Untuk persaingan. Persaingan ini adalah proses sosial yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya ada ee jenis persaingan itu ada dua, ada persaingan pribadi maupun persaingan kelompok. Kalau persaingan pribadi ini misalnya ada dua atlet buu tangkis nih akan melakukan suatu pertandingan. Iya. Nah, itu adalah ee persaingan pribadi. Ee kalau misalnya persaingan kelompok

20:36 itu misalnya persaingan antara ee misalnya ada lomba kebersihan nih antara kelas A dan kelas B. Nah, itu interaksi ee itu adalah persaingan kelompok. Selanjutnya ada yang namanya kontraversi. Kontravensi ini adalah proses persaingan yang ditandai oleh gejala ketidakpastian mengenai pribadi seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan terhadap orang lain. Misalnya itu kayak ee ada yang menyebarkan isu atau rumor tentang kelompok OSIS atau ada yang menyindir kelompok lain saat diskusi tanpa menyebutkan nama. Nah, itu termasuk kontravensi. Selanjutnya ada yang namanya pertentangan atau konflik. Kalau ini kita tahu ya pasti mengarahnya ke negatif. Namanya juga konflik kan ya, Intan ya. misalnya AS dan Rahman

21:22 bertengkar karena salah paham atau perselisihan antara siswa dan BK karena pelanggaran aturan. Nah, itu adalah salah satu contoh pertentangan atau konflik. Oke. Oke. Nah, sampai di situ materi Ibu hari ini. Sebelum Ibu tutup, mari kita simpulkan bersama-sama ya, Nak. Yang pertama itu ada yang namanya interaksi sosial. Oh, interaksi sosial itu adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi antara dua atau lebih individu diatur bersama sehingga menjadi sebuah organisasi mandiri dalam domain dinamika sosial. Kemudian ada yang namanya kontak sosial. Kontak sosial itu adalah suatu kontak antara satu pihak dan pihak lain yang saling bereaksi.

22:07 Kemudian bentuk kontak sosial itu ada tiga. Yang pertama antar individu, antar kelompok dan antar eh sori antar sekelompok dan antar kelompok. Terus ada lagi faktor yang mempengaruhi interaksi sosial. Ada lima, ada imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, dan empati. Kemudian ee ada ada yang namanya interaksi sosial asosiatif. Kalau interaksi sosial asosiatif itu bentuk interaksi sosial ke arah positif. Sedangkan kalau disosiatif itu adalah bentuk interaksi sosial menuju ke arah perpecahan. Next, next, next. Oke. Nah, buat kalian tolong kalian ee scan barcode di sini untuk latihan soal

22:53 untuk materi yang tadi kita bahas. Oke, jangan lupa nanti kalau sudah mengerjakan silakan komen di kolom chat down. Oke, ditunggu. Oke, itu tadi materi pembelajaran online kita hari ini. Masyaallah, materinya bagus sekali. Masyaallah. Alhamdulillah. Semoga bermanfaat ya. Amin. Allahum amin. Terima kasih Bu materinya. Sama-sama Inar. Itu saja hari ini untuk hari ini. Maaf sampai bertemu di pembelajaran online selanjutnya. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dadah. Kok gini-gini enggak?

23:41 Ah. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube