PENTING‼️NASIHAT IMAM AL GHAZALI UNTUK YANG TIDAK MEMPUNYAI GURU MURSYID - ABAH GURU BAKHIET TERBARU

Ringkasan Singkat

Video ini membahas pentingnya memiliki seorang guru mursyid dalam perjalanan spiritual untuk mencapai makrifat kepada Allah. Tanpa seorang guru, seseorang dapat tersesat karena ketidakmampuan memahami ajaran agama dengan benar dan mengatasi hawa nafsu. Imam Al-Ghazali memberikan nasihat tentang cara mencari guru yang tepat atau menggantinya dengan teman yang jujur jika sulit menemukan guru. Video ini juga menjelaskan sifat-sifat guru mursyid dan adab yang harus dijaga oleh seorang murid terhadap gurunya.

  • Pentingnya guru mursyid dalam membimbing menuju makrifat.
  • Sifat-sifat guru mursyid yang harus diperhatikan.
  • Adab seorang murid terhadap guru, baik secara lahir maupun batin.

Pentingnya Guru dalam Makrifat

Para ulama menyatakan bahwa orang yang tidak memiliki guru, maka setanlah yang menjadi gurunya. Seseorang tidak dapat memahami sepenuhnya buku yang dibaca atau ceramah yang didengar hanya melalui media. Untuk mencapai makrifat kepada Allah, diperlukan seorang guru yang membimbing. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa jika sulit menemukan guru, atau jika ada guru yang tidak mau menerima kita, maka ada cara lain, yaitu dengan mencari teman yang jujur untuk saling mengingatkan.

Nasihat Imam Al-Ghazali tentang Guru Mursyid

Imam Al-Ghazali menasihati agar seseorang yang menempuh jalan akhirat memiliki guru mursyid yang membimbing dan mendidik. Guru ini bertugas menghilangkan perangai buruk dan menggantinya dengan akhlak mulia. Perjalanan menuju surga itu panjang dan penuh simpangan, sehingga tanpa guru, seseorang akan tersesat. Guru membimbing dalam hal halal haram, baik buruk, serta urusan zahir dan batin.

Kriteria dan Tugas Guru Mursyid

Guru mursyid bertugas mengubah sifat-sifat buruk seperti ria menjadi ikhlas, dengki menjadi berkehendak baik, dan pemarah menjadi pemaaf. Jika sulit menemukan guru, carilah teman yang jujur dan sayang untuk saling mengingatkan. Seorang guru juga seperti petani yang membuang duri dan rumput liar agar tanamannya tumbuh subur. Guru mengajarkan adab dan menunjukkan jalan menuju Allah. Guru juga membantu memilih kebaikan yang terbaik di antara banyak pilihan, karena pilihan kita seringkali bercampur dengan hawa nafsu.

Peran Guru dalam Memilih Amalan

Guru mursyid membantu mengarahkan penggunaan harta agar bermanfaat di dunia dan akhirat. Dalam memilih amalan, guru mursyid tahu amalan terbaik untuk setiap individu, berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Pilihan amalan yang tepat hanya bisa ditentukan oleh guru yang bersih dari hawa nafsu.

Guru sebagai Pengganti Rasulullah

Allah mengutus rasul sebagai pembimbing, dan setelah rasul wafat, Allah menjadikan pengganti yang meneruskan tugas membimbing. Sahabat Nabi datang kepada Nabi dengan berbagai masalah, dan Nabi memberikan nasihat yang sesuai. Guru mursyid harus alim dalam tauhid, fikih, dan tasawuf, sehingga bisa membimbing murid dalam berbagai masalah. Namun, tidak semua orang alim layak menjadi mursyid.

Sifat-Sifat Guru Mursyid

Imam Ghazali menjelaskan sifat-sifat guru mursyid secara ringkas. Pertama, guru mursyid berpaling dari mencintai dunia dan mencintai akhirat. Kedua, guru mursyid pernah berguru dengan guru mursyid yang banyak mengetahui tentang segala hal, sehingga ada silsilah guru yang sampai kepada Rasulullah SAW. Ketiga, guru mursyid berhasil mendidik dirinya dengan menyedikitkan makan, bicara, tidur, dan memperbanyak ibadah. Keempat, guru mursyid memiliki akhlak mulia seperti sabar, syukur, tawakal, dan yakin.

Adab Murid terhadap Guru

Jika bertemu dengan guru mursyid yang bersedia membimbing, jagalah adab terhadapnya, baik zahir maupun batin. Secara zahir, jangan bertengkar atau berhujah dengan guru, walaupun mengetahui kesalahan pada zahirnya. Jika tidak bisa menerima, bertanyalah dengan sopan. Jangan tergesa-gesa meletakkan sajadah di hadapan guru kecuali saat hendak shalat, dan segera angkat setelah selesai. Jangan memperbanyak shalat sunat di hadapan guru, tetapi dengarkanlah perkataannya dan bertanyalah jika ada yang tidak paham. Amalkanlah apa yang diperintahkan guru dengan kemampuanmu.

Adab Batin Murid terhadap Guru

Secara batin, jangan mengingkari apa yang didengar dari guru, baik dalam perbuatan maupun perkataan, agar tidak menjadi munafik. Jika tidak dapat berbuat demikian, tinggalkanlah guru itu sampai suatu masa dapat menyamakan batin dengan zahir. Jauhilah bersahabat dengan orang jahat agar hati suci dari pengaruh setan. Pilihlah kefakiran daripada kekayaan jika itu perintah guru.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Dalam ungkapan para ulama, man laiku lahu fitan sikhuhu. Orang yang tidak ada punya guru, maka setanlah guru orang itu. Nah, kita k bisa mempaham buku yang kita baca. Kadang-kadang kita k bisa jelas ceramah yang kita dengar hanya lewat media. Kada bisa kita hanya dengan membaca buku. Kad bisa kita hanya dengan mendengarkan kasib atau bila kita hendak menjalani satu jalan untuk makrifat kepada Allah. Maka itu diperlukan ada guru yang

0:46 membimbing kita. Imam Alghazali mengatakan, "Apabila kita tidak menjumpai seorang guru yang membimbing kita atau kita dapat cuma orang kada mau menerima kita, ada cara lain untuk membimbing kita ke jalan makrifat itu yaitu dengan [Tepuk tangan]

1:34 Nasihat Imam Alghazali rahimahullah kepada anak murid beliau khusus khususnya dan kepada kita seluruhnya. Wahai anakku yang tercinta, sayogianya bagi seseorang yang menjalani jalan akhirat itu, bahwa ada baginya seorang guru yang mursyid, yang membimbing. Artinya lagi pandai mendidik. supaya guru itu dapat menghilangkan

2:22 daripadanya perangai perangai yang jahat dengan didikannya. Lalu guru itu menggantikan di tempat perangai yang jahat tadi akan akhlak yang mulia. Jadi artinya bahwa apabila kita hendak menjalani satu jalan tareqah menuju ke tempat yang diridai Allah surga atau bila kita hendak menjalani satu jalan untuk makrifat kepada Allah maka itu diperlukan ada guru yang

3:11 membimbing kita kada bisa kita hanya dengan membaca buku, kada bisa kita hanya dengan mendengarkan kasid. pasti ada seorang guru yang kita pegang yang mana guru itu mencukupi syarat-syaratnya untuk menjadi seorang mursyid itu. Nah, karena demikian perjalanan menuju surga itu adalah perjalanan yang panjang lagi perjalanannya itu sulit.

3:56 perjalannya itu banyak simpangan-simpangannya. Nah, kalau k ada guru yang membimbing kita, maka kita akan tersesat dalam perjalanan itu. Sebab dalam sehari-hari kita pasti menemui berbagai macam perkara yang mana kita kada bisa memutuskan apa hukumnya perkara yang kita hadapi itu. Pertama dari segi halal haramnya. Nah, ke mana kita bertakun? Pasti ada guru yang kita tanya

4:43 ada masalah ini apakah halal atau haram? Apakah boleh atau dilarang. Nah, kemudian lagi perlu kita tanyakan sesudah itu jelas hukumnya adalah boleh. Apakah ini baik dilakukan atau tidak bagus dilakukan? Karena sesuatu yang boleh itu bisa membawa kepada kebaikan, bisa membawa kepada kejahatan. Karena tentu setiap yang boleh itu baik. Karena tentu setiap yang dibolehkan itu baik dilakukan bagi orang yang sedang menjalani satu perjalanan untuk

5:29 mendapatkan kemuliaan di sisi Allah Subhanahu wa taala. Nah, jadi artinya mesti kada kawa lepas, kada kawa jauh dengan seorang guru yang bisa membimbingnya. Baik dalam hal zahir, hal fitih umpamanya tentang sembahyang, wudu, jual beli, dan sebagainya. Dan apalagi tentang batin, tentang hati. Nah, bagaimana caranya ee menghadapi demikian? Apakah hati kita boleh demikian? Nah, itu perlu guru yang mengarahkan kepada kita.

6:18 Dalam ungkapan para ulama, man laiku lahu sikhuhu. Orang yang tidak ada punya guru, maka setanlah guru orang itu. Nah, kita kada bisa mempaham buku yang kita baca. Kadang-kadang kita kada bisa jelas ceramah yang kita dengar hanya lewat media. Kita kada paham ke mana bertakun, ke mana bertanya. Nah, jadi mesti ada orang yang mau kita tanyai, kita takuni apa ini hukumnya, baik adanya.

7:06 Lalu guru itu menggantikan di tempat perangai yang jahat tadi akan akhlak yang mulia. Yang dulunya seseorang ini ada ria. Nah, kayak apa cara supaya guru itu bisa merubahnya menjadi ikhlas? Nah, yang dulunya kita ini dengki, iri, bagaimana caranya supaya kita menjadi orang yang selalu berkehendak baik kepada sesama. Yang dulunya kita ini pendendam, pemarah. Nah, bagaimana supaya kita menjadi orang yang pemaaf?

7:55 Itulah tugasnya seorang guru yang mursyid, yang membimbing tadi. Imam Al-Ghazali mengatakan, "Apabila kita tidak menjumpai seorang guru yang membimbing kita atau dapat cuma orang kada mau menerima kita. Ada cara lain untuk membimbing kita ke jalan makrifat itu? Yaitu dengan cara kita mengangkat kawan. Syaratnya kawan ini jujur,

8:42 kawan ini sayang dengan kita. Kita angkat inya kawan dan kita minta kepadanya agar menegur aku, [Musik] agar mengingatkan aku bilamana engkau melihat aku menyimpa dari jalan yang benar. Nah, tu cara yang kedua. Kalau kita k dapat seorang guru, cari kawan yang baik, cari kawan yang jujur, yang sayang dengan kita. Nah, kita minta kepadanya supaya ini membimbing kita. Artinya menunjukkan kepada kita apa-apa yang kada nyaman dilihatnya daripada kita itu.

9:27 Sayidina Umar berkata, "Rahimumraan ahda ilai uyubi ujar Sayidina Umar. Allah merahmati kepada orang yang menunjukkan kepadaku tentang kekuranganku. tentang kejahatanku. Nah, jadi artinya kita berdoa agar orang itu diberi rahmat oleh Allah. Bila orang itu mau membimbing kita, meluruskan kita yang salah. Dan dalam proses tarbiah ini, pendidikan ini, kerja seorang guru tidak ubahnya seperti kerja seorang petani

10:16 yang senantiasa membuang duri dan mencabut rumput yang tumbuh di celah-celah tanamannya. sama. Maka dengan itu tanamannya akan hidup segar dan akan menghasilkan hasil yang sempurna. Maka sayugia semestinya bagi murid yang hendak dapat kemuliaan di sisi Allah yang berjalan ke negeri akhirat itu ada seorang guru yang mentakdibkannya

11:02 mengajarkan adab baginya dan menunjukkan kepadanya nya jalan Allah Taala. Nah, perkara yang baik itu kadang-kadang banyak perkara yang baik. Sedangkan kita ambil keseluruhan kita kada mampu. Mana yang kita ambil itu guru yang tahu. Kita kada tahu. Misalnya kita adu berisi duit Rp50 juta.

11:47 Nah, Rp50 juta ini hendak digunakan kepada kebaikan. Banyak. R juta ini bisa dibawa umrah, bisa dibangunakan musalla atau masjid, bisa digunakan mengulah pesantren, madrasah. Nah, R juta ini bisa ditukarakan pakaian dibagi-bagi kepada orang yang perlu. 50 juta ini bisa duitnya dituarakan baras dibagi kepada orang-orang yang perlu baras. Banyak apa yang terbaik yang kita lakukan di antara sekian banyak kebaikan itu? Nah, kita k bisa milih

12:34 kalau kita belum makrifat kepada Allah Subhanahu wa taala. Pilihan kita itu biasanya bercampur dengan hawa nafsu. Nah, pilihan kita biasanya bercampur dengan hawa nafsu. Kita ingin duit R juta ini kita hadiahkan, kita sumbangkan sehingga timbul kita sebagai orang yang penyumbang. Nah, barangkali kita enggan memberikan duit sekian banyak kepada orang yang memerlukan, tapi orangnya tersembunyi. Kalau kita berikan duit kepada inya, orang kada tahu. Nah, kita mungkin anggan. Nah, nafsu kita ini hendak bahwa duit itu kita beriakan orang sealaman tahu.

13:22 Nah, jadi mana sekian banyak penggunaan itu yang mesti kita ambil. Nah, di situlah perlunya peran seorang guru yang mursyid itu supaya duit R juta ini bujur-bujur bermanfaat bagi kita di dunia dan hasilnya ada di akhirat. minta arahkan ada duit Rp50 juta sudah diniatakan duitnya hendak disosialkan kaban yang baik itu mesti dirunding jangan gerunding lawan bini ruput bini k tahu napa-napa jangan beruntung lawan kawan yang jahil

14:08 nah supaya duit 50 bermanfaat berkembang Ang mesti dengan guru yang mursyid supaya 50 juta ini jadi 500 juta di dunia dan di akhirat jadi surga. Itu hanya guru mursyid yang tahu ke mana mestinya menggunakan duit itu. Amun disedekahkan, ke mana menyedakahkannya? Amun dibangunkan ini bangunan apa yang paling bermanfaat? Nah, jangan sampai kita itu memberikan duit sekian banyak, tapi dalam hati ada bercampur dengan hawa nafsu. hawa nafsu kan kita bangunakan tuh kelihatan bangunannya untuk kalau kelihatan kayaknya lewat itu bangunanku

14:54 kayaknya minggu lewat bangunanku nampai kisah pulang ke orang tuh aku j bangun itu n k jadi napa-napa kayaknya hasilnya nih jadi 50 ini har jadi apa-apa hasilnya karena selalu diaku selalu diaku kelihatan barangnya nah coba kalau duit kita kita habisakan kedat lagi kita. Nah, itu lebih baik lebih diharapkan pahala di akhirat daripada yang demikian. Kecuali kita sudah sampai ke suatu makam makrifatullah. Nah, sudah bersih hati kita dari hal-hal duniawi. Nah, sudah tahu segala macamnya. Nah, ayo kita k usah lagi minta pendapat kepada guru mursyid tentang penggunaan itu.

15:42 Sembahyang misalnya ulun guru umanya malam ni bangun sudah bila pukul 2 tuh bangun. Nah, apa yang bagus ulun baca apa yang bagus un gawi kan banyak yang bagus-bagus baca Quran bagus tahajud bagus witir bagus berselawat bagus lailahaillallah banyak bagus. Nah, bagus untuk ulun ini. Nah, itu guru yang merusyid yang menunjukkannya apa yang terbaik amalan bagi dia itu. Ini mungkin orang perorang kada sama menurut pengetahuan si guru tentang diri si A. Oh, jagu hitam si A ini kalau bangun tuh bagus sudah selawat kita selawat. Karena mungkin guru ini tahu bahwa orang ini ketapi punya lawat.

16:30 Guru ke Masekung datang sama urun jam bangun guru a kapa bagus diamalakan guru tahu orangnya paling kulir sembahyang guram sembahyang sembahyang jadi banyak akidah 20 rakaat kah seqiamulail 30 rakaat kah 100 rakaat kah atau kita ada masih hutang-hutang qadaan bayar qadaan nah itu memilihmah amaliah yang cucuk untuk kita yang bersih dari hawa nafsu itu hanya guru yang mursyid yang tahu. Kita kada tahu karena semuaan baca fadilatnya bagus lagi hanya baca di buku baca ini fadilatnya ini baca ini itu membaca ini

17:17 ini kam bagus nah lalu nah mana amalan yang p cucuk lawan nafsu ini n katuju dibaca jadinya nah jadi amalan tuh kada murni lagi karena Allah ada dorungan hawa nafsunya nya karena Allah Taala telah menutus segala rasul-Nya untuk menjadi pembimbing bagi sekalian hambanya. Dan apabila para rasul ini telah meninggal dunia, sudah pasti Allah Taala akan menjadikan bagi mereka akan khulafa, pengganti-pengganti yang

18:02 meneruskan tugas mereka untuk memberikan bimbingan ke jalan Allah Subhanahu wa taala. Nah, jadi sahabat Nabi itu datang kepada Nabi macam-macam. Nabi beri nasihat. Ada yang diberi nabi nasihat ikam ini di Nabi. Ada lagi datang lawan Nabi minta nasihat kita menjadi nabi ini. Nah, Nabi ini seorang yang membimbing sinin tahu apa yang diperlukan oleh orang. Jadi kadang memilih seorang amaliah-amaliah itu, kebaikan-kebaikan yang banyak itu. Jadi kalau kita sudah punya ilmu fikih

18:49 yang cukup, ya mungkin kada perlu bertakun tentang halal haram karena sudah tahu hukumnya. Ini halal nih haram, ini syubhat ini bagus. Nah, tapi kalau urusan ini, nah, ini hanya seorang yang khusus yang mengetahui apa-apa yang baik kita amalkan. Yang bagus kita amalkan. Dan sifat-sifat seorang guru yang mursyid yang layak mengganti Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu ialah bahwa ia seorang yang benar-benar alim. Nah, orang yang jadi guru pembimbing ini orang yang benar-benar alim,

19:36 yang benar-benar bisa mencukupi apa yang diperlukan oleh muridnya. Dia alim dalam masalah tauhid. Sehingga kalau muridnya ini ada kesulitan dalam menghadapi halwal ilmu tauhid, nah gurunya bisa mengarahkan. Si guru ini orangnya harus alim dalam bidang fikih. Nah, sehingga kalau murid ini menjumpai perkara-perkara yang sifatnya fikih, guru bisa mengarahkan tentang ilmu fikih. Dan guru ini mesti orang yang menguasai ilmu tasawuf, ilmu suluk. Nah, karena bila muridnya ingin mengalami halangan-halangan tentang masalah tasawuf, gurunya bisa menjelaskan. Misalnya si murid

20:22 orang tuanya atau dan sanadnya meninggal dunia banyak bisi harta datang lawan muruk nak guru abahun meninggal bertinggal harta sekian bertinggal ini ini kayak apa cara membagi warisnya. Nah, bila guru ini k bisa jadi ahli faraid, kada kawa jadi guru mursyid. Harus menguasai ilmu fikih. Apapun yang dibutuhkan oleh murid, nah ini bisa mencukupi. Nah, itu orang yang berhak disebut guru mursyid itu menguasai ilmu tauhidnya, fikihnya, dan tasawufnya. Tetapi bukan semua orang yang alim layak

21:08 menjadi pengganti kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ini ada istilah ee kullu mursyid alim waaisa kullu alim mursyid. Nah, setiap orang yang mursyid itu pasti alim. Dan bukanlah setiap orang yang alim itu bisa menjadi seorang mursyid. Seorang pembimbing itu n kayak manusia-manusia yang diberi Allah wahyu terbagi dua. Ada yang hanya untuk dirinya sendiri. Nabi itu kada diberi Tuhan tugas membimbing manusia. Alim

21:53 tapi ini untuk dirinya. Ada manusia khusus yang diberi Allah wahyu untuk dirinya sekaligus untuk umat rasul. Padahal alim juga kedua-duanya. J setiap nabi belum tentu rasul. Setiap rasul tuh pasti nabi. Pasti nabi. Nah, demikian setiap orang yang alim belum tentu dia mursyid bisa membimbing. Nah, setiap orang yang mau bisa membimbing itu pasti alim. Pasti pasti alim. Dan sekarang akan aku sebutkan," ujar Imam Ghazali, sifat-sifat guru yang mursyid secara ringkas

22:38 supaya jangan mudah seseorang itu mengaku bahwa dirinya adalah seorang guru yang mursyid. ada standarnya, ada ukurannya baik secara zahir maupun secara batin. Sehingga dia berhak disebut sebagai seorang mursyid, pembimbing. Itu pertama, seorang guru. Sifat-sifat eh, seorang guru yang mursyid itu ialah pertama seorang guru yang berpaling daripada mencintai dunia dan mencintai pangkal.

23:23 Jadi, seorang guru mursyid ini dia harus orang yang cinta akhirat. Kalau ingin mencintai dunia kayak apa hak membimbing orang supaya yang mencintai dunia? Nah, jadi seorang guru yang mursyid ini adalah motivasinya adalah akhirat. Akhirat segala perbuatannya, tindakannya itu adalah tujuannya akhirat. bukan untuk mengejar kekayaan atau kepangkatan duniawi ini. Nah, pertama itu. Kedua, beliau seorang guru mursyid itu telah berguru dengan gurunya yang mursyid

24:12 yang banyak mengetahui tentang segala hal. Jadi seorang guru yang mursyid pembimbing ini dia harus mesti pernah jadi seorang murid dari seorang guru yang mursyid. Karena kalau kah itu ka ada pengalamannya k ada pengalamannya. Jadi seorang guru yang mursyid itu kalau kita hendak berguru lawan sidin itu kita harus tahu siapa garang guru sidin itu dulu, siapa garang pembimbing sidin itu karena k mungkin seorang bisa jadi guru yang membimbing kalau dia belum pernah dulunya dibimbing oleh seseorang guru

24:57 yang mursyid itu. Nah, kalau kita hendak berpegang dengan seseorang guru yang mengurus rohani kita, kita mesti tahu guru itu siapa. Garang dulu gurunya siapa dulu mursyid si jin tu siapa? Hm. Dan gurunya yang mursyid itu juga telah berguru dengan seorang guru yang mursyid sebelumnya. Seterusnya wujud silsilah guru yang mursyid ini sehingga sampai kepada penghulu kita Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.

25:44 Jadi itu ada silsilahnya bukan hanya sekedar berguru biasa. ada turunannya. Jadi mulai siin dibimbing oleh si fulan. Tuan guru fulan ini dulunya dibimbing lagi oleh gurunya. Guru ini dibimbing lagi dengan oleh gurunya sampai kepada bimbingan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, makanya itu ada di dalam istilah ee orang sufi itu ada lubsul khirqah. Khirkah itu artinya, nah seseorang itu diberikan Nabi semacam kain, baik itu

26:31 berupa jubah, baik itu berupa surban. sebagai tanda bahwa ini orang pernah dibimbing oleh guru itu. Nabi memberikan khirkah, khanlah kepada Sayidina Ali. Lalu dari sekian banyak murid bimbingan Sayidina Ali ini di antaranya ada Hasanul Basri. Nah, Sayidina Ali memberikan itu khirkah tadi pulang lain hirkah yang pertama. Hkahirkah lain lagi. Herkah yang dipakai sidin nang barian Nabi itu disimpan disimpan untuk seorangi. Nah pakaian seorang sehari-hari ini ada yang dikasihkan dengan seorang murid tanda bahwa ini orang adalah pernah dibimbing.

27:19 Lalu si murid Sayidina Ali Hasanul Basri ini terhadap bimbingan-bimbingan murid-muridni itu diberikan lagi ada khin lagi. Hirkah sidin buang sebagai tanda bahwa itu adalah khirkah bimbingan. Nah, sampai berlaku kepada zaman sekarang. Nah, guru-guru yang pembimbing yang mursyid itu pasti ada punya khirkah itu. Bahwa dia itu pernah dibimbing oleh guru yang pernah dibimbing juga. Jadi kad kawa orang itu bisa membimbing kalau dia belum pernah berpengalaman dibimbik. Dan itu ditandai dengan silsilah lubsul khqah ngarannya tandanya.

28:15 ketiga, eh, sifat-sifatnya seorang mursyid tadi. Jadi, kita harus tahu bujur pembimbing sidin itu siapa sampai khau kad itu mesti ada. Lain hal kita mengaji ilmu nahwu itu k jadi masalah. Mengaji ilmu saraf itu kada jadi masalah. Siapakah gurunya? Nah, mengaji ilmu nahwu, ilmu bahasa Arab. Ya, kari soal macam kamus munjit tuh kan orang kada Islam mah mengharam banyak dipakai oleh orang Islam karena bagus bahasa Arabnya ini itu jadi masalah. Tapi kalau untuk urusan rohani kita, nah

29:02 kita mesti berpilih. Nah, pilih bujur. Ketiga, beliau seorang guru yang mursyid, yang pembimbing itu ialah seorang guru yang benar-benar telah berjaya dalam mendidik dirinya dengan menyedikitkan makan. sedikit bercakap-cakap, sedikit tidur dan banyak bersembahyang, banyak bersedekah dan juga banyak berpuasa. Artinya ini dalam sejarah, dalam sepengetahuan kita bahwa guru yang akan kita belajar kepadanya

29:49 itu di samping tadi sudah ada dua. Nah, lagi orangnya itu gurunya itu makannya sedikit, pandirnya sedikit, buringnya sedikit, sembahyangnya banyak, sedekahnya banyak, ibadahnya banyak. Keempat, beliau dengan sebab berguru dengan gurunya yang mursyid tadi telah mampu menjadikan akhlak yang mulia sebagai cara hidupnya seperti sabar. Nah, seorang guru yang merusyid itu mesti sabar. Nah, mesti sabar. Mampu menahan menahan diri.

30:35 Misal disakiti orang. ya kada membalas. Nah, dihina orang kada membalas. Itu tanda bahwa dia pernah dibimbing. Pernah dibimbing karena waktu dalam bimbingan itu memang dilatih supaya jadi orang sabar. Dilatih oleh gurunya supaya jadi orang sabar. Sembahyang, syukur, tawakal, yakin, kanahah, merasa cukup dengan yang ada. Tenang jiwa, penyantun, tawadu, banyak ilmu, benar, malu, menyempurnakan janji,

31:20 tenang pendirian, tenang pembawaan, berhati-hati dalam segala urusan dan sebagainya. Dan apabila ia telah bersifat dengan sifat yang mulia ini, maka sebenarnya ia adalah guru yang mursyid tadi. Nur daripada anwar, daripada cahaya-cahaya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang layak untuk diikuti. Layak tuh diikuti berarti layak diikuti. Tetapi kewujudan guru yang mempunyai sifat-sifat ini sangat jarang sekali. Lebih sukar wujudnya daripada alkidritul

32:08 ahmar, belirang yang merah. Nah, guru-guru yang bisa membimbing tadi artinya jarang didapat. sulit dicari, sulit ditemui, sulit dihubungi. Dan siapa yang telah mendapat karunia yang baik, lalu ia bertemu dengan Syekh guru yang mursyid, pembimbing ini, dan pihak syekh, pihak guru pula bersedia untuk membimbingnya, maka hendaklah ia benar-benar menjaga adab-adab terhadapnya sama ada yang zahir atau yang batin. Nah, bila sudah kita bertemu dengan guru

32:54 yang punya sifat-sifat seperti tadi. Nah, lalu sidin hakun menerima kita sebagai murid sidin. Ah, maka peganglah itu dan beradablah dengan dengan guru tadi dengan adab baik zahir maupun batin. Adapun adab-adab yang zahir yaitu pertama kalau sudah kita dapat dengan guru tadi sidin hakun mengajari kita, sidin hakun menerima kita. Ah adabnya pertama bahwa ia jangan sama sekali bertengkar

33:42 dengannya. Jangan mahu wali lawan guru artinya. Dan jangan pua suka berhujah melawan pada apa jua masalah walaupun dia mengetahui salah pada zahir. Jadi kalau sudah bertamu dengan guru seperti itu, jangan sekali-kali kita mengritik dengan guru itu. Walaupun secara zahir pengetahuan kita salah. apa yang dilakukan atau dikatakan oleh guru itu. Nah, hanya ada dua cara menghadapi demikian. Kalau kita sudah dapat seorang

34:28 guru yang bagus tadi yang sudah bertal mursyid tadi, kita diterima belajar di situ. Nah, adab kita yang pertama jangan sampai mengitik apa yang sidin ucapkan, apa yang sidin lakukan. Walaupun menurut kita kada cucuk kalauya kada bisa itu kada bisa taslim ngamnya ini sudah mengiktikadkan bahwa apa yang dilakukan oleh guruku itu pasti ada dasar hukumnya aku belum tahu pak ada perlu mengitik kapa dia nangka itu. Maka dilarang dalam agama kita mungkin sedikit ilmunya

35:16 kada seluas ilmu sidin. Nah, pertama taslim serahkan. Oh, sidin mengg sin tahu aja ilmunya pasti ada ilmunya. Nah, kalau kada kawa demikian betakuna takunaan lawan sidin. Sahabat tuh seringkiali bertakun lawan nabi kenapa pian macam makanya pian k. Nah, takunakan pian ada melakukan ini. Sedangkan dalam pelajaran yang pian ajarkan itu perbuatan yang dilarang Nabi. Kenapa pian melakukan ini? Nah, lebih baik itu daripada mengaritik di hati. Kenapa sih malam madakan haram tapi siangnya menggawi. Nah, itu mengeritik ngarannya ini sudah diputus hubungannya dengan guru secara hakikat dari Allah Subhanahu

36:01 wa taala. Kalau kita mengeritik dalam hati kita demikian, kenapa sidin enggak itu semalam ada haram sekali sidin menggawiha. Nah, itu mengeritik. Nah, sejak itu kita diputus hubungan silsilah ilmu daripada guru itu hanya ada dua. Satu kita pasrah pasti sin ada ilmunya pasti sin ada alasannya yang benar. Kalau kada kawa juga datangi sinyal betakun bujur-buju supaya jelas, supaya mengerti. Nah, kayak Nabi Ibrahim lawan Tuhan di Nabi Ibrahim, "Ya Rabbi arini kaifa tuhyil mauta." Wahai Tuhan, perlihatkan kepadaku bagaimana engkau itu bisa menghidupkan yang sudah mati.

36:47 Nah, ini Quran nih. Nabi Ibrahim bertanya lawan Tuhan. Perlihatkan wahai Tuhan bagaimana Engkau bisa menghidupkan yang mati. Ibrahim Tuhan menjawab, "Awalam tukmin, apakah engkau tidak percaya hai Ibrahim bahwa aku bisa menghidupkan yang mati?" Jadi Ibrahim bukan kada percaya percaya tapi liatmainnaqbi agar hatiku tentram. Agar hatiku tentram. Bagaimana engkau bisa menghidupkan yang sudah mati itu? Nah, disuruh Tuhan cancang burung lan-lanik mencancang. Akhirnya Tuhan dengan kun jadilah itu burung kembali burung. Nah, hanya tenang Nabi Ibrahim. Nah, demikian pula seorang murid itu

37:35 kalau hatinya kada tentram melihat gurunya berbuat hal-hal yang dilarang menurut pengetahuan si murid. Nah, takunakan lawan sidin. Kenapa pian menggawi ini supaya hati ulun tenang? Nah, kenapa ada kapian dalilnya atau apa hukumnya? Nah, itu kena jawaban guru macam-macam. Bisa guru itu menjawab dalilnya J guru ini dalilnya bisa J guru mengaji J harus kita dapat saja ilmunya bisa juga itu ampih mengaji mengaji terus je guru kan betang dalil apa n gawe itu pada kada salah nah itu k jawaban guru kada jauh di antara di antara yang demikian itu.

38:27 Nah, kedua adabnya itu jangan ia bersegera meletakkan kain sajadah di hadapan guru kecuali pada waktu hendak menunaikan sembahyang. Dan apabila ia telah selesai sembahyang dan hendaklah ia segera ee segera mengangkatnya. Jadi misalnya kita seorang murid nih sembahyang masih lawas lagi mau unjuk sajadah lawan guru atau kada beradabnya. Sudah waktu sembahyang sampai sidin sudah siap anak sembahyang. Nah, hanyar diurakakan sejadah itu termasuk bagian adab yang zahir. Ketiga, jangan memperbanyak sembahyang sunat di hadapannya. Ini di hadapan guru

39:14 bertasbih itu kan beradab ngarannya. Di hadapan guru tuh yang paling baik dua. Satu mendengarkan apa jar guru nang kado bertakun apa n kada paham. Jangan bertasbih di hadapan guruku. itu k badabannya padahal baik saja bertasbih berzikir bagus kalau di hadapan guru tu k beradab di hadapan guru yang paling baik satu mendengarkan apa n jas sidin yang kedua bertakun apa n seorang kada paham itu lebih mulia daripada sembahyang sunat di hadapan sidin daripada bertasbih itu tanda k beradabnya nah keempat hendaklah Ia mengamalkan apa-apa yang disuruh oleh gurunya dengan

39:59 kadar kemampuannya. Adapun adab-adab yang batin pula yaitu pertama segala sesuatu yang ia dengar daripada gurunya dan telah diterimanya pada zahir, maka jangan sekali-kali ia mengingkarinya pada batinnya. Jangan pada perbuatan dan jangan pula pada perkataan supaya ia terselamat daripada tanda orang yang munafik. Ini secara zahir naang ja guru hakun haja cuma hati menolak. Nah, jadi orang munafik ngaranjang itu sudah kehilangan adab batin. Sudah kehilangan adab adab batin disuruh guru gawi ini gawi ya tapi hati k tuju nih. Nah, itu sudah munafik

40:46 karya dengan gurunya. Dan seandainya tidak dapat berbuat demikian, maka sebaiknya tinggalkan saja gurunya itu sehingga sampai suatu masa yang ia dapat menyamakan batin dengan zahirnya. Nahun kada sanggup baik tadi baik berjauh dulu jangan berpara ke guru dulu berjauh sudah siap kina masanya nah hanyar bepara kebaklah ia menjauhi daripada bersahabat dengan orang yang jahat supaya ia dapat mengusungkan lembaran hatinya daripada segala perhubungan dan pengaruh setan manusia maka dengan itu akan suci hatinya nya daripada kekuturan setan dan

41:35 walau bagaimanapun ia mesti memilih kefakiran daripada kekayaannya. Nah, seorang murid itu orang yang banyak diberikan tugas-tugas oleh gurunya. Nah, sehingga apapun yang diperintahkan oleh gurunya untuk kebaikan dirinya itu mesti dia tinggalkan walaupun itu merugikan dalam segi duniawinya. Walaupun merugikan dalam segi duniawinya. Karena itu perintah guru tinggalkannya. mesti ditinggalkan kalau sudah kita mempunyai guru yang membimbing itu. Oh

Share

Ringkasan Video YouTube