Ringkasan Singkat
Video ini membahas kemungkinan bahwa konflik di Israel dan Iran bukan hanya masalah geopolitik, tetapi juga upaya untuk mewujudkan ramalan dalam kitab suci Yahudi. Beberapa poin penting yang dibahas:
- Ramalan Rabi Yjak dalam Talmud tentang Raja Persia (Iran) yang menantang Raja Arabia (Arab Saudi) dan dampaknya terhadap Israel.
- Peran Benjamin Netanyahu dalam mempercepat datangnya Mesias, sesuai dengan ramalan Rebe Manachem Mendel Schnerson.
- Strategi Israel yang tampak antagonis di mata dunia, yang mungkin merupakan bagian dari rencana yang lebih besar untuk memfokuskan perhatian dunia pada Yerusalem.
- Kemunculan dua Mesias: Mesias Ben Yosef yang akan gugur dalam perang, dan Mesias Ben David yang akan membawa damai abadi.
- Ramalan tentang kembalinya orang Yahudi ke tanah Israel dan bagaimana tanah yang dulu gersang menjadi subur kembali.
Pendahuluan
Video ini membahas bahwa kekacauan di Israel dan Iran mungkin bukan hanya tentang geopolitik atau harga minyak, tetapi juga tentang upaya Israel untuk mewujudkan ramalan dalam kitab suci mereka. Penulis menekankan bahwa video ini hanya bersifat hiburan dan agama Yahudi berbeda dengan agama Kristen atau Katolik.
Ramalan Rabi Yjak
Sekitar 2000 tahun lalu, Rabi Yjak meramalkan bahwa pada tahun ketika Mesias akan muncul, Raja Persia (Iran) akan menantang Raja Arabia (kemungkinan Arab Saudi). Raja Arabia akan meminta nasihat kepada Edom (dunia barat, terutama Amerika Serikat). Ramalan ini menggambarkan Iran yang menyerang berbagai negara dan menutup Selat Hormuz, menyebabkan kekacauan ekonomi global. Negara-negara Arab berkoalisi dengan Amerika Serikat, sesuai dengan ramalan tersebut. Pertanyaannya adalah apakah Netanyahu sengaja membuat semua ini untuk mempercepat kedatangan Mesias.
Ramalan Netanyahu sebagai Pemimpin Terakhir
Benjamin Netanyahu terlihat sangat gigih dalam perang ini. 40 tahun lalu, saat masih muda, Netanyahu bertemu dengan Rebe Manachem Mendel Schnerson, pemimpin gerakan Sabat Lubavic. Rebe meramalkan bahwa Netanyahu akan menjadi perdana menteri Israel dan pemimpin terakhir sebelum menyerahkan kekuasaan kepada Mesias. Rebe mendorong Netanyahu untuk membuat Israel lebih religius dan mempercepat langkah-langkah yang membawa kedatangan Mesias. Netanyahu menjadi PM pada tahun 1996. Dia sering menggunakan bahasa kitab suci dalam pidatonya dan menyebut musuh-musuh Israel sebagai Amalek. Netanyahu juga mempercepat pembangunan pemukiman baru di Tepi Barat dan bekerja sama dengan partai-partai Yahudi ultra religius.
Strategi Antagonis Israel dan Yerusalem sebagai Batu Sandungan
Israel tidak menghancurkan Gaza sepenuhnya, meskipun memiliki kemampuan militer untuk melakukannya. Mereka memilih konflik terbuka yang menyebabkan demo di mana-mana dan opini publik global yang anti-Israel. Israel tampak sengaja menjadi antagonis di mata publik, yang menyebabkan negara-negara lain bergerak dan aliansi musuh-musuh Israel semakin kuat. Konflik ini seolah-olah mendorong semua bangsa untuk menyerang Israel bersama-sama, memfokuskan perhatian dunia pada Yerusalem. Hal ini sesuai dengan ramalan di kitab Zakaria bahwa Yerusalem akan menjadi batu berat bagi semua bangsa.
Dua Mesias: Ben Yosef dan Ben David
Ada dua Mesias sebelum akhir zaman: Mesias Ben Yosef, pemimpin sementara yang akan berjuang dalam perang besar dan gugur dalam konflik (seperti perang Gok Magok). Setelah kematiannya, bangsa Yahudi akan bersatu dan bertobat, yang merupakan bagian dari proses pembersihan. Perang Gokmagok akan menghancurkan koalisi musuh karena campur tangan Tuhan. Setelah itu, Mesias Ben David akan muncul dan membawa damai abadi.
Kembalinya ke Tanah Israel dan Kesuburan yang Dipulihkan
Ramalan di kitab Hosea mengatakan bahwa orang Yahudi akan diasingkan lama tanpa raja, kurban, atau bait suci. Namun, di akhir zaman, mereka akan kembali ke tanah mereka yang dulu gersang dan tanah itu akan hidup kembali. Mark Twain pernah menulis bahwa tanah Israel adalah mimpi buruk, tetapi setelah Holocaust dan berdirinya negara Israel pada tahun 1947, tanah itu tiba-tiba hidup kembali. Israel menjadi negara maju dengan ekonomi yang kuat dan teknologi tinggi, sesuai dengan ramalan tersebut. Meskipun negaranya sudah berdiri, masih ada satu babak besar lagi yang belum selesai.

