Ringkasan Singkat
Video ini menjelaskan perbedaan antara Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BI memiliki satu tugas utama, yaitu mencapai dan menjaga kestabilan nilai Rupiah, yang didukung oleh tiga pilar: kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan. Sementara itu, OJK memiliki tiga misi utama: mewujudkan kegiatan sektor jasa keuangan yang teratur, adil, transparan, dan akuntabel; mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh berkelanjutan dan stabil; serta melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.
- BI fokus pada kestabilan nilai Rupiah melalui kebijakan moneter dan sistem pembayaran.
- OJK fokus pada regulasi dan pengawasan sektor jasa keuangan untuk memastikan keadilan, transparansi, dan perlindungan konsumen.
Perbedaan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Video ini membahas perbedaan antara Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meskipun sekilas keduanya tampak memiliki peran yang serupa. Perbedaan utama terletak pada tugas utama masing-masing lembaga.
Tugas Utama Bank Indonesia (BI)
Meskipun Bank Indonesia (BI) memiliki banyak tugas, tugas utamanya adalah mencapai dan menjaga kestabilan nilai Rupiah. Untuk mencapai tujuan ini, BI memiliki tiga pilar utama: menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga sistem pembayaran, dan menjaga stabilitas sistem keuangan.
Tugas Utama Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 tentang OJK, OJK memiliki tiga misi utama. Pertama, mewujudkan terselenggaranya seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel. Kedua, mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil. Ketiga, melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. Dengan demikian, tugas utama OJK adalah memastikan sektor jasa keuangan beroperasi dengan baik dan melindungi konsumen.

