Perkembangan Teori Atom dan Penemuan Partikel Penyusun Atom Disertai Animasi - Kimia X

Perkembangan Teori Atom dan Penemuan Partikel Penyusun Atom Disertai Animasi - Kimia X

Ringkasan Singkat

Video ini membahas perkembangan teori atom dari awal hingga model atom modern. Terdapat beberapa tokoh ilmuwan yang dikupas, mulai dari Dalton, Thomson, Rutherford, hingga Bohr dan model atom modern.

  • Teori atom Dalton menjelaskan bahwa unsur tersusun atas atom yang identik.
  • Thomson menemukan elektron dan mengemukakan model atom sebagai bola pejal bermuatan positif.
  • Rutherford menemukan inti atom dan proton, menunjukkan bahwa sebagian besar atom merupakan ruang kosong.
  • Bohr mengembangkan model atom dengan orbit elektron dan konsep energi.

Teori Atom Dalton

Teori atom pertama kali dikemukakan oleh Dalton. Ia berpendapat bahwa atom adalah partikel terkecil dari suatu materi yang tidak dapat dibagi lagi. Menurut Dalton, unsur tersusun atas atom-atom identik yang memiliki massa, ukuran, dan sifat yang sama, sedangkan atom dari unsur yang berbeda tidak identik. Dalton juga menyatakan bahwa senyawa terdiri dari kombinasi atom-atom dari dua unsur atau lebih dengan perbandingan tertentu, dan dalam reaksi kimia, atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, melainkan hanya mengalami pengaturan ulang.

Model Atom Thomson

Thomson mengemukakan model atomnya setelah menemukan partikel yang disebut elektron melalui percobaan tabung sinar katoda. Dalam eksperimennya, sinar katoda bergerak lurus dari kutub negatif ke positif. Thomson menunjukkan bahwa sinar ini dapat dibelokkan oleh medan listrik dan magnet, sehingga ia menyimpulkan bahwa atom terdiri dari bola pejal bermuatan positif dengan elektron negatif tersebar di dalamnya, mirip dengan roti kismis.

Model Atom Rutherford

Rutherford menggunakan hasil penelitian Goldstein dan menemukan proton. Ia melakukan eksperimen dengan menembakkan sinar alfa ke lempeng emas tipis. Hasilnya menunjukan bahwa sebagian besar sinar alfa dapat menembus lempeng, namun ada sebagian yang dibelokkan dan dipantulkan. Dari sini, Rutherford menyimpulkan bahwa atom memiliki inti kecil bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron, tapi ia tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti.

Penemuan Neutron oleh Chadwick

Rutherford merasa perlu untuk menyelidiki lebih lanjut sebab berat helium lebih tinggi dari seharusnya jika hanya terdapat proton di dalamnya. Chadwick melakukan percobaan dengan menembakkan sinar alfa ke berilium dan menemukan partikel baru yang tidak bermuatan, yang kemudian dinamakan neutron. Penemuan ini melengkapi struktur atom yang terdiri dari proton, neutron, dan elektron.

Model Atom Niels Bohr

Niels Bohr mengembangkan model atom yang lebih baik untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti dengan mengemukakan teori orbit elektron. Menurut Bohr, elektron mengelilingi inti pada lintasan tertentu atau kulit atom. Ia menjelaskan bahwa elektron dapat berpindah antara kulit-kulit ini dengan menyerap atau memancarkan energi, yang dinamakan eksitasi.

Teori Atom Modern

Model atom modern dikembangkan oleh ilmuwan seperti Schrödinger dan Heisenberg. Dalam model ini, atom terdiri dari inti yang mengandung proton dan neutron, sementara elektron mengelilingi inti dalam orbital. Schrödinger memperkenalkan probabilitas posisi elektron yang disebut sebagai orbital, di mana peluang menemukan elektron sangat tinggi. Model ini memberikan gambaran tiga dimensi tentang struktur atom yang lebih kompleks.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ