0:00 Di tradisi Yahudi, anak sulung itu artinya yang terbaik. Bukan hanya terbaik, sampai Alkitab menuliskan lemak-lemaknya dipersembahkan kepada Tuhan yang terbaik. Kenapa dia sampai persembahkan ini? Berarti cuman simpel karena dia cinta banget sama Tuhan. Kadang-kadang kita sering melayani Tuhan sebagai rutinitas, pokoknya persembahan. Jadi Tuhan kita pandang sebagai dewa kayak patung-patung. Pokoknya ada persembahanlah, ada makanan di situlah. Berarti ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh Kain tanpa ada cinta
0:45 hanya sebagai sebuah kewajiban. Persembahan yang indah, persembahan yang datang. Segenap hati gak ada yang ditahan. Kemarin saya cerita tentang persembahan kain dan Habel. Saya bilang, "Kenapa persembahan Habel berkenan dan kain tidak?" Mari saya tunjukkan lagi satu alasan yang kemarin saya tidak sebut. Kejadian 4 ayat 4. Kejadian pasal 4 ayat 4. Setelah itu akan saya selesai. Kita akan indah.
1:33 Dan saya berdoa ketika Tuhan melihat it's so beautiful, Tuhan akan bilang, "Jangan ganggu anak saya." Kejadian 4 ayat 4. Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya. Maka Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu yang dipersembahkan Habel, anak sulung dari kambing domba di tradisi Yahudi, anak sulung itu artinya yang terbaik.
2:22 Bukan hanya terbaik, sampai Alkitab menuliskan lemak-lemaknya. dipersembahkan kepada Tuhan yang terbaik. Kenapa dia sampai persembahkan ini? Berarti cuman simpel karena dia cinta banget sama Tuhan. Mari kita lihat ayat 3 persembahan kain. Coba Anda lihat ayat 3 persembahan kain. Setelah beberapa lama, waktu lamanya, maka kain mempersembahkan. Wah, sudah kelihatan ya. mempersembahkan apa, Pak? Nah, Pak. Ngerti arti sebagian, Pak? Bu, dari sini ada bisa ngelihat enggak kadar
3:08 cinta yang mana yang lebih cinta? Ini aja sudah kelihatan dituliskan apa? Sebagian dari hasil tanah itu. Betul enggak? Sebagian. Sudah nak mempersembahkan panen yang sulung, panen pertama. Tapi sebagian. Kenapa dia persembahkan sebagian? Ya pokoknya persembahan buat rutinitas. Kadang-kadang kita sering melayani Tuhan sebagai rutinitas. Pokoknya persembahan. Jadi Tuhan kita pandang sebagai dewa kayak patung-patung. Pokoknya ada persembahanlah, ada makanan di situlah.
3:53 Berarti ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh Kain tanpa ada cinta hanya sebagai sebuah kewajiban. Sudah jelas dari sini. Yang satu anak sulung dan lemak lagi. Yang ini sebagian. Anda aja sudah kelihatan ha ketawa sebagian. Itu sebabnya Tuhan tidak suka dengan persembahan kain. Bukan karena Tuhan rakus makanan, tapi apa yang kau lakukan menunjukkan apa yang ada di dalam kamu. Saudara jangan bicara soal jumlah.
4:39 Tuhan yang paling tahu dan saudara sendiri yang tahu. Lakukan terbaik. Persembahan kain diindahkan Tuhan. Kok pas ya kata-katanya diindahkan. Berarti Tuhan memandang persembahan kain indah, beautiful kok ya persis kata-katanya. Sedangkan persembahan kain ya Habel. Sedangkan persembahan kain tidak diindahkan, berarti tidak dianggap indah. Iya kan? Persembahan yang indah, persembahan yang datang segenap hati gak ada yang ditahan.
5:25 Saya mau akhiri. Kita akan nyembah Tuhan. Ada seorang worshipper yang saya sangat kagumi. Buat saya dia worshipper. Jangan diartikan worshipper itu penyanyi. Worship itu menyembah. Seorang pemain musik, seorang penyembah pernah ngomong begini, "Saya menyembah Tuhan dengan berkebun." Saya baca, "Hah, kok bisa berkebun untuk menyembah Tuhan?" Saya teringat cerita seorang pastur Romo Katolik namanya Brother Lawrence. Kalau Anda ndak percaya, Anda cari bukunya judulnya God in the Kitchen.
6:11 Saya pernah sharing itu. Dia mukanya bersinar seperti Musa. Mendoakan orang sakit, membangkitkan orang mati. Romo. Dia ditanya sama orang, ada waktu mukanya jadi normal, tapi ada waktu tiba-tiba mukanya menyilaukan. Romo, Romo kalau berdoa berapa jam, Romo? Romo pasti banyak berdoa di chapel ya. Kalau dibiara Katolik kan di chapel. Jawaban Romo ini memberikan pengharapan buat saya. Dia bilang begini, "Saya justru tidak
6:56 pernah berdoa di Cepel. Saya lebih sering ketemu Tuhan di dapur. Karena dibiara dia dapat tugas bagian masak. Pokoknya di dapur. Ini Romo dapur. Jadi saya ndak pernah ketemu Tuhan di Chapel, tapi di dapur. Terus dia ditanya, "Berapa berapa lama Romo kalau berdoa?" Nah, ini jawaban kedua yang mengesankan. Saya tidak pernah berdoa lebih dari 1 jam. Saya waktu baca tulisan ini saya happy. Ada pengharapan karena saya tidak pernah berdoa. Saya nak pernah bisa berdoa 1 jam. Saya mau tanya Bapak Ibu, siapa yang di
7:43 sini bisa berdoa 1 jam? Jangan malu-malu. Siapa yang bisa berdoa 1 jam? Tolong angkat tangan. Hebat, Pak. Salut. Saya sungguh salut bukan ngecap. Saya gak pernah berdoa 1 jam. Harusnya memang kita berdoa 1 jam ya. Tidak sanggupkah kamu berjaga-jaga 1 jam? Jadi saya tuh putus asa karena saya gak pernah berdoa. Gak bisa berdoa 1 jam. Saya sudah nyoba, saya coba berguru, saya tanya kepada saksi hidup yang pernah tinggal, pernah doa bareng Om Isak, perintis GPPS kan tuh doanya 6 jam toh, Pak. Iya. Saya pengin tahu dia ngapain. 6 jam
8:30 itu agendanya apa. Saya 1 jam kok gak bisa. Saya merasa lama ternyata melek cuman 15 menit. Kok parah sekali gitu loh. Kenapa Om Isak 6 jam bisa? Saya kepengin sakti kayak Om Isak. Zaman dulu Om Isak tuh sakti. Sapu tangan dikumpulkan ke dia. Didoakan orang bongkok ditempeli sapu tangan yang didoakan Om Isak. Bongkok kencang, Pak. Pantesan sapu tangan dari saya ndak kencang-kencang. Beda urapan. Makanya satu penasaran pengin tahu Om Isak di dalam tuh ngapain? Saya tanya sama saksi hidup, "Pak, Om Isak tuh ngapain 6 jam?" Omisa main gitar tah?
9:15 Kan mungkin nek gitar kan muter-muter 100 lagu bisa kan? Om Isak gak bisa main gitar loh. Ndak bisa main gitar gak bisa loh. Misa ngapain Omisa? Itu cuman bahasa roh. Bahasa roh itu 6 jam. Iya. Wah, Pak. Saya bahasa roh 15 menit kemeng loh ya. Apa bahasa roh 6 jam? Mimiren lambene tebal. Bahasa roh 6 jam. Om Isa itu bahasa roh dia. Ternyata gini bosalah loh burut. Bahasa rohe om Isa itu simpel loh. Makane ndak ndak capek. Simpel tuh ya apa Pak? Coba Pak isa ndak nirokno gini Bu Rut.
10:02 Cek cek cek cek cek cek cek cek cek. Yesus katanya loh ya. Saya kan gak tahu. Diam. Cek cek. Yesus saya te praktik loh Pak. Sungguhan tak tiru. Katanya kalau mau ikut sukses ikutin jejaknya orang sukses. Saya pengin sakti ikutin jejaknya orang sakti. Saya doa Yesus paling berapa kali to aku keturun loh. Jarak antara Yesusnya kelamaan. Yesus kok sepet ya?
10:49 Yesus berhasil saya 1 jam tidur Bu. Makanya tetap gak sakti, Bu, sapu tangannya. Jadi ketika saya mendengar cerita Brother Lawren, saya happy. Saya gak pernah berdoa lebih dari 1 jam. Woh, yes. Ada harapan buat saya. Tapi ini jawaban dia. Tapi saya tidak pernah melewatkan 1 jam tanpa doa. Wah, dalam sekali. Entar aku renungkan lagi. Saya tidak pernah berdoa lebih dari 1 jam. Oke, berarti lek doa gak sampai 1 jam ya. Tapi saya tidak pernah melewatkan 1 jam
11:35 tanpa doa. Berarti doa doa setiap jam ya. Doa setiap waktu. Doa setiap jam, setiap waktu gak pernah miss. Tapi sekali doa gak pernah 1 jam. Ya, apa caranya? Dia cerita dia kalau doa kan dia petugas ee Romo bagian kitchen motong wortel. Yesus I love you. Doa gak? Worship gak? Heeh. Yesus aku mau motong yang terbaik buat Yesus. Saya mikir gini, itu mungkin
12:21 juga nganggur kali ya gitu ya. Sampai aku motong yang terbaik. Ngekeng ngekeng ngeke. Tapi siapa yang berani menghakimi itu bukan worship? Wong hatinya nyambung sama ke Tuhan kok. Siapa yang berani menghakimi dia bukan berdoa? Tahukah Anda hatinya? Siapa yang berani menghakimi Anda di dalam kamar? 1 jam keluar. Woh lakoni rek, lakoni. Iki kudus, iki. Kudus, Pak. 1 jam ya, Pak ya. Apalagi keluar dari kamar Bapak kok kelihatan putih gitu ya kok. Uh, kudus sekali ini Bapak. Uh, jangan ganggu dia orang kudus ya kan. Loh, siapa yang berani menghakimi bahwa yang sudah 1 jam itu kudus sekali? Bapak masa tahu di dalam 1 jam tapi dia ngelamun-ngelamun. Anda gak pernah tahu.
13:06 Emangnya Anda di sampingnya selama 1 jam? Ada seorang istri tertekan cerita sama saya, "Burut. Saya ini merasa tertekan lihat suami saya. Kenapa saya ini ndak bisa berdoa lama-lama? Sudah diganggu anak begini begini saya yang ngurus. Suami saya bisa berjam-jam loh burut 3 jam 4 jam di dalam kamar itu berdoa. Saya masuk dia berdoa. Saya tanya sama suaminya aku mau tanya kamu jujur dari 3 jam ngelamunmu berapa jam? Udah jujur gak usah gak usah munafik. Dia ketawa banyak si Rut akeh ngelamun katanya. Nah, saya bilang sama istrinya, "Siapa yang berani ini menjamin?"
13:53 Tuhan yang tahu hati kita. Saya menangkap ajaran Brother Lauren bukan soal berapa jam, bukan soal berapa banyak, tapi soal kualitas. Ketika kamu melakukannya, kamu melakukannya dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu melayani, lakukan seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Gak peduli apa kata orang, singer-singer yang maju di depan, lakukan seperti untuk Tuhan. Kalau engkau melakukan seperti untuk manusia, engkau akan begini. Aku kadang-kadang gregetan loh ya lihat singer di atas. Mari kita berikan tepuk tangan kemuliaan buat Tuhan.
14:40 Iki duduk tepuk tangan. Iki tepuk siku. Mari kita tepuk siku. Anda tahu tambah lama tambah edan loh. Tepuk-tepuk itu. Pak ada tepuk jari Bapak tahu. Iya. Apaan sih? Mari kita ada satu gereja di Per saya sampai Oh my God. Mari kita berikan tepuk tangan buat Tuhan yang yut-yut yang yang muda-muda gini saya gini enggak apao t Pak yo. Hah? Mosok tepuk tangan koy milenium Bu. Jenseny Bu. Ini tepuk tangannya Jensy. Bapak Jen apa?
15:26 Baby boomer. Baby boomer. Baby boomer. Baby boomer itu yang umur 60 70 baby boomer. Tapi kita mikir yang gini ini yang berkenan. Eh, saya mau tanya ini berkenan sama Tuhan atau berkenan sama orang? Hanya Anda yang bisa jawab. Tapi menurut saya kalau mau mau menyenangkan Tuhan, tepuk tangan. Enggak mungkin gini ya, Pak ya. Kurang mantap e, Pak. Loh, ndak lek aku cinta pol sama Tuhanku. Agum sama sekali kagum beneran pasti gini. Yes. Perlu standing official loh. Ke bawah toh standing office. Iya. Enggak. Lek yang gini nih.
16:12 Lucunya sama yut sebelahnya satu ni. Jari ini satu ni iki tambah lama tambah gak karu-karuan pengajarannya. Bapak, Ibu biarlah yang mau finger flap terserah. Ini namanya finger clap. Jangan praktik finger kenapa? Ee kelihatan elegan, Bu. Orangorang elegan dan cantik kan melambainya beda ya. Ya. Apa melambainya? Bapak Ibu ketemu teman lama gak ketemu dulu bue wakrat lama gak ketemu Bapak Ibu pas ketemu ya apa
16:58 ramai kan menunjukkan hatimu sangat excited kan iya kalau melamb gini Bapak percaya ini betul-betul kangen nah Tuhan pun ngerti kok nangkap Kan makanya Tuhan gak suka sama persembahan kain. Kelihatan dari persembahannya sebagian. Tuhan suka persembahan hapel sak lemak-lemaknya semua dikasihkan. Saya berdoa hari ini sebentar kita akan menyembah. Tuhan yang menilai bukan saya. Dan setelah kita menyembah saya terlalu percaya.
17:43 Leave my child alone. Apapun yang Anda kerjakan, mau nyanyi, lakukan yang terbaik. Mau angkat tangan, angkat tangan terbaik. Mau berteriak, teriaklah terbaik. Mau jadi aser, jadilah Aser terbaik. Mau jadi cleaning service, jadilah cleaning service terbaik. Saya mendengar cerita almarhum Yeremia Rim dulu pernah mengajarkan dia dulu kan nyapu ya orang gak punya. Dia pernah ngajarkan gini. Menyapulah sedemikian sampai seluruh surga terdiam ketika kamu mulai menyapu.
18:30 Woh saya bayangkan menyapunya kayak apa ya, Pak. Ya, itu istilahnya. Dia pernah mikir enggak? Menyanyilah sedemikian sampai surga itu berhenti suruh diam untuk dengar saudara nyanyi. Waktu saudara mulai buka suara nyanyi, surga bilang begini, "Diam, diam, diam. Aku mau lihat dia nyanyi. Aku mau dengar." Dengerin saudara nyapu. Heh, diam. Jangan berisik. Aku mau lihat dia nyapu. Wow. Bukan soal jenisnya, tapi soal hatinya. Yeah.