Pertemuan dengan Rektor UI dan World Bank

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang strategi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam mencapai target pembangunan dan renovasi 3 juta rumah, serta upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:

  • Peningkatan kuota FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) menjadi 350.000 unit.
  • Pentingnya evaluasi program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) untuk memastikan efektivitas dan mencegah korupsi.
  • Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan program perumahan.
  • Kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk UI (Universitas Indonesia) dan World Bank, untuk mendapatkan kajian dan dukungan teknis.

Pengantar dan Target Pembangunan Rumah

Menteri PKP menekankan pentingnya membangun dan merenovasi 3 juta rumah, dengan kontribusi dari pemerintah, masyarakat, pengembang, dan CSR. Program BSPS memberikan bantuan rata-rata Rp20 juta, sehingga pendampingan yang tepat sangat diperlukan. Menteri juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses, termasuk dalam proses perizinan dan pembiayaan.

Dampak Program Perumahan terhadap Ekonomi dan Lapangan Kerja

Menteri PKP menjelaskan dampak positif program perumahan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Setiap rumah yang dibangun dapat menciptakan lapangan kerja bagi lima orang, sehingga target 350.000 rumah dapat menciptakan 1.620.000 lapangan kerja. Selain itu, program ini juga berdampak pada industri terkait seperti bahan bangunan dan transportasi.

Transparansi dan Pencegahan Korupsi

Menteri PKP menekankan pentingnya menjaga kualitas program dan mencegah korupsi. Ia mencontohkan kasus korupsi di Kabupaten Semak sebesar 100 miliar dan perlunya sistem yang transparan dan akuntabel. Menteri juga meminta dukungan dari berbagai pihak, termasuk presiden, untuk memastikan program berjalan dengan baik.

Evaluasi Program Pemberdayaan dan Pendampingan

Menteri PKP menyoroti pentingnya evaluasi program pemberdayaan dan pendampingan dalam program BSPS. Ia menekankan bahwa pendamping haruslah orang yang dipercaya di desa dan mampu menggerakkan masyarakat untuk bergotong royong. Menteri juga meminta agar dibuat database pendamping yang berhasil dan tidak berhasil agar rekrutmen ke depan lebih efektif.

Partisipasi Masyarakat dan Keterbukaan Informasi

Menteri PKP menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program perumahan. Ia mencontohkan dengan mengundang berbagai komunitas untuk memberikan masukan terkait desain dan lokasi rumah yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Menteri juga menekankan pentingnya transparansi dalam setiap proses, termasuk dalam proses sertifikasi dan pembayaran.

Asosiasi Warga Penghuni Rumah

Menteri PKP berencana membentuk asosiasi warga penghuni rumah untuk menjembatani komunikasi antara pengembang dan konsumen. Selama ini hanya ada asosiasi pengembang, sehingga suara konsumen kurang terdengar. Asosiasi ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menyelesaikan masalah dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Kerjasama dengan UI dan Rekomendasi Kebijakan

Menteri PKP meminta UI untuk memberikan rekomendasi kebijakan yang jelas dan konkret terkait program perumahan. Ia mencontohkan seperti rekomendasi dokter yang jelas tentang diet dan olahraga. Menteri juga meminta UI untuk mengevaluasi dampak program terhadap pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran, dan kemiskinan.

Identifikasi dan Solusi Permasalahan di Lapangan

Menteri PKP meminta identifikasi permasalahan yang menghambat program perumahan, seperti ekonomi biaya tinggi dan pungutan liar. Ia menekankan bahwa solusi harus berpihak pada konsumen dan pengusaha yang bertanggung jawab. Menteri juga meminta UI untuk mereview proses FLPP dan memberikan strategi pencapaian target 350.000 unit.

KPR Sejahtera FLPP dan Tantangan Pencapaian Target

Komisioner BP Tapera menjelaskan bahwa KPR Sejahtera FLPP merupakan produk yang menarik karena memberikan subsidi bunga kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menyoroti tantangan dalam mencapai target 350.000 unit dan meminta UI untuk melakukan kajian terkait sensitivitas terhadap pelemahan ekonomi dan penurunan daya beli masyarakat.

Fokus dan Tugas Masing-Masing Dirjen

Menteri PKP meminta masing-masing dirjen untuk fokus pada tugas dan jabatannya. Ia mencontohkan Pak Putra yang menjadi koordinator BSPS dan meminta UI untuk memahami konteks pemberdayaan dalam program tersebut. Menteri juga menekankan pentingnya menemukan orang yang tepat untuk menjadi pendamping pemberdayaan.

Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pengelolaan Keuangan Negara

Menteri PKP menekankan pentingnya hati-hati dan bertanggung jawab dalam menggunakan uang negara. Ia mencontohkan dengan rapat yang mendalam untuk membahas anggaran yang tidak terlalu besar. Menteri juga meminta agar setiap kerjasama dengan pihak lain, seperti World Bank, dilakukan dengan transparan dan akuntabel.

Pungutan Liar dan Harapan Masyarakat

Menteri PKP menanyakan kepada para dirjen terkait masih adanya pungutan liar dalam sektor perumahan. Ia mengakui bahwa pengusaha tidak berani melaporkan secara tertulis, namun berharap agar masalah ini dapat diatasi. Menteri juga menekankan pentingnya penelitian yang berdampak besar bagi negara dan rakyat.

Objek Penelitian dan Target Pembangunan Rumah

Menteri PKP menjelaskan objek penelitian yang meliputi BSPS, FLPP, dan perumahan swadaya. Ia menekankan target membangun dan merenovasi 3 juta rumah, dengan kontribusi dari pemerintah, masyarakat, dan pengembang. Menteri juga menyoroti pentingnya mengedukasi masyarakat tentang kemudahan yang diberikan pemerintah dalam membangun rumah sendiri.

Kesiapan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia

Sekjen Kementerian PKP menyoroti isu kelembagaan dan kesiapan sumber daya manusia dalam mencapai target pembangunan rumah. Ia meminta UI untuk membuat asesmen kesiapan organisasi, proses bisnis, regulasi, dan SDM yang diperlukan. Sekjen juga menyoroti masalah overstok rumah susun dan meminta masukan dari UI untuk mengatasi masalah tersebut.

Ekosistem Perumahan dan Keterlibatan Stakeholder

Menteri PKP menekankan pentingnya menjaga ekosistem perumahan dan melibatkan seluruh stakeholder, termasuk pengembang, konsumen, dan perbankan. Ia meminta para pengembang untuk memberikan masukan terkait regulasi dan kebijakan yang diperlukan. Menteri juga meminta agar dibuat grup komunikasi dengan UI untuk membahas isu-isu terkait perumahan.

Regulasi dan Investasi di Sektor Perumahan

Salah satu peserta menyampaikan permasalahan terkait regulasi yang menghambat investasi di sektor perumahan. Ia mencontohkan proses perizinan yang lama dan pungutan yang terlalu banyak. Peserta juga mengusulkan agar dibuat undang-undang omnibus law untuk merapikan regulasi di sektor perumahan.

Keadilan dan Kepastian Hukum

Menteri PKP menekankan pentingnya keadilan dan kepastian hukum dalam sektor perumahan. Ia menyoroti masalah izin yang tidak diberikan meskipun syarat sudah terpenuhi. Menteri juga meminta UI untuk melakukan penelitian yang baik dan memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi rakyat dan pengusaha.

Kesiapan Menghadapi Dukungan Luar Biasa

Rektor UI menyampaikan kesiapan untuk mendukung program Kementerian PKP. Ia menyoroti dukungan luar biasa dari presiden, DPR, Bank Indonesia, dan perbankan. Rektor juga menekankan pentingnya bekerja lebih cepat, lebih benar, lebih tepat, dan lebih bersih dalam mengelola kepercayaan yang diberikan.

Tiga Tematik Utama dan Keterlibatan World Bank

Rektor UI merangkum tiga tematik utama yang akan dibahas, yaitu strategi peningkatan FLPP, dampak pembangunan terhadap pertumbuhan ekonomi, dan mitigasi potensi ekonomi berbiaya tinggi. Ia juga menyinggung keterlibatan World Bank dalam program perumahan.

Kunjungan World Bank dan Penjelasan Program

Perwakilan World Bank menjelaskan bahwa lembaganya memiliki interest rate yang tidak bisa dinegosiasikan dan bergerak sesuai dengan global interest. Menteri PKP menekankan pentingnya mengetahui besaran bunga dan tenor pinjaman. Perwakilan World Bank juga menjelaskan tentang hibah yang diberikan dan proses tender yang harus diikuti.

Penjelasan Program dan Harapan Menteri PKP

Menteri PKP menjelaskan kepada perwakilan World Bank tentang program-program yang ada di Kementerian PKP, termasuk peningkatan kuota rumah subsidi, program BSPS, dan program benar PKP. Ia menekankan pentingnya mengelola keuangan negara dengan tanggung jawab dan meminta UI untuk melakukan kajian terkait program-program tersebut.

Kritik dan Masukan Terhadap Program Rumah Subsidi

Dirjen menyampaikan bahwa program rumah subsidi perluasan aksesnya bisa lebih meningkat. Jadi yang sekarang peraturan menteri, keputusan menteri terkait dengan fitur rumah subsidi itu adalah 21 m² sampai 36 m² luas bangunannya dan luas tanahnya 60 sampai dengan 200 m².

Pengalaman Kerjasama dengan World Bank

Dirjen menjelaskan bahwa di masa PKP sejak tanggal 20 Oktober kita belum pernah dengar. ee zaman sebelumnya perumahannya sebelumnya tahun 4 tahun 2000 18 1920 kami pernah kerja sama dengan BOP yang pertama adalah terkait dengan ee BSPS.

Penjelasan Pinjaman World Bank untuk BSPS

Dirjen menjelaskan bahwa memang ada perkembangan di waktu kebetulan waktu itu saya ada di Direktorat Bina ee Rumah Swadaya yang menangani bantuan Worldbank. Jadi banyak sor bantuan ini pinjaman atau pinjaman, Pak? Pinjaman. Berarti kita jadi kalau pinjaman itu bantuan atau hutang?

Diskusi Terkait Bunga Pinjaman dan Dampak Program

Menteri PKP menanyakan terkait bunga pinjaman dan dampak program. Menteri juga perlu menganalisa, Pak. Saya rasa Pak Fitra setuju sama saya. Kayak kita bicara dengan UI dengan jumlah yang mungkin tidak terlalu ya seperti itu. Kita sangat serius menurut Pak Fitra dan Ibu Dirjen. Kita serius enggak untuk deal sama UI ini?

Penjelasan World Bank Terkait Pinjaman dan Hibah

Perwakilan World Bank menjelaskan bahwa setiap single project that we're done uh when it ends uh we compare to what we offer and we measure the impact we calculate the internal rate of return on the project of course including the cost of funding the funding and we give it to the government we it's a it's a different team that implement it's not the same.

Evaluasi Program BSPS dan Standar Kualitas

Menteri PKP menanyakan terkait evaluasi program BSPS. Perwakilan World Bank menjelaskan bahwa BSPS existed before the work when we started the project we didn't assess and check whether the quality of the improvement was complied with resilience standard. Meaning that if there would be a shake on the earth what would happen with this BSPS subs?

Target dan Program BSPS di APBN 2025

Menteri PKP menjelaskan bahwa kalau program kami jalan dan ditentukan dalam 1 bulan mungkin 2 bulan ini, kami tidak memerlukan bantuan untuk BSPS dari WordPress. Karena Pak Prabowo mengatakan kita harus berdiri di kaki kita sendiri kalau program itu jalan dan itu mungkin dalam waktu dekat akan diputuskan.

Program Urban Housing and Settlement Development Project

Dirjen menjelaskan bahwa program untuk greenable and mohon maaf program untuk urban housing and settlement development project ini kita susun kemudian ini yang sudah menyampaikan komitmen sanggup untuk membantu atau memberikan pinjaman dari STB.

Program Raisa dan Pinjaman dari World Bank

Dirjen menjelaskan bahwa dengan WordBank itu nama programnya adalah Raisa yaitu Silent and Exclusive Housing and Settlement Project. Ini ada eh pinjamannya sebesar ee R.527 juta ya.

Penjelasan Terkait Program dan Anggaran

Dirjen menjelaskan bahwa 1,5 miliar dolar. Oke, berarti berapa rupiah? Iya, iya. Enggak apa-apa. Saya baru dengar sekarang. Pak sudah dengar, sudah dipelajari.

Program Mikrokredit dan Pengembangan Ekonomi Rumah Tangga

Dirjen menjelaskan bahwa PSPS-nya selain mikrokredit juga ada pengembangan ekonomi rumah tangga membantu masyarakat untuk mereka mengembangkan rumahnya dalam bentuk warung ataupun homestay.

Bantuan PSU dan Pengembangan Kawasan

Dirjen menjelaskan bahwa PSU untuk jadi selama ini kita belum punya namanya social housing dan kita harapkan nanti social housing itu adalah penumbang yang itu disewakan pada masyarakat kita bantu linknya atau pemadang kebakarannya sehingga harga pembangunan itu lebih rendah.

Kajian dan Pengembangan Kelembagaan

Dirjen menjelaskan bahwa ada terkait dengan kajian, ada beberapa hal yang ingin kami kaji. Yang pertama adalah Undang-Undang PKP Perumahan kawasan. Kemudian Undang-Undang Rusun, kemudian ee Undang-Undang Tapera.

Diskusi Terkait BPS dan Pinjaman World Bank

Menteri PKP menanyakan terkait BPSnya nambah silakan. B sehat. Jadi kita kan sekarang pertama kali ini kan sudah.

Keputusan Terkait Pinjaman World Bank

Menteri PKP menjelaskan bahwa masuk. Jadi masih bisa ditundar dulu ya. Makanya ini sesudah saya balik dari sana masih bisa dibahas sampai ke depan masih bisa. Oke kalau gitu saya putuskan.

Penjelasan dan Komunikasi yang Benar

Menteri PKP menjelaskan bahwa yang penting bisa menjelaskan dan bisa mungkin menjelaskan dengan benar ya. Tolong kontaknya siapa namanya satu orang kasih itu satu orang dari kami Novelin yang ngonak namanya siapa?

Kedaulatan Negara dan Kepentingan Nasional

Menteri PKP menjelaskan bahwa dan tidak ada juga yang bisa menekan negara kamara kami negara yang berdaulat. Tidak ada. Saya pelajari dulu, Bu. Saya pelajari dulu. Saya mau tahu detailnya.

Kehormatan dan Kepercayaan Presiden

Menteri PKP menjelaskan bahwa pasti. Saya orang yang tidak pernah ragu-ragu untuk negara saya sesudah saya pelajari ya untuk kepentingan nasional saya. Apapun resikonya saya hadapi ya karena bagi saya ini adalah kehormatan dan kepercayaan dari presiden. Saya harus jaga.

Pertemuan dengan Menteri Bappenas dan Wamen Keuangan

Menteri PKP menjelaskan bahwa saya barusan berbicara 20 menit dengan Menteri Bappenas. Jadi saya barusan bicara Menteri Bapenas langsung untuk mendapatkan penjelasan dari Menteri Bapenas ya dan juga saya akan melaporkan proses ini lengkap kepada Bapak Presiden dan saya mengerti dan Pak ya pasti Pak ya dan saya juga akan sampaikan kepada Pak Asim sudah saya pelajari saya akan laporkan kepada tiga orang kepada Presiden, kepada Pak Asim ya dan juga saya minta pendapat daripada Menteri BEPENAS.

Kerjasama dan Promosi Makanan Indonesia

Menteri PKP menjelaskan bahwa Oke. Bapak namanya siapa? Luis. Luis. Nomor coba dari sekolis besok bisa rapat anytime bisa. Tolong prioritasin ini ya. Mungkin saya akan ajak Bapak ketemu dengan banyak pihak ya. Nomor satu, saya akan undang Bapak malam ini ke restoran saya di SBD ya untuk membantu menjelaskan.

Filosofi Kerja dan Prioritas Menteri PKP

Menteri PKP menjelaskan bahwa saya belajar dari Presiden Prabowo kerja meeting ya, music ya meeting ya, work hard wati ulati ulati good ya waktunya kerja kerja waktunya nyanyi waktunya makanmakan kita mesti tahu waktunya kerja waktunya apa. Jadi saya belajar nih saya buat ini. Saya lagi buat apa? Ee dapur. Nanti dibaliknya dapur nanti saya undang ya. Jadi nanti tukang masaknya dulu. Setelah itu baru I. Oke. Are you happy?

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

7:57 yang baik buangara yang baik orang mungkin lihat tapi bagaimana caranya eikasi

8:44 kalau kita benar enggak program perlu enggak ee bantuan darias soalnya apa dia sudah benar atau bisa enggak lebih baik lagi buat Kami sekarang memberikan DP 1 memberikan bunga 5% memberikan asuransi kalau dia sudah

9:30 mulai mikir 1 bulan, 2 bulan meninggal itu ada asuransi langsung dengan betul Pak RW ada asuransi artinya jadi pemilih mereka walaupun baru 20 tahun mereka menyusil baru 2 bulan kita kita mau membuat target itu. merasa adil dan presiden pramu sangat konsern kalau tidak menaikkan dengan pada 250.000 eh 220.000 ya tahun ini kan yang sudah diabbn kan menjadi 350.000 Dampaknya Pak kepada lapangan kerja kita tahu kita membutuhkan lapangan

10:18 satu rumah itu lima orang lima orang bekerja ya berarti 350.000* 5 Rp1.620.000 orang belum lagi saya dapat demikian dari Pak dari tadi belum lagi contoh kajang pelangganya belum lagi buat belum lagi buat Kalau Tuhan itu pertanggungjawaban kepada dan juga kepada DP bahwa ini benar

11:05 termasuk kalau ada yang perlu diaj sama kalau kita pakai walaupun Bapak Doktor dokter Kalau Bapak bayang Bapak sakit dibilang saya juga darah kamera kan begitu kemudian hasil itu akan dilihat kalau Bapak memang ada apakah perlu besarnya atau perlu ritmen biasa atau makan obatnya sel

11:51 tentu pasien harap kami pasien yang paling kami gembira siapa diasi yang ada di tempat kami ini apakah program rumah ini dsp rumah juta buat rakyat sangat bagis sekali nah program ini juga kami rencanakan tuan presiden dan duduk besar bagaimana itu tidak dikorupsi Kenapa, Pak? Jjen kami menemukan ada dugaan korupsi yang besar. Misalnya contoh di Kabupaten Semak 100 miliar. Nah, bagaimana menjaga uang ini? Berkualitas enggak ada korupsi

12:37 tetap dijaga. Bukankah tetap begitu? Jadi mau begitu ada suar ada suar ya Pak ya. Kemudian juga ee dampaknya contoh dengan 220.000 itu dampak kepada pertumbuhan ekonomi kepada berapa dengan R50.000 berkuman itu sangat mendukung target pemerintah yang mau izin prabu capai 8% sekarang rata-rata di bawah 5% kan sampai sekarang ya masih di bawah 5% kan mudah-mudahan

13:23 kami bisa menyumbangkan angka kita dalam 6 bulan terakhir bantu kami supaya dukungan dan kepertian dari presiden dan cara yang luar biasa itu kami tidak beliau-beliau yang apakah sistem kami mengurus ini sudah benar sudah presentif terhadap korupsi sudah tepat misalnya Pak Supra itu di BS ada pendaking apa Pak teknis dan dan ada dua Pak itu diaji oleh Pak ya dibayar tugasnya bagaimana mereka mendampingi secara teknis supaya rumahnya benar

14:09 dibangun sori direnovasi dan kalau BSPS itu renovasi ya jangan direnovasi dengan akademis dengan teknis supaya kokoh jangan roboh kan itu kan supaya sehat kemudian yang kedua pemberdayaan selama ini saya dengar dari Pak Fitra pemberdayaan belum pernah dievaluasi ya belum pernah dievaluasi kan sudah berapa tahun baru program sampai pernya job tugasnya apa Pak Putra yang ee pendamping pemer tugas ya tugasnya apa ada 12nya enggak P

15:03 syarat untuk jadi orang di posisi itu apa? Kamin S1. Kalau saya agak pemberdayaan itu saya ingin cari orang yang dipercaya di desa ini karena dia mesti menggerakkan menggerakkan orang mau membantu saya rumahnya Pak Seken. Kalau beliau yang menerima dia bisa menggerakkan anak-anak muda untuk membantu. Dia harus jadi orang yang percaya dia mungkin bisa menggerakkan donator-bdonatur di lingkungan itu untuk bisa membantu rumah Pak. Nah, selama ini belum ada kajian, belum ada. Padahal mungkin itu adalah bukan mungkin itu adalah program yang sangat didukung oleh DPR dan sangat bermanfaat bagi rakyat. Tentu kalau ada kajian-kajian ini saya

15:51 bisa bicaranya berdasarkan kajian ya, rekomendasi prosedur begini begegini supaya mencegah supaya tidak salah sasaran begini. supaya pendampingnya efektif sebaiknya syaratnya apa? Kalau saya, Pak, cari orang di mungkin dia ini tapi dia percaya mungkin dia tokoh tokoh agama di situ yang bisa dipercaya bisa menggerakkan lingkungan itu. Mungkin dia tokoh pemuda yang temannya banyak. Yuk kita bantu. Selama ini sudah dikelola dengan begitu belum, Pak? Jadi selama ini mengelolanya gimana, Bu?

17:18 Oke. Dia lebih administratif. Kalau yang ee teknis tadi kan ada dua kan. Teknis. Jadi dua hal yang berbeda. Yang satu pemberian nanti yang menggerakkan, membuat partisipasi, membuat gotong royong. Sama ini belum pernah dievaluasi begini kan? Ada enggak kajian untuk mengevaluasi? Padahal ini program yang sangat dicintai oleh rakyat, program yang sangat didukung oleh DPR. Kalau saya menaikkan program anggaran ini, saya yakin DPR akan

18:03 tapi saya punya pertanggungjawaban moral. Ada dong perbaikan. Ada dong perbaikan yang tadi kok bilang apa dampaknya kita? Nah, tolong bantu kami, Pak. Nah, di sini ada beberapa supaya kita pertanyaan Pak. Saya hanya mau menjelaskan tentang saya mungkin di bagaimana kita menggarap menggarap dan kita juga sampaikan itu transparansi itu luas dalam proses bukanisasi prosesnya kita belum diil apa-apa belum bersepakat ya belum bayar di sini saja kami sudah terbukanya sudah juta

18:51 proses terbuka Partisipasi dalam proses seperti Ibu Dirjan dia menyampaikan inspirasi yang ini rumah jadi 60 m ya Bu berapa harganya berapa sekarang itu kebanyakan karena di kota juga banyak orang yang sementara ke kota kalau dia lihat dia harus transportasi lama ketemu keluarga

19:38 lama ketemu dari diskusi ini banyak enggak pemilama anak muda milenial yang ingin punya rumah di kota dan bersedia dengan ee syaratnya apa tempatnya kecil Tapi menarik Selama ini responnya mungkin tidak sama

20:24 ya, mungkin di yang sebelahnya kita beda. Kalau anak muda ee lokasi, desain, harga atau ukuran. Urutannya nomor W. Kalau yang gitu tapi itu belum berdasarkan kita tidak dianggap bicara tanpa jangka tanpa. Nah, itulah sebetulnya. Jadi saya ee mau menyampaikan kita

21:10 berusaha kebetulan ada waktu kita minggu lalu kita undang anak-anak kita wartawan-wartawan kita dapatnya ya ngomong satu-satu tapi saya rasa itu baru sebagian belum bisa dikatakan ibu sudah undang berapa komunitas komunitas apa aja blankker muda rata umurnya berapa sudah belum? Ada. Oke. Ee dia pelaku wisata atau

21:57 masyarakat? Ya, berarti dia pelaku pelaku dia hidup dari wisata menjadi tour guide turge. Jadi ekonominya dari situ berapa orang ini yang bengger tadi itu sudah ya. Yang ketiga artinya mereka olahragawan.

22:46 Oke. empat karena itu pasti enggak itu mereka pekerjaannya. Arsitek CPNS di Jakarta

23:32 di jam berapa? Eh, apa pasti ada kokot kan? Iya kan? Jadi tap dihormati dan apa yang kami tawarkan saya melibatkan masyarakat sebelum kita ini bagian. Jadi di sini kita mau melihat dinamikanya sebagai permukaan. Nah, ini yang perlu saya rasa kita juga

24:19 melibatkan masyarakat dalam proses dan kita enggak usah diri itu ditentang kita itu masukan buat kita itu untuk memproduksi dan kalau memang ee ada aturan-aturan yang tidak berboleh kita bisa ya dalam berbagai kalau tidak bisa yang punya regulasinya, yang punya kualitasnya tidak karena niat baik kita tentu tidak boleh tapi kita berani membuka suatu yang tidak niat kita baik ya bagaimana menyiapkan perumahan yang ee terjangkau yang lebih strategis dan

25:08 lebih politik dalam rakyat juga seperti jadi saya berani kan di situ mungkin ada kritik dan itu dalam prosesnya ter sayaak saya yang paling saya ingat dalam partisipasi atau saya selalu ada contoh negara dengan partisipasi rakyat yang tinggi mengaj tinggi terhadap anggaran tugas program pram di depan itu mengakibatkan tingkat korupsinya yaitu negara.

25:53 Jadi, bagaimana kita menggunakan dan memanfaatkan secara positif pengawasan. Sebagai contoh juga harusnya 2 minggu lalu kita lanjut ya, Bu ya. Tapi dari sementara saya kegiatan hari ini kita mau membuat dan melantik asosiasi warga penghuni rumah asosiasi keluarga penghuni rumah dan selama ini Kita hanya punya asosiasi pengembangan ada rei impera dan

26:42 ini penting supaya pengembang serat istilah menjalankan tentang pembiayaan lahan ya tentang insentif yang perlu diberikan perlu diberikan. Tapi kalau kita mau bicara sama konsumen selama ini kita enggak ada wadahnya. Saya buat doain dengan cara ini ada kami sebagai ee pemerintah kami bisa mendengarkan secara faik dari pengembang maupun dari jadi kenapa kami dapat dan badan pembangunan negara di bidang perumahan seperti ini terutama

27:28 pengajiannya Intinya satu aja. dilihat ada ketidakomitan ataukah antara yang disepakati dan yang nah inilah kita bisa wadahi untuk pengembang banyak Pak yang banyak yang tanggung jawab konsumen juga sudah saya pelajari ya mungkin ada juga yang mungkin ee perlu diedukasi kita negara contoh waktu kita menjadi itu fotonya waktu ee bisa kok pakai dengan di depan ini Pak dan juga

28:17 masyarakat Pakinya dan mulai ada pembayaran Pak bulan Juli habis dari baru yang menangani ya kita membuat namanya aplikasi banyak benar PKP jadi kalau ada ada yang kan bukan negara juga membela dalam menyus nah itu kita lakukan nah itu yang saya mau ceritakan keseluruhan mudah-mudahan Bapak bisa saya pengin Bapak mender kalau bagus katakan bagus apa yang peru diperbaiki apa yang sering ditulis apa yang disupaya itu dan kami akan jalankan

29:05 sehingga demikian itu RUI yang baru ee mendapatkan penghargaan nomor 189 ya di dunia itu tentunya bisa membantu kami supaya kami bisa melayani rakyat dengan lebih baik dari itu aja salah satu poin yang mau dibahas tadi bahwa BSM apa cuma ini dan mungkin saya masukin poin lagi itu Pak Putra benar PK bagaimana kemudian bagaimana dampaknya kepada kepada pertumbuhan ekonomi kepada ee pengurangan penguguran, pengurangan kemiskinan itu saya mau sampaikan dalam Pak Rektor ya utuh ya itulah yang mau menjadi bagian dari kalau boleh

29:50 rekomendasinya jelas Pak apa yang perlu kami perbaiki prosedur sistem angg anggaran orang apa gitu ya, Pak ya. ini tajam, Pak. Jadi kalau kita ke dokter jelas itu saya ini gembukan ya diet karbohidrat ya kan ya se olahraga kan gitu. Ini kan ada rekomendasi konkret terus makan obatnya begini satu hari mesti berapa langkah ya jalan begini. Jadi ada ada rekomendasi yang kuat gitu Pak yang perlu kamu. Nah itu kami kami maunya begitu. Saya rasa itu saya persilakan mungkin dua orang sean penambahan kami mendampingi Pak Putra dulu silakan Pak Putra supaya tepat sasaran ya apa yang

30:36 kita mau yang bahaya itu Pak kita mau bekerja sama ee tidak tidak paham tidak jelas apa yang kita mau kan gitu Pak ya gitu jadi supaya jelas silakan Pak Silat Pakus Satu hal berarti yang semalam mungkin bahwa kita ingin tahu bahwa ada zina mungkin apa ya tahu karena perhimpunan selama ini ada di daerah

31:25 ada PPN Palau kami ingin mendapatkan dari poin-po yang menjadi kemungkinan akan produksi atau ekonomi tinggi gitu. itu yang kita sehingga kita bisa berdiskusi mungkin gitu, Pak. Bagus, Pak. Terima kasih Pak. Saya memang kita juga dapat banyak masukan masih ada yang seperti itu ya kalau di ya dari Pak Traga ahli juga masih begitu ya. Bapak setuju sama Pak Jul ya Ibu Dirjen setuju. Nah, tapi jangan cuma identifikasi aja Pak Usulan

32:11 solusinya apa? Kan kayak ke dokter, Pak. Jangan. Wah, ini Pak Arad juga bukan ya. Solusinya apa? Ar itu kan makan karbo kan malam paling lama malam jam . malam kan gitu, Pak. Bapak kasih kasih treatmentnya apaak? Karena kalau ee ada ekonomi biaya tinggi atau ada tinggi atau apapun namanya menurut saya pada akhirnya tidak dibebankan kepada pengusaha pada konsumen. Pada akhirnya konsumen sendiri yang akan jadi dirugikan karena itu akan dibebankan sebagai cost kan gitu ya akhirnya kepada konsumen Pak. Nah, kalau itu bisa hilang logikanya

32:57 konsumen akan diuntungkan, harganya akan lebih Bu Dirjan silakan. Bagus, Pak. Thank you. Baik, terima kasih Bapak ee yang hormati Putri Warwarek Bapak Ibu sekalian. Jadi ee kami ditugaskan dengan RU terkait dengan bagaimana kita ee program FLPP yang selama ini sudah berjalan yang tahun ini adalah alokasi terbesar selama FLPP ada yang biasanya di sekitar Rasp20.000 saat ini kita alhamdulillah 10.000 itu luar biasa menjadi Rp350.000. Nah, dari program-program LPP yang sudah kita jalankan, kami mohon untuk juga dari UI bisa mer-review terkait dengan

33:44 proses-proses FPP tersebut dan paling penting adalah bagaimana strategi pencapaian untuk bisa target Rp350.000. Bahkan Pak Menteri memintanya tuh di Agustus, Agustus bisa selesai. Kira-kira seperti apa ee kunci-kunci keberhasilan supaya ee target itu tercapai. Yang kedua adalah bagaimana sebagaimana kita ketahui bahwa perumahan itu menimbang ee pertumbuhan ekonomi luar biasa karena ada 185 sektor yang kemudian menjadi ee akan meningkat sektor ikutan pada saat kemudian program perumahan dilakukan. sehingga kami sangat yakin bahwa ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi seperti harapan atau e arahan Bapak

34:30 Presiden bahwa kita ee percaya bahwa ke depan bisa sampai ke 8%. Jadi kita ingin tahu betul kalau 350.000 unit kita capai itu bisa menyumbang ekonomi berapa, lapangan kerja berapa, termasuk juga pastinya pengentasan kemiskinan karena rumah adalah starting point masyarakat untuk bisa baik. Demikian demikian Pak ee coba saya minta pendapat saya apa yang beliau ini ee komisioner Kera saya rasa ee prestasi yang paling luar biasa 3 bulan pertama ini sudah 3 bulan pertama tahun lalu naik 1100%.

35:16 Ini belum ada UI-nya, Pak. Sudah naik 7%. Tentu kalau ada kajian UI, Pak Er naiknya harus lebih dari 11% ya kan. Ini tanpa UI aja sudah 11% ya kan. Masa kalau ada UI-nya turun ya enggak? Baikimasih, Pak Menteri yang kami hormatan Pak Menteri Pak kita sudah disampaikan Bu izin Pak bahwa FLPB atau biasa disuh KPR Sejahtera KPRI Sejahtera FLPP ini merupakan produk yang menarik Pak karena memberikan negara hadir ya mengafirmasi MPR ya. itu merupakan masyarakat yang memilai ketebatan daya beli sehingga perlu afirmasi negara untuk memperoleh rumah

36:03 kan seperti itu Pak. Nah, FLPP ini memang dalam tanda kutip subsidi tapi tidak real subsidi seperti gur Pak. Kalau gitu kan subsidi bunga, Pak. Bunganya subsidi supaya rendah di user ini subsidi dalam bentuk penyediaan likuiditas melalui kami dan perbank ya. dengan penilan likuiditas bank tidak perlu pakai dana pihak ketiga, maka cost of fund bank bisa turun sehingga user bisa hanya 5%. Nah, ee ini barangkali kalau tadi Bu Sri konsern bagaimana ee target pencapaian ya dari kuota yang 220.000 naik luar biasa sepanjang republik ini jadi Rp350.000 karena tertinggi untuk kuota FLPP Pak Menteri di 2023 hanya R299.000 ya sehingga 350.000

36:48 U itu kenaikan yang sangat signifikan dalam rangka membun juta rumah. Nah, memang kami mungkin perlu kajian yang lebih pris ya dari sisi demand ya. Apakah ada sensitivitas misalkan ee dari pelemahan ekonomi ya, kemudian juga penurunan daya beli masyarakat ya terhadap ee pertumbuhan. itu yang mungkin perlu kajian akademis dari UI yang mungkin bisa menjadi mirroring dari kami. Terus sebenarnya kalau kondisi seperti itu apa yang harus dilakukan oleh BBTERAT sebagai operator ee untuk mengelola FLPP ya. Kemudian juga faktor-faktor lain yang menyebabkan penurunan kualitas dari debitur ya.

37:36 Selain pelemahan daya Bali apalagi di misalkan terkait dengan lokasi yang jauh dari tempat kerja, kualitas pengembangnya, kualitas rumahnya dan sebagainya. Apakah ada pengaruh itu terhadap apa misalkan naik turunnya ee minat masyarakat untuk membeli produk AKP? Kemudian dari sisi supply, dari sisi pengembangnya ya ini juga ee apakah ada misalkan ee sensitivitas terhadap kebijakan pemerintah yang menduduk sektor perumahan ya yang itu bisa menggairahkan minat pengembang untuk mengembangkan ee produk-produk FLPP ya, biaya existing maupun perluasan nantinya ya. Misalkan dengan tit inovasi rumah dalam Pak Menteri selain yang KPR yang saat ini ya. ya itu mungkin perlu perlu kajian

38:23 secara lebih mendalam ya. Kemudian juga apa yang dibutuhkan mungkin insentif apa yang nanti dibutuhkan oleh ee pengembang yang itu bisa mendorong mereka untuk mengembangkan atau meningkatkan kapasitas produksi di KPRFLBP. Nah, matching antara SA dengan demand ini yang perlu kajian sehingga kami bisa mem-follow up nanti action di lapangannya. Mudah-mudahan langsung ada apa ee polusi recommendation atau ee saran-saran apa yang harus action yang harus dilakukan oleh BPA sebagai operator investasi pemerintah untuk Demikian mungkin Pak. Terima kasih Pak. Jadi saya nanti jangan lupa nanti diingatkan ya. Ee habis ini saya minta nanti semuanya

39:11 ee tertulis ya masing-masing dirigen menyampaikan konsep sesuai bidangnya dan bidang. Contoh Pak Putra itu ada konteksnya sebagai ee kawasan ee pemukiman dan apa? pemukiman dan ee pesisir konteksnya. Kemudian juga dengan tugasnya di luar itu Bapak menjadi koordinator untuk BSN. Jadi, jadi masing-masing itu fokus ya dengan apa yang menjadi jabatannya dan tugasnya. Bapak tidak ada jabatan menjadi apa dirijen BSPS tapi menjadi

39:56 koordinator BSPS kan itu Pak ya. Jadi tolong jangan sampai ada kelupaan, Pak. Dan itu tolong nanti dibuat grupnya aja dengan UI supaya nanti Pak Rektor sama saya bisa monitor. Tolong jangan sampai ada yang kelupa dan jangan sampai pemahamannya berbeda. Aa, Pak Putra ee pemahamannya soal tadi yang kita diskusikan ee pendamping soal pemberdayaan bagaimana mohon maaf nih ee UI-nya juga mesti mengerti bahwa itu yang perlu ditelitinya ya kan selama ini setelah belum ada penelitian. selama ini syaratnya S1 bagi saya enggak terlalu penting satu S1 yang palingping penting bagi saya adalah dia bisa

40:42 dipercaya dan menggerakkan masyarakat di tempat ee bantuan itu diucurkan bantuan negara bagi rakyat. Dia bisa dipercaya di lingkungan itu dan dia bisa menggerakkan lingkungan itu untuk bisa bergotongroyong. Apakah tenaga, apakah pikiran, apakah juga mungkin bergotongroyong dalam bentuk dana atau barang itu bagi saya lebih yang paling penting itu. Nah, dan bagaimana bisa menemukan orang itu, Pak? Kan ini butuh banyak nih, Pak. Bagaimana caranya bisa menemukan orang itu dalam waktu yang singkat? Kan gitu, Pak. Iya, kan, Pak? Nah, apa metodologinya seperti apa? supaya kita bisa menemukan orang yang tepat dengan kriteria tadi

41:28 sehingga sesuai dengan namanya, Pak, sesuai dengan tugasnya ya. Pendamping untuk pemberdayaan. Kalau pendamping pemberdayaan dia tidak menambah, tidak ada orang yang satu orang pun yang menambah bergotongroyong. Tidak ada lagi misalnya tenaga atau apapun tambahan. Berarti menurut Pak Fitra tugas dia berhasil enggak? Nah, sebaliknya nanti kalau boleh Pak Fitra kita buat database. Nah, harus dievaluasi. Jadi orang-orang yang tidak berhasil ke depan jangan direkrut lagi, Pak. Sebaliknya orang yang sudah berhasil kerjanya itu kita undang, Pak. Jadi kita jangan buka pendaftaran baru lagi, Pak. Kalau orang-orang yang memang sudah teruji bagus, ya kita lanjutkan tahun

42:16 berikutnya, Pak. Tetapi yang tidak berjalan dengan sesuai dengan tugasnya ya jangan kalaupun dia mau jangan jangan lagi dipakai lagi Pak. Menurut saya itu yang harus kita lakukan itu baru namanya adil. Izin, Pak ya. Bapak dengerin dulu nih supaya saya pengin Pak Rektor dengerin karena saya kan banyak ngan Pak Rektor nih nanti nunggu Pak Rektor baru sekali nih nih dua kali supaya nanti mengeksekusinya saya takut nanti ada gap antara pemahaman sama eksekusi. Nah itu kadang-kadang itu Pak antara pemahaman dan eksekusi saya terang di tempat ini sering terjadi gap antara pemahaman yang baik niat yang baik dengan eksekusi. itu akan suatu saat Bapak menjadi eksekutif itu tidak mudah antara

43:02 lihatnya semua baik semua baik jujur kerja keras apa tapi antara pemahaman dan eksekusi itu kadang-kadang ada contoh nanti kita akan bahas bagaimana kita bekerja sama dengan Worldbank pasti kalau ditanya mau enggak menjaga uang negara ya itu kan namanya ee apa loan ya loan ya Pak ya berarti hutang kan nah berhutang bagaimana kita berhutang dengan benar. Perlu enggak kita berhutang? Ya, ini kemahalan enggak? Ini untuk apa? Worthed enggak, Pak? Saya sama Bapak aja mungkin enggak sampai R miliar aja kita rapat sampai sini ya. Karena bertanggung jawab publik ini bukan uangnya saya, Pak. Uang negara

43:49 ya kan. Jadi saya juga mau didik ke kementerian saya. kita hati-hati dan bertanggung jawab penuh menggunakan ruang negara dan ngegampangin aja. Silakan izin ee tidak ada pertanyaan dari enggak ada yang berani beri saya dulu dari pagi tidak ada masuk enggak ada masukan secara tapi mereka senang kalau kepentingannya diperjuangkan dan mereka menganggap kita sudah mengerti begitu gitu Pak begitu Pak Toto Ya, ya. Jadi mereka tidak mau menyampaikan, tapi mereka berharap kepentingannya

44:34 diperjuangkan. Begitu Pak Jun, ya. Iya, kan? Ya, begitu, Pak. Nah, jadi kita juga bisa kalau ditanya sama Pak Ding kemarin ya kan saya juga pernah tanya apakah masih ada fungsi di kementerian saya atau di apa di lapangan jawabannya gitu. kirim pasukan. Gus kirim pasukan enggak ada gitu, Pak. Nah, gitu, Pak. Tapi kalau diurusin tapi kalau saya tanya nih, saya tanya di depan langsung ya, Pak ya. Ibu Dirjan sering ke lapangan masih ada enggak, Bu, pungli atau pungutan liar dalam satu perumahan? Banyak, Pak Fitra, sudah, Pak Toto,

45:20 Pak Jun masih ada enggak? Enggak, enggak. T masih ada. Bukan gini masih banyak. Nah, Pak ini Pak Seng. Tetapi kalau ditanya pengusahanya, pengusaha enggak berani ngomong apalagi kalau suruh bikin masukan jelas tertulis enggak berani Pak. Tapi kalau diurusin senang enggak, Pak Dok? Kalau itu hilang senang enggak? Tapi kalau disuruh lapor berani enggak? Nah. Ini Indonesia, Pak. Iya.

46:13 Yang ngelaporin sama ya. Itu, Pak. Yang melaporkan itu malah jadi sulit kan gitu. Jadi orang jadi kapok melaporkan yang benar. Nah, ini yang kita kan tidak boleh begitu. Kalau tadi Bapak bilang impact, tolonglah impact penelitian ini impeknya besar. Pasti bagus buat negara, rakyat, tadi dan saya yakin bagus buat UI karena penelitian dari UI yang dilakukan itu akan sangat berdampak dan saya yakin nanti UI mudah-mudahan bisa nomor 150, Pak. habis penelitian ini, Pak ya. Nanti yang umumin riba ya. Jadi kami nanti Bapak ini kita jalan

47:00 Bapak ngumin sendiri jelaskan sendiri. Saya maunya mungkin dengan bukti apa-apa segala macam ya dengan fakta terbuka Pak terbuka jadi uji publik Pak ya supaya dan masukan ke kami juga terbuka Pak Ara yang harus perbaiki ini ini ini ini. Sampaikan, Pak. Saya tidak akan memfeto satu kata dan enggak usah laporin sama saya, Pak. Habis penelitiannya kita sepakati selesai langsung Bapakumin aja gitu ya. Jadi saya tidak dalam kapasitas untuk baca dulu kemudian mengurang-mengurangi, menghalus-haluskan enggak apa adanya gitu. Saya tahu kok di kementerian saya masih banyak yang harus dan saya senang kalau masuk dari lembaga yang kredibel deng baik tapi saya

47:46 berhasil ee mengampung beberapa ee tempat kemudian tingkat partisipasi tadi baru masuk

48:34 kemudian untuk jantungan dan jadwal ee yang lalu kemudian kita sementara Tapi pembatasan 2 minggu kemudian lalu kemudian besar korupsi

49:20 teks panjang teror ekonomia tinggi tapi itu sekali lagi dan mereka lalu Lalu barusan di perkembangan diskusi ini ada ketemu beberapa indikatornya seperti pengembangan seperti besar besar dampak terhadap pengurahan tinggi sebab besar

50:05 peremahan ekonomi tadi disampaikan dengan PPJ ini nanti jadi masalah bagaimana kualitas pengembangan Kemendiri sertifikat pengembangan terhadap kebijakan pemerintah. Bagaimana korelasi antara penyediaan yang paling berat sediakan banyak keadaan lalu pada menikan. Nah, itu yang saya kira ee tapi kalau terkait dengan objek penelitian kita dibatasi pada

50:50 saya pokok satu itu dua itu BSPS 3 yang BSPS BS objeknya TPRA FPLP kemudian BSB BSPS terus Perumahan Swadaya yang dibangun oleh ada kemudian yang CS ke tambakan yang bagus. Jadi begini Pak kami itu targetnya membangun dan renovasi R juta rumah membangun dan renovasi yang melakukan siapa? Satu pemerintah, dua masyarakat itu sendiri kayak masyarakat di desa-desa Pak banyak punya tanah Pak ya

51:37 yang warisan orang tuanya. Nah, bagaimana kami perlu mengedukasi mereka selama ini bahwa ini waktunya mereka membangun rumah sendiri yang mungkin kita sudah punya tang kenapa PPN-nya gratis, PPTB-nya gratis, PB-nya gratis. Jadi kita juga mesti mensosialisasikan itu secara masih, Pak, kepada masyarakat karena dulu enggak ada begitu, Pak. kemudahan-kemurahan ini terjadi. Nah, yang melakukan pembangunan ini, Pak, ingat B ujungnya kan target kami 3 juta rumah dibangun danasi itu, Pak. Ya, yang melakukan itu siapa? Ada pemerintah. Kalau berdasarkan anggaran pemerintah cukup berapa, Pak? Sejan bukan

52:23 berapa, Bu? Enggak itu kalau berdasarkan anggaran karena anggaran itu terukur. Yang tidak terukur effort kita itu adalah fasilitator dan regulator. Kan itu contoh bagaimana tadi Pak ada dukungan anggaran di tengah jalan dari kebijakan GMB ada dukungan 5 hari lalu dari dana kami. Itu bukan ada dalam dana kami tapi dari kebijakan. Itu namanya effort, Pak. Usaha gitu ya, Pak ya. Jelas ya. Targetnya Rp3 juta. Membangun dan berenovasi. Yang bisa melakukan siapa? Ya, bisa

53:09 pemerintah termasuk dalamnya satu pemerintah, dua ya pengembang, developer, ketiga masyarakat itu sendiri ya. Kemudian dari CSRSR membangun dan renovasi itu tadi. Betul K. Jadi bagaimana menggerakkan juga yang swadaya ini yang di masyarakat sendiri membangun dan inovasi ya. Nah program BSPS Kitra B itu dari negara itu memberikan bantuan Pak 20.000 rata-rata. Makanya perlu orang yang tepat untuk memperdaya supaya makin banyak 20 juta. 20 juta. Nah, jadi bagaimana kita mau mencapai 2 3 juta itu, Pak?

53:58 Saya rasa bagus ya, Pak S. Izin, Pak, Pak, Pak, dan Bapak Ibu sekalian. Kajian ini penting buat PKP jadi untuk 3.5 dan ini menjadi bagian dari sebuis ekonomi untuk mendorung kunduan 8% dan kemudian ini akan menjadi bagian dari program PKP yang menampang karena ada dua tadi subsidi menggunakan instrum dan KPK dan SPS menggunakan belanja. Nah, yang isunya adalah pertanyaan adalah kelembagaan. bagaimana Kementerian PKP sebagai pecahan dari Kementerian PUP yang selama ini lebih ke operator membangun sekarang harus terlibat dalam regulasi dan fasilitasi yang harus bisa membuat berbagai terobosan untuk

54:44 memudahkan atau melakukan berbagai instrumen untuk tadi melalui FKLPP maupun melalui PSBS. Yang kedua adalah kesiapan sumber daya manusia yang kemudian juga menjadi isu krusial bagaimana tidak hanya melakukan tugas sebagai birokrasi tapi juga nanti akan melakukan tugas kerja sama berhubungan dengan ekosistem perumahan dan untuk melakukan pengawasan di seluruh wilayah dari pekerjaan ini baik itu adalah pembangunan lima subsidi maupun dari sisi PSPS. Ini tantangan dua ini Pak Menteri mungkin yang perlu dari UI untuk membuat asesmen kesiapan organisasi, kesiapan proses bisnis regulasi maupun kesiapan SDM yang diperlukan untuk mencapai

55:32 budget baik ituP maupun di SPSI sehingga nanti dampak kepada ekonomi, kepada kesatuan masyarakat, kemiskinan itu bisa dicapai sesuai dengan tujuan. Demikian ada yang mau sampaikan lagi sudah lengkap Pak Toto. Lanjut. Baik, sedikit aja Pak. Iya, Pak. Jadi selain yang telah disampaikan Pak Menteri, Pak Sekjen, Pak Rektor, Wakil Rektor, dan semuanya, Bu Dirjen, Rumah Susun itu sekarang masih overstok 300.000 lebih. Kalau dihitung secara rupiah terhadap kredit konstruksinya aja itu di atas R

56:19 triliun. Bank yang memberikan 7uh bank termasuk Bank Mandiri. Mohon maaf kalau itu macet goling semua banknya. Jadi kementerian ini butuh masukan menurut dari penelitian UI nanti apa yang terobosan yang harus dilakukan supaya rumah susun ini terhunius itu hanya terima kasih terhuni tapi juga pengembangnya juga happy, warganya juga happy, banknya juga happy. Kita ini enggak bisa happy salah satu, Pak ya. kita berusaha happy semuanya, Pak. Itu namanya ekosistem. Harus dijaga dan diperjuangkan semua kan

57:05 gitu, Pak. Kan kalau terhuni ya banknya happy. Jadi enggak macet ya kan. Warganya juga mungkin nyaman dan enggak mahal. Pengembangnya juga jadi ya enggak jadi enggak bermasalah kan gitu. P kan sudah diingat kan mau ketemu saya lagi kan sudah disuruh mereka diskusi mikir kemarin kan kalau sudah siap. Jadi kita biasa begitu, Pak. Mengharga ekosistem sekali. Jadi para pengembang ini mau rumah subidi, mau rumah susun, mau apartemen, saya minta mereka rapat dan menyampaikan masukan kepada kanda. Regulasi apa yang diperlukan, kebijakan apa yang diperlukan, apa yang perlu kita support. misal fasilitator kepada misalnya ke OJK kenapa misalnya kepada

57:54 kementerian investasi saya pernah undang Pak Rosa, Kementerian ATR saya pernah undang Pak Muskon jadi kita menjadi fasilitator juga Pak ke BPKP Pak Jun ada satu putaran ya Pak ya nanti novelin tolong habis ini dibuat grup semuanya ada di sini kalau peru nanti ditambah dengan dua yang lain cuma apa satu semuanya aja untuk menyampaikan kasih waktu untuk menyampaikan masukan itu 3 hari deh sampai hari minggu gitu kan. Nah jadi Senin sudah jalan apa jadi konsernnya kan gitu kan Pak. Jadi jangan nanti ada yang kelupaan kan gitu, Pak. Apa sih yang menjadi konsernnya? Atau

58:39 begini aja mungkin nanti Bapak kalau masukan terlalu banyak saya minta nanti dua oranglah modun ya ee apa namanya Ibu Dirjen sama Daing ya sama Pak Toto deh bertiga ya jadi satu aja kita maunya begini gitu bisa ya begitu ya. Nah, itu tolong hari Minggu sudah masuk kepada Ibu kepada grup itu. Tapi maunya begini isunya ini temanya ini, kemudian detailnya ini ya saran rekomendasi begitu. Kalau enggak termasuk Pak RU ya mungkin begini aja di grup itu ngobrol dulu 2 3 hari kemudian dirumuskan aja sama-sama terbuka aja di grup itu ya. Saya pikir gitu aja ya. Jadi bicarain sama-sama kemudian minggu jam ee .00 malam di grup itu disepakati apa yang mau dijadikan gitu ya, Pak ya.

59:26 Ya, fokusnya ya diskusikan dulu terbuka di grup habis itu jam 8.00 Am jadi Uinya sudah 11 ini gitu ya sama saya konsen waktu Pak karena kita bukan hanya mau ngev lagi ini tidak menggunakan ke depan jadi waktu Pak jadi penelitian ini kan harus bermanfaat Pak jadi bahwa bukan hanya menyaluasi apa yang sudah terjadi tapi apa nih sarannya supaya tadi kata Pak Toto ini berapa berapa rat ribu di seluruh Indonesia overstok Ya, bayangkan Rp300.000 itu datanya dari mana, Pak? Berarti sudah 1 tahun sudah mulai terjual.

1:00:27 Ya, silakan, Pak. Izin. Saya nyampaikan satu du slide yang untuk korupsi di Uli yang ada di tatangan. Baik. Jadi ini permisi Pak Menteri di sini. Jadi regulasi kita itu disimpankan sehingga terjadi kagak dan apa investasi. Jadi mya layanan pabrik tidak boleh berus diatur. Layanan publik itu diterima untuk ditolak itu juga di kalau ditolak harus ada alasannya apa lain pabrik itu ada NSPK di sini dan semua diatur dengan delit termasuk fikti positif. Artinya kalau apabila sebuah persaratan yang lengkap lebih daripada batas waktu itu ee sah

1:01:15 menurut sendiri itu tidak jalan termasuk di hierarki perundang-undangan. akibatnya turun satu lagi di itu kita ini aja sekelas saya saja ngurus dari kalau mengurus sebuah kegiatan saya akan develop untuk di kawasan ini 2 tahun setengah dan dari mulai niat kita nah lanjut lagi lanjut lagi. Pungutan kita terlalu banyak ini pada waktu kita apa penjualan lanjut lagi. Satu lagi ada pembangunan. Jadi pembangunan sendiri kita tuh biar tidak terintegrasi. Sebetulnya kita pungutan berapa banyak. Begitu juga terhadap banyak swipping, Pak. Di sini ini pun juga banyak

1:02:00 swipping. Kalau diklik sini ini swipping ini sudah kita mintakan dari gubernur bahkan menteri bahkan pemulung pun juga diwiping di situ. Ini yang jadikan. Lanjut lagi, Mbak. Akibatnya ini akibatnya di sini. Jadi karena hierarki tidak ada kepastian hukum pasti nyalamanya sudah investasi 500 miliar bunganya saja sudah hampir 1 5 miliar sendiri kalau dimintai 1 miliar pasti dikasih ini. Ini fakta ini ini fakta dan kami pun juga kerja sama dengan KPK dengan Ombusmen apa yang perlu dikaji seperti ini dan nanti kalau toh insyaallah kalau

1:02:47 apa Pak Menteri berkenan pada membikin sebuah undang-undang mti buslo yang di dalam bentuk atau apa ee ee perumahan ini kami rapikan semua kami sudah ketemu dengan Pak Rope ya di situ dan beliaunya pun juga ee kami bisa bisa bagi tugas insyaallah bisa ee segera mengeksekusi harapannya Pak Menteri. Saya kira gitu. Terima kasih. Iya, Pak. Ini kesulitan di lapangan ee semua di lapangan tapi tidak semua berani mengungkapkan tadi yang saya juga berusaha untuk memahami ya psikologi dari teman-teman kan gitu kan. Pusah kan pasti tidak mau

1:03:34 ada publik. Pasti kalau syaratnya sudah terpenuhi ya maunya cepat diizinkan. Kan begitu aja simpel aja kan. Nah walaupun sebaliknya kalau syaratnya tidak terpenuhi ya harus dipenuhi dulu kan baru diizinkan. Enggak boleh misalnya ee ada upaya syarat tidak terpenuhi tapi mau diizinkan. Itu juga enggak boleh, Pak. Kan kita juga harus adil nih per melihat masalah ini dengan dengan utuh ya. Enggak bisa kita mau minta cepat disetuju tapi tata kelolanya aturannya enggak terpenuhi. Syaratnya enggak terpenuhi. Jadi itu yang penting bagi saya. Problemnya adalah kalau syaratnya sudah dipenuhi tapi tidak dikasih izin kan itu Pak. Itu kan Pak Uhannya kan.

1:04:20 Dan jadi lambat kan tadi Bapak bilang uangnya uang bank sebagian ya. Jadi kan ada beban kepada bank membuat menjadi tekanan bagi saya rasa kami berusaha 1 jam ini, Pak untuk menjelaskan dengan jelas dan saya senang karena Pak Rektor mendengar nanti ada YouTube-nya Bapak bisa putar dan saya pengin juga supaya kita terbisa, Pak menghadapi masalah ini. Semoga Bapak bisa melakukan penelitian yang konsultasi yang baik, Pak. Dan semoga ekonomi biaya tinggi di sektor perumahan dan sektor lainnya tidak ada di Indonesia. Ujung-ujungnya rakyat diuntungkan, pengusaha ada kepastian ujung-ujungnya kan itu ujungnya. Jadi costnya turun, Pak. Kalau costnya dari

1:05:07 yang sebenarnya turun berarti rakyat di rumahnya kan lebih murah. Karena beban-beban tadi yang sampaikan oleh Pak Jun dan Pak Toto itu dibebankan oleh kepada pengusaha atau kepada konsumen? Konsumen, Pak. Makanya ujungnya jadi konsumen yang rugi, Pak. Nah, ini saya minta silakan Pak Rektor ya. cepat

1:06:08 Iya ya betul Pak. Silakan dirubuhkan itu bagus pada ujungnya bagaimana kesiapan kita harus siap dengan hukuman luar biasa pada tadi dari Bapak Presiden, dari DPR dari Bank Indonesia dariuangan ini kan dukungan yang luar biasa kan ya dari perbankan kami harus siap Pak dengan kepercayaan yang luar biasa juga kami harus bekerja lebih cepat lebih benar. ya lebih tepat lebih bersih ya Pak ya itu tunjukannya begitu karena kan dukungan-dukungan itu bukan di akhir

1:06:54 tahun bukan di awal tahun ini, bukan di akhir tahun lalu dijalan tapi yang Bang Indonesia tahun bulan apa Pak ee April ya April tahun ini kan dan antara baru 5 hari lalu jadi kita dituntut harus siap Pak bekerja keras bekerja cepat. Saya hanya mau menjelaskan lengkap supaya Bapak mengerti bahwa ini persoalan atau tantangan yang luar biasa. Tapi kita yakin kita selesaikan seperti Bapak kan optimis bisa selesaikan. Silakan Pak Rektor sudah. Baik ee terima kasih. tadi kalau kita tangkap ada tiga tapi merealisasikan tadi ya

1:07:42 50 atau 4us empat orang dulu ya dan kemudian adalah 2 juta nah kemudian yang adalah sori ini ada workbanknya sudah datang belum engak pakai aja sini ikut ngobrol kasih duduk buat duduk sini 3 minggu biar kita ini jelasin ya caranya terbuka ya. Tolong siapin kus ya, Pak ya. Enggak apa-apa ya Bapak supaya ee bagus Pak. Jadi saya juga efektif Pak saya rapotnya terbuka kok. Ee dampak pertumbuhan Pak mulai sudah datang ya. Dan mereka juga menjelaskan ini bagus, Pak. Ya,

1:08:29 MBank ini, Pak. Tadi yang Bapak sampaikan Pak Jun mungkin sampaikan kepada UI itu hasil penelitian Bapak atau info apa dasarnya apa Pak? Oke, ya. Dir itu ada program, Pak. Jadi setiap bulan itu kita dari apa ee setiap program itu ada program bagaimana pengusaha daerah itu jadi rumah di daerah sendiri. Ee itu setiap bulan kami dari provinsi ke

1:09:15 provinsi dan kami kerja sama dengan KPK. Kami pun juga di KAD Pak. Jadi kami juga anggotanya Pak Pahala. Kami di situ itu jadi pencegahan. Jadi KD itu ada bentukan. Kami juga koordinasi dengan eh ombus, Pak. Jadi beberapa kesimpulan daripada kami ee di daerah ee antara pelaku usaha Ombusmen dengan KPK kurang lebih itu hasudnya. Halo, apa kabar? Thank you. Ketemu lagi ya. Kalian ketemu saya kapan ya? Awal tahun lalu ya. Last time last time with the hotel. I Indo. Tapi kantor saya datang awal tahun lalu ya?

1:10:03 Iya awal tahun lalu ya. Ya. Halo, apa kabar? Yukar. Saya lagi ketemu dengan UI ini rektor UI ya. Oke. I ini UI baru mendapatkan peringkat meningkat. Tadinya di atas 200, sekarang jadi 118 189 terbaik di dunia.

1:10:55 Mana nobelin yang lain? Janjan yang lain apa tadi? Pak Pak Fitra yang tadi Pak Aziz mana? Ya, ini I kantor kita punya tiga kantor. Kantor yang pertama yang waktu itu Ibu datang ketemu saya di daerah Blok Mok ya. Yang kedua kami di-support sama Bank Tabungan Negara di Tebet satu gedung. Oke. Ya, kita kerja sama kita kompak ya. BTN adalah bank penyalur rumah yang paling besar 220.000 rumah tahun ini ya. Kemudian yang ini

1:11:40 kami mendapatkan dua lantai dari Bank Mandiri. Di sini ada ee kantor saya dengan Sekjen dan Irjen di BTN itu ada ee apa ee Dirjen Kota dan Dirjen Desa. ee di daerah Blok M yang Ibu datang di situ ada WAMEN, ada Dirjen Tata Kelola, dan ada ee Dirjen ee kawasan pemukiman dan ee I apaik silakan. Iya. I kamu jelaskan sini. Sudah yang lain benarnya Pak Fitra, Pak Ibu, Pak

1:12:29 apa ee Bu Dirjen mana yang lain kasih tahu jam . Jam . Kami ee hari ini ee pembicaraan saya ketiga atau keempat dengan Bapak Rektor. He. Kemudian tim saya paling tidak sudah ketemu berapa kali dengan Pak Wakil Wakil Rektor? dua kali ya, dua kali. Ee kami sangat serius untuk mengelola keuangan negara kami sehingga kerja sama kami adalah bagaimana kita ee ada konsern beberapa hal ee seperti satu rumah subsidi bagaimana peningkatan yang luar biasa

1:13:16 dari 220.000 menjadi Rp350.000 ya. Bagaimana itu bisa dikelola, diserap dengan tepat waktu dan berkualitas. Karena rumah subsidi satu rumah itu ada lima pekerja. Kalau kali 5 berarti ada Rp1.650.000 pekerja yang bekerja dari satu proyek cuma tinggi aja. Belum lagi industri tambahannya ada 180 lebih seperti pasir, semen, kayu ya aluminium dan sebagainya. Belum lagi ibu-ibu yang jualan warung untuk pekerjanya, belum lagi super truk dan kneknya. Nah, kami mendapatkan kepertian luar biasa dari Bapak Presiden, teman-teman DPR, kemudian Bank Indonesia sehingga kami ee wajib menyiapkan diri ya lebih

1:14:05 siap, lebih bersih, lebih profesional, lebih cepat, lebih tegas, dan transparan. Nah, yang kedua program BSPS. BSP itu adalah program untuk membantu rakyat kami yang masih membutuhkan satu rumah dapat R juta kecuali beberapa daerah seperti Papua lebih karena ada barang yang lebih mahal. Nah, yang sudah dianggarkan hari ini rumah sui berapa, Pak? 380.000 rumah ya, Pak? Pak Fitra ya. 380.000 rumah ya. Tapi kami dalam pembicaraan untuk meningkatkan secara signifikan. Nah, kalau ini terjadi kami juga harus siap. dengan pendamping-pendamping yang bisa memaksimalkan pendamping secara teknis dan secara pemberdayaan. Teknis

1:14:51 artinya bagaimana mengedukasi rakyat, mendidik rakyat supaya bisa membangun rumahnya dengan kaidah-kaidah teknis yang benar ya, dari bahannya, dari desainnya. Kemudian juga yang pemberdayaan mereka didampingi juga pemberdayaan bagaimana bisa menggerakkan masyarakat di sekitarnya untuk bergotong-royong. kami bangsa yang mengedepankan gotong-royong. Gotong-royong tidak selalu uang, bisa tenaga, bisa pikiran, bisa waktu dan sebagainya. Nah, dibutuhkan orang untuk bisa menggerakkan. Selama ini program ini mungkin belum pernah dievaluasi secara komprehensif. Nah, kemudian juga kami ada ee bagian dari fasilitator. Kami buat program

1:15:36 benar PKP, tapi bagaimana mengerjakan biasanya ada masalah antara pengembang dan rakyat. Nah, bagaimana ada solusi itu seperti yang janjen kami lakukan dengan baik, Pak Fitra. Benar, PKP dan itu bisa contoh yang baru kami lakukan soal Mearta pengusahanya juga punya etikat baik dari Lipo. Ya, pembayaran sudah mulai dilakukan. Kita mencari solusi. Kita bukan mau memperkeruh masalah, tetapi kita mau menyelesaikan masalah. Dan kami senang karena dari yayasan lembaga konsumen dan badan konsumen negara kami mendapatkan laporan dan masukan 10 tahun terakhir ini paling banyak masalah soal perumahan dan kami menyelesaikan masalah yang paling banyak dilaporkan Sikarta dan saya senang sekali karena semua pihak sangat

1:16:23 membantu, pengembangnya sangat membantu dan juga daripada konsumennya sangat membantu. Jadi hal-hal ini kami lakukan. Nah, ini saya minta dikaji oleh UI yang baru dapatkan nilai 189 terbaik di dunia. Saya harap UI ini juga izin kami lakukan ee biasa terbuka dalam YouTube ya. Jadi saya izin Ibu ya. Jadi Ibu waktu itu pernah tanya sama saya kan ee waktu rapat di tempat saya kan. Ibu dulu agak keberatan ya. Betul ya. Saya tidak mau kalau rapat di tempat saya terbuka karena saya percaya dengan ajaran Presiden Prabowo waktu saya direat di AKnil bahwa negara dengan korupsi yang rendah itu kalau pengawasan publiknya tinggi. Apalagi kami akan mengurus sama

1:17:10 Ibu ada rencana bagaimana bekerja sama. Saya dengar ada bicara soal loan. Loan artinya utang kan ya untuk program-program yang ada. Artinya saya mau mengelola keuangan uang negara kita, uang rakyat kami dengan tanggung jawab dan rakyat berhak tahu apa yang kami lakukan. Ya, jadi Ibu enggak enggak keberatan nanti terbuka kan? Tidak keberatan terbuka kan? Oke, Deal ya. Jadi saya hormat ya karena Ibu saya tahu waktu awal tahun lalu sempat agak keberatan bicara terbuka. Betul ya Bu ya. Nah, sekarang saya pikir kita bicara terbuka toh kita tujuannya semua baik ya semuanya tujuan sayaudit Pak Bu sama BPK BPKP dan kalau saya melanggar aturan

1:17:55 korupsi ya saya harus siap mempertanggungjawabkan dan saya harus menjaga keuangan negara ini dengan benar. Oke. Baik. Jadi saya tadi sudah menjelaskan kepada Rektor UI dan jajaran apa yang kami butuhkan soal DSPS, soal ee FLP, soal benar PKP, soal dukungan di tengah jalan yang begitu besar. Tolong kami dibantu dengan UI yang sangat credibel, sangat ee akademisnya sangat bagus dan dirjen-dirjen saya, saya tanya kemarin mau siapa Ibu Dirjen sama Pak Dirjen semua sepakat sama UI ya? Boleh tahu kenapa Ibu Dirjen maunya UI?

1:18:42 Hasilnya bagus. Jadi hasil konsultasi itu dilaksanakan bagus dampaknya. Itu alasannya Pak Fitra. Kenapa soal apa dampaknya baik? Penelitiannya bagus. Soal BB3. Oke. Biayanya berapa? Berapa biayanya berapa? R00 juta. Sua kelola artinya apa, Pak? Tanpa tender. Oke. Saya hanya mau menjelaskan kepada Ibu

1:19:28 bahwa kami sangat transparan. dalam proses ya, bukan sudah ada keputusannya baru kami sosialasikan ke publik. Saya bukan orang seperti itu. Jadi proses itu penting. Partisipasi rakyat. Kadang kami mendapatkan kritik dalam proses. Enggak apa-apa kami harus terima. Sebagai pejabat negara kami enggak boleh anti kritik. Sekarang misalnya Ibuan itu sekarang dapat mendapatkan banyak kritik tapi banyakan musuh masukan, tapi dia tujuannya baik ya. Dia berani lakukan itu. Coba Ibu ceritakan. sedikit mungkin dalam bahasa Inggris apa yang Ibu alami, apa yang Ibu perjuangkan supaya agak jelas. Silakan Bu dalam rangka

1:20:16 dalam rangka bagaimana ee program rumah subsidi ini ee perluasan aksesnya bisa lebih meningkat. Jadi ee yang sekarang peraturan menteri, keputusan menteri terkait dengan ee fitur rumah subsidi itu ee adalah 21 m² sampai 36 m² luas bangunannya dan luas tanahnya 60 sampai dengan 200 m². ee berjalan baik. Tetapi ada banyak masukan juga pada kami terkait dengan terutama para generasi muda yang memang sangat menginginkan rumah subsidi ada di sekitar perkotaan. Jadi kalau hari ini kita melihat Masidi di sekitar ee dekat

1:21:03 dengan Jakarta misalnya, ini tidak bisa kita temukan karena memang harga tanah yang tinggi di perkotaan sehingga dari sisi harga tidak bisa memenuhi ee harga dari persyaratan rumah subsidi yaitu sekitar R5 juta sampai 185 juta ee per rumah. sehingga kemudian kami berkumpul bersama sesuai dengan arahan dari Pak Menteri untuk dengan asosiasi pengembang, dengan perbankan dan seluruh stakeholder untuk membahas terkait bagaimana kita membuat desain yang menarik ya dengan luasan yang lebih minimalis sehingga harapannya rumah itu bisa lebih dekat ke aktivitas masyarakat untuk bekerja.

1:21:49 ee selain dekat dengan aktivitas juga kita ee berharap atau kita menghitung bahwa ee harganya pun lebih affordable lagi sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang bisa memanfaatkan rumah subiti tersebut. Jadi yang kemarin kami ee tawarkan di dalam draft capman yang kita buat adalah tipenya tipe 18 untuk bangunan dan 25 m untuk tanah. Ya, ee saat ini kita terus berdiskusi, meminta masukan, kita secara resmi bersurat ke seluruh stakeholder ee kami dari Asosiasi Pengembang, dari Ikatan Arsitek Indonesia dan lain-lain ee asosiasi pengusaha untuk meminta masukan. Ya, saat ini memang ee banyak

1:22:34 pro dan kontra gitu ya, tapi kami ee semangat untuk terus mendiskusikan sampai nanti ada titik temu gitu ya dari sisi konsumen nantinya, dari sisi pengembang dan juga dari regulasi. Regulasi-regulasi tentu juga akan kami sesuaikan jika ada yang memang harus kita ee dorong untuk disesuaikan. Jadi dengan terobosan ini kami dari Kementerian PKP ingin memberikan opsi kepada masyarakat untuk bisa memilih ee rumah yang mana yang sesuai dengan kebutuhan. Jadi rumahnya memang lebih kecil tapi untuk lajang dan untuk keluarga baru dengan misalnya satu anak rasanya ini juga masih menarik. Dan kami juga mulai hari Senin kemarin sudah mengundang para kelompok-kelompok anak

1:23:21 muda, ada banker muda, ada kemudian Dutapora, ada juga ee kelompok-kelompok lainnya yang kita mintakan masukan. Secara keseluruhan sebenarnya anak-anak muda itu sangat ee antusias gitu ya dengan rumah yang minimalis tapi dengan desain yang menarik ini begitu. Walaupun memang banyak juga kritikan, tapi seperti dihankan Pak Menteri, kita tidak apa-apa dengan ada kritikan sepanjang nanti akan memperkaya keputusan yang nanti kita akan mungkin itu Pak. Terima kasih. Baik, terakhir saya minta Pak Fitra ini adalah dirian saya yang dari dalam eselon 1 Kambing saya sebelah itu delan orang satu-satunya dari dalam ini Pak Fitra dan saya bersyukur Pak Fitra integritas, kompetensi, pengalamannya

1:24:06 luar biasa. Nah, Pak Fitra ee mungkin boleh dijelaskan sedikit selama ini kita pernah enggak bekerja sama dengan Worldbank atau dapat loan dari berword bank dan sebagainya. Silakan, Pak. Terima kasih, Pak Menteri. Ee kalau di masa PKP sejak tanggal 20 Oktober kita belum pernah dengar. ee zaman sebelumnya perumahannya sebelumnya tahun 4 tahun 2000 18 1920 kami pernah kerja sama dengan BOP yang pertama adalah terkait dengan ee BSPS kemudian ee ada skema subsidi namanya untuk nonfix itu BP eh BP2 BT. Jadi

1:24:54 masyarakat yang nonfix itu menabung selama 3 4 bulan. Kemudian dilihat track recordnya. Boleh izin Pak dijelaskan yang soal BSPS ee berapa biayanya, berapa lonnya, yang bayar siapa, kemudian hasilnya seperti apa, manfaatnya seperti apa yang BSPS yang Bapak juga lihat situasinya sekarang misalnya masih ada dugaan korupsi di berbagai tempat dengan jumlah yang besar. silakan sampaikan aja apa adanya supaya juga Worldbank mengerti penelitian soal DSPS itu. Kami baru menemukan ee 2 bulan lalu dugaan korupsi yang besar sekali di BSP. Padahal itu sangat dibutuhkan oleh rakyat miskin dan sekarang sedang diproses di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Ya. Jadi saya juga ingin ee apa yang

1:25:41 kami lakukan bekerja sama dengan Worldbank dan UI bisa bermanfaat kepada kami secara maksimal karena ini menggunakan uang rakyat kami, uang negara kami, bukan uang pribadi kami. Silakan, Pak. Iya, Pak. Jadi memang ada perkembangan di waktu kebetulan waktu itu saya ada di Direktorat Bina ee Rumah Swadaya yang menangani bantuan Worldbank. Jadi banyak sor bantuan ini pinjaman atau pinjaman, Pak? Pinjaman. Berarti kita jadi kalau pinjaman itu bantuan atau hutang? Hutang, Pak. Oke. Kita biar jelas ya. Hutang atau bantuan itu hal yang berbeda. I ya. Jadi kita buat aja ini hutang, ini bantuan. Kalau bantuan enggak perlu dibayar, Pak Fitra, ya. Oke. Supaya kita jadi jelas. Silakan,

1:26:28 Pak. Jelaskan. Ini ini loan dari WordP. Ulang. Loan berarti hutang, ya. Hutang. Hutang dari WordP. utang untuk melakukan penelitian. Hutang selain penelitian juga untuk meningkatkan ee kuota dari BSPS. Untuk meningkatkan kuota dari boleh jelaskan bagaimana caranya? Di maksimal kemarin kuota BSPS itu bisa mencapai 220.000-an. selama ini belum pernah waktu itu. Kemudian di top up ee dengan bantuan dengan hutang dari ee World Bank dan dengan ee beberapa pengembangan mekanisme terkait dengan pengawasan, terkait dengan ee verifikasi lapangan

1:27:15 semuanya by system. Sori. Jadi utang untuk program BSPS yang satu rumah R juta. Satu rumah R juta hutangnya ke Wordbank. Wordbank utang untuk berapa rumah? Totalnya itu sekitar hampir R00.000-an 1 tahun bukan Pak? 4 tahun. 4 tahun. Setiap tahun berapa? Rata-rata Rp100.000an. Rp100.000. Tahun berapa ke tahun berapa? tahun 2018 sampai tahun 2017 sampai tahun 2020 itu utang itu perjuan DPR apa tidak? Ee kebetulan waktu itu mohon izin Pak Putri saya enggak tahu prosesnya kami cuma mengajukan proposal ke BAPENAS dan Menteri Kong. Oke. Jadi Bapak tidak tahu itu kesuhanan DPR apa tidak? Tidak tahu.

1:28:01 Oke. Jadi itu utang ke World Bank. Iya berarti untuk membiayai 1 tahun 100.000 rumah DSPR. Iya. Anggarannya satu rumah Rp2 juta sama R juta? Rp juta. Bunganya berapa? Saya enggak tahu. Bunganya juga enggak tahu. Saya enggak tahu. Jadi ee utangnya berapa? Enggak tahu. Jumlah utangnya enggak tahu. Karena di PU itu selain yang BSPS ada juga kegiatan lain yang Dirjen lain. Oke. Jadi pertanyaan saya, Bapak waktu itu tidak tahu utangnya jumlahnya berapa? Sudah tahu saya. Dan bunganya berapa. Iya kan begitu kan? tidak tahu. Tapi program itu berjalan. Berjalan. Oke. Program berjalan. Kemudian ee itu kan ada pembiayaan berarti kan. Nah, kalau bicara soal penelitiannya juga kita

1:28:48 minta bantuan dari WordBank. Kemarin ada bantuan gratis terkait dengan pengembangan sistemnya. Ada yang bayar enggak untuk kajiannya atau konsultasinya? Enggak. Itu gratis dari WordBank. Oke. Jadi, jadi tidak tidak untuk penelitiannya, untuk konsultasinya gratis. Iya. Bapak yakin? Iya. Nah, jadi yang hutang itu adalah top up. Top up BSPS-nya BSPS Rp100.000 per i tahun selama 4 tahun. selama 4 tahun. Oke. Pernah enggak ada kajian itu bagaimana dampaknya kepada masyarakat? Pernah enggak ada kajian itu belum pernah bunganya berapa itu wajar apa tidak? Itu belum. Menurut Bapak perlu enggak ada kajian itu? Ya mestinya perlu. Itu

1:29:35 dilakukan oleh BAPENAS. Oke. Apakah Benas melakukan itu? Saya enggak tahu. Oke. Kalau menurut Bapak perlu enggak kita melakukan itu? Perlu kalau kita ingin melakukan itu. Tapi ini kan bukan menurut B perlu enggak itu? Kita perlu ya. Perlu ya. Oke. Perlu. Jadi itu, Pak. Jadi ee saya juga perlu menganalisa, Pak. Saya rasa Pak Fitra setuju sama saya. Kayak kita bicara dengan UI dengan jumlah yang mungkin tidak terlalu ya seperti itu. Kita sangat serius menurut Pak Fitra dan Ibu Dirjen. Kita serius enggak untuk deal sama UI ini? Ya, sangat terbuka enggak? Ya. Ibu setuju enggak kalau kita

1:30:20 mengelola kerja sama-kerja sama dengan lembaga lain dengan Worldbank, dengan UI, kita lakukan seperti ini karena ini adalah yang mengelola uang negara ya. Pak Fitra setuju enggak, Pak? Setuju. Ya, bagus. Pak Haji setuju enggak? Ya, jadi bicara di depan ya semuanya. Oke, saya rasa itu Pak Rektor. Saya juga mau minta satu poin ditambahkan selain DSPS Rumah Swadaya tadi, kemudian juga itu juga ee suarum subsidi, webinar PKP. Bagaimana kami ini kan intinya, Pak, intinya kami ee dari penjelasan Pak Mitra tadi kalau R.000* R juta berapa?

1:31:11 lebih dong Pak 2 triliun 2 triliun ya per tahun mungkin buat membantu pemahaman kami waktu itu Ibu sudah jadi koordinator roadbank di Indonesia kan waktu program itu jalan ibu sudah sini belum oh belum nah mungkin kami boleh dapat penjelasan ee supaya kami juga menjadi jelas dan nanti kajian UI-nya juga menjadi jelas yang saya mau tahu ee adalah ee ee itu betul hutang. Kemudian bunganya berapa? Heeh. Kemudian mungkin ee apakah World Bank sudah punya kajian dalam program itu dampaknya seperti apa? Karena tadi saya tanya dirjan saya ee

1:31:56 disampaikan sama saya tadi Ibu dengar sendiri belum ada kajian ya kecuali ada pihak lain yang kita belum tahu Pak ya yang melakukan kajian. Nah, jadi yang perlu kami tahu adalah bunganya berapa. Tentu kami harus tahu sebagai negara yang mau yang minjam ini kan negara. Masa kami sebagai negara kami tidak tahu bunganya berapa gitu. I kan itu menurut saya wajar sekali dan tentu kami mau lihat bagaimana kewajarannya dibanding misalnya ee lembaga-lembaga lain kan gitu kan dan persyaratannya apa gitu ya Pak ya. Ya dulu ya baru Bapak ya. Mungkin konteks ini dulu, Pak, Ibu ya baru nanti kita bicara yang lain. Thank you very much. It's a pleasure to

1:32:43 be back here again thank you for inv by Lis has been working a lot with your colleagues with the DGs and with the vice minister to discuss different ways in which we might be able to support you. So there's been a lot of discussion already. to itu aja yang saya tanya tadi. Pertanya bunganya berapa? Kedua, apakah sudah ada kan saya ee poinnya kalau sudah bicara

1:33:30 dengan wamen saya bagus, sudah bicara dengan saya bagus ya ee saya juga mau tahu. Nah, saya rasa Ibu bisa jelaskan. Yeah. So, so okay, let me explain how the loans from the World Bank work. Um, we have a set interest rate. We can't negotiate it. It moves a little bit according to global interest. So, we don't. Jadi, hubungannya tidak bisa dinegosiasikan. Jadi kami hanya bisa beriman apa

1:34:18 bikin clear ya bunganya bisa di yang tidak bisa dinegosiasikan apa jumlahnya atau bunganya atau dua-duanya jumlahnya jumlahnya jumlahnya jumlah Jahnya bisa di oke tenornya bisa negosiasikan bunganya tidak kenapa itu yang paling penting buat kita itu yang paling penting buat kami sebagai negara itu.

1:35:08 Apakah dari tahun ke tahun seperti itu? kami hanya bisa menerima tidak bisa negosiasi untuk lebih rendah lagi. Jadi gimana kadang-kadang bisa campur dengan maksudnya kadang-kadang kenapa kadang-kadang kenapa enggak selalu menemukan ibu bantulah supaya Ibu bantu supaya ada

1:35:56 mi supaya harganya turun gitu. Iya terima kasih. Kalau bisa bantu itu, itu akan sangat membantu negara kan. Itu juga hubungannya enggak bisa dinegosiasi. Tibahnya berapa? Tadi kan Ibu bilang 600 juta dolar Amerika

1:36:43 itu kepada PLN. Oke. Kemudian 30 juta dalam hibah. Hiba itu artinya bukan hutang. Jadi dikasih saja begitu tanpa syarat atau tak ada syarat. kita enggak harus dibelanjakan. Apakah ada syarat ya? Harus beli barang dari mana? Barangnya apa? Mereknya apa? Jadi kami harus mengikuti sistem dari

1:37:28 Bapak Ibu. Jadi, jadi jadi Ibu yang menentukan apa yang boleh dibeli, apa yang tidak boleh dibeli. I jadi artinya hibah itu ee dikunci harus mengikuti aturan World Bank untuk beli apa, belinya dari mana, begitu. atau kebebasan tuh ini yang bisa jelasin Ibu atau oke saya profil itu namanya anti jadi kita enggak bisa tunjukin negara mana, barang mana,

1:38:14 semuanya harus lewat tender. Oke, berarti tender kan tender. Nah, berarti tidak tidak harus mengikuti ee arahan berbentukan lobus di mana ada garis-garisnya lah. tunjukin iya ya garis-garisnya itu artinya tidak harus kita kan bisa dapat cari barang yang berkualitas i dan yang paling murah tergantung ya profil method metode yang pakai kan iya ya yang bagus tent iya nah kan bagus menurut siapa kan gitu pokoknya enggak misalnya enggak bisa pilih ya tergantung metodenya tapi biasanya sih ada campuran kualitas sama harga ya iya kualitas nomor satu kan harga juga penting kan dan kita akan cari kan barang yang berkualitas dan

1:39:00 harga yang murah tentu kan sebagai kita mengelola uang kami begitu kita enggak tentukan itu pemerintah tentukan atau komite untuk ini. Oke, bagus. Jadi artinya kalau kita berpikir kriterianya harus barang yang berkualitas dan yang murah. Oke, workb. Oke, kalau begitu oke. Jadi justru itu yang saya mau mau mau tanya gitu kan. Nah, itu kalau itu yang bisa dilakukan itu bagus menurut saya fair gitu ya. Ini kan baru sampai ke I. Oke. Sekarang bunganya bunganya bunganya berapa? Bunganya berapa setahun? Oke. Tahun ini berapa?

1:39:47 Pak Aziz kan sudah banyak diskusi. Pak Aziz nanya seperti saya apa enggak jawabannya berapa. Maka uang iya. Tadi waktu saya tanya Bapak enggak tahu kan? Ya udahlah enggak tahu itu aja. Iya makanya saya tanya tahun ini berapa? Sekarang berapa kan tergantung waktunya kan. Nah makanya saya tanya sekarang berapa

1:40:35 kalau Amerika berapa? Amerika US the US for 18 to Amerika 18% setahun 18 tahun berapa saya tanya berapa persen setahun itu aja terkut atau engak oke tenernya ya selama ini Pak Fitra yang kemarin BSPS itu berapa tahun 4 tahun 4 tahun tapi pembayarannya enggak Oh pembayarannya panjang iya berapa tahun kita dapat bantuan 4 tahun tapi pembayarannya panjang iya Pak saya tahuak oke Bapak berarti enggak bisa

1:41:21 enggak bisa jawab enggak bisa jawab saya tahu iya saya saya begini Bu saya ee mau tahu boleh kan kita kan transparan atau saya enggak boleh tahu boleh jawab dong boleh enggak kalau saya kepengin tahu sebagai menteri yang mengusulkan ya berapa persen utangnya ee berapa persen bunganya misalnya 15 tahun 20 tahun lah berarti boleh kan sudah mana si no dalam surat yang diajukan itu kepada saya dari Dirjen-Dirjen itu ada

1:42:07 enggak usulan tentang dan laporan info tentang ini mau berapa tahun kemudian bunganya berapa? Ada enggak? Kenapa enggak ada Pak? Ya, karena kami hanya menyusul mengusulkan program saja. Oke. Saya minta tolong ya. Iya. Kita ngomong barusan 15 menit. Bisa tahu enggak, Pak? Kita bisa. Kalau kita mau berjuang, Pak Aziz nanya benar kayak gini, bisa tahu enggak? Anda sudah lakukan seperti saya lakukan atau belum? Kalau sudah, kenapa enggak dilaporkan? Kalau belum, kenapa tidak dilakukan?

1:43:07 Iya, Pak. Itu bagian yang tidak terpisahkan bagi saya. Seperti saya bicara sama Universitas Indonesia yang terbaik di Indonesia. Sekarang kita bicara apa kontes kontennya, apa yang kami butuhkan. Kami juga bicara biayanya sehingga dari situ kami bisa lihat ini worthed enggak, ini akan kami teruskan atau tidak. Karena kami menggunakan uang negara, uang rakyat. Jadi kami sampaikan kebutuhan kami, tolong Pak kami dibantu penelitian soal ini supaya tepat sasaran ya, supaya ekonomi biaya tinggi ya bisa dhilangkan sistemnya seperti apa. Nah, kan keluar angka biaya ya kan. Kami juga punya anggaran dari Pak Sekjen sudah keluar siap anggarannya

1:43:53 berapa kan gitu Pak. Jadi kita variabelnya tentu reputasi UI sudah pasti tidak terlakukan. Teman-teman dari Dirjen saya mengatakan bagus sekali dari UI bermanfaat kemudian waktu kerangka waktu bisa enggak? Karena penitian ini selain evaluasi mau digunakan dengan cepat untuk ke depan. Kan saya sebagai menteri harus melihat itu sebagai faktor yang menjadi pertimbangan utuh. Tidak bisa sepotong-potong dalam saya mengambil keputusan gitu, Pak. Saya kan mesti mengambil keputusan itu dengan pertimbangan yang lengkap, Pak. Dengan informasi yang lengkap karena ini uang negara, Pak. Nah, jadi saya sudah sampaikan pikiran

1:44:39 saya. Saya transparan. Mungkin nanti kita lanjutkan. Pak Rektor mesti segera kembali. Silakan Pak Rektor mungkin bisa menjawab. Saya mau kasih contoh saja. Bagaimana saya sebagai menteri bernegosiasi ya sebagai dan terbuka dan di pundak saya. Saya tanggung jawab bahwa uang negara itu harus saya kelola, saya pertanggungjawabkan dengan benar. Saya harus mengerti segala sesuatunya. Saya kalau mau berhutang, saya mesti tahu bunganya berapa, tenornya berapa lama. Saya masih tahu itu untuk apa. Kalau mata uang Amerika berapa, Jepang berapa, saya mesti tahu di depan. Saya tidak boleh tahu sudah saya tanda tangan.

1:45:25 Saya harus mengerti dan saya juga mesti punya perbandingan ke tempat lain seperti apa. Karena bagi kita kan, kita juga mesti punya perbandingan. Politik luar negeri kita adalah politik luar negeri bebas aktif. Kita bisa bekerja sama dengan Rusia, dengan RRC, dengan Amerika, dengan Jepang. Investasi dari banyak negara, senjata kita juga dari banyak-banyak negara. Kita tidak mau tergantung kepada satu negara yang nanti bisa mendikte negara kita. Dari situ kita bisa mengambil langkah yang benar. itu pendirian saya sebagai menteri perumahannya kabinet merah putih di bawah pimpinan Pak Prabowo. Saya bersikap begitu

1:46:10 itu standing position saya begitu supaya saya bisa bertanggungjawabkan kalau suatu saat saya diaudit kenapa Bapak menyetujui yang diajukan oleh Dirjen Bapak angka segini untuk ini? Kenapa Bapak setuju? Dasarnya apa? Kenapa dengan bunga segini Bapak setuju? Kenapa dengan tenor segini Bapak setuju? Suatu saat saya bisa diaudit 5 tahun 10 tahun lagi. Karena banyak orang diaudit 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun ini dan sudah tidak menjabat termasuk dijen-jadian saya. Jadi kita enggak bisa hanya menandatangani tanpa kita paham isinya, detailnya. kita harus mengerti apa yang kita

1:46:56 tetangani, kita usulkan gitu, Pak. Ya, saya itu bantu kamu. Saya rasa nasionalisme Bapak sama saya sama, merah putihnya sama ya. Kita tentu terbuka ya seperti Presiden Prabowo, kita cari yang paling menguntungkan negara kita, yang paling berkualitas buat negara kita. Kan begitu, Pak. Ud katanya itu aja, Pak. Enggak ada yang lain. Kalau Pak Prebo ajarin saya enggak penting ya kucingnya warna kulitnya putih atau hitam yang penting bisa nangkap tikus kan gitu. Itu ya. Dan saya anak buahnya Pak Prabowo. Saya setuju dengan itu dan saya lakukan. Kita kan cari ya ini kan bukan bantuan pinjaman.

1:47:43 kita harus cari yang mana yang paling murah dan yang mana yang paling berkualitas, yang mana paling ber enggak ada ukuran lain. Itu aja. Baik, Pak. Silakan, Pak. Baik. Ee terima kasih. Ee tadi sebelumnya kita sudah ee merapat. Jadi ee ruang hidup yang tadi sudah disampaikan oleh Pak dan ee saya Bapak menyampaikan yang kita bahas tadi luar dan saya pengin Bapak tahu bagaimana kami berkomunikasi karena nanti ini juga bagian dari apakah objek atau subjek penelitian Bapak ya kan gitu kan. Nah yang Bapak bicarakan adalah yang urusan UI dan PKB Pak. Nah, jadi misalnya saya

1:48:29 tawarkan saya kita bikin grup WA sudah noklin grup WA. Nah, sampai hari Minggu nanti kemudian fix objeknya apaap aja ya supaya tajam deh. Saya sekali ini saya kasih tanggung jawab kamu deng ya sebagai ya. Ya, jelas itu ya. Nah, kemudian poin-poinnya tadi ada BSPS, ada apa ada FPB Tabera, Nah, ada jasad. dan juga

…

Share

Ringkasan Video YouTube