PoV Times : Dino Jawab Kritik Tentang Dukung RI Masuk Board of Peace

IDN Times www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) yang diinisiasi oleh Donald Trump untuk perdamaian di Gaza. Poin-poin penting yang dibahas meliputi:

  • Perubahan posisi Dino Pati Djalal setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo terkait BOP.
  • Risiko dan potensi masalah terkait pembayaran 1 miliar dolar AS untuk keanggotaan permanen di BOP.
  • Pentingnya Indonesia untuk tetap kritis dan berhati-hati dalam keterlibatannya di BOP, serta fokus pada solusi dua negara untuk Palestina.

Pendahuluan

Pembawa acara menjelaskan bahwa video ini dibuat setelah ia kembali dari perjalanan tugas ke luar negeri dan melihat perkembangan berita menarik di dalam negeri, yaitu pertemuan antara Presiden Prabowo dengan para ahli hubungan luar negeri terkait Board of Peace (BOP). Ia merasa perlu menggali lebih dalam pertemuan ini, terutama setelah melihat keterangan pers dari Hasan Yuda dan Dino Pati Djalal.

Perubahan Posisi Dino Pati Djalal

Dino Pati Djalal menjelaskan bahwa posisinya tidak berubah setelah pertemuan dengan presiden. Ia tetap menekankan empat lampu kuning terkait charter BOP, termasuk potensi BOP menjadi real estate-nya Israel. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia sudah terlanjur masuk ke BOP, sehingga tidak realistis untuk keluar. Namun, ia menekankan pentingnya Indonesia untuk berhati-hati dan mencermati berbagai risiko.

Masukan dalam Diskusi di Istana

Dalam diskusi di istana, Presiden Prabowo memberikan pemaparan mengenai alasan Indonesia menandatangani BOP. Dino Pati Djalal, Marti Natalegawa, dan Alwi Shihab memberikan masukan agar Indonesia berhati-hati karena sudah terlanjur terlibat. Dino Pati Djalal juga menyampaikan dua poin penting: jangan membayar 1 miliar dolar AS dan tidak perlu berambisi menjadi anggota permanen BOP.

Di Balik Layar Pertemuan

Dino Pati Djalal dihubungi oleh istana dua hari sebelum pertemuan dan menerima surat undangan dari Menteri Luar Negeri. Pertemuan tersebut membahas Palestina dan arah politik luar negeri Indonesia secara umum. Presiden memberikan pembukaan selama sekitar 45 menit hingga satu jam mengenai geopolitik internasional sebelum masuk ke isu Gaza. Suasana pertemuan interaktif dengan tiga gelombang pertanyaan dari para ahli.

Apresiasi Keterbukaan Presiden

Dino Pati Djalal mengapresiasi keterbukaan dan interaktivitas dalam pertemuan dengan presiden. Ia menyampaikan masukan baik positif maupun negatif, termasuk kritik terkait pembayaran 1 miliar dolar AS. Ia juga menjelaskan bahwa posisinya mengenai BOP adalah statement of fact, karena saat ini hanya 20 point plan yang diendorse oleh Dewan Keamanan PBB sebagai opsi gencatan senjata.

Risiko dan Multilateralisme

Dino Pati Djalal menjelaskan risiko BOP, seperti berpotensi menjadi PBB pribadi bagi Trump dan tidak melibatkan PBB. Ia menekankan pentingnya Indonesia untuk terus menagih referensi mengenai Gaza dan Palestina dalam charter BOP. Ia juga menyoroti bahwa presentasi BOP lebih fokus pada real estate New Gaza dan New Rafa daripada rencana perdamaian yang sebenarnya.

PBB dan Pasukan Perdamaian

PBB sama sekali tidak dilibatkan dalam BOP, meskipun BOP lahir dari resolusi Dewan Keamanan PBB. Dino Pati Djalal menekankan bahwa pasukan perdamaian harus digerakkan dalam konteks PBB. Indonesia akan menyiapkan 8.000 personel sebagai kontingen terbesar, yang seharusnya menjadi leverage tanpa harus membayar 1 miliar dolar AS.

Justifikasi Keterlibatan Indonesia

Dino Pati Djalal menjelaskan bahwa pembayaran 1 miliar dolar AS adalah untuk menjadi anggota permanen BOP, bukan untuk kesetaraan. Ia berpendapat bahwa menjadi anggota permanen justru merugikan Indonesia karena akan selalu berada di bawah bayang-bayang Donald Trump. Ia juga menyoroti bahwa perhatian Trump terhadap isu ini bisa naik turun.

Komplikasi Pembayaran

Pembayaran 1 miliar dolar AS akan menimbulkan komplikasi jika Indonesia harus menarik diri dari BOP. Dino Pati Djalal menekankan bahwa POV Times IDN Times tidak mendukung pembayaran tersebut. Ia juga menyoroti bahwa Trump bukanlah orang yang bisa setia terhadap apa yang dia sampaikan.

Mandat PBB dan Ketua BOP

Mandat PBB untuk BOP hanya sampai 2027, sementara Trump bisa terus menjadi ketua BOP tanpa batas waktu. Dino Pati Djalal mempertanyakan bagaimana jika Trump sudah tidak menjadi presiden lagi dan berselisih dengan presiden Amerika berikutnya. Ia juga menyoroti bahwa perubahan dalam BOP harus diusulkan oleh minimal sepertiga anggota, yang sulit dicapai.

Alasan Indonesia Bergabung BOP

Keputusan Indonesia bergabung BOP didasari rasa percaya diri dengan adanya Arab Saudi, Qatar, Jordan, dan Mesir. Dino Pati Djalal melihat BOP sebagai ajang pertarungan antara Israel yang ingin menggunakan BOP untuk kepentingannya sendiri dan negara-negara yang mendukung solusi dua negara. Ia mempertanyakan game plan Indonesia dalam koalisi dengan negara-negara Islam lainnya.

Roadmap dan Kemerdekaan Palestina

Dino Pati Djalal menekankan pentingnya roadmap untuk kemerdekaan Palestina. Ia menyoroti bahwa dalam pertemuan BOP, tidak ada penyebutan mengenai statehood Palestina. Ia juga mempertanyakan mengapa Indonesia masih terus terlibat dalam BOP meskipun presentasi Trump tidak menyebutkan solusi dua negara.

Ancaman dan Kredibilitas Amerika

Dino Pati Djalal tidak tahu apakah ada ancaman terkait Papua dari Amerika. Ia menekankan bahwa Amerika tidak punya kredibilitas untuk menjadi champion of human rights. Ia juga menjelaskan bahwa dalam perjanjian strategic partnership Indonesia-Amerika, Amerika tidak boleh mendukung gerakan separatis mana pun di Indonesia.

Produktivitas Pertemuan

Dino Pati Djalal menilai pertemuan tersebut produktif karena para ahli bisa menyampaikan aspek-aspek yang perlu diperhatikan Indonesia langsung ke presiden. Ia menekankan pentingnya Indonesia untuk tidak terlalu percaya diri terhadap Trump dan mewaspadai berbagai risiko.

Resiko Kegagalan BOP

Dino Pati Djalal menilai risiko gagalnya BOP sangat tinggi. Ia menyoroti bahwa setiap inisiatif perdamaian sebelumnya selalu gagal. Ia juga menjelaskan bahwa kemerdekaan Palestina tergantung pada izin Israel dan presiden Amerika berisiko tinggi jika memaksa Israel. Ia meminta pemerintah untuk terus menganalisa situasi dan keluar dari BOP jika Trump tidak tertarik pada kemerdekaan Palestina.

Negara yang Menolak BOP

Dino Pati Djalal menjelaskan bahwa banyak negara yang menolak BOP, seperti Kanada, Spanyol, dan Prancis. Ada juga sekutu Amerika yang mengulur waktu untuk tidak terlibat. Ia menjelaskan bahwa ada gradasi negara yang terlibat dalam BOP, mulai dari yang iseng, yang punya kepentingan tarif, hingga yang benar-benar ingin memerdekakan Palestina.

Posisi Indonesia

Dino Pati Djalal berharap Indonesia masuk dalam kelompok yang ingin memerdekakan Palestina dan melihat BOP sebagai ajang pertarungan. Ia menekankan pentingnya Indonesia untuk tidak sungkan dalam berdebat dan bersenggolan dalam diplomasi. Ia juga setuju bahwa Indonesia tidak perlu membayar 1 miliar dolar AS dan harus terus mengawal keikutsertaan dalam BOP.

Utang Konstitusi

Pembawa acara menekankan bahwa Indonesia memiliki utang konstitusi untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Ia meminta pemerintah untuk menyampaikan komitmen ini secara terbuka dan jelas. Ia juga menekankan bahwa uang keanggotaan 1 miliar dolar AS sebaiknya tidak dibayarkan sebelum ada kejelasan mengenai komitmen Israel terhadap kemerdekaan Palestina.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:13 Hai sobat milenaly, apa kabarnya? Ketemu lagi kali ini di POV Times Edisi Spial. Karena ee biasanya POV Times tuh hari Senin ya, hari Senin siang. Tetapi kali ini saya ingin membuat di tengah ee pekan ini karena saya baru tiba semalam dari perjalanan tugas ee ke luar negeri termasuk ke wave di Davos. Dan begitu mendarat saya langsung melihat perkembangan berita yang sangat-sangat menarik di dalam negeri. Pertemuan antara Presiden Prabowo ee dengan ee mantan Menlu, mantan wamenlu ee ahli-ahli hubungan ee ee luar negeri ya, politik luar negeri termasuk dari akademisi. Dan yang kemudian saya tonton dan saya

0:58 baca liputan ID and Times adalah eh keterangan pers Hasan Yuda dan juga e Bang Dino Pati Jalal. Saya merasa bahwa harus segera untuk menggali lebih dalam pertemuan ini. Kebetulan saya satu-satunya jurnalis dari Indonesia yang ee hadir di sesi board of peace, sesi yang diselipkan tidak ada dalam jadwal ee pada saat e pertemuan wave eh di DAVOS. Nah, langsung saya kemudian saya tahu kalian sudah menonton termasuk di ID and Times ucapan dari Bang Dino Pati Jalal eh founder dan chairman dari forum foreign policy community Indonesia. Dan yang paling menarik langsung saya wawancara karena apa?

1:44 Karena positioning dari Bang Dino dari empat enam ya, empat lampu kuning enam saran berkaitan dengan keikutertaan Indonesia sebagai founding member dari board of peace. Sesudah keluar dari istana ketemu Presiden 3 jam berubah dan mengatakan bahwa board of peace adalah satu-satunya opsi untuk perdamaian di ee mengakhiri konflik di Gasa saat ini. Jadi langsung saya tanya soal berubah posisi ini ee menurut saya tidak berubah sama sekali. Jadi ee begini ee posisi saya adalah kita sudah masuk He board office ya kan

2:30 sudah terlanjur masuk. Sudah terlanjur masuk ya kan? Jadi karena sudah terlanjur masuk itu perhatikan empat lampu kuning. Iya ya kan ada empat lampu kuning yang saya sampaikan ee mengenai charter. Heeh. Apa ee prant trum ee ee ini jadi real estate-nya Israel dan lain sebagainya gitu. Jadi lampu kuning itu tetap ada. He. Nah, saya tahu banyak masyarakat yang bilang kita keluar aja ya kan. Nah, itu tidak realistis tuh Uni ya. Karena enggak mungkin kita tanda tangan 2 minggu kemudian keluar ya kan. Kredibilitas hancur dan kita juga nanti ditertawakan dunia kan. Jadi ee posisinya tetap sama, yaitu kita masuk tapi perhatikan lampu kuning dan

3:17 kita harus hati-hati dan cermati berbagai resiko. Nah, itu yang ee yang terwujud dalam diskusi di istana itu adalah itu. Jadi, Presiden memberikan pemaparan mengenai alasan kenapa Indonesia menandatangani secara dan juga proses-prosesnya. Nah, kemudian dari saya, dari Pak Marti dan Pak Awi Sihab lain sebagainya memberikan masukan, "Pak, hati-hati kita sudah masuk ya, sudah keburu basah kakinya. Ee perhatikan hal-hal ini ya. Oke. Nah, itu yang yang terjadi. Oke. Jadi, jadi Bang Dino tidak berubah posisi maksudnya posisi Dinopati Jalal tidak berubah. tidak sama sekali

4:02 berkaitan dengan itu tidak ee dan tetap ada perbandan pandangan. Hm. Ee saya ada dua poin penting. Jangan bayar R miliar ya kan. Saya tetap pada posisi itu. Heeh. Karena berbagai hal ya. E karena berbagai hal. Ee dan kedua kita tidak perlu berambisi jadi anggota ee permanen ya kan di BOP. di BOP, right? Karena kalau bayar R miliar itu kan untuk jadi anggota permanen. Tapi ada grce period 3 tahun kan, ada grce period dan kita ee enggak perlu terburu-buru dan juga nampaknya jauh lebih luas daripada hanya menjadi anggota permain. Resikonya terlalu tinggi itu kan berarti selamanya kita presiden Indonesia akan berada di bawah Trump gitu ya. Jadi

4:48 ee ada hal-hal yang ee kita dan itu disampaikan Bang Dino di pertemuan saya saya sampai karena sebenarnya kalau kita ketemu Presiden saya tahu ada hal-hal yang enggak bisa disampaikan dan saya juga mengalami itu kan tapi saya bisa sampaikan apa yang saya sampaikan itu saya sampaikan saya sampaikan saya tidak mau sampaikan apa respon presiden. Tentu bukan hak saya tapi ee saya sampaikan itu secara apa namanya ee secara jujur kepada Presiden kita. Oke, sebelum saya kembali ke substansi, saya ingin tahu behind the scene. Jadi, ini dikontak kapan persisnya? Saya dikontak sekitar 2 hari sebelum ee kemarin 2 hari sebelum hari H gitu. He. Yang ngontak siapa? Ee istana yang mengontak kepada salah satu staf dari kantor saya gitu.

5:34 Oh, jadi ini bukan dari Kemlu. Oh, saya dapat surat dari ee Menlu. E, dari Menlu undangan. Iya. Undang. surat und ulangan tertulis dari Mand mengundang untuk ini ee dia spesifik dibikin ee untuk diskusi bop atau bop langsung ee mengenai Palestina dan arah politik luar negeri. Dan memang itu yang terjadi. Presiden bicara mengenai politik luar negeri secara umum. He. Bahas mengenai Ukraina, mengenai dunia internasional, mengenai geopolitik dan lain sebagainya. Kemudian baru masuk kepada Gaza di bagian terakhir. Oke, berarti di awal ada ada presiden memberikan pembukaan. Kira-kira berapa lama itu? Menurut saya sekitar 45 menit mungkin ya. Oke. Karena teman-teman ee sebelum wawancara Bang Dino, saya menelepon salah satu peserta dari pertemuan dengan

6:21 eh presiden dengan ormas ya, Ormas ee keagamaan ee yaitu ee Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kiai eh Khalil Nafis. Dan dia mengatakan pertemuannya kira-kira sama sekitar 3 hampir 3 seteng jam. Tetapi mungkin kalau tadi Bang Dino baru saja mengatakan bahwa Presiden membuat opening ee di awal ee overview ya mengenai geopolitik ee internasional 45 menit dengan ormas itu 2 jam ya. Dimulai dengan geopolitik, kemudian ee situasi Timur Tengah, Palestina, kemudian juga bagaimana situasi ekonomi, program-program prioritas. Jadi 2 jam dan kemudian sempat ada kesempatan untuk ee lima orang ya untuk bertanya dan

7:08 dijawab oleh Presiden. Kalau pertemuan yang dengan dengan apa namanya? Ahli-ahli ee luar negeri ini gimana suasananya? Ee sama aja. Jadi ee pembukaan oleh Presiden ya. Kemudian ada tiga gelombang pertanyaan. Setiap gelombang itu sekitar tiga orang 3 emp. Habis itu dijawab oleh presiden, habis itu gelombang kedua. Heeh. Tiga orang lagi dijawab. Kemudian gelombang ketiga. Jadi lumayan ya. Lumayan lumayan. Mungkin saya agak salah 45 bisa aja 1 jam ya karena segitu kita enggak boleh bawa jam. Masalahnya itu jam saya diambil. Oh iya. Takut ini rekaman soalnya sekarang kan jam ada ini. Iya iya iya. Jadi jam semua orang diambil hand juga diambil semuanya diambil tapi bawa notes.

7:54 Notesediakan di sana. Oh disediakan yang hitam itu ya. Oke. Nah kenapa saya tanya ini? Karena Bang Dino juga dalam statementnya mengapresiasi keterbukaan dan interaktivitas dalam pertemuan ee dengan presiden ya yang ee bahkan mengatakan surprisingly gitu ya. Surprising ee karena kita kan sering dengar kan kalau ini satu arah nih ya dan enggak ada yang apa mungkin itu kalau sidangsidang kabinet kayaknya. Iya. Exakly. Iya. Tapi kalau saya kan pendekatan beda. Saya ee saya pendekatan sebagai orang yang sudah kenal beliau sudah cukup lama 30 tahun gitu ya. Dan saya juga mulai dengan joke, joke dulu gitu ya. Ee jok-nya adalah Pak Presiden saya masih hutang 20 pound ke Bapak tuh 20

8:39 pound sterling gitu. Dia bilang ada apa? Karena ee dulu kita jalan-jalan di Oxford Street saya beli buku, saya enggak ada uang. He. Bapak pinjamin saya 20 pound. Waktu itu beliau sebagai sebagai orang Kopasus. Oh oke. Saya dia was long time ago. Long time ago. Saya lagi nemenin beliau gitu ya. Kemudian saya lupa bayar 30 tahun kemudian saya bilang nanti saya bayar Pak. Saya juga baru ingat gitu ya. Tapi dengan bunga ya beliau ya gitu. So habis itu and then I started talking. Ini kan you know me saya e apa eh intelektual gitu ya. Jadi I say things as this. Saya saya enggak nyari jabatan, enggak nyari apa dan beliau sudah mengucapkan itu secara terbuka kepada publik. dan mungkin juga dimonitor oleh

9:24 pasing ya dimonitor oleh pasti i menurut Tedy juga begitu ya. Jadi saya sampaikan beberapa masukan baik plus maupun minus ya. E terut ee kalau kalau kritik ee termasuk yang R miliar itu. Heeh. ee dan itu saya sampaikan dengan gampanglang ee dan juga ee beliau mendengar dari yang lain mengenai resiko-resiko ee di board of peace ini baik yang beliau sudah ketahui maupun yang beliau ee belum ketahui gitu ya. Nah, tapi saya ingin menjelaskan juga karena ini jadi sorotan media juga mengenai ucapan saya ini opsi satu-satunya ya. It's a statement of fact. ya kan. Jadi saya juga dapat ini nih

10:10 Yeni Wahid kemarin Tin apa maksudnya apa namanya ee di grup itu jadi bahan pembicaraan dan saya sudah bilang, "Wah, udah diundang mentang-mentang udah diundang ke istana berubah." No, no, no. Eh, kalau posisi masih sama. Tapi kalau mengenai opsi satu-satunya is a statement of fact. Eh, kan enggak ada enggak ada lagi sekarang. Apakah ada proposal dari Rusia? Kan enggak ada. Apakah ada proposal dari Eropa? Kan enggak ada. meskipun di resolusi 2803 yang ee 17 November itu Rusia sama China absen kan? Yes. Iya. Mereka absten tapi kan tidak ada usulan. Jadi kalau dari segi gencatan senjata yang ada hanyalah 20 point plan. H ya kan gencatan senjata ya. Enggak ada enggak ada ee Tiongkok enggak ada enggak

10:57 ada usulan Australia siapapun enggak ada enggak ada usulan. Jadi hanya 20 point plan yang sudah diendorse oleh Dewan Keamanan PBB. Right? So that's the only one. Right. Now eh our choice is only one. Kita work with that eh apa? Eh opsi atau eh out dan dua-duanya valid choice ya. Tapi kan sudah membuat keputusan to be part of that option. apa ya? Kayak kita beli saham nih ya, sahamnya perusahaannya mencurigakan, dipimpin oleh orang yang juga membingungkan, governance-nya enggak jelas, tapi saham ini is the only saham yang

11:43 in the market gitu, right? Nah, jadi eh itu penjelasan terus termasuk bahwa bop sama sekali ee kita sama-sama saya tahu Bang Dino sangat mendukung multilaterism di PBB. Presiden pidato di PBB juga sangat mendukung itu. Waktu itu dia pidato right after Trump ya. Yang Trump habis bully PBB, Presiden Prabowo belain justru ya. Tetapi bopak enggak melibatkan dan Bang Dino waktu di UEF itu sebenarnya ada agenda dengan Pak Antonio Goteres, Sekjen PBB. Tapi saya dapat informasi yang sudah terkonfirmasi akhirnya dia batal. bukan karena alasan kesehatan seperti alasan resmi, tetapi karena tahu bahwa akan akan ee wife akan dihijak

12:29 oleh Trump untuk bop. Nah, ini kan memang bagian dari resolusi 2803 meskipun ada di bagian dari resolusi itu yang tidak tidak ada di ee board office charter yaitu soal masa depan Palestina yang sama sekali enggak disebut sama sekali dalam charternya bop yang sebetulnya ada di resolusi PBB 2803 soal penentuan masa depan Palestina termasuk two state solution apa segala itu enggak ada sama sekali di bop. Nah, apakah dengan situasi ini Bang Dino masih ngelihat bahwa ini ya jadi ada e dua hal ya. Satu

13:16 Indonesia jangan pernah ragu nanyain ini nih bahkan menekan ya ee kelompoknya Trump ini gimana sih ee charter kok asal bikin aja. Kan saya selalu juga kritis mengenai hal ini ya. Kenapa enggak ada referensi mengenai Gaza dan Palestina? Jadi kita jangan ee ragu untuk terus nagih ini gitu. Karena BOP ini lahir dari resolusi Dewan Keamanan PBB yang khusus dibentuk untuk gencatan senjata dan ini jadi satu. Iya. He. Tapi paling tidak yang terhiburnya apa? Yang terhiburnya adalah waktu penandatangan GOP it's all about Gaza ya kan you were there ya kan. It's all about the plan, master plan lah inilah itu. Tapi Gaza like rebuilding. Exactly. di apa baru baru kemarin baru ada

14:02 pengakuan dari Israel 71.000 ee korban ee perang ini ya yang sebelumnya dia tidak pernah menyebut dan bahkan Trump juga tidak pernah menyebut, Kusner enggak menyebut, Witkov enggak menyebut, Marco Rubio enggak menyebut gitu. I tapi yang dijelaskan di situ adalah kalau buat saya Bang Dino itu adalah because I was there itu adalah presentasi tentang real estate New Gaza dan New Rafa dibalut oleh he nama plan perdamaian. Ya, ya, I agree. Dan that's that's my point mengenai salah satu resikonya dan itu juga kita bahas tuh dalam apa pertemuan tadi malam. Ee jadi resiko terbesar itu adalah ini melenceng ya kan. Ee jadi pertama Mai PBB dulu ya.

14:48 E resiko terbesar adalah Trump membuat Board of peace ini menjadi PBB pribadi. Betul. di bawah dia dan dia dan dia mention itu, dia mention itu, dia mention itu bahwa ini adalah semacam ee apa namanya? Organisasi yang sangat bisa menyaingi PBB. Yes. And that's makanya saya enggak sangat tidak mendukung kalau kita kasih 1 billion dolar. Dan ini saya sebutkan juga ya dalam pertemuan. Kenapa PBB lagi apa Senin Kamis ya kan mau mau kolaps mereka bilang sendiri saya ee Sekjang mau kolaps Amerika tarik sumbangannya yang billunan dolar gitu ya dan kita kasih 1 billion ke sini bop

15:34 right dan tahu enggak ee Uni 1 bilion itu 50 tahun iuran kita untuk PBB. PBB atau ASEAN? Ee untuk PBB kalau ASEAN 500 kali. Oke. Right. BB itu sekitar 20 juta per tahun kita kasih ya kan berarti apa ee enggak masuk akal gitu ya kan dan dikasihnya juga ke siapa? Ke Trump. Oke. Right. Jadi itu saya suka pertama disampaikan ke saya sampaikan tentu dengan bahasa yang berbeda ya. But but the statistics I gave to to Pak Presiden ya. Nah eh yang yang kedua sori tadi res pertama adalah mengenai eh PBB. kedua tadi saya mau bilang apa jadi agak lupa nih karena melihat beautiful ngantuk face like oke

16:19 iya eh nanti kalau saya ingat lagi kedua I'll get back to that gitu ya ok resiko kedua eh resiko kedua adalah Bango tadi lagi ngomong yang soal ini apa namanya ee ee tuh kan sawah-sawah J Oke kalau gitu saya saya apa namanya saya nanya nah jadi PBB sebetulnya sama sekali tidak dilibatkan. Iya. Iya. Dalam bop meskipun ini under resolusi 2803 Dewan Keamanan tapi di BOP he not a single mention eh eh tentang peran dari PBB termasuk ketika menggerakkan ee pasukan stabilisasi perdamai dan itu yang menjadi konsen Bank Didon sejak awal kan.

17:05 pasukan perdamaian harusnya digerakkan harus dalam konteks ee PBB seperti yang selama ini. Jadi sebelum berangkat mereka harus benar-benar ee ee reconfirm ya bahwa pasukan ISF itu ee mandat dari Dewan Keanan PBB ee dan nanti kita di sana juga sesuai dengan mandatnya gitu ya. Saya dengar sudah akan berangkat ya ee kita sudah menyiapkan sekitar 8.000 R000 orang akan menjadi konting terbesar. Dan itu aja Uni ya, itu aja udah jadi leverage kita yang nomor satu tanpa harus bayar R miliar ya. Karena harusnya orang akan bilang, "Lu tanpa pasukan saya siapa yang akan jaga keamanan?" gitu kan. Karena kayak UAE bilang sudah enggak mau

17:51 dia kirim karena tak khawatir dengan keamanan apa segala macam. Yes. Ya, yang paling confident adalah Indonesia. Mungkin karena posisinya yang lumayan diterima oleh berbagai pihak yang konflik ini kan. Iya. Iya, benar. Iya. Jadi ee apa eh kembali lagi kita sama-sama lagi jetl kayaknya eh losing a train of thought all. Enggak, enggak. Tapi tapi gini, Bang. Di di eh benar enggak? Karena saya cek ya ke saya membandingkan Pak eh Pak Kiai Khalid Nafis mengatakan bahwa sebenarnya ini pertemuan itu justifikasi Presiden memberikan justifikasi ke keterlibatan Indonesia di BOP. Terus kemudian menggunakan istilah bahwa mempengaruhi dari dalam makanya masuk ke

18:37 dalam bop dan membayar. Kenapa harus membayar 1 billion US dolar itu supaya posisinya setara? dengan anggota yang lain sehingga kalau setara ee bisa mempengaruhi keputusan. Apakah itu juga dibahas? Ada segrei. Ada segrei. Ee enggak ini ini Profil Kal sudah mengizinkan sudah mengizinkan saya untuk menyampaikan kepada publik. Apakah itu juga disampaikan istilah mengubah dari dalam kemudian mempengaruhi dari dalam dan kesetaraan? Memang memang ee dibahas mengenai aspek e Indonesia jadi setara ini gitu ya. He. Tapi kan bayar satu bilion bukan untuk jadi setara. Satu bayar 1 bilion untuk menjadi anggota permanen sesuai dengan piagam.

19:25 Kalau kita argumentasi saya kalau kita jadi pertama uang segitu itu terlalu fantastis. Oke. Dibanding yang tadi itu ya kita semangat PBB itu bisa 50 tahun uang kita di PBB. Iya. Nah, kedua kalau menjadi anggota permanen justru merugikan kita. He. Karena kita selamanya akan di bawah bayang-bayang Donald Trump. Donald Trump. Betul. Dan tahun ini kan dia ada midterm election. Heeh. Kemungkinan dia kalah. Midterm apa election itu pertengahantengah jalan gitu ya. Ee bisa aja Demokrat akan menang menguasai kongres dan dia akan sibuk dengan urusan dalam negeri. Termasuk budgeting segala macam ya bisa stol. Yes. Seperti yang sebelumnya terjadi ya. Yes. Dan ingat ya e kemarin dia mengaku

20:11 mengurusin masalah Thailand Kamboja kan. Terus sampai datang terus tanda tangan di depan dia supaya dia dapat Nobel segala macam. Habis itu kan ditinggalin. Iya. Lupa i akhirnya yang yang masuk siapa? Yang lainlah gitu yang ngurusin gitu ya. Karena mungkin enggak ada potensi proyek real aset ini. Exactly. Right. Jadi berarti apa? Eh sustainability perhatian Trump itu naik turun tuh. H ya kan? Heeh. So ee jadi menjadi anggota permanen itu bukan prestasi, bukan hebat, bukan kehormatan dan enggak penting gitu ya kan. Apalagi kita udah nyumbang pasukan yang membuat kita sebenarnya lebih berharga dari anggota lainnya lainnya gitu tanpa membayar itu

20:57 tanpa membayar 1 miliar dolar dan juga rakyat enggak akan dan karena ini POV times kalau sudah membayar 1 bilion dolar for the sake of ingin setara apa segala macam akan lebih lebih complicated lagi kalau harus pull out kan presiden selalu meyakinkan bahwa kalau tidak tidak sesuai maka maka ee ee Indonesia bisa setiap saat keluar dari bop. Tapi kalau sudah terlanjur bayar kan bagaimana mempertanggungjawabkan yang sudah dibayar kemudian tiba-tiba keluar. Iya ya benar benar. Very good very good thinking. Iya kan sudah keburu bayar pakai uang APBN. Terus karena tiba-tiba ee ternyata apa namanya ee Trump tidak tidak bisa menghentikan Israel yang terus-menerus

21:43 menyerang. He sehingga ini tidak terjadi perdamaian di sana. He. Terus kemudian karena itu terus kemudian kita menarik diri seperti janji dari Presiden kepada dalam pertemuan termasuk di pertemuan sebelumnya. Nah, itu isu berikutnya kan adalah terus duit yang sudah terlanjur dibayarkan gimana kan ya. Exak. Jadi dalam konteks itu POV times IDN times tentu tidak mendukung pembayaran eh 1 billion US dolar kan. Setuju I setuju. Iya kan? Karena akan ada komplikasi berikutnya kalau sudah terlanjur bayar berapapun mau dicicil atau tapi terus kemudian kan kita melihat bahwa Israel masih menyerang. Iya. Apakah itu dibicarakan ee bahwa sebetulnya ini sebuah apa ya sekarang

22:29 satu-satunya opsi tetapi ya tadi Bang Dina baru saja menjelaskan bahwa Trump sendiri adalah bukan orang yang bisa setia terhadap apa yang dia sampaikan. Iya. Dan apalagi tahun e pertama gini mandatnya hanya sampai 2027 mandat PBB ya kan. Iya. Jadi 3 tahun kalau mandat sampai 202 terus Trump mau terus kita sudah bayar R miliar sementara Rusia sama Tiongkok menentang gimana kan enggak bisa dipaksakan ya kan atau taruhlah terus ya sampai 202 Trump sudah enggak presiden lagi tapi dia tetap mau jadi ketua board of peace dan kalau ngelihat charternya kan memang itu dia banget Sherman dia dia enggak ada batas waktu Sherman enggak ada batas waktu itu mandat dari PBS sampai 2027 tapi di

23:16 charter itu jelas bahwa semua semua chairman ee Presiden saya dengar mengatakan bahwa oh kita toh ada dengan negara-negara Islam yang lain. Kita pasti akan kalau tidak sesuai kita akan ee apa namanya bersama-sama untuk menolak ya. Tapi di charter itu saya juga melihat bahwa ada kalau ada perubahan mau usulan harus diusulkan oleh minimal sepertiga. Iya. Nah, sepertinya delan ini belum sepertiga karena yang di atas panggung pada saat itu saya hitung kursinya ada 20 19 lah tram di tengah ya. Tapi kan habis itu yang enggak hadir juga ini jadi complicated ya. Jadi enggak bisa enggak sepertiga dan dan lebih lebih dari itu nih kalau

24:02 dia sudah enggak jadi presiden lagi kemudian dia tetap ketua Heeh. kan dia pribadi, dia enggak bisa mengkarakkan Pentagon, enggak bisa kasih instruksi militer, instruksi diplomatik, udah enggak ada power-nya lagi. Nah, sementara kita di bawah dia, presiden kita di bawah dia kan enggak masuk akal di atas orang yang tidak punya kekuatan lagi. Ya kan? Tahun 2029 kalau dia sudah turun ya sebagai presiden ee dia enggak enggak ada kekuasaan eksekutif lagi dan dia pasti ribut dengan presiden Amerika yang berikutnya gitu ya. bisa aja dari Demokrat, bahkan dari republikan juga pasti enggak akan mau. That's lead to my next question. Why? Mengapa? Apakah memang di luar soal isu bahwa

24:47 Indonesia Presiden Prabowo eh confident dengan bersama-sama negara Arab yang lain termasuk yang bertemu ee di sela-sela acara UNA kan itu tanggal 23 September Presiden pidato kemudian sorenya sekitar jam . ee Trump mengundang enam negara ee populasi Islam ya untuk membahas ini sebetulnya awalnya ya. Lalu Syam Elsik lalu diresmikannya di WF Davos ya di panggung di sana. Apakah semata-mata karena confident itu bahwa negara-negara yang ini juga tidak bisa ditekan lewat tarif? He he ya. Atau ada alasan lain atau ada alasan

25:33 misalnya soal tarif dibahas enggak itu? Ee tarif dibahas tapi tidak dalam kaitannya dengan dengan Gaza ya gitu ya. Ee jadi kita ini menjadikan ini sebagai sebuah apa ya ee trade deal di barter gitu urusan ekonomi dengan Amerika sehingga kita I kalau masalah Amerika kemarin dibahas secara khusus gitu ya ee tidak dalam konteks ee apa yang yang lain ee tapi yang saya baca keputusan Indonesia gabung itu karena merasa lebih PD dengan adanya adanya Arab Saudi, Qatar, Jordan, Mesir. Jadi kalau orang-orang yang dikenal presiden dengan baik ini ya, Raja Jordan

26:19 misalnya kan kenal baik dengan presiden. Jadi presiden merasa oke kalau mereka masuk jadi saya merasa lebih nyaman kalau Indonesia masuk gitu ya. Jadi ini saya melihat sebagai alam pikirannya beliau gitu ya. Dan ee yang saya baca itu peace itu nanti bisa menjadi ajang pertarungan ya antara apa? Pertarungan antara Israel. Heeh. Yang ee yang pemikirannya adalah untuk menggunakan Board of peace itu untuk kepentingan dia gitu ya. Real estate di Gaza segala macamlah gitu ya. meminggirkan ee apa ee rakyat Palestina. Kemudian Hamas dinetralisir sama dia gitu ya. Antara mereka itu dan juga ee

27:04 negara-negara yang mempunyai agenda yang berbeda gitu ya. Two state solution gitu ya. Nah, ini ee pertarungannya adalah di board of peace itu. Nah, sekarang kita tentu bertanya oke ee kita ada masuk komit nanti ada koalisi dengan ee tujuh negara Islam lainnya itu ee game plan-nya kita apa? Nah, itu yang saya belum dengar ya kan game plan-nya. Jadi semuanya bilang presiden eh Muhammadiyah, NU, MUI termasuk FC ya juga gamepl end game-nya adalah two state solution. Tapi saya belum melihat roadmap sama sekali dan itu enggak disampaiin dalam pertemuan itu. Itu belum dibahas memang emang tidak ada roadmap dan kita harus sekarang the game is ya udah masuk eh minta cari road

27:53 map-nya dong. Jadi simpel aja e Uni kalau dari kami dari FPCI dalam 1 tahun itu bisa enggak kita secure at least commitment untuk poin nomor 18 nih dari 20 point plan kan poinnya adalah begitu Gaza mulai dibangun perlu ada proses politik Heeh ee yang akan mengarah pada statehood Palestina gitu. Nah, roadmap-nya itu enggak ada. Selama tidak ada road map, selama itu pula kemerdekaan Palestina enggak sebetulnya karena Presiden dan Indonesia termasuk Menlu hadir di pertemuan board of peace yang di yang di WF dan sehari sebelumnya itu kan tanggal 22 ya 22 Januari

28:39 tanggal 21 Trum pidato tanggal 20 malam itu sudah ada pertemuan antara foreign minister ya makanya ee Pak Menlu Sugono mendadak datang lebih dulu keos, no picture, no everything membahas itu ya. Dan dari presentasi Trump, kemudian Wkoh, e Rubio apalagi Jaret Kusner yang presentasi kayak pengusaha real estate itu dan ada plan-plannya, tahap-tahapnya enggak ada itu menyebut-nyebut shood. Maksud saya udah enggak ada seperti itu kok masih terus, kenapa kok masih terus gitu? I don't have the explanation. Harus tanya, harus tanya istana, tanya Tedi, tanya P enggak, tapi apakah kemarin enggak ditanya kan ini ahli-ahli

29:24 hubungan luar negeri yang itu dibahas mengenai prosesnya dan kenapa Presiden merasa ee yakin PD-nya ee untuk menandatangani. Kalau menurut beliau itu eh the final ini adalah ee gabungnya Arab Saudi. Oh, yang membuat Indonesia ya semakin yakin gitu ya untuk untuk menandatangani ee karena Arab Saudi kan yang terdepan ya untuk masalah Palestina melebihi Qatar gitu ya ee dan Jordan juga dan melebihi Mesir juga menurut saya gitu ya. So jadi ada faktor itunya gitu ya. Tapi stilltil e kita ini kita ini ada ada kayak misalnya diancam-ancam enggak Bang Dino? Kalau yang dari Bank Dino dapatkan saya dengar misalnya soal Papua sempat disebut ee oleh

30:12 Amerika ke kita. Apakah apakah seperti itu? Saya tidak tahu. Eh to be honest, that's question yang hanya pemerintah yang bisa jawab gitu ya. Iya. Ya, karena meskipun Papua katakanlah itu kan cerita lama ya, cerita lama kerikil dalam sepatu yang selalu disebut-sebut. Tapi Amerika sekarang sama sekali tidak punya kredibilitas untuk menjadi champion of hum. I true. Not only that. Eh sewaktu saya di pemerintah kan dulu saying juga ikut eh apa membidani eh strategic partnership Amerika dan Indonesia. Dan satu poin yang ee paling kita insist dan berhasil masuk adalah Amerika sama sekali tidak boleh ee ee mendukung

30:59 gerakan separatis manaun di Indonesia. Itu masuk dalam perjanjian strategic partnership IndonesiaAmerika. Jadi kalau mereka berpikiran gitu atau mulai bermain begitu tentu ee itu melanggar kesepakatan gitu ya. Tapi apakah ada ee pembicaraan itu? Silakan. Saya tidak tahu karena saya tidak ada dalam proses apa namanya diskusi antara mereka gitu ya. Oke. Jadi ee menurut Bang Dino pertemuan kemarin ee produktif untuk ya itu tadi ee sebagai sebuah ee forum di mana Presiden menjustifikasi keikut serta kita dalam. Kalau menurut saya ee justru ee produktifnya dalam arti

31:44 baik saya Ibu Retno, Pak Marti, Pak Al Siihab dan lain sebagainya itu Pak Hasan yang Pak Hasan juga ya ee bisa ee menyampaikan aspek-aspek di mana Indonesia perlu lebih berhati-hati langsung ke Presiden. Iya, gitu. Ee yang mungkin beliau enggak dapatkan kalau diskusi internal gitu ya. I tapi kami bisa menyampaikan tanpa beban ya kan tanpa beban dan secara ee apa adanya gitu. So ee terutama faktor Trump jangan terlalu ini ya jangan terlalu PD ee ee banyak risikonya ya banyak sekali risiko berada di bawah Trump karena berbagai hal yang dia tandaat tangani itu jadi jadi semakin ee reward, semakin ribet gitu ya. Apakah kalau

32:32 pertemuan ini dilakukan sebelum kita masuk bop akan make differ menurut Bang Dino nuansanya? Mungkin mungkin akan sedikit beda karena kalau dari kami argumentasinya pandangannya adalah jangan terburu-buru. Pelajari dulu ya kan. Sekarang pun kita masuk kita enggak masih enggak tahu ini binatang apa kan kan belum ada pertemuannya masih rekrut. Kemudian gimana cara kerjanya? Sebenarnya waktu 22 Januari di web itu Kner menjanjikan next week akan ada pertemuan di Washington DC untuk membicarakan detail tentang struktur organisasi termasuk apa segala macam. Jadi ada itu juga belum kejadian sih ee sampai sekarang ya. Enggak tahu enggak tahu kalau ada kejadian tapi

33:18 kayaknya belum kejadian karena biasanya pasti akan diumumkan oleh White House. Iya. Iya. ee resiko gagalnya tinggi kok ee Uni. Dan ini adalah suatu konflik yang kalau kita lihat puluhan tahun ke belakang setiap kali ada inisiatif gagal ya kan Oslo inisiatif kemudian eh yang dulu eh bar sempat hampir Anapolis Conference 2007 juga enggak jadi. Yes. I karena apa juga ee pertama ini tergantung Israel I ya kan karena kalau Palestina mau merdeka, dia hanya bisa merdeka. ee secara penuh. Kalau Israel mengizinkannya berarti apa? Harus berunding, ya kan? Itu satu. Dan ini tidak akan terjadi selama BB masih berkuasa. Ya, mungkin kalau yang

34:03 lain berkuasa masih ada kesempatan. Dan kedua, Presiden Amerika itu bagi dia resiko tinggi. H kalau Israel enggak mau kemudian dia memaksakan ee dia kehilangan ini di dalam negeri itu kan Jewish lobi kuat sekali. IPAC itu kuat sekali secara ekonomi dan politik ya. dan NRE ya kalau di Amerika ya dua lobis kelompok pressure group yang paling kuat ya. Yes. Jadi jadi ee resiko gagalnya tinggi sekali dan kalau coba ya ee nah ini saya minta nanti Kemlu sama sang presiden menganalisa terus gitu dalam 1 tahun kalau ternyata Trump masih ngotot saya enggak tertarik sama sekali urusan Palestina merdeka. Nathan Yahud juga bilang, "Saya enggak mau tuh kalian nyebut aja Palestina

34:50 mereka. Saya enggak mau dengar gitu. Dalam 1 tahun masih begitu kita mau gimana, right? Kalau menurut saya itu udah redline tuh bahwa udah sign dari lampu kuning ke lampu merah kita ngasih 1 bilion untuk apa misalnya misalnya gitu ya dan lain sebagainya. Udah kita keluar right kita cari opsi lain. But for now this is the game. Dan game ini sangat imperfect, sangat enggak mengenakkan hati. Heeh. Tapi siapa tahu ini karena ada delan negara kunci ini ya. Siapa tahu ini bisa mengarah kepada something ya. Tidak. Ya, dua pertanyaan terakhir. Saya melihat di akun-akun yang mendukung Presiden, mereka mencoba untuk mengklarifikasi, wah ini nih jawaban kenapa kok ee terhadap kritik

35:37 negara-negara seperti Prancis, kemudian ee negara-negara yang apa Uni Eropa, negara-negara besarlah ya itu ee tidak mau ee untuk ikut dalam bopala Kanada karena eh karne which is the star of wave. 2026 adalah ee Karni ya, Mak. Karni Perdana Menteri Kanada. Ee dalam sejarah WEF sudah 56 tahun cuma ada tiga pidato yang standing oficiion yaitu eh Nelson Mandela Zelenski Presiden Ukraina dan tahun ini adalah eh Makarni dan kita lihat hype-nya di bagaimana itu bus Karni Popularity ya. Tapi enggak ada tuh negara-negara lain yang katakanlah masuk dalam

36:22 negara-negara maju. He ya yang mendukung saya ngelihat kalau di panggung waktu itu, wah ini banyak benar banyak kayak PM apa Presiden Azerbaizan itu kan tergolong diktator itu di negaranya ya segala macam. Jadi ya ada dari kita ada Vietnam lah dari kawasan ini ada Vietnam. Gimana Bang Dino ngelihat itu? Saya lihat kan ada sekitar 60 negara yang diundangkan. Heeh. Ini macam-macam ee mereka masuknya gitu ya. Kalau yang nolak ee jelas sori ada yang undangannya dibatalkan Kanada. Kanada jelas terbuka. Iya. Kemudian ada negara yang menolak ya Spanyol e apa Prancis Prancis dan lain sebagainya. Ada juga

37:09 sekutu Amerika yang diundang. Mereka enggak mau hadir tapi mereka mengelur waktu. Saya enggak mau sebutkan namanya tapi mereka nyampaikan ke saya. Iya. Pokoknya kami enggak mau ributlah sama tu orang. Jadi ya kami ulur-ulur. Kemudian kemudian ada negara yang ee di luar sukut itu ya. Heeh. Yang ee gabung karena iseng aja. Iya. Enggak ada kepentingan ya. Vietnam juga ya mungkin. Oh sori Vietnam agak berbeda karena kepentingan tarif. Tarif jelas ya kan. Jadi ada yang iseng mungkin yang tadi Mongolia mungkin ya. Ee kemudian ada yang ee ada kepentingan tarif supaya dia senang juga gitu ya. Dan ee ada kelompok lain yang merasa

37:56 benar-benar terlibat untuk masalah Palestina dan mereka ingin menggunakan ini untuk ee memerdekakan ee Palestina gitu ya. Ee jadi ada gradasi supaya berteman sama Trump gitu. Iya. Yes. Itu ya. Ee nah kita masuk di mana nih? Ya. Ya. Itulah ee menurut Bang Dino kita masuk di mana? kita masuk mudah-mudahan di yang terakhir yang ingin memerdekakan yang ingin memerdekakan dan melihat ini sebagai ee ajang pertarungan gitu ya. He. Tapi ee kan intinya kalau bertarung kita jangan sungkan gitu you know what I mean? H harus ada senggol-senggolannya kayak kita ee Kamboja ee perdamaian Kamboja kan berhasil. Kenapa? Kita harus

38:43 senggol-senggolan gitu, sikut-sikutan, jagal-jagalan. I dan berdebat gitu. I ee itu itu kunci sukses dalam diplomasi. Nah, kita harus bisa masuk ke mod dan aku setuju setuju yang harusnya yang apa namanya bahwa Indonesia berkontribusi untuk mengirimkan banyak sekali kalau benar 8.000 itu adalah bergaining yang benar-benar berharga harusnya buat Trump karena negara yang lain termasuk negara di Arab enggak mau karena tahu resikonya sangat besar ya. Benar. Kita ini Indonesia tuh so far per hari ini kalau memang enggak berubah, enggak dianggap jadi antch-nya Trump sesudah masuk bop di mata Hamas paling enggak itu kan kita dianggap paling diterima tuh. Iya. Iya. Ee dengan semua faksi yang

39:29 yang ada di sana ya. Iya. Iya. Nah, itu harusnya ini jadi kita setuju ee harusnya Indonesia tidak membayar dulu ya. Iya. tidak membayar dulu yang 1 billion dengan berbagai macam alasan yang tadi juga disampaikan karena itu tadi begitu kita bayar terus kemudian ee ternyata memang karena dari awal di charter board office charter itu tidak ada menyebut sama sekali tentang masa depan dari Palestina sesuai dengan yang harusnya ada di resolusi 2803 Dewan Keaman PBB. Jadi itu kayak kayak kayak kayak dicut dicut separuh aja sama Trump. He enggak diambil semuanya dari resolusi Dewan Kamenan 2803 di charternya bop-nya enggak seperti itu.

40:14 Padahal itu yang kita inginkan. He. Ee terus kita keluar ya. Iya. Ee ya nanti ee kontroversi berikutnya adalah kita sudah bayar, kita sudah bayar. Pertanggungjawaban untuk pengeluaran duit itu bagaimana? Kan gitu kan. Iya. Iya. Benar. Dan enggak akan dikembalikan uangnya. Iya. Tapi dalam jumpa persnya Pak Hasan, saya menonton bahwa beliau mengatakan sebaik uang ini sebaiknya untuk membantu Palestina. Sebetulnya dalam pertama tuh ada enggak sih ini sebenarnya uangnya ini untuk apa gitu? Kal kalau posisi kami di FPCI kalau kita mau bantu kan itu dari dulu ya kan? Nah. Iya. Jadi kalau kita mau bantu pertama bantunya langsung ke rakyat Palestina tapi jumlahnya juga bukan 1

41:00 miliar dolar bukan 17 triliun. jumlahnya semampu kita aja 10 juta dolar ya kan 20 juta dolar itu kan masih dalam batas kita pernah bang rumah sakit juga ya gitu tapi sebenarnya one billion tu untuk apa kalau pengertiannya Bang Dino sebagai diplomat yang sangat mumpuni dari charter itu 1 billion itu berapa bacaan saya untuk menjadi anggota permanen harus ee memberikan kontribusi 1 miliar dolar ya kan bacaan saya itu kan ya. Jadi kalau kita sudah memberikan bantuan untuk ini tentu ya untuk ee apapunlah gitu ya ee di lapangan yang sejumlah 1 miliar dolar kita ee menjadi anggota permanen gitu. Dan itu kan enggak penting banget.

41:48 Tapi untuk apa? Untuk anggota permainan tuh untuk apa? Belum jelas juga kan. Untuk pembiayaan apa? Apakah untuk pembayan membangun New Rafa New Gaza? Enggak jelas kan. Charter kan enggak ada. Per enggak ada. Jadi anggota permanen itu mungkin dimaksudkan oleh si Trump ini kan yang menyusunkan Trump. Konsep ini itu sama sebagai anggota yang paling privilege lah. Heeh. I kan kayak di PBB ee Dewan Keamanannya gitu kan. Iya. Tapi kita menurut saya apa pentingnya kita menjadi anggota permanen suatu kelompok yang dibosi oleh si Trump ini dan belum belum jelas ee masa depannya juga. tata kelolanya enggak jelas, ee komitmennya dia juga enggak jelas dan dan lain sebagainya gitu. Ee banyak orang yang bilang potensi ambruknya tinggi tuh

42:35 ya kan. Oke, Teman-teman sekalian ini sangat menarik ya ee kita akan sama-sama mengawal lah ya mengawal. Kenapa mengawal? Karena 1 billion dolar itu diambil dari APBN ya. APBN itu tax payer money ee uang e bayar pajak kita dan ee Indonesia sedang butuh banyak sekali apa namanya banyak sekali pembiayaan yang lebih lebih apa lebih ee apa lebih ee penting ya lebih prioritas. Tapi yang kedua tadi apa yang dibahas ee oleh Bang Dino ya konsern yang disampaikan meskipun saya ngelihatnya kok kesannya tuh apalagi Pak Yusuf Fanandi ya muji-muji saya cuma muji-muji ya ya sebagai ini kita tahulah ee why-nya segala macam tapi memang ee Indonesia

43:22 saya rasa rakyat Indonesia sudah dan selalu tidak pernah berubah komitmennya mendukung kemerdekaan Palestina to state a solution dan ini yang harusnya nya harus lebih menonjol dikomunikasikan oleh pemerintah berkaitan dengan termasuk keikut sertaan Indonesia di board of peace karena ini kan the borderless ya jadi apapun statement dari presiden apalagi itu pasti akan langsung kebaca oleh Trump dan siapapun bahwa ini posisi Indonesia dan Indonesia tidak bisa berkelit dari semacam utang konstitusi ya Bang Dino ya utang konstitusi kita sehingga ee apa namanya nya ee ini perlu perlu disampaikan secara terbuka. Perlu disampaikan secara terbuka dengan jelas

44:08 sehingga ee rakyat itu masih percaya bahwa komitmen dari pemerintah terhadap kemerdekaan ee Palestina itu ee tidak berubah ya. Dan yang kedua ee soal biaya uang keanggotaan 1 bilion US dolar sebaiknya tidak dibayarkan ya sebelum saya rasa mungkin 1 tahun lumayan lumayan oke meskipun kita juga enggak kep percaya karena kemarin 2 hari yang lalu Israel masih menyerang ee Gaza ya ee komitmen Israel terhadap kemerdekaan Palestina mungkin hampir tidak ada mungkin saya ee kita di Ident menganggapnya so far sulit ya tidak ada. Nah, jangan sampai nanti sudah terlanjur bayar, mau menarik diri jadi lebih complicated lagi. Kita akan kawal terus

44:53 bagaimana ee ee keikutsertaan dan kontribusi dari Indonesia terhadap Perdamen Plas di Palestina dan ee ee ee negara Palestina merdeka ya lewat platform ya lewat platform bikinan Trump yaitu Board of Peace. Terima kasih, Bang Dino dan sampai ketemu di POV berikutnya. Terima kasih.

Share

Ringkasan Video YouTube