PoV Times : Dino Jawab Kritik Tentang Dukung RI Masuk Board of Peace

PoV Times : Dino Jawab Kritik Tentang Dukung RI Masuk Board of Peace

Ringkasan Singkat

Video ini membahas keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) yang diinisiasi oleh Donald Trump untuk perdamaian di Gaza. Poin-poin penting yang dibahas meliputi:

  • Perubahan posisi Dino Pati Djalal setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo terkait BOP.
  • Risiko dan potensi masalah terkait pembayaran 1 miliar dolar AS untuk keanggotaan permanen di BOP.
  • Pentingnya Indonesia untuk tetap kritis dan berhati-hati dalam keterlibatannya di BOP, serta fokus pada solusi dua negara untuk Palestina.

Pendahuluan

Pembawa acara menjelaskan bahwa video ini dibuat setelah ia kembali dari perjalanan tugas ke luar negeri dan melihat perkembangan berita menarik di dalam negeri, yaitu pertemuan antara Presiden Prabowo dengan para ahli hubungan luar negeri terkait Board of Peace (BOP). Ia merasa perlu menggali lebih dalam pertemuan ini, terutama setelah melihat keterangan pers dari Hasan Yuda dan Dino Pati Djalal.

Perubahan Posisi Dino Pati Djalal

Dino Pati Djalal menjelaskan bahwa posisinya tidak berubah setelah pertemuan dengan presiden. Ia tetap menekankan empat lampu kuning terkait charter BOP, termasuk potensi BOP menjadi real estate-nya Israel. Ia juga menegaskan bahwa Indonesia sudah terlanjur masuk ke BOP, sehingga tidak realistis untuk keluar. Namun, ia menekankan pentingnya Indonesia untuk berhati-hati dan mencermati berbagai risiko.

Masukan dalam Diskusi di Istana

Dalam diskusi di istana, Presiden Prabowo memberikan pemaparan mengenai alasan Indonesia menandatangani BOP. Dino Pati Djalal, Marti Natalegawa, dan Alwi Shihab memberikan masukan agar Indonesia berhati-hati karena sudah terlanjur terlibat. Dino Pati Djalal juga menyampaikan dua poin penting: jangan membayar 1 miliar dolar AS dan tidak perlu berambisi menjadi anggota permanen BOP.

Di Balik Layar Pertemuan

Dino Pati Djalal dihubungi oleh istana dua hari sebelum pertemuan dan menerima surat undangan dari Menteri Luar Negeri. Pertemuan tersebut membahas Palestina dan arah politik luar negeri Indonesia secara umum. Presiden memberikan pembukaan selama sekitar 45 menit hingga satu jam mengenai geopolitik internasional sebelum masuk ke isu Gaza. Suasana pertemuan interaktif dengan tiga gelombang pertanyaan dari para ahli.

Apresiasi Keterbukaan Presiden

Dino Pati Djalal mengapresiasi keterbukaan dan interaktivitas dalam pertemuan dengan presiden. Ia menyampaikan masukan baik positif maupun negatif, termasuk kritik terkait pembayaran 1 miliar dolar AS. Ia juga menjelaskan bahwa posisinya mengenai BOP adalah statement of fact, karena saat ini hanya 20 point plan yang diendorse oleh Dewan Keamanan PBB sebagai opsi gencatan senjata.

Risiko dan Multilateralisme

Dino Pati Djalal menjelaskan risiko BOP, seperti berpotensi menjadi PBB pribadi bagi Trump dan tidak melibatkan PBB. Ia menekankan pentingnya Indonesia untuk terus menagih referensi mengenai Gaza dan Palestina dalam charter BOP. Ia juga menyoroti bahwa presentasi BOP lebih fokus pada real estate New Gaza dan New Rafa daripada rencana perdamaian yang sebenarnya.

PBB dan Pasukan Perdamaian

PBB sama sekali tidak dilibatkan dalam BOP, meskipun BOP lahir dari resolusi Dewan Keamanan PBB. Dino Pati Djalal menekankan bahwa pasukan perdamaian harus digerakkan dalam konteks PBB. Indonesia akan menyiapkan 8.000 personel sebagai kontingen terbesar, yang seharusnya menjadi leverage tanpa harus membayar 1 miliar dolar AS.

Justifikasi Keterlibatan Indonesia

Dino Pati Djalal menjelaskan bahwa pembayaran 1 miliar dolar AS adalah untuk menjadi anggota permanen BOP, bukan untuk kesetaraan. Ia berpendapat bahwa menjadi anggota permanen justru merugikan Indonesia karena akan selalu berada di bawah bayang-bayang Donald Trump. Ia juga menyoroti bahwa perhatian Trump terhadap isu ini bisa naik turun.

Komplikasi Pembayaran

Pembayaran 1 miliar dolar AS akan menimbulkan komplikasi jika Indonesia harus menarik diri dari BOP. Dino Pati Djalal menekankan bahwa POV Times IDN Times tidak mendukung pembayaran tersebut. Ia juga menyoroti bahwa Trump bukanlah orang yang bisa setia terhadap apa yang dia sampaikan.

Mandat PBB dan Ketua BOP

Mandat PBB untuk BOP hanya sampai 2027, sementara Trump bisa terus menjadi ketua BOP tanpa batas waktu. Dino Pati Djalal mempertanyakan bagaimana jika Trump sudah tidak menjadi presiden lagi dan berselisih dengan presiden Amerika berikutnya. Ia juga menyoroti bahwa perubahan dalam BOP harus diusulkan oleh minimal sepertiga anggota, yang sulit dicapai.

Alasan Indonesia Bergabung BOP

Keputusan Indonesia bergabung BOP didasari rasa percaya diri dengan adanya Arab Saudi, Qatar, Jordan, dan Mesir. Dino Pati Djalal melihat BOP sebagai ajang pertarungan antara Israel yang ingin menggunakan BOP untuk kepentingannya sendiri dan negara-negara yang mendukung solusi dua negara. Ia mempertanyakan game plan Indonesia dalam koalisi dengan negara-negara Islam lainnya.

Roadmap dan Kemerdekaan Palestina

Dino Pati Djalal menekankan pentingnya roadmap untuk kemerdekaan Palestina. Ia menyoroti bahwa dalam pertemuan BOP, tidak ada penyebutan mengenai statehood Palestina. Ia juga mempertanyakan mengapa Indonesia masih terus terlibat dalam BOP meskipun presentasi Trump tidak menyebutkan solusi dua negara.

Ancaman dan Kredibilitas Amerika

Dino Pati Djalal tidak tahu apakah ada ancaman terkait Papua dari Amerika. Ia menekankan bahwa Amerika tidak punya kredibilitas untuk menjadi champion of human rights. Ia juga menjelaskan bahwa dalam perjanjian strategic partnership Indonesia-Amerika, Amerika tidak boleh mendukung gerakan separatis mana pun di Indonesia.

Produktivitas Pertemuan

Dino Pati Djalal menilai pertemuan tersebut produktif karena para ahli bisa menyampaikan aspek-aspek yang perlu diperhatikan Indonesia langsung ke presiden. Ia menekankan pentingnya Indonesia untuk tidak terlalu percaya diri terhadap Trump dan mewaspadai berbagai risiko.

Resiko Kegagalan BOP

Dino Pati Djalal menilai risiko gagalnya BOP sangat tinggi. Ia menyoroti bahwa setiap inisiatif perdamaian sebelumnya selalu gagal. Ia juga menjelaskan bahwa kemerdekaan Palestina tergantung pada izin Israel dan presiden Amerika berisiko tinggi jika memaksa Israel. Ia meminta pemerintah untuk terus menganalisa situasi dan keluar dari BOP jika Trump tidak tertarik pada kemerdekaan Palestina.

Negara yang Menolak BOP

Dino Pati Djalal menjelaskan bahwa banyak negara yang menolak BOP, seperti Kanada, Spanyol, dan Prancis. Ada juga sekutu Amerika yang mengulur waktu untuk tidak terlibat. Ia menjelaskan bahwa ada gradasi negara yang terlibat dalam BOP, mulai dari yang iseng, yang punya kepentingan tarif, hingga yang benar-benar ingin memerdekakan Palestina.

Posisi Indonesia

Dino Pati Djalal berharap Indonesia masuk dalam kelompok yang ingin memerdekakan Palestina dan melihat BOP sebagai ajang pertarungan. Ia menekankan pentingnya Indonesia untuk tidak sungkan dalam berdebat dan bersenggolan dalam diplomasi. Ia juga setuju bahwa Indonesia tidak perlu membayar 1 miliar dolar AS dan harus terus mengawal keikutsertaan dalam BOP.

Utang Konstitusi

Pembawa acara menekankan bahwa Indonesia memiliki utang konstitusi untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Ia meminta pemerintah untuk menyampaikan komitmen ini secara terbuka dan jelas. Ia juga menekankan bahwa uang keanggotaan 1 miliar dolar AS sebaiknya tidak dibayarkan sebelum ada kejelasan mengenai komitmen Israel terhadap kemerdekaan Palestina.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ