Prabowo menurut versi Dr. Sri Bintang Pamungkas, mengalami guncangan jiwa.

Prabowo menurut versi Dr. Sri Bintang Pamungkas, mengalami guncangan jiwa.

Ringkasan Singkat

Video ini membahas berbagai peristiwa kontroversial dalam hidup Prabowo Subianto, mulai dari masa kecilnya hingga karir politiknya. Dr. Sri Bintang Pamungkas mengungkap berbagai "goncangan jiwa" yang menurutnya membentuk kepribadian Prabowo, termasuk pelarian keluarganya, dugaan keterlibatan intelijen asing, konflik dengan Soeharto, dan berbagai kejadian traumatis lainnya. Penuturan ini memberikan sudut pandang alternatif yang berbeda dari narasi utama.

  • Masa kecil Prabowo yang penuh gejolak dan pelarian keluarga Sumitro.
  • Dugaan keterlibatan intelijen asing dan pengaruhnya terhadap keluarga Prabowo.
  • Konflik Prabowo dengan tokoh-tokoh penting seperti Soeharto dan Habibie.
  • Peristiwa-peristiwa kontroversial yang diduga melibatkan Prabowo, seperti penculikan aktivis dan kerusuhan Trisakti.

Siapa Sebetulnya Prabowo?

Video ini dimulai dengan pertanyaan tentang siapa sebenarnya Prabowo Subianto. Dr. Sri Bintang Pamungkas menyatakan bahwa Prabowo mengalami semacam gangguan jiwa yang dipicu oleh berbagai peristiwa traumatis sejak kecil. Ia menyoroti masa kecil Prabowo yang penuh gejolak, termasuk pelarian keluarganya saat Prabowo berusia 6 atau 7 tahun karena keterlibatan ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, dalam pemberontakan PRRI/Permesta.

Pelarian Keluarga Sumitro dan Dugaan Keterlibatan Intelijen Asing

Keluarga Sumitro melarikan diri ke Sumatera untuk mendukung PRRI/Permesta, di mana Sumitro menjabat sebagai Menteri Keuangan. Setelah pemberontakan tersebut gagal, Sumitro melarikan diri ke Inggris dan menjadi warga negara di sana. Dr. Sri Bintang Pamungkas menduga bahwa Sumitro didekati oleh MI6 (CIA-nya Inggris) dan dicuci otaknya untuk mengungkap kelemahan-kelemahan Soekarno. Soekarno sendiri menuduh Sumitro sebagai koruptor. Keterlibatan Amerika juga disoroti melalui insiden pesawat Amerika yang ditembak jatuh dalam perang melawan PRRI, yang dikemudikan oleh Allen Pope.

Kembalinya Sumitro ke Indonesia dan Masalah Kewarganegaraan Prabowo

Setelah Soekarno jatuh, Sumitro dipanggil kembali ke Indonesia. Proses pergantian kewarganegaraan dari Inggris ke Indonesia cukup panjang. Pada tahun 1971-1973, Prabowo lulus SMA, namun ditolak masuk AMN (Akademi Militer Nasional) karena pengetahuannya tentang Indonesia dianggap nol dan masalah kewarganegaraannya belum selesai. Atas bantuan Soeharto, Prabowo akhirnya bisa masuk AMN.

Konflik Sumitro dengan Soeharto dan Dampaknya pada Prabowo

Sumitro menjabat sebagai menteri dua kali, pertama sebagai Menteri Perdagangan, di mana ia bentrok dengan Soeharto karena tidak setuju dengan pemberian Bulog ke Liem Sioe Liong. Kemudian, ia menjadi Menteri Riset dan menghasilkan riset tentang sumber daya air. Dr. Sri Bintang Pamungkas berpendapat bahwa Sumitro mulai bertentangan dengan Soeharto. Pada tahun 1994-1995, Sumitro menyatakan bahwa 30% utang luar negeri Indonesia menguap di tangan pemerintah Soeharto. Pernyataan ini dibawa oleh Dr. Sri Bintang Pamungkas ke Jerman dalam makalahnya. Konflik ini menimbulkan kegoncangan jiwa pada Prabowo, yang menganggap Soeharto sebagai pahlawan.

Peristiwa Trisakti dan Dugaan Keterlibatan Prabowo

Dr. Sri Bintang Pamungkas menduga bahwa Kopassus terlibat dalam peristiwa Trisakti, di mana empat mahasiswa meninggal. Hal ini semakin memperdalam konflik batin Prabowo antara loyalitas kepada mertuanya (Soeharto) dan tindakan orang tuanya yang melawan Soeharto.

Konflik Prabowo dengan Habibie dan Peristiwa Penculikan

Prabowo juga memiliki konflik dengan Habibie. Setelah divonis terkait peristiwa penculikan dan pembunuhan aktivis, Prabowo meminta Habibie untuk menunda pemecatannya dan bahkan meminta untuk dijadikan panglima TNI bersama Kiflan Zen dan Muchdi. Habibie menolak permintaan tersebut. Prabowo bahkan mencoba mengepung rumah Habibie dan istana. Habibie menulis dalam bukunya bahwa meskipun Prabowo menjilat telapak sepatunya, ia tidak akan memberikan jabatan tersebut, namun kalimat ini dihapus oleh editornya.

Perceraian Prabowo dan Titiek Soeharto

Berbagai peristiwa tersebut mengakibatkan Soeharto menceraikan anaknya, Titiek Soeharto, dari Prabowo. Konon, Soeharto menyuruh Prabowo untuk bercerai dan diusir, dengan syarat boleh kembali jika menjadi presiden. Setelah itu, Prabowo pergi ke Yordania dan kemudian mendirikan Gerindra.

Isu Ketembak dan Dugaan Dikebiri di Timor Timur

Dr. Sri Bintang Pamungkas membahas isu Prabowo tertembak di Timor Timur. Beberapa jenderal mengatakan bahwa tidak mungkin Prabowo tertembak karena selalu dilindungi oleh Paspampres. Namun, ada berita yang mengatakan bahwa Prabowo tertangkap dan dikebiri. Dr. Sri Bintang Pamungkas menduga bahwa setelah kembali ke Jakarta, Prabowo mulai suka marah-marah dan melakukan kekerasan kepada istrinya karena jiwanya labil.

Perilaku Prabowo Saat Ini dan Kesimpulan

Dr. Sri Bintang Pamungkas mencontohkan perilaku Prabowo saat ini, seperti memiting wakil menteri pertanian dan gebrak-gebrak meja, sebagai indikasi tekanan jiwa yang luar biasa. Kegagalan Prabowo menjadi cawapres dan capres dua kali semakin memperburuk kondisi tersebut. Dr. Sri Bintang Pamungkas menyimpulkan bahwa Prabowo memiliki ciri-ciri orang yang mengalami gangguan jiwa.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ