0:00 Ini bukan rahasia lagi bahwa masyarakat kita itu tahunya Jokowi itu pembohong. Ini dia tidak berpendidikan sekaligus pembohong. Kalau dia mengatakan dia punya ijazah asli, kenapa disembunyikan? Jadi kalau menurut saya yang selalu disembunyikan itu adalah sesuatu yang bermasalah. Tapi kesimpulan saya dia tidak punya ijazah. Jadi kalau ada ijazah yang dia pegang atau dia tunjukkan pasti palsu. Tidak mungkin sesuatu yang asli disembunyikan. Berarti Joko memang takut ketahuan. berarti memang palsu. Sama sekali tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa Jokowi itu punya semacam frame berpikir yang intelek. Sehingga karena itu saya tidak pernah percaya omongannya. Membohongi institusi negara, membohongi seluruh rakyat Indonesia, melanggar konstitusi.
0:46 Masa dia melenggam begitu saja? Kembali bersama saya di Abraham Samad speakup netizen. Hari ini saya menghadirkan tamu yang luar biasa nih, sahabat kita semua, ilmuwan politik, pakar otonomi daerah, Prof. Dr. Rias Rasyid. Asalamualaikum. >> Waalaikumsalam. >> Sehat, Prof? >> Sehat, alhamdulillah. >> Iya, netizen Prof. Prias ini mantan Menteri otonomi Daerah dan ilmuwan politik sekaligus ilmuwan pemerintahan. Prof. Menarik nih kalau kita lihat gonjang-ganjin tentang ijazah palsu. Ini kan ramai sudah berbulan-bulan, Prof. ya. Ini terus yang dibicarakan di TV, di
1:32 media sosial dan lain sebagainya. Jadi ribut nih >> pro kontra. >> Tapi kemudian Pak Jokowi semakin membuat gaduh suasana. Kenapa gaduh? karena dia menuduh katanya orang yang menyebarkan isu ijazah palsu >> itu di-back up oleh orang besar gitu. Menurut Prof Rias, apa motivasi Jokowi menyampaikan ini ke publik? Apakah dia ingin mengalihkan atau bagaimana? >> Kalau menurut saya itu pikiran sederhana dia aja. >> Oke. >> Mungkin ada yang bisikin dia. >> Hm. >> Mungkin juga dia ingin mengalihkan >> perhatian. >> Perhatian. Jadi seolah-olah dia itu juga dikorban >> kan ada desain yang disusun oleh orang besar bahkan diberi indikasi biru kan. >> Iya
2:19 >> ya itu kan jelas arahnya ke mana >> ya. Jadi kalau SBY tergerak untuk merespon itu tidak salah >> karena arahnya ke sana. Pertanyaan saya kenapa Jokowi membikin perkara baru? >> Hmm >> ngapain dia mencari-cari alasan? Apa tidak cukup masalah yang dia hadapi? ini kan memancing reaksi yang bisa semakin menyudutkan dia. Tentu saja kan banyak simpatisan-simpatisan dari pihak yang dia tuduh itu yang akan ikut-ikutan mencari-cari lagi alasan untuk menghantam Jokowi. >> Oke. Prof. Rias ini kan seorang pendidik ya, profesor, mantan rektor juga Prof. Ya, >> betul. >> Di IP kalau menurut Prof. Prias nih kalau melihat isu ijazah palsu ya yang sekarang lagi hangatnya kalau Prof. Pria
3:08 sendiri melihat kira-kira Pak Jokowi ini sedang disalimi atau memang ada masalah tentang ijazahnya? >> Saya kira ada masalah karena menurut saya ya Pak tanpa Anda tanya saya kalau mengikuti perkembangan ini secara teliti, saya tuh punya kesimpulan sederhana. dia tuh enggak punya ijazah. Kenapa, Prof? >> Indikasinya banyak. Tapi yang paling nampak adalah memang dia tidak punya kapasitas sebagai seorang sarjana. Sarjana apapun. Sebab seorang sarjana itu punya struktur berpikir yang clear. >> Hm. >> Berbicara secara sistematik. Ini kalau lulusan sekolah tinggi ya ee universitas dia berpikir sistematis. Dia bertutur
3:54 kata yang teratur dan fokus. dia tidak punya sama sekali kemampuan itu. H. >> Nah, yang kedua, ada apa sesuatu yang asli disembunyikan. Kalau dia mengatakan dia punya ijazah asli, kenapa disembunyikan? Jadi, kalau menurut saya yang selalu disembunyikan itu adalah sesuatu yang bermasalah. Secara tidak sadar dia semuanya mengakui bahwa ijazahnya itu bermasalah sehingga tidak sembarangan bisa ditunjukkan. >> Hm. >> Ya, takut ketahuan kan. Nah, hebatnya itu dia menyebutkan dia akan menyujukan kepada pengadilan. Tapi pengadilan di Solo tidak ada ijazah juga muncul. >> Oke. Dia enggak muncul juga. >> Dia mengatakan dia tunjukkan kepada polisi. Polisi mengaku cuma terima fotokopi. >> He. >> Jadi ini satu persoalan yang sulit kali dicerna secara logika gitu.
4:39 >> Oke. >> Tapi kesimpulan saya dia tidak punya ijazah. Jadi kalau ada ijazah yang dia pegang atau tidak tunjukkan pasti palsu. >> Itu kesimpulannya Pak >> itu pasti palsu, Pak. Oke. Kalau dia berdalil di Profes selalu bahwa enggak perlu saya harus tunjukkan kepada publik itu maksudnya apa kira-kira, Prof? >> Itu cuma alasan itu. Itu adalah satu argumen yang tidak punya dasar logika. >> Hm. >> Bagaimana sesuatu yang sah tidak mau ditunjukkan? Yang tidak mau ditunjukkan itu sesuatu yang aib. Sesuatu yang bisa membawa aib. >> Sesuatu yang buruk. >> Masa orang menyembunyikan kebaikan, kebenaran. Oke. >> Ada apa? Jadi kalau menurut saya justru
5:25 dia itu tidak mau ini terbongkar. Jadi mungkin maksudnya biarlah ini menggantung terus. >> Hm. >> Panjang-panjang umur aja. >> Oke. >> Ya, ini bisa mengamban terus sampai kiamat gitu. >> Kuat-kuatan ya. >> Ya, >> Prof. Kalau kita ingat kan ada peristiwa juga di Amerika ini, Obama ketika dipersoalkan tentang asal-usulnya. >> I >> tapi pada saat itu Obama langsung keluar memperlihatkan akta kelahiran. kelahirannya di di Hawai ya. Ya. Ya. >> Itu kira-kira gimana tuh kalau kita bandingkan dengan reaksi Obama dengan Pak Jokowi? >> Oh jauh Pak. Obama itu seorang guru besar Pak. Dia tuh mengajar di kampus di Chicago Pak. >> Dia itu orang terdidik Pak. >> Jadi yang gak mungkinlah sebanding dengan Jokowi. Jokowi tidak terdidik. Jadi reaksinya tidak intelek. >> Hm. He. >> Jadi kan sama sekali tidak ada kesan intelektual dalam dalam reaksi dia
6:13 terhadap kasus ini. Semua itu membingungkan orang. Dan anehnya masih ada juga orang mau bingung. Kalau saya tidak mau bingung saya sudah tahu ini. Ini kan udah tidak mungkin sesuatu yang asli disembunyikan. >> Hmm. >> Tidak mungkin sesuatu yang asli yang katanya fotokopinya itu ada di KPU Solo, KPU Jakarta, KPU nasional itu hilang. Ya. Dan dia tidak keberatan. >> Dia mestinya keberatan. Itu kan saya punya saya punya milik yang saya titipkan kepada Anda karena persyaratan jadi walikota, jadi gubernur, jadi presiden. >> Kenapa hilang? Saya tuntut KPU. Dia tidak tuntut juga. >> Oke. Jadi menurut Prof. Rias harusnya ketika data-data Jokowi itu dianggap tidak ada di KPU harusnya Jokowi
6:58 menuntut. >> Dia harus menuntut. Dan sebenarnya bukan hanya Jokowi, negara harus menuntut KPU. >> Hm. He. >> Untuk mengembalikan itu barang hilang. Karena tidak mungkin tidak mungkin hilang karena kebakaran. Tidak ada kebakaran di KPU. Tidak mungkin ee hilang karena dicuri. Tidak pernah ada laporan pencurian. >> H. >> Jadi kalau itu barang hilang sudah pasti dihilangkan oleh orang KPU. Sekarang apa perlunya orang KPU menghilangkan itu? Itu kan mesti ada maksudnya dong ya. Apakah ada yang kendalikan? Apakah ada yang suruh? Ya toh. Tapi ini adalah sesuatu misteri yang tidak bisa didiamkan. Satu dokumen negara hilang di satu lembaga tanpa reaksi apa-apa. Baik dari pihak yang memiliki dokumen itu yang
7:44 menitipkan itu kepada KPU maupun pihak negara yang bertanggung jawab atas keamanan semua dokumen. >> Oke, Prof. Ini kan kalau kita lihat seperti tadi Prof. katakan bahwa saya tanpa harus meneliti lebih jauh dari cara Pak Jokowi saja setiap diwawancara mengeluarkan pendapat-pendapat, pernyataan-pernyataan saya bisa mengukur kualitas keilmuannya. Tadi kalau enggak salah Prof katakan itu sehingga saya bisa >> berkesimpulan untuk sementara bahwa mungkin Pak Joko ini ada masalah dari segi kualitas pengetahuannya dari >> pasti ada masalah. Oke. >> Dan saya sangat yakin dia tidak memiliki kapasitas yang standar saja tentang seseorang yang lulus universitas apalagi lulusan UGM.
8:29 >> Hm. >> Ya. Kalau Anda, Anda saja misalnya Pak Abraham Samad tiba-tiba percaya bahwa dia lulus IGM. Kalau orang UGM yang benar akan mengatakan saya tersinggung. >> Iya. Iya. >> Kok Anda menganggap dia UGM? Tidak ada UGM yang kualitasnya seperti itu. >> Hm. >> Misalnya kan begitu. UGM kan menjaga standarnya ya. Dari dulu UGM itu adalah universitas yang paling terhormat, >> punya standar, >> punya standar yang terhormat. Dulu itu di beberap di semua daerah bukan beberadaan semua daerah itu elit-elitnya adalah lulusan UGM saya tahun 50-an, 60-an. >> Oh, Profas tahu betul itu ya. >> Iya. >> Hm. >> Jadi itu ya sekolah saya itu IIP itu kan di bawah naungan UGMP. H. Jadi dosen-dosen saya dulu ketika saya
9:15 mahasiswa itu 75 sampai 77 itu lebih dari separuh adalah guru-guru besar dari UGM yang datang terbang ke Jakarta untuk mengajar kami. >> Itu tahun-an ya? >> 75 sampai 77. >> Oke. >> Jadi kualitas UGM itu dari dulu standarnya tinggi. >> Makanya Profas agak menyangsikan. >> Betul. >> Jadi makanya saya tidak percaya kalau lulusan UGM kualitasnya kayak gitu. >> Tapi ini kan menarik juga Prof. ya. Saya kok UGM kelihatannya pasang badan. Ah. Ini yang saya curiga ini sudah menyangkut perilaku pribadi. H. >> Anehnya itu kalau kolektif ee seperti yang diduga orang bahwa jajaran struktural di UGM itu cenderung membela Jokowi. >> Sebenarnya kan sederhana sekali. Buka aja seluruh dokumen menyangkut
10:01 kemahasiswaan. >> Hm. >> Ya. Mengenai bagaimana Jokowi dulu berkuliah dan bagaimana dia lulus. >> Hm. >> Ini kan tidak dibuka juga. Dan bahkan UGM tidak pernah meminta. Dia kan mengatakan dia tidak pegang ijazah. Dia tidak bisa tidak pernah meminta kepada Jokowi yang katanya dia memegangi jasa itu untuk menyerahkan ijazahnya kepada UGM supaya UGM bisa ikut memverifikasi >> dan mensakkan bahwa betul ini ada ijazahnya. >> Oke. >> Yang dilakukan oleh rektor ini yang saya kasihan rektor ini karena pasti dia orang baik. >> Yang saya kasihan itu ada tekanan apa dia mengatakan saya yakin dia punya ijazah. Oh, jadi Prof. Prias menganalisa bahwa rektor ini dalam tekanan. >> Saya yakin begitu. Karena kalau itu karakternya dia tidak pantas jadi
10:47 rektor. Jadi dia ini dalam tekanan atau dia dalam keadaan utang budi atau apa sehingga dia terpaksa tidak berbohong tapi membuat pernyataan yang tidak bisa dipegang. >> Hm. >> Keyakinanmu tidak bisa dipegang. >> Oke. >> Ya. Soal ini soal ijazah adalah sesuatu yang konkret bukan keyakinan. >> H. ya. Nah, dia tidak pernah terakhir sampai sekarang kan tidak pernah ya UGM mengeluarkan ijazah itu. Apakah itu arsip, apakah itu fotokopi yang disimpang oleh UGM. Jadi UGM sebenarnya kalau ini berlarut-larut ini akan merusak reputasi UGM dalam jangka panjang. >> Oke, Prof. sebagai pakar ilmu politik dan pemerintahan ni orang yang pernah duduk sebagai Menteri Otonomi Daerah ketika
11:35 orang misalnya nih mencalonkan diri jadi walikota, bupati itu kan kalau sekarang kan mendaftar lewat KPU ya, Prof. ya, dokumennya semua itu diverifikasi di >> KPU. >> Apakah memang verifikasinya itu verifikasi secara administrasi saja sehingga memang kalau yang palsu itu gampang lolos begitu saja? Itu yang saya tidak tahu internal KPU bekerja ya. >> Oke. >> Tapi saya ingat dulu ketika saya calon anggota DPR RI itu kan saya menyerahkan fotokopi ijazah saya dari SD sampai doktor itu yang disahkan oleh universitas. >> Hm. >> Ya, kebetulan kalau yang ijazah saya dari Amerika itu saya tidak sempat lagi minta ke sana untuk disakan. Disakan oleh Kemend Dickbud. >> Oke. Karena Prof tidak sempat lagi ke
12:20 Amerika ya. tidak sempat lagi. Tapi Dikbud mengatakan bisa diperiksa di sini. Jadi Dikbud yang stempel dan menyatakan ini sah ya baru saya serahkan ke KPU. >> Hm. >> Ini untuk anggota DPR aja. >> Oke. >> Ya. >> Jadi memang kelihatannya kalau lebih dibawa tingkatannya misalnya pemilihan bupati atau walikota, Prof. tidak tahu persis bagaimana mekanis. >> Saya tidak tahu persis. Tapi saya kira tidak bisa juga kita menganggap mereka itu bodoh. Saya kira mereka sudah bekerja dengan benar. Dan ini kesalahan mengenai keaslian atau tidak aslian kan KPU tidak bertanggung jawab. >> Hm. >> Dia cuma melihat bahwa ada faktanya, ada fotokopi, ada pengesahan, dia tidak bisa periksa lebih lanjut kan. >> Iya. >> Jadi jangan salahkan KPU. >> Oke. >> Saya menyalahkan KPU sekarang. Kenapa dokumen itu hilang?
13:05 >> Oke. >> Nah, itu bisa dianggap kriminal itu. >> Itu kira-kira kalau menurut >> menghilangkan dokumen negara. >> Prof. Itu kira-kira kenapa tiba-tiba pada saat yang bersamaan itu hilang? >> Hilang. Ini ini kalau orang berpikir logis ya >> tidak usah tinggi-tinggilah. Ini mesti ada merekayasa kehilangan ini. >> Hm. >> Ini bukan aksiden. Ini sesuatu yang direkayasa untuk kepentingan siapa. Nah, kalau dikata untuk kepentingan Jokowi berarti Jokowi memang takut ketahuan. Berarti memang palsu. >> H. Jadi dengan Jokowi tidak bereaksi sahaja atas hilangnya dokumen-dokumen itu, saya sudah sampai pada keyakinan itu pasti dia tidak punya ijazah. >> Justru dia takut kalau itu dibuka ketahuan. >> Iya. >> Jadi dia mau hilang aja. >> Kalau hilang kan seolah-olah tidak ada
13:52 masalah. Sedangkan masyarakat di luar sudah sangat kritis. Tidak ada yang mau berhenti mencari itu >> walaupun walaupun Anda berusaha untuk menghapus. >> Betul. Oke. Seperti yang dilakukan Rismond Roy Sury dan kawan-kawan terus mencari bukti-bukti. Ya. >> Betul. Itu menurut saya suatu pejuang mereka itu pejuang-pejuang yang hebat, pejuang kebenaran. >> Oke. >> Karena walaupun sebagian besar orang tidak mau peduli dengan ijazah ini, itu indikasi dari survei-survei yang dibuat yang sebenarnya tidak masuk akal itu seolah-olah rakyat percaya bahwa itu tidak palsu. Terlepas dari itu semua, sejarah akan mencatat bahwa pada satu waktu ada kasus besar yang tidak mampu diselesaikan oleh satu bangsa yang besar. Ini kalau kita tidak bisa selesaikan ijazah palsu, Pak. Malu kita, Pak, kepada generasi yang akan datang.
14:38 Anak cucu kita ketahwai kita. Masa urusan begini negara tidak bisa selesaikan. >> H >> proses pengadilan tidak bisa, kampus tidak bisa, otoritas-otoritas yang lain yang bisa ikut campur tidak bisa. Ya, ada langkah gobloknya bangsa ini. >> Iya. Iya. >> Generasi kita bisa-bisa menyesal. Kenapa saya jadi orang Indonesia? >> Oke. >> Tidak ada kebanggaan kan? Oke. Jadi >> menyelesaikan masalah kecil aja enggak mampu. >> Jadi berarti kalau menurut Prof Rias di situlah pentingnya kasus dugaan ijasa palsu ini harus dikelirk >> harus dikelarkan tuntas supaya tidak ada beban buat generasi yang akan datang. >> Oke. >> Ya. >> Tapi ini kan kalau kita lihat Prof. selama perjalanan ini tiba-tiba misalnya nih kepolisian bares krim itu dia menyampaikan sesuatu bahwa sudah memeriksa dan itu identik. Dia pakai
15:24 istilah identik. >> Itu kira-kira apa itu? Itu sesuatu yang lucu atau gimana, Prof? >> Itu ini sesuatu yang menggambarkan kepolisian itu menyembunyikan sesuatu. Sebenarnya istilah identik itu tidak pas untuk digunakan meneliti keaslian sesuatu dokumen. H >> ya. Karena kalau soal identik, Pak, iya itu uang palsu juga identik, Pak. Semua uang palsu itu kalau Anda teliti mesti identik. >> Hm. >> Tapi kan tidak otentik. >> Oke. >> Jadi semua yang palsu itu masih bisa identik dengan aslinya. >> Hm. tapi tidak otentik. Nah, polisi untuk bisa membuktikan otentik dia tidak bisa kerja sendiri. Dia mesti bawa dulu ke UGM atau UGM menyerahkan kepada polisi karena dan memberi memberi
16:10 standar-standar kualitas yang berlaku di UGM. Baru polisi kalau memang diminta bisa mengatakan ini otentik atau palsu, bukan bukan identik. >> Istilah itu tidak berlaku untuk menguji keaslian sesuatu. >> Hm. He. >> Nah, saya enggak tahu bagaimana kepolisian bisa mengambil sikap seperti itu. Karena polisi saya gak yakin bodoh polisinya itu pintar-pintar semua >> ya. Pintar-pintar. Saya bisa menjadi saksi polisi. Pintar-pintar karena saya lama menjadi dosen. >> Oh. >> Di sekolah polisi di Lembang itu. >> Oke. >> Baik SESPM maupun Sespati. Sespim itu calon-calon Kapolres. Sespaati itu calon-calon Kapoldak. >> Oke. >> Calon jenderal. >> Prof. Ini kan setelah bergulirnya kasus ini tiba-tiba nih untuk memperlihatkan meyakinkan masyarakat bahwa dia betul
16:55 kuliah di UGM. Pak Jokowi tiba-tiba melakukan reunian. >> Reunian itu kira-kira apa maknanya, Prof? >> Itu semua adalah langkah-langkah dia menurut kemampuan dia berpikir. >> Oke. >> Bahwa dengan dia mengumpulkan orang-orang itu banyak mengakui bahwa dia pernah kuliah di sana. H. He. >> Nah, celakanya yang mendesain RU ini kurang canggih. H. >> Sampai lolos masuk apa itu tukang parkir di Tirtonadi gitu loh. Bagaimana bisa? Iya. Yang kedua ya itu sudah diumum di dicurigai orang ya. Ini bukan reuni yang genuin. >> Hmm. >> Tidak pernah ada reuni itu kembali ke kampus. >> Reuni itu kan mencari tempat yang paling komfortabel untuk bersantai-santai. >> Oke. >> Iya. Kok ke kampus ya? Yang ketiga ini yang saya dengar, saya baca juga
17:41 beritanya ya. Orang datang kok diangkut dengan bos gitu loh dari tempat-tempat yang berbeda kan mestinya >> artinya dimobilisasi gitu. >> Dimobilisasi. >> Jadi >> ya itulah cara berpikir Jokowi kan memang rendah ya standarnya. Jadi itulah kasihan dia. Dia saya seya kadang-kadang kasihan juga sama dia sebagai manusiawi ya. >> Dia itu berusaha betul untuk menutupi kekurangannya dengan cara-cara yang semakin membuka kecurigaan orang. >> Hm. Hm. >> Jadi menurut saya RU itu menambah menambah beban kepada Jokowi ya karena tuduhan orang, kecurigaan orang itu memang dia tidak asli. >> Oke. Jadi bukannya Riuni itu meyakinkan masyarakat bahwa Pak Jokowi ini kuliah di UGM >> ya. Ada teman-temannya. >> Iya. Bukannya justru begitu? Enggak. >> Itu maunya dia. >> Oke. >> Nah, yang konyol lagi ini menurut berita.
18:28 >> Iya. Setiap orang yang dat itu pakai anu eh namet tag itu loh pakai nama di masa alumni kau masih berarti masa alumni satu angkatan kau tidak kenal dia kan berarti 5 tahun atau 4 tahun bergaul dengan dia toh masa bisa lupa namanya >> jadi enggak perlu pakai nam tek sebenarnya >> jadi itu tanda-tanda untuk menghindari sampai jangan sampai Jokowi keliru menyebut namanya pasanglah nama-nama itu. >> Hm. Jadi >> dia kan mau sok akrab nanti dalam pertemuan itu. >> Jadi tidak genuin ya. >> Ya. Dan saya mencurigai ini saya curiga ya. >> Iya. itu tidak mungkin gratisan >> h >> orang datang. >> Oke. >> Ya, Jokowi berkepentingan. >> Oke. >> Yang paling berkepentingan dengan reuni itu adalah Jokowi >> untuk tunjukkan kepada publik. Cilakanya tidak ada yang percaya kecuali ee orang-orang dia. >> Oke.
19:14 >> Orang-orang yang objektif di luar itu tidak akan percaya. >> Enggak percaya dengan reunian itu. >> Dengan reuni-reunian ini. >> Oh. Jadi bukan bukan justru dengan hadirnya Pak Jokowi di reunian masyarakat mulia mempercaya. Enggak. Enggak seperti itu. >> Enggak. masyarakat kita sudah jauh lebih paham mengenai situasi ini. Dan jangan lupa, Pak, ini bukan rahasia lagi. >> Oke. >> Bahwa masyarakat kita itu tahunya Jokowi itu pembohong. >> Hm. >> Jadi kalau dia itu dalam banyak kasus dia berbohong, >> kenapa Anda tiba-tiba percaya dalam kasus ijazah dia tidak bohong? >> Hm. >> Itulah apa yang menyebabkan dia tidak bohong di sini. Sedangkan yang lebih besar dia bohong. H >> yang nyata-nyata tidak mungkin dia sembunyikan itu dia bohong.
19:59 >> Apa itu contohnya, Prof? >> Ya, soal SMK sudah dipesan 6.000 orang itu loh. >> Hm. >> Yang kalau yangwancarai siapa namanya itu ya? Teman kita itu yang belakangan jadi duta besar di Singapura. Dia bilang sama yang wawancara itu, "Kalau Anda mau pesan itu nunggu 2 tahun baru dapat." >> Iya. Iya. >> Meyakinkan sekali kan kebohongannya kan luar biasa itu. >> Hm. >> Tidak ada. >> Jadi itulah dasarnya sehingga Prof. Rias mengatakan yang lain saja dia berbohong apalagi ijazah. Atau kalau yang lain dia bisa bohong, kenapa ijazah tiba-tiba jujur? >> Dan kalau dia jujur soal ijazah, kenapa dia sembunyikan? Itu kan bukan sesuatu yang aib. Yang perlu Anda sembunyikan itu adalah sesuatu yang aib, sesuatu yang bisa membawa keburukan. Kalau ini untuk menyelesaikan masalah, kenapa Anda
20:46 sembunyikan? Kenapa Anda tidak mau buka? >> Hm. Kalau dia katakan itu bukan pada tempatnya, Prof. tempat apa ijazah itu tempatnya di mana saja. >> Hm. >> Yang penting jangan buka di kamar mandi kan. >> Oke. Jadi itu menjadi kebanggaan seharusnya ya. >> Itu justru membersihkan dia dan dia dengan dasar menunjukkan itu, membuktikan itu bahwa dia bahwa dia itu punya asli, dia bisa menuntut semua orang itu. Jadi sekarang itu agak lucu. Dia belum buktikan keasliannya dia sudah tuntut orang memfitnah dia. >> Hm. Dilaporkan ke polisi. >> Iya. Dilaporkan. Itu tidak bisa. buktikan dulu bahwa ini asli dan itu semua teruji oleh UGM dan oleh polisi. Baru dia mengatakan, "Saya difitnah oleh si bajingan ini, saya difitnah oleh ini, saya dimiliki oleh ini." Ya, saya tuntut mereka sekarang. Dia tertuntut tidak dia
21:32 tertunjukkan tapi dia menuduk orang memfitnah. >> Bagaimana dong? >> Oke. >> Jadi, tapi ya bagaimana ya? Saya tuh susah kalau mikir soal Jokowi karena bolak-balik kesimpulan saya memang dia tidak punya kapasitas untuk berpikir jernih. Kenapa, Bro? Ya, itu tadi gak sekolah gitu. >> Kenapa Profas bisa menyimpulkan seperti itu? Karena pengalaman Prof. Prias sebagai pengajar. >> Saya saya menjal mengikuti dia 10 tahun kan. >> Oke. >> Mengikuti perkembangan dia 10 tahun itu >> sejak kapan? >> Itu >> dia tidak pernah bicara sistematis. >> Hm. >> Dia tidak pernah kalimat-kalimatnya itu putus. >> Oke. >> Coba periksa semua. Jadi dia tuh gak pernah ditanya tanya lain pertanyaan lain jawaban. >> Itu yang menyimpulkan Prof. Prias bahwa kemampuan intelektualnya kurang. Oh, sangat kurang. >> Oke.
22:18 >> Nah, cuma ini ini celakanya kalau ini diyakini itu akan mempermalukan seluruh bangsa Indonesia ini >> bahwa mereka pernah ditipu habis-habisan oleh seseorang yang sebenarnya tidak pintar. Mestah yang bisa menipu Anda kan orang pintar. >> Oke. >> Yang logikanya kan yang menipu itu orang pintar, yang tertipu itu orang bodoh >> gitu. >> Nah, ini Anda ditipu oleh orang bodoh, jadi Anda itu lebih bodoh lagi. Nah, ini yang saya malu, Pak. Bagaimana mempertanggungjawabkan ini? >> Oke, >> ya. Jadi kalau menurut saya sama sekali tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa Jokowi itu punya semacam frame berpikir yang intelek. >> Hm. >> Sehingga karena itu saya tidak pernah percaya omongannya. >> Oke. >> Bahkan dulu ada seorang pemuka agama atau apa itu yang saya tidak ingat lagi.
23:05 Dia mengatakan kalau Jokowi mengatakan a kau mesti baca sebaliknya. H >> dia sudah sampai kesimpulan itu. >> Oke. >> Jadi kalau Jokowi mengatakan saya tidak ini, kamu harus mengatakan Jokowi itu >> ya karena sudah terlalu sering terjadi. >> Oke. Jadi atas dasar itulah sehingga Prof. menyimpulkan bahwa sebenarnya orang ini punya masalah dari segi kualitas keilmuan ya. >> Keilmuan dan kepribadian. >> Oh kepribadian berarti lebih >> kepribadian juga. Karena soal bohong itu kan bukan soal ilmu saja Pak. itu soal pribadi. >> Jadi kalau soal kebohongan, orang bisa tidak punya ilmu, tidak punya pendidikan tapi >> tidak mau bohong. >> Oke >> ya. Jadi tidak otomatis orang tidak berpendidikan itu pembohong. >> Oke. >> Ini dia tidak berpendidikan sekaligus
23:50 pembohong. >> Hm. >> Ya. Justru justru bisa dibalik begini. Dia itu jadi pembohong karena tidak punya kapasitas untuk jujur. >> Oke. >> Nah, tidak punya kapasitas untuk jujur karena tidak punya pendidikan yang cukup. di pendidikan kan bukan hanya ilmu tapi juga moral soal harga diri >> ini semua hal-hal yang yang seperti saya pernah katakan pada podcast kita yang pertama itu persoalan besar kita adalah berkenaan dengan peradaban bangsa kita. >> Hm. H >> jika peradaban bangsa kita itu sampai tertelan oleh kebohongan, terguras, terkuras oleh kebohongan, seolah-olah kebohongan itu adalah sesuatu yang wajar, maka hancurlah bangsa ini. Kita harus membenci kebohongan, kita harus menyalahkan kebohongan, kita harus menolak
24:37 kebohongan. Itu baru menjadi basis untuk membangun peradaban. >> Hm. H >> bayangkan jika kebohongan itu menjadi satu yang dibenarkan, peradaban kita hancur. >> Oke. >> Dan itu akan kita wariskan kepada generasi yang akan datang. Masuk neraka semua orang Indonesia. >> Oleh karena itulah Profes mengatakan bahwa semua kebohongan ini harus dibongkar. >> Harus dibongkar >> agar supaya peradaban kita bisa kembali. >> Tidak harus dibongkar dan dihentikan sampai di sini. >> Hm. He. >> Kalau bisa dihukum supaya menjadi pelajaran dari generasi ke generasi >> bahwa kebohongan itu adalah sesuatu aib dan tidak bisa Anda melenggam begitu saja ke ruang publik setelah berbohong. >> Oke. >> Harus ada konsekuensinya ya, Prof. Ini ada yang mengatakan begini, Prof. Buat apa sih mempersoalkan
25:25 lagi ijazah Jokowi? Padahal Pak Jokowi sendiri sudah tidak menjabat sebagai presiden. Dia sudah menjadi rakyat biasa. Apa urgensinya? Apa untungnya? Kira-kira jawabannya itu gimana, Prof? >> Jadi begini, menjadi presiden itu kan ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Dia itu kalau dibalik lagi kembali, dia itu sebenarnya tidak memenuhi syarat menjadi calon presiden. >> Oh, oke. >> Nah, ini bukan persoalan biasa. >> Sesuatu yang tidak memenuhi syarat Anda loloskan. Masa Anda mengatakan biar lama melenggam begitu saja, kita sudah terlanjur keliru. >> Hm. Pak gak boleh. Ini peradaban tadi. >> Oke. >> Kita itu membangun peradaban harus ada konsekuensi dari satu pelanggaran aturan >> terutama menyangkut aturan-aturan pokok. >> Oke.
26:12 >> Ya. Jadi orang yang berpikir seperti itu terlalu terlalu sederhana dan itu saya kira itu yang diinginkan oleh Jokowi. Saya mencuriga. Itu termasuk penjilat Jokowi yang mengatakan begitu. >> Iya betul. Para baser. Para baser. >> Iya. Jadi itu yang mengatakan begitu adalah orang yang menjilat Jokowi. Jadi dia ingin mengatakan bahwa sudahlah sudah selesai. Gak usah dipersoalkan lagi >> ya. >> Ya, nanti kalau Anda memperkosa orang ya Anda terus ditangkap dan orang semua mempersoalkan Anda sudah memperkosa. Anda mengatakan tidak usah dipersoalkan lagi. T sudah terjadi perkosaan itu sudah selesai. >> Hm. Itu kesalahan besar ya. >> Itu tetap kesalahan. Oke. >> Ini Pak membohongi institusi negara, membohongi seluruh rakyat Indonesia,
26:58 >> melanggar konstitusi gitu loh. Masa dia melenggam begitu saja? Di mana peradaban kita? Kita mau letakkan di mata dunia >> h >> dan di mata generasi yang akan datang. Jadi ini wajib diusut. Oke. >> Apalagi kalau kita berasumsi bahwa isu ijazah palsu ini adalah untuk menutupi isu-isu besar yang lainnya sehingga itu tidak sempat diperhatikan. >> Oke. >> Ya, kalau itu benar asumsi itu bahwa maka semua urusan ijazah ini diselesaikan untuk melanjutkan dengan kasus-kasus yang lain. >> Ini sebagai kunci pembuka. >> Oke. >> Sekarang energi kita habis untuk ijazah. Pal banyak kasus-kasus lain >> ya. Kalau Anda ee baca pernyataannya atau dengar pernyataannya Abdullah Hamahua kan banyak sekali kasus. >> Betul
27:46 >> ya? Jadi itu tidak bisa kita anggap enten soal ijazah ini. >> Hm. >> Ya. Ini ini tidak akan pernah bisa kita maafkan. >> Oke. >> Ini kejahatan besar membohongi seluruh rakyat Indonesia. >> Oke. >> Ya. >> Jadi ini harus dibongkar sampai tuntas, Prof. Ya. >> Harus tuntas. >> Bukan justru persoalan kecil. >> Ini harus tuntas. Ini persoalan besar. harus tuntas dan harus ada konsekuensi hukum terhadap pelakunya. >> Kalau tidak kita gagal membangun peradaban. Kembali lagi saya mesti ulang-ulang ini. >> Oke. >> I >> Prof. Apa yang bisa kita petik dari peristiwa ini sebenarnya? Apa yang menjadi pelajaran berharga ke depannya untuk memilih pemimpin? >> Nah, ini dalam konteks itu saya kira ini penting sekali. Jadi rakyat kita ini perlu terus diedukasi
28:33 ya mengenai apa sih arti kepemimpinan dalam pemerintahan. Oke. >> Apa arti dari tanggung jawab kepemimpinan itu bagi masa depan, bagi nasib rakyat gitu loh. Jangan sampai Anda tertipu ya. Pertama oleh pencitraan ini. Pencitraan ini kan merusak kita semua ya. Karena ini ada semacam kerja sama yang sangat sistematis antara ee survei tukang-tukang survei itu sama para lembaga survei. >> Saya menyebutnya tukang survei ya dan ee media-media massa. >> Oke. >> I. Jadi saya mengatakan ini sepertinya agama baru dalam ee dalam dalam format reformasi ee demokrasi kita saat ini. >> Oke.
29:18 >> Jadi jadi ada agama baru yang dibuat seolah-olah Tuhannya itu adalah >> mereka yang punya modal besar >> yang menentukan ini harus atau partai-partai besar yang menentukanlah calon-calon itu semacam Tuhannya. >> Lalu ada rasul-rasulnya. Oke. >> Rasul-rasulnya itu adalah tukang-tukang survei. Tukang-tukang survei mengatakan, "Ini loh yang harus kau pilih. >> Inilah yang mayoritas akan mendukung ini. Ini rasul." Lalu ada pemuka-pemukanya ya pemuka-pemuka, >> pemuka-pemuka agama, >> pemuka-pemuka dari agama baru itu yang itu adalah media massa. >> Hmm. Hm. >> Jadi setelah diblow up oleh survei-survei, menyebarlah di semua media, >> media massa yang memb
30:03 >> media massa yang menyebarkan ini e pesan-pesan ini. >> H >> lahirlah orang ini. >> Jadi ini harus dilawan. >> Oke. >> Ini bukan agama baru. Ini harus ditolak. Ini semua penipuan. >> Penipuan. Ya. >> Ya. Kalau survei-survei tidak bisa jujur, itu luar biasa dahsyatnya kejahatan mereka lakukan. Karena menggiring orang ini kan sekarang lebih banyak survei itu mengirim menggiring orang. >> Oh oke. >> Menggiring orang untuk memilih sesuatu. Jadi makanya survei dibayar mahal. >> Hm. >> Ini kan ya kebanyakan itu yang membayar kan ee tim-tim sukses dari >> dari satu pasangan calon. >> Prof. Apakah di Amerika, Prof ini kan pernah studi lama di Amerika, apakah sistem rekrutmen, sistem pemilihan
30:50 pemimpin di Amerika mulai dari gubernur, walikota, bahkan presiden itu menggunakan juga survei-survei seperti di Indonesia? >> Jadi mereka itu baru menggun mereka baru menggunakan survei dan itu bukan mereka yang menggunakan lembaga sumve independen yang tugasnya adalah memantau, >> maksudnya adalah membantu rakyat. Oke >> ya. Jadi sebenarnya yang terjadi itu adalah >> bukan yang dibayar ya, bukan survei yang dibayar ya, >> bukan. >> Mereka punya dana sendiri. >> Oke. >> Dengan fund rising sendiri karena itu kepentingan rakyat ya. Jadi di sana itu tidak ada e satu partai ya yang otom dengan seujuk-ujuk mencalonkan seseorang. itu ada proses dari bawah >> h >> pada berbagai tingkatan untuk menyeleksi calon-calon itu sampai pada satu tingkatan tertentu partai itu memutuskan
31:36 bahwa dia akan mencalonkan ini. >> Oh, oke. >> Dari calon yang sudah muncul itulah lembaga survei memantau >> oke >> ya apa kelebihan dan kekurangan orang ini ya begitu. Jadi tidak ada itu lembaga survei pesanan >> seperti di sini >> tidak ada. Oke. >> Kalau di sini ya maaf aja ini tidak bisa dipercaya, Pak. >> Oke. Kira-kira apa yang Prof. ingin sampaikan nih sebagai masukan buat kita semua untuk kebaikan proses demokrasi kita. >> Jadi memang untuk demokrasi kita ini kembali kepada sikap partai-partai politik. Apakah partai-partai politik itu punya kemampuan untuk membaca kepentingan negara dan bangsa dan
32:22 aspirasi rakyat. Lalu mereka mencari calon dengan susah paya menemukan orang-orang yang bisa jadi pemimpin karena merekalah yang menentukan >> pencalonan itu. Jadi partai-partai politik ini harus diharamkan memperjual belikan pencalonan itu. >> Hm. Diharamkan ya >> itu aib besar. Jadi mereka harus mencari yang terbaik dengan niat yang baik >> ya supaya >> rakyat itu betul-betul memperoleh orang-orang terbaik >> yang punya calon integritasnya. Dan ketika itu di dikampanyekan dijelaskan semua latar belakangnya. >> Hm. >> Latar belakangnya harus dijelaskan ya. Prestasi-prestasinya harus dijelaskan ya. Komitmen-komitmennya harus dijelaskan. Jadi yang berkampanye itu bukan hanya yang bersangkutan tapi partai. >> Seluruh kader partai bergerak
33:08 >> untuk mendukung dia. Itu baru bisa ke kita bisa mengharap ada ee suasana yang sehat dalam persaingan demokrasi. Kalau sekarang ini demokrasi kita sakit berat, Pak. Bayangkan kalau sampai ada daerah yang punya calon tunggal sehingga harus melawan kotak kosong. Ini kan aib besar. >> H >> aib besar terhadap demokrasi kita. Ini kan terjadinya kota kos itu kan ada persekongkolan. Persekongkolan di antara partai-partai yang sepakat kita tidak punya calon lain hanya satu orang ini. >> Hmm. Ya. Ya. Ya. >> Ini sebenarnya sesuatu yang sudah terlalu jauh menyimpan dari cita-cita kemerdekaan >> kayak permainan kartel ya. >> Iya. Dan itu menurut saya memprihatinkan karena tidak ada pihak yang mempersoalkan itu secara serius. >> Oke. >> Seolah-olah biasa saja melawan kota
33:54 kosong itu penghinaan, Pak. >> Hm. >> Melawan kota kosong itu. Jadi ini ee ujian berat buat kita dan saya tidak begitu yakin bahwa ini akan bisa diperbaiki dalam waktu dekat. >> Oke. >> Karena pertanda tanda-tanda menuju kebaikan ini dari segi politik dan pemerintahan itu belum kelihatan. Oke. >> Dalam praktik pemerintahan sekarang pun kita tidak bisa diyakinkan bahwa negara ini akan selamat. Maaf aja. Nah, itu perlu wawancara khusus meng >> Oke, >> luar biasa netizen apa yang disampaikan Prof. pria sini mudah-mudahan menyentuh perasaan kita paling dalam, mencerahkan kita, mengedukasi kita, sekaligus menuntun kita untuk melihat sebuah kebenaran yang ada di depan mata kita agar supaya kita tidak tersesat dalam memilih pemimpin. Sampai ketemu di
34:40 episode berikutnya di Abraham Samat Speaker. [Musik]