Ringkasan Singkat
Video ini membahas sejarah dan sifat-sifat Yahudi menurut Al-Qur'an, serta pengaruh ideologi Zionis dan Freemason terhadap dunia Islam. Dijelaskan pula bagaimana pendidikan dan kurikulum di Indonesia dapat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam.
- Ideologi Zionis dianggap rasis dan eksklusif.
- Yahudi dilindungi di Turki Utsmani selama 400 tahun.
- Freemason dan liberalisasi di Turki Utsmani memiliki dampak negatif.
- Pendidikan Yahudi menekankan pada pewarisan nilai-nilai perjuangan.
- Al-Qur'an menggambarkan sifat-sifat Yahudi seperti materialisme dan penolakan kebenaran.
- Pentingnya pendidikan agama yang kuat untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.
Klaim Kekasih Allah dan Ideologi Zionis
Al-Qur'an menggambarkan orang Yahudi dalam surah Al-Jumu'ah, yang menyatakan bahwa mereka mengklaim sebagai kekasih Allah satu-satunya. Ideologi Zionis dianggap rasis karena menganggap hanya mereka yang disayangi Allah karena keturunan Ibrahim. Pada masa lalu, orang Yahudi dan Muslim di Spanyol diberi tiga pilihan: masuk Kristen, keluar dari Spanyol, atau mati. Banyak yang memilih keluar dan mencari perlindungan di Turki Utsmani.
Perlindungan Yahudi di Turki Utsmani dan Pengaruh Freemason
Turki Utsmani melindungi sekitar 200.000 orang Yahudi selama 400 tahun, memberikan mereka pengadilan sendiri dan mufti besar. Namun, ada juga gerakan Zionis tersembunyi yang berperan dalam penggulingan kesultanan Utsmani. Liberalisasi di Turki Utsmani, yang dipengaruhi oleh Freemason dengan ideologi materialisme dan sekularisme, juga berdampak negatif. Meskipun ada spekulasi tentang keterkaitan Ataturk dengan Yahudi, pengaruh liberalisasi terhadap Turki Utsmani lebih signifikan.
Kegigihan Yahudi dan Pengaruhnya dalam Pendidikan
Orang Yahudi dikenal gigih dan memiliki sistem pendidikan yang kuat, di mana nilai-nilai perjuangan diwariskan secara turun-temurun. Pertemuan-pertemuan penting tokoh Yahudi telah mengubah keilmuan dunia. Di Indonesia, ideologi Freemason juga mempengaruhi Budi Utomo. Freemason, yang berdiri sebelum Zionis, memiliki gerakan liberalisasi dengan prinsip liberty, equality, fraternity.
Zionisme dan Kebencian Kristen terhadap Yahudi di Eropa
Zionisme muncul sebagai respons terhadap kebencian Kristen terhadap Yahudi di Eropa. Theodor Herzl, tokoh Zionis, awalnya ingin melakukan asimilasi dengan budaya Kristen Eropa, tetapi kemudian berpikir untuk mendirikan negara sendiri untuk menyelamatkan bangsa Yahudi. Ide ini awalnya ditolak di Jerman. Herzl berperan sebagai sutradara, penulis skenario, dan pemain utama dalam gerakan Zionisme.
Pendidikan Yahudi dan Sifat-Sifatnya dalam Al-Qur'an
Pendidikan Yahudi menekankan pada pewarisan nilai-nilai, dan Al-Qur'an menggambarkan sifat-sifat Yahudi seperti rasisme dan materialisme. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak-anak agar tidak bersifat seperti Yahudi. Al-Qur'an juga mencatat kisah-kisah tentang keingkaran dan kelicikan orang Yahudi terhadap Nabi Musa.
Empirisisme dan Penolakan Wahyu
Orang Yahudi menolak wahyu dan lebih memilih empirisisme, di mana ilmu hanya didasarkan pada apa yang bisa dilihat dan dirasakan. Dalam Al-Qur'an, orang Islam diperintahkan untuk meminta perlindungan dari kaum Yahudi dan Nasrani. Orang Yahudi dimurkai Allah karena mereka tahu kebenaran tetapi tidak mau mengikutinya, bahkan merusaknya.
Yahudi Liberal dan Intervensi dalam Pendidikan
Yahudi liberal memiliki pandangan yang berbeda, bahkan ada yang mendukung perkawinan sejenis. Dalam pendidikan, penting untuk mewajibkan tes kemampuan agama selain kemampuan akademik. Pemerintah seharusnya menyusun kurikulum berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah. Penjajah menaklukkan umat Islam bukan dengan kekerasan, tetapi dengan logika, kata-kata, dan kasih sayang.
Strategi Penaklukan dan Perintah Perang dalam Islam
Peter the Venerable, seorang pendeta Kristen, menyatakan bahwa penaklukan umat Islam dilakukan bukan dengan senjata, tetapi dengan kata-kata dan kasih sayang. Al-Qur'an juga memerintahkan umat Islam untuk menyiapkan diri untuk perang dan memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan musuh.

