0:06 halo semua, ketemu lagi sama aku Luna, selamat datang di channel Ngomongin Uang sekarang, ada banyak banget orang yang heboh bahas tentang redenominasi semua itu berawal sejak kementerian keuangan ngusulin rancangan undang-undang redenominasi di program legislasi nasional tahun 2020 - 2024 sebetulnya nih, ini tuh bukan pertama kalinya rencana redenominasi dibahas tahun 2011, Darmin Nasution, Gubernur BI saat itu pernah ngerencanain redenominasi Gubernur BI selanjutnya, Agus Martowardojo juga pernah ngajuin RUU redenominasi emang redenominasi itu apa ya? ada nggak sih negara yang pernah ngelakuin ini? apa aja sih dampaknya? yuk kita bahas bareng-bareng singkatnya, redenominasi itu adalah menyederhanakan nominal mata uang
0:56 dengan cara mengurangi digit angka nol di mata uang yang bersangkutan oya, kamu harus tahu nih redenominasi itu nggak mengurangi daya beli uang yang kamu punya ini tuh beda sama sanering, yang benar-benar memangkas daya beli uang yang kamu punya misalnya nih, katakanlah Indonesia itu ngelakuin redenominasi tiga digit angka nol berarti nih, uang Rp10.000 tuh bakalan berubah jadi Rp10 nah, kalau sekarang Rp10.000 bisa dipakai buat beli semangkok bakso setelah redenominasi, uang Rp10 nya juga tetep bisa dipakai buat beli semangkok bakso daya beliau tetap sama cuma tiga angka nolnya aja yang dihapus jadi uang Rp100.000 tuh bakal jadi Rp100, uang Rp1.000.000 bakal jadi Rp1.000 dan uang 1 miliar rupiah bakal jadi 1 juta rupiah
1:44 pokoknya tinggal dikurangi aja nih tiga angka nolnya kira-kira kebayang ya sebetulnya, kita sebagai masyarakat udah sering ngelakuin redenominasi dalam skala kecil di kehidupan sehari-hari misalnya nih, coba deh kamu lihat menu kopi di Starbucks harga minuman di menu mereka itu ditulis tanpa tiga angka nol banyak juga restoran yang gak nyantumin tiga angka nol di menu mereka dalam banyak kesempatan kita juga sering mengganti tiga angka nol dengan huruf k seperti 25k, 50k, 100k, dan lain-lain nggak cuma itu aja, dalam komunikasi lisan pun kita sering ngelakuin ini misalnya nih, kalau kita lagi nawar harga sebuah barang di pasar "250 boleh ya, mas? 300 kemahalan nih"
2:30 yup, kita ngelakuin itu buat kepraktisan aja, tapi nggak teregulasi sebenarnya, ada nggak sih negara yang pernah ngelakuin redenominasi? atau jangan-jangan, cuma Indonesia aja yang berencana ngelakuin ini? nah, redenominasi ini udah dilakuin di banyak negara mulai dari Turki dan Romania di tahun 2005 Rusia di tahun 1998 sampai Brazil yang ngelakuin redenominasi sebanyak enam kali di tahun 1960an sampai 1990an bahkan, Indonesia sendiri juga pernah ngelakuin redenominasi di tahun 1965 jadi itu bukan pertama kalinya Indonesia meredenominasi mata uangnya karena kita udah pernah ngelakuin ini sebelumnya ternyata, banyak ya negara yang pernah ngelakuin ini
3:15 emang redenominasi itu tujuannya apa ya? apa manfaatnya menghapus digit angka di mata uang nah, tujuannya macam-macam, tergantung negara yang ngelakuin redenominasi tersebut misalnya nih, redenominasi di Rusia tahun 1998 salah satu tujuan redenominasi tersebut adalah untuk meyakinkan publik kalau krisis ekonomi di Rusia tuh udah selesai Oiya ada satu hal menarik nih terkait redenominasi ini Mosley (2005) itu mencatat kalau 38 dari 60 negara yang lakuin redenominasi di tahun 1966 sampai 2003 tujuannya untuk menyederhanakan digit mata uangnya setelah hiperinflasi di sini kamu bisa ngeliat nih, sebagian besar negara yang ngelakuin redenominasi itu adalah negara
4:01 yang mengalami inflasi ratusan bahkan ribuan persen Kenapa sih bisa gitu? jadi nih, jumlah digit angka pada mata uang itu adalah akumulasi dari krisis ekonomi dan inflasi yang terjadi di masa lalu semakin tinggi inflasi, ya jumlah digitnya tuh akan terus bertambah semakin banyak digitnya, maka muncul kebutuhan untuk menyederhanakan nominalnya dengan redenominasi sekarang mungkin kamu bertanya-tanya Indonesia kan enggak lagi kena hiperinflasi kayak Venezuela atau Zimbabwe ngapain sih kita harus redenominasi segala? nah, dari yang aku lihat, ada dua tujuan dan manfaat utama dari redenominasi ini yuk kita bahas satu-satu yang pertama, untuk ningkatin kredibilitas dan kesetaraan mata uang
4:46 kamu perlu tahu nih, secara nominal nilai tukar Rupiah terhadap Dolar tuh bedanya jauh banget $1 itu setara dengan Rp14.000 sementara, di negara tetangga kita nih misalnya $1 setara dengan 31,3 Baht Thailand dan 4,27 Ringgit Malaysia jauh banget ya bedanya nah, dengan ngelakuin redenominasi, hal tersebut bisa ngasih kesan kalau nilai tukar Rupiah tuh sejajar dengan mata uang negara lain hal itu tuh positif nih kalau dilihat dari kacamata psikologi market dan perdagangan contohnya bisa kita lihat dari negara Turki sebelum redenominasi, $1 itu setara dengan 1,8 juta Lira setelah redenominasi, $1 itu jadi setara dengan 1,8 Lira
5:33 itu bikin mata uang Lira bisa disejajarkan dengan mata uang lainnya dan tentu aja nih, hal tersebut juga bisa ningkatin kredibilitas dan daya saing mata uang Lira di perdagangan internasional di sisi lain, pecahan uang Rp100.000 adalah pecahan terbesar kedua di Asean setelah pecahan 500.000 Dong Vietnam di Indonesia, pecahan Rp100.000 daya belinya kecil banget mungkin cuma cukup untuk beberapa kali makan doang tapi coba kita bandingkan dengan Dolar Singapura 100 ribu Dolar Singapura tuh cukup buat biaya makan setahun penuh yang kedua, untuk efisiensi pencatatan baik dalam akuntansi atau kegiatan sehari-hari redenominasi ini tuh juga berdampak nih untuk menyederhanakan pencatatan dalam akuntansi
6:19 maupun dalam perhitungan sehari-hari kalau dipikir-pikir nih, tiga angka terakhir dalam nominal rupiah tuh hampir gak kepake sama sekali cuma manjang manjangin penulisan doang dengan memangkas tiga angka terakhir dalam nominal rupiah semua pencatatan keuangan tuh jadi lebih sederhana dan juga bisa meminimalisir terjadinya kesalahan dalam pencatatan tapi balik lagi nih, di balik tujuan dan dampak positifnya tentu aja, pelaksanaan redenominasi itu punya konsekuensi nya sendiri dan kalau konsekuensi ini tuh nggak dimitigasi dengan baik hal tersebut tuh bakal berdampak buruk pada kondisi perekonomian di Indonesia apa aja sih konsekuensinya? yang pertama, pembulatan harga berlebihan yang berujung pada inflasi tinggi kamu pernah denger tentang money illusion nggak?
7:05 ini tuh terjadi ketika kita tuh cuma ngeliat angka pada uang doang, bukan pada daya beli uang itu sendiri saat ini nih, mungkin kita menganggap bayar makan sebesar Rp25.000 biasa banget dan kita tuh udah terbiasa sama uang puluhan ribu buat biaya makan ketika redenominasi, uang Rp25.000 itu berubah jadi Rp25 nah, di sini nih ilusinya. kita tuh jadi ngelihat nominal Rp25 tuh kecil banget dan gak berharga padahal secara daya beli, Rp25 itu setara dengan Rp25.000 karena hal ini, mungkin kita akan cuek dan menganggap remeh kalau makanan yang kita beli itu naik jadi Rp30 atau dibulatkan jadi Rp30 karena nggak ada kembalian "ah, cuma Rp5 doang kok"
7:51 eits, jangan salah, kenaikan Rp5 itu setara dengan kenaikan harga sebesar 20% atau nih, kita kan udah terbiasa dengan kata-kata, "Rp100-nya boleh didonasikan, mbak?" nah, sekarang mungkin Rp100 tuh kelihatan kecil banget dan mungkin persepsi kamu terhadap Rp100 itu nggak akan langsung hilang gitu aja padahal setelah redenominasi, Rp100 setara dengan Rp100.000 kalau ilusi itu terjadi dalam skala besar, tentu aja, ini tuh bakal menaikkan angka inflasi yang kedua, pengeluaran biaya yang besar oleh pemerintah, mulai dari sosialisasi sampai implementasi Indonesia tuh luas banget. ada yang tinggal di kota, ada juga yang tinggal di desa bahkan di kaki gunung ada yang udah terfasilitasi dengan gadget dan internet
8:39 tapi ada juga yang daerahnya belum dijangkau sama jaringan internet jangankan internet, listrik aja belum ada secara latar belakang pendidikan pun beda-beda ada yang menempuh pendidikan tinggi, di sisi lain ada juga yang masih buta huruf nah, tugas pemerintah adalah mengawal proses redenominasi ngelakuin sosialisasi ke 267 juta masyarakat Indonesia yang terpencar-pencar di berbagai pulau dan dengan latar belakang kondisi yang beda-beda ingat, pemberlakuan redenominasi itu membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat sebagai pelaku ekonomi proses sosialisasi ini nggak sesederhana memangkas tiga angka nol doang karena buat merealisasikan ini tuh butuh waktu, tenaga, dan juga uang yang nggak sedikit di sisi lain, pemerintah juga perlu menggelontorkan banyak uang buat kegiatan implementasi redenominasi
9:29 contohnya nih, terkait kebutuhan untuk mencetak uang baru, sosialisasi belum lagi juga diperluin adendum dalam berbagai perjanjian legal yang nyebutin nominal uang, dan lain-lain dan jangan lupa juga, redenominasi ini mengubah semua pencatatan uang digital dan aset digital kamu di dalam itu termasuk bank, saham, dan semua instrumen lain yang berkaitan sama pencatatan keuangan oh iya, mungkin satu video Ngomongin Uang tentang triliuner paling santai di Indonesia juga perlu diubah karena setelah redenominasi, di Indonesia tuh udah nggak ada triliuner lagi, adanya miliarder nah, dengan ngelihat konsekuensi yang ada, redenominasi ini jelas nggak bisa dilakuin sembarangan butuh kesiapan, persiapan, dan rencana yang matang sebelum akhirnya mutusin untuk melakukan redenominasi
10:17 kondisi ekonomi negara juga harus dalam kondisi yang mendukung supaya redenominasinya itu bisa berjalan lancar kondisi yang mendukung tuh bisa dilihat dari yang pertama, kondisi fundamentalnya tuh kuat, pertumbuhan ekonominya tuh naik yang kedua, inflasinya itu stabil yang ketiga, stabilitas nilai tukar Rupiah dan yang ke empat, defisit anggaran tuh ada di angka yang wajar oke deh, segitu aja mau aku sampein tentang redenominasi semoga video ini tuh bisa ngebantu kamu dan teman-teman yang lain dalam memahami apa itu redenominasi apa fungsi dan tujuannya, serta apa aja sih dampak dan juga konsekuensi yang ditimbulkan dari kebijakan ini sampai ketemu lagi di video selanjutnya tetap di channel Ngomongin Uang. karena ngomongin uang, nggak ada abisnya