Saat Para Penjahat Ngomongin Damai

Felix Siauw www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang Board of Peace yang dibentuk oleh Donald Trump, yang dianggap sebagai bentuk premanisme internasional dan penjajahan terselubung. Felix Siauw menekankan bahwa tujuan utama Board of Peace bukanlah perdamaian, melainkan untuk menunjukkan dominasi Amerika Serikat dan memaksa negara lain untuk tunduk. Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace dipertanyakan, karena dianggap lebih didasari oleh kepentingan ekonomi dan rasa takut terhadap Amerika Serikat daripada dukungan terhadap Palestina atau kemanusiaan.

  • Board of Peace adalah alat untuk menunjukkan dominasi AS, bukan untuk perdamaian sejati.
  • Keikutsertaan Indonesia dipertanyakan karena kepentingan ekonomi dan rasa takut.
  • Penjajahan pemikiran adalah masalah utama, yaitu merasa bisa menyelesaikan masalah dengan ide penjajah.

Logika Dasar dan Tujuan

Felix Siauw memulai dengan menjelaskan pentingnya memahami logika dasar dalam melihat segala sesuatu, yaitu dengan melihat tujuannya. Jika tujuannya benar, maka tindakan yang dilakukan bisa dianggap benar. Namun, jika tujuannya salah, maka semua tindakan yang dilakukan akan menjadi salah. Analogi diberikan dengan contoh seseorang yang ingin pergi ke Surabaya, di mana semua persiapannya akan benar jika tujuannya benar, tetapi akan salah jika dia malah pergi ke Padang. Logika ini diterapkan pada pembahasan Board of Peace.

Board of Peace: Alat Dominasi Amerika

Board of Peace dibentuk oleh Donald Trump untuk menunjukkan kepada dunia siapa yang berkuasa. Amerika Serikat bertindak seperti preman pasar yang melakukan apa pun yang mereka inginkan karena merasa tidak ada yang bisa menantang mereka. Trump menunjukkan kesombongannya dengan menangkap presiden Venezuela, Maduro, yang melanggar hukum internasional, dan mendukung Israel dalam melakukan apa pun yang mereka inginkan di Gaza tanpa konsekuensi. Trump tidak mau diatur oleh hukum apa pun, sehingga membentuk Board of Peace untuk menunjukkan bahwa PBB dan hukum dunia tidak berarti baginya. Tujuan Board of Peace bukanlah perdamaian, tetapi untuk menunjukkan siapa bos dan memaksa negara lain untuk ikut.

Keterlibatan Tokoh Kontroversial dalam Board of Peace

Untuk menjadi anggota Board of Peace, negara harus membayar sejumlah besar uang, namun keputusan tetap di tangan Amerika Serikat. Ini menunjukkan premanisme dalam skala internasional. Orang-orang yang bergabung biasanya tidak punya pilihan dan menunjukkan kelemahan mereka. Anggota Board of Peace termasuk orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan Israel dan memiliki kepentingan pribadi, seperti Jared Kushner (mantunya Trump), Steve Mnuchin, Marco Rubio, dan Benjamin Netanyahu. Netanyahu, seorang tokoh yang terlibat dalam pembunuhan, justru membahas perdamaian, sementara orang-orang yang menjadi korban genosida tidak diajak bicara. Ini adalah bentuk penjajahan yang terjadi secara legal dan dilakukan oleh orang-orang berdasi.

Posisi Indonesia dalam Board of Peace

Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace dipertanyakan, apakah perhitungannya mempertimbangkan kepentingan Palestina. Indonesia bergabung karena takut tarif dagang dinaikkan dan takut melawan Trump. Dengan bergabung, Indonesia seolah-olah menyetujui jaminan keamanan Israel, yang menjadi masalah karena tidak ada jaminan keselamatan bagi warga Gaza. Pilihan kata-kata yang selalu menjamin keamanan Israel menunjukkan bahwa Indonesia takut dan tidak punya pilihan. Lebih baik jujur mengakui bahwa keikutsertaan ini didasari oleh kepentingan ekonomi dan rasa takut terhadap Amerika Serikat. Bergabung dengan Board of Peace juga dianggap sebagai jalan normalisasi dengan Israel, di mana pemimpin Indonesia membahas perdamaian dengan Israel dan Amerika Serikat membahas rencana untuk Gaza dengan Netanyahu.

Penjajahan Pemikiran dan Pentingnya Ilmu

Felix Siauw menekankan bahwa masalah utama bukanlah kelemahan fisik atau ketidakmampuan untuk bernegosiasi, tetapi penjajahan pemikiran. Penjajahan pemikiran yang paling berbahaya adalah ketika seseorang merasa bisa menyelesaikan masalah dengan ide penjajah. Membebaskan Baitul Maqdis tidak bisa dilakukan dengan cara berpikir penjajah dan pembunuh. Ilmu akan memberikan pilihan, kekuatan, persatuan, dan cara respons yang paling baik dalam setiap situasi.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Teman-teman sekalian, yuk kita diskusi lagi tentang board of peace. Jadi gini, Teman-teman sekalian, pertama-tama aku pengin ngasih tahu satu logika dulu ya. Karena kalau kita enggak paham logika-logika dasar, kita enggak akan bisa paham semua yang terjadi di dunia ini. Pertama adalah gini. Segala sesuatu itu harus dilihat berdasarkan tujuannya. Kalau tujuannya benar, maka yang lain bisa jadi benar. Tapi kalau tujuannya sudah enggak benar, maka apapun yang ada di dalamnya, apapun yang dibuat setelah itu, itu juga pasti enggak benar. Gampangnya gini ya, misalnya ya, kalau ada orang misalnya mau pergi ke Surabaya misalnya, maka ketika dia beli tiket, ketika dia ee nyiapin perbekalan, ketika dia misalnya ee

0:46 apapunlah yang dia lakukan, nyiapin tiket buat ee nyari perbekalan lalu terus kemudian dia nyari sepatu dia, terus kemudian ngapain? Ngapain pun itu berarti benar kalau memang tujuannya mau ke Surabaya. Tapi kalau misalnya tujuannya mau ke Surabaya lalu terus kemudian dia pergi arah ke Padang misalnya maka apapun akan jadi salah. Dia beli tiket jadi salah. Lalu terus kemudian dia beli sepatu jadi salah. Dia nyiapin perbekalan jadi salah. Dan semua jadi salah. Jadi, semua itu harus dilihat berdasarkan apa yang mau kita lakukan dan tujuannya apa. Itu dulu yang pertama kali teman-teman harus tahu. Maka kita juga harus tahu ketika kita berbicara tentang board of peace misalnya. Jadi, kalau kita berbicara tentang board of peace, maka board of peace ini adalah apa? Board of peace adalah sesuatu yang

1:32 dibuat sama eh Donald Trump untuk ngasih tahu pada dunia bahwasanya siapa yang jadi bos. Teman-teman tahu Amerika sekarang itu kerjaannya benar-benar kayak preman. Benar-benar kayak preman pasar. Literally kayak preman pasar. Dia berbuat apapun yang dia mau karena dia tahu dia enggak ada lawan. Dia tahu bahwasanya enggak ada satuun yang bisa nantangin dia. Ini kita harus tahu. Jadi kesombongan yang sangat sangat luar biasa ini ditunjukkan. Yang paling santer adalah ketika dia nangkapin presiden, dia nangkap presiden eh Venezuela, Maduro dan itu melanggar hampir semua hukum-hukum internasional. Dia enggak peduli. Dan Trump sudah nunjukin bahwasanya dia bisa back up Israel untuk melakukan apapun yang dia

2:20 mau di Gaza tanpa ada konsekuensi apapun. Karena Amerika adalah yang memiliki afeto di PBB. Jadi, PBB mau ngapain aja enggak ngaruh. PBB mau jungkir balik orang-orangnya mau ngeluarin waren ataupun ee apa namanya? Perintah nahan e Netanyahu. Bodo amat. Itu udah ditunjukin sama Trump. Jadi, Trump ini orangnya sudah gila. Dia enggak mau diatur dengan hukum apapun. Karena dia enggak mau diatur dengan hukum apapun, maka dia buat board of peace. Jadi, Teman-teman tahu harus tahu itu bahwa board of peace itu dibuat karena dia pengin ngasih tahu apa itu PBB. Enggak ada urusan. Apa itu hukum dunia? Enggak ada. Aku akan berbuat apa yang aku mau. Berarti tujuannya udah salah nih. Ini problematikanya. Board of

3:06 peace bukan untuk perdamaian, tapi untuk nunjukin siapa bos di sini dan lu harus ikut gue. Mau enggak mau, suka enggak suka. Berarti ini enggak ada pilihan bagi orang-orang yang mau untuk nyari ee muka Trump, yang mau nyari keridaan Trump, dia harus ikut Trump. Intinya gitu aja sih sebenarnya. dia bodo amat dengan yang lain. Dia keluar daripada apa namanya beberapa organisasi internasional. Dia nyata-nyata terus kemudian bilang bahwasanya organisasi internasional itu enggak ada gunanya. Dia nyata-nyata back up Israel. Dan ini ini poin pentingnya teman-teman harus tahu bahwasanya Amerika itu adalah sekutunya Israel yang tidak pernah goyah sekutunya Israel dari zaman kapan tahu? Dari zaman orang-orang zaman dulu sampai sekarang. Misal di masa Obama aja sudah

3:52 ditentukan bantuan 30 miliar dolar eh 30 miliar US Dollar dalam bentuk bantuan militer itu sudah ada dari zamannya Barack Obama dan mereka terus-menerus melakukan bantuan. Eh dan kalau aku enggak salah di tahun 2023 ketika ee genosida itu terus kemudian ada di depan mata kita, kita tahu bahwasanya Amerika ngasih duit cash dan bantuan militer sebesar berapa? Kalau enggak salah 300 triliun per tahun kalau enggak salah ya atau pastinya lebih daripada itu. Tapi yang jelas teman-teman sekalian Trump itu adalah bestinya Netanyahu. Dan Trump sudah bilang berkali-kali bahwasanya dia setuju dengan apapun yang dilakukan oleh Netanyahu. Bahkan dia muji Netanyahu. Dia dengan bangga mengatakan, "Netanyahu

4:37 minta aku senjata ini, senjata itu ee yang aku pun belum tahu. Dan aku kasih semua." Untuk apa? untuk ngeledakin orang-orang di Gaza. Genosid di Gaza. Mikir. Paham maksudnya? Paham. Jadi, Trump ini enggak ada sama sekali keinginan dia untuk bantu Gaza. Dia yang nyediain duit, dia yang nyediain senjata. Semua yang diledakkan di kepala-kepala orang Gaza itu yang bunuhin anak-anak Gaza itu senjatanya Amerika. Jadi, Teman-teman harus paham itu. Dia tuh pelakunya. Jadi, teman-teman harus paham bahwasanya ini pelakunya bikin board of peace. Paham? Kalau enggak paham aku enggak tahu lagi. Netanyahu bunuhin orang dengan perlindungan daripada Donald

5:23 Trump. Di PBB dia tetap bisa melenggang kangkung. Hukum internasional nothing. Kenapa? Back up-nya Amerika. Itu dulu harus teman-teman paham. Dan dia buat seolah-olah dia pahlawannya. Oke, kami buat board of peace. Dan board of peace ini untuk apa? Untuk nunjukin PBB enggak ada gunanya. Memang iya sih, untuk nunjukin bahwasanya dia di atas daripada hukum. Untuk nunjukin bahwasanya dia di atas dunia yang lain. Eropa mau marah urusan. Greenland aku mau ambil dan Eropa mau marah urusan. Pokoknya yang penting aku mau aku buat. Dunia harus bertekuk lutut di hadapanku. Ini yang pengin ditunjukin sama Trump. Maka dia buat board of peace. Oke, balik lagi. Board of peace, Teman-teman sekalian. Kita lihat.

6:08 untuk masuk dibilang harus bayar 16 atau 17 triliun. Itu sudah pemalakan tuh. Udahlah kita sudahlah kita enggak punya pilihan. Orang-orang lemah kan memang enggak punya pilihan kan ya. Ee 17 triliun dibayar. Setelah itu apa aturannya? Aturannya adalah kalian yang masuk kalau sudah bayar boleh jadi anggota. Kalian boleh ngomong, kalian boleh usul tapi keputusan di tangan aku. Gila kan? Coba bayangin tuh. Coba bayangin tuh. Jadi artinya keputusan tetap di tangan aku, bukan di tangan kalian gitu maksudnya. Artinya kalau kita bicara tentang e tentang masalah board of peace ini adalah benar-benar premanisme. Premanisme 100% premanisme. Kenapa? Karena semua harus aku yang nentuin. Kalian boleh usul, aku yang nentuin, gitu kan ya. Nah, artinya

6:55 adalah apa? Lucu. Artinya adalah kalau ada orang sudah tahu seperti itu, dia dalam keadaan tertekan, berarti dia masuk ke situ itu jelas karena dia enggak punya pilihan, bukan karena kamu punya negosiasi, kamu punya kamu punya ground, kamu punya ee apa ya? Kamu punya ee posisi untuk bernegosiasi. Enggak. Justru kamu enggak punya posisi untuk bernegosiasi. Kamu nunjukin banget kalau kamu masuk ke situ bahwa kamu tuh lemah. Kamu enggak bisa buat apapun kecuali nurut apa yang diinginin oleh para bully itu, oleh para orang-orang yang preman-preman itu. Karena dia memang ya daripada nanti kita dipukulin, ya daripada nanti kita dinaikin tarif, ya daripada nanti kita dipersulit, ya udahlah kita ikut aja lah terserah dia ajaalah. Pokoknya kamu siap. Izin, bos.

7:42 Izin, Pak Ketua kami ikut karena kami enggak punya kekuatan. Kami bahkan enggak bisa negosiasi. Tapi kalau ada negara-negara yang punya kemampuan, punya potensi, punya kekuatan untuk negosiasi, mereka enggak akan gabung. Karena mereka bilang, "Ngapain kami gabung ke dalam satu board office. Apa gunanya, PBB?" Ini cuma sekedar pembulian yang terjadi secara internasional. Dia seenak-enaknya sendiri yang mutusin dia jadi ketua seumur hidup dia. Dan siapa anggota-anggota Board of Peace? Teman-teman cari siapa mantunya. Sekarang kita tahu orang-orang nepotisme itu memang barengan tuh orang-orang tuh ngumpul. Mantunya Jaret Kusner, pengusaha dilibatin dalam board of peace. Kenapa harus dia sih? Dia

8:29 jelas-jelas bilang apa? Dia pengusaha. Dia ngelihat Gaza sebagai cuma properti doang. Properti. Lalu terus kemudian siapa yang dilibat lagi? Stevekov. Siapa dia? Bestinya Israel. Jelas-jelas dia dari dulu adalah orang yang sangat dekat banget dengan orang-orang Israel dan Netanyahu. Lobi ipak siapa lagi? Terus kemudian Marco Rubio sama bestinya Israel nih. Dan siapa anggota anggota daripada Board of Peace? Netan yahu. Coba lu bayangin mikir, coba mikir. Pembunuh itu bahas perdamaian. Orang yang ngasih senjata buat bunuh atau bahkan terlibat dalam pembunuhan itu disuruh untuk bahas perdamaian.

9:16 Sementara orang-orang yang dibunuh di genosida tidak diajak bahas sama sekali tentang tanah mereka yang dijadiin properti. Tentang tanah mereka yang akan diperebutkan oleh elit-elit yang di barat. Teman-teman tahu ini namanya apa? Penjajahan. Cuma terjadi secara legal. Cuma terjadi seolah-olah dilakukan oleh orang-orang berdasi. Tapi penjajahan tetap. Tetap aja penjajahan. Kenapa? Penjajahan adalah ketika orang-orang di situ mereka tidak dilibatkan dalam urusan kemerdekaan mereka sendiri. Artinya penjajahan itu terjadi, neokolonialism. Bedanya Israel melakukan secara hostile take over. Lalu terus kemudian Amerika melakukannya dengan subtle take over dan kemudian orang-orang bisa dengan mudah mengatakan, "Ya, ini kan lebih mendingan

10:02 daripada pembunuhan kemarin sama Israel." Sama aja ada orang dibunuh dengan senjata, ada orang dibunuh di meja perundingan. Ada pembunuh-pembunuh membawa senjata, ada pembunuh-pembunuh berdasi dan berjas. Enggak ada bedanya sama sekali. Artinya board of peace enggak mencerminkan peace sama sekali. Oke, kalau gitu kita sekarang bahas Indonesia. Berarti ketika Indonesia masuk ke dalam board of peace, apakah perhitungannya adalah orang-orang Palestina? Ternyata enggak kan? Karena takut ditambah tarifnya, karena takut neraca dagangnya yang sudah untung itu jadi hilang, karena takut melawan Trump. Karena Trump udah nunjukin sebegitu kerennya dia. Bisa nyulik presiden mana pun yang dia mau, bisa bunuh siapapun yang dia suka. Dan tidak ada konsekuensi

10:48 sama sekali. bisa buktiin bahwasanya kalau dekat sama Trump itu bisa kayak Netanyahu. Jangankan hukum dunia tuh, hukum akhirat dia bikin karena sudah terjanji sama dia. Itu kan yang dipengenin. Ya udah kalau gitu ya enggak apa-apa sih. Cuma ngasih tahu aja sih bahwasanya kamu bukan berbuat karena Palestina. Kamu bukan berbuat karena mikirin orang-orang yang dijajah. Kamu bukan melakukan itu karena kamu itu pengin dukung saudara-saudaramu yang ada di situ atau berbuat atas nama. kemanusiaan. Kamu ngomong bahwasanya kayak kenapa harus milih kata-kata menjamin keamanan Israel? Kenapa harus milih kata-kata menjamin keamanan Israel? Kenapa enggak bisa ngomong bahwasanya kita harus memastikan bahwasanya orang-orang Gaza

11:35 itu selamat? Mereka harus menentukan nasib mereka sendiri. Sedangkan Israel harus bertanggung jawab atas apapun yang mereka buat. Karena tidak ada satuun perbuatan kriminal yang tidak dihukum. yang bisa lewat begitu aja. Kenapa enggak ngomong gitu? Kenapa pilihan katanya selalu kalau mau damai semua harus menjamin keamanan Israel? Kenapa harus gitu? Ini kan problemnya berarti apa? Problemnya kita tuh takut. Problemnya kita tuh enggak punya pilihan. Problemnya kita tuh enggak mau negosiasi. Enggak bisa negosiasi. Jadi jangan ngomong bahwasanya ini negosiasi itu enggak masuk akal, itu enggak masuk logik gitu maksudnya. Udah ngomong aja. Kita lakukan ini karena kita pengin tetap dagang sama Amerika. Kita melakukan ini karena kita takut sama

12:20 Trump. Kita melakukan ini semua karena kalau enggak dekat sama Trump nanti kita susah. Kalau dekat sama Trump kita dapat banyak privilege. Gitu aja ngomongnya. Itu lebih jujur gitu kan ya. Lagian ngapain kita gabung ke PBB kalau gitu. Dan satu lagi problematika yang lebih utama ini sudah termasuk jalan normalisasi dengan Israel. Kenapa aku bilang begitu? Karena guys, pemimpin kita guys, satu grup sama Israel bahas tentang perdamaian bahasnya bareng Israel. Dan Amerika sudah ngutus Steve Wkov, Marco Rubio dan segala macam untuk ngobrolin plan plan untuk New Gaza, board of peace, perdamaian di Gaza, peace di Gaza dengan Netanyahu. Sakit enggak tuh? Sakit enggak tuh? Dan

13:07 coba bayangin, coba bayangin kalau enggak kita yang ngomong siapa lagi? Kalau kita yang enggak rida duit kita, suara kita, seolah-olah dia mewakili selang Indonesia gitu. Seolah-olah dia mewakili seluruh orang Indonesia menjamin keamanan Israel. Aku enggak mau sih. Aku aku enggak aku enggak ikut-ikutan dalam madness ini. Aku enggak ikut-ikutan dalam kegilaan ini. Aku enggak ikut-ikutan dalam perkara-perkara menjijikkan kayak gini. Just supaya kenapa aku bikin video ini? Supaya orang tahu di masa-masa ini aku ngomong. Kalau ada yang enggak suka, ada yang berbeda pendapat, silakan monggo, silakan. Tapi kita harus tahu bahwasanya penyakit itu penyakit itu bukan

13:54 kelemahan fisik. Penyakit itu bukan ketika kita enggak punya apa-apa sekarang atau kita belum punya kemampuan untuk negosiasi. Tapi nih masalah itu di kepala. Masalahnya adalah penjajahan pemikiran. Dan salah satu penjajahan pemikiran yang paling bahaya adalah ketika Anda merasa Anda bisa menyelesaikan permasalahan Anda dengan ide penjajah. Bahwasanya Anda bisa membebaskan Baitul Maqdis dengan cara pikir penjajah dan orang-orang pembunuh. Ini logika yang benar-benar harus kita tahu. Semoga teman-teman sekalian jadi mikir. Semoga teman-teman sekalian mau bareng-bareng untuk ayo belajar. Karena bagaimanapun juga kita tahu kita lemah. Kita tahu kita lemah. Kita enggak punya banyak pilihan. Kita tahu. Tapi ayo sampai kapan kita mau dalam keadaan

14:39 enggak punya pilihan? Maka ilmu itu akan memberikan kita pilihan, memberikan kita kekuatan, memberikan kita persatuan, cara respons yang paling baik dalam satu situasi dan tentu saja kemenangan daripada Allah Subhanahu wa taala. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube