Saham Emas dan Logam Mulia Masih Bisa Lanjut Naik??

Teguh Hidayat www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang saham-saham yang berhubungan dengan emas yang mengalami kenaikan signifikan karena harga emas yang terus mencapai rekor tertinggi. Penulis membahas kepemilikan saham Harta Dinata yang sudah naik tiga kali lipat, serta saham-saham lain seperti Antam dan Bumi Resources Mineral. Meskipun masih memegang saham Harta Dinata, penulis tidak menambah kepemilikan karena valuasi yang sudah mahal. Penulis juga mengingatkan bahwa kenaikan harga emas dalam jangka panjang sebenarnya belum terlalu tinggi dan level 5.000 dolar per ounce bisa menjadi titik profit taking.

  • Saham emas naik karena harga emas all time high.
  • Hold saham yang sudah dimiliki, tapi jangan menambah posisi baru.
  • Level harga emas 5.000 berpotensi menjadi area profit taking.

Kenaikan Saham Emas dan Harta Dinata

Saham-saham yang terkait dengan emas mengalami kenaikan signifikan seiring dengan harga emas yang terus mencetak rekor tertinggi. Penulis memiliki saham Harta Dinata yang dibeli pada harga 630 dan kini sudah mencapai 2.300, atau naik tiga kali lipat. Saham-saham lain seperti Antam dan Bumi Resources Mineral juga mengalami kenaikan tinggi, meskipun penulis tidak memilikinya. Penulis masih memegang saham Harta Dinata, tetapi tidak berencana untuk menambah posisi karena valuasi saham tersebut sudah dianggap mahal.

Strategi Hold dan Harap-Harap Cemas

Penulis masih hold saham Harta Dinata dengan perasaan "harap-harap cemas". Jika harga emas turun, saham Harta Dinata dan Antam juga berpotensi turun, tetapi kemungkinan tidak akan kembali ke harga awal. Sebaliknya, jika harga emas terus naik, Harta Dinata bisa mencapai 3.000. Penulis mengakui bahwa kenaikan harga emas yang begitu tinggi tidak terduga sebelumnya. Meskipun masih hold, penulis tidak akan menambah posisi.

Prospek Harga Emas dan Level Profit Taking

Kenaikan harga emas yang signifikan terjadi dalam satu atau dua tahun terakhir. Namun, dalam jangka panjang, kenaikannya belum terlalu tinggi. Penulis memperkirakan bahwa ketika harga emas mencapai 5.000 dolar per ounce, akan ada banyak aksi profit taking, mirip dengan IHSG di level 9.000. Kenaikan harga emas dalam setahun terakhir sangat tinggi, mencapai lebih dari 70%.

Rekomendasi: Hold, Jangan Masuk Lagi

Penulis menyarankan untuk tidak masuk lagi ke saham-saham emas. Bagi yang sudah memiliki saham seperti Harta Dinata dan Antam, disarankan untuk tetap hold. Meskipun ada peluang untuk naik lagi, ada juga risiko penurunan. Namun, jika sudah masuk sejak satu atau dua tahun lalu, keuntungan yang diperoleh sudah cukup besar. Level 5.000 dolar per ounce untuk harga emas dianggap sebagai level "raja terakhir", di mana setelah mencapai level tersebut, harga bisa kembali turun.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:01 Bapak, Ibu sekalian, saham-saham ee yang berhubungan dengan emas ya itu naik banyak semua ya, karena harga emasnya juga all time high terus. Dan saya juga ada satu pegang namanya harta dinata dari harga 630 sekarang sudah 2.300 jadi ya sudah tiga kali lipat ya. Terus ada kayak arch, antam, bumi resources mineral. Woh, sama naik tinggi semua. Tapi saya enggak pegang. Saya pegangnya harta doang. Nah, tapi saya masih hold. Tapi saya masih hold, Pak Andri. Tapi saya enggak nambah lagi. Enggak beranilah. Yang benar aja. Apa namanya? Kalau kalau kita bicara valuasi waktu ngamarin harta Dina di harga 600 itu dia masih murah. Tapi kalau di harga sekarang ya udah mahal

0:46 sebenarnya dan sejak awal target kita juga enggak setinggi itu gitu. Kita hold itu cuman sekarang tuh posisi kita tuh jadi kayak apa? ee harap-harap cemas aja, untung untung-untungan aja gitu loh. Kalaupun misal harga emas besok-besok turun lagi, harta juga turun, Antam juga turun, ya masa iya sih langsung balik lagi ke 600 kan enggak. Dia dari 2.300 mungkin turunnya ke 2.100, 2000 masih untung gede gitu loh. Tapi kalau misalnya harga emas masih terus naik harta ke 3.000 bisa enggak? Bisa Pak Andri siapa yang loh sejak awal dia naik setinggi ini pun enggak ada yang nyangka kok gitu kan. Jadi saya saya masih hold tapi enggak akan nambah juga. Nah, tapi soal harga emasnya itu sendiri sebenarnya saya berkali-kali

1:32 ngomong bahwa kenaikan harga emas ini memang hanya setahun 2 tahun terakhir. Tapi kalau dirata-ratakan dalam jangka panjang kenaikannya sebenarnya belum terlalu tinggi. Tapi kalau nanti udah sampai ke sekarang berapa? 4.900 kalau enggak salah 4.900 dolar perunce ya. Tapi kalau nanti dia udah di 5.000, nah itu tuh sama seperti IHSG di 9.000. Secara psikologis bakal banyak banget orang yang profit taking di level tersebut gitu loh. Coba kita lihat di sini. Nah, ini 4.900 ya dari setahun terakhir itu dia naiknya sangat tinggi sekali lebih dari 70%. Jadi kalau mau masuk lagi mah jangan

2:18 sih. Tapi buat teman-teman yang lain ya kalau masih ada pegang harta, antam dan segala macam, hold. Bukan berarti karena dia pasti akan naik lebih tinggi lagi. Saya enggak tahu ya. Bisa juga dia malah turun tapi lebih karena dia masih ada peluang untuk naik lagi meskipun bisa juga turun jadi fifty-fifty gitu. Tapi kalau misalnya dia turun pun posisi Anda kalau Anda sudah masuk dari setahun 2 tahun yang lalu masih untung gede banget. Jadi ya sudah ngapain kita apa namanya khawatir gitu kita kita hold aja gitu. Tapi jangan masuk lagi Pak Andri ya. Karena level 5.000 per ton 5.000 per ounce untuk harga emas itu udah udah level raja terakhir lah. Jadi kalaupun dia naik e harga ke situ, besok-besoknya

3:05 dia bisa turun lagi gitu. Cukup ya, Pak Andri ya. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube