0:56 anak laki-laki keturunan maulana malik ibrahim aku beri nama kamu muhammad
3:14 sesuai aturan. Gitu lho. Tapi bukan aturan menurut Al-Quran dan Sunnah Rasul, Pak. Hush! Ngawur kamu! Menghayati Al-Quran dan Sunnah Rasul itu dengan hati. Bukan dengan akal tok. Bisa kebeling. Kadang, orang itu terpleset bukan karena dia itu bodoh, tapi karena dikuasai akalnya saja.
4:50 What's up?
5:41 Kamu nanti hari pertama puasa mampir ke rumah ya. Ini buat ngapin yang lain. Oh, sagemblong. Eh, Doro. Mau malah ngalamun. Jadi kapan mau dilamar, Doro? Lah, kok tanya aku? Ya
6:29 tanya sama Mas Darwis lah. Kalau aku sih mau malam ini juga. Ayo. Oh. Kalau aku selak kesuain, Doro. Selak ngake. Ah, kamu. Nggak, nggak apa sih? Tidak. Gampang merubah keadaan. Ini soal... yakinan. Apalagi didukung oleh kekuasaan. Eh, Wis. Saya gini umur muti, Rho. 15 tahun, Budi. Denger ya, Wes, sekalipun jabatanmu itu sebagai penghulu, belum tentu kamu punya kekuasaan untuk bisa berbuat apa saja. Kamu bisa
7:17 dimusuhi, diasingkan, malah bisa dipecat oleh Sultan. Seperti Pak Demu ini. Kamu jangan pulang dulu ya, buka kuasa di sini. Kamu bisa janji lo sama Budi. Iya Budi. Saya ingin pergi haji Pak D. Saya ingin belajar ke Mekah. Aku sudah dengar itu dari si Nur. Tapi untuk apa sih berlayar? Jauh-jauh. Keadaan sudah susah kayak gini. Saya...
8:10 Saya ingin mendalami Islam, Pak D. Mendalami Islam? Berapa banyak ia-ia di kauman itu yang pergi ke Mekah? Kali dua, kali tiga kali. Tapi tetap goblok soal agama. Goblok! Kalau kamu pulang dari Mekah, tapi nggak bawa perubahan apa-apa, malah kamu semakin tunduk sama jabatan dari Ngarso Dalam itu. Apa bedamu? Sama dia kayak macenun di kawaman. Aman! Mekah itu pusatnya ilmu Islam, Imas. Banyak pelajar-pelajar dari Turki, Mesir, Syria, pada ngumpul di sana. Kamu harus bisa manfaatkan semayah baiknya.
8:59 Eh, bahasa Arab ya dia. I am not a burden of you forever. I am grateful for you all. I am a burden of you. I am a burden of you in the knowledge of the Nafi. That's enough. You have prepared everything. You have sent a letter to friends in Mecca and Jeddah. This is the answer. They are ready to help. Perjalanan haji itu berat. Kamu harus tabah.
11:36 رسول الله والأمياء أين الله؟ أين الله؟ في كل كائن في السماء والأرض في كل كائن من الضواء في البر والبحر والماء والهواء والنماء والإنسان والله محيط بكل شيء
12:55 Oh, dapet dari kapal bersama teman-teman dari Bugis. Jadi sekarang namamu Ahmad Dahlan. Kalau Bapak mengizinkan saya akan memakai nama itu. Insya Allah, Insya Allah. Majalah ini bukannya dilarang, Dimas. Apapun, Tengka, Mas. Majalah ini diterbitkan oleh Jamaluddin Alaf Goni dan Muhammad Abdul. Seorang pembaru Islam dari Mesir. Pemikirannya mengubah kejendrungan Tasawuf sempit. Jadi pengamalan Islam secara... Eh, ayo Mrene. Timbali Ibu. Dan membawa Islam sejalan dengan perkembangan zaman. Jadi saya pikir tidak ada yang berbahaya Kang
13:40 Nas. Iya, tapi mereka itu kan berdua tinggal di Paris ketika menerbitkan majalah itu. Pemikiran mereka itu sudah terpengaruh oleh kaum modernis dan juga kaum Yahudi. Yang penting, semua pembaruan itu untuk perbaikan umat. Bukan yang sebaliknya. Insya Allah. Sekarang kamu udah pintar, udah jadi kacang mabrut, kapan menikahnya? Mumpung semuanya lagi ngumpul, ya kan? Dimas, selama kamu di Tanah Suci, adikku walidah itu selalu membaca surat-surat kamu yang ditujukan untuk aku. Dan dia selalu berpikir dan membayangkan kalau surat-surat itu ditujukan untuknya.
14:38 Lina Baradu, Tursinartan, Tursingkalku, Taknikahke, Anakku, Nini Sitiwalidah, Marang Anak Mas Haji, Ahmad Dahlan, Yugani, Bapak Haji yang membagakan diurahku Mas Kawin. Harta yang paling berharga bagi laki-laki di dunia ini adalah istri yang suami.
15:25 Tugasku sudah selesai. Mulai sekarang, kamu yang melanjutkan amanah keluarga untuk bersiar di agamamu. Aku titipkan langgar ini untuk kamu. Gunakan sebaik-baiknya. Ya, apa next story?
17:06 Islam adalah agama rohmatan lil'alami. Al-Islam wa'adin rohmatan lil'alami. Merohmati siapapun yang bernamu di bawahnya. Baik orang Islam maupun bukan Islam. Merohmati artinya mengayomi, melindungi, membuat damai, tidak mengekang, membuat takut, membuat rumit dengan upacara-upacara dan sesaji. Dalam hadis kudsi Allah berfirma bahwa sesungguh aku begitu dekat dengan makhlukmu maka berdoa lah kepada ku dengan sungguh-sungguh dan mohon ampun maka miscaya aku akan mengabulkan jadi dalam
17:56 berdoa yang dibutuhkan itu hanya sabar dan ikhlas bukan kiai imam ketip apalagi sesaji tapi langsung kepada Allah ada ipar sampian itu membetulkan nasihat. Sejak kepulangannya dari Tanah Suci, pemikirannya terpengaruh oleh Jamaluddin Afqonih dan Muhammad Abdel. Saya tidak menolak ejtihat, tapi hati-hati.
18:44 Sesuatu yang baru itu belum tentu benar,
19:53 Silahkan masuk. Saya menunggu kalian. Kira-kira kita mau ngaji apa ya? Kalian maunya ngaji apa? Biasanya kalau pengajian itu pembahasannya dari guru ngajian, Geng. Nanti yang pintar hanya guru ngajinya. Muridnya hanya mengikuti gurunya. Pengajian di sini kalian yang menentukan. Dimulai dari bertanya. Ayo, siapa yang mau bertanya? Duh. Agama itu...
22:10 Apa yang kalian rasakan? Keindahan Kamu du? Kayak Mimpi Sepertinya Semua permasalahan tuh Rasanya hilang Gih Hei Itulah agama orang beragama adalah orang yang merasakan keindahan tentram damai cerah karena hakikat agama itu seperti musik
22:56 mengayomi menyelimuti ayo coba pegang ngomongan kaya nggak bisa sebisanya ayo mainkan Mantap. Cukup
23:43 cukup. Bagaimana rasanya? Kacau ya kayaknya. Itulah agama. Kalau kita tidak membelajarinya dengan benar, itu akan membuat resah lingkungan. Tidak jadi bahan tertawar. Ini ada berapa meter? Cuma detik pintar. Kalau
24:30 harganya apa, saya mau ambil banyak. Saya sholat. Nanti saya bantuan.
25:52 Ke timur laut, Gang? Iya, timur laut. Kenapa masjidnya diarahkan ke timur laut? Nah, ini disesuaikan dengan jalan ini. Biar kalau dilihat, itu enak di mata, dipandang. Demes! Bersua! Salah kibla. Maksudnya biar, Dimas. Semua masjid mengarah lurus ke barat. Termasuk masjid besar. Bahkan ada yang mengarah ke timur laut, Kang, Mas. This is not true. Except the Man Man Senopati in the city. I have also discussed with Sejamil Jambek in the high-end city. And this is also a problem, Kang Mas. We must be sure. It's easy, Dimas. It's easy to change the Man Man Man Man.
26:39 The Kiyai Penghulu must be sure. Yes, Kang Mas. Before we talk about the Kiyai Penghulu, we talk about the Kiyai Penghulu. He is the head of the large mosque. Saya yakin rak-rak angin kuih Masjid besar itu sudah berdiri lebih dari setengah abad Menyalahkan kiblat masjid besar itu sama juga menyalahkan kasut dalam sebagai khalifah kuah panoto gomoh Ngetik kuih Khalifah itu juga manusia kawas tidak luput dari sana Khalifah Usman bin Affan saja pernah melakukan kesalahan sampai menimpukan perang saudara
27:28 Pendapatmu itu harus dibuktikan Mana anakku sini? Sini Ini yang diundang siapa saja ini? Banyak pak de Loh banyak itu siapa? Ada Kiai Lurah Kiai Muhammad Fakih Kiai Abdul Hamid Lempuyangan Ada juga Kiai Abdullah Sirat Pakualaman pak de Kaya Abdullah Sirat dari Pak Kuala Man juga diundang. Kebrat itu bukan soal arah. Kebrat itu soal kolbu. Walilahil masriku wal mahrib. Fangainamatu walufat sama waduloh. Gusti Allah iku
28:17 singkagungan. Lord. Titul wetan langkulong. Gosti Allah Jumene tidak berdasar arah. Tapi ada dalam kolbu umat. Saya setuju, Kiai. Ini hanya soal keyakinan, Dimas. Allah itu menyatu, menunggal dengan umatnya. Dimanapun manusia menghadap, di situ ada Allah. Jika demikian, apa gunanya Masjid Tilaro? Kalau kiblat masjid besar itu salah, lalu apa yang membuat kita yakin bahwa kiblat sampean itu benar? Sekedap, ya.
29:07 Jajulim. Ya, ya. Berdasarkan ilmu Falak, pulau Jawa dan Mekah tidak lurus ke barat. Jadi tidak ada alasan kita mengarahkan Qiblat kita ke arah barat. Karena kalau kita mengarah ke barat, berarti kita mengarah ke Afrika. Lagi pula kita tidak perlu
29:57 memongkar masjid. Kita hanya merubah arah sholat kita ke arah 23 derajat dari posisi semula. Ketika Allah mengatakan, memerintahkan Rasulullah SAW, memindahkan Qiblat dari Al-Aqsa ke Al-Hara. Beliau berputar 180 derajat. Apakah di Mas yakin gambar itu benar? Kebenaran hanya milik Allah, Kang Mas. Manusia hanya sebatas berhikhtiar. Sek, sek, menggudi, sek. Kelihatannya gambar itu bikinan orang kafir. Saya pernah melihatnya di kantor gubermen. If we put the Keblad through that image, we are both kafir.
30:44 Be careful with the kafir and munafid, they use various ways to influence our faith. Sedangkan itu sudah melenteng. Harus dilawarkan. Nanti lama-lama keluarga kita
31:33 melenteng semua. Ancenengan yang dipantas untuk menguruskan.
32:20 yang berani lancang seperti ini Oh astagfirullahaladzim Sama bisa kekir loh ini dikir dalam pelanggaran Kiai. Siapa yang berbuat? Saya tidak akan menghukum kalian kalau memang kalian yang berbuat. Ada empat orang anak muda yang melakukan semua ini. Ada empat Kiai. Yo, apa? Apa pun, Tengkiai.
33:09 Banyak sekali anak muda di kaum man ini. Sebagian besar merebot masjid besar juga anak-anak muda. Orang mungkin Orang mungkin mereka berani melakukan lancang seperti itu. Orang mungkin. Kalau memang yang melakukan itu murid-murid saya, saya sendiri akan bertindak. Saya yang melakukannya, Pak Dik. Gue? Gue cermrusa. Ngerti apa gue salah kamu? Menurut saya, ke dalam itu benar, Pak De. Dalan itu apa? Kanjeng Nabi?
33:55 Kustiala? Dalan itu manungso? Isauwaesalah? Eh, Pak De, mau ke penghulu. Diangkat langsung ke arah si Mungun. Ngorak gampang, ngorak gampang jadi penghulu. Jadi yang kamu lakukan itu menurunkan derajat kedudukanku dan meremehkan pengetahuan agamaku.
34:45 Jamaah masjid gede menurun Beres ke? Suami kamu itu sudah terlalu melenceng jauh Kalau kamu diam saja, kamu ikut dosa
35:34 Saya percaya Mas Dahlan punya alasan atas perbuatannya Dia orang yang sangat hati-hati Kalau suami kamu hati-hati pasti tidak akan melawan kayak Panggulul Sebenarnya siapa yang Mas Nurmant sudah melawan? Suami saya kayak penghuluh atau mas Nur sendiri? Saya tidak tahu siapa yang benar. Saya hanya perempuan. Kewajiban saya mengikuti suami saya. Itu yang benar menurut saya. Mari kita buka pengajian sebelum buka puasa ini dengan membaca surat Al-Ma'un. Surat Al-Ma'un adalah surat yang membahas pentingnya menyantuni anak yatim dan orang miskin. Pak Ngapunten, Kiai.
36:25 Sudah empat kali kita pengajian selalu membahas surat Al-Ma'un. Padahal di Al-Quran ini ada 114 surat, Kiai. Sudah berapa banyak anak yatim dan orang miskin yang kamu santuni, Daniel? Ayo, sudah berapa? buat apa kita mengaji banyak-banyak surat tapi hanya untuk dihafal ayo baca ayo mari mari kita terbuka Assalamualaikum Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh saya mendapatkan amanat untuk menyerahkan surat ini dari Kiai Pengbulu Kiai
37:31 Saya tidak bisa menutup langgar saya. Sampaikan maaf saya kepada Kiai Penghulu. Aku pamit dulu nyanyi. Assalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bawah putih dan Kiai. Jawaban saya tetap sama. Sampaikan kepada beliau. Kiai, if Kiai doesn't close this, Kiai will be a traitor. That means I have been in a wrong environment.
38:32 Kita harus melindungi kewibawaan masjid besar. Netos? Setap jawaban di turun.
46:24 Dimas ayo mulai. Jangan paksa saya, Kang Os. Dilarang, keluarga masih butuh kamu. Udah tidak ada tempat buat orang seperti saya di kauman. Sopo, si mama. Sopo. Keluargamu masih sangat menghargai. Murid-muridmu juga.
47:23 Langgarmu bisa dibangun, Mene. Bisa. Aku sih bangun. Demi Allah. Dahl'an, sekali ini saja Mbak Yu minta sama kamu. Mulai. Seorang pemimpin yang baik di mata Allah tidak akan pernah meninggalkan keluarganya. Apalagi umatnya. I'm going to get you. It's my money.
48:46 Lebih dari satu abad semenjak kapal Portugis merapat di selat Sunda. Tanah Jawa memulai sejarahnya menjadi bangsa tertindas. Politik pemerintah Belanda menciptakan curang pemisah antara Peribumi dan Belanda. Ironisnya, kaum priayi melanggengkan itu semua sebagai sistem sosial. Kita menjadi budak di negeri kita sendiri. Jika kita tidak memulai, negeri ini akan hancur. Sudah saatnya kita berubah.
49:39 Seperti yang dikatakan Sheikh Muhammad Abdi, Al-Islamu, agama Islam tertutup bagi orang Islam itu sendiri Islam semakin jauh dari orang Islam itu sendiri karena dipahami secara dangkal saya menyatakan mundur dari jabatan ketip amin Stop.
50:44 Bangsa kita bersatu dan kita sama-sama meluga Belanda pasti akan tenggelam. Tuju.
51:33 Sekarang namamu Fahruddin. Dan Daniel mengganti namanya menjadi Muhammad Suja. Seperti Pak Kiai, setelah pulang haji, kita mendapatkan sertifikat nama baru. Maturnu ini, Duh. Duh, kalau kamu pulang haji, kamu mau ganti nama juga. Insya Allah tidak, Kiai. Saya akan tetap memakai nama pemberian ibu saya, Muhammad Sanghidu. Bagus, bagus. Oh iya. Kalian ada yang tahu soal perkumpulan Budi Utomo? Hanya sekilas Pak Kiai. Wontan menopo itu Kiai. Apa Kiai yang bergabung dengan perkumpulan itu? Seperti Kiai
52:19 bergabung dengan jamaat Khoyar dan syarikat Islam. Aku belum tahu. Eh, minum yuk. Minum, minum. Tanpa perkumpulan, kita tidak mungkin melakukan perubahan, Kiai. Saya mengerti, Kang Bas. Sayangnya, saya lahir bukan dari golongan terpelajar.
53:10 Saya hanya seorang santri. Santri atau bukan, itu tidak penting, Kiai. Yang penting kita punya cita-cita. Many of them are young, but they are more chosen to become the European nation. They are proud to be able to speak German, become the Lord of God as their people, with a knife. But in the front of the German people, they are even a god. Let's join us. Udi Utomo bukan perkumpulan politik. Udi Utomo hanya untuk pendidikan dan kesehatan.
53:59 Itu yang terpenting, Kang, Mas. Umat membutuhkan perhatian kita.
54:59 Masing-masing dari kita yang ada di sini adalah seorang pemimpin. Pemimpin bagi dirinya kita. Oleh karena itu, kita harus bertanggung jawab kepada diri kita sendiri. dan juga lingkungan sekitar kita. Tapi satu hal yang penting bukan siapa kita tapi bagaimana kita untuk umat. Selamat bergerak.
55:46 Rata-rata mereka putra keluarga keraton, Kiai. Berarti mereka juga Islam. Iya. Tapi kebanyakan mereka Islam karena mengikuti leluhurnya. Malah ada di antara mereka pindah agama karena kepentingan politik. Karena urusan dagang atau karena urusan perkawinan. Kalau boleh, saya ingin mengajar agama Islam di sekolah government seperti sekolah ini. Bahwa saya ke Dewan Pengajar. Saya akan sampaikan materi pelajaran agama Islam. I don't agree, Kiai. It's hard to believe the teachers are not Islam.
56:36 They still think Islam is a mystic religion. They are not as modern thinking. Give me the opportunity to teach them. I will prove if they think Islam is wrong. Cuma, nyai? Kiai di mana ya? Durun balik, isi neng cetis. Oh ya tadi pagi, Kiai pesan. Kalau pengajian suara ini biar suci aja. Sampaikan ya. Iya. Sam, kenapa?
57:25 Kiai orang takut. Suci, kamu yang ngajar. Menjak gabung dengan Budi Utomo, jadi jarang ajar. Mana penampilannya makin seperti kafir. Yuk, yuk, yuk. Kita mulai saja ngajinya, yuk. Cah, yuk, ngaji. Kau yang ajar. Ayo, ngaji yuk.
58:18 Good morning, children. Good morning, Mir. Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, bahwa di sekolah ini akan ada pelajaran agama Islam. Maka dari itu saya akan perkenalkan guru yang akan mengajarnya. Kata Romoku, Kyai itu bau. Kakinya lebar-lebar. Tidak pernah pakai sepatu. Silahkan, Kyai. kesempatan gaya hanya satu kali Insyaallah wangi
59:11 Hai semuanya rohani rohim Hai Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hadhafnit.
59:58 Adih mau kentut lagi? Saya izinkan. Kamu. Atau kamu. ...bersyukurlah orang yang bisa kentut. Karena... ...kalau kita tidak bisa kentut... ...maka perut kita akan membuncit... ...seperti... ...menirhof inspektur. Sebaiknya... ...sehabis kentut... ...kita mengucapkan... ...Alhamdulillahirrohbilalamin. Praise the hear... ...yang telah menciptakan lubang... ...di bagian pembuangan tubuh kita. Bayangkan... ...kalau Tuhan... tidak menciptakan saluran pembuangan di tubuh kita mau dikemanakan angin di perut kita Nate Alsen belum diisi angin terus menerus
1:00:46 tanpa adanya lubang diisi terus shhh shhh shhh UB DENDUR BOOM! semua isi perut kita keluar darah, usus, hati, jantung, otak terjerai berat muncret Karena kita tidak mempunyai saluran pembuangan kotoran sisa makanan. Tapi. Tapi Tuhan sayang sama manusia. Dia ciptakan saluran pembuangan. Agar kita bisa makan sekenyang kita. Minum sepuas kita. Maka dari itu. Kita harus berterima kasih kepada Tuhan
1:01:35 dengan mengucapkan Alhamdulillah Alhamdulillahirrobbilalamin
1:02:24 Apa ini? Eleng, Dhanan. Eleng. Soh pokowe. Keluargamu. Bapakmu. Apa salah saya? Semua orang sudah menganggapmu kafir. Masih mungkir kamu. Dimas. Agumwe ku agamingati, Dimas. Pakaian hati. Cerminan dari sikap kita. Orang-orang melihat kita dari sikap kita, Dimas. Ngerti ora? Banyak orang di kauman yang jelas-jelas musrik mengkhianati agama dengan merobokkan langgar saya. Kenapa saya yang diduduh kafir? Dah, lan.
1:04:23 mungkin aku terlalu sederhana orang tidak terima. Hidup berjalan seperti apa yang kita pikirkan, Kang Mas. Bukan sebaliknya.
1:05:11 Mungkin sebaiknya aku berlaku sebaliknya, Nyai. Kalau itu yang menjadi pilihan Kang Mas, mungkin aku tidak akan mengenal suamiku. Nggak pun tendalem Kang Mas. Ada banyak pemuda di kaum. semua putra Kiai Islam bahkan kaya
1:06:03 begitu juga keluarga kita terpandang sebagai keluarga Islam yang taat tapi Muhammad Darwis tidak seperti pemuda kebanyakan Saya Ruiz dapat melihat dan mendengar apa yang tidak dilihat dan didengar oleh banyak pemuda. Saya tidak menjalankan istiqarah seperti yang dianjurkan oleh Bapak. Tapi saya berhajat, bermunajah kepada Allah.
1:06:52 tidak ada kebimbangan sedikitpun dalam hati saya untuk memilih calon suami Aku sendiri tidak tahu apakah yang aku lakukan itu benar. Kalau kita tahu, kita nggak akan pernah belajar.
1:07:56 God, Bazi. Astaghfirullah, Bazi. Astaghfirullah. Ya ayuhalazina amanu intansurullaha yansurkum, wayusabith akdamakum.
1:08:44 anakku loh anakku loh anakku loh mau nonton maafkan sikap romo saya tidak apa-apa aja adikmu mana Pak Rudin Pak Rudin ke kota gede ada perlu apa Pak Kiai
1:09:30 bisa tolong panggilkan Pak Rudin dan yang lain-lain Insya Allah terima kasih aja bisa Mas, mas muarep ngopet?
1:10:34 Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Maaf, Kiai Saya terlat Untung ada Dirjo Dia yang menyelamatkan saya dari Si Mak saya Sekarang apa yang bisa saya bantu? Kamu ikut aku ke Pasar Beringajo Kita beli sesuatu Tunggu disini aku ganti baju dulu Silahkan ikut, Pak Yau, nanti kamu ikut ya
1:12:09 Masa itu daya dinia. Kau pakai meja dan kursi, Kiai. Ini madrasah, bukan langgar. Nusayu, Kiai. Setahu saya madrasah itu sekolah Islam. Seperti pesantren. Tak pakai meja dan tak pakai kursi. Nah itu. Nanti jadi seperti sekolah kafir, Kiai. kamu tolong beli kapur di pasar ngasem Pak Pak, ya ya ya Sang Hidu, Isang kamu cari anak-anak yang belum sekolah di kauman Dirjo, Pak Rudin ikut aku cari murid-murid di alun-alun ayo berangkat, oke
1:13:29 Abis makan kita beranjaga Harus kena semuanya airnya Intinya adalah badan kita pada saat
1:14:15 mau bertemu dengan Allah harus bersih Pada saat kita sujud kita meletakkan kepala kita benar-benar rata dengan tanah Ini kepala, ini tanah, rata dengan tanah Kita merendahkan diri kita serendah-rendahnya di hadapan Allah Agar kita selalu ingat bahwa kita makhluk ciptaannya Ini simpanan terakhir kita, Mas Pak Sengen, ini sebuah pendidikan. Bu! Pohon! Bu! Pohon! Hek! Pagar! Hek! Pagar! Trin! Kereta api! Trin! Kereta api! Pak Rudin, Isam, Sujak, Dirjo, ikuti juga ya!
1:15:14 Saya mau menikahkan anak saya Pak Kiai Tapi saya tidak punya uang untuk selamatan Saya harus bagaimana Kiai? Selamatan itu tidak wajib Yang wajib itu harus ada wali, saksi dan mahar Setelah itu dikabarkan ke tetangga Biar tidak ada fitnah Itu sih Kiai Insya Allah sah Asal tidak ada paksaan Kamu tidak dipaksa toh Mbak Tengok, Mbak Tengok Saya bersedia menjadi saksi Maturnuang, ya iya Maturnuang, ya iya Nanti kalau sudah menikah, diusahakan memakai kuduk Njih, njih itu juga untuk melindungi kamu dari fitnah Njih Ibu juga Njih, ya iya Ibu itu kan 40 harinya bapak
1:16:01 saya, dong Ibu saya itu ngeyel mau ngadain yasinan itu, loh Apalagi saya itu nggak punya uang untuk buat apom dan nasi kuning Seperti pun untuk Pak ya iya Tendoakan amaran itu Tidak perlu rame-rame membaca yasin dan tahlil. Apalagi sampai membuat kue akum dan nasi kuning. Cukup doa yang khusus. Insya Allah diterima. Saya setu, Pak Yahya. Tanpa akum dan nasi kuning. Saya setu, mungkin aku orang ditempa masih lokal. Insya Allah. Klik pancene ditempa, matur sembahan. Pak Yahya, aku tak pamit sama ini.
1:16:52 saya tidak kesel Saya baru mengerti Apa yang selama ini Didebutkan oleh umat Tentang sekolah samdayan Ada apa dengan sekolah saya? Tentunya Anda tahu Arti dari Madrasah Ibtidakia
1:17:42 Dinia Islam Kalau saya tidak tahu Saya tidak mungkin memakai nama itu Kalau Anda tahu mengapa Anda memakai peralatan-peralatan orang kafir Yang mana yang peralatan kafir? Nah ini! Tuh! Saya mikir nih, Bob. Nih! Dan ini! Ini semuanya dibuat oleh orang-orang kafir. Pak Ngapun Tan, Kiai. Boleh saya bertanya? Bo, silahkan. Kiai... dari Megelang kekawaman ini naik apa? Jalan kaki?
1:18:32 Saya tidak mau menyiksa tubuh saya dari Megelang ke Jogja. Jalan kaki. Kalau begitu naik apa? Ya naik repak. Wong saya itu tidak bodoh. Hanya orang yang bodoh saja yang mau ke Jogja dari Megelang jalan kaki. Eh eh
1:19:38 Sampean menyederhanakan Islam, kiri. Pangapun, tenkir. Bagian mana yang saya sederhanakan? Mas, sampean melarang orang melakukan yasinan dan takhni. Saya tidak melarang, Kang Mas. Tiap surat dalam Quran ada fadilahnya masing-masing. Tapi tidak untuk dikultuskan. Kalau kita hanya membaca Yasin terus menerus ditambah sekaligus dengan upacara-upacara, saya khawatir akan mengecilkan makna surat-surat yang lain. Lalu Tahlil, kenapa Dimas melarangnya? Rasulullah menganjurkan manusia untuk berzikir agar selalu mengingat asmanya.
1:20:25 Tapi apakah Rasul mewajibkan kita untuk melakukannya bersama-sama? Apalagi bersuara keras sampai mengganggu tetangga. Wa'ashiru Kamu pelankan atau keraskan suaramu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui segala isi hati manusia. Kamu tahu dampak dari ajaran kamu terhadap umat. Mereka akan menggambangkan Islam. Agama itu bukan rangkaian aturan-aturan yang bisa dipermudah atau dipersulitkan, Mas.
1:21:11 Agama itu sebuah proses. Seperti udara pagi yang kita hirup secara perlahan-lahan ke tubuh kita. Menyegarkan hati dan pikiran kita. Bayangkan yang kita hirup itu angin puting beliung. Tubuh kita tidak hanya hancur, terhempas tak berdaya, terbawa arus tak tentu arah. Apakah kita rela melihat umat kita berserakan dan lari menjauh dari agama? Hanya karena kita salah memberikan pengertian.
1:22:22 yang Nabi Muhammad pernah bersabda bahwa sesungguhnya Islam hadir dalam keadaan terasing dan akan kembali dalam keadaan terasing pula maka beruntunglah orang-orang yang terasing itu karena sesungguhnya mereka lah yang merapikan segala sesuatu yang salah saya akan selalu ada di depan untuk melindungi Kiai saya juga Pak Kiai saya juga Kiai saya juga Kiai saya juga Kiai saya juga Kiai saya juga Kiai walaupun si Mak saya marah Saya tetap dukung dia ini. Ayo semangat Allah. Bisa bisa.
1:23:41 Tidak boleh membalas mencari maki. Tidak, menir. Saya dengar menir punya sekolah surat di kampung. Iya. Boleh saya ikut? Boleh, boleh. Saya ingin belajar agama Islam lebih dalam. Silahkan, silahkan. Silahkan, saya senang sekali. Saya ikut menir. Saya ikut menir. Boleh, boleh. Jangan ke malam menir. Ah, jahat. Kalau Farhudin, Semoga bermanfaat.
1:25:02 yang sudah mantap mau mendirikan perkumpulan sesuai dengan perintah Allah dalam surat Ali Imran 104 Saya setuju, Kiai Saya tahu ayat itu bermakna dan adakanlah di antar kamu sekelompok orang yang menyerukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran. Sst! Nusiu Pak Kiai, untuk apa toh mendirikan perkumpulan? Apakah langgar kita
1:25:48 tidak cukup? Langgar itu untuk ibadah. Perkumpulan untuk aktivitas sosial kita. Iya, tapi kita mesti berurusan sama pemerintah Belanda ya, Kiai. Perkumpulan itu pasti butuh izin residen tuh? Iya. Pasti susah itu izinnya Pak Kiai. Jadi, dibutuhkan beberapa syarat untuk mendirikan perkumpulan. Pertama, harus ada pengurus TAP. Kedua, nama perkumpulan dan maksud tujuan perkumpulan tersebut untuk apa.
1:26:35 Saya sudah mengumpulkan calon pengurusnya. Mereka murid-murid saya dari Langgar dan Quack School. Murid-murid Quack School tidak bisa jadi pengurus, Kiai. Mereka tidak mungkin diizinkan oleh Hopo Inspektur. Sebaiknya Anda memilih pengurus yang lebih dewasa dan matang. Saya yakin di kauman banyak sekali pemuda. Budi Utomo akan membantu. Syaratnya, semua pengurus harus menjadi anggota Budi Utomo. Nyonsai Ukiyai.
1:27:24 Seandainya kita masuk jadi anggota Budi Utomo, apa ya kita harus masuk ke Jawa nantinya? Kita itu boleh punya prinsip. Asal jangan fanatik. Karena fanatik itu ciri orang bodoh. Sebagai orang Islam, kita harus tunjukkan kalau kita bisa bekerja sama pada siapapun. Asal lakum dinukung wali adik. Agamamu, agamamu. Agamaku, agamaku.
1:28:17 apa nama perkumpulan kita, Gai? Kemarin Sangidu memberikan usulan nama Muhammadiyah buat perkumpulan kita. Saya sudah melakukan sholat istiqoroh dan saya sepakat dengan nama itu. Muhammadiyah... Apa tidak seperti nama perempuan, Gai? Bukan, Din. Di kauman kita mengenal jamiah Nuriyah yang diambil dari nama pemimpinnya Muhammad Nur. Jadi, Nuriyah itu artinya pengikut Nur. Jadi kalau namanya Muhammadiyah berarti pengikut kanjeng Nabi Muhammad Pengikut kanjeng Nabi Muhammad Gimana? Setuju? Aku setuju! Adik Insya Allah aku setuju Mas Masya Wankah Kiyai Seandainya Kami semua menjadi pengurus perkumpulan Apa
1:29:07 Kami akan mendapatkan upah? Ya iya Saya ini berharap Muhammadiyah bisa menjadi perkumpulan yang benar-benar bertujuan untuk masyarakat. Bukan untuk kepentingan pribadi. Hidup-hidupilah Muhammadiyah. Jangan mencari hidup dalam Muhammadiyah. Tidaknya semua anggota Muhammadiyah
1:30:33 Aku melu bunga Aku melu bunga Aku mau pesen rong perkoro Kapan si Ciojo ngasi Muhammadiyah Ngucemake Kawibawan Masyid Gede Kapan loro Aku rapingin Muhammadiyah Gawai congkrah masyarakat Aku mengerti. Kalau aku mau ditanggung
1:31:33 Insyaallah. Residen? Dahran jadi residen? Masa ngangkat diri jadi residen? Ikura menggeser kedudukan, kutunya ya? Mbak Lelo! Mbak Lelo! Dalam mundur dari jabatan ketika, penggalang masa di langgar Kidul bergabung dengan Bukit Tomo, mempengaruhi gobernemen dan Sultan untuk meraih kedudukan sebagai residen. Mbak Lelo, kan? Bukan begitu, kan, Mas?
1:32:20 Memang begitu, Kiai. Kalau sampai Muhammadiyah berdiri di kaumat, dan menyebarkan paha modern yang dibawa orang kafir. Dan itu bertentangan dengan syariat Islam. Jadi, apakah saya pantas mengizinkan permohonan untuk berdirinya perkumpulan Muhammadiyah? Panggilkan keponakan, Kudirjo. Suruh ketemu saya sekarang.
1:33:12 Saya serahkan semuanya pada Pancedengah sebagai Rat Hukum Agama Dalam. Baiklah, sebagai Rat Hukum Agama I don't accept the request of Qiyadah Lan to serve Muhammadiyah.
1:35:21 Mereka semua ketakutan Kiai.
1:36:18 Kita ini keluarga Tidak sepatutnya kita saling membenci hanya karena mempertahankan pemikiran kita sendiri Masing-masing punya tanggung jawab berjihad menjadi yang terbaik di mata Allah Tapi apakah keuntungan keluarga harus dikorbankan? Tidak ada niat untuk mengorbankan siapapun, Kang Mas. Saya justru menghormati siapapun yang berbeda pendapat dengan saya.
1:37:15 Langgar ini menjadi saksi perbuatan paling rendah dari manusia. Menghancurkan rusak. Apapun alasannya, dimanapun itu manusia bisa merusak tidak hanya di langgar ini. Apapun itu, manusia selalu punya gendak untuk menguasai dan tidak mau dipersalahkan.
1:38:08 Jangan kamu berpikir kalau saya ini membenci kamu Kamu itu adik Warga Waalaikumsalam wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatullahi wa rahmatull
1:39:07 Ang buddhapakamu ito.
1:39:57 Muhammadiyahwi tak duduk perkumpulan politik. Jadi orang akan menghalasan kagumis liramu orang ini lagi. Aku mengerti ini. Namun kemauan, perhimpunan punika tidak dikantuk izin saking hufdu pengulu. Apa? Hufdu pengulu? Jadi hufdu pengulu kami orang ini lagi. Dahlan itu bekas kotip masjid besar. Jika Dahlan menjadi residen, maka dia menjadi penguasa Islam Muhammadiyah, Islam kauman, dan juga ke-residenan Yogyakarta. Nah, lalu bagaimana
1:40:45 kalau orang-orang tidak lagi menuruti perintah saya sebagai huf penghulu di masjid besar? Mangkir Umyin, residen. yang mau jadi residen itu siapa? Loh, siapa lagi? Dahlan ingin jadi residen? Dahlan mengajukan diri sebagai presiden, bukan residen. Presiden itu direktur kepala. Pertama sebuah panjendengan
1:41:51 Panjendengan itu penghulu agama Penuntun umat Mestinya Arif dan bijaksana Saya tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan saya
1:42:40 tidak tahu apa yang harus saya katakan. Kalau tidak berkenan berkata, tidak perlu dibaksakan. Saya akan tetap di sini menemani panceng dengan bersikir. Kita ini sama-sama muslim. Kita adalah saudara. Benar, Kiai. Bukankah sesama saudara kita harus
1:43:27 saling mengingatkan? Kadang manusia lebih memilih melindungi kewibawaannya. daripada bertanya untuk apa sebenarnya kewibawaan yang dia punya itu bagi dirinya. Saya juga bukan orang yang luput dari hal itu. Lalu semua ini untuk apa? Buat kita iling. di dunia ini jadi kalifah pengimpin pakai dirinya sendiri
1:44:16 sebelum memimpin orang lain ketika kita memimpin orang lain kita lupa bertanya bahwa kita apakah sudah mampu memimpin diri kita sendiri setiap manusia mempunyai hak untuk menjadi benar. Kita lakukan tugas kita masing-masing. Melindungi kewibawaan
1:45:03 agama kita. Kebenaran ada di tangan Allah. Seperti kita Hanya ikhtiar Insya Allah Hari ini Kita sama-sama belajar untuk menjadi yang terbaik di mata Allah.
1:45:50 Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi untuk kepentingan orang banyak. Hidup ini singkat dan hanya satu kali. tidak hanya untuk kepentingan sendiri Allah beserta orang-orang yang peduli Insya Allah ini akan diridui sekalipun surat resmi pendirian perkumpulan belum turun
1:46:35 tapi hari ini I will keep you as the day of Muhammadiyah. God, show the right path. That's the path you have given. Not the path of people who have given you.