Ringkasan Singkat
Video ini membahas pentingnya pengendalian diri dan penguasaan diri dalam kehidupan seorang Kristen. Tidak bisa mengendalikan diri menyebabkan konflik, menjadi batu sandungan bagi orang lain, dan menghalangi berkat. Sebaliknya, orang yang sabar dan bisa menguasai diri akan menjadi berkat, menikmati hidup, dan memuliakan nama Tuhan.
- Pengendalian diri kunci menghindari konflik dan menjadi berkat.
- Mengenakan manusia baru setiap hari dan terus memperbaharui diri.
- Koreksi diri penting untuk mengenali kelemahan dan bertindak tepat.
- Hidup tanpa aturan firman Tuhan akan menyebabkan konflik dan kepahitan.
- Karakter yang diubahkan mencerminkan kemuliaan Tuhan dan menjadi berkat.
Pendahuluan
Seringkali kita mengalami konflik dan kesulitan berhubungan dengan orang lain karena kurangnya pengendalian diri. Ketidakmampuan menguasai diri dan menempatkan diri dengan tepat menyebabkan kita memaksakan kehendak pada orang lain, yang berujung pada perselisihan dan kesalahpahaman. Sebagai orang percaya, kita harus senantiasa mengenakan manusia baru yang serupa dengan Tuhan setiap hari.
Pentingnya Pengendalian Diri
Jika hidup kita dipenuhi dengan pertengkaran dan konflik, itu menandakan adanya masalah dalam diri yang perlu diperbaiki. Kita harus sadar dan bersedia diubahkan setiap hari agar semakin serupa dengan Tuhan. Tanpa pengendalian diri, kita tidak akan bisa menjadi berkat, melainkan menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Amsal 16:32
Amsal 16:32 menyatakan bahwa orang yang sabar lebih hebat dari pahlawan, dan orang yang menguasai diri lebih dari perebut kota. Orang yang menguasai diri tahu bagaimana berbicara, bersikap, dan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi sulit, sehingga hidupnya menjadi berkat dan memuliakan nama Tuhan. Sebaliknya, orang yang tidak bisa menguasai diri akan selalu konflik dan merasa benar sendiri, yang berujung pada kegagalan.
1 Korintus 9:25
1 Korintus 9:25 mengingatkan bahwa setiap orang yang mengambil bagian dalam pertandingan harus menguasai diri dalam segala hal. Hidup ini seperti pertandingan yang harus diikuti aturannya, yaitu firman Tuhan. Jika kita rajin beribadah dan melayani tetapi tidak bisa menguasai diri, kita akan menjadi batu sandungan dan tidak mencerminkan kemuliaan Tuhan.
Konsekuensi Tidak Menguasai Diri
Hidup tanpa aturan firman Tuhan akan membuat kita liar dan mengikuti hawa nafsu, yang menyebabkan konflik dengan orang lain. Orang yang tidak bisa menguasai diri akan menjadi batu sandungan, menyebabkan kepahitan, sakit hati, dan luka batin. Jika luka batin tidak disembuhkan, kita akan hidup dalam kekecewaan dan sulit mengampuni.
Memperbaiki Hati dan Bersikap Tepat
Hati kita harus dibereskan di hadapan Tuhan agar kita bisa bersikap dan bertindak tepat seperti yang Dia inginkan. Dengan demikian, di mana pun kita ditempatkan dan dengan siapa pun kita bertemu, hidup kita akan menjadi berkat, bukan batu sandungan. Banyak hamba Tuhan dan orang Kristen menjadi batu sandungan karena karakter mereka tidak diubahkan, meskipun rajin beribadah.
Koreksi Diri dan Pertobatan
Jika kita sering konflik dengan orang lain, kita perlu mengoreksi hati dan bertobat jika ada yang salah. Jangan hidup dalam ego dan hawa nafsu, tetapi berbalik kepada Tuhan. Orang yang mencari dan mengenal Tuhan akan semakin bisa menguasai dan mengendalikan diri, serta hidup takut akan Tuhan dan serupa dengan-Nya.
Karakter yang Mencerminkan Kemuliaan Tuhan
Tidak mungkin orang yang mencintai Tuhan berkelakuan buruk dan menjadi batu sandungan. Jika kita rajin beribadah tetapi selalu bermasalah dengan orang lain, kita perlu mengoreksi diri. Semakin kita cinta Tuhan, semakin karakter kita diubahkan dan mencerminkan kemuliaan-Nya. Tuhan harus termanifestasi melalui sikap, tindakan, ucapan, dan keputusan kita.
Melihat Kedalaman Batin
Kita harus belajar melihat kedalaman batin kita sendiri dan bertanya apakah perbuatan kita berkenan di hadapan Tuhan. Jika kita tidak bisa menguasai diri, kita akan selalu bermasalah dengan orang lain, mudah emosi, dan dibenci orang. Karakter kita menentukan bagaimana kita diterima orang lain.
Ujian dan Pengambilan Keputusan yang Benar
Kualitas diri kita akan terlihat saat diuji dan dihadapkan pada masalah. Kita harus tetap mengambil keputusan yang benar dan bersikap tepat seperti yang Tuhan inginkan. Semakin hari kita harus semakin bisa menguasai diri sepenuhnya agar didapati berkenan di hadapan Tuhan.
Luka Batin dan Pengampunan
Jika kita mudah marah atau ribut dengan orang lain, mungkin ada luka batin yang belum disembuhkan. Luka ini harus disembuhkan agar kita tidak terus-menerus konflik dengan orang lain. Semakin kita cinta Tuhan, semakin karakter kita diubahkan dan mencerminkan kemuliaan-Nya.
Menjadi Berkat di Segala Tempat
Tuhan memanggil kita untuk menjadi berkat di kantor, pabrik, toko, perusahaan, dan terutama di rumah tangga. Kita harus menjadi berkat bagi pasangan, anak, cucu, dan keluarga kita. Jangan malah konflik dan bertengkar. Kita harus mengoreksi diri karena percuma mengikuti kegiatan rohani jika karakter kita tidak diubahkan.
Karunia Roh Kudus dan Karakter
Jika kita ingin memberi dampak yang lebih besar dan dipercaya perkara ilahi yang besar, karunia Roh Kudus dan karakter kita harus berjalan seiringan. Dengan demikian, hidup kita akan menjadi dampak bagi banyak orang dan kita akan menikmati keajaiban dan kedahsyatan Tuhan. Sebaliknya, jika kita hanya memuaskan ego dan hawa nafsu, hidup kita akan berantakan dan menjadi batu sandungan.
Koreksi Diri dan Berubah
Koreksi diri dan cari tahu mengapa kita konflik atau tidak cocok dengan orang lain. Mungkin kita kurang sabar, kurang pengendalian diri, atau kurang penguasaan diri. Mulai hari ini, belajarlah berubah. Bahkan jika kita emosi saat mendengar firman yang tidak sesuai dengan hati kita, itu berarti kita belum bisa mengendalikan diri dengan baik.
Menaklukkan Diri kepada Kristus
Kita harus bisa mengendalikan dan menguasai diri dengan baik, menaklukkannya kepada Kristus. Dengan demikian, hidup kita akan semakin diubahkan, mempermuliakan nama Tuhan, dan menjadi dampak bagi banyak orang.

