0:03 bismillahirrahmanirrahim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] dalam pertemuan kali ini kita berjumpa dalam acara daurah ilmu syar'i yah ke-7 yang diselenggarakan oleh Yayasan
0:49 yang bertempatkan di Jakarta Selatan dengan bekerjasama dengan kuba kursus unggulan bahasa Arab yang saya sendiri di sini sebagai pemimpin kepanitiaannya yaitu nama saya Ahmad Ubaidillah Insya Allah pada pertemuan pertama kali ini kita akan langsung masuk kepada materi pertama sesi satu bersama Al ustadzudin Al Qassam Bahalwan adalah salah satu anggota Komisi fatwa MUI pusat dan juga memiliki beberapa jabatan lain yang sudah kita tampilkan di flyer daurah sebelumnya insya allah tidak akan menggaji kitab sunnah karya Al Imam Al Muzan yang wafat tahun 264
1:35 Hijriyah dan akan waktu kita persilahkan kepada beliau yang berlangsung Insya Allah selama 5 sesi kapan saja yaitu Jumat sore Jumat malam dan besok hari Sabtu ada 3 sesi sesi paginya agak lama lalu Sesi selanjutnya dua kali ya suara saya terdengar ya Insya Allah teman-teman karena muncul di sini warna hijau [Musik] Sebelumnya saya ingin mengenalkan terlebih dahulu bahwasanya Yayasan alkalimat Toyib ini bertempatkan di Jakarta dan diantaranya diasuh dan dibina oleh salah seorang guru kami yaitu Syekh Dr Abdullah Al khamr
2:21 kami berusaha untuk agar beliau juga mampu memberikan sepatah dua patah kalimat di depan kawan-kawan sekalian saja sampai saat ini masih belum ada info lagi tapi kita berharap agar beliau bisa memberikan wejangan sedikit nasehat kepada kawan-kawan kita semua di sini baik alhamdulillah untuk Rekapitulasi data para peserta daurah kali ini sangat luas di hampir seluruh provinsi Indonesia kecuali yang masih kosong adalah beberapa provinsi di Papua lalu Sulawesi Utara dan Kalimantan Utara sedangkan selain daripada itu semua provinsi sudah terpenuhi kuotanya alhamdulillahirobbilalamin bahkan dari peserta-peserta di luar negeri juga ikut
3:06 termasuk warga negara Filipina warga negara Indonesia warga negara Brunei Darussalam juga ikut dalam acara ini kedepannya kami berharap agar bisa semakin lebih luas lagi jangkauannya dan lebih profesional lagi terutama apa apabila buku-buku yang akan dikaji sudah tersedia versi PDF dan juga versi terjemahnya baik fisik maupun elektronik insya Allah kita akan mulai kita sabar dulu dengan pemateri kita Ustaz izin [Musik] waktu saya persilahkan waktu dan tempat untuk Antum teman-teman sekalian yang akhwat di Mohon untuk tidak menyalahkan kamera kemudian yang Ikhwan saya bisa mungkin menggunakan background daurah
3:51 untuk kita gunakan sebagai dokumentasi acara begitu ya baik silahkan screen kita sudah memberikan izin kita coba ya terlihat ya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh
4:58 alhamdulillah kita akan mencoba untuk mengarungi lautan kitab syarhunnah ya karangan Al Imam al-muzani dimana sedikit Muqaddimah bahwa waktu saya itu di Darul iftah Al misriyah itu saya waktu itu dapat tugas dan petugas untuk merangkum kitab mukhtasar Al muzani yang ditulis oleh jadi merangkum muktator menarik juga sebetulnya dan ya disitu ada beberapa apa namanya ada beberapa metodologi yang beliau apa yang beliau sampaikan beliau Tunjukkan bahwa
5:43 dikenal oleh para ulama itu sebagai apa ya sangat luar biasa sekali bahkan dalam perspektif atau dalam kategori pembahasan dalam fiqih maupun dalam maupun dalam akidah nanti kita akan bisa melihat bagaimana pendekatan pendekatan falsafi beliau itu sangat dalam banget sebetulnya kalau untuk kita mencoba untuk menggalinya jadi Sebenarnya saya pun juga sebenarnya tidak asing-asing banget lah kedekatan percaya dengan karya beliau itu ya karena waktu itu bisa ada satu kebanggaan sendiri bisa apa namanya merangkum mukta seorang muzali dan sekarang alhamdulillah minta saya untuk mengkaji salah satu karya beliau yang pertemuan kedua saya dengan apa namanya
6:28 dengan karyanya Al Imam al-muzani secara secara komprehensif mungkin yang mudah-mudahan komprehensif meskipun akan ada beberapa detail-detail yang harus kita kaji baik contoh yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta'ala kita akan langsung saja yang masuk ke dalam materi supaya nanti mempersingkat waktu kita mau kenalan dulu deh gitu ya kita mau kenalan dulu berkenaan dengan CV ya cv-nya Al Imam al-muzani tentu kita nggak akan mengambil banyak dan detail berkenaan dengan beliau karena memang banyak sekali yang akan kita kaji terkhusus dalam bidang akidah tapi mungkin singkat saja bahwa Al Imam al-muzani ini Abu Ibrahim al-muzani bernama Ismail bernama Ismail
7:14 sangat terkenal sebagai murid Al Imam Al Imam Syafi'i beliau lahir tahun 170 lahir tahun 175 ya 175 hingga dan meninggal beliau di tahun 264 264 Hijriyah di Mesir satu hal yang perlu digarisbawahi teman-teman ya kita mau membahas akidah bahwa jarak antara 175 hingga 264 itu jarak yang cukup panjang sekitar 89 tahun ya 89 tahun dan diantara di tahun 175 hingga 264 itu berarti ada kurang lebih sekitar 11 Khalifah Abbasiyah
8:01 jadi artinya hidup hidup di 11 masa Khalifah Abbasiyah jadi ada 11 Khalifah Abbasiyah yang memimpin pada saat itu dan Imam muzali hadir di 11 di sebelah-sebelas apa namanya khilafahan tersebut mulai dari kita tahu ya bahwa di era-era apa namanya daerah Abbasiyah khusus setelah diskusi atau perang pemikiran yang terjadi di era itu adalah ketika Ahlussunnah Wal Jamaah melawan atau dia berperang secara pemikiran melawan muktazilah maka diskusi pemikiran di era itu itu
8:48 berjalan sangat sangat apa ya sangat masif sekali sehingga wajar jika kita melihat karya-karya Al Imam al-muzani ini itu metodenya itu adalah metode-metode apa namanya metode diskusi gitu ya metode diskusi ya cenderung ada jedalnya sedikit gitu karena memang ya beliau lahir di era itu ya Di mana perdebatan Dalam apa namanya dalam studi akidah dalam studi akidah atau yang biasa dikenal itu sebagai ilmu kalam itu cukup masif sekali di era itu Maka sangat wajar sekali kalau kita nanti akan mendapati beberapa sisi-sisi atau pembahasan-pembahasan yang cukup sensitif berkenaan dengan kitab secara sunnah ini akan akan sangat sensitif bahkan bab pertama yang dibahas oleh Al Imam muzada itu adalah berkenaan dengan
9:33 ketinggian Allah subhanahu wa ta'ala ini kan adalah diskusi yang sebetulnya bukan Muqaddimah banget dalam urusan akidah gitu karena dalam urusan Akidah itu kan atau dalam urusan tauhid sebetulnya pembahasan yang paling erat itu adalah tentang bagaimana makrifatullah mengenal Allah Subhanahu Wa Ta'ala tapi Al Imam al-muzani meletakkan bab pertama berkenaan dengan Ulu ini untuk menunjukkan bahwa memang latar belakang beliau menulis Kitab ini atau latar belakang kehidupan beliau dari tahun 175 hingga tahun 264 memang dipenuhi dengan perang pemikiran makanya kenapa pendekatan falsafi atau pendekatan yang sifatnya itu kita perlu agak berpikir secara panas secara detail itu diperlukan untuk memahami kitab ini sebetulnya tapi insya Allah kita nggak akan apa namanya mengulik satu persatu
10:19 Nanti nggak akan cukuplah 5 pertemuan di situ baik kita lanjutkan di sini ada beberapa guru-gurunya al-muzani dan tentu yang paling terkenal itu adalah 5 Syafi'i Lalu ada di situ ada sedikit catatan di sini bahwa beliau ini termasuk ulama yang gurunya ini tidak terlalu banyak memang Ya karena memang ada dua alasan yang disebutkan yang pertama itu adalah karena seringnya bermula zaman dengan Al Imam Syafi'i yang kedua ya tadi tidak pernah melakukan perjalanan jauh negeri Islam mencukupkan diri dengan ulama mencukupkan diri dengan ulama Mesir tapi sekali lagi teman-teman yang artinya gini bahwa
11:05 sedikitnya guru gitu ya sedikitnya dulu itu bukan menjadi hal yang bukan ya memang itu menjadi hal yang penting ya guru itu banyak ya kita bisa mempelajari dari banyak hal itu itu sangatlah penting di sana tapi yang jelas adalah ketika kita memiliki guru yang sangat sempurna dan guru yang sangat Paripurna itu memang sebetulnya sangat luar biasa kan akan kita dapati beberapa ulama-ulama itu yang memiliki apa namanya yang memiliki bulu-burunya itu sedikit bahkan ada yang beberapa periwayatan gurunya itu sampai tidak disebutkan misalkan nanti dicari di mukadimahnya bahwa sanad atau riwayat tentang gurunya Ibnu itu
11:50 sulit untuk belajar tapi tetap kitab tersebut itu menjadi referensi bagi dalam-dalam bidang dalam bidang akidah disitu dan bahkan sampai sekarang masih dipakai di Saudi gitu kan di jami'atul Imam Muhammad iblis sama-sama belajar Kitab syar'adah hawiyah Ibnu pada saat di pada saat ini dia saat itu baik Jadi kalau Sisi kebakaran itu tetap bisa dilihat dari karya-karya beliau disitu dan bagaimana ulama-ulama dari kalangan Mazhab Syafi'i juga mengakui beliau dalam kepakaran beliau baik dalam bidang baik dalam bidang fiqih maupun dalam bidang akidah yang nanti kita akan spesifikasi akan membahas berkenaan dengan bidang pertanyaan ini ada cukup ya banyak ya di sana disebut
12:41 terkenal kita loncat saja ini beberapa pujian ulama terhadap al-muzani contoh salah satu saya ambil satu sampel aja dari apa namanya Amerika bahwa aku tidak pernah melihat orang ahli ibadah yang kutemui di Mekah Syam Alexandria yang lebih banyak perjuangannya dalam beribadah dibandingkan dengan perbandingan dengan ilmu seni cukup banyak ya artinya agama masuknya menyebutkan Ali imam Mul Jalil mazhab ya
13:30 imam yang sangat Agung yang penolong mazhab bapaknya penolong Mazhab Syafi'i gitu dalam arti yang apa namanya yang betul-betul bisa mengembangkan Mazhab Syafi'i sehingga Mazhab Syafi'i itu bisa cukup apa namanya tersebar ini ya salah satu jasa terbesarnya itu adalah Al Imam Al Imam Al Imam al-muzani adalah ya penolong mataku Lalu ada perkata Tanah ini memang ya Kelihatan ya Pujian Al Imam Syafi'i itu tidak Berlebihan kalau apa namanya Kalau saya kalau saya nilai dari apa yang
14:18 disebutkan oleh Ali imam Syafi'i karena memang narasi-narasi yang beliau Sebutkan yang bahasanya itu bahasa yang cukup menarik gitu ya bahasa yang butuh pemahaman yang agak utuh untuk untuk mendefinisikan atau untuk memahami apa yang disebutkan oleh Al Imam al-muzani gitu nanti kita akan melihat lah ya bagaimana beliau apa namanya menggambarkan ya menggambarkan pemahaman berkenaan dengan Akidah menggunakan beberapa musholahat-musholahat bahkan musholahat dengan ibadah dan suhunya supaya kita tidak terlalu panjang membahas apa namanya berkenaan dengan beliau nanti bisa Di bisa dibaca nanti materinya
15:03 Insya Allah karya-karya ada masalah ini kitab yang terkenal ya termasuk kita Muktamar dalam Mazhab Syafi'i itu karena saya masih ingat banget gitu ya Waktu di Darul ifta itu kenapa ada satu alasan kenapa untuk mengkaji atau untuk mendeteksi atau merangkum kita dengan metodologinya dan lain sebagainya karena memang eee apa namanya apa yang disebutkan oleh Al Imam muzani ini tipikalnya itu bukan tipikal yang tertibnya itu tertib fiksi
15:51 yang kita kenal sekarang itu ya arti fiqihnya itu apa namanya cukup acak dan cukup beragam ya dan oleh karena itulah Kenapa butuh yang namanya butuh namanya pelurusan pemaknaan atau pelurusan Susunan kalimat yang ada di dalamnya bahwa Susunan kalimat ya susunan serba biasa itu harus harus diluruskan sekaligus juga tadi gitu ya memahami beberapa sholawat fiqhiyah yang yang cukup yang cukup asing yang disebutkan pada tahun 264 Hijriyah di usia 89 89 tahun sekali lagi ya bahwa umur beliau ini cukup panjang umur beliau itu cukup panjang ya Sehingga pemahaman beliau berkenaan dengan fiqih maupun aqidah ini pasti akan sangat luar biasa Ditambah
16:37 lagi dengan yang tadi hidup di 11 11 Khalifa H Abbasiyah dengan pergolakan Pemikiran yang sangat luar biasa pasti apa namanya sebagai ulama ya pasti informasi-informasi atau ilmu-ilmu yang berkenaan dengan perang pemikiran tadi itu berpikir itu pasti akan mengenak ke dalam pikiran manusia ini ada beberapa manuskrip ya Ada beberapa manuskrip atau ada tiga manuskrip yang dijadikan sebagai rujukan Mengapa kitab ini atau nisbah kitab ini itu bisa dipercaya pertama itu adalah dari Basya lalu yang kedua dari yang
17:25 dinukil sama Ibnu qayyim dalam kitab Islamiyah yang ketiga adalah artinya gini bahwa apa yang di dinisbahkan atau kitab satu sunnah ini dari manuskrip yang terdapat di tiga referensi ini itu memiliki sangat Karena gini teman-teman dalam pembahasan atau dalam studi akademik dalam studi akademik terkhusus berkenaan dengan apa ya berkenaan dengan untuk memastikan Apakah kitab itu betul atau perkataan itu betul maka yang harus kita perhatikan itu adalah sanadnya terlebih dahulu disitu karena sekali lagi kalau kita tidak memiliki sanad dalam arti ya
18:10 perkataan-perkataan ulama itu hanya nukilan biasa saja ini akan menjadi masalah makanya kenapa ya seringkali terjadi perdebatan di kalangan umat Islam itu karena tadi karena ada beberapa narasi-narasi yang berbeda ya dari beberapa ucapan yang memiliki sanad yang sanad yang beragam ada yang satu ada yang memiliki sangat beragam Ada pula yang ya Ada pula yang itu ada pula yang tidak memiliki sanad tidak memiliki sanad sama sekali bahkan dalam diskusi hadis-hadis nabi itu pun nanti akan kita akan kita dapati Nanti insya Allah kita akan mencoba untuk membahas berkenaan dengan apa namanya nanti ya berkenaan dengan apa namanya sifat bolunya Allah itu berkenaan dengan Allah subhanahu wa ta'ala itu Maha Tinggi nanti akan ada diskusi sedikit berkenaan dengan ya berkenaan dengan
18:58 hadits Jariyah hadits Jariyah yang seseorang oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu ada beberapa diskusi-diskusi yang sifatnya cukup akademis ya nanti kalau misalkan kita sempat untuk membahasnya kita coba untuk membahas tapi kalau tidak mungkin nanti kita akan loncati ya karena pembahasan dalam kitab ini panjang sekali nah coba kita perhatikan di sini ya bahwa sanadnya itu ada sanadnya itu ada bahkan kalau kita download pdfnya itu di apa di website-website kita akan dapati lengkap sanad dari Al Imam al-muzani hingga penulisnya atau hingga yang menukil atau
19:43 yang apa ya mencetak ulang lah ya mencetak ulang kitab mencetak ulang kitab ini di situ karena memang ada villa di sini teman-teman ya ada yang mencoba untuk memberikan kritik terhadap nisbah atau penyandaran kitab ini terhadap al-muzali misalkan nanti teman-teman ya bisa cek tulisannya Mustofa Ahmad Abdul nabi disitu itu aduh website dari apa namanya dokter Wali tim musholah beliau mencoba untuk mengkritisi di sebuah perkataan atau nisbah kitab ini terhadap Al Imam Al muzani beliau menyebutkan bahwa kitab ini itu diisi oleh row-rowi yang majhul maksudnya apa maksudnya dari sanad yang disebutkan dari sanad
20:28 atau dari referensi yang disebutkan semua perawinya itu ya itu ada trowinya itu maju cuma yang menjadi masalah adalah yang menjadi masalah ada satu hal yang perlu kita yang menurut saya ini agak perlu dikritisi dari kritik ini gitu ya pertama definisi majhul yang disebutkan itu apa yang disebutkan ya definisi daripada maju itu apa Misalkan ada orang bernama Ali bin Abdillah dianggap bahwa dia ini adalah Rowi yang Rowi yang yang ada warna ungu ya Ali bin Abdillah ini dianggap sebagai Rowi yang maju tidak dikenal ya tidak dikenal itu siapa tapi pertanyaannya
21:14 adalah ya saya mungkin ada sedikit pertanyaan Apakah majhul yang dimaksud ini adalah majhul dari sisi ilmu sangat habis atau majhul dari sisi ilmu apa namanya sangat referensi karena itu ada dua hal yang berbeda karena akan sangat Naif kalau toh kita itu mengkaji ilmu sanad ya ilmu sanad dari sisi referensi gitu ya referensi perkataan baik itu perkataan ulama atau nisbah lalu kita menggunakannya metodologi ahli hadits karena kalau kita menggunakan metode ahli hadits itu Shahih atau tidak atau ada penyakit sedikit di dalam ilmu hadits itu itu pasti akan gugur Maka kalau toh kita menggunakan pendekatan ahli hadits ini terhadap
22:00 semua Kategori apa namanya syarat ucapan maupun skala kitab ini bisa dilakukan semuanya ya bisa dilakukan semuanya bahkan kita bisa katakan bahwa ini itu belum tentu ya kebenarannya itu bukan zone lagi bisa dalam kategori waham Nah itu ya Beberapa apa namanya beberapa kritik kalau ada yang mengatakan itu adalah robot-robek tersebut itu matchful satu lalu yang lalu yang kedua kalau kita melihat daripada kritik-kritik yang tadi saya coba baca ya berkenaan dengan kritik-kritik Misbah kitab ini terhadap Al Imam al-muzani ada satu masalah yaitu bahkan mengkritiknya pun juga tidak yakin di situ tidak yakin dengan apa kritikan dia kritiknya itu tidak dia itu tidak tidak begitu yakin berkenaan dengan kritiknya
22:45 makanya Kenapa di sini ada beberapa kalimat yang di apa namanya yang di tanda kurung bahwa beliau pribadi itu pun juga tidak tidak menceknya secara secara utuh nah itu jadi masalah lalu yang ketiga adalah ternyata tidak sepenuhnya ditolak karena masih bisa ditakwil menurut menurut mereka ya menurut menurut mengkritik tadi bahwa narasi yang disebutkan oleh Al Imam al-muzani itu masih bisa di masih bisa ditakwil sehingga kemungkinan pemanahannya sesuai dengan mazhab yang diakui oleh si pengkritik tadi itu masih bisa ini kan berarti menunjukkan bahwa kritik beliau ini juga apa namanya masih mengandung beberapa masih mengandung beberapa hal ini apa namanya secara akademis masih bisa
23:30 di masih bisa dikritisi tapi yang jelas adalah bahwa dalam berbagai macam ilmu gitu ya dalam berbagai macam ilmu kaidah ilmu bahwa orang yang menetapkan itu lebih diutamakan daripada orang yang menafikan ini harus menjadi harus menjadi pegangan kita kalau otomatis kalau untuk misalkan ada para ulama-ulama kita itu adanya kitab ini ya sudah kita terima apa kita terima apa adanya Selama ada referensi yang cukup kuat di situ Apalagi disebutkan oleh ahli bahkan menyebutkan baik kalau melihat nah ini kita coba untuk melihat latar belakang daripada penulisan kitab ini
24:16 ada satu riwayat yang disebutkan oleh Al Hasan Al yasuri dari apa namanya Afwan Afwan apa namanya Ustadz ini ada garis-garis itu dari mana Ya saya juga nggak tahu ini [Musik] kita lanjutkan aja ya mungkin sambil nanti diperbaiki pelan-pelan ini ada latar belakang penulisan kitab ini menarik sekali bahwa
25:03 berkata aku sedang berada di Libya atau di tripoli aku bermajelis dengan kawan-kawan Kami para ahli Sunnah jadi ada karangan ulama Ahlussunnah Wal Jamaah sehingga kami menyebut al-muzani lantas sebagian kawan kami berkata sampai kabar kepadaku bahwa al-muzani berbicara tentang Alquran dan jatawakuf Lalu ada rekan lain yang membenarkannya sampai datang kemudian orang-orang lain hingga suasana sangat memanas kami pun mengirimkan surat kepada al-muzani meminta penjelasan dari beliau tentang sunnah dalam masalah takdir irja Alquran dari kebangkitan timbangan amal dan masalah melihat Allah lalu Al muzam mengirimkan risalah ini atau mengirimkan kitab ini jadi memang ada perkumpulan ya wallahualam ini perkumpulannya ini siapa gitu apa namanya jelas disebutkan dari
25:49 ulama Ahlussunnah Wal Jamaah istilahnya kalau dalam riwayat lain ya selain dari riwayat yang disebut di sini ya Ada riwayat lain itu yang menyebutkan tentang ada membuat sebuah daftar di situ dari kalangan apa ulama-ulama dari kalangan Ahlussunnah Wal Jamaah itu siapa saja di situ ada Imam Syafi'i atau Imam Ahmad sampai ada yang bilang Al Imam al-muzani lalu beberapa beberapa dari kalangan ulama itu mempertanyakan betul Atau tidak Imam al-muzani itu berpaham sesuai dengan paham Ahlussunnah Wal Jamaah karena sebagian ada yang mengkritisi gitu karena beliau berbicara tentang Alquran gitu ya berbicara tentang Alquran dalam arti karena sekali lagi latar belakang apa hadirnya itu adalah di zaman fitnah ya terutama fitnahnya muktazilah jadi orang
26:37 yang bermain ilmu kalam di dalam Bab keagamaan gitu ya dalam Bab akidah ini untuk mengandung kritik tertentu di situ pasti akan ada sangat sensitif sekali berkenaan dengan hal ini sampai akhirnya diminta oleh Al Imam al-muzani untuk mengirimkan bagaimana status atau keimanan atau apa yang diyakini oleh Al Imam Al Imam al-muzani maka lahirlah kitab risalah ini ya dari sebuah risalah yang dikirimkan oleh Al imam muslim ya ini ada apa namanya beberapa riwayat-riwayat lain kita loncati sekarang kita akan mencoba untuk membaca kitabnya
27:23 Bismillahirrahmanirrahim pertama ini menjadi unik ya menjadi unik biasanya kitab itu akan dimulai dari alhamdulillahirobbilalamin tapi di sini ada beberapa yang ada beberapa dari kalangan para ulama yang Mencoba Untuk menafsirkan Mengapa al-muzani ini Memulai Dengan Bismillah kita akan belajar berkenaan dengan berkenaan dengan Akidah ditambahlah latar belakang sekali lagi latar belakangnya itu adalah untuk menjawab beberapa problem-problem yang berkenaan dengan Akidah yang sering kali dipertanyakan makanya dimulailah dengan
28:08 Bismillahirrahmanirrahim untuk 5 Al muzani ingin memastikan bahwa apa yang beliau anut atau apa yang beliau pahami itu tidak keluar daripada folder yang ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjaga kita dengan Taqwa dan memberikan Taufik kepada kita untuk berjalan sesuai dengan petunjuk baik Saya ingin berhenti di sini dulu terlebih dahulu Apa namanya terlebih dahulu Kalau kita lihat dari Kalimat pertama Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjaga
28:53 kita dengan takwa ini kan dari kalimat ini sebetulnya sudah sangat jelas bahwa Al Imam Al muzani menulis Kitab ini itu latar belakangnya itu adalah untuk mencegah atau memang karena ada suatu kejadian karena ada sebuah fitnah yang melanda di dunia Islam yang mengakibatkan pemikiran atau aqidah banyak orang atau akidah kalau kaum muslimin itu perlu banyak dijaga perlu dijaga perlu dijaga sekali makanya beliau Memulai Dengan ini sebagai apa namanya sebagai mukadimah terpenting dari dari ini semua bahwa semua atau latar belakang dari penulisan ini itu memang karena untuk mengkritisi
29:39 ya untuk mengkritisi pemikiran-pemikiran yang keliru tadi dan untuk menjaga pemikiran umat Islam pemikiran akidah umat Islam sehingga tidak keluar daripada akidah Ahlussunnah Wal Jamaah sana sesungguhnya anda dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memperbaiki keadaan
30:24 Anda meminta kepada saya untuk menjelaskan sunnah dengan penjelasan yang membuat jiwa Anda bisa bersabar dalam berpegang teguh kepadanya dan dengan penjelasan itu bisa menolak ucapan-ucapan yang mengandung syubhat atau mengandung kerancuan dan penyimpangan orang-orang yang mengada-ada bisa melanjutkan saya akan menjelaskan [Musik] sebentar lagi metode yang jelas terang benderang dengan sepenuh jiwa pemberian nasehat untuk diri saya maupun Anda saya mulai dengan memuji Allah yang memiliki petunjuk dan di atas di atas kebenaran nah ini bahwa sekali lagi fitnah ini sangatlah tersebar di wilayah di wilayah beliau dan tersebar juga di
31:11 dunia di dunia islam maka memang perlu adanya sebuah referensi yang referensi yang sangat utuh referensi yang sangat baik yang bisa menjadikan seseorang itu mampu atau seseorang itu bisa menjaga aqidahnya sesuai dengan sesuai dengan sunnah nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam makanya nanti kita akan mencoba untuk ya mengkaji kitab ini itu dengan beberapa metodologi teman-teman yang pertama kita tentu tidak akan pernah keluar daripada maksud atau apa yang diinginkan oleh Mualif satu Terus yang kedua Coba kita akan bedah sedikit ya ya bedah sedikit berkenaan dengan beberapa substrat atau beberapa
31:56 pemikiran-pemikiran yang bisa dia bisa apa ya mempengaruhi pemikiran kita dan mempengaruhi yang mempengaruhi akidah kita disitu makanya kenapa ini sangat-sangat sensitif sekali dan beliau menyebutkan dia tadi Jelaskan sebentar lagi Manhaj atau metode yang jelas terang benderang dengan sepenuh jiwa pemberian nasehat Maka sekali lagi bahwa dari kalimat ini bisa kita ambil pelajaran apa yang disebutkan oleh Al Imam al-muzani nanti bukanlah sebuah dogma ini perlu diperhatikan Ya beda yang beliau Sebutkan Itu adalah sebuah metodologi yang beliau Sebutkan itu adalah Manhaj
32:41 metode maka cara berpikir yang komprehensif itu harus kita ambil Jadi bukan sekedar kita mengambil Allah Subhanahu Wa Ta'ala Misalkan seperti itu lalu Bagaimana struktur pemikiran dan struktur yang sesuai dengan Quran dan Sunnah ya yang menjadi poin pertamanya apa yang diajarkan oleh Allah dan rasulnya lalu Bagaimana struktur pemikiran para ulama untuk bisa memahami apa yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala inginkan Bismillah
33:31 setelah memberikan mukadimah tadi beliau menyebutkan segala puji bagi Allah Dzat yang paling berhak untuk diingat dzikir Nah jadi kalimat ini kita bisa ambil pelajaran bahwa Al Imam al-muzani itu menginginkan agar apa yang kita ajarkan apa yang kita pelajari ini bukan sekedar untuk referensi hati saja referensi keyakinan dan untuk menjawab sobat-sobat tadi bukan cuma itu tapi apa yang kita pelajari itu ya yang kita pelajari itu memang untuk under diingat agar Diingat dan kita bisa terapkan di dalam di dalam diri kita menjadi sesuai dengan konteks yang kita yang kita alami Maka jangan sampai setelah kita belajar akidah ini lalu kita itu mudah sekali ya untuk
34:16 memulai sebuah pembahasan aqidah mulai dari hal-hal yang sifatnya itu karena saya mirip sekali ketika melihat ada banyak sekali dari kalangan apa namanya dari kalangan beberapa akademisi lah ya Beberapa akademisi beberapa Ustad itu ketika memulai pembahasan Akidah itu sehingga Akidah itu tidak menguatkan Justru malah tambah memperpecah memperpecah umat ini tidak tidak diperkenankan di situ yang paling utama untuk disyukuri ke khusus misalkan kita masih diberi aqidah diberi Iman diberikan keimanan yang harus kita harus kita syukuri Wa Alaihi Wasallam
35:03 coba Perhatikan teman-teman ya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan ini adalah kalimat untuk mengkritisi yang pertama Ya kalau di dalam Apa namanya kalau di dalam diskusi apa kalau dalam diskusi an itu ada beberapa pemikiran dari kalangan majusi itu ada satu macam yang bernama [Musik] bukan apa namanya Tsanawiyah yang kita kenal ya Tsanawiyah yang
35:52 mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala bahwa Tuhan itu dua Tuhan itu gandeng yang tidak satu itu dari kalangan majusi berpaham seperti itu jadi itupun juga bukan dari kalangan maju saja tapi juga dari kalangan beberapa agama-agama yang menganggap bahwa adanya Tuhan itu lebih daripada satu Ya Tuhan itu adalah lebih daripada satu yang bisa kita lihat ya adalah beberapa agama-agama yang mengatakan Tuhan itu lebih lebih dari satu itu menyindir orang-orang atau menyindir pemahaman seperti ini gitu karena memang baik secara apa namanya baik secara dalil syar'i sudah sangat jelas di situ dan secara
36:38 Agli pun secara Agli pun itu pun juga ditolak gitu karena kalau misalkan kita itu apa namanya kita mempelajari beberapa apa namanya kaidah-kaidah berpikir ya kaidah-kaidah berpikir orang yang berpaham tadi bahwa Tuhan itu dua Tuhan itu tiga dan lain sebagainya maka ada yang disebut kalau dalam apa namanya dalam logika itu disebut sebagai tamanu artinya menafikan satu dengan yang lainnya karena kalau untuk misalkan Satu Tuhan itu menginginkan a gitu ya menginginkan kehidupan bagi bagi seseorang lalu Tuhan yang lainnya menginginkan menginginkan kematian lalu mana yang harus di mana yang harus didahulukan kalau ternyata yang didahulukan itu adalah yang menginginkan kematian Oh berarti yang
37:23 menginginkan kehidupan ini memiliki kelemahan dan kalau kelemahan berarti dia bukan Tuhan seperti itu Nah kalau toh misalkan ya apa namanya kalau to misalkan satunya menginginkan kehidupan bagi seseorang satu lagi mengingat kehidupan bagi seseorang maka itu Abbas nggak ada nggak ada gunanya buat apa ada dua buat apa ada dua buat apa ada tiga Nah maka Kenapa di dalam diskusi apa namanya dalam diskusi syara'i maupun diskusi apli bahwa secara logika dan secara syar'an itu tidak tidak mungkin saya menggunakan pendekatan seperti ini apa namanya mengharapkan ya kalau saya baca dari beberapa narasi-narasi beliau itu agar kita itu mendapatkan kepuasan secara hakiki lalu Beliau mengkritisi laisalah khusus
38:15 tidak memiliki istri maupun tidak apa maupun memiliki anak karena sekali lagi ya ketika apa namanya ketika ketika ada sosok ya Ada sosok yang memiliki istri atau memiliki pasangan atau sosok yang memiliki anak apa namanya pasangan atau anak itu kan sebagai penyempurna gitu kan sebagai penyempurna baik misalkan ada seorang laki-laki menikah dengan menikah gitu menikah dengan seorang wanita maka otomatis pernikahan tadi itu kan penyempurna dari kehidupan dia sedangkan Allah subhanahu wa ta'ala itu sudah sempurna Allah Subhanahu Wa Ta'ala enggak sempurna Jadi tidak mungkin butuh akan ya namanya penyempurna begitu pula juga dengan begitu pula juga dengan dengan anak di sana ya karena ini
39:02 sangat-sangatlah tidak mungkin di situ ya bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala Maha Mulia artinya jauh dari yang semisal ya tidak ada yang serupa baginya Ya Allah Subhanahu Wa Ta'ala mendengar Maha Melihat Maha berilmu maha mengetahui secara detail dan maha mencegah dari Yang Maha dan yang maha dan yang Maha Tinggi dari kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak memiliki apa ya tidak memiliki penyama ya dia tidak ada yang serupa dengan Allah subhanahu wa ta'ala Mengapa karena sekali lagi gini teman-teman ini
39:48 kalau kita tidak pahami secara detail ini akan menjadi masalah Misalkan contoh kayak gini ada beberapa orang-orang yang akan mengatakan seperti ini bahwa Allah subhanahu wa ta'ala itu Misalkan Allah subhanahu wa ta'ala itu Rohim Allah penyayang manusia pun juga penyayang manusia pun juga penyayang kita akan menganggap bahwasanya memang saksi sayang Allah berbeda dengan kasih sayang manusia lalu letak perbedaannya itu ada di mana letak perbedaannya itu ada di ada di mana Nah kalau kita itu pahami dalam dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologi penyayangnya manusia atau rasa kasih sayang manusia itu sifatnya itu sifatnya kasih sayang manusia itu sifatnya sangat relatif
40:33 sifatnya itu sangat sangat relatif sekali karena kita coba bayangkan aja ada orang yang menganggap rasa kasih sayang itu adalah dengan marahin anaknya ada yang menganggap para kasih sayang itu adalah memanjakan anaknya Misalkan contoh seperti itu kasih sayang itu itu sangatlah sangatlah relatif sehingga maka kita butuh adanya sebuah makanya manusia kalau melihat standar kasih sayang manusia itu adalah sangatlah relatif sehingga tidak mungkin manusia itu mengetahui kasih sayang yang secara secara hakiki hakikat dari pada kasih sayang itu apa nah di situ makanya Kenapa butuh referensi yang sangat Agung di sana referensi yang sangat Agung referensi itu apa dari Alquran dan Sunnah Bagaimana sih kasih sayang sesungguhnya diajarkan sama Allah diajarkan sama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Nah maka Karena manusia tidak mengetahui
41:20 sifat asli dia artinya tidak mengetahui kasih sayang sesungguhnya dia tidak mengetahui bagaimana hak dan yang batil di situ karena Misalkan contoh nih ya contoh misalkan orang secara logic itu akan mengatakan bahwa perang itu jahat tapi ternyata di dalam Islam ada perang-perang itu yang diperbolehkan di dalam Islam jihad fisabilillah yang melawan apa namanya orang-orang yang memerangi Islam itu itu diperbolehkan meskipun secara logika perang itu tidak tidak diperbenarkan di situ secara logika di sana makanya Kenapa nanti kita akan ada diskusi berkenaan dengan Tahsin diantara ahlussunnah dengan Ahlussunnah dengan mu'tazilah karena muktazilah mengatakan bahwa standar kebenaran dan keburukan itu standar itu adalah akal
42:07 bukan dari dalil syar'i Nah itu kita bisa bantah dari perspektif kalau misalkan standar kebenaran itu adalah akal pertanyaannya Bagaimana dengan perang tadi perang secara logic akan mengatakan perang itu adalah kejahatan membunuh orang di situ yang menawan orang selalu sebuah kesalahan tapi secara syar'i ada yang diperbenarkan maka tidak semuanya yang dipahami oleh manusia itu sifatnya itu Absolut karena yang absolut itu hanyalah hanyalah syariat dari Allah subhanahu wa ta'ala Maka kalau manusia itu tidak memiliki sifat yang sifatnya Absolut gitu ya Artinya rohimnya tidak absolut dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala kebaikannya rahmatnya Allah subhanahu wa ta'ala itu adalah Absolut maka di
42:53 situlah Letak perbedaan Kenapa rahmatnya manusia itu berbeda dengan rahmatnya Allah rahmatnya Allah lebih luas dan rahmatnya manusia itu sangatlah sangatlah terbatas di situ dan di situlah Letak perbedaan makanya Kenapa tidak boleh menyamakan diri makhluk Allah subhanahu wa ta'ala dengan apapun di sana Baik Bismillahirrahmanirrahim kita akan Nah ini ada beberapa tambahan ya dari beberapa apa namanya referensi ya berkenaan dengan 4 syarat syukur di situ karena ya di sini disebutkan bahwa ahakuman yang pacaran syukur itu mengakui nikmat tersebut ya Lalu ada memuji Allah adalah
43:42 muslim ya tunduk dan mencintai Allah dan menjalankan ketaatan kepada Allah sebagai perwujudan syukur ini disebutkan di dalam materi Imam Ibnu qayyim al-jauziyah bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak memiliki istri tidak memiliki anak karena tadi ya yang saya sebutkan bahwa kalau Allah subhanahu wa ta'ala itu memiliki anak dan memiliki istri ya tadi anak atau istri atau pasangan lah ya pasangan itu adalah penyempurna kalau penyempurna maka sebelumnya itu tidak tidak sempurna dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala mustahil tidak tidak sempurna di situ
44:28 tidak ada saingan tidak ada yang semisal setara atau sebanding dengan Allah di sini para Ustaz [Musik] memahaminya di situ baik kita baca agak cepat saja ya teman-teman ya bagaimana makna syahadat yang pertama ialah ilaha illallah itu ya kalimat tauhidlah makna bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah jadi makna Lailahaillallah itu bukan sekedar tidak Tuhan selain Allah bukan sekedar itu saja tapi juga tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah gitu karena ini nanti akan berkenaan dengan pembahasan kita nanti bahwa iman itu bukan sekedar keyakinan
45:15 Dalam hati saja tapi juga ada bentuk manifestasi daripada ketiak kita itu berupa apa berupa ucapan kita dan amal-amal kita disitu jadi ya tadi gitu nanti kita akan apa namanya mempelajari beberapa detil tadi bahwa arti daripada Ila itu adalah yang disembah yang diibadahi yang ditaati bahwa rukun tauhid ini sudah sangat jelas rukun tauhid itu ada dua yang pertama itu adalah nasi dan yang kedua nasi artinya menolak semua yang diibadahi selain Allah subhanahu wa ta'ala dan itu menetapkan ibadah hanya untuk untuk Allah subhanahu wa ta'ala baik jadi pelengkap saja teman-teman ya Jadi bukan termasuk daripada kitab mukhtasar ini sebagai mukadimah agar cara berpikir kita itu bisa lebih mateng ya maka saya dan kedua ini ya apa
46:01 namanya amal ibadah dalam tafsir Al Kahfi ayat 110 dan 2 ya bahwa ikhlas murni karena Allah subhanahu wa ta'ala dan kedua itu adalah mengikuti petunjuk daripada petunjuk kepada syariat baik selanjutnya pembagian rukun iman ya iman kepada Iman ini sudah sangat jelas saya percepat saja Nah sekarang kita akan masuk ke dalam matanya menyebutkan bab pertama itu adalah tentang sifat yang tinggi menyebutkan
47:02 Allah Subhanahu Wa Ta'ala tinggi di atas Arsy dalam kemuliaannya dan zatnya baik membahas sedikit berkenaan dengan makna Ulu itu apa yang berkenaan dengan makna Ulu itu apa karena kalau kita melihat daripada definisi nanti kita akan simpulkan ya bagaimana beberapa diskusi-diskusi falsafah berkenaan dengan hal ini itu perlu kita bahwa yang disebut sebagai Ulu ya sesuatu yang tinggi itu sesuatu yang
47:48 tinggi itu apakah statusnya itu adalah sebagai arah atau apakah mengharuskan apa namanya mengharuskan ketinggian itu adalah tempat karena kalau kita mempelajari beberapa diskusi-diskusi apa namanya diskusi diskusi akidah terkhusus dalam bidang ilmu kalam di situ ya kita akan melihat bahwasanya yang disebut sebagai tinggi itu adalah berkenaan dengan arah berkenaan dengan arah maksudnya arah itu seperti apa kalau misalkan ada ruang ada sebuah ruang misalkan ya ruangan saya nih ruangan saya seperti ini lalu mungkin bisa melihat ini ada ada handphone di situ setiap ruangan itu itu memiliki
48:34 sisi atau yang dalam apa namanya dalam bahasa Arab itu disebut sebagai hygies atau Sisi yang membatasi gitu ya Sisi yang membatasi ruangan tadi itu yang disebut sebagai hayus Nah dari ruangan tadi itu ruangan saya itu ternyata ada handphone di sini Nah dari handphone ini itu atau Sisi yang memenuhi handphone ya memenuhi handphone itu yang dari mulai atas ini sampai sampai bawah di sekitaran ruangan tadi Nah ketika ada sesuatu yang di atas ini misalkan pulpen ya Jadi Handphone dia hygiesnya handphone ini adalah segini lalu di sini itu ada pulpen di sini ada pulpen ini disebut sebagai tinggi yang di atas disebut sebagai di atas Nah maka Mengapa
49:23 dari kalangan beberapa dari kalangan apa namanya sahabat-sahabat kita gitu ya Ada beberapa dari sahabat-sahabat kita tuh mengatakan bahwa sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala itu tinggi tapi Allah subhanahu wa ta'ala itu tidak memiliki arah tertentu dan Allah subhanahu wa ta'ala itu tidak berkembang dengan mengatakan bahwasanya Oh Allah subhanahu wa ta'ala itu tidak di atas tidak dibawa tidak di kanan Tidak dikiri kenapa Karena kalau Allah subhanahu wa ta'ala itu memiliki arah dan Allah subhanahu wa ta'ala itu memiliki tempat pertama berarti Allah kalau memiliki arah maka otomatis memiliki tempat Sedangkan tempat itu adalah makhluk Bagaimana mungkin Allah subhanahu wa ta'ala itu bergantung kepada makhluk gitu itu beberapa beberapa cara cara
50:11 berpikir ya yang dipakai oleh beberapa sahabat kita tapi mungkin ada sedikit beberapa pertanyaan yang harus dijawab terlebih dahulu pertama arah itu adalah sesuatu yang relatif mungkin bagi manusia adalah ya depan belakang kanan kiri atas bawah tapi kalau misalkan kita dapatnya Sisi koin arah koin ini berapa Sisinya Coba dia nggak cuma atas bawah kanan kiri Tapi semua daripada Sisi daripada koin ini itu juga arah sehingga arah ini adalah sesuatu yang sifatnya relatif sehingga menisbatkan sesuatu yang relatif kepada Allah
50:57 Subhanahu Wa Ta'Ala kepada sesuatu yang absolut ini nggak logis gitu kalau mereka menggunakan logika ini yang apa namanya lalu yang kedua adalah definisi tempat sendiri aja udah bermasalah gitu Apa yang disebut sebagai tempat Al Imam Ibnu Rus itu menyebutkan ada sekitar 4 definisi tempat ya Ada 4 daripada definisi tempat ada asapnya lalu apa namanya ada Ajis Mulia Itu bermacam-macam lah sekali lagi bahwa definisi ini pun juga bermasalah maka menyandarkan sesuatu yang apa namanya tidak memiliki Apa ya
51:43 Kepastian secara yang pastian utuh gitu ya artinya sifat zone untuk mendefinisikan sesuatu yang Hakiki ini secara logic agak sedikit bermasalah artinya perlu ada penjelasan lebih dalam lagi yang sifatnya itu yakin banget maka dari itulah kenapa ya jalan keluar untuk memahami ini semua bahwa memang kita menetapkan karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan Allah subhanahu wa ta'ala itu sudah disebutkan di dalam apa namanya dalam Alquran disitu disebutkan dalam Alquran Allah Subhanahu Wa Ta'ala berkenaan dengan apa namanya tingginya Allah Subhanahu Wa Ta'ala bahkan di sini Al Imam Al muzani Coba kita lihat di slide disebutkan
52:33 seseorang hingga ia mengetahui bahwa Allah di atas harus dengan sifat-sifatnya Nah maka dari sini kita bisa tahu bahwa sesungguhnya menetapkan ketinggian Allah subhanahu wa ta'ala itu disebutkan dalam dalil disebutkan di dalam di dalam dalil nah Lalu apakah kita harus memahaminya Sesampai sedalam itu gitu ya sedalam itu nah tentu kita ya tadi sekali lagi menisbahkan sesuatu yang relatif terhadap sesuatu yang absolut ini menjadi masalah gitu secara logic maka otomatis ya kita menetapkan sesuai dengan apa yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapkan Adapun Sisi kaifiyahnya Bagaimana Allah sudah Bagaimana ketinggian tadi itu Allah
53:19 yaitu menyerahkan kaifiyahnya atau tata caranya untuk bagaimana tingginya Allah subhanahu wa ta'ala itu seperti apa itu kan yang disebut sebagai yang disebutkan oleh Imam Malik juga itu kan bahwa ketika imam Malik menyebutkan tentang istiwa imawali menyebutkan bahwa istilah itu maklum secara arti itu udah maklum dalam riwayat lain misalkan disebut 5 meskipun Wah itu banyak di apa namanya banyak perdebatan tentang permasalahan ini
54:04 nggak logika itu nggak bisa masuk ke dalamnya atau memang kita itu tidak tidak boleh melogikannya di situ atau bagaimana itu banyak perdebatan di sana itu adalah wajib dan mempertanyakan tentang itu semua itu adalah bidah jadi otomatis sahabat-sahabat Allah Subhanahu Wa Ta'ala kita bisa mengambil satu pelajaran penting dari ini semua bahwa berkenaan dengan sifat Allah sebetulnya itu simple berkenaan dengan cara apa namanya sifat Allah itu itu sebenarnya caranya simple kita melihat saja bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan itu semua bagaimana Allah Subhanahu wa ta'ala itu menyebutkan itu semua lalu tentang bagaimana Allah Subhanahu Bagaimana tata caranya Bagaimanakah
54:50 isiannya kita serahkan itu hanya kepada hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala baik mudah-mudahan bisa dipahami ya ni ini kita baru dengan ilmunya dari hamba-hambanya ilmunya bahwa ilmunya itu meliputi segala perkara Nah jadi saat Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan bahwa kuntum bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala berada atau bersama kalian dimanapun kalian berada itu maksud yang disebutkan oleh para ulama itu adalah ilmu Allah subhanahu wa
55:35 ta'ala ilmu Allah subhanahu wa ta'ala itu berada di berada di apa namanya berada di semua tempatlah artinya allah subhanahu wa ta'ala mengetahui setiap detail daripada setiap detail daripada perkara-perkara atau hal-hal yang berada di muka bumi ini sekaligus teman-teman jadi kalimat ini tuh mengkritik dari beberapa apa namanya filsafat filsafat atau ahli filsafat yang [Musik] misalkan ada beberapa dari kalangan ahli filsafat di situ ada yang menisbahkannya kepada Ibnu belum mengecek secara utuh berkenaan
56:21 dengan hal itu tapi ini perkataan cukup masyhur dalam beberapa kitab-kitab dalam beberapa kitab-kitab akidah bahwa dikatakan bahwa dari kalangan filsafat itu menyebutkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala hanya tahu tentang perkara-perkara yang umum saja jadi perkara-perkara umum artinya secara global Allah Subhanahu Wa Ta'ala atau makhlukNya jadi Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengetahui makhlukNya itu secara global tapi berkenaan dengan detail-detil Allah Subhanahu Wa Ta'ala jadi seakan ilmu Allah subhanahu wa ta'ala itu terbatas terhadap hal-hal yang global saja tapi terhadap hal-hal yang detail itu itu tidak tidak termasuk ini ini menjadi kritik sebetulnya dari
57:07 perkataan ini mengkritisi dari pemikiran tadi bahwa ilmunya Allah subhanahu wa ta'ala itu meliputi segala hal termasuk detail-detail yang dimiliki oleh makhlukNya lalu beliau menyebutkan duaan wa anfadafiyah dan dia mewujudkannya dalam penciptaannya sesuai yang telah dia takdirkan sebelumnya wahuwal Ghofur dan dia yang maha Dermawan lagi maha pengampun dah ini nanti kita memang akan apa namanya mengkajinya dalam teman-teman dalam Qadar ya dalam Bab apa namanya adalah berkenaan dengan berkenaan dalam Bab
57:52 Bahwasanya Allah subhanahu wa ta'ala itu memang mengetahui segala sesuatu itu sebelum apa namanya sebelum banyaknya sesuatu karena ini pun juga menjadi kritik terhadap apa namanya kritik terhadap beberapa kalangan muktazilah karena dari kalangan muktazilah itu sampai menyebutkan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala itu tahu Setelah menciptakan jadi Allah Subhanahu Wa Ta'ala ya ilmunya Allah subhanahu wa ta'ala itu itu bukan secara bukan secara umum dari sifat itu bukan Kodim gitu ya tapi Allah itu tahu setelah Allah Subhanahu Wa Ta'ala tahu setelah Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan artinya mengetahui tentang struktur manusia misalkan mengetahui tentang alam semesta ini secara
58:39 mendetail tadi setelah Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakannya maka itu sama saja seperti membatasi ilmu Allah subhanahu wa ta'ala makanya izin karena sudah terutama di daerah WIB sudah mau masuk di waktu sholat maghrib Jadi mungkin kita akan pause sebentar lagi Anda mungkin bisa menutup sekitar 3 menit lalu kita [Musik] oke oke kita simpulkan dulu aja ya jadi artinya adalah teman-teman ya kalau kita melihat daripada narasi yang disebutkan oleh Allah Subhanahu disebutkan oleh al-imam al-musa dari
59:26 dalam hal ini bahwa tentang permasalahan sifat Allah Subhanahu Wa Ta'ala terkhusus dalam urusan lalu berkenaan dengan pengetahuan yang ilmunya Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebetulnya itu sudah disebutkan oleh atau pemahamannya itu sebenarnya sudah sangat komprehensif terkhusus berkenaan dengan sifat-sifat yang memang secara apa ya Secara pemahaman itu agak penuh dengan perdebatan di situ maka memang solusi yang paling ya solutif sekali itu adalah bahwasanya tentang kaifiyahnya atau tata caranya itu diserahkan pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sembari kita tahu karena tidak mungkinlah Allah Subhanahu Wa Ta'ala Memberikan suatu informasi merupakan satu informasi lantas kalimatnya itu nanti kita akan belajar tentang Apa itu taqwa karena makna itu tidak mungkin makna itu
1:00:13 kita harus pahami kita harus pahami sebagaimana perkataan Imam Malik tadi Al istiwakul maklum tapi kalau berkenaan dengan kaifiyah itu kita serahkan maknanya kepada atau kita serahkan kaifiyahnya atau ya tentang pemahaman kaifiyahnya itu hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala baik mungkin saya dari saya nanti kita lanjut selanjutnya pada pukul 8 malam waktu Indonesia bagian barat teman-teman sekalian untuk yang bertanya absensinya seperti apa absensi nanti dilakukan ketika ujian jadi ketika Nanti
1:00:58 kalian ya Ketika nanti teman-teman mengisi soal ujian di situ nanti ada pertanyaan ya Sesi berapa saja yang hadir Anda centang semacam itulah nanti kira-kira dicentang berarti sesuai dengan kejujuran pribadi durasi hadir gimana ustadz untuk hadir sebisa minimal satu sesi minimal hadir 30 menit nanti ada kita kasih keterangannya misal nggak sampai full 1 jam tidak apa-apa tetap dihitung hadir asal minimal hadir 30 menitan ini kita Permudah agar teman-teman terutama karena perbedaan waktu yang sangat luar biasa sehingga membawa kita ya ada unsur lah untuk tenaga ini terus Kemudian untuk materi yang akan diujikan itu apa Nanti kita
1:01:45 bagikan dari file presentasi yang usah dijadiin sampaikan tadi itulah yang akan diujikan Insya Allah ya dan sebenarnya simpel dan sederhana mungkin ada pusing agak-agak atas bawah mana gitu ya pusing Nah misalkan tembusing akidah hanya orang Islam itu mudah ya atau dikasih tahu sama Allah begini udah ikut selesai seperti itu Jadi kita hanya orang Islam mudah sekali diimani di sana Kenapa pusing-pusing karena ada orang yang suka bawa bikin pusing itu nah membantah mereka yang suka bikin pusing namanya aqidah itu bikin kita Yakin bukan bikin kita ragu Jadi kalau anda belajar akidah bikin ragu itu enggak jadi kita sedangkan Iman artinya
1:02:33 jadi teman-teman sekalian Insya Allah materinya nanti kita akan bahas dan sebenarnya mudah sekali dan insya Allah nanti kita lanjutkan Masya Allah memberikan materi Terima kasih banyak Kepada beliau dan juga teman-teman juga semuanya di sini beragam sekali Ustadz ada paling luar dari tahun 1967 kelahiran yang paling muda tahun 2007 data yang kita miliki 1667 dan paling mudah Subhanallah pujiannya akan dilakukan pada hari Senin Insya Allah infonya menyusut
1:03:18 wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman ini microphone-nya saya melihat jadi tidak ada suara balasan salam