Ringkasan Singkat
Video ini membahas tentang Sirah Nabawiyah, termasuk peperangan yang diikuti Rasulullah SAW, pengutusan utusan, ibadah haji dan umrah Rasulullah, sifat fisik dan akhlak Rasulullah, nama-nama Rasulullah, makanan dan pakaian yang disukai Rasulullah, serta kebiasaan Rasulullah sehari-hari.
- Rasulullah SAW mengikuti banyak peperangan, tetapi tidak semuanya diikuti secara langsung.
- Rasulullah SAW mengutus utusan untuk berdakwah dan mengajak masuk Islam.
- Rasulullah SAW hanya berhaji sekali setelah perintah haji diwajibkan.
- Rasulullah SAW memiliki akhlak yang mulia dan menjadi teladan bagi umat Islam.
Peperangan yang Diikuti Rasulullah SAW
Rasulullah SAW semasa hidupnya mengikuti beberapa peperangan. Ibnu Sayyidinas menyebutkan ada sekitar 27 peperangan, tetapi tidak semuanya diikuti secara langsung oleh Rasulullah SAW. Terkadang Rasulullah SAW mengutus komandan perang dari kalangan sahabatnya, dan terkadang hadir langsung sebagai komando tertinggi. Beberapa peperangan besar yang diikuti Rasulullah SAW adalah Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq melawan kaum musyrikin Quraisy. Ada juga perang melawan Yahudi, seperti Perang Bani Quraizhah dan Perang Khaibar, yang tidak dilakukan secara langsung (face to face) melainkan dari balik benteng. Setelah Fathu Makkah, terjadi Perang Hunain dan Perang Thaif dengan jumlah pasukan yang sangat besar.
Pengutusan Utusan oleh Rasulullah SAW
Rasulullah SAW mengutus utusan sebanyak kurang lebih 50 kali selama masa hidupnya. Utusan ini membawa surat dari Rasulullah SAW yang berisi ajakan untuk masuk Islam. Pengutusan utusan ini merupakan salah satu metode dakwah Rasulullah SAW.
Haji Rasulullah SAW
Rasulullah SAW hanya berhaji sekali dalam seumur hidupnya setelah ada perintah atau syariat kewajiban haji di dalam Islam. Haji tersebut dilakukan pada tahun terakhir kehidupan Rasulullah SAW dan dikenal sebagai Haji Wada'. Sebelum diutus menjadi nabi, Rasulullah SAW disebutkan pernah berhaji dua kali. Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dengan mempersiapkan diri dan menggunakan wewangian, kemudian bermalam di Dzul Hulaifah (Bir Ali), yang merupakan miqatnya penduduk Madinah. Rasulullah SAW berniat haji dengan menggabungkan umrah dan haji (Haji Qiran).
Rangkaian Ibadah Haji Rasulullah SAW
Rasulullah SAW tiba di Mekkah pada hari Ahad pagi dan melakukan tawaf qudum. Beliau melakukan lari-lari kecil pada putaran pertama dan berjalan seperti biasa pada 4 putaran berikutnya. Setelah tawaf, Rasulullah SAW menuju Bukit Shafa dengan menunggangi kendaraan untuk mengajarkan cara bersa'i. Beliau memerintahkan para sahabatnya yang belum membawa hewan sembelihan untuk mengubah niat hajinya menjadi umrah (Haji Tamattu'). Pada tanggal 8 Zulhijjah (hari Tarwiyah), Rasulullah SAW salat Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya di Mina dengan diqasar, dan bermalam di sana. Pada tanggal 9 Zulhijjah, Rasulullah SAW menuju Arafah dan berdiam diri di Namirah sampai waktu Zuhur. Beliau menyampaikan khutbah Arafah dan salat Zuhur dan Ashar dijamak takdim. Setelah itu, Rasulullah SAW berdoa dan bertakbir sampai terbenam matahari. Setelah terbenam matahari, Rasulullah SAW menuju Muzdalifah dan bermalam di sana, serta salat Maghrib dan Isya. Beliau salat Subuh di Muzdalifah, kecuali bagi orang-orang yang lemah dan wanita yang diperbolehkan keluar sebelum Subuh.
Melanjutkan Rangkaian Ibadah Haji Rasulullah SAW
Rasulullah SAW bergerak menuju Mina pada tanggal 10 Zulhijjah untuk melempar jumrah Aqabah dengan 7 kerikil. Beliau menyembelih hewan kurban dan bergerak menuju Mekkah untuk melakukan tawaf Ifadah. Setelah tawaf, beliau minum air zamzam dan kembali ke Mina. Rasulullah SAW berdiam diri di Mina sampai hari ke-13 Zulhijjah (Nafar Tsani). Setelah dari Mina, Rasulullah SAW turun di Muhassab dan menunggu Aisyah RA untuk melakukan umrah dari Tan'im. Kemudian, Rasulullah SAW bergerak menuju Madinah setelah melakukan tawaf wada'.
Umrah Rasulullah SAW
Rasulullah SAW melakukan umrah sebanyak 4 kali selama masa hidupnya. Semuanya dilakukan pada bulan Dzulqa'dah. Umrah pertama dilakukan pada tahun ke-6 Hijriyah, tetapi dicegah oleh musyrikin Quraisy sehingga terjadi Perjanjian Hudaibiyah. Umrah kedua adalah Umratul Qada pada tahun berikutnya. Umrah ketiga dilakukan bersamaan dengan hajinya, dan umrah keempat dari Ji'ranah. Rasulullah SAW melakukan umrah di bulan Dzulqa'dah untuk membantah persepsi orang-orang musyrikin Quraisy yang menganggap buruk umrah di bulan tersebut.
Sifat Fisik Rasulullah SAW
Rasulullah SAW memiliki uban di kepala dan janggutnya kurang lebih 20 helai. Mukanya rupawan seperti bulan purnama. Anas bin Malik menyebutkan bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan dan paling tampan. Imam Syafi'i mengatakan bahwa mengenal Rasulullah SAW, baik dari akhlak maupun fisiknya, dapat meningkatkan keimanan. Rasulullah SAW tidak terlalu tinggi dan tidak pendek, kulitnya tidak putih sekali dan tidak kecoklatan, rambutnya tidak keriting pekat dan tidak lurus menjurai. Beliau berjalan dengan tegak dan bahunya bidang.
Nama-Nama Rasulullah SAW
Rasulullah SAW memiliki banyak nama, di antaranya Muhammad, Ahmad, dan Al-Mahi. Beliau sendiri yang mengabarkan tentang nama-nama tersebut. Tidak diperbolehkan memberikan nama kepada Rasulullah SAW selain apa yang dikabarkan oleh Beliau. Beberapa sifat nabi yang ada di dalam Alquran terkadang dianggap sebagai nama, seperti Basyir dan Nadzir. Toha dan Yasin lebih kuat sebagai huruf muqata'ah yang ada di dalam Alquran, bukan nama Rasulullah SAW.
Akhlak Rasulullah SAW
Aisyah RA mengatakan bahwa akhlak Rasulullah SAW adalah Alquran. Beliau tidak pernah marah karena emosi dirinya sendiri, melainkan karena Allah. Rasulullah SAW adalah orang yang sangat dermawan dan pemberani. Beliau tidak pernah mengatakan tidak jika dimintai tolong. Tidak pernah ada kelebihan uang dinar atau dirham yang bermalam lama-lama di rumah Rasulullah SAW, selalu beliau sedekahkan. Dalam berinteraksi dengan manusia, Rasulullah SAW menggunakan kata-kata yang sangat baik dan lembut, serta senantiasa memuliakan lawan bicara. Beliau memiliki sifat malu yang positif dan pandangan yang tajam.
Kebiasaan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW selalu datang jika ada yang mengundang, baik dari kalangan orang kaya, miskin, merdeka, ataupun budak. Beliau tidak pernah membiarkan orang berjalan di belakangnya dan selalu menawarkan tunggangan kepada orang yang berjalan bersamanya. Beliau tidak membedakan makanan atau pakaian yang beliau makan dan minum dengan pelayannya. Rasulullah SAW selalu memulai untuk mengucapkan salam ketika bertemu dengan para sahabat. Beliau selalu menanyakan kondisi para sahabatnya dan mengundang mereka untuk makan jika ada yang tidak memiliki makanan. Beliau juga mendoakan sahabat yang meninggal dan menghibur sahabat yang ketakutan.
Kebiasaan Rasulullah SAW dalam Safar dan Interaksi Sosial
Rasulullah SAW juga menawarkan diri untuk membantu dalam perjalanan (safar), seperti mencarikan kayu bakar. Beliau selalu memperhatikan tempat duduknya dan memberikan kelonggaran dalam majelisnya. Rasulullah SAW tidak pernah merasa terburu-buru ketika sedang duduk bersama para sahabat, melainkan minta izin terlebih dahulu jika ada hal yang mendesak. Beliau tidak pernah menunjukkan kebencian di hadapan para sahabatnya dan tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan pula.
Kebiasaan Rasulullah SAW dalam Ibadah dan Keseharian
Rasulullah SAW senantiasa menjenguk kerabat atau sahabat yang sakit, mencintai orang-orang miskin, dan mengantar jenazah mereka. Beliau tidak pernah mengkerdilkan orang-orang fakir dan tidak pernah mengagungkan raja-raja yang ada. Beliau senantiasa mengagungkan nikmat yang Allah berikan kepadanya, walaupun nikmat tersebut sedikit, dan tidak pernah mencela makanan. Beliau termasuk orang yang paling sering tersenyum dan senantiasa mengisi waktunya dengan kegiatan-kegiatan yang positif untuk Allah SWT. Ketika dihadapkan dengan dua pilihan, Rasulullah SAW selalu memilih yang termudah. Beliau senantiasa memakai sendal dan menaikkan pakaiannya.
Makanan dan Minuman yang Disukai Rasulullah SAW
Rasulullah SAW tidak pernah makan sedekah, tetapi menerima hadiah dan memakannya. Beliau tidak pernah memiliki banyak menu berjejer di hadapannya, melainkan makan secukupnya saja. Terkadang beliau mengikat perutnya dengan batu untuk menahan lapar. Rasulullah SAW memakan roti dengan cuka dan bersabda bahwa sebaik-baiknya lauk adalah cuka. Beliau juga memakan ayam dan menyukai bagian paha kambing bagian depan. Di antara makanan yang disukai Rasulullah SAW adalah gandum, kurma mentah, dan kurma kering. Beliau terkadang minum sambil duduk dan terkadang berdiri. Ketika minum di gelas, beliau mengambil nafas tiga kali. Beliau selalu memulai memberikan makanan atau minuman dari yang kanan.
Pakaian Rasulullah SAW
Rasulullah SAW memakai pakaian yang sederhana dan tidak pernah memakai pakaian yang banyak modelnya. Yang termasuk beliau suka adalah Al-Qamis (gamis). Tidak ada yang namanya pakaian sunnah secara zatnya. Yang sunnah adalah menutup kepala dengan apa saja yang ada sesuai dengan keadaan daerah masing-masing. Rasulullah SAW menggunakan cincin perak yang tertulis Muhammad Rasulullah sebagai cap untuk menerima surat-surat. Beliau memakai cincin tersebut di jari kelingking sebelah kanan atau kiri. Rasulullah SAW menyukai wanita dan wewangian. Beliau biasa menggunakan wewangian jenis parfum campuran dari misik dan ambar, juga ada kayu oud-nya. Beliau juga terkadang bercelak.
Candaan Rasulullah SAW
Rasulullah SAW juga biasa bercanda dan membuat orang tertawa, tetapi candanya tidak berdusta. Contohnya, ketika seorang wanita tua meminta agar Allah memasukkannya ke dalam surga, Rasulullah SAW menjawab bahwa di surga tidak ada perempuan tua. Wanita tua tersebut menangis, lalu Rasulullah SAW mengatakan bahwa semua yang masuk surga akan kembali menjadi muda lagi.

