Shalat tarawih tuntunan Rasulullahﷺ, apakah 11 atau 23 rakaat? Ustadz DR Khalid Basalamah, MA

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang salat tarawih, hukumnya, jumlah rakaat, dan perbandingan dengan salat tahajud. Intinya:

  • Salat tarawih adalah salat malam khusus di bulan Ramadan yang dikerjakan setelah salat Isya.
  • Salat tarawih hukumnya sunah, tetapi sangat dianjurkan dengan syarat iman dan mengharapkan pahala (ihtisab).
  • Jumlah rakaat tarawih bervariasi, ada yang 11 rakaat, ada juga yang 23 rakaat. Keduanya diperbolehkan.
  • Dianjurkan untuk mengikuti jumlah rakaat yang dikerjakan di masjid tempat kita salat agar mendapatkan keutamaan salat bersama imam sampai selesai.
  • Dalam 10 hari terakhir Ramadan, diperbolehkan salat tarawih 20 rakaat tanpa witir, kemudian dilanjutkan dengan tahajud 11 rakaat.

Pengertian dan Waktu Salat Tarawih

Salat tarawih, qiam Ramadan, qiyamulail, dan tahajud pada dasarnya sama. Istilah "tarawih" berarti santai dan digunakan khusus untuk salat malam di bulan Ramadan. Salat tarawih dikerjakan setelah salat Isya. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa salat tarawih di awal waktu (setelah Isya) lebih utama daripada di akhir malam, karena Nabi Muhammad SAW pernah melakukannya di awal waktu.

Dasar Hukum dan Keutamaan Salat Tarawih

Salat tarawih dikerjakan dengan syarat iman dan ihtisab (mengharapkan pahala dari Allah). Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa siapa pun yang mendirikan malam Ramadan (tarawih) dengan keimanan dan mengharapkan pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Salat tarawih hukumnya sunah, sehingga tidak masalah jika tidak dikerjakan, tetapi akan kehilangan keutamaannya.

Jumlah Rakaat Salat Tarawih: 11 atau 23 Rakaat?

Jumlah rakaat salat tarawih bervariasi, ada yang 11 rakaat, ada juga yang 23 rakaat. Hadis Bukhari menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah menambah salat malam di bulan Ramadan lebih dari 11 rakaat. Namun, hadis lain dalam Bukhari menyebutkan bahwa salat malam itu dua rakaat dua rakaat tanpa batas. Umar bin Khattab memahami hadis ini dan mengerjakan salat tarawih hingga 23 rakaat secara berjamaah. Para sahabat pada saat itu sepakat (ijma) dengan tindakan Umar.

Fatwa Ulama dan Saran dalam Mengerjakan Salat Tarawih

Ulama di Mekah dan Madinah (kiblat umat Islam) mengerjakan salat tarawih 23 rakaat dan tidak menyalahkan yang mengerjakan 11 rakaat. Disarankan untuk mengikuti jumlah rakaat yang dikerjakan di masjid tempat kita salat agar mendapatkan keutamaan salat bersama imam sampai selesai (hingga witir). Jika masjid tersebut mengerjakan 11 rakaat, maka salatlah 11 rakaat. Jika mengerjakan 23 rakaat, maka salatlah 23 rakaat.

Salat Tarawih dan Tahajud di 10 Hari Terakhir Ramadan

Dalam 10 hari terakhir Ramadan, diperbolehkan salat tarawih 20 rakaat tanpa witir, kemudian dilanjutkan dengan tahajud 11 rakaat di malam hari. Ini diperbolehkan karena salat Nabi Muhammad SAW adalah dua rakaat dua rakaat tanpa batas, dan untuk mengejar keutamaan. Perbedaan pendapat ulama dalam masalah ini tidak boleh membuat kita saling menyalahkan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:01 Allahu Allah Apakah salat tarawih sama dengan salat tahajud tarawih qiam Ramadan qiyamulail tahajud sama saja tarawih artinya santai dan ini hanya digunakan untuk salat malam di Ramadan Kenapa karena orang habis salat b'di Isya udah boleh salat bahkan sebagian besar ulama mengatakan salat tarawih itu di awal habis b'diah Isya khusus Ramadan lebih Afdal daripada salat malamnya daripada diakhirkan akhir malam karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kerjakan di awal waktu kan yang satu hari yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah kerjakan sehari saja yang beliau habis salat ba'diah isya langsung berdiri kemudian ada sahabat-sahabat yang diajak

0:48 mereka salat berjamaah dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Waktu mereka salat yang lainnya sudah banyak yang bubar nih enggak tahu kalau Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam salat Besok pas masuk 1 Ramadan sahabat tersebar berita semalam rasulah sahai wasam salat malam tuh setelah salat b'di Isya maka besoknya masjid penuh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengetahui hal tersebut beliau tidak keluar dari rumahnya sampai azan subuh pas azan subuh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam keluar Lalu mengimami Salat habis itu beliau ceramah Beliau mengatakan aku tahu semalam kalian menungguku tapi aku tidak keluar karena kalau aku keluar mengimami kalian bisa jadi wajib salat itu tarawih maksudnya maka Kerjakanlah tapi jangan saya ada di situ n kalau saya ada bisa menjadi wajib kalau dilakukan tiap Ap hari oleh nabi wasam maka jadi wajib Tapi nabi tidak melarang untuk

1:33 mengerjakannya jadi sama saja kan gitu tapi kerjakan tarawih ini teman-teman sekalian kerjakan tarawih ini Ya dengan syarat iman dan ihtisab namanya dua syarat mutlaknya kata nabi Was dalam had Bukhari muslimam Siapa yang mendirikan malam ramadanawih dengan keimanan yakin ini perintah Allah bukan karena Diajak teman bukan karena masjid dekat rumah ada penceramah yang bagus bukan karena apalah pokoknya semua indikasi dunia ini hilangkan karena betul-betulimanan yakin Allah dan rasulnya perintahkan jadi artinya keimanan itu kalau antum cuman sendiri tetap kerjain dan ihtisab mengharapkan

2:19 pahalanya maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan boleh 11 boleh 23 tidak ada masalah ini jangan jor-joran masalah ini bahkan tidak salat pun tidak masalah karena tarawih sunah cuma dia kehilangan Fadilah kalau hadis tentang 11 rakaat adalah hadis Bukhari di mana Aisyah berkata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah menambah Ramadan atau Ramadan lebih daripada 11 rakaat pendapat pertama mengatakan kalau sudah tarawih berarti tidak ada lagi tahajud kan gitu pendapat kedua mengatakan tidak salat tarawih boleh lebih dari 11 rakaat beranjak daripada hadis yang sahih juga Bukhari qiyamulail matnana salat malam itu dua rakaat dua rakaat Tan t ada batasnya dan Umar Bin Khattab memahami benar hadis ini sampai akhirnya beliau mengerjakan

3:05 sampai 23 rakaat dan tadinya sahabat ada yang berserakan di masjid mereka kerjakan sendir-sendiri Umar Bin Khattab lakukan secara berjamaah dan jangan lupa pada saat itu terjadi ijma sepakat para sahabat tidak satuun ada sahabat yang memungkiri perilaku Umar radhiallahu anhum jadi memang di sini ijma dan ini ijma yang sangat kuat karena tidak ada satupun sahabat yang memungkirinya dan sampai sekarang fatwa Ulama di Saudi di Mekah sama Madinah merupakan kiblat kita di sana tempat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam lahir dan tempat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam meninggal 23 tahun dakwah Islam di sana salatnya 23 rakaat gitu ya dan tidak menyalahkan orang yang 11 Enggak ada masalah dua-duanya boleh dikerjakan Cuma saran saya Saran saya kalau mau kerjakan 11 rakaat cari masjid yang 11 rakaat yang

3:50 23 salat 23 rakaat cari 20 rakaat karena ini ada Fadilah sendiri ada hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Siapa yang salat bersama imamnya sampai imamnya selesai maka dicatatkan baginya ibadah semalam suntuk kan gitu maksudnya selesai ini sampai Witir imamnya sudah Witir baru dia berhenti masalah Imam baca Quran apa segala dikerjain setelah itu tuh Enggak ada masalah tapi yang penting sudah enggak Salat lagi ya Ya kalau antum masuk di masjid yang 11 maka salat 11 itu enak bapat hadis ini walaupun boleh kalau Masjid itu 23 kita salat 11 boleh saja itu bebas dua rakaat pun boleh narah ini sunah ya cuma afdolahnya kita bicara afdolah dan fatwa ulama juga sering ditanya dalam majelis-majelis ilmu di Saudi Bagaimana hukumnya di 10 terakhir Ramadan sampai

4:36 itu dijadikan sebagai peraturan di Masjid Haram kan Boleh enggak saya salat Tarawih 20 rakaat karena 10 akhir Ramadan itu 20 rakaat selawat tarawih Tapi tidak diikuti dengan Witir nanti jam 12.00 malam jam malam ada salat tahajud lagi 11 rakaat berarti kalau digabung jadi berapa 31 rakaat Boleh enggak saya kerjain itu umumnya fatwa mereka boleh karena salat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam matnana artinya dua rakaat dua rakaat tanpa batas dan mengejar fadilahnya dan ini perselisihan pendapat ulama jangan selalu kaku sehingga akhirnya kita vonis orang salah gara-gara adanya perselisihan ulama atau kita berpegang pada pendapat tertentu

Share

Ringkasan Video YouTube