0:03 Hellois. Sekarang kita sudah berada di bootnya BYD di GIAs 2025 dan di belakang gua ada salah satu mobil paling viral, paling fenomenal dan menjadi penghancur untuk segala mobil mulai dari kelas mobil listrik sampai LCGC bensin juga. Yes, ini adalah BYD atau One yang kalian bisa lihat sendiri ramainya kayak apa. Syutingnya pun susah banget. Tapi di video kali ini kita gak akan fokus ke bedah fitur gimana interiornya dari AT one karena kita udah pernah bikin di video sebeli. Kalian bisa cek detailnya di situ. Di video kali ini kita akan fokus ke rasa berkendaranya. Kita akan bawa si BYD Attawan ini ke jalan raya supaya kita bisa tahu apakah mobil ini cuman menang tampang dan fitur dan apakah rasa berkendaranya semurah harga
0:50 jualnya. Mendingan langsung aja kita bawa jalan ke jalan raya di Oni New BYD. atau [Musik] jangkis bergeser sedikit dari bootnya BYD. Jadi di GIAs 2025 kita bergeser ke BYD Denza Arista BSD untuk mencoba langsung gimana sih rasa berkendara dari si BYD atau One ini. Unitnya sudah ada
1:36 di sini. Jadi kalau kalian pengen test drive atau pengin langsung SPK karena harganya yang sangat luar biasa, itu pun juga bisa dilakukan di BYD Denza Arista BSD. Terutama kita pengin kasih SP sudah shout out ke Mas Gunawan yang udah ngizinin kita untuk ngulas BYD atau one ini laknas soto junky langsung ke jalan raya. So enggak pakai lama kayak gimana rasanya nyetir BYD atau one di jalan raya? Apakah rasanya semurah harganya atau malah mengejutkan dan merusak standar mobil yang lain? Yuk kita cobain. Oke, Guys. Enggak pakai lama langsung aja kita masuk ke balik kemudian. Dan yes, yang kita tes sekarang ini adalah varian yang dnamic, tapi itu enggak masalah. Kenapa? Karena kalian
2:23 mau ambil varian yang dynamic maupun yang premium itu perbedaannya cukup minor di luar baterainya. Perbedaan utamanya memang baterainya di kapasitasnya gitu ya. Kalau untuk si premium kan di 38an KW, kalau di dynamic ini di 30,08 KWH. Range-nya juga beda. Yang ini 300 km. Kalau yang premium itu 380 km. Jadi kalau kalian upgrade ke varian premium, kalian dapat ekstra 80 km. Tapi teknologi baterainya sama, tetap pakai BYD blade battery. Motornya juga tetap sama. Dia layout-nya itu front motor, front wheel drive. Jadi motornya di depan tenaga motornya itu 74 horsepow dengan torsi 135 Nm. Nah, patut diingat
3:12 ya lawan-lawan mobil ini tuh enggak ada yang tenaganya segitu. Kalian mau aduin sama contohnya CRS E1 atau Wooling R EV atau FinFast V F3 gitu-gitu itu semua tuh tenaganya tuh biasanya under 50 HP. Iya, di sini kalian dapat 74 horsepow dengan torsi 138 Nm. Jadi jauh lebih signifikan. Dan kalian pun dapat tiga drive mode, ada mode normal, eco, dan sport. Kita coba tarik di mode normal. Instant tornya tetap berasa zero e banget dan kalian tetap dapat pick torque di zero RPM yang bikin mobil ini jadi sangat gesit gitu ya. Sangat enak
3:59 banget buat kalian pakai slip-slip sehari-hari. Dan kalau misalnya kita pindahin ke mode sport di sini, tarik lagi. Nah, memang untuk perubahan tenaganya itu enggak yang terlalu signifikan banget, tapi tetap terasa sedikit perbedaan di mana di mode sport itu lebih agresif. Dan BYD sendiri juga bilang memang catatan 0 sampai 50 mobil ini itu di sekitar 4 detikan. Iya. Mereka bilang 0 sampai 50 karena kan mobil kecil-kecil seperti ini tuh memang top speed-nya di 100atusan km/h ya. Dan untuk si At Onean ini dia top speed-nya lagi-lagi lebih tinggi dibanding para rivalnya karena bisa sampai 120-an km/h.
4:46 Termasuk kalau misalnya kita menilai dari segi performanya karena dia badannya tuh cukup kompact ya, kecil. E pictor di Zero RPM ini bikin mobil ini tuh jadi satsat banget. Kalau kalian mau pakai di tempat-tempat kecil atau misalnya kalian pakai buat menerobos kemacetan gitu-gitu, dia benar-benar terasa gesit dan terasa benar-benar direct banget. Terus kita lanjut ke bagian setirnya. Memang setirnya sendiri dia diet cukup enteng, tapi seiring dengan naiknya kecepatan, dia akan memberat dengan sendirinya. Jadi feelingnya tuh bisa lebih pede pada saat kalian lagi di kesempatan tinggi. Kemudian kalau soal feel kejalanya ya kayak typical city car lah ya. Sebenarnya dia enggak yang terlalu sport oriented banget, tapi ini udah more than enough dan enteng setirnya ini juga
5:32 bikin kita jadi enggak capek pada saat kita navigate sehari-hari di dalam kota atau di kemacetan. Handling-nya misalnya kita tekuk gini ya jalur gitu. Nah, memang dia bukan yang diet ee sangat tajam, tapi ada untungnya juga. Karena untuk mobil sekecil ini kalau misalnya kalian setling-nya itu terlalu tajam, dia malah jadi bahaya. Kalau kalian putar setirnya dikit, dia langsung beloknya terlalu patah banget. Itu kan malah jadi kadang-kadang bikin ngeri gitu, ya. Nah, di sini tuh setirnya dibikin ada play-nya. Jadi, dia enggak yang terlalu tajam banget. Tapi tetap masih cukup banget ini buat kalian pakai harian. masih enak banget setirnya masih lumayan predictable dan juga
6:18 sangat-sangat mendukung gitu. Bantingan ini ada pos tidur bantingannya cukup empuk ya. Gua juga agak kaget gitu, terutama kalau misalnya kita lewat speed trap kayak gini nih. Ini bikin gua bingung gitu. Kayak tuh empuk bukan yang empuk banget, bukan yang paling empuk di kelasnya. Masih ada yang lebih empuk, tapi ini empuk tapi tetap menjaga rigiditas dan menjaga stiffness-nya. Jadi cukup empuk tapi dia rigid gitu sehingga bantingannya malah justru menurut gua jadi enak banget karena pas gitu ya enggak terasa seperti mobil yang kopong atau tipis atau kayak
7:04 tipical LCGC pada umumnya lah. Asal empuk doang tapi kopong gitu. Ini tuh enak banget. Dia benar-benar terasa seperti mobil yang satu kelas atau bahkan dua kelas di atasnya gitu. Ingat, mobil ini harganya starting di Rp195 juta menurut Jakarta. Gimana bisa dia punya kualitas damping kaki-kaki seperti ini di harga segitu? Bahkan gua akan ngeluarin statement yang agak kontroversial nih. Ini mobil dengan kaki-kaki salah satu yang terbaik di bawah R00 juta. Iya. Kalau kalian enggak percaya, kalian bisa test drive aja gitu. Kalian bisa datang ke BYD Arista BSD ketemu dengan Mas Gunawan untuk test drive yang di mana kontaknya
7:49 ada di bagian bawah sini karena kita juga pengin kasih special T shut ke beliau yang sudah mengizinkan kita untuk ngulas BYD Attawan ini di luar parkiran GIAs karena area real test drive GIAs tuh rame banget karena animo mobil ini sangat luar biasa makanya tadi kita memutuskan untuk ya udah deh kita keluar dulu dari Gas sebentar untuk test drive gitu ya. Nih speed trap lagi enggak masuk akal cuy. Uh, bagus banget loh kaki-kakinya. Padahal mobil ini dia pakai peleg yang juga terbesar di kelasnya, tapi bisa begitu gitu ya. Nice banget. Lanjut ke posisi berkendaranya. Untuk
8:35 sebuah city car, posisi berkendara mobil ini juga diet agak tinggi ya. Jadi, e kalian tuh ngelihat ke jalan juga cukup baik visibilitasnya. Mulai dari kaca depan, kaca samping juga terlihat besar. Kaca belakang yang walaupun dia kalau dari luar kesannya itu agak pipih, tapi kalau dilihat dari dalam berhubung kaca belakangnya itu tegak banget, itu juga jadi sangat-sangat minim blind spot. Blind spot-nya cuma ada di bagian pilar kanan kirinya agak tebal di belakang, tapi itu gak mengganggu sama sekali tuh bantingannya. Bantingannya top banget gitu ya. Kalian tetap bisa mendapatkan visibilitas yang juara dari bagian depan samping sampai ke bagian belakangnya. Kontrol spionnya masih dibiarkan berupa tombol fisik di
9:21 bagian door trim kanan driver sebelah sini. As it should be. Enggak kayak kebanyakan mobil Cina zaman sekarang yang kontrol sesimpel spionnya harus ke dalam head. Unit ngontrolnya pakai setir diputar-putar. Itu namanya over complicating things. For the sake of over complicating things. Enggak butuh kayak gini jauh lebih cepat, accessible dan lebih bisa diterima oleh semua orang. Bayangin kalau orang tua yang pakai disuruh ke dalam head unit ngubek-ngubek cuman buat ngubah spion. 45 menit tuh spion baru berubah. Percaya sama gua. beneran deh. Nah, kemudian kalau misalnya kita bicara soal turning radius, kecil banget turning radius. Mobil ini untuk sebuah city car juga sangat baik gitu ya. Ini juga kalau
10:06 misalnya kita cek bagian kacanya, kacanya sendiri dia memang single glass, enggak seperti kebanyakan mobil China kekinian yang sudah double glass. Tapi untuk sebuah single glass ini udah bagus banget. Motor enggak kedengaran, mobil lewat apa juga tereduksi dengan sangat baik suaranya. Apalagi mengingat harganya, gua enggak komplain banget kalau udah kualitas kayak gini gitu ya. Kalau harganya segini itu malah jadi jatuhnya eksepional. Ini ada mobil sebelah gu mobil bensin enggak kedengaran. mobil lewat enggak kedengaran untuk bagian bawahnya alias road noise. Nah, road noise memang agak sedikit terdengar tapi lagi-lagi masih dalam tahap yang sangat wajar banget. Kalau
10:53 misalnya kalian beli mobil ini terus mau improve untuk segi road noise-nya, kalian bisa upgrade ke ban yang lebih baik gitu. Tapi sisanya peredaman dari wheelwell-nya itu udah bagus banget dan kalian dapat sense of solidity yang enggak kalian temukan di mobil-mobil lain sekelas ataupun seharga ini gitu. Biasanya kan kalau kalian naik mobil-mobil seharga ini sudah expected lah kabinnya tuh bakal agak kopong, agak retol, agak ya kayak gitu tuh kita udah lumrah gitu. Udah yang namanya juga mobil di bawah Rp00 juta gitu kan udah normal aja gitu. Tapi untuk sebuah mobil di baw juta R00 juta bisa punya solidity yang kayak gini itu
11:38 juga cukup diacung diacungi jempol banget ini. Something never before felt atau seen atau heard di Indonesia untuk mobil baru di bawah R00 juta. benar-benar destroyer of world terlalu terlalu imbak gitu ya untuk harga segini gitu dan memang untuk pengetesan kayak contohnya ee konsumsi listriknya atau 0 sampai 100-nya itu kita mungkin akan coba lagi nanti pada saat acara media drive dari BYD karena di sana mungkin kita akan dikasih kesempatan untuk ngetes secara jarak jauh. gitu ya, supaya kita bisa
12:25 tahu konsumsi listriknya berapa. Tapi harusnya sih enggak boros ya mobil kayak begini irit lah gitu kan. Dan akselerasinya walaupun dia harusnya enggak kencang tapi ya well enough lah ini city car gitu kan kalian mau ke mana juga dengan instantor kayak gini itu udah sangat-sangat mendukung kegiatan kalian kok gitu. Jadi secara overall berada di balik kemudian ini itu udah benar-benar mengejutkan dan mengubah perspektif gua terhadap mobil ini. Awalnya itu gua pikir ya BYD termurah kayak apa sih gitu kan pasti ya. Walaupun dia oke, lebih baik dibanding rival-nya yang rata-rata kayak
13:10 kaleng semua, tapi pasti ada limitnya gitu dari standar kualitas yang mereka bisa terapkan ke harga segini. Setelah dicoba langsung mereka memecahkan limit itu jadi benar-benar standar kualitas yang diterapkan di mobil ini walaupun dia sebagai byy yang paling murah itu bisa dibilang secara kualitas berkendara, secara kenyamanan, kekedapan kabin, respon pedal, visibilitas, dan lain-lain itu tetap mengikuti standar BYD yang lain. Dan kalian bisa banget sandingin ini dengan misalnya dolphin gitu ya. Dari segi kualitasnya itu dia enggak yang terlampau jauh banget bedanya. Bahkan dari segi berkendaranya karena mobil ini lebih komact, dia justru malah
13:57 lebih fun dan lebih asik buat dipakai di dalam kotak karena dia terasa gesit banget dengan footprint dia yang sangat kecil bikin kita jadi asik aja buat sehari-hari. Dan ingat, mobil ini tuh di harganya enggak hanya menghajar EV-EV lain seperti Woling RV, Ser1, Woling Bingo dan rivalri rival-nya lain-lain gitu. Finvas VF3. Tapi dia juga bisa banget menghajar mobil bensin karena harganya yang di Rp195 juta itu jauh lebih terjangkau dibandingkan Honda Brio RS, Toyota Agia GR gitu ya. Bahkan ini harganya benar-benar setara LCGC Brio Satya dan
14:44 kawan-kawan. Sisanya soal fiturnya gua udah bedah secara lengkap banget. Kalau misalnya kalian pengen nonton video penjelasan dari bagian luar sampai bagian dalamnya, kalian bisa tonton di video yang sebelah sini. Nah, tapi kan ini memang varian yang premium yang waktu itu gua bahas. Nanti bakal gua bahas lagi varian yang dynamic untuk kita lihat detail perbedaannya seperti apa. Tapi suara rasa berkendaranya dia serupa karena secara motor listrik dia sama dan juga baterai dia bedanya hanya range-nya aja. Sekali lagi gua pengen kasih speciial thank you banget dan shoutout ke Mas Gunawan dari BYD Denza Arista BSD yang udah ngizinin gua untuk test drive mobil ini dengan lebih lama ya di luar parkiran GIAS. Kalau kalian pengen lihat
15:33 langsung mobil ini di boot-nya BYD di GIAs pun boleh. Atau kalau kalian pengin datang ke BYD Arista BSD untuk mencoba mobil ini di sana, itu juga boleh banget. Karena unit test drive-nya sudah ada dua. Mau test drive yang premium, mau test drive yang dynamic, dua-duanya sudah ada di sana. Kalian bisa kontak lagi-lagi ke Mas Gunawan di Instagramnya di sebelah sini atau CP-nya di bagian bawah sini. Satu kata untuk BYD atau one penghancur sih mobil ini enggak hanya menghancurkan pasar mobil listrik, tapi juga pasar mobil bensin di kelas harga-harga 200
16:19 jutaan. Karena kalian beli mobil bensin pun dengan harga R00 jutaan. Begitu nyobain itu rasanya kayak yang mending gitu kan. Nah, jadi kurang lebih begitu aja guys sedikit impresi berkendara kita bersama dengan BYD atau One. Memang seperti yang gua bilang di GIAS 2025 ini kalau kita harus memilih satu mobil yang menjadi primadona dari keseluruhan GIAS, mobil ini udah pasti jadi gongnya. Banyak sekali orang yang animonya luar biasa ingin lihat BYD Atan ini selaku mobil listrik termurahnya BYD dan juga salah satu mobil perusak pasar yang enggak hanya menyerang mobil listrik sesama di
17:05 harga yang terjangkau, tapi juga merusak pasar mobil bensin, LC, GC, semua kena dengan mobil ini. dari mulai yang harganya di bawah Rp200 juta sampai yang R200 juta menengah, itu semua kena serang oleh si BY di atan ini. Dan setelah kita mencoba langsung mobil ini memang ternyata mobil ini enggak hanya menang tampang, enggak hanya menang fitur, enggak hanya menang pintunya empat, tapi juga rasa berkendaranya jauh melampaui ekspektasi awal kita yang mengira tadinya ini hanyalah sebuah LCGC asal China Full Electric yang pasti rasa berkendaranya enggak gitu berkualitas. Ternyata dari segi bantingannya, tenaganya, solidity-nya, mobil ini membuktikan bahwa BYD tidak harus
17:52 menurunkan standar untuk menjual mobil dengan harga di bawah Rp200 juta. Seperti yang gua bilang, mobil ini ditawarkan dengan dua varian. Ada yang dynamic dan yang premium dengan harga masing-masing Rp190-an juta dan juga Rp230 jutaan yang artinya dia masih menjadi salah satu mobil listrik paling terjangkau di Indonesia. Dan kalau kalian pengen lihat langsung atau pengen buktiin kata-kata gua, silakan kalian langsung datang aja ke bootnya BYD Indonesia di GIAs 2025. Karena di sini selain kalian bisa lihat, cobain fitur, kalian juga bisa tes drive langsung si AOT One ini. Tapi pastinya buruhan supaya kalian enggak ngantrinya kepanjangan karena animonya luar biasa. Atau kita pengin kasih special t shout ke Mas Gunawan dari ByyDza Arista BSD
18:38 yang udah ngijik kita untuk ngelas BYD atan ini langsung ke jalan raya. Dengan lebih menyeluruh lagi, kalian pun bisa test drive dan SPK. Kalau misalnya kalian introvert dan gak mau datang ke Geas, bisa juga ke BYD Arista Denza BSD City dan bertemu dengan Mas Gunawan yang kontaknya ada di sebelah sini. Seperti itu. So, satu kesimpulan mengenai Ata, mobil ini tidak hanya merusak pasar sebagai mobil listrik paling terjangkau di Indonesia, tapi juga merusak standar. Iya. Karena di angka 100 jutaan gede atau 200 jutaan kecil, gua personally belum menemukan mobil dengan rasa berkendara yang sesolid dan serefine. Ini rasanya seperti satu mobil yang kelasa di
19:25 atasnya. Thank you juga kepada BW Indonesia. Kalau kalian pengin check out Instagram mereka bisa dicek di bagian sebelah sini untuk update terbaru mengenai BYD, BYD seluruhnya. Thank you sudah nonton. We'll see you guys again in the next video. safe and God spe [Musik]