Streaming lanjutan-Pelatihan Dasar hari Ke-2

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang cara membangun personal branding yang efektif di LinkedIn, yang merupakan cerminan dari CV. Dinda dari Kinobi memberikan tips tentang bagaimana mengoptimalkan profil LinkedIn, mulai dari foto, headline, bagian "About", pengalaman kerja, hingga rekomendasi. Selain itu, sesi tanya jawab membahas berbagai pertanyaan terkait pembuatan CV, penggunaan LinkedIn, dan strategi pengembangan karir, termasuk cara mengatasi overqualified, memilih personal branding yang tepat, dan tips untuk fresh graduate.

  • Optimasi profil LinkedIn (foto, headline, about section, pengalaman, skills, rekomendasi).
  • Tips membuat CV yang efektif dan ATS-friendly dengan Kinobi.
  • Strategi pengembangan karir dan personal branding.

Membangun Personal Branding di LinkedIn

Personal branding adalah cara kita menampilkan diri agar dikenal orang lain. Di LinkedIn, ini dimulai dengan profil yang baik. Hindari pas foto, gunakan foto close-up yang jelas, profesional, dan menunjukkan kepercayaan diri. Headline di bawah nama harus mencerminkan bidang atau industri yang ingin ditekankan. Bagian "About" bisa lebih detail dari CV, dibagi menjadi tiga paragraf: siapa Anda, minat, dan pengalaman.

Mengoptimalkan Pengalaman Kerja dan Keterampilan di LinkedIn

Bagian "Experience" di LinkedIn harus sama dengan CV, bisa dicopy paste. Cantumkan deskripsi singkat perusahaan dan 3-5 tanggung jawab yang dikuantifikasi. Bagian "Skills" akan otomatis terbuat saat menambahkan pengalaman kerja. Pengalaman organisasi dan volunteer memiliki bagian terpisah. Rekomendasi dari kolega sangat penting untuk memberikan testimoni dan meningkatkan kepercayaan.

Sesi Tanya Jawab: CV ATS dan Fitur Kinobi

Kinobi memiliki fitur untuk membuat CV ATS-friendly. Jika skor CV di Kinobi belum maksimal (misalnya 85%), klik "see more details" untuk melihat feedback dari Kinobi terkait panjang resume, keringkasan poin, dampak kuantitatif, dan kelengkapan bagian. Sertifikat pelatihan sebaiknya dicantumkan di LinkedIn dengan akses terbuka.

Mengatasi Overqualified dan Memilih Personal Branding

Overqualified tidak selalu buruk; tetap lakukan yang terbaik. Pilih satu bidang fokus untuk personal branding, meskipun memiliki banyak kemampuan. Tonjolkan bidang tersebut di LinkedIn dan posting konten yang relevan.

Tips CV: Foto, Urutan, dan Pengalaman

Penggunaan foto di CV opsional, tergantung kualifikasi pekerjaan. Urutan informasi di CV bisa disesuaikan: pengalaman kerja dulu untuk mencari kerja, pendidikan dulu untuk studi lanjut. Career break selama kuliah tidak masalah jika fokus pada kuliah dan menjadi asisten dosen.

Strategi untuk Introvert dan Pengalaman yang Beragam

Introvert bisa menonjolkan diri dengan mini project dan portfolio. Pendidikan SMK tidak perlu dicantumkan kecuali relevan dan berprestasi. Pengalaman organisasi dengan posisi berbeda bisa dicantumkan keduanya jika CV masih sepi. Program exchange dicantumkan di bagian pendidikan.

Mini Project, Magang Paid, dan Pengalaman Freelance

Mini project adalah proyek kecil yang relevan dengan minat, seperti open commission untuk ilustrator atau inisiatif hiring untuk HR. Untuk menawar magang unpaid menjadi paid, riset dulu latar belakang, benchmarking industri, dan ajukan ke lead. Pengalaman freelance dan part-time tetap dicantumkan di CV.

LinkedIn: Pengalaman Luas dan Fokus Spesifik

LinkedIn bisa lebih luas dari CV. Cantumkan semua pengalaman, tapi tonjolkan pengalaman terbaru yang relevan di headline dan about section. Rajin posting konten terkait bidang yang diminati.

Tips Tambahan: Owner Usaha, Pengalaman Magang, dan Switch Karir

Pengalaman sebagai owner usaha dicantumkan di bagian pengalaman profesional. Pilih pengalaman magang yang paling relevan. Untuk switch karir, ikut mentoring, e-courses, pelatihan, dan sertifikasi. Upload insight terbaru di bidang yang dituju. Foto LinkedIn sebaiknya semi casual, rapi, dan background polos. Work setting (WFH/WFO) tidak terlalu berpengaruh, yang penting skills relevan.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:02 Oke, ya. Mungkin bisa ee langsung saya lanjutkan, ya. Ee Bu Dwi K Yasmin ya. Siap, Mbak. Oke, terima kasih banyak, Ibu. Oke, Teman-teman terima kasih ya sudah bergabung lagi. Ee mungkin aku akan langsung lanjutkan dari ee yang terakhir tadi gitu ya terkait dengan personal branding. Oke wait. Oke, sudah terlihat teman-teman atau Oke, sudah ya. Sudah terlihat ya. Oke, ya. Mungkin ee tadi merangkum lagi untuk teman-teman yang sebelumnya sudah

0:48 memberikan tanggapan terkait dengan perasaan branding. Thank you so much. Jadi, prosamaan branding betul banget itu merupakan adalah bagaimana kita mempresentasikan diri kita gitu ya. Kayak tadi contohnya misalnya ee teman-teman di sini yang cewek-cewek yang suka upload e konten make up akan terlihat sebagai make up entusiast gitu. Terus kemudian misalnya di sini ada yang suka main basket gitu ya, terus e ngpost niin lagi ee main sama teman-temannya akan lihat oh orangnya jago nih main basket misalnya seperti itu. Atau misalnya teman-teman di sini ada yang suka main pedal gitu kan. Oh ee ternyata dia sukanya ee suka berolahraga terus ee bisa mengikuti tren terkini dan lain sebagainya gitu. Jadi pada intinya personal branding itu adalah bagaimana kita menampilkan diri kita sehingga orang lain bisa mengenal kita gitu. Dan

1:36 bagaimana cara kita bisa membangun personal branding di LinkedIn adalah yang pertama mulai dari profile diri teman-teman dulu terlebih dahulu. Foto yang teman-teman gunakan hindari menggunakan pas foto gitu. Pas foto yang teman-teman gunakan di dalam ee ijazah atau dokumen-dokumen e formal atau legal lainnya sebaiknya dihindari. Karena di LinkedIn ee foto itu akan menunjukkan kepercayaan diri teman-teman. Kalau misalnya teman-teman menggunakan pas foto akan terlihat teman-teman tidak percaya diri. Jadi nanti teman-teman boleh menggunakan foto yang em fotonya close up gitu ya. Terlihat fotonya dengan jelas aku kayak close up loh. Oke teman-teman mungkin boleh di-mute agar mungkin teman-teman yang lainnya ee Heeh. Oke. Oke. Bisa mendengar gitu ya dengan baik.

2:22 Khawatir kita overlap suaranya. Oke, Kak Resti mungkin boleh di-mute ya, Kak Desesti. Thank you so much. Oke. Nah, kemudian eh fotonya sebaiknya yang foto close up, e background-nya yang clean, ee kemudian fotonya HD tentunya dan semi casual. Jadi mungkin boleh fotonya misalnya seperti ini nih contoh beberapa contoh di antaranya ee senyumnya bisa lebar kemudian misalnya boleh agak sedikit menghadap ke kiri ke kanan gitu yang penting fotonya terlihat profesional. Foto-foto seperti ini akan menunjukkan kepercayaan diri teman-teman semua seperti itu. Nah, di bagian headline teman-teman, headline itu adalah bagian di bawah nama teman-teman semua. Kita ambil contoh dari em Kak Adit dan juga Fre dari Kinobi seperti itu ya. Oke, untuk eh Kak Adit dan juga Frey di

3:10 sini menunjukkan di bagian headline-nya Adit merupakan brand NPR coordinator di Kinubi dan juga B2B and B2C content marketer. Sedangkan Frey itu menunjukkan bahwa dia ini merupakan expert di bagian external partnership, public policy, marketing communication, dan juga merupakan undergraduate international relations seperti itu. Jadi pada intinya di bagian headline ini silakan teman-teman tuliskan bidang atau industri yang diinginkan untuk membentuk personal branding teman-teman semua gitu. Kalau teman-teman lihat di lintin aku, di Linkin aku headline-nya itu ada account management gitu. B2B account management, customer success. Kemudian karena aku juga ada pengalaman di industri recruitment and selection, aku taruh juga eh human resources dan juga

3:56 recruitment seperti itu. Jadi intinya bagian ini adalah area di mana teman-teman ingin dikenal oleh orang lain. Kenapa? Karena pada saat teman-teman mencantumkan yang relevan saja gitu ya, kemudian teman-teman bikin konten. Ketika teman-teman bikin konten akan terlihat nih namanya oh Adit ini merupakan B2B content marketer gitu seperti yang aku cari misal seperti itu. Atau misalnya ketika rekrutter itu menggunakan eh search bar yang ada di Lintin, mereka sedang mencari B2B content marketer, Adit bisa jadi akan muncul di paling depan gitu. Jadi di halaman-halaman pertama karena relevan kata kuncinya dengan yang mereka cari. gitu. Nah, di bagian about ini teman-teman, teman-teman boleh menceritakan lebih detail terkait pengalaman teman-teman. Kalau di CV tadi kita bagian profile

4:42 summary itu panjangnya hanya ada di empat baris aja dan kita akan fokus di area serta minat yang kita minat ee area serta bidang yang kita minati. Tapi kalau di bagian about section di Lintin, teman-teman bisa elaborasi lebih panjang. Tapi jangan kepanjangan. Teman-teman bisa bagi menjadi tiga paragraf. kasih tahu teman-teman itu siapa, minatnya ada di mana, dan pengalamannya itu ada di mana saja. Gunakan sudut pandang orang ketiga seperti yang ada di dalam CV. Kita ambil contoh misalnya Adit di sini paragraf pertama adik kasih tahu minatnya itu ada di marketing gitu. orangnya merupakan individu yang visionary dengan em harapannya ketika sebagai eh marketing entusias ini dan juga punya role di marketing, punya influence dan juga memberikan positive impact ke orang lain

5:27 melalui konten dan juga eh apapun yang dia buat gitu. Nah, Adit ngasih tahu pengalamannya itu dimulai saat dia eh sebagai copywriter dan juga sosmate marketing saat ini e nge-handle tim eh di B2B dan juga B2C eh marketing purposes kayak gitu. Jadi dia ngasih tahu pengalamannya ada di mana saja dan di bagian terakhir Adit ngasih tahu ekspertis-nya ada di area mana. Karena di sini ee tujuannya Adit adalah untuk bisa mendapatkan posisi lead. Oleh karena itu, Adit ng-highlight pengalaman dia ng-lead sebuah tim. Dia ngasih tahu, "Adit also has a lot of experience leading a team since junior high school." gitu. Jadi, dia ngasih tahu pengalamannya ngelad sebuah tim itu ada di mana saja dan sudah berapa lama gitu.

6:14 Oke, jadi about section boleh teman-teman kasih tahu siapa diri teman-teman eh minat dan juga pengalaman yang relevan saja gitu. Next, ada di bagian experience di mana di bagian experience ini teman-teman bisa mencantumkan pengalaman-pengalaman ee yang sama seperti di dalam CV karena Lintonin itu bisa dikatakan mirror dari CV. Boleh dicopy paste dari dalam CV-nya gitu. Ini ada beberapa ee ini contoh dari eh work experience aku em dari Kinubi. Teman-teman boleh kasih tahu dulu em secara singkat perusahaan tersebut bergerak di industri apa. Tapi kenapa di Linkin aku company profile-nya description-nya itu lebih panjang? Karena ini merupakan branding dari Kinobi. Jadi Kinobi punya branding

7:00 sendiri. Oke, setiap Kinobans upload link eh update LinkedIn tapi ini adalah company description-nya ya gitu. Jadi memang agak lebih panjang dibandingkan company description yang lainnya gitu. Nah, baru masuk ke responsibilities, Teman-teman. Boleh masukin 3 sampai 5 e responsibilities yang pernah dikerjakan di dalam posisi tersebut. Di kuantifikasi juga ee ini bisa teman-teman lihat bisa buat contoh CV-nya atau ee contoh di dalam lintu. Ini yang ada di dalam CV aku juga bisa dilihat. E intinya adalah aku sebagai primary point of contact aku ngasih tahu untuk berapa banyak klien di Indonesia kemudian mendapatkan achievementnya itu ada berapa banyak. gitu. Oke. Nah, di bagian skills biasanya skills

7:45 ini akan otomatis terbuat section-nya ketika teman-teman menambahkan pengalaman kerja di sini. Jadi, kayak contoh di bawah nih ya, ada beberapa skills yang aku gunakan di dalam pengalaman customer success dan itu akan langsung otomatis terbuat di bagian section skills seperti itu. Nah, perlu dicatat juga teman-teman bagian experience ini ee berbeda dengan pengalaman organisasi. Jadi kalau misalnya teman-teman pernah ada pengalaman organisasi itu ada sections yang terpisah. Explore aja LinkedIn-nya. Nanti ada section khusus untuk organisasi, volunteir dan sejenisnya. Oke. Kemudian di bagian yang tidak kalah penting itu adalah recommendation, Teman-teman. Di mana di bagian recommendation ini Teman-teman bisa meminta rekomendasi dari ee kolega-kolega

8:33 teman-teman. Kemudian misalnya teman yang waktu lagi semasa kuliah atau mungkin rekan-rekan lainnya dan juga teman-teman bisa memberikan rekomendasi e untuk mereka juga. Jadi ada timbal baliknya lah kayak gitu. Sebagai contoh di sini ada dari dua rekan aku yang sebelumnya dari perusahaan sebelumnya ada dari Wanda dan juga ada dari Radit yang dari Kinobi. Jadi mereka memberikan testimoni lah pada intinya serta rekomendasi kenapa perusahaan itu harus hire aku seperti itu. Oke. Yes. Sebenarnya tinggal itu aja materinya teman-teman terkait dengan LinkedIn. Eh teman-teman boleh dian lagi barcode-nya untuk tadi yang belum sempat e masuk ya ke dalam Unesa Karier Portal. Jadi boleh diklik linknya yang ada di chat box dari Nabila atau mungkin di

9:18 scan barcode-nya. Aku kasih waktu untuk teman-teman nge-scan barcode-nya lagi sembari mungkin kita langsung diskusi ya. E Kak Yasmin, teman-teman di sini yang mau diskusi lagi feel free. Misalnya mau rais hand, mau on mic atau mau lewat chatbx silakan. Benar banget Kak. Jadi buat teman-teman yang masih penasaran dengan materi kali ini boleh banget raise hand lalu mengaktifkan mikrofon dan buat teman-teman yang masih malu-malu boleh banget ditaruh di chat room chat apa sentelnya buat teman-teman yang belum nonaktifkan mikrofon boleh dinonaktifkan terlebih dahulu apanya

10:03 Rungo opo ya sing dipol? Ayo Mbak Helga dimatikan mik-nya ya. Ini sengaja enggak saya matikan ini Mbak Dinda, Mbak Yasmin ini biar nanti kalau kedengar malu sendiri ya. Oke. Oke. Lanjut Mbak. Terima kasih Bu Dwi. Baik, Teman-teman yang mau tanya-tanya lebih lanjut. Tadi juga ee saya dengar dari Kak Dinda ternyata Genzi ya sama kayak kita dan yang tadi aku perhatiin materinya itu di Kinobi terdapat banyakbanyak banyak banyak fitur. Salah satunya adalah membuat CV ATS. Benar, Kak? Heeh. Betul. Nah, di situ sepertinya fitur yang sangat dibutuhkan oleh para Gen seperti

10:48 kita ya. Karena kita Genzi itu kadang malas yang mau bikin, takut ribet, takut salah. Dan dengan adanya Kinobi AI ini, Teman-teman Genzi seperti kita bisa menggunakan fitur yang sangat canggih. Jadi yang udah aku perhatiin tadi udah dikasih keterangan nih teman-teman buat yang profile-nya ditaruh apa, pengalaman, dan lain-lain. Jadi buat teman-teman yang masih penasaran, bingung kalau buat CV gimana, terus tentang kehidupan karir. Nah, ini Kak ada pertanyaan dari Kak Vika, mungkin bisa dijawab sama Kak Dinda. Oke, Kak Vika thank you so much pertanyaannya. Waktu itu udah pernah bikin CV lewat Kinobi, presentasinya sudah 85%. Kira-kira apaagi ya, Kak,

11:33 yang harus diperbaiki agar hasilnya lebih maksimal? Oke, Kak Vika nanti waktu coba Kavika buka CV-nya kemudian eh notice deh di kanan atas itu ada scoring kan ya 85%. Di bawahnya itu ada tulisan see more details. Ketika nanti Kavika klik itu akan langsung kebuka tab baru di mana di new tab ini akan kebuka ada eh feedback dari Kinobi gitu. Ada empat faktor penilaian di Kinobi yaitu ada panjang dari resume, keringkasan ballot points, kemudian quantitative impact dan juga kelengkapan dari section-nya. Karena di Kinobi itu ada lima sections kan ya, Kavika gitu. Nah, kemudian ee nanti akan terlihat untuk

12:19 masing-masing dari indikator penilaiannya tersebut apa yang sudah bagus dan bisa kamu pertahankan serta ada beberapa eh balot points terkait apa yang bisa ditingkatkan lagi gitu. Karena di sini aku enggak tahu nih isinya dari si Vika-Vika itu seperti apa. Jadi mungkin boleh dilihat dulu dari Kinubi penulisannya eh feedback-nya seperti apa. Dan kalau misalnya aku boleh share sedikit, aku juga sebenarnya bikin ee CV di Kinobi dari tahun 2021 gitu. Jadi dari du kalau engak salah 2020 atau 2021 waktu Kinobi baru berdiri juga ya. Pada saat itu juga aku ngikutin feedback-feedback dari Kinobi. Diperhatiin aja em penulisannya. Kemudian biasanya dari Kinobi Konsult itu ada tulisan juga maksimal ee setiap balet points itu ada berapa banyak

13:04 karakter, kemudian ee kelengkapan numerik em-nya itu juga silakan ee teman-teman perhatikan. Isi dari e skor CV aku di Kinubi itu kalau enggak salah 90 atau 95% enggak 100%. Kenapa? Karena enggak semua section-nya itu lengkap. Aku enggak enggak melengkapi bagian organisasi karena aku ngerasa untuk pengalaman organisasi itu udah lama banget dan sudah tidak relevan lagi. Sehingga aku cuma ngelengkapin di bagian pengalaman kerja. Nah, sisanya itu sudah oke kalau dari Kinubi. Cuma karena kelengkapan section-nya itu aja yang kurang. Jadi dari Kikang mungkin boleh dilihat, "Oh, Kak eh section-nya udah lengkap semua." Nice. Oke. Tapi kamu coba lihat CV-nya kepanjangan atau enggak. Karena kalau misalnya CV-nya dua halaman penuh itu akan terlihat oleh

13:50 Kinobi terlalu panjang. Kalau misalnya 1 seteng juga masih agak panjang. Kalau misalnya satu halaman biasanya sudah oke gitu. Cuma dengan catatan tadi ya, kalau misalnya pengalaman kamu belum banyak enggak apa-apa masukin aja. Yang penting eh kuantitatif impact-nya sudah lengkap. Semakin banyak eh balet points yang ee disertakan quantitatif impact itu akan semakin bagus. Kavika semoga menjawab ya. Oke, aku lanjut ke pertanyaan selanjutnya dari Kak Nur Laili ya. Oke, izin bertanya, Kak. Sertifikat seperti training kursus itu apakah penting juga ditaruh lintin atau tidak, Kak? Gitu. Perlu dikasih password di credentials-nya atau dibiarkan open access. Terima kasih, Kak. Oke, terkait dengan hal ini ee sertifikat atau pelatihan tertentu boleh enggak

14:36 dimasukin ke Lintin? Silakan. Seperti itu. Boleh banget karena itu yang akan memperkuat juga profile teman-teman gitu. Sekarang balik lagi lint eh mirroring dari CV kita. Boleh banget kalau misalnya dikasih kalau dikasih password creden shs atau dibiarkan open access sebaiknya sebenarnya kalau boleh aku sarankan ya itu open access supaya mereka bisa langsung lihat kreden eh apa isi dari sertifikatnya tersebut gitu. Oke, semoga menjawab Kak Nur Laili. Kalau dari K Tegar terkait materi awal tadi, bagaimana cara menanggulangi kasus seperti yang Kakak ceritakan di awal tentang overqualified. Oke, terima kasih Kak Tegar. Ternyata Kak Tegar ingat ya. Oke, jadi sebenarnya cara menanggulanginya sebenarnya adalah

15:21 bukan kita jadi bekerjanya kurang gitu. Karena kategar gini, ketika kamu memiliki pengalaman magang dan banyak yang kamu kerjakan gitu ya, projek-projeknya ee langsung gitu. Di beberapa perusahaan memang tertulisnya itu overqualified, tapi di beberapa perusahaan lainnya kamu akan ee terlihat sudah oke. Karena kasus yang terjadi pada ee pada People Ops intern tersebut yang cerita sama aku, dia bilang, "Kak, memang di perusahaan ini aku eh direject karena tulisannya overqualified, tapi di perusahaan lain aku dilanjutkan sampai offering, gitu. Jadi, kamu enggak perlu khawatir kalau misalnya pengalaman kamu itu tuh banyak dan yang kamu kerjakan itu juga banyak. Karena justru itu menjadi bekal kamu untuk mendapatkan full time position.

16:06 Akan lebih kuat lagi kalau misalnya kamu punya em hands on experience langsung di berbagai project daripada kalau misalnya kamu kurang-kurangin pekerjaan kamu gitu. Semoga menjawab ya. Jadi enggak apa-apa e keep doing what you're doing. ee lakuin aja semakin banyak kamu explore em di perusahaan tersebut untuk em program magang kamu itu akan semakin bagus gitu. Oke, dari Kadiah ee gimana caranya memilih personal branding yang bisa ditonjolkan dari diri kita? Misal kita punya beberapa kemampuan dan minat. Apakah tidak masalah, Kak, kita menonjolkan semua kemampuan yang dimiliki tapi ditakutkan nanti tidak terlalu fokus terhadap kemampuan yang ditonjolkan? Nah, ini beberapa salah satu pertanyaan yang paling banyak ditanyain juga gitu ya. Personal

16:52 branding sebaiknya kamu fokuskan ke dalam satu bidang tertentu gitu. Kalau misalnya kamu ngerasa, "Kak, aku punya beberapa ee pengalaman-pengalaman gitu ya, kamu mau masukkan ke dalam lint itu silakan. Tapi silakan kamu pilih dulu satu bidang yang benar-benar kamu ingin fokuskan, yang kamu benar-benar minati, yang akan menjadi karir jangka panjang kamu juga gitu. Dan itu yang akan kamu bangun personal brandingnya supaya nanti mereka juga tahu, oh oke dia ini memang expert di area ini. Tapi dengan additional skills ada di beberapa area lainnya. Namun kalau misalnya nanti kamu bikin postingan gitu ya, kamu rajin nge-post tentang artikel atau insight-insite tertentu di bidang tersebut ya, mereka akan melihat kamu sebagai ekspert di bidang tersebut gitu.

17:38 Oke. Jadi ee boleh difokuskan ke dalam satu ee nich tertentu gitu. Oke, semoga menjawab kah dia. Oh, oke. Dari Kavika ternyata yang kurang kuantitas dan juga section yang belum komplit. Yes. Boleh nanti diikutin aja ee dari Kinobi ya saran-saran di dalamnya. Oke, dari Kak Alvina mungkin boleh on mic, Kak. Maaf, Kak. Sebelumnya maaf ya. K aku enggak bisa di texbox soalnya jadi aku terpaksa on mic. Oke, jadi, Kak, kemarin aku sempat ee dapat CV dari beberapa customer yang di tempat magang aku sebelumnya dan itu ada untuk kebutuhan karir dan juga untuk kebutuhan studi di luar negeri. Di beberapa negara itu harus mencantumkan foto, sementara

18:24 di beberapa negara lain tidak boleh mencantumkan foto. Nah, itu kalau di Indonesia sendiri itu bagaimana, Kak? Oke, thank you, Kalvina. Pertanyaan ini juga sering ditanyain juga ya. Eh, sebenarnya kalau di Indonesia sendiri sifatnya itu sebenarnya opsional sih kebanyakan ya. Dan biasanya kalau misalnya pakai foto itu adalah posisi-posisi yang memiliki kualifikasi tertentu. Seperti misalnya ee sekarang masih ada perusahaan-perusahaan yang mencantumkan em good looking dan lain ee sebagainya kayak gitu. Nah, kalau misalnya seperti itu berarti kamu bisa mencantumkan foto. Tapi kalau misalnya enggak, kamu bisa lihat dari jenis pekerjaannya. Apakah kamu akan bekerja di mana kamu akan berhubungan dengan external stakeholders atau tidak? Seperti misal eh misalnya di role aku ya

19:09 sebagai customer success, account management, posisi sales. Kemudian misalnya sekarang banyak juga freelance-felance untuk host live stream itu biasanya akan menggunakan foto. Tapi untuk kita yang bekerja di belakang layar gitu ya enggak perlu pakai foto itu tidak masalah seperti itu. Oke, semoga menjawab yavina. Jadi untuk di Indonesia pakai foto atau enggak, kamu lihat dari kualifikasi ee di lowong pekerjaannya tersebut dan juga kamu bisa lihat dari jenis pekerjaannya gitu. Semoga menjawab. Baik, Kak. Terima kasih. Kemudian aku mau tanya lagi satu hal lagi. Boleh. Boleh. Ee kalau misalnya kemarin kan aku juga sempat ikut pelatihan juga kalau di CV itu bisa diij sesuai dengan apa yang mau kita lamar. Misalnya kita mau melamar

19:56 kerja berarti yang ditonjolkan di atas itu urutannya mulai dari pekerjaan dulu. Tapi kalau misalnya mau studi itu yang di awal harus pengalaman riset riset atau yang berkaitan tentang studi itu bagaimana ya, Kak? Hm. Itu bisa seperti itu. Karena sebenarnya untuk aturan tertentu yang pakem gitu ya, itu enggak ada sih sebenarnya. Cuma kita bisa mengutamakan area-area yang ingin kita ee sesuaikan kayak misalnya kamu misalnya sudah lulus nih ee sebagai fresh graduate, terus sudah ada beberapa pengalaman magang gitu. sudah ada pengalaman magang dan ingin mencari full time pertama. Nah, berarti nanti di bagian urutannya ya ada di bagian profile summary, kemudian pengalaman magang dan profesional baru pendidikan. Itu bisa gitu. Kalau misalnya untuk

20:41 CV-CV untuk melanjutkan studi ee lagi gitu ke S2 atau S3 yang diutamakan mungkin misalnya di bagian pendidikan dulu selain dari pengalaman magang gitu ya, Prof. Samri pendidikan kemudian ee pengalaman riset itu bisa baru pengalaman profesional seperti itu. Urutannya bisa kamu sesuaikan juga si Alvina. Baik Kak makasih banyak Kak. Thank you juga. Oke dari Kak Nurlaili lagi ya Kak. Kalau di CV atau LinkedIn terdapat 1 tahun itu kita tidak mengikuti sebuah magang atau lomba apapun, tapi fokus ke kuliah dan asisten dosen. Apakah dianggap reflek oleh pihak rekrutmen karena dianggap nganggu 1 tahun? Jawabannya tidak gitu. Karena teman-teman kalau misalnya teman-teman

21:27 di sini untuk mencari magang terus kemudian ee ada kayak career break-nya lah ya kayak gitu di dalam ee selama perkuliahan tapi fokusnya ada di perkuliahan dan juga sebagai asisten dosen tidak akan terlihat sebagai redf. Beda cerita kalau misalnya teman-teman udah lulus kemudian udah ada pengalaman kerja e terus ambil karier break selama 1 tahun memang akan ee dipertanyakan kamu dalam 1 tahun itu ngapain kayak gitu. Tapi kalau misalnya di sini kamu masih kuliah tidak akan terlihat sebagai redfag karena ya memang sewajarnya kamu ee menyelesaikan studi juga dan bagusnya adalah di sini kamu tetap ada kegiatan sebagai asisten dosen gitu. Beda cerita kalau misalnya memang ee apa ya benar-benar enggak ngapa-ngapain lah

22:12 misalnya sama saat kuliah kayak gitu. Jadi good pointnya di sini Kak Nurul Laili adalah walaupun kamu 1 tahun tidak ada magang atau lomba, kamu fokus di kuliah, kamu punya e good poin poin tambahan yaitu adalah sebagai asisten dosen. Oke, terima kasih Kak Nurlaili. Oke, ee ini ada sat ada beberapa pertanyaan ya dari eh live stream di YouTube juga gitu. Oke, Kak, aku ini orangnya introvert bangetlah, enggak ada prestasi. Gimana ya caranya agar kita itu tetap menonjol di hadapan perusahaan dan perusahaan tertarik untuk hire kita meskipun CV-nya sepi gitu. Oke. Mm sebenarnya yang

22:59 pertama bisa dikatakan kalau misalnya belum ada prestasi sama sekali, gimana cara kita tetap menonjolkan ee CV kita itu adalah kamu bisa tambahkan dengan mini project gitu. Kalau misalnya, "Kak, aku benar-benar enggak ada pengalaman sama sekali selama kuliah gitu. enggak ada pengalaman organisasi, enggak ada pengalaman ee kepanitiaan, enggak ada voluntir apalagi magang gitu ya. Kamu bisa bikin mini-mini project tertentu gitu. Seperti misalnya ee kamu coba freelance atau kamu bikin e mini-mini project tersendiri yang mana itu asalnya dari kamu. Jadi kayak self project gitu. Itu silakan gitu. Kamu bikin hal seperti itu terlebih dahulu.

23:44 Kemudian kalau misalnya kamu udah ada beberapa project, kamu bikin portfolio kayak gitu ya, terkait apa yang kamu bisa kerjakan. Kemudian kamu bisa masukkan itu detailnya ke dalam CV eh sertakan juga link portfolionya baru bisa kamu apply ke mini-mini project lainnya. Misalnya volunteir bisa coba juga dari volunteer itu boleh. Kemudian mini project dan juga mungkin freelance kamu bisa kerjakan. Oke, kamu bisa masukkan itu ya. sama jangan lupa dikuantifikasi supaya nanti bisa terlihat dampaknya juga. Oke, Kak. Semisal jurusan SMK dengan yang di kuliah berbeda. Apakah perlu dicantumkan di CV? Utamakan yang perkuliahan teman-teman ee pendidikan tertinggi terlebih dahulu. Jadi di dalam CV pun ee sebenarnya ya

24:32 yang bisa kita masukin adalah perguruan tingginya aja. SMA, SMK tidak perlu. Tapi kalau misalnya waktu itu ada salah satu cas, "Kak, tapi ee aku banyak prestasinya waktu lagi SMK dan ini juga relevan kayak gitu." Kalau enggak salah dia anak IT deh di salah satu kampus lain gitu, ya. Oh, kalau misalnya kayak gitu, ya udah enggak apa-apa kamu masukin aja. Tapi kalau misalnya nanti setelah itu kamu sudah mendapatkan beberapa pengalaman-pengalaman terbaru lagi gitu ya, misalnya kamu sudah dapat magang, kamu sudah dapat freelance dan projek-projek lainnya yang SMK itu dihapus. Enggak metu kabeh rek. Oke, pertanyaan lainnya adalah kalau kita mengikuti organisasi selama dua periode dengan posisi yang berbeda, sebaiknya di CV ditulis dua-duanya atau

25:17 salah satu yang tertinggi ee jabatannya? Tergantung. Kalau misalnya nanti waktu kamu bikin CV jadinya panjang banget CV-nya, kamu pilih salah satu yang kamu rasa itu paling kuat, kemudian paling berdampak dan kamu rasa itu bisa menjual lah ke perusahaan kayak gitu. Oke, jadi em silakan kamu lihat mana yang paling em relevan. Tapi kalau misalnya kamu ngerasa, "Kak, CV aku masih sepi, dua-duanya ee bisa enggak aku masukin?" Enggak masalah itu masukin aja. Terus ee selanjutnya ya, kalau pernah mengikuti program exchange, apakah bisa dicantumkan ke dalam CV? Jika bisa dicantumkan di mana exchange, kamu bisa masukin di bagian pendidikan gitu. Boleh dicantumkan juga nama universitas, disertakan juga e student exchange gitu

26:03 ya. Jadi kita bisa tahu, oh ee main kampus kamu itu ada di mana dan kamu mengikuti kegiatan exchange-nya itu di universitas mana, gitu. Oke, yang lain mungkin ada lagi yang ingin ditanyakan terkait personal branding atau CV-nya? Mumpung kita masih ada waktu ya, Kak Yasmin. Benar banget, Kak. Jadi teman-teman yang masih-masih bingung terkait CV, terus Linkin dan lain-lain boleh banget ditulis di kolom komentar di chat atau bisa angkat tangan pakai fitur rise hand karena kita masih ada waktu nih. Ini juga kesempatan nih buat teman-teman yang tertarik setelah ini mau lulus

26:48 terus mau daftar kerja karena ini sangat berguna sekali teman-teman. Jadi karena berhubung kita sedang ada sesi tanya jawab bersama Kak Dinda yang langsung dari Kinobi Ai, jadi boleh teman-teman langsung ditanyain aja daripada nanti kita sudah selesai masih bingung. Boleh Kak Dinda ada pertanyaan lagi tuh dari Kak Aulia. Halo oh ya maaf eh ter aku masih di-mute. Oke thank you Kak Yasmin sudah diemind juga.

27:35 Oke yang dimaksud dengan mini project itu gimana? Yang dimaksud dengan mini project itu adalah semisal kamu minat di ee kamu minat sebagai illustrator misalnya seperti itu. Kak, aku waktu kuliah enggak ada pengalaman sama sekali gitu. Oke, kamu bikin mini project seperti misalnya kamu open commission, kamu bikin e hasil karya lah dari apa yang kamu bisa kerjakan. Misalnya kamu bikin ilustrasi untuk eh projek-projek tertentu atau misalnya kamu openion untuk individual kayak gitu. Itu adalah salah satu contoh mini project. Kemudian misalnya kamu tertarik di HR. Oke, kalau misalnya aku tertarik di HR, mini project-nya itu seperti apa ya, Kak? Mini projectnya adalah kamu bisa misalnya mm kamu

28:21 join sebuah kegiatan voluntir, kemudian di bagian voluntir itu misalnya kamu punya inisiatif baru misalnya oh kita hir lagi aja yang ini. Nah, proses hiringnya itu kamu yang mengerjakan seperti itu. Mungkin aku kasih gambaran juga ya. Aku waktu itu pernah eh salah satu magang pertama aku adalah sebagai financial planner intern gitu. Financial planner intern. Nah, karena pada saat itu yang aku kerjakan rupanya adalah sebagai eh insurance agent. Jadi agen asuransi. Enggak ada tuh eh responsibility aku untuk melakukan proses hiring dan sebagainya. Walaupun aku minatnya di HR. Apa yang aku lakukan? Oke, karena ini pekerjaan tidak relevan dengan HR, aku

29:07 berinisiatif, aku tanya ke leader aku, "Kak, supaya kita bisa dapat lebih banyak dan kita bisa reach out lebih banyak masyarakat di luar sana, gimana kalau kita lakuin proses rekrutmen gitu." Dan dari situ aku yang melakukan semua proses hiring-nya kayak gitu. Jadi, ketika nanti kamu ada pengalaman itu boleh kalau misalnya kamu ee nyambung-nyambunginlah lakukan sesuatu yang relevan dengan apa yang kamu ee kejar juga. gitu. Semoga dapat gambarannya ya, Kak Aulia. Kak Navila, Kak kalau nawar magang untuk paid yang sopan dengan HR bagaimana ya karena awalnya magang unpaid gitu. Pertama, kamu boleh coba gali dulu kenapa magang di perusahaan tersebut itu unpid, apa konsiderasinya? Kayak gitu. Misalnya kamu gali-gali ee oke di sini

29:55 aku magangnya itu unpaid. Kalau misalnya aku mau minta ke HR-nya bisa enggak ini jadi paid? kamu coba cari tahu dulu latar belakangnya itu seperti apa. Terus kasih tahu sebenarnya ya biasanya itu di industri adalah urgency. Kenapa magang ini harus paid menurut kamu? Kayak gitu. Kamu cari dulu urgency-nya terus kamu bisa kasih tahu juga berdasarkan market gitu. Oke. Kalau misalnya kamu lihat oh untuk ee perusahaan kompetitor gitu ya. Misalnya kamu lihat oh dari perusahaan kompetitor magang aja itu em dibayar. Kamu cari tahu di e di sana dibayarnya berapa banyak gitu. Di industri ada ee seberapa besar. ee uang saku yang diterima oleh peserta magang itu bisa kamu e ajukan juga. Tapi sebelum kamu ke HR, kamu ajin dulu ke lead kamu, gitu. Jadi supaya kamu tidak melangkahi lead kamu lah. Karena dari lead itu yang baru

30:42 akan bisa risemen gitu. Oke gitu. Jadi kalau misalnya kamu mau nawar dari unpaid ke paid, boleh kamu riset dulu latar belakang kenapa ini enggak paid. Kemudian kamu bisa ee tanya jug ee kamu benchmarking gitu ya. Kalau di industri itu paid-nya seberapa besar, di kompetitor juga seberapa besar misalnya dan urgencinya itu apa gitu. Semoga menjawab Novila. Kak Syifana, saya kan kemarin tidak mengikuti organisasi di kampus, tapi saya mengambil pekerjaan freelance sambil berkuliah. Saya juga pernah kerja part time, Kak. Apa dicantumkan di CV? Jawabannya boleh banget. Karena ee aku juga mungkin share sedikit ya. Aku waktu kuliah itu cuma mengikuti satu kegiatan

31:28 UKM, satu kepanitiaan, dan satu organisasi dibandingin dengan teman-teman aku yang e beberapa periode mengikuti kegiatan organisasi dan aktif bangetlah berkepanitiaan. Ee aku cuma masing-masing cuma satu karena dari semester 3 sampai semester akhir aku paling banyak di part time gitu. Jadi kalau misalnya kamu mau masukin itu enggak masalah banget gitu. Yang penting em isinya kamu bisa mengkuantifikasi kayak tadi contohnya ya e Syifa gitu. Oke, semoga menjawab ya. Oke, dari Kak Alvina. Kak Alvina boleh on mic lagi Kak. Eh, Kak maaf ya, Kak. Nanya terus enggak apa-apa tenang aja. Aku pengin nanya kalau tadi kan aku nyanyi tentang CV, kalau sekarang tuh tentang Linkin. Jadi, kalau di CV itu

32:14 kan kita menyesuaikan ke pekerjaan yang kita lamar. Kalau di Linkin tuh lebih luas lagi kan, Kak? He. Sekarang yang semakin beragam itu tuh aku kepikiran untuk memasukkan semua pengalaman aku ke Linkin. Cuman kemarin tuh dapat komentar dari salah satu mentor aku di kantor katanya itu kalau misalnya kita enggak menjurus ke spesifik satu pekerjaan nanti bakal suut direach out gitu, Kak. Itu gimana ya, Kak? Oke. Nah, em sebenarnya gini sih eh Alvina, ketika kamu membangun personal branding di Linkin, Lintin itu sebenarnya bisa lebih luas sih. Kalau misalnya kamu lihat Lintin aku di bagian experience ya, itu masih ada pengalaman-pengalaman HR aku yang sebelumnya. Even pengalaman part-time aku itu juga masih ada di dalamnya gitu.

32:59 Supaya apa? supaya mereka tahu kapan aku mulai berkarir dan aku ada pengalamannya di area mana aja seperti itu. Kemudian yang penting itu em Alvina adalah pengalaman terbaru kamu itu memang relevan dengan apa yang mereka butuhkan. Satu. Terus kemudian yang kedua di bagian about section dan juga di bagian headline kamu lebih menonjolkan area yang ingin kamu explore lebih lanjut atau bidang yang kamu minati. Kemudian yang ketiga, rajin-rajin nge-post terkait dengan bidang yang kamu tuju gitu. Karena ketika kamu ngpost tentang area tertentu, misalnya kamu sesimpel share insight, kamu habis baca artikel ee tentang bidang kamu. Kalau boleh tahuina minatnya di bidang apa? Lebih ke akademik sih, Kak.

33:44 Di akademik ya. Oke, misalnya kamu tahu nih tren terkini di akademik itu seperti apa, kamu habis baca artikel, boleh kamu nge-share eh insight dari artikel tersebut. Kemudian misalnya kamu juga ee menemukan ee insight-insite baru atau misalnya kamu tahu teori tertentu, terus kamu tahu pengaplikasiannya seperti apa, kamu share juga di Lin itu boleh banget. Jadi meskipun di bagian section experience itu kamu mencantumkan pengalaman yang lain, yang penting pengalaman terbarunya itu adalah yang paling relevan. Kemudian kamu bisa sertakan ee kata kunci-kata kunci yang dibutuhkan di bagian headline about dan juga perbanyak konten terkait dengan bidang yang kamu minati gitu. Dari sana mereka akan lebih banyak

34:29 melihat oh kamu memang paling banyak pahamnya di bidang ini kayak gitu. kamu memang ekspertnya di area ini meskipun kamu punya skills dari pengalaman-pengalaman lainnya seperti itu. Oke, Kak. Makasih banyak ya, Kak. Thank you juga eh Avina. Oke, ini ada ee masuk di chatbox pertanyaan dari YouTube eh live stream lagi ya. Ee kalau membangun sebuah usaha kan itu owner ya, Kak atau bisa jadi founder juga? Nah, kalau di CV dimasukin di mana ya, Kak? itu bisa dimasukin di bagian pengalaman profesional atau work experience gitu. Jadi bisa nyampur sama pengalaman magang, freelance, part time itu bisa di situ gitu. Oke, pertanyaan lagi dari Kak Kartika. Kalau

35:15 memiliki kalau memiliki banyak pengalaman dan magang sedari bangku sekolah, apakah di CV baiknya disertakan semua atau dipilih aja ya, Kak? jawabannya dipilih. Kamu pilih dari yang paling relevan dan kamu ngerasa itu paling kuat juga untuk eh profile kamu kayak gitu. Jadi jangan semuanya dimasukin karena panjangnya tadi idalnya cuma di satu sampai 1 seteng halaman ya gitu. Nah, next dari Kak Nuramita. Kalau pernah menerbitkan buku secara belum, ada yang sudah. Oke. Dari Kak Ma. Oke, mungkin kalau Maulidia boleh di-mute terlebih dahulu ya dalamnya ya. Oke. Pak Prof harabitkan buku secara komersil di luar kampus sekaligus anggota NGO.

36:02 Apakah boleh dicantumkan di CV atau LinkedIn jika ia dicantumkan bagian mana? Jawabannya boleh. NGO kamu boleh cantumkan di bagian organisasi aja. Kemudian kalau misalnya menerbitkan buku secara komersil nanti di sections terakhir itu juga boleh kayak gitu. Jadi ada other experience, kamu boleh kasih tahu bukunya yang rilis itu apa gitu. Kak Zeran eh pertanyaannya, "Kak, kalau kita buat mini project kemudian untuk menerapkan MP MP itu apa, Kak?" Zeran sorry, Kak. MP itu maksudnya mini projectnya. Oh, oke oke. Thank you. Thank you. Kalau

36:48 kalau kita bikin mini project kemudian untuk menerapkan mini projectnya gimana, Kak? Magang hasil mini project itu dilombakan atau gimana? Kemudian saat dicantumkan kemudian saat dicantumkan di CV bagaimana kalau magang pengalamannya belum ada dan hasilnya juga belum ada. Tolong bantuannya, Kak. Oke. Mini project cara menerapkannya gimana? Misalnya magang gitu ya, hasilnya itu dilombakan atau gimana? Oke, sesimpel kayak kamu tuliskan aja di dalam CV itu juga silakan menerapkan MP-nya kayak gimana? Menerapkan MP-nya itu adalah mungkin kamu bisa bikin sebuah portfolio Kazeran gitu. Kalau misalnya kamu punya mini project, kamu bisa buat sebuah portfolio yang mendeskripsikan apa yang kamu kerjakan, hasil-hasilnya, dokumentasinya, screenshot-nya itu

37:33 silakan kamu masukkan. Link-link terkait itu juga bisa kamu masukin gitu. Kalau misalnya magang pengalamannya belum ada dan hasilnya juga belum ada gitu, itu gimana? Kamu bisa coba mm waktu kuliah kamu boleh kasih tahu mata kuliah apa yang relevan. Kemudian kamu bisa highlight juga soft skills kamu apa aja yang relevan. Kalau misalnya ada hard skills yang relevannya itu juga boleh kamu highlight seperti itu. Dan pastiin teman-teman waktu nanti magang teman-teman harus proaktif juga ya. Jangan sampai teman-teman hanya ee apa ya mengerjakan apa yang dibatasi aja kayak gitu. Jadi kalau misalnya teman-teman nanti waktu lagi interview silakan tanya ke perusahaan, ke HR atau interviewernya, "Kak, kalau misalnya aku magang di sini untuk posisi ini, kira-kira ada enggak ya opportunity aku

38:20 untuk bisa explore di ee bidang ini, namun di fungsi yang lain gitu? Misal contoh di HRK aku kalau misalnya di sini ngerjainnya cuma sourcing CV aja, kira-kira bisa enggak ya aku ikut eh interview? Tapi interview-nya aku hanya join aja shadowing, bukan aku yang bertanya. Misalnya kayak gitu. Jadi cari opportunity pada saat teman-teman magang supaya nanti isi CV-nya pun juga kuat gitu. Oke, ada lagi. Oke, ada dari YouTube live. Kalau foto di Lintin itu harus pakai jaz atau pakai kemeja gitu boleh. Yang penting background-nya tidak terlalu ramai dan kalau bisa polos. Oke, kalau untuk Lintin, Teman-teman.

39:06 Lint itu fotonya cukup yang kayak gini aja. Kamu enggak perlu pakai blazer, enggak perlu pakai jaz, itu enggak masalah. Yang penting fotonya itu semi casual aja. Bikin foto yang semi casual. Ee loose blazer itu boleh pakai baju yang penting rapi gitu ya. Terus kemudian background-nya bisa misalnya ngeblur atau misalnya yang polos itu silakan gitu. Pakai kemeja boleh. Oke, ada lagi dari YouTube. Kalau eh kalau semisal di work experience itu kebetulan ada beberapa part time WFH yang masih ongoing, tapi aku mau apply magang yang WFO bisa atau enggak atau dipertimbangkan oleh PT tersebut? Boleh banget gitu. Sebenarnya worketting itu

39:52 enggak terlalu ngaruh, Teman-teman. Yang lebih ngaruh itu lebih ke pengalaman kamu dan apa yang dikerjakan. Kamu ada enggak pengalaman di bidang yang relevan? Skills kamu relevan atau tidak? Industrinya relevan atau tidak? itu lebih diutamakan daripada work setting-nya. Paling nanti waktu interview kamu akan ditanya, "Oh, kamu udah terbiasa bekerja remote ya WFH. Kalau misalnya kamu WFO, kamu bersedia atau enggak gitu. Tergantung dengan preferensi kamu. Kamu bersedia untuk WFO atau enggak." Tapi itu bukan menjadi emm keputusan utama gitu ya. Kalau misalnya kamu WFA WFH kemudian jadi WF WFO di perusahaan yang baru yang diutamakan skills kamu relevan atau tidak. Oke, ada lagi mungkin dari teman-teman.

40:44 Oke, Teman-teman mungkin yang masih mau tanya karena masih ada sisa waktu kurang lebih 5 menit atau 3 menit lagi teman-teman sebelum em Kak Dinda dan teman-teman Kinobi pamit. Jadi teman-teman yang masih bingung terkait ee jenjang karir, terus gimana cara bikin CV dan lain-lain bisa langsung ditanyakan. Mungkin yang di YouTube juga boleh dikomen-komen karena pasti akan dijawab oleh Kak Dinda teman-teman. Yes. Oke, sambil menunggu mungkin ya untuk teman-teman ee kalau misalnya di sini ada yang belum bertanya boleh sambil disubmit juga mohon feedback-nya juga ya untuk kegiatan kita hari ini supaya nanti ke depannya dari tim Kinobi

41:31 dan juga UNESMBKM kita bisa kembangkan lebih banyak lagi program-program e bersama gitu untuk teman-teman semua gitu. Dan juga aku mau reminder buat teman-teman untuk mengisi formulir kehadiran hari kedua. Untuk yang belum mengisi ada di kolom chat sudah aku share kembali. Jadi sebelum mengakhiri bisa teman-teman diabsensi dulu dan juga ini yang ada di share screen yang lagi di share screen boleh teman-teman dibantu feedback-nya buat tim Kinobi.

42:23 Loh, enggak tahu. Ah. Oh, oke. Ada pertanyaan lagi nih, gitu. Ada pertanyaan dari Pak Rusli gitu ya. eh lowongan terkait magang di portal Kinubi ada kategori apa saja ya? Oke, kalau untuk kategorinya ee ada banyak banget ya, Teman-teman, di dalam platformnya. Teman-teman bisa nanti explore bidangnya itu ada banyak banget

43:10 e tidak terbatas. Kemudian ee juga ada dari beberapa negara juga gitu ya secara global bukan hanya di Indonesia. Ada yang WFH, ada yang WFO, ada yang hybrid. untuk bidangnya ada banyak banget, industri dan juga perusahaannya ada banyak banget gitu, Teman-teman. Jadi untuk e kategorinya ada apa saja, semua magangnya ee itu ada. Ada yang mandiri juga ada. Kemudian juga dari em magang berdampak itu juga ada gitu. Jadi teman-teman nanti setelah ini boleh dieksplore juga untuk ee Unesa Karir Portalnya untuk teman-teman nanti bisa ee mengakses ribuan lowongan magang dan pekerjaan juga ya. karena sayang kalau misalnya enggak dipakai sama sekali tu.

43:58 Oke, mungkin dari Kak Helan eh yang saya tangkap dari pernyataan Kadinda bahwa experience selama berkuliah dimasukkan ke dalam linkin semua agar HR tahu dari mana kita berprogres dan ingin mendaftar pekerjaan. Maka tahun maka tahun terakhir perkuliah bisa menyertakan pengalaman yang relevan dengan pekerjaan. Namun yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana lulusan jurusan pendidikan agar dapat switch karir dan adakah rekomendasi apa yang harus di-upload pada Lintin agar lebih menjanjikan meskipun dari jurusan pendidikan. Oke, di sini berarti case-nya adalah dari jurusan pendidikan, maage karir dan kira-kira apa yang bisa dicantumkan di LinkedIn ya. Oke, yang pertama kalau misalnya mau switch karir teman-teman effortnya pasti akan lebih. Jadi untuk teman-teman yang mau switch itu eh boleh ikut banyak mentoring

44:46 dengan expert yang ada di bidangnya. Jadi bukan hanya expert yang ada di e area HR aja ya, tapi juga bisa expert yang ada di area-area tertentu. Misalnya kamu dari pendidikan mau kita ambil contoh misalnya Bid gitu ya, bisnis development. Oke, cari B yang mana kamu bisa ikut mentoring sama mereka, minta feedback ee ke mereka, kemudian cari skills gap-nya apa saja gitu. Cari tahu kalau misalnya dibid itu ngapain eh skills yang dibutuhkan dan kira-kira apa yang perlu kamu ee pertimbangkan atau misalnya harus kamu kembangkan lagi ke depannya. Kemudian kalau misalnya mau switch karir em harus banyak belajar di area tersebut. Bisa ikut kayak misalnya em e-courses itu banyak banget sekarang

45:31 di Google bisa cari. Kemudian ikut pelatihan dan juga sertifikasi untuk memperkuat profile kamu juga gitu. Nah, baru deh nanti kalau misalnya em sudah ada ee ada project-projek mini-mini project juga bisa misalnya ikut dari mini experience juga misalnya kayak freelance, volunteer di bidang terkait gitu. Dan apa yang harus di-upload di Lilin agar lebih menjanjikan meskipun dari jurusan pendidikannya adalah pastinya kamu bisa em upload insight-insite terbaru atau apapun yang kamu ketahui di bidang kamu. Seperti itu. Misalnya aku dari HR gitu. Sebelumnya aku banyak nge-post e terkait dengan HR. Kemudian aku switch ke account management. Berarti yang bisa

46:17 aku share adalah em knowledge aku terkait dengan eh account management. Jadi kalau misalnya kamu dari juratan pendidikan terus kamu mau ke bidang A, kamu paling banyak nanti upload apapun terkait dengan bidang A gitu. Semoga menjawab ya, Kak Helen. Kemudian, yes, itu mungkin dari teman-teman yang lain ada lagiah. Baik, Kak Dinda. Sepertinya pertanyaan dari Kak Helen tadi itu adalah pertanyaan terakhir dari sesi diskusi dan tanya jawab kita kali ini. Oke,

47:02 sebelum itu kita mau ambil foto bersama boleh? Oke, buat teman-teman sekalian yang masih off cam boleh kameranya di-oncamin dulu karena kita mau ambil foto untuk sesi dokumentasi. Jadi yang belum on cam boleh di on kamera mungkin bisa siap-siap dulu juga. Oke, kalau begitu saya hitung 3 2 1. Oke, boleh lagi teman-teman kita kasih senyum terbaik kita. Oke, 1 2

47:51 3. Oke, terima kasih banyak Kak Dinda atas materi dan sharing-sharing pengalaman yang sangat bermanfaat. Apalagi buat kita mahasiswa-mahasiswa Genzi yang waduh tuh udah banyak yang ngreeksi love buat Kak Dinda. Terima kasih banyak ya Kak Dinda atas materi terus membantu jawab teman-teman dari Unesa dan sharing-sharing pengalaman gimana sih Kak Dinda tahap-tahap ketika Kak Dinda daftar lalu ketika membuat CV dan lain-lain itu sangat berguna buat kita semua. Dan jujur meskipun saya mahasiswa baru semester 1, saya jujur saya sangat bermanfaat sekali dari tadi saya tuh ketika ngelihat di layar saya

48:37 ambil fotonya gitu. Oh ternyata seperti itu cara membuat CV meskipun saya masih lama ya sepertinya buat magang tapi bisa buat prepare dari sekarang. Terima kasih juga ya, Kak Yasmin dan teman-teman semua. Semangat dan e pastikan ee yang perlu teman-teman ingat adalah setiap orang punya jalan yang masing-masing, punya waktunya masing-masing. Jadi selama perjalanan karir teman-teman, baik teman-teman masih di semester awal, semester akhir, fresh graduate, jangan bandingkan perjalan perjalanan teman-teman dengan yang lainnya ya. Karena pastinya teman-teman punya waktunya masing-masing. Tetap semangat yang penting teman-teman tetap bangkit, kembangkan diri, dan jangan pernah menyerah. Terima kasih teman-teman semua. Boleh teman-teman dikasih react tepuk tangan dulu buat Kak Dinda selaku narasumber kita hari ini. Kita kasih

49:24 tepuk tangan sebanyak-banyaknya buat Kak Dinda. Oke, terima kasih banyak Kak Dinda atas waktunya dan sudah memeriahkan acara hari ini. Kalau begitu teman-teman sekalian setelah ini kita akan memasuki acara asinkron pengembangan proposal berdampak dan pelatihan AWS. Saya Yasmin Zahiro selaku pembawa acara hari ini izin pamit undur diri dan sampai jumpa di kegiatan selanjutnya. Terima kasih.

Share

Ringkasan Video YouTube