Ringkasan Singkat
Video ini membahas tentang cara membangun personal branding yang efektif di LinkedIn, yang merupakan cerminan dari CV. Dinda dari Kinobi memberikan tips tentang bagaimana mengoptimalkan profil LinkedIn, mulai dari foto, headline, bagian "About", pengalaman kerja, hingga rekomendasi. Selain itu, sesi tanya jawab membahas berbagai pertanyaan terkait pembuatan CV, penggunaan LinkedIn, dan strategi pengembangan karir, termasuk cara mengatasi overqualified, memilih personal branding yang tepat, dan tips untuk fresh graduate.
- Optimasi profil LinkedIn (foto, headline, about section, pengalaman, skills, rekomendasi).
- Tips membuat CV yang efektif dan ATS-friendly dengan Kinobi.
- Strategi pengembangan karir dan personal branding.
Membangun Personal Branding di LinkedIn
Personal branding adalah cara kita menampilkan diri agar dikenal orang lain. Di LinkedIn, ini dimulai dengan profil yang baik. Hindari pas foto, gunakan foto close-up yang jelas, profesional, dan menunjukkan kepercayaan diri. Headline di bawah nama harus mencerminkan bidang atau industri yang ingin ditekankan. Bagian "About" bisa lebih detail dari CV, dibagi menjadi tiga paragraf: siapa Anda, minat, dan pengalaman.
Mengoptimalkan Pengalaman Kerja dan Keterampilan di LinkedIn
Bagian "Experience" di LinkedIn harus sama dengan CV, bisa dicopy paste. Cantumkan deskripsi singkat perusahaan dan 3-5 tanggung jawab yang dikuantifikasi. Bagian "Skills" akan otomatis terbuat saat menambahkan pengalaman kerja. Pengalaman organisasi dan volunteer memiliki bagian terpisah. Rekomendasi dari kolega sangat penting untuk memberikan testimoni dan meningkatkan kepercayaan.
Sesi Tanya Jawab: CV ATS dan Fitur Kinobi
Kinobi memiliki fitur untuk membuat CV ATS-friendly. Jika skor CV di Kinobi belum maksimal (misalnya 85%), klik "see more details" untuk melihat feedback dari Kinobi terkait panjang resume, keringkasan poin, dampak kuantitatif, dan kelengkapan bagian. Sertifikat pelatihan sebaiknya dicantumkan di LinkedIn dengan akses terbuka.
Mengatasi Overqualified dan Memilih Personal Branding
Overqualified tidak selalu buruk; tetap lakukan yang terbaik. Pilih satu bidang fokus untuk personal branding, meskipun memiliki banyak kemampuan. Tonjolkan bidang tersebut di LinkedIn dan posting konten yang relevan.
Tips CV: Foto, Urutan, dan Pengalaman
Penggunaan foto di CV opsional, tergantung kualifikasi pekerjaan. Urutan informasi di CV bisa disesuaikan: pengalaman kerja dulu untuk mencari kerja, pendidikan dulu untuk studi lanjut. Career break selama kuliah tidak masalah jika fokus pada kuliah dan menjadi asisten dosen.
Strategi untuk Introvert dan Pengalaman yang Beragam
Introvert bisa menonjolkan diri dengan mini project dan portfolio. Pendidikan SMK tidak perlu dicantumkan kecuali relevan dan berprestasi. Pengalaman organisasi dengan posisi berbeda bisa dicantumkan keduanya jika CV masih sepi. Program exchange dicantumkan di bagian pendidikan.
Mini Project, Magang Paid, dan Pengalaman Freelance
Mini project adalah proyek kecil yang relevan dengan minat, seperti open commission untuk ilustrator atau inisiatif hiring untuk HR. Untuk menawar magang unpaid menjadi paid, riset dulu latar belakang, benchmarking industri, dan ajukan ke lead. Pengalaman freelance dan part-time tetap dicantumkan di CV.
LinkedIn: Pengalaman Luas dan Fokus Spesifik
LinkedIn bisa lebih luas dari CV. Cantumkan semua pengalaman, tapi tonjolkan pengalaman terbaru yang relevan di headline dan about section. Rajin posting konten terkait bidang yang diminati.
Tips Tambahan: Owner Usaha, Pengalaman Magang, dan Switch Karir
Pengalaman sebagai owner usaha dicantumkan di bagian pengalaman profesional. Pilih pengalaman magang yang paling relevan. Untuk switch karir, ikut mentoring, e-courses, pelatihan, dan sertifikasi. Upload insight terbaru di bidang yang dituju. Foto LinkedIn sebaiknya semi casual, rapi, dan background polos. Work setting (WFH/WFO) tidak terlalu berpengaruh, yang penting skills relevan.

