SUDAH PEMALAS BODOH  - PETER GUNTUR

SUDAH PEMALAS BODOH - PETER GUNTUR

Ringkasan Singkat

Khotbah ini membahas tentang bagaimana orang Kristen seharusnya hidup dalam berkat rohani yang telah dikaruniakan Tuhan, namun seringkali tidak mengalami berkat tersebut karena kemalasan dan kurangnya hikmat. Ditekankan pentingnya kerja keras, pengembangan diri, dan senantiasa meminta hikmat Tuhan agar dapat mengelola berkat yang telah diberikan dan menjadi berkat bagi orang lain. Selain itu, pentingnya keselarasan antara pikiran dan tindakan dengan kehendak Tuhan agar tidak salah langkah dan mengalami kegagalan.

  • Orang Kristen harus hidup dalam kelimpahan berkat rohani.
  • Kemalasan menghalangi penerimaan berkat Tuhan.
  • Hikmat dan pengertian dari Tuhan sangat penting dalam setiap tindakan.
  • Keselarasan dengan kehendak Tuhan membawa keberhasilan.

Pembukaan

Pendeta membuka dengan doa, memohon pengurapan hikmat dan pewahyuan agar jemaat semakin memahami kehendak Tuhan dan menjadi orang yang dapat dipercaya. Ia menekankan bahwa orang Kristen seharusnya menjadi orang yang paling diberkati, namun realitanya banyak yang hidup dalam masalah dan kesulitan. Seharusnya, kehidupan orang Kristen mencerminkan kemuliaan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama, bukan malah stres dan bermasalah.

Berkat Rohani dalam Kristus

Dalam Efesus 1:3, dijelaskan bahwa Allah telah mengaruniakan segala berkat rohani di dalam surga kepada kita di dalam Kristus. Seharusnya, orang Kristen menikmati janji Tuhan kepada Abraham, menjadi berkat bagi banyak bangsa. Pendeta mengajak jemaat untuk merenungkan posisi mereka saat ini, apakah menjadi berkat atau batu sandungan, hidup dalam kelimpahan atau kekurangan. Berkat rohani mencakup damai sejahtera, kuasa, pengaruh, hikmat, dan pewahyuan. Orang Kristen seharusnya menjadi orang yang paling cerdas karena Roh Tuhan ada dalam hidup mereka.

Mendengar Suara Tuhan

Ulangan 28:2 menyatakan bahwa berkat akan datang jika kita mendengar suara Tuhan. Pendeta mengingatkan bahwa Alkitab juga berbicara tentang kutuk, dan bagian tentang kutuk lebih banyak daripada berkat. Banyak orang Kristen tidak menerima berkat karena malas membaca, merenungkan, dan mencari informasi. Orang Kristen seharusnya menjadi orang yang paling cerdas dan dicari oleh banyak orang karena memiliki hikmat dan pengertian seperti Salomo, Yusuf, Daud, dan Daniel.

Tanggung Jawab Mengembangkan Potensi

Banyak orang Kristen mengubur potensi besar yang Tuhan taruh dalam hidup mereka. Pendeta mencontohkan talenta yang jika diuangkan bernilai 80 miliar. Tuhan telah memberikan kemampuan yang berbeda-beda kepada setiap orang. Besaliel dan Aholiab diberkati karena keahlian mereka. Yusuf, Ayub, Abraham, dan Ishak juga mengalami hal yang sama. Kita harus meminta hikmat Tuhan untuk mengembangkan apa yang telah Tuhan taruh dalam diri kita dan bertanggung jawab mengembangkan kapasitas kita.

Rajin dan Kaya

Kemalasan tidak akan menghasilkan apa-apa. Orang Kristen harus skillful dan pintar di atas rata-rata. Amsal 10:4 menyatakan bahwa tangan orang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadi kaya. Tidak ada pekerjaan yang hina, selama pekerjaan itu baik dan tidak menyakiti hati Tuhan. Segala sesuatu yang Tuhan taruh dalam diri kita harus dikembangkan dan dikerjakan. Prinsip kerajaan surga adalah setia pada perkara kecil, maka Tuhan akan menambahkan pada perkara yang lebih besar.

Kuasa dan Otoritas

Amsal 12:24 menyatakan bahwa tangan orang rajin memegang kekuasaan. Jika ingin memiliki pengaruh dan otoritas, kita harus rajin dalam segala hal. Jangan mudah putus asa jika baru memulai sesuatu. Yesus rela menjadi miskin supaya kita diberkati. Jangan alergi dengan kekayaan karena Tuhan ingin kita kaya agar bisa memberi makan orang miskin dan menjadi berkat. Jika hidup masih susah, ada yang perlu diperbaiki. Kekristenan bukan hanya tentang duduk di gereja, tetapi juga tentang menerapkan firman dalam kehidupan sehari-hari.

Hikmat dan Pengertian

Para suami harus bekerja keras dan mencukupi kebutuhan keluarga. Tuhan selalu memberkati melalui apa yang kita kerjakan. Dalam kondisi sulit seperti COVID, sebenarnya banyak peluang bisnis. Salomo diberkati karena hikmat dan pengertiannya, sehingga banyak orang datang kepadanya untuk belajar. Orang Kristen harus tahu persis apa yang harus dikerjakan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita harus terus belajar dan mengembangkan kapasitas diri.

Mengikuti Percepatan Tuhan

Kita harus mengikuti percepatan yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita. Tuhan itu dinamis dan terus bergerak. Jika kita malas dan tidak mau melihat peluang, kita akan mengalami kesulitan. Belajarlah dari semua keadaan yang terjadi di depan mata, karena Tuhan sebenarnya membuka peluang. Amsal 13:4 menyatakan bahwa hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.

Kebenaran Memerdekakan

Orang Kristen harus dewasa di dalam Kristus. Kebenaran yang kita ketahui akan memerdekakan kita. Tidak ada tokoh Alkitab yang malas, mereka semua rajin dan skillful. Kenali diri sendiri dan apa yang Tuhan taruh dalam diri kita, lalu kembangkan kapasitas kita. Setiap orang memiliki panggilan yang berbeda. Kita tidak perlu khawatir karena Tuhan memimpin kita dan Roh Kudus akan memimpin pada seluruh kebenaran.

Komunikasi dengan Tuhan

Jika kita tidak memiliki hubungan dengan Tuhan, kita tidak akan tahu apa yang harus diperbuat. Sama seperti hubungan suami istri yang perlu komunikasi. Kita harus berdoa dan bertanya kepada Tuhan apakah keputusan yang kita ambil sesuai dengan kehendak-Nya. Jika tidak sejalan dengan Tuhan, kita akan mengalami masalah. Amsal 19:2 menyatakan bahwa tanpa pengetahuan, kerajinan pun tidak baik.

Hikmat dan Pewahyuan

Kita perlu hikmat dan pengertian yang datang dari Tuhan. Dalam mengerjakan apapun, kita perlu hikmat, pengertian, dan pewahyuan dari Tuhan agar tepat seperti yang Tuhan mau. Jika yang kita kerjakan tepat, pasti berhasil. Jika kita bangkrut atau gagal, perlu dicek penyebabnya. Bisa jadi kita bekerja keras tapi tidak memiliki hikmat dan pengertian. Jika kita disertai Tuhan dan dipimpin oleh Roh Kudus, segala sesuatu yang kita kerjakan akan berhasil.

Selaras dengan Tuhan

Kekristenan kita harus sejalan dan sepikir dengan Tuhan. Kita harus menyelaraskan pola pikir, cara pandang, dan sikap kita dengan kehendak Tuhan. Tujuan dari apa yang kita kerjakan hanya untuk mempermuliakan nama Tuhan. Tuhan tidak ingin kita kekurangan dan menderita. Masalahnya adalah kita tidak bisa mengelola diri kita sejalan dengan kehendak Tuhan. Kita harus bertanggung jawab mengelola waktu yang Tuhan berikan.

Jangan Tergesa-gesa

Tanpa pengetahuan, kerajinan pun tidak baik. Orang yang tergesa-gesa akan salah langkah. Jangan pernah mengambil keputusan ketika hati sedang tidak enak atau marah. Kita harus berpikir dan menimbang dengan baik segala sesuatunya agar menjadi orang yang bijaksana. Kita seringkali kacau karena melihat kehidupan dengan sudut pandang kita sendiri, bukan dengan sudut pandang Tuhan.

Rancangan Orang Rajin

Amsal 21:5 menyatakan bahwa rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan. Kita harus rajin dalam segala hal: bekerja, belajar, dan berdoa. Tuhan akan memimpin kita setiap hari dalam kebenaran. Roma 12:11 mengatakan, "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan."

Roh yang Menyala-nyala

Hidup kita tidak ditentukan oleh kenyataan yang terjadi, tetapi oleh kebenaran firman Tuhan. Kita harus memanifestasikan alam roh ke alam fisik. Jika di alam roh kita berkemenangan, maka di alam jasmani kita akan mengalami kemenangan. Hati yang gembira adalah obat, tetapi semangat yang patah akan membuat kita sakit. Kita harus menyelaraskan pikiran kita dengan Tuhan dan meminta hikmat Roh Kudus.

Kuasa dan Otoritas bagi Semua Orang Percaya

Orang Kristen seharusnya menjadi orang yang paling diberkati di muka bumi. Roh Kudus tinggal di dalam kita, mengurapi kita, dan firman-Nya tinggal di dalam kita. Janji Tuhan kepada Abraham menjadi bagian kita di dalam Yesus Kristus. Jika hidup kita masih bermasalah, ada yang salah yang harus diperbaiki. Kuasa dan otoritas itu bagi semua orang percaya. Firman yang kita dengar harus menjadi kenyataan dalam hidup kita.

Koreksi dan Berubah

Kita harus mengoreksi diri sendiri, apakah banyak orang diubahkan melalui hidup kita atau malah tersandung. Jika ada yang perlu diperbaiki, perbaiki dan berubah. Firman adalah kehidupan yang memerdekakan kita. Kita akan semakin kenal Tuhan, hidup kita akan jadi berkat, dan nama Tuhan akan dipermuliakan.

Doa dan Penyembahan

Sesi diakhiri dengan doa dan penyembahan, memohon hadirat Tuhan dan pengurapan-Nya. Pendeta mendoakan jemaat yang hadir, memohon jamahan Tuhan dan pemenuhan Roh Kudus.

Share

Summarize Anything ! Download Summ App

Download on the Apple Store
Get it on Google Play
© 2024 Summ