0:10 Baik, Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah Nasta'inuhu Nasta'afiruhu, Wa Na'uzubillahi Min syururi Anfusina, Wa Min sayyati A'malina, Man Yahdillahu Fala Mubillalah, Wa Man Yudhil Fala Hadiyalah, Ashadu An La Ilaha Illallah, Alhamdulillahirrabi'alamin, sister sekalian para pendengar, peserta kajian tafsir imsa sister
0:58 yang berada di wilayah Amerika, Kanada dan juga di Indonesia. Malam hari ini kembali kita bertemu di kajian rutin kita bersama narasumber tetap kita yaitu Ustadz Dr. Saiful Bahri. Insya Allah malam hari ini kita sudah sampai kepada kajian tafsir surat Nuh bagian pertama. Baiklah sebelum kita mulai, insya Allah kita akan sama-sama mendengarkan tilawah surat Nuh Ayat 1-20 yang akan dibawakan oleh Mbak Ina Mutmainah. Saya persilahkan kepada Mbak Ina. A'udzubillahiminashshaytanirraji
2:01 Bismillahirrahmanirrahim. Inna arsalna nuha ila qawmihi an anzir qawmaka min qabli an yaktiyahum azaabun ali.
3:08 da'audu qala rabbi inni da'audu qawmi layla wa nahara falam yazidhum du'ai illa firara wa inni kullama da'auduhum litawfirah lahum ja'alu asabi'ahum ja'alu Asabi'ahum fi adhanihim wa astagshaw thiabahum wa asarru wa astakfaru astikthara Thumma inni da'autuhum jihara
3:55 Thumma inni a'lantulahum wa asrartulahum israra For you, God is a prophet. Ma lakum la tarjun lillahi waqara. Wa qad khalqukum atawara. Alam tarawu kayfa
4:45 khalqallahu sab'a samawati intibaqa. Waj'a'la alqamar fihinna nura. Waj'a'la alshamsa siraja. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Sesungguhnya kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya dengan perintah, berilah kaummu
5:35 peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih. Dia, Nuh, berkata, «Wahai kaumku, sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, yaitu sembahlah Allah, bertakwalah kepadanya, dan taatlah kepadaku». Nisaya dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu memanjangkan umurmu sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda seandainya kamu mengetahui. Dia Nuh berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyuruh kaumku siang dan malam. Tetapi seruanku itu tidak menambah iman mereka. Justru mereka lari dari
6:23 kebenaran. Dan sesungguhnya aku setiap kali menyuruh mereka untuk beriman agar engkau mengampuni mereka. Mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya ke wajahnya. Dan mereka tetap mengingkari dan sangat menyombongkan diri. Lalu sesungguhnya aku menyuruh mereka dengan cara terang-terangan. Kemudian aku menyuruh mereka secara terbuka dan dengan diam-diam. Maka aku berkata kepada mereka, Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu. Sungguh dia maha pengampun. Nisaya dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu. Dan dia memperbanyak harta dan
7:09 anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu, dan mengadakan sungai-sungai untukmu. Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah? Dan sungguh dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian. Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis? Dan di sana dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita yang cemerlang. Dan Allah menembuhkan kamu dari tanah tumbuh berangsur-angsur. Kemudian dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya tanah dan mengeluarkan kamu pada hari kiamat dengan pasti. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan agar kamu dapat pergi kian kemari
7:57 di jalan-jalan yang luas. Maha benar Allah terskala firmanya. Saya kembalikan kepada Teherna. Alhamdulillah. Zaki lukhiran kasih Mbak Ina yang sudah membacakan surat An-Nuh ayat 1-20. Masya Allah ya. Masya Allah dengan dimulainya dengan tilawah tadi, kita yang mendengarkan, begitu pun Mbak Ina yang membaca, semoga diberikan dirimpahkan rahmat dari Allah SWT dan juga membuat kita lebih siap untuk menerima ilmu dari Ustadz Pambam hari ini. Baik, sisir sekalian, para pendengar dan juga peserta kajian tafsir imsta sisir dimanapun berada telah hadir di tengah-tengah kita Ustadz Dr. Saiful Bahri Assalamualaikum Pak Ustadz Waalaikumsalam Warahmatullahi
8:43 Wabarakatuh Apa kabar Pak Ustadz? Alhamdulillah Alhamdulillah Baik Pak Ustadz, malam hari ini kita akan sama-sama mendengar kajian dari Pak Ustadz tafsir surat Nuh bagian pertama untuk itu saya persilahkan Pak Ustadz Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah Aladhi arsalna Nuhan ila qawmih Ashadu an la ilaha illallah wahdahu la sharika lah Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh la nabiya ba'dah Allahumma salli wa sallim Ala hadhan nabiya al-kareem Wa ala alihi wa ashabih
9:33 Amma ba'ad. Para pecinta Al-Quran, para peserta kajian, tafsir online, imsa sister, mobil khusus yang ada di Amerika dan Kanada, ataupun yang ada di tanah air dan dimanapun berada, kita syukuri nikmat Allah yang maha besar, karunia Allah yang tidak terbatas, yang menyebabkan kita bisa kemana-mana menjelajahi lini masa-lini masa sejarah hari ini kita belajar di suatu lini masa yang Allah subhanahu wa ta'ala sebutkan di dalam Al-Quran yaitu kisah yang sudah terjadi ribuan tahun yang lalu Nabi Nuh alaihissalam salah satu
10:23 kemujizatan Al-Quran adalah kemujizatan hal yang gaib yang Allah berikan Memang tidak detil dengan peristiwa itu, tanggal berapa, seperti apa, tokoh-tokoh yang terlibat, kecuali tokoh utama saja. Tetapi yang menarik nanti kita akan belajar dari diksi dan pilihan katanya dan suguhan-suguhan ceritanya. Karena kita pada hari ini belajarnya adalah pendekatannya analitik, tetapi mungkin nanti sedikit beberapa hal yang terkait tema kita. Dengan pendekatan tematik. Untuk melengkapi. Kisah Nabi Nuh ini. Nanti kita akan coba. Menadaburi ayat-ayat yang berkait. Sekalipun tentu tidak semua. Karena. Allah
11:11 subhanahu wa ta'ala. Menjadikan surat yang kita tadaburi ini. Khusus untuk membicarakan Nabi Nuh. Dan bahkan dinamakan dengan surat Nuh. Ada hikmahnya. Sebagaimana. Nantinya ada surat di dalam Al-Quran, surat Hud, surat Yunus, dan sebagainya. Ini ada hikmah. Dan yang menarik adalah justru. Kisah yang paling banyak di dalam Al-Quran bercerita tentang beliau dan umatnya. Tidak ada Al-Quran menyebutnya dengan kisah Musa AS. Bahkan dalam surat Muhammad sendiri,
11:57 Pembahasan tentang Nabi Muhammad juga tidak banyak. Kisah Musa yang banyak, kenapa tidak ada surat Musa? Ini yang menarik, yang terkait dengan bahasan-bahasan ulumul Quran. Bahwa Allah SWT yang menyusun itu. Ada pun yang menamakan surat itu, sebagian dinamakan oleh Nabi Muhammad. Sebagian dinamakan oleh sahabat. Dan sebagian yang lainnya adalah ijtihad para ulama'ah. Maka nanti kita akan mendapati perbedaan penamaan surat itu. Ada pun surat yang kali ini kita bersama ayat-ayat Allah, dinamakan oleh jumhur ulama dan juga berdasarkan riwayat beberapa sahabat dan nabi SAW, maka surat ini dinamakan
12:44 hampir disepakati, dinamakan dengan surat Nuh. Meskipun tentunya detil-detil surat Nuh ini ada di banyak surat, di surat Al-A'raf, di surat Al-Ambiyya, di berbagai surat-surat lainnya, yang secara spesifik sudah dikumpulkan oleh Ibnu Kafir dalam khasus Al-Ambiyya. Maka nanti yang kita highlight, tadi sudah dibacakan, kita akan bagi dua kajian surat Nuh. Yang pertama yang terkait tentang Nabi Nuh AS berda'wah pada kaumnya selama kurang lebih 950 tahun atau kalau bahasa surat Al-Anqabut ayat 14 Al-Fasanatin Illa Kamsina
13:30 Ama itu nanti kita bahas dan bagian kedua bismillah pada pertemuan selanjutnya kita akan mencoba membahas respon kaumnya yang mengakibatkan Nabi Nuh AS kemudian berdoa kepada Allah mengeluhkan respon yang lemah Dan sesungguhnya bukan itu yang dikeluhkan adalah ketika Nabi Nuh AS sudah diberikan instruksi oleh Allah bahwa tidak akan ada yang bertambah lagi dari umatnya. Nah ini satu hal yang cukup pelik bagi Nabi Nuh. Tetapi yang menarik adalah kita akan belajar. Memulai itu mari kita buka
14:17 sebelum surat Nuh sebagai tadapur pendahuluan. Mari kita buka. Surat Ali Imran di ayat 33. Saya akan bacakan. Sesungguhnya Allah telah memilih Adam dan Nuh as a person. Keluarga Ibrahim dan keluarga Imran. As a family sebagai keluarga besar. Ini dipilih untuk dijadikan contoh orang-orang yang ada setelah mereka. Alal alamin. Dan alal alamin ini alam.
15:06 Bukan alam pada saat mereka ada. Ini berbagai lini masa. Pelajaran itu diambil bukan hanya kita mencontoh orang yang hidup semasa dengan kita. Orang-orang yang ada di lini masa sebelum kita, kita pelajari mereka. Hari ini kita belajar kemahiran. secara personal kepada kisah Nabi Nuh AS. Belajar apa? Belajar etos berda'wah. Belajar apa? Etos memberi. Belajar apa? Konsistensi berda'wah. Belajar apa? Belajar menyayangi semuanya. Dan belajar kegigihan mendakwahi sekalipun itu seolah-olah mustahil. Karena nantinya pada last minute, beliau berhadapan face-to-face dengan anaknya,
15:53 Yang pada saat itu memang bukan hanya sudah diponis. Agab itu sudah mulai turun. Air sudah deras. Mengucur tetapi sang anak pada akhirnya menolak. Nanti mungkin di bagian kedua ini kita akan membahasnya. Nah inilah Nuh. Mari kita mulai. Ayat pertama Allah bersirman. A'udzubillah minash shaitanirrojim bismillahirrohmanirrohim. Sesungguhnya kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Untuk memerintahkan apa? Mereka berdakwah. Beri kaum peringatan. Sebelum datang azab yang pedih dari Allah.
16:41 Ini adalah mandat dari Allah. Mandat yang merupakan diberikan kemah. Kepada setiap Rasul yang diturunkan wahyu kepadanya adalah mandat untuk berda'wah. Maka Nabi Nuh menerima titah tersebut. Menerima mandat tersebut. Dan all out berda'wah. Dan beliau tidak memperdulikan hasilnya. Nah ini nanti Nabi Nuh alaihissalam. All out ini akan kelihatan di dalam ayat ini nanti dibahas. Berikutnya. Apa yang Nuh sampaikan kepada kaumnya? Wahai kaumku Nuh
17:30 berkata, wahai kaumku, Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, sembahlah. Allah bertakwa kepadanya dan taat kepadaku. Dengan itu, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, menangguhkan kalian sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah bila sudah datang tak dapat ditangguhkan jika kamu mengetahui. Ini adalah standar. Da'wah
18:16 para nabi itu satu yang pertama mengajak kaumnya dan manusia untuk mengesakan Allah SWT. Bertakwa kepadanya, menaati rasulnya, atau menaati yang membawa wahyu tersebut. Nah, ini yang menarik adalah Nabi Nuh AS, kalau orang membedakan antara nabi dan rasul, maka rasul pertama itu adalah Nabi Nuh. Meskipun jumhur ulama sebenarnya istilah Nabi dan Rasul itu sama. Tetapi yang membedakan adalah jika Nabi-Nabi sebelum Nabi Nuh, itu diutusnya pada kaum yang homogen. Nabi Adam misalnya, hanya mendakwahi anak-anaknya keturunannya.
19:04 Dan tidak ada mereka kecuali adalah menyembah Allah. Jadi masih mewahid, masih menyembah Allah, mengesahkan Allah. Lalu kemudian setelah sepeninggal Adam, Nabi Sis menjadi Nabi, juga sama, mendakwahi orang-orang yang ada di sekitarnya, yang semuanya adalah masih menyembah Allah. Lalu kemudian dari Nabi Sis punya keturunan-keturunan lagi, ada Nabi Idris AS, dan Nabi Idris AS adalah manusia pertama yang melakukan traveling, safari dakwah. Tetapi safari dakwah ini juga masih membawa keluarganya, yang didakwahi juga Orang yang masih sama. Artinya, orang-orang yang masih menyembah Allah SWT. Dan Nabi Nuh ini adalah generasi
19:52 kesekian. Antara Nuh dan antara Nabi Adam dalam riwayat yang masyur adalah 10 kurun. Jadi ada 10 keturunan. Ada 10 masa. Ada mungkin 10 abad. Itu penerjemahan kurun berbeda-beda. Nah, Nabi Nuh ini diutus kepada suatu kaum, yang sudah menyembah berhala. Penyembahan berhala itu, tadinya, dimulai dari sesuatu yang sederhana. Jadi keturunan-keturunan yang didakwahi oleh Nabi Sis, kemudian ada para da'i-para da'i yang soleh, setelah mereka wafat, orang-orang yang setelahnya kemudian dibisiki setan, karena biasanya mereka berdoa, berdoa saja, mendoakan,
20:42 para da'i yang soleh tersebut lalu setan membesiki mereka doa kalian akan lebih khusyuk kalau orang-orang soleh itu dibuatkan dibuatkan patung maka setelah dibuatkan patung mereka masih beribah dan menyembah Allah generasi setelahnya tidak tahu cerita asal mula patung itu maka kemudian generasi setelahnya itu menyembah patung-patung tersebut Maka nanti ada yang disebut Wat, Suwak, Yahus, Nasr. Itu adalah nama-nama orang soleh sebelum Nabi Nuh diutus kepada kaumnya. Yang tadinya adalah orang soleh. Tetapi kemudian mereka sudah dibentukkan dalam bentuk patung dan berhala.
21:32 Disembah oleh orang-orang yang datang setelahnya. Lalu Nuh datang mengingatkan mereka. Ini tidak benar. Ibadahlah dan sembahlah kepada Allah saja. Wattakuhu bertakwa kepadanya. Dan sembahlah Allah. Taatilah aku. Melalui aku, Allah turunkan wahyu kepada kalian. Aku ini adalah nadhirun mubin. Yang mengingatkan kalian agar jangan melakukan itu. Kalau kalian mau kembali kepada Allah, kata Nabi Nuh. Ya'fir lakum zunubakum. Allah ampuni dosa-dosa kalian yang kalian tidak tahu sebelumnya. Ini menandakan bahwa Siapapun orangnya, sekalipun melakukan dosa syirik, kalau dia meninggalkan itu dan minta maaf kepada Allah, akan diampuni.
22:20 Dosa syirik yang tidak diampuni adalah syirik yang kemudian pelakunya meninggal dunia tanpa sempat melakukan taubat kepada Allah. Ada pun dosa, tidak ada dosa yang tidak diampuni, jika yang bersangkutan meminta maaf dan beristighfar kepada Allah, serta sungguh-sungguh meninggalkan. Nah, maka Allah katakan melalui lisan Nabi Nuh AS, Allah akan tangguhkan. Allah beri kesempatan kalian untuk berbuat baik. Jadi sesungguhnya, bukan hanya kaum Nabi Nuh, kita ini juga ditangguhkan. Kita siapapun kita, masa lalu kita apa, baik atau buruk. Pagi ini saya di sini sudah bernafas. Kaum muslimat yang ada di Amerika dan di Kanada sebentar
23:09 lagi akan mengakhiri harinya dan akan beristirahat. Jika bi'idnillah besok pagi Allah beri kesempatan untuk bernafas kembali, itu maknanya ditangguhkan. Ajalnya itu ditangguhkan. Sekalipun yang disebut ajal, kalau sudah datang, layu akhar. Lalu apa? Apakah ini kontradiktif? Apa makna ditangguhkan? Nah ini kita beriman kepada takdir. Atau yang disebut ajal. Ajal itu akhir dari batas. Ajal itu batas. Takdir itu ada dua. Qadok dan qadar. Dan takdir itu ada takdir yang disebut takdir mubram. Takdir yang berkenaan dengan kematian, rizki, jodoh. Itu tidak diubah
23:58 menurut sebagian besar ulama. Tetapi ada juga jenis takdir yang bisa berubah. Bahkan para ulama juga berpendapat takdir kematian pun bisa jadi berubah. Karena mengubah tidaknya itu kan kita juga tidak tahu dan itu keputusan Allah. Maka makna, Jika seseorang bertawbad, Allah beri kesempatan dia. Sekalipun hanya sebentar berbuat baik, tapi itu bisa meluruhkan dosa-dosanya. Kita belajar dari kisah para penyihir Fir'aun. Yang ketika pagi hari sebelum pertandingan, Sebelum melakukan head-to-head dengan Nabi Musa AS. Di dalam surat Al-A'raf 113, para penyihir Fir'aun itu transaksional dengan Fir'aun. Meminta dikasih uang yang
24:44 besar. Kami kalau menang dapat uang banyak ya. 200 juta persekala mungkin. Dan Fir'aun mengiakan Qala Na'am. inna kumla minal muqarrabin. Kalian akan jadi orang dekat. Singkat cerita, ketika mereka kalah, mereka tersungkur, mereka menjadi militan, dan kemudian dibunuh oleh Fir'aam. Berbalik. Dalam hitungan yang tidak sampai satu hari. Karena an yuh syaraduha, peristiwa itu terjadi di waktu duha. Pagi hari mereka kafir, di waakhir waktu duha, di siang hari, bahkan mungkin sebelum hari itu berakhir, mereka berakhir. Sudah dibunuh oleh Fir'aun. Ini menandakan apa? Menandakan bahwa Allah
25:34 sanggup membalikkan. Allah memberi kesempatan sedikit harus digunakan. Dan itu mereka diampuni. Meninggal sebagai para syuhada. Padahal belum sempat melakukan kebaikan kecuali sedikit saja. Ini bermakna apa? Bermakna, Ini kesempatan. Kenapa mengusamah? Karena sesungguhnya ditangguhkan itu bukan berarti kita ditambah kalau menurut madhab yang berpendapat bahwa kematian itu sudah tertulis, tetapi kesempatan yang sedikit itu Allah berikan kepada kita. Katakanlah misalnya, si fulan sudah ditakdirkan meninggal di usia 50 tahun. Sampai usia 58 tahun dia bermaksiat, maka dua tahun itulah Allah beri nikmat dia
26:21 untuk bertawabat, meluruhkan dosa-dosa dia selama berpuluh-puluh tahun. Sama pada kasus Kisah penyihir Fir'aun tadi, setelah berpuluh-puluh tahun berada dalam kekafiran, kemusyrikan, karena tidak ada penyihir yang baik. Penyihir selalu berinteraksi dengan keburukan. Ada orang mendatangi dia punya order, memisahkan antara suami dan istri. Ingin berbuat buruk pada kompetitornya. Ingin saingan bisnisnya. Memang mungkin bisa jadi ada orang-orang yang akan mencalonkan diri di satu perjalanan. jabatan, dia mendatangi tukang sir. Tetapi niatnya saja sudah tidak benar. Tidak ada orang yang berniat baik
27:09 dan mendatangi para penyihir. Kalaupun ada, dia salah alamat. Maka dia berinteraksi seperti itu puluhan tahun lamanya, tiba-tiba berubah menjadi militan setelah beriman kepada Rabbul Alamin Rabbimu Sawaharu. Maka, ini adalah kesempatan yang harus kita gunakan. Dan Nabi Nuh AS berda'wah Mendakwahi kaumnya supaya menggunakan waktu yang sebentar saja. Nah, dari sini kita simpulkan. Tugas Rasul dan juga tugas Jai sebelumnya adalah mengingatkan. Mengingatkan bukan untuk mengikuti dia sebagai person, tetapi mengikuti anjuran Allah supaya orang-orang yang diingatkan itu jauh dari murka Allah. Subhanahu wa ta'ala. Mari kita lanjutkan di ayat berikutnya.
28:00 Yang menarik adalah bahwa di ayat keempat sebagai respon yang kurang baik, di ayat kelitma kita jelaskan bagaimana respon kaumnya. Tuhanku aku berdakwah kepada kaumku siang dan malam. Artinya tingkat kontinuitas dan kesungguhannya luar biasa. Tetapi itu tidak menambah mereka kecuali jauh dariku. Masya Allah. Setiap Nabi
28:45 Nuh berda'wah, dan dia mengajarkan berdakwah supaya minta ampun kepada Allah karena kesyirikan yang bertahan sudah cukup lama ini, ini mereka, jari-jari, bukan satu jari, padahal biasanya orang kalau tidak mau dengar cukup dia menutup telinga ini dengan satu jari saja. Tetapi menjadikan, berarti jari-jari dimasukkan ke sini. Ini adalah mubalagah. Ini adalah bentuk penekanan
29:31 betapa mereka menutup telinga mereka rapat-rapat. Tidak mau mendengar dakwah Nabi Nuh. Dan ditambah lagi. Dan mereka menutupkan ke muka mereka. Ditutup dengan baju mereka. Dan mereka terus dalam keadaan istikbar. Tampuh hari sudah membahas mana istikbar itu. angkuh yang dimulai karena seseorang mulai menyandarkan pada hal-hal yang sifatnya temporari. Baik itu jabatan, materi, atau dan sebagainya. Orang menyebabkan dia sombong dan angkuh. Apa kata Nabi Nuh ketika siang dan malam sudah
30:18 dijelaskan? Umma inni da'autukum jihara Thumma inni a'lantulahum wa asrartulahum israro. Aku mendakwahi mereka dalam keadaan terang-terangan. Jihara, terang-terangan. Thumma inni a'lantulahum. Itu terang-terangan. Da'wah publik ya. Wa asrartulahum israro. Ada juga ya dengan silent. Dengan strategi diam-diam. Mendakwahi, mendatangi rumah sifulan. mengajak si fulan berjalan, berdialog dengan macam-macam, tetapi semuanya respon sama. Mereka ini responnya buruk sekali. Kalau kita mau mencoba melihat surat
31:06 Al-Ankabut ayat 14, Nabi Nuh melakukan hal demikian selama berapa tahun? 950 tahun. Dapat arsalna nuhang ila qawmihi, falabithafihim alfasanatin illa khamsina amat. Nabi Nuh diutus kepada kaumnya itu seribu tahun kecuali lima puluh. Artinya seberan ratus lima puluh. Tetapi dalam redaksi surat Al-Anqabut kenapa disebut seribu dikurangi lima puluh. Karena memang Allah ingin menunjukkan kepada kita. Nabi Nuh itu orang terhormat. Yang sudah ada di dalam hati kaumnya selama lima puluh tahun. Jadi Nabi Nuh alaihi salam itu. Menjadi orang yang harmonis dengan kaumnya, dengan keluarganya, dengan masyarakatnya 50 tahun. Usia 0 sampai 50 tahun. Sama seperti Nabi kita,
31:54 Nabi Muhammad SAW. Usia 0 sampai usia 40 tahun dihormati, dipercaya, diberikan luar biasa penghormatan dan kedudukan beliau di tengah kaumnya. Tapi begitu Nabi Nuh AS berda'wah dari usia 50 tahun sampai 1000 tahun, itu yang jadi problem. Jadi masalahnya digambarkan di dalam surat ini. mereka melakukan hal-hal yang sangat luar biasa buruk, tidak mau mendengar, bahkan mengolok-ngolok Nabi Nuh AS. Nah ini supaya kita juga tahu, dinamika dakwah Nabi Nuh AS yang kelihatannya monoton, tetapi kalau kita lihat eskalasi penentangan dan pembangkangannya itu semakin menjadi-jadi. Nah, pada kesempatan
32:41 kali ini, kita akan mencoba Substansi dakwah Nabi Nuh AS itu disebut dengan mengajak bertaubat. Itu substansinya. Substansi berikutnya, mengajak bertaubat itu dengan cara apa? Menyembah Allah. Maka kemudian di 10 ayat berikutnya kita akan membahas substansi itu. Tadi secara kelompok. Sekarang substansi dakwah itu ada di 10 ayat berikutnya. Kita baca. Nabi Nuh AS mengajak kepada kaumnya.
33:29 Ini menarik ya. Ketika Nabi Nuh AS mendapatkan respon yang sangat luar biasa. Kalau dalam sisi bahasa diungkapkan di sini, ini penolakannya mubalahoh, tetapi faktanya bisa jadi lebih dari itu. Ketika misalnya tadi, jari-jari ini dimasukkan telinga, tidak cukup. Itu menggambarkan betapa mereka tidak mau mendengar sekalipun. Sesungguhnya orang kalau nutup telinga pun masih ada suara yang masuk. Ini adalah bahwa Secara fisik seperti itu. Sampai bajunya ditutup ke mukanya. Ketika berpapasan dengan Nuh. Tidak mau mereka bicara. Jadi
34:17 saking menghindarnya itu seperti itu. Mungkin dalam faktanya melebihi itu. Ada Nuh, ada Nuh nih. Nyingkir. Ada Nuh, ada Nuh. Nyingkir. Mereka diboykot. Orang-orang yang mengikuti Dawa Nabi Nuh. Mereka terisolasi. Mereka dikucilkan. Dan ini melalui penggambaran Al-Quran yang sedemikian rupa. Kita tahu. Nah. Kita bisa melihat, saya buat di slide ke-12 di situ. Nabi Nuh alaihi salam ketika disebut, Di sini redaksi sana, Imam Kurtubi mengatakan, Al-Fasana, ini adalah tahun yang berat. Menggunakan pilihan, itu sana kenapa tidak? Atau mungkin Al-Fasana,
35:09 Tapi yang satu disebut alfasana, yang satu disebut am. Supaya ini kita membedakan antara seribu dengan antara lima puluh itu beda. Seribu jumlah total. Nabi Nuh bersama kaumnya. Kalau di rata-rata, Nabi Nuh berada dalam kesulitan. Tidak nyaman. Tetapi sebelum itu, Nabi Nuh sudah menjalani tahun-tahun harmonis dengan am. Jadi lima puluh tahun itu lima puluh tahun yang produktif. Nabi Nuh menanam saham sosial. Makanya para da'i itu sebelum dia menyampaikan, dia harus menjadi teladan dulu. Sebelum dia menyampaikan doktrin orang, memperbaiki masyarakatnya, dia posisikan seperti Nabi Nuh atau juga Nabi Muhammad SAW. Dia jadi teladan. Dia jadi contoh dalam waktu yang cukup
35:58 lama. Biasanya seseorang membesik siapapun da'i itu. Apakah dia guru, apakah Apakah dia berprofesi sebagai lawyer? Apakah berprofesi sebagai selebriti olahraga? Mungkin orang yang terjun di dunia seni, pemeranan. Ada yang sebagai pejabat pemerintah. Nah, dia dikenal baik dulu untuk membasik, baru kemudian berda'wah. Kita belajar dari sini. Dan esensi Nabi Nuh berda'wah itu di ayat ke-10, nah ini dia. Kita akan bicara 10, 11, dan 12. Itu dengan manfaat istighfar. Istighfar itu memudahkan seseorang untuk meluruhkan keangkuhan dan kesombongannya. Saya bacakan ayatnya.
36:56 Aku katakan kepada mereka ya Rabb. Ini Nabi Nuh mengeluh ya kepada Allah. Bercerita kepada Allah. Aku katakan. Aku katakan kepada mereka. Mohon ampun kalian kepada Tuhan kalian. Sesungguhnya Allah adalah ghaffara. Ini kenapa yang dipilih ghaffara? Karena ghaffara itu mengampuni dosa yang bukan yang biasa. Lebih. Kenapa tidak dikatakan. Ghafirah. Kenapa tidak dikatakan innahu kana ghafurur rahima misalnya. Innahu kana ghafara. Itu superlatif tengah
37:42 antara ghafirun dan ghafurun. Jadi dimulai dari yang ringan. Kalian kalau tidak bisa meninggalkan semua istighfar aja dulu. Ya luruhkan kesembuhan-kesembuhan kalian pelan-pelan. Meninggalkan keburukan memang tidak bisa sekaligus. Tetapi coba ditinggalkanlah sedikit-sedikit itu. Kalian jangan memproduksi lagi. Ini bahasa kitanya ya. Kalau itu ada produksi berhala. Sekarang kurangi produksi berhala itu. Beristighfar kepada Allah. Cari nafkah dari yang halal. Dan seterusnya. Karena Allah mengampuni dosa yang bukan hanya biasa. Dosa besar pun diampuni Allah. Dan manfaat istighfar selain mendapatkan pengampunan Allah itu apa? Allah turunkan hujan.
38:30 Niscaya itu hujan lebat. Hujan lebat bukan bencana ya. Midrara di sini hujan lebat yang bermanfaat. Karena kalau hujan semuanya rintik-rintik juga tidak bermanfaat. Bukan tidak bermanfaat. Manfaat tetapi tidak selalu. Karena hujan yang lebat itu adalah mengusir kotoran. Bayangkan saya ajak membayangkan pada peristiwa penyembelian hewan kurban. yang diharapkan oleh orang dan panitia itu, terjadi hujan lebat setelah itu. Setelah terjadi hujan lebat, biasanya bau-bau bekas penyembelian dan pemotongan hewan itu hilang. Ini untuk memberikan spirit. Dengan datangnya hujan lebat, kotoran-kotoran
39:19 hilang, kalian dengan istighfar yang terus-menerus dan minta maaf kepada Allah, dosa kalian itu bisa hilang. Seperti hanya hujan-hujan yang lebat itu menyiram, menggeser, mengusir, membawa kotoran-kotoran. Jadi spiritnya adalah seperti hanya hujan yang lebat. Hujan yang lebat mengguyur bumi, membersihkan bumi dari kotoran. Daun-daun yang tadi warnanya tidak hijau, tercampur debu dengan datangnya hujan lebat tercuci, bersih. Kubah-kubah yang besar yang tadi kena debu, mungkin untuk membersihkannya perlu waktu. Dengan datangnya hujan lebat, kubah masjid itu menjadi bersih. Rumah-rumah kita dan sebagainya. Nah ini spiritnya seseorang yang beristighfar kepada Allah. Kebutuhan istighfar kita itu
40:06 bukan hanya pada saat kita melakukan maksiat. Istighfar ini diperlukan seterusnya. Bahkan zikir pertama yang kita baca setelah sholat itu juga istighfar. Karena kebutuhan kita pada Allah itu bukan hanya pada saat kita melakukan kesalahan. Karena apa makna ghafara? Apa makna Allah itu ghafirul zhunub, ghafirul zambi? Maknanya adalah menutup aib. Menutup dosa-dosa kita untuk tidak dipublish, diketahui oleh masyarakat. Kebutuhan kita ketika kita astaghfirullahaladzim, ya Allah. Makna ampuni dosaku itu adalah ya Allah jangan kau buka aib-aibku. Itu mana istighfar? Kita minta
40:53 Allah menutup aib kita. Dan Allah itu menerima taubat seseorang. Jadi makna Allah yukafirudhunub itu menghilangkan. Ditutup aib sementara. Bisa dibuka. Tapi kalau Allah yukafirudhunub, Allah hilangkan itu dosa. Dianggap tidak ada. Dianggap kita tidak melakukan. Bisa. Bisa. Dan tidak Allah. Manfaat istighfar yang pertama, menghilangkan dosa-dosa seperti hanya hujan yang deras mengguyur bumi. Yang kedua, dan mendatangkan rizki. Wabanin anak-anak. Ini kalau kita punya masalah pada rezeki kita, kita koreksi banyak masyarakat, pasti. Tapi, ini melalui ayat ini
41:41 para ulama, dengan memperbanyak istighfar itu salah satu solusinya. Kita kesulitan, secara ekonomi, perbanyak istighfar. Kita kesulitan, mohon maaf, mungkin bisa jadi di antara kita ada yang sudah menunggu keturunan lama, Dia sudah menunggu datangnya buah hati. Belum dikarunai dan diamanahkan oleh Allah juga. Berbanyak istighfar. Coba. Ini istighfar yang banyak. Istighfar yang mendekatkan kita. Bersentuhan dengan keyakinan kita. Kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Ini akan mengakibatkan turunnya rahmat Allah. Berupa ampunan. Berupa rizki bentuknya materi. Bisa jadi. Amwal. Berupa rizki bentuknya anak-anak. Ya. Dan satu lagi.
42:30 Kita diberikan taman. Dan diberikan sungai-sungai. Nah ini menarik. Hujan deras. Harta. Anak. Tiga ya. Kemudian yang berikutnya adalah Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kebun-kebun. Nah. Kebun-kebun ini adalah representasi dari kemewahan, kemakmuran. Kita lihat misalnya di dalam surat Al-Baqarah 155. Allah berfirman. Allah pasti akan menguji kalian dari sedikit. Dengan rasa takut dan rasa lapar.
43:26 Dan kekurangan. Harta. Jiwa. Kenapa ada samarat di situ? Karena Allah uji kemewahan. Itu diambil oleh Allah. Misal seseorang biasa dapat salarinya 200 juta rupiah. Tiba-tiba Allah surutkan 10 kali lipat di bawahnya. Menjadi 20 juta rupiah. Itu cobaan. Dan orang yang Di bawahnya tidak boleh mengatakan, ah itu manja, saya lima juta rupiah per bulan saja cukup buat hidup, tidak bisa. Tiap orang kerasnya beda-beda. Karena itu makna jannat di sini dikonotasikan sebagai kemakmuran. Jadi Allah subhanahu wa ta'ala
44:12 memberikan kepada kaumnya, kepada kaum Nabi Nuh, juga kepada kaum Nabi Muhammad, kepada hamba-hambanya, kesempatan meraih rahmat Allah, melalui istighfar. Nanti Al-Fakir akan sampaikan sebuah kisah terkait dengan istighfar. Berikutnya, sungai-sungai. Sungai-sungai ini adalah kenikmatan bisa fisik, bisa non-fisik. Jadi gini, kita ini menikmati sesuatu, bukan menikmati secara fisik. Kita makan itu fisik. Harta itu fisik. Taman-taman sudah fisik, tetapi kemewahan. Sudah bukan sekunder apalagi primer. Itu sudah tersiar.
44:58 Sungai-sungai itu mengalir indah, gemericik air, itu sudah bentuknya kenikmatan yang apa ya disebutnya? Spiritual. Sudah tambahan yang lebih tersiar lagi, di atas tersiar lagi. Kadang seseorang ketika dia sudah tercukupi kenikmatan primernya, kenikmatan sekundernya, Pemewahannya Ada sesuatu yang hilang, dia back Mencari ketenangan Suara alam Ada membuat jiwanya menjadi tenang Maka kemercik air-air sungai Indah, bersih Itu juga hiburan mata Hiburan telinga yang mendengar itu Jiwanya menjadi tenang Nah ini, dengan istighfar Kita akan seolah-olah nanti dihadirkan Perasaan
45:45 setenang orang yang berada Di sebuah pegunungan Aliran sungai ada taman-taman yang indah, Masya Allah. Dan itu nanti tentu ada di surga. Tapi ini di dunia, kita diberikan itu. Dan manfaat istighfar, kita lihat hadis Abu Daud dari Ibnu Abbas, nomor 1518, dan Ibnu Majah yang diriwayatkan Ibnu Majah, hadis nomor 2819. Barang siapa yang beristighfar kepada Allah, akan diberikan jalan kesempitan. Dari jalan kesempitannya adalah jalan keluar, Dan setiap kesulitan yang dihadapi diberikan solusi oleh Allah dan diberikan rizki min hai sulayah tasib. Ini hadisun Hasan yang dirilatkan oleh Ibn Abbas. Jadi
46:33 kalau kita beristighfar, itu artinya kita diberikan rahmat oleh Allah SWT. Nah, itu singkatnya. Dan sebelum beranjak kepada ayat berikutnya, Al-Fakir kisahkan begini. Cerita tentang istighfar ini pernah dialami oleh seorang perdagang roti. Peristiwa ini terjadi dengan Imam Ahmad. Imam Ahmad, Rahimahullah, Ahmad bin Hanbal, berdomisili di Madinah. Suatu ketika beliau berjalan sampai ke Bagdad. Di Bagdad, pada waktu itu, beliau menginap di sebuah penginapan. Kalau sekarang mungkin istilahnya hotel. Tapi entah mengapa, di malam hari itu dia gelisah dan ingin sholat di masjid. Padahal itu
47:19 waktu sudah larut. Maka kemudian dia turun ke masjid, mencari masjid terdekat dari tempat penginapannya. Sampai dia sebuah masjid, dan itu juga biasanya marbotnya, kalau bahasa kita sekarang itu juga oke-oke aja. Tapi entah mengapa, pada waktu itu marbotnya galak. Sehingga Imam Ahmad bin Hambal setelah melasakan hal-hal sholat, kemudian diusir. Padahal Imam bin Ahmad sudah capek ngantuk, ingin tidur di situ. Lalu kemudian marbot tidak boleh tidur di sini, sekalipun di luar. Padahal biasanya boleh tidur di luar. Teras bukan di dalamnya. Ribut-ribut-ribut-ribut kemudian datanglah tukang roti. Tukang roti mempersilahkan Imam Ahmad bin Hambal untuk menginap di rumahnya. Dan anehnya Imam Ahmad bin Hambal juga nurut padahal dia sudah punya penginapan. Singkat cerita Imam Ahmad bin Hambal
48:04 menginap di tempat tukang roti yang ada di seberang masjid. Kemudian beristirahat dan di pagi hari sebelum subuh dia sudah menyaksikan kesibukan luar biasa tukang roti ini, ngadonin roti. Satu hal yang diamati oleh Imam Ahmad Jadi sejak pertemuan pertama kali hingga nantinya sebelum berpisah, lelaki penjual pembuat roti itu selalu mulutnya itu bergerak-gerak. Membaca sesuatu. Ternyata setelah itu ditanya, Saudaraku, yang kamu baca itu apa? Oh maaf, ini saya sambilan beristighfar. Adonin roti Astagfirullah Astagfirullah Astagfirullah Dia menyiapkan Ruangan untuk Imam
48:53 Ahmad Beristighfar Kemudian Kenapa kamu beristighfar? Kata beliau Semua yang aku inginkan Aku minta sama Allah Hampir semuanya dikabulkan Imam Ahmad mengatakan takjub Oh iya Tapi ada satu permintaan saya yang sudah lama saya inginkan tapi tidak dikabulkan Allah. Muhammad penasaran. Permintaan apa itu? Sudah lama sekali aku mendengar seorang alim dari Madinah. Seorang alim yang terkenal namanya sampai ke negeri ini. Tetapi aku ingin bertemu dan belum pernah diberikan kesempatan olehnya. Siapakah orang itu? Kemudian dia menjawab orang itu adalah Ahmad bin Hambal. Muhammad terkejut.
49:41 Dia kemudian memeluk lelaki itu. Dipeluknya erat-erat. Saudaraku, sesungguhnya Allah sudah kabulkan. Akulah Imam Ahmad. Yang engkau sebut-sebut itu. Karena zaman dulu belum ada foto. Belum ada media sosial. Tentu orang terkenal namanya. Tapi secara fisik ketika berhadapan belum tentu dikenal. Maka ini yang membuat skenario Allah. Yang membuat rencangan supaya Imam Ahmad Tidak betah di penginapannya. Kemudian mengeluarkannya ke masjid. Membuat takmir masjidnya atau marbotnya itu galak. Sehingga menyebabkan seorang alim ini, Ahmad bin Hanbal, tidak tidur di masjid. Kemudian juga yang menakdirkan itu tukang rotinya lewat di depan masjid. Sehingga kemudian mengambil Imam Ahmad dan
50:31 seterusnya. Ini maknanya rekayasa. Maka cerita itu kita ambil kesimpulan. Perbanyaklah istighfad. Lalu yang kedua, Nabi Nuh melanjutkan, mengajak istighfar untuk memulai meninggalkan berhala dan menyembah Allah. Nabi Nuh melanjutkan, Malaikum la tarjuna minallahi waqara, waqan halaqakum atwara, alam tarawu kaifa halaqallahu sab'a samawatin tibaqa, waj'ala alqamara fihin nanura, waj'ala al-shamsa siraja, Ini
51:20 luar biasa. Nabi Nuh AS setelah mengajak menyembah Allah, manfaat istighfar, sekarang berdialog. Ingin melakukan pendekatan saintifik. Ingin melakukan pendekatan rasionalis. Yang bisa dimasukkan akal mereka. Kenapa kalian orang-orang yang memiliki akal itu tidak percaya akan kebesaran Allah. Padahal kalian sudah diciptakan dengan atwar. Dengan proses. Kenapa Allah tidak menjadikan kalian langsung jadi atwar. Sehari dua hari tapi sembilan bulan. Di sini
52:11 makna dialog luar biasa. Nabi Nuh mengajak kaumnya mengenal penciptaan manusia dulu. Siapa yang menjadikan itu? Padahal asli manusia itu dari status mani. Kemudian mani itu status mani laki-laki tentunya. Karena di dalam Al-Quran disebut mani iyumna. Mani yang memancar. Yang kemudian dari situ membuai ofum. Sel telur perempuan. Menjadilah nutfah. Dari nutfah itu menjadi alakah. Kemudian menjadi mudrah. Mudrah dan alakah. Setelah itu diberikan. Diberikan tulang. Kemudian ditutupi daging. Berubah manusia kecil janin. Menjadi bayi dan keluar serta seterusnya. Itu. Siapa yang menjadikan itu?
53:00 Itu adalah Allah. Lalu manusia jika tidak sanggup untuk menadaburi dirinya sendiri. Coba lihat alam sekelilingnya. Allah subhanahu wa ta'ala disini menciptakan langit, bintang, jagad raya, semuanya. Orang-orang yang melihat penciptaan Allah. Coba saya bacakan disini. Yang pertama, tujuh langit. Sekalipun makna tujuh ini eksak atau tidak, disitu debatable. Karena sesungguhnya hakikat langit tinggal detik ini tidak ada yang tahu. Sementara para pakar astronomi, mengatakan bisa jadi itu adalah lapisan-lapisan di atas bumi. Yang terendah disebut atmosfer, nanti ada zonosfer, ionosfer, dan seterusnya, dan itu lebih dari tujuh. Berarti angka tujuh itu menunjukkan apa? Menunjukkan banyak.
53:52 Ada yang mengatakan hakikatnya tidak diketahui. Itu lebih tinggi lagi dan kita tidak tahu. Langit pertama pun kita tidak tahu. Oke lah di luar itu. Coba lah manusia melihat ke atas. Luas sekali. Dan kenapa Al-Qamar, bulan itu yang sesungguhnya tidak memiliki cahaya, tapi kelihatan bercahaya. Dia menyimpan dari cahaya, dari yang dipancarkan cahaya planet-planet lain, matahari. Itu bercahaya, kelihatan. Bukan hanya Qamar, sesungguhnya planet lain pun kalau bisa terlihat, dia bercahaya. Cahayanya dari mana? Allah yang memberikan. Bukan cahaya dari Matahari saja. Karena nanti di hari kiamat pun ketika matahari sudah digulung,
54:40 ketika sudah tidak ada lagi matahari, Maka bumi juga bercahaya dengan cahaya Allah SWT. Langit, setelah tadi penciptaan manusia, bulan, matahari, tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan itu kita suruh melihat bahasanya nabat. Ini supaya kita melihat pertumbuhan kita itu kayak tumbuhan. Kecil, besar, berbuah, daunnya ijo, kugur, kemudian tumbuh lagi, dan seterusnya. Kita itu seperti itu. Tumbuhan dari yang
55:27 kecil, hijau, Kemudian daun yang menguning jatuh. Dan yang jatuh bukan hanya daun kuning. Ada juga daun hijau. Menandakan apa? Kematian manusia tidak harus tua. Tumbuh-tumbuhan ini ada juga yang mati sebelum berbuah. Ada yang berbuah kemudian mati. Ada yang sekali berbuah dan seterusnya. Maka bahasa yang dipakai. Dia yang menumbuhkan kamu dari tanah. Menumbuhkan tanah. Dari tanah. Karena manusia dari tanah. Tanah itu diciptakan manusia pertama dan manusia berikutnya juga sesungguhnya inti sari dari tanah. Karena makanan orang tua kita itu juga berasal dari tanah. Bukan tanah.
56:15 Kalau makanan yang dimakan itu tumbuh-tumbuhan, ya ini makanan yang dimakan daging. Daging itu juga makan sebagian dari tanah. Minum air, air dari tanah dan sebagainya. Maka Berputar. Ini disebut dengan siklus. Kemudian. Allah akan mengembalikan kalian. Allah menjadikan bumi ini bisata. Bisata itu. Dihamparkan. Tapi bukan berarti bumi itu. Hamparan itu berarti. Bumi itu bentuknya flat earth. Jadi. Ini bukan dalil untuk kita berdebat. Bumi itu bulat atau bumi itu terhampar. Padahal disini
57:02 disebut bisapa. Tidak. Ini diterjemahkan dalam surat Al-Muluk yang tembari kita tada buri. Jadi bumi itu selalu cukup buat manusia. Itu disebut dihamparkan. Mau tinggal dimana saja sesungguhnya tersedia bagi Allah. Oleh Allah SWT memberikan tempat bagi manusia. Lalu Apa yang Allah subhanahu wa ta'ala harapkan dari kita setelah litas luku fiha subulan fi jaja supaya kamu bisa jalan-jalan di atas bumi mengamati tanda-tanda kekuasaan Allah ini adalah back kembali kepada yang pertama. Siapa yang menjadikan bumi kayak begini? Subhanallah hijau. Ada jurangnya. Kemudian ada gunungnya. Ada
57:49 lautnya. Ada sesuatu kehidupan indah di berdasar laut. Kemudian macam-macam. Kalau kita jalan-jalan di bumi yang terhampar itu, kita melihat tanda-tanda kekuasaan Allah SWT, Allah sungguhnya kirim sinyal-sinyal kekuasaannya dengan tanda-tanda itu dimulai dari diri kita. Diri kita ini diciptakan untuk selama-lamanya ada. Diri kita di dunia ini diciptakan dengan proses yang tidak mudah. Siapa yang menjadikan sel-sel yang sangat rumit, sel-sel otak yang luar biasa. Dan siapa yang menjadikan kita bisa menyimpan memori, sebagian tersimpan, sebagian terlupakan. Siapa yang membuat mata kita dengan struktur yang demikian luar biasa. Siapa yang membuat struktur fisik luar kita.
58:36 Ini luar biasa. Semua itu dikembalikan pada Allah SWT. Jadi para nabi menyampaikan dalil, menyampaikan wahyu, tapi juga berdialog. Jadi Nabi Nuh alaihissalam sudah melakukan segala cara dan nanti akibat respon dan mereka melakukan pembangkangan terhadap Nabi Nuh efeknya seperti apa insya Allah nanti kita akan tadaburi bersama pada pertemuan selanjutnya. Sebagai closing statement di mukaddimah ini Nabi Nuh alaihissalam kenapa disebut sebagai ikon kesabaran. Karena beliau bersabarnya itu luar biasa. Beliau menunggu kaumnya selama seribu tahun. 950
59:28 tahunnya adalah berdakwah, 50 tahun pertama adalah membasik secara sosial. Beliau juga tidak pernah minta dimutasi. Beliau tidak minta pensiun dini. Beliau bahkan nanti ada penentangan dari anaknya, dari istrinya, orang-orang terdekatnya tidak mau membela dirinya, bahkan justru berkhianat. Ini beliau kemudian menanggapinya Dengan menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta'ala. Kita tidak mendengar Nabi Nuh a.s. mengeluh kecuali kepada Allah. Karena sesungguhnya orang yang mengeluh kepada Allah, orang ini menjadi kuat. Dia akan menjadi tegar. Dilihat oleh orang-orang yang seolah-olah tidak punya masalah. Padahal kita tidak tahu. Karena orang ini punya tempat mengeluh yang aman. Punya tempat mengadu yang aman. Yaitu Allah subhanahu wa ta'ala.
1:00:16 Yang kedua, ada pesan menarik Nabi Nuh disini. beliau berikan kunci kita untuk keluar mengentaskan diri dari maksiat, yaitu dengan istighfar. Dan istighfar itu bukan hanya menghindarkan diri dari maksiat dan dosa-dosa, tetapi tadi mendatangkan riski yang luar biasa. Di situ istighfar membersihkan bumi dari kotoran seperti hujan yang deras, kemudian mendatangkan anak, harta, kemudian kemewahan, kemakmuran yang sekaligus membuat kita tenang. yang diibaratkan seperti anharo, sungai-sungai, kebercik air, dan sebagainya. Mudah-mudahan dan saya mengajak kepada akhwajifillah, kaum muslimat dimanapun Anda berada, para peserta kajian raksur online ini, mari kita perbanyak
1:01:03 istighfar. Karena Rasulullah SAW saja beristighfar, malam 100 kali, itu istighfar beliau yang sudah diampuni dosanya. Seharusnya kita beristighfar lebih dari itu, karena kebutuhan kita adalah Seperti hanya yang tadi dijanjikan Allah melalui lisan Nabi Nuh AS. Demikian yang bisa Al-Fakir sampaikan. Nanti insya Allah kita tidak lanjuti dengan sesi dialog. Dan silakan bisa bertanya, menambai, atau juga mengkritisi dan lain sebagainya. Allah Ta'ala A'lam, mohon maaf atas kekurangan dan keterbatasan. Aku lukaulihada. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Insya Allah Ya saya kalau khairan kasih Rafa Ustad
1:01:52 atas materinya Luar biasa ya Insya Allah sisir sekalian Semoga Yang mengikuti dari awal Ataupun yang tadi baru bergabung Insya Allah nanti kita bisa simak ulang ya Hanya saja untuk sesi pertanyaan ini Saya buka kesempatan selebar-lebarnya Kepada semua sisir yang Ingin mengajukan pertanyaan silakan menuliskan di kolom komentar seperti biasa, insya Allah nanti saya bacakan, atau bisa langsung menghubungi nomor atau messengers yang sudah disiapkan pula.