Ringkasan Singkat
Video ini membahas tafsir Surat Nuh bagian pertama, dengan fokus pada dakwah Nabi Nuh kepada kaumnya. Poin-poin utama meliputi:
- Mandat dakwah Nabi Nuh untuk memberi peringatan kepada kaumnya sebelum datang azab.
- Substansi dakwah Nabi Nuh yang mengajak kepada tauhid, takwa, dan ketaatan kepada rasul.
- Respon kaum Nabi Nuh yang menolak dakwah dengan berbagai cara.
- Manfaat istighfar yang dijanjikan Allah kepada kaum Nabi Nuh jika mereka bertaubat.
- Pendekatan dakwah Nabi Nuh yang menggunakan pendekatan saintifik dan rasionalis.
Pembukaan
Ustadz Dr. Saiful Bahri membuka kajian tafsir Surat Nuh, menekankan pentingnya mensyukuri nikmat Allah dan belajar dari kisah-kisah dalam Al-Quran. Kisah Nabi Nuh dipilih karena merupakan salah satu kisah yang paling banyak diceritakan dalam Al-Quran. Kajian ini akan dibagi menjadi dua bagian: pertama, tentang dakwah Nabi Nuh kepada kaumnya, dan kedua, tentang respon kaumnya terhadap dakwah tersebut.
Pendahuluan: Surat Ali Imran Ayat 33
Sebelum memulai tafsir Surat Nuh, Ustadz mengajak untuk membuka Surat Ali Imran ayat 33 sebagai tadabbur pendahuluan. Ayat ini menyebutkan bahwa Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran sebagai contoh bagi orang-orang setelah mereka. Dari kisah Nabi Nuh, kita dapat belajar tentang etos, konsistensi, kasih sayang, dan kegigihan dalam berdakwah.
Ayat 1-4: Mandat Dakwah Nabi Nuh
Allah mengutus Nuh kepada kaumnya untuk memberi peringatan sebelum datang azab yang pedih. Ini adalah mandat dari Allah kepada setiap rasul untuk berdakwah. Nabi Nuh menerima mandat ini dan berdakwah dengan sungguh-sungguh tanpa memperdulikan hasilnya. Nabi Nuh menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia adalah pemberi peringatan yang menjelaskan, mengajak mereka untuk menyembah Allah, bertakwa kepada-Nya, dan taat kepadanya. Dengan demikian, Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka dan menangguhkan mereka sampai waktu yang ditentukan.
Ayat 5-9: Respon Kaum Nuh
Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya siang dan malam, namun hal itu tidak menambah iman mereka, justru menjauhkan mereka dari kebenaran. Setiap kali Nabi Nuh mengajak mereka untuk beriman agar Allah mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari ke telinga mereka, menutupkan bajunya ke wajahnya, dan tetap mengingkari serta menyombongkan diri. Nabi Nuh berdakwah dengan berbagai cara, baik terang-terangan maupun diam-diam, namun respon mereka tetap sama.
Dakwah Nabi Nuh Selama 950 Tahun
Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun (seperti yang disebutkan dalam Surat Al-Ankabut ayat 14). Selama 50 tahun pertama, Nabi Nuh hidup harmonis dengan kaumnya, membangun kepercayaan dan menjadi teladan. Namun, setelah itu, penentangan dan pembangkangan terhadap dakwahnya semakin menjadi-jadi.
Ayat 10-12: Manfaat Istighfar
Substansi dakwah Nabi Nuh adalah mengajak kaumnya untuk bertaubat dan menyembah Allah. Nabi Nuh berkata kepada kaumnya, "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun." Jika mereka beristighfar, Allah akan menurunkan hujan yang lebat dari langit, memperbanyak harta dan anak-anak mereka, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untuk mereka. Istighfar memudahkan seseorang untuk meluruhkan keangkuhan dan kesombongannya.
Ayat 13-20: Pendekatan Saintifik dan Rasionalis
Nabi Nuh menggunakan pendekatan saintifik dan rasionalis dalam berdakwah. Ia bertanya kepada kaumnya mengapa mereka tidak takut akan kebesaran Allah, padahal Allah telah menciptakan mereka dalam beberapa tingkatan kejadian. Ia mengajak mereka untuk memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita yang cemerlang. Allah menumbuhkan mereka dari tanah tumbuh berangsur-angsur, kemudian akan mengembalikan mereka ke dalamnya dan mengeluarkan mereka pada hari kiamat. Allah menjadikan bumi sebagai hamparan agar mereka dapat pergi kian kemari di jalan-jalan yang luas.
Kisah Tukang Roti dan Imam Ahmad
Ustadz menceritakan kisah tentang seorang pedagang roti yang selalu beristighfar dalam setiap aktivitasnya. Berkat istighfarnya, semua keinginannya dikabulkan oleh Allah, termasuk keinginannya untuk bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal. Kisah ini menekankan pentingnya memperbanyak istighfar.
Penutup
Nabi Nuh disebut sebagai ikon kesabaran karena kesabarannya yang luar biasa dalam menunggu kaumnya selama seribu tahun. Beliau tidak pernah mengeluh kecuali kepada Allah. Nabi Nuh memberikan kunci untuk keluar dari maksiat, yaitu dengan istighfar. Istighfar tidak hanya menghindarkan diri dari maksiat dan dosa-dosa, tetapi juga mendatangkan rezeki yang luar biasa. Ustadz mengajak kaum muslimat untuk memperbanyak istighfar.

