TANYA JAWAB MASALAH MARA RIBUT DAN MENGAMPUNI - PETER GUNTUR

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang bagaimana merespon orang yang menyebalkan atau menyakiti hati, pentingnya kepekaan terhadap Roh Kudus, dan tanggung jawab suami dalam rumah tangga. Beberapa poin utama meliputi:

  • Mendoakan dan memberkati orang yang menyebalkan sebagai cara untuk melepaskan kekesalan.
  • Memposisikan diri dengan tepat terhadap orang yang sering menyakiti agar tidak terus terluka.
  • Pentingnya meminta hikmat dan sabar kepada Tuhan sebelum marah atau bertindak.
  • Semakin kita mencintai Tuhan, semakin kita harus peka terhadap perasaan-Nya dan menghindari perbuatan yang mendukakan Roh Kudus.
  • Kewajiban suami untuk menafkahi istri, kecuali dalam kondisi tertentu seperti sakit atau PHK.

Pembukaan dan Doa

Pendeta mengawali dengan doa, memohon Roh Kudus untuk menguasai hidup mereka, memberikan hikmat, wahyu, dan pengertian agar semakin memahami ketetapan Tuhan. Ia juga berdoa agar jemaat didapati sebagai orang-orang yang berkenan dan melakukan kehendak Tuhan sampai akhir.

Cara Menghadapi Orang yang Menjengkelkan

Seorang jemaat berbagi pengalamannya tentang cara mengatasi kekesalan terhadap orang lain. Dulu, ia menggunakan cara melempar ranting untuk melepaskan emosi negatif. Namun, setelah menjadi Kristen, ia memilih untuk mendoakan dan memberkati orang yang membuatnya kesal. Awalnya sulit dan terasa pahit, tetapi dengan terus-menerus memaafkan dan berdoa, ia akhirnya bisa melepaskan kekesalan tersebut. Pendeta menambahkan bahwa mengikuti Tuhan memang tidak enak di awal, tetapi hasilnya akan baik pada akhirnya, berbeda dengan mengikuti keinginan daging yang enaknya di awal tetapi mahal bayarannya di belakang.

Maaf dan Cuek: Apa Bedanya?

Pendeta menjelaskan perbedaan antara memaafkan dan cuek. Cuek berarti mendiamkan atau membiarkan saja tanpa sakit hati, kecewa, atau kepahitan. Ia menekankan pentingnya menggunakan hikmat dalam memilih teman dan memposisikan diri dengan tepat terhadap orang yang sering menyakiti. Tujuannya bukan untuk membenci atau menjauhi, tetapi untuk melindungi diri agar tidak terus terluka. Jika terus-menerus disakiti, lama-lama kita bisa marah.

Diam dan Membiarkan Tuhan Membela

Jika kita dikhianati, dijelekkan, difitnah, atau diperlakukan buruk, jangan membalas, tetapi diam saja. Saat kita diam, kita memberi waktu kepada Tuhan untuk menjelaskan segala sesuatunya dan membela kita. Daging memang ingin membalas, tetapi dengan berdiam diri, kita mengizinkan Tuhan bekerja. Pendeta juga berbagi pengalamannya ketika kesal, ia berdoa kepada Tuhan dan meminta izin untuk marah, tetapi akhirnya memilih untuk mendoakan dan memberkati orang yang membuatnya kesal.

Tanya Tuhan Sebelum Marah

Pendeta menekankan pentingnya bertanya kepada Tuhan sebelum marah atau bertindak. Jika kita ingin marah, tanyakan dulu kepada Tuhan apakah diizinkan atau tidak. Seringkali, saat berdoa, hati kita akan menjadi tenang. Tuhan itu mengalah jika kita memaksa-Nya, tetapi kita harus menanggung sendiri resikonya. Lebih baik menuruti ketetapan Tuhan karena ujungnya akan baik. Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita tidak mau sembarangan dan semakin peka terhadap perasaan-Nya.

Kepekaan Terhadap Perasaan Tuhan

Semakin kita mencintai seseorang, semakin kita sering melukai perasaannya. Demikian pula, semakin kita mencintai Tuhan, kita harus hati-hati agar tidak melukai hati-Nya. Kita harus memiliki kepekaan terhadap perasaan Tuhan. Jika kita melakukan kesalahan, kita akan merasa tidak enak. Itu berarti hati nurani kita benar dan hubungan kita dengan Tuhan benar.

Jangan Mendukakan Roh Kudus

Roh Kudus adalah seorang pribadi yang tinggal di dalam diri kita. Jika kita melakukan dosa dengan sengaja terus-menerus, kita mendukakan Roh Kudus. Jika Roh Kudus didukakan terus-menerus tanpa pertobatan, Allah sendiri akan berperang melawan kita. Semakin kita mengenal Tuhan, semakin kita harus memiliki kepekaan.

Tanggung Jawab Suami dalam Rumah Tangga

Seorang jemaat bertanya tentang kewajiban suami untuk menafkahi istri. Pendeta menjawab bahwa suami harus bekerja dan tidak boleh malas. Jika suami sakit atau di-PHK, itu cerita lain. Namun, jika suami malas dan tidak mau membantu perusahaan istrinya, itu masalah. Istri perlu mendekati suami, mengajaknya berbicara dengan tenang, dan mencari solusi bersama. Suami yang tidak mau bekerja bukanlah laki-laki sejati.

Khotbah dan Doa

Pendeta melanjutkan dengan khotbah dan doa, mengajak jemaat untuk merasakan kuasa Tuhan dan maju ke depan. Ia berdoa agar Roh Kudus membuktikan kehadirannya dan memberikan urapan kepada jemaat.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Terima kasih Tuhan buat malam hari ini Tuhan bicara di tengah kami, urapi kami semuanya. Roh Kudus kami minta Engkau menguasai seluruh hidup kami. Kami minta roh hikmat, wahyu dan pengertian mengalir memenuhi kami sehingga kami dibuat mengerti semakin hari berjalan dalam ketetapan-Mu. Didapati menjadi orang-orang kesukaan-Mu, didapati menjadi orang kesayangan-Mu sampai garis akhir kami bisa melakukan tepat seperti yang Kau mau. bimbin, pegang dan terus bawa kami seritme, seirama dengan Engkau sampai garis akhir Tuhan. Dalam nama Yesus kami mau belajar firman-Mu. Haleluya. Amin. Silakan duduk dalam hadirat Tuhan. Ada

0:47 yang mau tanya? Apakah nyang semua ini? Gini apa? Ayo mau tanya apa? Cuma mau sharing sih, Pak yang masalah tadi mengasihi orang yang bersyarat pada kita. Oke. Dulu kan sama kadang kalau namanya orang ngeselin kita pasti kesal ya, Pak. Terus bisa yang seperti bilang, kadang bos bisa bikin HP berhari-hari, bermalam-malam saya bisa enggak tidur mikirin kata-kata gitu kan. Ya, tapi maksudnya ee sekarang tuh saya cari cara gini sebenarnya ini udah berapa tahun sebelum saya join Kristen. Saya belajar ini dari ada satu ee Buddha, dia bukan dia dia ee follower Buddha waktu itu dia ngajarin ee Sidarta gitu. Tu dia. Jadi ngajarin kalau misalnya dulu ya ini sebelum saya masuk Kristen. Jadi jadi kasarnya gini,

1:32 kita anggap aja kita pegang ranting terus semua yang kita kesal kita alurin ke ranting ini gitu Pak. Terus habis itu ranting ini kita lempar. Jadi itu kekesalan kita disalurin ke ranting terus dilempar gitu supaya bisa kasarnya bisa let go bisa lepas gitu kan ya. He. Nah, itu sebelum saya masuk Kristen. Nah, semenjak saya masuk eh instead of lempar ranting di dalam hati saya supaya saya bisa lepas, bisa letin dengan dengan jadi saya biasa kalau kesal saya kasih waktu oke 5 menit saya boleh marah 5 menit saya kesal saya oh eh oh kayaknya bisa kesel-kesel dulu habis itu saya pilih oke udah udah udah let's go maafin aja udah tapi dengan saya maafin dengan saya doa awal-awal susah jujur masih kesal masih kesal lebih dari 5 menit bisa sampai 15 menit masih kesal lagi keingat lagi tadi udah

2:18 maafin tapi 15 menit kemudian ingat lagi kesa lagi kayak gondok lagi payah lagi gitu kan. Tapi sekarang yang saya lakuin ee teman saya nih manjur buat saya, Pak. Saya malah ini doain terus berkatin orang terus malah pelan-pelan ini bisa lewat, Pak. Jujur enggak tahu kenapa gitu maksudnya. Padahal awal-awalnya enak aja kenapa berkatin ya ngesel gitu kan. Masih kenyang pas lagi doain berkatin biarpun saya tahu itu susah ya apa di di Alkitab ditulis gitu kan. Berat. Heh. Iya. Pas lakuinnya tetap agak kesal. Masih pahit masih kesal kayaknya eh enggak terima masih gondok gitu kan. Tapi dengan saya maafin pelan-pelan udah maafin ulang ulang ulang ulang sampai saya berulang-ulang ulang lama-lama jadi let sih Pak jujur ya firmannya dikenapi ya benar i maksudnya ya lucunya gitu ya ini kita sering ributkan

3:05 kasih tahu kita boleh ributkan tapi hanya berapa menit hanya 2 menit jelek-jelek harus beres daging teriak enggak sampai sekarang enggak pernah ribut tuh Yo salah kalau dia. Ah ni coba lihat Google Map nih. Coba lihat. Is tahu sendiri kan perempuan enggak bisa lihat Google Map kan? Belok kanan harusnya belok kanan suruh belok kiri kan. Ha ini salah ternyata macet ya saya ngomel ya udahlah sekarang paling ributnya. Kita gak pernah ribut tuh hal yang penting. Boleh ribut konflik the beres. I'm sorry udah kita beresin enggak lebih dari by caranya apain? Doain ya minta maaf. Enak enggak buat

3:53 daging? Doain suami yang menyebelin enak apa ora? Enggak enak. Enggak enak tuh. Tapi ketika kita lakukan bagian kita seperti ibu tadi ternyata firman digenapi. Ya kan? Kok enteng ya? Yang dari mana ini? Kok bisa enteng nih? Kok bisa plong? Dari mana ya? Firman yang kerja toh. Saya bilang ikut Tuhan kan gak enaknya di awal, di akhirnya enak. Kamu ngikutin daging enaknya di awal, belakangnya bayar mahal kayak pakai kartu kredit. Hei, gesek gesek. Nih belanja nih enak nih diskon by one get three belanja belanja belanja. Enggak tahunya akhir

4:39 pula kok tagihanku bengkak ya. Dosa itu seperti kartu kredit. Enaknya di depan, bayarnya di belakang. Ikut Tuhan tuh cash Mordenina berkelimpahan. Amin. Sakit memang. Ada lagi Ibu Sirli. Maafin sama cuekin sama enggak sih? Ya beda [Tertawa] cuekin itu didiamin bukan diamin maksudnya aja gitu ya udah biarin aja l gitu loh dia mau apa ya biarin aja l gitu loh tapi ibu kesal enggak enggak kesel enggak enggak biarin aja biarin a iya

5:28 biarin aja yang penting enggak sakit hati enggak kecewa enggak kepahitan ngerti enggak Kan kita juga harus pakai hikmat toh. Ibu tahu kalau itu ular kobra berbisa kalau matok mati. Ibu elus-elus cari gara-gara namanya. Ih lucu ya lucu leh patok mati. Sudah tahu bunga mawar itu bagus kan? Terus kamu pegang-pegang enggak tahu kecocok duri ya sakit. Sudah tahu duri didekatin. Kita harus berhikmat i memilih teman. Ya kalau orang itu sering sekali nyakitin jangan terlalu dekat. Pasti kamu terluka, tetap baik, tetap respek, tetap hormat.

6:15 Tahu memposisikan diri dengan tepat. Bukan membenci, bukan menjauhi, tapi memposisikan diri diri kita ini dengan tepat. Jangan sampai terluka terus. Kalau kita dilukain terus-terusan, lama-lama kita ngamuk loh. Kita harus memposisikan diri dong. Sudah tahu itu orang jatnya bukan main kan. Kebiasaan yang buruk menghancurkan. biasa yang baik yang baik i kan karena pegawa. Tapi kalau misalnya teman mungkin kan kita enggak berteman. Tapi kalau saudara gimana? Masa enggak bersaudara? Kan ya bersaudara ya tetap halo. Tapi ya jangan dekat-dekat. Kalau dekat-dekat kan pasti bersinggungan terus kan. Sudah tahu ini orangnya enggak bertobat kan. Sudah tahu orangnya enggak bertobat ya saya hello aja doain aja jangan terlalu kalau kalau di selalu

7:01 ditusuk dari belakang gimana? Dibiarin aja. Kalau aja kalau sering kita dhianatin, kita dijelekin, kita difitnah, kita diperlakukan buruk, enggak usah balas, diam aja. Waktu kita diam, waktu kita diam sebenarnya kita memberi waktu Tuhan untuk menjelaskan segala sesuatunya dan untuk membela kita. Tapi daging kan maunya bela diri kan. Kalau bisa ketemu gua jegal itu kapok hajar kalau bisa maki balik jangan diam aja. Waktu berdiam diri kita izinkan Tuhan membela kita waktu berdiam diri tadi enak enggak? Oh dagingmu bisa gemetaran kalau

7:48 ngelihatnya. Ingat dia lagi berdoa ingat dia ni. Tuhan kirim malaikat cekek dia Tuhan kesal aku. Saya ini kalau lagi kesal gitu saya ngomong sama Tuhan, "Tuhan aku tuh kuasel. Aku pengin marah boleh enggak marah Tuhan?" Nanti kalau pengin marah seseorang, doa aduh terima kasih. Barang siapa memberi air kepada seorang hamba Tuhan akan diberkati. Amin. Pabrik air tadi aku ngomong sampai mana ya? Kalau lagi kesal eh saya ini kalau lagi kesal saya kan kesal kadang ya saya masih daging suka makan samcano ya makan bakmi kadang daging muncul ya pendeta

8:33 itu enggak sempurna masih ada daging tapi saya cara saya kalau saya kasel pengin marah saya enggak mau berdosa dengan mulut saya maki itu saya enggak pernah karena mulut saya terlalu mahal dan diurapi sekali saya enggak mau ngomong jelek ngomong buruk makai orang gak pernah saya berdoa Tuhan aku pengin marah aku kalau bisa Kok izinkan woh tak gini ini boleh apa yang enggak ya Tuhan. Eh Tuhan diam aja. Tuhan diam aja. Ya kan Tuhan enggak perlu ngomong lagi. Kan Tuhan sudah banyak ngomong ayatnya. Berkatin doa kalau bisa samperin kasih makanan kan. Kalau seturumu mau lapar setu itu siapa? Musuh. Kalau lapar suruh ngapain? Kasih makan dengan kasih. Enak enggak kasih makan musuh kita itu? Enak enggak beliin

9:19 kue orang yang nyebelin tuh? Enak enggak? Enak aja. Tapi dengan kita berlaku seperti itu kan kita menaruh barang api di atas kepalanya. Gimana? Apa yang terjadi kalau ada api di rambutnya? Gundul enggak itu lama-lama? Iya. Benar apa enggak? Loh, Alkitab loh yang ngomong loh. Iya. Itu kan pembalasan. Saya kalau lagi kesal sama orang, saya enggak mau enggak mau langsung frontal tak doain. Saya sendiri bukan bukan apa, saya doa dulu boleh marah enggak? Tuhan ngomong ya kan takut kalau kita mau marah lapor Tuhan jadi marah enggak? Hm. Enggak. Ingat-ingat nanti kalau kesal sama orang, pengin marah sama orang, ngapain? Doa dulu. Tanya dulu.

10:04 Sabar dulu. Tanya dulu, doa dulu. Boleh marah sama tu nanti sama Tuhan diizinin marah enggak? Enggak. Waktu berdoa tiba-tiba kok hatimu mak pelong. Ibu-ibu biasanya langsung meledak kan. Iya. Sekarang tanya Tuhan. Tuhan aku kuat pengin marah pengin ngomel enggak? Nek kamu ngomel nanti tanggung rezeki sendiri. Mesti Tuhan Roh Kudus kasih kasih impresi begitu. Kamu pengin marah-marah nanti tanggungan sendiri akibatnya. Ingat enggak? Tuhan itu kalau kita paksa dia ngalah sama kita. Punya anak kan? Karena punya anak ya waktu kecil gitu lucu-lucu anak kita lempar bol main bola dilempar bola

10:49 atau diginiin terus kita tiba-tiba jatuh kan enggak? Aduh sakit ini karena apa kita? Karena kita sayang sama anak kita kan. Iya ya. Seringki Tuhan berkali-kali ngalah loh ketika anaknya itu ngotot. Ingat enggak? dengan apa yang dilakukan Hizkia, dia harusnya ngapain? Mati enggak menurut ketetapan surga? Mati toh. Iya. Tapi dia ngotot sama Tuhan minta apa ya? Perpanjangan umur. Menurut ketetapan surga, Hizkia mati. Tapi dia ngotot minta perpanjangan. Dikasih perpanjangan enggak? Kasih. Tapi resikonya kan ditanggung dia kan. Waktu diperpanjang 15 tahun kan. Waktu

11:35 berjalan perpanjangannya 12 tahun, dia punya anak namanya Manasir. Gara-gara itu orang Israel nyembah berhala loh. Mati dihabisin loh Tuhan. Nek ngotot sama Tuhan tanggungan dewe. Iya. Lebih baik nu nurut. Nurut enak enggak? Enggak enak. Harus ngikut ketetapane Tuhan. Tapi ujunge enak. Amin. Amin. Ngikuthan tuh kayak begitu. Kekristenan yang sejati itu begitu. Bukan ngotot mau kita sendiri. Aku gini, aku gini. Wah, ngawur. Dienturin tembok jeder baru tahu rasa. Semakin kita kenal Tuhan itu semakin kita tuh enggak mau sembarangan. Ngeri ikut Tuhan tuh. Semakin kita dekat sama

12:22 Tuhan itu semakin ngerti perasaan. Takutnya perasaan. Semakin saya mencintai istri saya kan saya enggak mau. Kadang ibu-ibu tuh paling sering disakitin oleh perkataan suamimu kan daripada perkataan orang lain kan. Benar enggak? Iya. Punya perasaan enggak sih? Punya. Iya kan? Kadang suami ngomong Mas bodo amat ya. Ya kalau orang lain ngomong bodo amat kan. Iya. Tapi karena suami yang dicintai. Iya. Terus kadang suami kan tahu sendiri ya. Kadang ngomong tan suami itu kadang ngomong baru ngomong kadang lupa kan. Iya. Iya. Kadang ngomongnya tajam kan ibu-ibu masih kepikiran kan. Heeh. Terus waktu kalau saya ya secara pribadi saya kadang ngomongnya itu kadang kita lagi ngobrol-ngobrol terus Ani kamu ngerasa

13:09 enggak aku sayang ngomong enggak katanya kamu ngomong galak katanya. Kapan ya aku galak ya? Saya sendiri enggak sadar. Enggak sadar. Enggak sadar. Enggak. Enggak galak tadi loh kalau ngomong tuh begini begini begini. Saya sendiri enggak ngerti gitu. Tapi sejak itu saya belajar. Oh saya mesti rem nih kata-kata saya. Padahal saya enggak pengin nyakitin dia. Ngerti enggak? Iya sengaja. Enggak ya aja kadang ketemu. Nah ini tolong ambil ini nih. Gitu ya kan kadang nadanya agak tinggi gitu. Menurut dia itu melukai. Karena apa? Semakin kita mencintai seseorang itu kita seringkiali melukai loh perasaannya loh. Iya. Semakin kita mencintai Tuhan, hati-hati loh kamu. Kadang pelakuan si kamu bisa melukai hatinya Tuhan. Makanya semakin kita mencintai Tuhan, kita semakin memiliki kepekaan. Iya. Pernah kan kalau bikin

13:56 kesalahan eh ngobrol-ngobrol begini nih tanpa sadar menyombongkan diri atau ee jelekin orang gitu. Pulang rasamu enggak enak kan? Ada pernah ngerasa yang enak kan? Benar enggak? Kenapa? Karena kamu nyakitin hati Tuhan kan. Ih Tuhan aku tadi kok bikin kesalahan ya? Kok enggak enak ya rasaku? Itu tuh hati nuranimu tuh benar. Kamu hubunganmu sama Tuhan tuh benar. Yang enggak benar itu ketika ngomongin orang lain atau menyombongkan diri itu bodo amatlah bangga malahan. Woh itu yang parah itu. Tapi ketika kita bikin kesalahan pulang pas sendirian itu kok enggak enak ya. Pasti merasa lu. Saya seringkiali juga tadi kok aku ngomongnya agak gimana ya tu? Tuhan ampuni aku Tuhan ya kayaknya

14:42 aku nyakitin hatimu. Saya berdoa sendiri diam. Iya gitu. Itu nyakitin Tuhan tuh ya kan mendukakan. Tapi omah malam kalau tidur pasti doa ya terus minta Roh Kudus kita salah apa gitu ya. Berarti tiba-tiba di satu waktu W dietin gitu. Iya. Oh iya gimana ya? Aku kayaknya tadi ngomong salah. Nah sekarang ibu-ibu kalau suamimu ngomong tadi ngomong nada tinggi maksudnya enggak menyakiti. Perasaanmu gimana? Sedih. Sedih enggak? Iya. berduga enggak? Sedih itu sama berduga kan sama toh. Makanya kalau ada ee enggak usah diomongin serem ya, ngomongin rumah duka serem ya, ngomongin rumah sukacita aja ya. Kadang berduka itu kan sedih toh. Iya. Makanya di Efesus 4 ayat 30 coba baca

15:29 salah satu orang. Roh Kudus itu kan seorang pribadi toh. Bukan burung merpati bukan sekedar kuasa, bukan apapun, tapi dia seorang pribadi. Makanya jawab Bapak baca Ibu Noa. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Janganakan. Ngerti enggak? Kalau kita melakukan dosa dengan sengaja terus-terusan itu Roh Kudus kan seorang pribadi yang sekarang tinggal di dalam diri kita. Makanya kalau kita tadi melakukan kesalahan kan ada templakan kan, ada tertemplak, ada rasa gak enak di sini kan. Apalagi kalau kita baru marah-marah bisa langsung berdoa nyembah hosana

16:17 glor bagimu bisa enggak? Susah kan? Iya. Karena apa? Ada rasa tertuduh, rasa tertemplak dan rasanya enggak enak di sini. Siapa yang marah rasanya enggak enak banget setelah marah kan kamu tanpa sadar mendukakan kan. Kalau Roh Kudus didukakan terus-terusan tanpa tanpa bertobatan, sikapnya, kelakuannya buruk, jelek, pengin tahu hasilnya apa. Buka Yesaya 63 ayat yang ke-10. Ini dua ayat ini favorit saya. Yesaya 63 ayat yang ke 10. Baca salah satu orang.

17:03 63 ayat 10. Tetapi mereka memberontak dan membukakan kudusnya, maka ia berubah menjadi musuh mereka dan ia sendiri berperang melawan mereka. Iya. Itu hurufnya apa? Kecil. Gar. Siapa itu? Tuhan di Yakubus dijelaskan, "Roh Kudus yang ditaruh di dalam dirimu diingininya dengan cemburu, diproteksi, dijagain begitu rupa." Alkitab yang lain berkata, "Kamu mendukakan anak diampuni. Kamu mendukakan Roh Kudus tiada ampun." Pernah dengar ayat itu? I sebelum Yesus naik ke surga, dia minta kepada Bapak, Roh Kudus tinggal di muka bumi, tinggal

17:50 bersama kita. Dulu Roh Kudus menyatu dengan Bapa. Dalam bahasa Inggris ini nanti lihat di kitab Mati, di kitab Yohanes, Roh Kudus itu outpit. Outplet what is the meaning outplet? Keluar yang dulu menyatu bersama Bapa, sekarang tinggal di dalam diri kita. Makanya kalau orang mendukakan Roh Kudus terus-terusan, akhirnya Allah sendiri berperang melawan di ayat tadi. Kalau Allah tidak di pihak kita, kita menjadi musuh nyala. Jadi apa kita kira-kira? Jadi bubur enggak? Bawa belur enggak? Hancur enggak? Ngerti enggak? Semakin kita kenal Tuhan semakin memiliki kepekaan. Kepekaan. Kepekaan.

18:36 Kepekaan. ke Pekaan terus-terusan dan kita akan lanjutkan tahun depan sampai di sini. Amin. Ya kan tahun ini sudah enggak ada ya tergantung bugem toh ya. Saya sebagai hamba nurut aja. Oke, Pak. Saya mau nanya, kalau misalnya dalam rumah tangga suami istri, apa memang kewajiban suami untuk menafkahi istri? Suami harus suami enggak kerja itu harus dikepret itu. Oh, suami enggak boleh malas. Tapi masalahnya kadang ada beberapa hal. Kalau suaminya sakit, enggak bisa kerja leh cerita, Pak. Kecuali Iya. Kalau

19:22 suaminya sakit, suaminya sakit gimana? Enggak. atau suaminya enggak sakit. Tapi memang dia ee kayak stupid di PHK gitu loh. Oh, kalau PHK ya suruh minta hikmat Tuhan cari kerja. Tapi kalau suami dari tahun kalau suaminya malas gak baru. Iya. Enggak. Dia suruh bantu perusahaan istrinya juga enggak mau. Ibu mesti tahu suami biasanya gengsi. Nah, iya terlalu gengsi gengsi ya. Ada yang suami gengsi kadang enggak mau. Enggak mau. Nah, itu gimana caranya? dekatin, ajak ke tempat yang tenang, ngobrol-ngobrol santai. Enggak bisa kaku ya orang ya? Bukan kaku. Ee dia gimana ya pokoknya enggak deh. Jadi dia malah jualan jualan-jualan

20:09 online dia di tempat dia mah dia. Oh ya gak apa-apa yang penting menghasilkan apa-apa. Cukuplah enggak cukup tapi coba cukup nanti coba diomongin dengan baik. Cukup diomongin pasti enggak cukup istrinya lebih besar jauh. Parfum untungnya berapa sih? Iya. Malah istrinya dimarah-marahin apa gitu loh. Sebenarnya itu stres suaminya jadi malu ya jadinya apa jadi malah ya kalau saya bilang ya itu suami laki-laki itu gengsi ketika enggak ada kerja enggak ada kerjaan terus penghasilan istri lebih gede kok rasanya dia enggak berharga enggak bernilai. Justru kenapa kok dia enggak bantu istrinya? Ya memang ada beberapa hal perlu dikomunikasikan, tapi selama

20:55 dia masih mau bekerja masih oke. Kalau suami enggak mau bekerja itu bukan laki-laki sejati. Itu itu gimana? Itu dia suami kedua. Meski dengerin saya mesti saya omelin habis itu. Oh, suami kedua ya maksudnya? Iya. Suami kedua. Suami enggak? Suami kedua. Jadi ee menikah pertama ya? Menikah pertama memang suaminya enggak benar gitu. Judi-judi terus sudah ceret. Nah, ini suami kedua. Tapi dulu suaminya is a komisaris. Oh, karena udah kayak retrens retra gimana sih? Berapa? Udah siudah 60an. Udah 60 susah. [Tepuk tangan] Ada orang-orang tadi ketika kau merasakan kuasa Tuhan, angkat tanganmu.

21:43 Angkat tanganmu. Maju ke depan. Roh Kudus, aku mau buktikan kau hadir dalam bukan karena tapi karena suruh maju suruh maju.

22:32 nas Jesus [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Now Jesus name Jesus name Jesus

23:23 Jesus Ibu ini sesang terima semakin semakin semakin [Musik] Saya lihat dalam mimpi ketika saya berdoa ada urapan buat [Musik] kuasanya power [Musik] Jesus name No. Jesus. Masih enggak tahan dengan hadirat Tuhan ya. Iya. Masih enggak tahan dengan

24:09 hadirat Tuhan. Kuasa Jesus semakin mengar Jesus. Biar di situ. [Musik]

Share

Ringkasan Video YouTube