0:00 komentar-komentar kalau dari klienku gini orang tuanya bilang apa sih depresi kamu kurang Iman gitu Padahal ada loh orang yang rajin salat rajin umrah puasa Iya tapi tetap stres kok tetap anxiety kok gitu kalau kita bicara dalam konteks apapun ritual-ritual yang ada di dalam tradisi Islam salat itu kan adalah proses healing Sebetulnya aku tuh resarch hampir 14 tahun nih banyak orang di Indonesia yang melakukan ritual enggak ngerti apa-apa [Musik] Hai semuanya Jumpa lagi bersama aku Samanta elsener di relate podcast dan kali ini udah ada tamu agung c yang selalu membahas tentang hal-hal spiritual dan kalau udah ngebahas
0:47 tentang spiritual tuh pasti dalam ngelotok semuanya kang Abu Marlo Selamat datang di relate podcast akhirnya ya cuman bisa bilang ngomong akhirnya biasanya aku yang diundang ini kang Abu yang datang ya alhamdulillah dan Entah ini udah episode ke berapa cuman aku pertama mau bilang selamat ya punya podcast gitu akhirnya ya akhirnya Thank you setelah kegalauan panjang ya I begitulah dan terima kasih juga untuk moto movie karena sudah support equipment podcast relate kita ada rodepept my white dan broadcaster pro to white untuk mixernya jadi buat kalian yang lagi cari kebutuhan podcast atau produksi lainnya langsung aja ke motomovie com nah kang Abu yang udah
1:33 ditunggu-tunggu nih sebetulnya ditunggu-tunggu topik-topik tentang healing secara Islam oke wah berat banget ya healing secara Islam tapi coba kita kemas ringan ya Kang ya i ya ya karena kan suka banyak gitu ya komentar-komentar kalau dari klienku gini orang tuanya bilang apa sih depresi kamu kurang Iman gitu Nah itu gimana tuh sebagai kacamata guru spiritual Enggaklah ngeguru spiritual murid muurid murid sama doong aku juga murid Iya kita kan sesama murid lah ya iya oke eh mungkin kalau kita bicara dalam konteks healing dalam Islam sih mbak yang penting untuk kita ketahui bahwa memang itu banyak banget orang atau orang tua yang bilang kalau anaknya
2:19 sesuatu atau siapapun tuh pasti kaitannya kurang Iman gitu pasti aja kurang Iman kurang Iman gitu nah Padahal aku juga kan banyak banyak banyak teman psikiatri ya I dan ini kita bicara fakta He ada loh orang yang rajin salat rajin umrah puasa Iya tapi tetap stres kok tetap anxiety kok gitu sehingga kalau kita bicara dalam konteks Iman nah ini kayaknya kita dalamemin dulu sedikit nih Nah ini nih yang saya tunggu-tunggu nih Nah gini Mbak kalau kita bicara dalam konteks Islam Islam itu bisa dilihat dari beberapa sudut pandang contoh Ee Kita tahu bahwa dalam perspektif diri itu ada kata-kata kan suka ini sering banget kalau kamu mengenalimu kamu mengenal tuhanmit kir nah yang menarik adalah
3:07 ketika kita bicara dalam konteks diri diri Kita tuh multiayer super multiayer gitu kayak bawang ya kayak bawang Iya samaah kalau dalam perspektif di Psikologi itu kan ada psikoanalisa I ada habit ada humanistik humanistik nantiak jadi transpersonal gitu misalnya dalam perspektif diri juga kita penting menyadari bahwa mana Islam sebagai identitas he dan mana Islam sebagai value gitu ah Karena tidak semua orang yang katapya Islam memiliki value Islami gitu Iya karena kalau kita bicara Islam cuman hanya identitas melakukan ritual hanya dalam konteks fisik itu dia hanya melakukan yang namanya olahraga gitu tapi tidak mengolah batinnya sementara
3:52 kalau kita bicara dalam konteks healing dalam Islam kan topiknya ke situ gitu ya saya mungkin akan mengambil bahwa healing itu kan tidak terjadi hanya dalam konteks fisik gitu Betul tapi membawa konteks yang namanya Man Arafah nafs nafs itu artinya jiwa Iya J at least Kalau ngomongin ke psikologi bahwa konteks dalam esensi yang healing itu kan sebetulnya bukan gerak fisiknya gitu nah contoh Mbak kalau kita bicara orang beriman orang beriman itu enggak ditentukan sama identitasmu apa gitu karena orang yang ktp-nya Islam belum tentu beriman iya ya kan benar puasa misalnya yang dipanggil tuh bukan Hai orang-orang yang ktpya Islam tapi ya Ay in amanu Hai orang-orang yang beriman Iya artinya iman tidak terletak pada identitas aku mungkin pakai analogi gini Mbak ada aku satu tuh sumber Heeh aku
4:40 dua tuh percikan ruh Heeh aku tiga Tu jiwa He aku empat itu jasad Heeh jadi ada 4 3 2 1 gitu nah aku empat itu kan identitas Heeh aku tiga itu jiwa Heeh pertanyaannya kalau yang dipanggil Hai orang-orang yang beriman Iman kan bukan urusan fisikal heeh tapi aku tiga gitu he banyak aku di dalam aku nih nah yang penting untuk kita sadari bahwa orang beriman itu bukan ya kan sekarang banyak yang bicara orang yang percaya atau orang yang apa Okelah itu enggak salah gitu tapi kita Deep dive dari kata iman itu sendiri Kita bisa panjang cerita iniya karena iman itu satu akar kata dengan aman Oh gitu Oh iya jadi orang yang beriman adalah orang yang jiwanya safe and secure Oh maka disebut orang beriman orang yang
5:28 beriman orang yang jiwanya safe secure sa secure Wow mungkin kalau dalam perspektif bahasa di Quran itu dikatakan Mutmainah tenang tenang Iya jiwanya tenang gitu Iya i Makanya kalau ada orang ngomong kayaknya kamu kurang beriman Entar dulu nih perspektif mana gitu Kayaknya memang kamu kurang tenang jiwanya benar he Tapi saya lebih prefer ketika ada orang sesuatu dia bukan kekurangan Iman kekurangan pengetahuan sebetulnya oh karena ketika dia kekurangan pengetahuan I dia kekurangan pemahaman dia pasti akan kekurangan ketenangan Iya benar sih Nah sekarang tuh orang enggak beriman tuh dianggap enggak Salat enggak puasa bukan itu sih sebetulnya justru kalau kita bicara dalam konteks apapun ritual-ritual yang ada di dalam tradisi Islam let say yang
6:14 lima kali sehari salat itu kan adalah proses healing sebetulnya Iya walaupun itu dikenal sebagai pilar Islam kan pilar Islam karena Segala sesuatu akan menjadi Islam Islam itu kan damai I kedamaian terjadi ketika jiwanya tenang latihan untuk menenangkan jiwa namanya salat gitu So that's why salat itu dalam bahasa artinya terhubung connecting connecting to the higher self gitu itu yang bikin aku jadi pindah kesebut ya gitu ceritanya Iya di tengah kegalauanku mencari ketenangan itu gitu aku mencoba untuk melakukan salat dan di situlah aku mendapatkan kedamaian saat benar-benar sendirian betul betul tapi Mbak Aku mau relate kan sama kan relate
7:01 ni ya aku tuh resarch hampir 14 tahun nih benar dan kita tahu bahwa ya Maaf ya kalau kita bicara Indonesia negara yang orang Islamnya paling banyak tapi ternyata enggak paling Islami gitu kenapa Salah satunya banyak orang di Indonesia yang melakukan ritual enggak ngerti apa-apa he he Jadi sekarang ada orang yang baca Qurannya rajin khatam Iya salat Iya tapi dia enggak ngerti tujuannya untuk apa Kenapa karena hanya dilakukan dalam bentuk dogma dan doktrin iya salat tidak mempengaruhi kejiwaan yang tenang Heeh karena dikerjainnya aja didorong oleh yang namanya feness gitu H karena kita terdogma terdoktrin dari kecil Kalau enggak Salat jadi dosa nanti masuk neraka makanya orang kalau ngerjain itu tuh ya Yang penting seakan-akan hanya menggugurkan kewajiban
7:49 tapi tidak terkoneksi kepada esensial gitu H itu yang terjadi dalam konteks ya based on resarchnya Abu gitu ya Nah sehingga tidak ada korelasi sih antara ya sor ya he salat itu kan tujuan salat itu kan jembatan bukan tujuan Iya makanya kan kalau di dalam Quran tuh ada kata-kata utluma uhiya ilaika Minal kitab wa akimiah dan ini part yang paling menarik innata tanha Anil fahsyaai Wal munkar salatmu itu mencegah perbuatan keji dan munkar Heeh so kalau sekarang let's say kita ngegosip kan keji ya he sebelum zuhur ngegosip habis zuhur ngegosip he Berarti salatnya enggak sadar lawan kata sadar namanya mabuk maka janganlah kamu salat dalam keadaan mabuk maksudnya Mabuk apa iftitahnya enggak ngerti alfatihahnya enggak ngerti bacaan pendeknya enggak
8:35 ngerti tiba-tibaikumaikum udah aja kilat salatnya gitu satu kilat yang kedua itu kan cuman aku empat yang salat jadi kadang-kadang aku tuh enggak bisa ngebedain ini orang lagi salat apa lagi senam sih gitu jangan-jangan cuman olahraga tapi jiwanya tidak terkoneksi gitu makanya ada satu statement juga bahwa fawailil Musin Celakalah orang yang salat yang konteks di situ hanya hanya menggugurkan kewajiban Iya menyelesaikan rakaat tapi tidak membuat your soul atau jiwa kita safe and secure gitu Iya iya makanya ending dari salat itu adalah salam kanan dan salam kiri gitu he Jadi kalau habis salat rese gitu habis salat tetap ribet gitu ya berarti kan tidak holistik Antara Aku empat jasad aku tiga jiwa aku dua nyeruh jadi
9:23 enggak nyambung gitu jadi maksudnya salatnya masih mikirin gasnya sudah dimatiin atau belum gitu balik lagi M gimana m husuk begitu Allahu akbar rakaat dua rakaat ya gitu Iya sih siapa tuh yang suka gitu tuh ya kan sehingga tidak menjadikan si lima kali itu sebagai Me Time ya Mbah psikolog lah ya aku enggak harus ceritain lagi tentang bagaimana jiwa itu bergejola kan Iya jiwa bergejola Karena datang dari impuls pendengaran dan penglihatan he betul enggak yang kita dengar dan yang kita lihat akan jadi pikiran bahwa jiwa kita ini manas kita ini kan pikiran perasaan dan emosi ini kan semuanya benar Nah sesaat kita menyadari dari subuh ke zuhur aja he itu impuls pendengaran penglihatan pikiran kan terjadi terus tuh benar so begitu Allahu akbar Allahu
10:10 akbar stop sebentar he istirahat bentar Heeh disonnecting dari apa yang kamu dengar apa yang kamu lihat apa yang kamu pikirkan So that's why kita mengambil wudu kan H wudu itu kan sebetulnya releasing tuh maka ketika wudu membasuh telinga kan bukan ngebersihin kuping he yang kamu dengar dari subuh ke zuhur Apa sih yang kamu lihat dari subuh ke zuhur Apa sih yang kamu pikirin Apa sih yang kamu ucapin apa sih yang kamu posting apa sih langkah ke mana itu kan Deep contemplating sebetulnya sebenarnya iya kan sehingga untuk masuk ke dalam level yang namanya penyatuan di salat Kenapa salat juga awalnya adalah menutup ini semua dan untuk membuka hati itu kan meim sebetulnya he proses healing sebetulnya untuk menjeda sesaat dari pikiran perasaan emosi memori imajinasi
10:59 so kita punya calmness gitu sebenarnya sebenarnya cuman kan hal-hal Ini enggak diceritain enggak di enggak menjadi sesuatu hal yang umum gitu intinya Berapa rakaat bacaannya apa selesai makanya orang tua tuh banyak banget yang nanya gini Mbak sem Kamu sudah salat atau belum lupa target salat itu adalah kejinya turun munkarnya turun He kan Kayaknya akan lebih esensi kalau kamu hari ini tenang engak jiwanya iya ya kamu hari ini maafin orang enggak Kalau pertanyaannya dibalik gitu ya Iya heeh jadi sibuk di jembatan He tapi enggak nyampai ke tujuan gitu Heeh yang akhirnya jadi judgem sosial bahwa yang jadi Saleh itu adalah yang rajin ke masjid begitu gitu salah enggak sih tapi ketika salat itu hanya menjadi jembatan
11:46 tanpa menuju kepada titik sampai berarti kan enggak utuh gitu enggak utuh he terpecah juga jiwanya iya iya ya makanya yang yang teman saya pikiatri bilang bahwa salat rajin tapi stres gitu berarti kan enggak fulf soulnya Iya gitu enggak feel safe and secure gitu berarti kan enggak ada keimanan dong kalau gitu Kenapa karena enggak ada knowledge salatnya dilakukan hanya Apa kebiasaan gitu filosofinya enggak diperdalam ya yes pemaknaan sih karena kan kita tuh penting banget untuk memaknai sesuatu yang paham sih sebenarnya memahami apa yang kita lakukan karena kalau yang kita lakukan tidak kita pahami jadi autopilot kan jadi habit benar benar jadi Habits Ya udah sih kenapa ya karena dulu
12:31 disuruh orang tua aja selesai itu mending kalau yang lebih dalam karena aku takut sesuatu gitu nah ketakutan ya Mbak sem tahu ya seseorang yang melakukan atas dasar ketakutan Pasti enggak ikhlas ngerjain ya tapi marketing kan banyak yang nakut-nakutin anyway ditakut-takutin pada level tertentu penting yes iya untuk membentuk muscle memory ya he misalnya tksd Nak kamu salat ya Nanti mama kasih permen dia kan enggak pengin salatnya tapi dia pengin permennya tapi Masa udah S1 S2 S3 masih nyari permen sih gitu masih nyari transaksional sih gitu nah kan Itulah kenapa penting banget juga untuk selalu mendalami apa yang kita lakukan tidak hanya dalam ranah aku empatnya He fisikalnya tapi
13:17 connecting soul-nya sih gitu Terus kalau misalkan kita punya luka batin Kang dalam kacamata Islam tuh baiknya kita mengobati luka batin kita kayak gimana kalau kita bicara dalam konteks kan nomor satu itu pasti syahadat ya Iya syahadat itu kan bersaksi dulu gitu Iya baru terkoneksi Heeh baru manzakah itu artinya membersihkan gitu nah dalam konteks yang namanya luka batin luka batin dalam perspektif Islam pembersihannya itu namanya zakat sih sebetulnya hm Jadi zakat itu artinya membersihkan bukan donation e donation itu action intinya adalah berdonasi adalah melepaskan kemelekatan aku terhadap harta i ya kan jadi kata kuncinya sebetulnya zakat itu bukan uangnya tapi sikap hati ketika kita
14:03 mengeluarkan uang gitu Iya karena yang terpenting sebetulnya gini semesta itu tidak melihat currency dolar atau rupiah He tapi semesta melihat seberapa tulus hatimu ketika melakukan karena itu yang paling penting sesaat kita ngasih tapi enggak tulus ya penilaiannya kan bukan dari berapa rupiah atau dolar yang dikeluarin gitu Nah iya dalam konteks ini makanya mungkin aku jump to the conclusion-nya begini Kenapa di Quran selalu dikatakan orang yang paling mulia Inna akromakum indallahi atqokum itu adalah orang yang paling takwa Mbak H jadi ketakwaan itu sebetulnya adalah cara bagaimana kita untuk melakukan yang namanya melepaskan luka batin gitu He nah jadi kalau kita bicara mau itu salat
14:48 puasa umrah haji kurban ini jembatan I titik sampainya itu takwa yang jadi pertanyaan gimana cara jadi orang takwa kan Nah sekaligus si takwa ini adalah output dari zakat juga ujungnya takwa gitu Jadi semua ritual apapun itu hanya jembatan sekali lagi Iya titik sampainya adalah takwawa berarti takwa itu kan enggak mungkin ada di fisik dong tapi ada di aku tiga ada di jiwa gitu pun nanti ada keruh di aku du dan seterusnya gitu yang menarik adalah takwa tuh at least gini Mbak kalau Quran 6.236 ayat di Peres itu cuman keluar kata takwa aja Dan kalau takwa diperes itu cuman keluar tiga ini aja heeh berarti kalau kita ngerjain yang tiga kita ngerjain the whole Quran gampangannya begitu Jadi ini adalah inti
15:34 sari sari dari Quran itu sendiri He nomor satu di alimran 134 itu dikatakan bahwa orang yang bertakwa adalah orang yang berinfak baik lapang maupun sempit itu nomor satu berinfak berinfak bersedekah berbuat kebaikan he jadi to be simple saya selalu bilang bahwa kalau kamu mau jadi orang takwa berhenti jadi orang pelit jadi yang pelit itu enggak bertakwa udah pasti lah Oh jadi kalau salat rajin t pantasan duitnya habis terus ya soalnya pelit k ngomongnya kayak pengalaman banget Ya Nah maksudnya gini dia salat rajin umrah rajin puasa rajin tapi pelit berarti dia muter di jembatan enggak nyampai gitu Hm karena point of view
16:20 dari semua ritual nomor satu yang paling penting adalah how we detach everything Iya karena disadari atau tidak Kita tuh tamunya semesta Mbak he yang namanya tamu tuh enggak pernah punya hak milik Maka kalau kita sudah jelas enggak punya hak milik aneh banget Kalau ada bilang bahwa aku kehilangan gitu mau kehilangan apa orang enggak pernah punya apa-apa Jadi kalau patah hati kehilangan berarti itu halu sih Tuh kan aku tidak kehilangan dia juga tidak kehilangan ya sudahudah aja tapi seakan-akan gitu ya tapi itu nanti bahasan yang beda sih Ya emang udah selesai aja kan J masa dinasnya selesai S jatuh temponya UD beres gitu gitu enggak ada KPR lagi Nah makanya nomor satu itu adalah hal yang paling berbahaya dalam hidup adalah attachment ketika kita melekat
17:07 Iya gitu karena si kemelekatan ini akan membuat kita enggak pure gitu mbak H So that's why kenapa alimran 134 itu bilang bahwa orang yang Takwa adalah orang yang belajar detachment terhadap harta Bendanya tapi kalau di psikologi kan justru attachment itu dibutuhkan antara orang tua dan anak untuk membentuk rasa secure tapi attachment dalam batasan apa kan i benar sih ada batasannya ada batasannya gitu tetap aja gitu ada Kapan ngegas kapan ngeremnya juga gitu karena Once attach terlalu attach si anak Pasti enggak punya personality misalnya dia enggak punya making decision yang Oke gitu jadi dependen jadi dependen Nah jadi balik gitu kalau bicara tentang bagaimana cara untuk melepaskan atau memperbaiki luka dalam tanda petik he diawali belajar untuk enggak pelit aja
17:53 dulu karena orang pelit itu sensi gitu royal ya Ya dia megang gitu mbak iya i attach gitu segala sesuatu tuh peng susah untuking Heeh He Itu nomor satu nah nomor dua ciri orang Takwa adalah dia pandai menahan amarah H control the Ego gitu he jadi Artinya gimana luka akan selesai kalau kita tidak pernah bisa mengontrol ego kan balik lagi Iya Ya kita tahu mana luka lagi nganga atau gimana kita tahu bahwa kcern semua apapun adalah semua luka kan terjadi bukan karena fakt eksternal he betul enggak Tapi bagaimana kita memaknai sesuatu yang terjadi pada eksternal so mungkin ya kalau pakai bahasa yang lebih gampang bahwa manusia tuh enggak pernah
18:40 punya masalah dengan apapun dan siapapun kecuali sama egonya kan benar anyway Iya so karena ego ada di dalam maka every problem kan bukan mencari jalan keluar tapi carilah jalan ke dalam karena sesaat yang di dalam selesai yang di luar beres pertanyaannya Bagaimana mau menyelesaikan luka yang di dalam He kalau kita pengin ngatur yang di luar seluar di luar di luar ngikutin maunya kita gitu ya Enggak beres-beres enggak beres-beres he sedih ketakwaan yang nomor dua itu benar-benar super self healing sih sebenarnya untuk Bagaimana melepaskan nah nomor tiga sih yang paling asik mbak he Wah ini paling asik sih Apa tuh orang yang Takwa adalah orang yang pandai memaafkan kesalahan orang lain selesai wow Jadi kalau sekarang ritualnya rajin gitu ya tapi
19:26 susah maafin ya belum nyampai sih bukan memaafkan diri sendiri ya lah seseorang yang bisa memaafkan orang lain udah pasti dia bisa menerima dirinya sendiri gitu tapi banyak kejadian Enggak seperti itu kan Ya I atau maafnya aja di mulut ya kan maaf di lebaran misalnya kan banyaknya basa-basi ya Iya heeh habis gitu maafnya lahir dulu lagi baru batin sebenarnya kan yang penting diberesin batinnya dulu gitu baru lahiriahnya bisa Oke gitu nah jadi kalau relate balik gitu ya bahwa keren sih kalau kita melihat ini secara holistik gitu ya tidak hanya dalam ranah fisik tidak hanya dalam ranah ritual tetapi dalam ranah keholistikan sebetulnya semua ibadah itu intinya adalah self heing
20:11 memperbaiki jiwa gitu Iya makanya nanti dalam derajat derajat jiwa tuh kan luas tuh Mbak he jadi ya balik lagi bahwa ketika kita bisa menjadikan semua ritual untuk penentraman jiwa ya inti dari semua Islam puncak itu apa damai gitu damai tenang gitu kan itu yang kita cari ya Iya ketenangan hidup gitu Heeh stabil tenang gak ada drama yang drama-drama minggir aja dulu ya tapi tapi at some point kalau kita jadi orang sabar kan perlu drama ya buat latihan sabar karena tidak ada orang sabar terjadi di pengajian tuh Enggak ada enggak ada trainingnya tapi udah selesai Kak udah episode berikutnya mohon maaf udah enggak mau lagi training tapi trainernya pasti datang
20:57 terus si Ah ya yang lain aja mau enggak mau Jangan sama orang itu Ya udahlah ya itu udah selesa lah ya Ah selesai Oke ya Jadi enggak boleh pelit enggak boleh pelit kontrol Imu egool ego gitu ya kontrol ego sendiri kan bukan ego orang lain kalau kita mengontrol ego kita otomatis kita juga pasti bisa ngontrol ego Orang kan iya ngejagain diri sendiri S ngjagain diri sendiri kan dan yang paling penting sih sebenarnyag Iya dan jangan lupa bahwa Memaafkan itu skill kalau enggak dilatih enggak bisa enggak ada orang yang tiba-tiba pintar memaafkan tuh enggak ada semuanya dilatih makanya dalam hidup di perspektif saya enggak ada orang yang hebat sih yang ada orang yang terlatih atau enggak gitu Iya makanya pada bingung ya sem kalau bisa maafin dia sih
21:45 gitu kan dilatih soalnya dilatih Berarti udah udah terlatih kan udah terlatih Heeh udah lewat Masa trainingnya udah udah lulus Ya udah lulus siap-siap ke stage berikutnya si he dapat Award Dapat reward so Apa yang harus dilakukan supaya kita bisa berlatih untuk enggak pelit dulu deh Itu kan susah banget ya kadang misalnya kayak orang minjam atau orang minta gitu atau ikut charity y ikut berdonasi y kita tahu sebenarnya itu adalah hal yang baik tapi pada saat kita memberi fisik kita kayaknya ngasih tapi hati kita ngedumel Nah itu gimana langkahnya supaya benar-benar bisa ikhlas dan tul memberi Oke caranya ada 15 Mak 15 wow Jadi saya merangkum dalam
22:34 15 l namanya Heeh Ya satu-satu boleh kita bahas ya boleh boleh l yang pertama latihan Heeh l yang kedua latihan Heeh l yang ketiga latihan Heeh sampai semuanya latihan ah enggak ada lagi Oke gua latihannya 12 tahun sih untung lulusnya cepat nah berkaitan sama pernah dengar ada kata-kata beramal saleh enggak pernah dong amal saleh itu artinya melakukan sesuatu Saleh itu artinya proper proper itu adalah tepat guna gitu heeh heeh penting untuk kita belajar beramal saleh artinya melakukan dengan tepat guna contoh Heeh kalau ada orang jatuh di sumur pengin nolong jangan ngasih r500.000 dong dia perlunya tali he Iya jadi artinya apapun yang
23:22 kita lakukan beramal salehlah proper gitu he ya artinya Enggak semua harus pakai uang iakua harus nalit Arya di situlah tingkat di mana kepekaan kita nanti akan terlatih gitu karena at some point Mbak Once kita tahu apa yang dialirkan di conscience kita nurani kita kita tahu kok gitu I bahwa at some point ya ketika ada yang minta tapi enggak mau nolong memang bukan bagian kita juga sih gitu karena bukan masalah keharusan bukan masalah aku harus menolong gitu tapi proper Git gitu kapasitas diri juga kapasitas gitu karena at some point ketika orang itu tidak kita tolong mungkin pelajaran buat dia bertumbuh gitu Iya gitu dan yang paling terpenting Pak tolonglah dengan kasih benar dan
24:09 janganlah menolong dengan kasihan Iya karena kalau nolong dengan kasihan orang yang dikasih tolong pasti nyebelin gitu ngeribbetin sama jangan sayang karena kasihan gitu Heeh pelajaran berharga ya ya aku ngomong gitu karena tahu udah pernah ngalamin sih gitu ya jadi relate banget kan banget gitu makanya kalau dalam perspektif itu kan kita menolong bukan konteksnya transaksional gitu He kenapa karena sesaat kita menolong siapapun yang sedang kita tolong kan diri sendiri sebetulnya sebenarnya sebetulnya karena ada hukum dalam semesta ini yang disebut pertukaran dan kembali lagi tabur tuai kan tabur tuai mau enggak mau apa yang dilakukan Keluar come back gitu terus gimana caranya mengontrol IG sendiri kan
24:56 kita susah kan Iya sih kacamata Islam Oke dalam kacamata psikologi Tuh semua Al gitu ya Gimana cara ngontrol Igo supaya regulasi emosinya Oke dan lain sebagainya gitu tapi dalam kontekstual islam Gitu gimana Apa yang perlu kita lakukan supaya kita bisa lebih mengenal diri kita tahu gimana menavigasi si ego ini supaya dia enggak liar kalau dalam perspektif itu disediakan training Mat yang namanya Ramadan salah satu untuk mengontrol ego kita adalah kita berlatih puasa kan puasa iya Dan puasa itu bukan urusan Enggak makan enggak minum Hm Tapi orang yang berpuasa saum atau siam ini sebenarnya saum atau siam tuh dua hal yang berbeda Iya tapi aku perlu Tiga
25:41 episode sih untuk ngejelasin panjang ceritanya ya Jadi kita make it simple orang berpuasa itu bukan karena dia menahan makan dan menahan minum bukan itu poinnya he Tetapi saya bisa beli makanan He tapi saya tidak mengambil hak membeli makanan h he dan hak ini akan saya kasihin ke fakir miskin gitu Hm karena saya mau melatih untuk tidak makan dan tidak minum dan saya mau melatih untuk memberikan hak ini kepada fakir miskin gitu he jadi bukan masalah nahan makan minum gitu Jadi jangan sampai orang puasa nahan makan nahan minum nahan ngasih juga gitu Iya jadi akhirnya cuman mindahin jam makan dari siang ke malam jamat akhir makan siang nanti begitu bangun habis sahur selesai gitu pikirannya nanti buka pakai apa ya urusannya kan cuman makan dan minum gitu
26:27 Iya benar jadi kalau kita bicara dalam konteks training untuk ego one of the best training adalah puasa sebetulnya tapi udah banyak orang yang berpuasa dia melakukan segala upaya untuk menahan egonya dia tetap orang yang paling egois ya balik lagi kan berarti yang dilakukannya Apakah hanya dalam bentuk dogma doktrin atau dia ngerti secara esensinya atau defensif Kang seringnya Iya balik lagi Balik lagi dan ya balik ya maksudnya orang yang rajin ibadah let's say dengan konteks yang namanya ritual puasa apapun ya Once dia tidak menyentuh titik aku tiga aku duanya ya dia balik lagi kan mbak perubahan datang dari perubahan Habits kan dan konteksnya adalah Habits itu bisa berubah karena
27:13 kita balik lagi yang tadi saya cerita ngerti apa yang dilakukan gu Iya pemahamannya itu pemahamannya gitu Nah makanya salah satu melatih ego kalau dalam perspektif Islam mau itu bicara salat I mau itu bicara salat itu kan kita disuruh diam loh ya ini ini balik lagi ya seenggak ngerti-ngertinya orang salat mbak tetap bagus kenapa coba at Le lagi salat engak ngomongin orang gitu ya at lagi salat tu gak ngposting hal buruk gitu diam dulu 5 menit tu Lumayan lah gitu gitu k benarar aku salat suruh nangis sama Kang Ab itu Kepaksa ya dan dan balik lagi ya kalau gak bisa juga dianggap bah ini salatnya khus banget Kenapa karena keluar air mata enggak juga Siapa tahu
27:59 baru diputusin pacarnya ya Heeh jadi penuh dengan emosi gitu nah ditinggalin Ditinggalin gitu misalnya tapi ya balik sih kalau ada orang nanya juga Gimana cara salat khusyuk gitu menderita aja karena dalam derita pasti salatnya jadi khusyu gitu Jadi ada bagusnya juga gitu ada bagusnya ya he jadi Everything Is paradox lah ya kerernnya pada paradoks itu nah jadi balik ke pertanyaan bahwa salah satu cara untuk kontrol the Ego itu adalah ah puasa puasa salat he ditambah kan kalau di bulan Ramadan Tuh kan si menu-menunya jadi banyak ya tarawih dibanyakin rakaatnya sahur bangun juga gitu Nah itu kan sebetulnya bagaimana melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan untuk breaking Old habits Iya dan kita
28:45 membangun new Habits gitu He automatic toous-nya diriset betul betul Nah makanya jangan sampai habis 30 hari hari pertama Syawal balik lagi gitu seringnya gitu sih ya soalnya mungkin puasanya cuma nahan lapar makanya Mbak kalau saya nanya kalau di ending-ending Ramadan tuh saya tanya Kebanyakan orang gimana mau lebaran atau mau 1 syawal Wah happy banget kalau orang udah Happy mau lebaran berarti dia enggak betah waktu puasanya gitu benar enggak berarti dia enggak enjoy gitu ya udah balik lagi tapi at least Ya udahlah ya setiap orang melakukan dengan kapasitasnya masing-masing dengan ya pertumbuhannya masing-masing at least ya semoga balik lagi He kata-kata kurang Iman lebih didalamin lagi bahwa kayaknya
29:32 kurang pengetahuan deh Mari dalami lagi pengetahuan Salat kita pengetahuan puasa kita pengetahuan keislaman kita karena sebanyak-banyak yang kita tahu kan lebih banyak yang kita enggak tahu ya jadi mencari tahu terus-menerus tuh adalah sesuatu yang penting gitu Iya kayak ini ya Pesan pertamanya adalah iqra iqra that's it baca ee lebih dalam sebetulnya Iqra itu artinya to observe Mbak H bukan literer membaca a u au gu iya he enggak gitu sih tetapi salah satu yang penting diikra adalah your feeling Iya karena dia adalah ayat yang paling nyata kontemplasi jadinya that's it makanya sesuatu yang tidak dikontemplasikan makanya Kenapa di salat ada khusyuk Iya itu tidak akan membangun suatu kesadaran baru gitu loh karena dilakukannya ya
30:17 balik lagi ya kontemplasi itu kan masuk ke wilayah kesadaran gitu Iya itu sih Nah yang ketiga bisa memaafkan orang lain itu kan susah n Bukan main kan ya kita bisalah lahir kita memaafkan gitu Ya udah maafin udah lupa gitu atau orang suka bilang ya Gua maafin tapi gua enggak akan lupa gitu sebenarnya memaafkan yang benar-benar secara batin tuh kayak gimana nah makanya Kenapa memaafkan disimpan nomor tiga Mbak orang yang bisa maafin artinya udah enggak pelit dulu Sudah bisa ngontrol ego baru bisa memaafkan Oh itu keren banget Mbak karena itu layering gitu makanya Kenapa disimpan nomor terakhir kenapa enggak memaafkan dulu menahan amarah baru menafkah kan gitu I tapi justru detachment controlling letting go Iya ya
31:04 Iya dan itu jadi satu sistem gitu ya ya ya aku ingat Tuh diajarin kang Abu tuh Untuk detoksnya itu nah balik segala bentuk apapun yang terjadi dalam kehidupan kita pasti di-cord dalam memori ya so Memaafkan itu bukan melupakan tapi memaafkan adalah mengingat tanpa emosi gitu Jadi bukan masalah aku tuh udah maafin tapi enggak bisa lupa emang enggak bisa lupa heeh Tapi waktu ngingat ada Z gitu enggak gitu ada voltage voltage emotioner at engak kerigger atau enggak dan That's Ok ketika kita mau melatih untuk letting go dan mengalami dulu masih ada rasa-rasa Trigger itu kan enggak masalah Heeh karena kan Ya gimana memaafkan langsung orang memupuk bencinya lama gitu he ya
31:49 kan berarti kan tapi aku enggak Benci sih Iya maksud aku ya kayak gitu deh konflik deh ya jangan benciil lah ya kan konflik mah kan pasti ada ya gitu konsernnya adalah gimana mau letting go kalau Kanya enggak melatih untuk letting go gitu Iya i ya Nah berarti kan yang paling esensial dalam memaafkan adalah menerima realitas gitu that's the TR acceptance acceptance he kata kuncinya akep makanya sebelum layak disebut manusia ya Kenapa ada al-ikhlas dulu gitu Iya maka ikhlas he Falak dengki baru disebut anak gitu ah karena kalau kita enggak ikhlas dan masih menyimpan kedengkian ya kita belum pure disebut
32:34 Anas itu sendiri gitu karena ya balik sih Mbak kuncinya semua latihan sih Iya Kuncinya semua dan dan menambah pengertian he dan hanya menyadari bahwa dalam hidup tuh Enggak banyak masalah gitu He kenapa saya bilang enggak banyak masalah karena dalam setiap kelas yang pernah saya datangin begitu saya tanya hidup punya masalah enggak itu enggak mikir semua ngomong banyak gitu tapi enggak tahu masalahnya apa Nah simply Ketika kita bicara dalam konteks ini kan cuman satu Mbak He the problem in life only nih ya cuman ini aja udah apa yang aku inginkan enggak kejadian udah itu aja that's the problem kan cuma satu berarti urusannya adalah keinginan Iya Nah berarti kan antara keinginan lebih
33:20 besar dari realitas Heeh atau kita bisa mengontrol keinginan untuk sama dengan realitas gitu Wow nah itu nanti mengalir gitu He nah bagaimana kita menerima realitas that's the true Islam gitu karena Islam itu total Surrender Surrender ke mana kepada realitas ujungnya gitu nasib ya okelah itu nasib takdir Qada Qadar panjang ceritanya ya panjang tapi sementara Oke deh gitu Iya i ya karena kan selaras dengan psikologi juga ya Kang hal yang paling sulit kita lakukan dalam hidup kita acceptance menerima kan begitu kita sudah bisa menerima ya udah Oh itu jadi pelajaran hidup itu jadi proses kita belajar apa yang kita udah pelajarin yang bisa kita terapkan lagi ke dalam
34:06 hidup kita supaya kita enggak Mengulangi kesalahan yang sama lagi tuh betul dan dan kesulitan-kesulitan itu kan aku pinjam perspektif tasawuf misalnya Mbak He kembali ke Tuhan returning to god kembali ilaiirojiun itu ada tiga caranya oke satu the way of love h As ya yang kedua the way of knowledge harus ada knowledge he dan ini yang ketiga sih the way of suffering suffering-nya juga ada Iya makanya Once Enggak suffering seperti Rumi selalu bilang gitu luka adalah tempat cahaya masuk gitu Wow Makasih ya aku sudahah dikasih luka makanya kan sebelumnya engagement ring Iya jadi Wedding Ring jadi suffering
34:52 gitu Wow itu harus ada gitu maksudnya harus ada divorce R ada divorce New Hope kan anyway new hop bercerai itu bukan berhenti saling mencintai tapi berhenti saling menyakiti betul betul sekali ini jadi belok ya udah Oh ini sp-sel episode berikutnya episode berikutnya thank you so much Kang Thank you semoga ada sesuatu yang bisa diambil dari obrolan penting ini sih pasti Ah banyak banget kayaknya spillnya kita minum sekalian k Bu sambil menutup episode kali ini Oke setelah
35:38 belajar berapa menit nih tapi lumayan lah ya iya lumayan banget oke thank you ya Kang Thank you Terima kasih semoga bermanfaat [Musik]