TIGA HAL YANG MERACUNI JIWA MU - Ps CALISTA PRISKILA

Peter Guntur www.youtube.com

Ringkasan Singkat

Video ini membahas tentang pentingnya mengelola pikiran dan perasaan agar selaras dengan kehendak Tuhan. Dijelaskan bahwa pikiran dan perasaan yang tidak terkontrol dapat menjadi medan pertempuran yang dimanfaatkan iblis untuk mengganggu kehidupan kita. Ada tiga virus perasaan yang seringkali merusak kehidupan kita, yaitu virus mengasihani diri sendiri, virus merasa kalah (loser), dan virus tidak pernah merasa cukup (never enough). Kunci untuk memenangkan pertempuran ini adalah dengan menawan segala pikiran dan perasaan, serta menaklukkannya kepada Kristus.

  • Pikiran dan perasaan memengaruhi tindakan dan kehidupan kita.
  • Tiga virus perasaan: mengasihani diri sendiri, merasa kalah, tidak pernah merasa cukup.
  • Kunci kemenangan: menawan pikiran dan perasaan, menaklukkannya kepada Kristus.

Pembukaan

Kalista membuka dengan doa syukur atas anugerah Tuhan dan menyatakan kerinduan untuk mengasihi dan menyenangkan hati Tuhan lebih dari apapun. Dia memperkenalkan diri dan menyampaikan bahwa pelayanannya banyak berfokus pada wanita, karena setiap wanita berharga di mata Tuhan. Kalista menekankan bahwa setiap orang percaya adalah anak Bapa dan ahli waris kerajaan surga.

Pikiran dan Perasaan: Sumber Permasalahan

Seringkali kita salah paham dengan Tuhan karena perbedaan pola pikir dan perasaan. Pikiran yang ruwet dan perasaan yang tidak selaras dengan pikiran Tuhan menjadi sumber permasalahan. Oleh karena itu, penting untuk belajar mengelola pikiran dan perasaan agar selaras dengan kehendak Tuhan. Setiap tindakan kita bermula dari pikiran, sehingga pikiran yang baik akan menghasilkan tindakan yang baik, dan sebaliknya.

Mengontrol Pikiran

Sama seperti kita mengontrol apa yang masuk ke mulut untuk menjaga kesehatan fisik, kita juga harus menjaga pikiran kita agar tetap sehat. Pikiran yang tidak terkontrol akan menjadi medan pertempuran terbesar, di mana iblis dapat masuk dan mengganggu kehidupan kita.

Tiga Virus Perasaan

Ada tiga virus perasaan yang setiap hari kita hadapi, yang jika dibiarkan akan membunuh kita pelan-pelan:

  1. Virus Mengasihani Diri Sendiri (Self-Pity): Belajar dari Paulus yang tidak mementingkan diri sendiri meskipun mengalami banyak penderitaan. Jangan terlalu fokus pada perasaan sendiri, tetapi pikirkan perasaan Tuhan.
  2. Virus Merasa Kalah (Loser): Lawan perasaan kalah dengan iman yang kuat. Ingatlah bahwa di dalam Tuhan, kita lebih dari pemenang. Kalista menceritakan pengalamannya kehilangan catatan khotbahnya, namun tetap maju karena yakin Tuhan menyertainya.
  3. Virus Tidak Pernah Merasa Cukup (Never Enough): Virus ini merasuk ke seluruh dunia, membuat orang tidak pernah puas dengan apa yang mereka miliki. Penting untuk memiliki rasa syukur dan merasa cukup dalam segala keadaan.

Jurus Sakti: Menawan Pikiran dan Perasaan

Kunci kemenangan dalam pertempuran melawan pikiran dan perasaan adalah dengan menawan segala pikiran dan perasaan, serta menaklukkannya kepada Kristus (2 Korintus 10:3-5). Roma 7:22-23 mengakui adanya perjuangan melawan dosa setiap hari. Kalista memberikan jurus sederhana: "Hus!" untuk mengusir pikiran dan perasaan yang tidak benar.

Efesus 4: Manusia Baru

Dalam jurus "Hus," ada tiga hal yang harus dilakukan:

  1. Jangan hidup lagi seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah.
  2. Jangan beri kesempatan kepada iblis.
  3. Jangan mendukakan Roh Kudus Allah.

Kita adalah anak raja dan ahli waris kerajaan Allah, sehingga kita harus menjaga pikiran dan perasaan kita agar tidak mendukakan Tuhan.

Penutup dan Doa

Kalista mengajak untuk terus menjaga iman percaya kepada Tuhan sampai akhir. Dia menutup dengan doa, memohon ampunan dan kekuatan untuk menawan pikiran dan perasaan, serta menaklukkannya kepada Tuhan Yesus. Dia juga memohon agar tidak memberikan kesempatan kepada iblis dan menyenangkan hati Tuhan sampai akhir hayat.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Hari ini kami boleh ada semua karena anugerah-Mu. Kami tahu Tuhan, hanya Engkau yang kami pandang dalam hidup kami. Oleh karena itu Tuhan, pagi hari ini kami mau sama-sama berkata, mengasihim-Mu, menyenangkan hatimu, mencintaimu lebih dari apapun. Itulah yang menjadi janji kami. Itu yang menjadi kerinduan setiap kami ya Bapa. Terima kasih Tuhan. Terima kasih. Berbicaralah Engkau di tengah-tengah kami pagi hari ini Tuhan. Berbicaralah seluasluasnya. Kami tahu Engkau ada di tengah-tengah kami. Dan kami tahu Engkau sedang melawat setiap kami,

0:45 memulihkan setiap kehidupan kami, memberkati setiap kehidupan kami, dan menyembuhkan setiap kehidupan kami. Terima kasih Bapa yang baik. Di dalam nama Tuhan Yesus kami sudah berdoa. Haleluya. Amin. Shalom. Shalom Bapak Ibu. Shalom Pak Robet. Terima kasih. Terima kasih Tuhan Yesus kalau kita boleh ada pagi hari ini ya. Tuhan baik buat setiap kita. Ee buat yang belum kenal perkenalkan saya Kalista. Saya selama ini pelayanan banyak di wanita. Hati saya tuh buat wanita, buat ibu-ibu, buat anak remaja, pokoknya buat

1:30 perempuan deh. Karena setiap wanita itu berharga di mata Tuhan. Betul ya, Bapak, Ibu ya. Ee dan pagi hari ini ada satu kebenaran firman Tuhan yang kita sama-sama mau sharing bahwa setiap kita menyadari bahwa kita itu anaknya Tuhan, kita itu anak Bapa. Amin. Ya, bahwa setiap kita bukan lagi hamba, tetapi adalah anak. Anak. Tuhan berkata bahwa bukan cuma anak, tapi kita juga adalah ahli waris. Ahli waris apa? Kerajaan. Ahli warisnya kerajaan surga. Ya. Nah, masalahnya kita sebagai seorang anak

2:17 kadang-kadang kita suka salah paham sama Tuhan. kita ee kita sebagai anak di dunia, mungkin kita sebagai orang tua hari ini, mungkin kita sebagai oma, mungkin kita sebagai opa hari ini, kadang-kadang kita suka salah paham sama anak kita, sama orang tua kita, sama pasangan kita, sama cucu kita. Betul enggak, Bapak, Ibu? Betul ya. Kenapa su salah paham? Ayo, kenapa suka salah paham? Kalau nak dunia sudah berubah pikir pola pikiran orang-orang pola pikir orang beda-beda. Oke, keren jawabannya, Pak. Ada lagi?

3:06 Beda pendapat. Ada lagi. Oke, benar nih, Bapak nih. Jadi memang kenapa kita suka salah paham dalam berhubungan apapun? terutama hubungan orang tua dan anak ya. Kenapa? Karena kita pikiran kita sama pikirannya enggak sama. Benar enggak? Iya kan? Saya punya anak umur 18 tahun lagi sedang-sedengnya Bapak Ibu. Kadang-kadang saya nangis bergumul buat dia. Kenapa? Karena padahal saya sebagai mama, sebagai orang tua pengin kasih dia yang terbaik. Ya kan? Kita orang tua ada enggak yang pengin kasih anak kita yang kurang baik?

3:54 Enggak ada. Tapi anak itu kadang-kadang pemikirannya beda. Beda sama kita. Dimulai dari mana? Pikir. Pikir. Pikiran. Benar ya. Kadang-kadang perasaannya beda. Mungkin kita enggak kasih dia sesuatu yang baik di mata dia, tapi dia mulai merasa bahwa Mami enggak sayang aku. Sering begitu, Bapak, Ibu? Sering ya. Anak saya berapa hari lalu tuh baru ngomong, "Mami enggak sayang aku. Mami enggak mau aku anak." Padahal apa yang kita pikirin, apa yang kita perjuangin adalah yang terbaik. Benar ya? Demikian juga dengan Bapa.

4:41 Bapa di surga itu sudah memberikan yang terbaik, rencananya yang terbaik buat setiap kita. Tapi yang menjadi masalah kita, yang menjadi sumber permasalahan kita sama Tuhan sebenarnya apa? pola pikir kita dan perasaan kita, pikiran kita itu kadang-kadang terlalu ruwet, pikiran kita terlalu banyak mikir. Nah, itu saya tuh pikiran saya tuh enggak bisa diam gitu loh. Kenapa? Karena dan apalagi pikiran

5:28 kita banyak, enggak sama pikirannya Tuhan. Iya kan? Nah, oleh karena itu penting banget buat kita belajar gimana sih caranya kita mengelola pikiran kita. Gimana caranya kita mengelola perasaan kita? Kita mulai dari pikiran ya, Bapak, Ibu ya. setuju apa enggak sama saya bahwa setiap tindakan kita semua pasti bermula dari pikiran ya kan semua tindakan kita bermula dari pikiran ada enggak orang yang tiba-tiba ngebunuh enggak kita enggak dipikirin reflek aja pokoknya ngebunuh

6:16 enggak ada ya ada enggak orang yang pergi kita ee makan ke satu restoran langsung aja tiba-tiba nyampai pasti kita udah pikirin eh kita mau makan apa ya iya kan kita mulai pikirin enak A enak B enak C ya semua tindakan kita dimulai dari yang namanya pikiran nah oleh karena itu penting banget buat kita gimana caranya pikiran kita itu bisa sama sama pikiran Tuhan Karena pikiran kita itu akan sangat mengontrol kehidupan kita.

7:02 Kalau pikiran kita baik, tingkah laku kita akan baik, tindakan kita akan baik. Tapi kalau pikiran kita jelek, pikiran kita jahat, maka apa? Hidup kita akan jahat. Kalau pikiran kita kotor, hidup kita akan kotor. Setuju? Nah, banyakan kotornya apa baiknya Bapak Ibu? Banyakan baiknya atau buruknya pikiran kita? Wih, ngaku semua ya sama kayak saya. Kita nih setiap hari berjuang. Berjuang. Tiap hari kita berjuang. I kan sekarang gimana caranya kita ngontrol pikiran kita? Ya kan? Setiap hari Bapak,

7:50 Ibu kontrol enggak apa yang masuk ke mulut Bapak, Ibu? Kontrol enggak apa yang masuk ke mulut Bapak, Ibu? Apa yang kita makan? Kita atur enggak? Uh, saya mau hidup sehat. Saya atur. Saya enggak mau makan yang gorengan terlalu banyak. Oh, saya mau atur minum saya. Saya enggak mau minum yang gulanya banyak. Masih ada yang suka minum gula? Enggak ada, kan? Nah, kenapa? Kenapa Bapak Ibu? Karena kita mau menjaga pola makan kita supaya hidup kita sehat. Gimana caranya kita jaga pikiran kita supaya pikiran kita juga

8:35 sehat? Banyak banget loh yang kita tuh dalam hidup kita tuh punya peranan untuk mengontrol, mengatur hidup kita. Benar enggak kita atur kan? Oh, saya mau tidur enggak boleh lewat dari jam jam berapa Bapak Ibu tidur? Jam 10. Supaya tidurnya enak, bisa recovery enak sel-sel tubuhnya, besok pagi bangun dengan segar gitu ya. Saya tuh dulu kalau tidur itu pasti di atas jam 12.00. Sebagian besar bangun itu pasti jam .00 atau jam 09.00 baru bangun.

9:20 Jadi kalau saya ada meeting pagi, kuliah pagi tuh semua saya geser-geser siang aja, siang-siang gitu. Bahkan ketika ee kerja pertama kali saya kerja itu di perusahaan Singapore eh saya sebagai bisnis development. Nah, itu saya masuk seminggu tiga kali karena saya kerja di dua perusahaan. Nah, saya bilang ee saya ngomong sama bosnya bahwa Ibu, saya bilang, "Ini perusahaan Singapura ya, Ibu." Itu saya kecohin gitu. Saya bilang gini, "Bu, sebagai marketing saya kan harus ngelobi banyak orang. Saya datang ke project A,

10:06 saya datang ke project B, ngegolin barang dari Singapore ini." Saya bilang, "Enggak usah masuk jam 09.00, Bu. Eh, jam 0.00 enggak usah masuk jam .00. Padahal itu kantor jarak rumah sama kantor saya itu cuma mungkin sekitar 15 menit. Kenapa saya nego sama Ibu? Kenapa? Karena saya enggak suka bangun pagi, Bapak, Ibu. Jadi, saya bilang gini, "Lebih baik, Bu, saya masuk jam 10. Karena kalau jam 0.00 saya jalan ke mana-mana tuh macet. Toh mereka masih meeting pagi biasanya. Jadi lebih baik saya masuk jam 10.00, saya pulangnya lebih malam enggak apa-apa. Kalau orang pulang jam . saya pulang jam . demi

10:52 supaya demi supaya bangun siang Bapak Ibu. Saking mengatur supaya saya karena tidurnya terlalu malam hari ini karena faktor U. Jadi sekarang saya rubah bangunnya, tidurnya enggak boleh lewat jam 12. Bangunnya kayak tadi pagi nih gitu ya. Saya penginnya di kasur terus tiap pagi berjuang karena penginnya tidurnya sampai siang. Tapi saya berjuang, saya kontrol tubuh saya, pikiran saya, perasaan saya untuk tetap mau di kasur. Bangun. harus

11:38 bangun. Jadi jam .00 maksimal jam .00 itu udah bangun. Nah, itu sesuatu peperangan buat saya, perjuangan buat saya yang susah gitu. Tapi karena saya mau hidup sehat, maka saya ngatur hidup saya. Nah, Bapak Ibu, pikiran kita juga harus bisa atur. Kalau enggak pikiran kita akan sangat liar, pikiran kita akan sangat enggak terkontrol. Dan itu [Musik] akan jadi medan peperangan kita yang terbesar. itu dari pikiran

12:27 iblis akan masuk mengganggu hidup kita itu melalui pikiran. Kedua, selain pikiran tadi perasaan. Betul ya? Baper itu ciri-ciri utama perem Bapak-bapak baper juga enggak? [Musik] Tapi banyakan baper perempuan apa laki Bapak Ibu? Perempuan. Nah, ya kan? Nah, ini nih PR kita paling susah nih. Kenapa? Karena perempuan itu makhluk perasa

13:12 ya kan? Perasaannya halus gitu ya. Saya juga gitu perasaannya tuh halus. Jadi itu yang kadang-kadang merusak hari saya, yang kadang-kadang bikin hari saya, hidup saya hari ini tuh enggak berkemenangan. Kenapa? Karena perasaan saya kalah. Entar dikit-dikit kebawa sedih, dikit-dikit kebawa khawatir. Siapa yang gitu? Dikit-dikit kebawa takut. Dikit-dikit ke bawa kesel. Siapa yang suka gitu? Saya. Bapak Ibu enggak ya?

14:00 Wah keren enggak ya? Kita semua pasti masih berjuang ya. Nah, ada tiga virus. Tiga virus perasaan yang setiap hari kita pasti hadapin. Tapi virus ini kalau kita biarin akan membunuh kita pelan-pelan. Coba saya mau tanya sama Bapak Ibu biar enggak ada yang tidur. Virus apa kira-kira? Virus perasaan yang pertama. [Musik] Oke, kita baca ayatnya yuk. 1 eh sori 2 Korintus 11 [Musik] 2 Korintus 11 ayat

14:49 yang ke-23 sampai 29. [Musik] Yang udah dapat bilang yes, yes, yes. Ya, 2 Korintus 11 ayat 23 sampai 29. [Musik] Sudah dapat Bapak Ibu? Oke. Saya baca 23, Bapak Ibu baca 24, saya baca 25, Bapak Ibu baca 26 gitu ya. Oke ya, saya baca ayat 23. Apakah mereka pelayan Kristus? Aku berkata seperti orang gila. Aku lebih lagi. Aku lebih banyak berjeri lelah, lebih sering di dalam penjara, didera di luar batas,

15:37 kerap kali dalam bahaya maut. Yesus orang setiap kali 40 kurang sukuran. Tiga kali aku didera. Satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal. Sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalanan sering diajak bahaya banjir dan bahaya penyambah dan dari pihak orang-orang Yahudi. Bahaya di kota, bahaya di padang bahaya di tengah laut dan bahaya saudara. Aku banyak berjeri lelah dan bekerja

16:22 berat. Kerap kali aku tidak tidur, aku lapar dan dahaga. Kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian. Dan dengan lain secara itu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. Ayat 29. Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita? Ayat 30, jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku. Yes. Virus yang pertama yang merusak

17:10 perasaan kita setiap hari adalah virus. Self P virus apa tuh? Virus mengasihani. [Musik] Siapa yang sering mengasihani diri sendiri? Saya belajar dari Paulus. Tadi ayat yang kita baca itu adalah kisah tentang Paulus. Kalau judul perikopnya dibilang adalah Paulus tidak mementingkan diri. Kalau dia mau tereak, kalau dia mau mementingkan perasaan dia, kalau dia mau mementingkan diri dia dan ego dia, dia akan terang. Betul Bapak, Ibu? Ayatnya

17:56 kita sudah baca sama-sama kan? Dia berkali-kali dia didera, dia dipukul, dia dilempari batu, dia ngalamin karam kapal, dia masuk padang gurun, dia di tengah laut, dia seringkiali enggak tidur. Dia kadang enggak pakai baju, dia kadang kedinginan. Ada yang kayak gitu. Kita hari ini pakai bajunya cakep semua loh, Bapak, Ibu. Ya kan? Paulus itu keren banget. Kenapa? Karena dia mengalami bahaya itu bukan cuma saat dia bangun, saat dia tidur juga dia mengalami. Artinya apa? Hidup dia menjalani hari-harinya Paulus setiap hari itu enggak mudah. Saya yakin, saya percaya setiap kita

18:42 jalanin hari-hari, hari-hari ini enggak mudah. Enggak mudah ya. [Musik] Kadang kita bisa merasa, aduh terlalu capek hidup kita, terlalu lelah hidup kita. Tapi yuk kita belajar dari Paulus hari ini bahwa kita jangan mengasihani diri kita sendiri. Kita jangan suka mentingin diri kita sendiri. Kita jangan suka mikirin perasaan kita

19:28 sendiri duluan dibanding perasaannya Tuhan. Enggak usah mikirin perasaan orang, Bapak, Ibu. Enggak usah mikirin perasaan orang. Kita enggak akan bisa nyenengin semua orang. Tapi yuk, kita pikirin perasaannya Tuhan. Saya kalau hari ini misalnya saya enggak bisa jaga perasaan saya gitu. Saya malam saya pasti saya takut sama tuhan-tuhan. Aduh hari ini gagal lagi. Kesal Tuhan hari ini. Emosi meledap Tuhan hari ini. Saking saking banyaknya ruwetnya hidup saya seharian. Jadi yang keluar itu enggak bisa ngungkapin perasaan yang sebenarnya.

20:16 Yang diungkapin apa? Kalau ibu-ibu mau ngoceh benar kan ya? Nah itu tuh itu saya tuh. Aduh ngaku dosa hari ini. Kenapa? Padahal kalau udah malam kita udah rilis, kita udah diam, salah banget ya saya hari ini. I kan kenapa? Karena kita enggak bisa ngontrol perasaan kita. [Musik] Nah, oleh karena itu virus mengasihani diri sendiri ini ada di tengah-tengah kita setiap hari.

21:04 Aduh, hidup aku [Musik] susah. Aduh, hidup aku. Apalagi Bapak Ibu kita sering sering sering kok ininya apa kebawa perasaannya apa gimana apa kekurangan suka kekurangan hidup aku kekurangan apalagi [Musik] beban aduh beban hidup saya banyak banget gitu ya. kayak Paulus ya. Tapi hari ini kita tahu ada Tuhan yang

21:50 kita, ada Tuhan yang berjalan di depan kita. Ada Tuhan yang di samping kita. Itu virus yang pertama. Virus yang kedua. Virus perasaan yang suka merusak hari-hari kita, hidup kita. Apa? [Musik] virus loser [Musik] kalah. Aduh, sering banget loh saya berpikir tuh. Duh, taha tahan gagal aku tuh kalah aku tuh udah hancur hidupku. Ada enggak yang gitu, Bapak, Ibu? Aduh, kayaknya semua yang aku lakukan tuh

22:35 enggak ada hasil sampai hari ini. Ada enggak, Bapak, Ibu? Saya suka tuh begitu. Aduh, kayaknya gagal deh. Kayaknya semua yang saya perjuangin, semua yang saya rintih, semua yang saya lakukan kayaknya kok enggak ada hasil. Kok belum kelihatan hasilnya. Kenapa? Karena kita dipengaruhi oleh itu virus itu tuh merasuk tuh kita tuh kalah pokoknya kita. Padahal Tuhan bilang apa? Di dalam Tuhan kita lebih dari pemenang. Dan apa yang mengalahkan dunia? Apaan? Iman. Wih, Bapak.

23:24 Kalau kita punya iman yang kuat, virus ini enggak akan masuk ke dalam hidup kita. Andai virus ini enggak akan merusak hidup kita. [Musik] Virus apa? Virus loser ini. Virus kita sebagai orang yang kalah itu kita harus lawan setiap hari. Saya nih siapin sharing ini kan gini. Saya kalau siapin sharing itu Tuhan enggak mau yang lama gitu ya, maunya yang baru gitu. Maunya yang apa yang Tuhan lagi taruh di hati saya dari kemarin, dari berhari-hari gitu. Saya kalau disuruh itu tuh

24:13 nanya terus sama Tuhan gitu. Apa ya Tuhan? Apa ya? Nah, ini udah ke kekumpul nih. Ada beberapa tema. 1 2 3. Bapak, Ibu tahu tadi pas lagi jalan ke sini di Mobulin nih. Saya kan rada-ada gaptek ya. Jadi catatan saya hilang. Lemot ya. Hah. Heeh. Ini saudara saya tahu saya lemot. Hilang Bapak Ibu. Coba bayangkan udah masuk tol keluar udah tol keluar tol green light bapak ibu catatannya hilang

24:59 [Musik] tapi Tuhan baik ya saya kalau mau punya perasaan nih kesal banget nih gara-gara ketik tangan ini enggak jelas ini. Saya tahu enggak mau ngapain Bapak Ibu? Ini kan faktor Bu. Saya tuh mau fontnya tuh mau digedein ceritanya. Font-nya mau digedein. Kan kalau di notes itu fontnya kecil ya kan. Saya mau gedein fontnya enggak ketemu gede font yang ada keilet. [Musik] Aduh padahal saya udah kopi duplikat pokoknya segala cara deh. Tiga-tiganya tuh kopi duplikat satu duplikat dua hilang.

25:44 Keren gak tuh? Saya kalau mau merasa gagal bawaannya pengin telepon Pak Robert. Pak Robert blank. [Musik] Tapi karena saya siapinnya khotbahnya virus ini virus loser, virus kalah itu harus dilawan. Jadi saya bilang ini semua udah ada di hati, semua ada Tuhan taruh di pikiran. Maju terus. Amin. Amin. Biar jadi berkat buat Bapak Ibu hari ini. Ya kan? Nah, itu cara kita ngelawan ya kan? Tiap hari kita dihadapkan dengan hal-hal yang membuat kita bisa kalah. Banyak banget.

26:30 Ayo, coba kita bayangin dari tadi pagi bangun tidur sampai sekarang berapa hal yang membuat perasaan kita bergejolak kita bisa kalah. Mungkin bisa bangun tidur lapar, eh enggak ada makanan di rumah, kesal dah, sedih deh. Ada yang begitu. Iya kan? Itu virus yang merasuk kita setiap hari, Bapak, Ibu. Jadi kita mau kalahkan. Setuju? Tadi ada virus apa aja? Mengasihani diri sendiri. Yang kedua,

27:15 virus yang ketiga, virus never enough. [Musik] Wih, keren semua Inggrisnya. Tidak pernah merasa cukup ini. Sekarang merasuk ke seluruh dunia. Itu cara kerja iblis. Bahkan Alkitab aja bilang, iblis itu pun sekarang menyamar sebagai malaikat terang. Kenapa iblis itu menyamar sebagai orang yang enggak pernah mau cukup? Saya mau dapat semua kesuksesan. Saya mau dapat semua kekayaan. Saya mau terus ada di posisi yang paling atas.

28:02 Orang yang udah kaya enggak pernah merasa cukup. Orang yang susah enggak merasa cukup. Orang yang kaya enggak pernah merasa cukup. Orang yang sudah jadi milioner pun tidak pernah masuk. Jadi mau seberapa posisi kita hari ini, virus ini pasti menghantui kita semua tiap hari. Setuju enggak? Iya. Merasa enggak pernah cukup. Padahal Bapak Ibu makan nasi sama tempe sama telur aja enak enggak? Enak kalau hatinya lapar. Setuju Pak dan hatinya

28:48 senang. Senang. Tapi saya ngalamin berkali-kali mau makan stik di depan saya, mau makan makanan yang paling enak sekalipun. Kalau orang yang di depan saya yang lagi makan sama saya mukanya asem itu makanan stik jadi [Musik] tempe tuh enak tuh Bapak Ibu ya kan? Atau kita mau makan makanan di hotel bintang lima tapi kita lagi jengkel nafsu enggak nafsu? Iya kan? Jadi itulah

29:34 pentingnya kita punya rasa bersyukur. Tuhan bilang, "Cukupkanlah dirimu." [Musik] I kan doa Bapak kami bilang, "Berikanlah makanan kami hari ini yang secukupnya." Secukupnya itu artinya apa? Kita harus punya kuasa untuk bersyukur. [Musik] Kita harus punya hati nih. Hati yang cukup Tuhan. Cukup Tuhan. Apapun keadaan saya hari ini cukup. Seberapa susahnya saya hari ini cukup

30:20 seberapa kesepiannya saya hari ini seberapa takutnya saya hari ini ngadapin hari besok. [Musik] Kita sama-sama ya Bapak, Ibu ya. Peperangan kita belum kelar. Perjuangan kita belum kelar. Kita melawan pikiran kita, melawan perasaan kita, itu adalah medan peperangan kita setiap hari. Tapi kalau kita biarkan pikiran dan perasaan kita itu terus berkembang menjadi liar, di situlah dosa dimulai. Di situlah kehancuran dimulai.

31:09 Dan di situlah banyak anak-anak Tuhan yang terkecoh, yang imannya jadi enggak kuat, yang akhirnya dibuahi, dibuahi, akhirnya meninggalkan bukan cuma meninggalkan cinta mula-mula bukan cuma meninggalkan iman pengharapan sama Tuhan, meninggalkan Tuhan. Bulan lalu ada satu perempuan datang sama saya seorang yang saya tahu dia cinta Tuhan tapi dia bilang gini tak kalau ikut Tuhan begini susahnya saya memilih saya melepaskan itu.

31:54 Kenapa? Karena mau hidup dalam kenyamanan, mau hidup dalam zona. Sedangkan ikut Tuhan, Pak Robert berkali-kali bilang harus bayar, harus pikul. [Musik] Kebencian juga dimulai dari yang pikiran dan perasaan. Ketakutan kita setiap hari juga dimulai dari pikiran dan perasaan. Kekhawuatiran kita setiap hari juga dimulai dari pikiran dan perasaan kita yang mengaju kita. Setiap kita pasti punya ketakutan. Setiap kita punya ee

32:41 pergumulan masing-masing. Setiap kita punya saya suka tanya gitu ketakutan terbesar Bapak Ibu apa? Saya suka mikir ya saya paling takut apa ya hari-hari ya? Tidak ada uang. Enggak punya uang. Dan kesehatan itu bukan tidak uang kekurangan uang. Iya kekurangan sama ya kita enggak punya uang pakat apa enggak bisa. Oh lain Bu. Pengertiannya lain. Kalau saya kalau kita rapat kan mesti beliin juga. Iya betul. Kita punya ketakutan. Kita enggak punya uang. Kita enggak punya pemasukan. Kita enggak bisa ngatur uang. Gimana mau diatur orang uangnya enggak punya. Iya kan orang bisa ngatur kalau ada uangnya. Kita punya rekening

33:29 di bank, ada saldonya baru kita bisa kelola. Kalau enggak punya, enggak ada saldonya, apa yang kita mau kelola? [Musik] Nah, jadi hari ini saya kasih jurus jurus sakti. [Musik] supaya apa? Supaya medan peperangan kita setiap hari ini kita menang. [Musik] 2 Korintus 10 ayat 3 sampai 5.

34:21 Haleluya. 2 Korintus 10 ayat 3 sampai 5. Sudah dapat Bapak Ibu? Yuk, kita baca ya sama-sama ya. 1 2 3 Memang kami masih hidup di dunia, tapi kami tidak berjuang secara duniawi. Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Ayat kelima kita baca sama-sama. Kami mematahkan setiap siasat

35:08 orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. Saya ulang ya. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Yesus. Ini kunci kemenangan kita, Bapak, Ibu. Kami menawan segala pikiran kami. Kami menawan segala perasaan kami dan menaklukkannya kepada Kristus. Satu ayat lagi kelewat sama saya tadi, Roma 7 ayat

35:56 22 sampai 23. [Musik] Roma 7 [Musik] ayat 22 sampai 23. Oke, mulai dari ayat 21 ya. Demikianlah aku dapati hukum ini. Jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah. Tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku, aku melihat hukum lain yang berjuang

36:44 melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang di dalam anggota. [Musik] Ayat 24. Aku manusia celaka. Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Ayat 25. Syukur kepada Allah oleh Kristus Yesus Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insan aku melayani hukum dosa. Ayat ini jelas

37:29 dikatakan bahwa gini, ada perjuangan melawan dosa setiap hari. Ada perjuangan, ada peperangan setiap hari, ada pertempuran kita setiap hari untuk melawan pikiran kita, perasaan kita untuk kita taklukkan. sama Tuhan. Ada perjuangan setiap hari dan Alkitab mengakui iya benar kita suka sama Tuhan tapi di satu sisi anggota tubuh kita yang lain kita suka sama dosa. Kita suka cara instan ikut Tuhan. Kita suka cuekin Tuhan. Kita suka batasin kuasa Tuhan. Kita suka lupa

38:14 kalau janji Tuhan itu ya dan amin dan pasti digenapi dalam hidup kita. Kita suka lupa dan semua dari ini. Jadi rumus saktinya hari ini Bapak Ibu biar gampang saya punya jurus nih. Eh Bapak Ibu ikutin sama-sama. 1 2 3us. Coba coba. Sekali lagi. Sekali lagi. Sekali lagi. 1 2 3. Hus. Sekali lagi. Sekali lagi. Sekali lagi. Satu. Dua. Hus. Apa tuh ilmu hus? Jadi hari ini angin. Hari ini sharingnya Ibu Karista itu sharingnya pokoknya hus.

39:00 Ibu-ibu Bapak Ibu diberkati. Amin. Bukan cepat terus cepat. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus. Jadi, hus buat pikiran yang enggak benar, hus buat perasaan yang enggak benar. Amin. Ulang yuk, sekali lagi yuk. Hus, husus. [Musik] Apapun yang menarik hati kita, apapun yang menarik hati-hati kita hari-hari ini, itu akan menarik hidup kita. Kalau kita menawan segala pikiran kita

39:48 kepada firman Tuhan, kepada kebenaran firman Tuhan, kita menarik hati kita kepada cinta akan firman Tuhan, itu akan menarik hidup kita. untuk tetap berjalan di dalam Tuhan. Oleh karena itu, kita penting setiap hari kalau ada pikiran mulai, "Duh, enggak punya duit nih, aku orang paling merana dalam hidup." [Musik] Aduh, aku gagal nih. Saya gagal. Orang tua saya, anak saya enggak sayang saya. Saya tinggal sendirian, saya susah. Kita punya jurus khusus. [Musik]

40:36 Bapak, Ibu mesti tahu kita berjuang enggak sendirian. Kita hidup kita enggak sendirian. Mungkin rasanya sulit, mungkin rasanya berat, mungkin tiap hari kita keluar air mata. Tapi kita punya Tuhan yang dahsyat. Amin. Kita punya Tuhan yang kuasanya besar. Paulus di saat dia dalam melayani Tuhan setiap hari mengalami begitu banyak rintangan dalam pelayanannya, dia enggak pernah putus asa. Dia enggak putus asa. Kita sering banget putus asa. [Musik] Yuk, kita sama-sama belajar. Bapak, Ibu,

41:23 bukan cuma Bapak, Ibu, tapi juga saya. Virus itu ada di hidup kita tiap hari. Ada setiap hari sama kita. Tapi kita mau belajar. Ada yang bikin lewat dalam hati kita, pikiran kita. Ada yang lewat diit dalam perasaan kita. [Musik] Kita mau kita mau masuknya apa? Firman Tuhan. Tuhan di saat dicobai yang keluar apa? Dia lawan dengan firman Allah. Senjata kita itu tadi kan dibilang di ayatnya kita senjata kita tu dilengkapi dengan kuasa Allah. Masalahnya seperti tadi tabungan. Kalau

42:10 kita di tabungan kita saldonya nol, gimana kita mau kelola duit kita? Kalau hidup kita tiap hari kita enggak isi dengan firman Tuhan, dengan kebenaran firman Tuhan, apa yang bisa kita kelola pikiran, perasaan hidup kita? Enggak bisa. Jadi kalau kita mau punya jurus hus yang ampuh, setiap hari kita harus [Musik] supaya ada kekuatan, supaya jurus husnya Bapak, Ibu itu ampuh. Karena kita punya power, ada kuasa. [Musik] 5 menit terakhir ya. Efesus 4

42:59 [Musik] ayat 17 sampai 32. Judulnya adalah manusia baru. Di dalam jurus hurs itu ada tiga hal yang kita harus lakukan. Yang pertama ayat ke-17, jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang kalau kita mau hidup kita berkemenangan, kalau kita mau kita hidup itu damai, kalau kita mau kita lawan pikiran, perasaan kita setiap hari dan kita

43:44 menang, jangan hidup lagi dengan pikiran Yang kedua ayat ke-27 dibilang apa? Janganlah beri kesempatan kepada [Musik] iblis itu enggak langsung tiba-tiba kasih kita sesuatu yang tapi mulai dari ini nih, mulai dari ini kecil-kecil. Oleh karena itu, setiap iblis menawarkan sesuatu. Kita harus punya jurus. Yang ketiga, ayat yang ke 30. Kenapa kita mau terus sama iblis? Kenapa kita mau hus terus sama pikiran yang sia-sia? Kenapa kita mau terus sama

44:30 perasaan-perasaan kita yang baper banget, yang enggak sesuai firman? Karena ayat 30 dibilang gini, "Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah yang menjelahkan." Karena kita semua enggak mau mendukakan Tuhan Bapak Ibu. Kita enggak ada yang mau menyakiti hati Tuhan. [Musik] Kita sudah dimeteraikan jadi anak raja. Kita sudah dimeteraikan jadi ahli waris kerajaan Allah. Oleh karena itu, semua setiap hari yang kita lakukan, perjuangan kita, peperangan

45:16 kita, pertempuran kita adalah karena kita enggak mau mendukakan [Musik] kita enggak mau mendukakan Tuhan. [Musik] Bukan cuma lewat tindakan kita, bukan cuma mungkin kita, bukan cuma kita mungkin pindah agama sesuatu yang, tapi kita enggak mau mendukakan Tuhan lewat hal-hal kecil setiap hari. Pikiran kita, perasaan kita. Karena itu akan membentuk kehidupan kita. [Musik] Bapak, Ibu udah sampai seumur ini terus menjaga iman percaya sama Tuhan. Yuk,

46:05 kita terus sampai finish. Tuhan bisa bilang sama kita, finishlah. Mau enggak punya duit kayak hari ini, mau enggak bisa makan kayak hari ini, mau kayak Paulus yang enggak pakai baju kedinginan kek, kita tetap mau pertahankan. Tuhan Yesus memberkati. Yuk, kita tutup dalam doa. Bapa yang baik, terima kasih Tuhan buat kebenaran firman-Mu pagi hari ini. Kami enggak mampu jalan sendiri tanpa Tuhan. Kemampuan kami sangat-sangat terbatas

46:51 Tuhan. Pikiran kami seringki liar. Perasaan kami seringki merusak hidup kami. Tindakan kami seringki melawan Tuhan. Oleh karena itu, pagi hari ini Tuhan kami setiap kami mau datang kepada Tuhan, kami mohon ampun Tuhan kepada-Mu. [Musik] Biarlah kiranya Tuhan kasih karunia-Mu itu mengampuni setiap kami Tuhan. Dan biarlah ke depannya setiap hari, setiap saat Tuhan, kami mau menawan segala pikiran kami, segala perasaan kami, dan kami mau

47:37 taklukkan kepada Tuhan Yesus. Kami mau punya kuasa di dalam Tuhan. Kami mau menang melawan setiap pertempuran hidup kami. [Musik] Kami enggak mau beri kesempatan kepada iblis Tuhan sekecil apapun. [Musik] Walaupun itu harganya mahal Tuhan, walaupun itu kami harus meninggalkan kenyamanan kami. Apa yang mengikat hati dan pikiran kami. Apa yang menarik di hati dan pikiran kami. [Musik] Tapi satu hal yang kami minta dari Tuhan

48:24 dan satu hal yang kami rindukan adalah kami mau menyenangkan hatimu. Kami tidak mau mendukakan Engkau, ya Tuhan. Dan kami mau selesai sampai garis akhir sampai Tuhan mendapati kami tetap setia mengiring Kau. Terima kasih ya Bapa yang baik buat pagi hari ini. Biarlah Kau memberikan kami kekuatan Tuhan. Kau memberikan kami kesanggupan Tuhan untuk kami menang dalam peperangan kami setiap hari untuk hidup kami berkemenangan di dalam Tuhan. [Musik] Biarlah setiap hari kami boleh memilih apa yang berkenan di hadapan Tuhan.

49:09 Terima kasih ya Bapa yang baik. Kami adalah orang-orang yang lebih dari pemenang karena Tuhan menyertai kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa dan mengucap syukur. Yang diberkati katakan amin. Tuhan Yesus memberkati. Silakan Pak Robert [Musik] now Jesus [Musik]

50:08 saya lihat dalam ketika saya [Musik] [Tertawa] [Musik] Sini sini now. Angkat [Musik] belakangnya ya. Buka tanganmu, Pak. Kuat urapan ya. Go. Urapan hari ini powerful sekali. [Musik] Urapan Tuhan turun ya.

50:54 Go Jesus. Bu maju sini sini. Enggak tahan hadirat Tuhan ya. Buka tanganmu, Pak. Dua-dua. Jesus name receive the urapan itu turun. Go Jesus. He, Pak, Bu, Pak. Sini, sini, sini. Jam, Ibu ya. Go. Urapan itu turun. Risip Bapak nikmati hadirat itu. Tuhan turun. Go, go, go. Jesus name. Jesus name. Jesus name. Bapak enggak akan tahan

51:40 dengan hadirat itu. Bapak tidak akan tahan dengan hadirat itu. Dalam nama Yesus urapan-Mu [Musik] Jesus name. Buka tangan. Tuhan jamah. Urapan itu turun. Memenuhi. Memenuhi. Go go go go. Bu Titik sini Bu Titik. Saya mau doain Bu Titik. Cik Sien maju ke depan. Saya mau doain Cik Sien. Tuhan lihat hatinya haus dan lapar dengan hadiratMu. Penuhi dengan hadiratMu. Go now. Rezip rezip Buulan Lani. Saya mau doain Buulan Lani.

52:28 Sik si ya. Sini. Tuhan jamah ibu ini. Tuhan jamah ibu. Tuhan jamah ibu. Nah risik yang di ibu ibu baju hitam. Breat upon me. Breat upon me breath of God. Tuhan jamah ibu ini. Jamah dalam hadiratMu. Penuhi Dia sekarang. Sekarang. sekarang. Nah, Jesus name. Jesus name. [Musik]

53:23 Naramo [Musik] in [Musik] ini dalam [Musik] kami mengasihi-Mu. [Tertawa] [Musik] Kami mencintai-Mu

54:12 Tuhan. Roh Kudus, [Musik] Roh Kudus. [Musik]

55:01 sembah dia. Angkat suaramu, nyanyikan mazmu. Tinggikan raja di atas segala raja Allah yang perkasa. Oh. [Musik] Oh, we worship you. We adore you. We adore you. [Musik]

56:05 Mia [Musik] We love you. We praise you. We love you. We praise you. We praise you. We praise you. Dari hati kami [Musik] keluar nyanyian yang mengasihi-Mu. [Musik] Dari hati kami.

56:54 Kami naikkan mazmur yang meninggikan nama-Mu, Tuhan. [Musik] Tuhan, [Musik] kami mencintai-Mu Tuhan. Kami mengasihim-Mu. [Musik]

58:01 Kau saja yang suci. Kau saja yang layak. Kau layak terima glori. Yesus kau Tuhan. Kau saja yang suci. Kau saja yang layak.

58:51 Kau layak terima glor [Musik] hanya kau Tuhan. Terima kasih Roh Kudus. Terima kasih [Musik] kami mengasihi-Mu Tuhan. [Musik] Sungguh hati kami mencintai Engkau lebih dari apun juga. Tapi dalam kedagingan kami, kami sering

59:38 melakukan hal yang menyakiti, yang bertolak belakang dengan kehendak-Mu. Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian dan kekudusan. Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang hati kami. Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai Tuhan. Kami mengasihi Engkau. Kami pengin berkemenangan setiap hari. Dapatin kami menjadi orang

1:00:23 kesayangan-Mu. Terima kasih. [Musik] Kami mau belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima kasih dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. Menikmati hadirat Tuhan, merasakan Tuhan datang. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube