Ringkasan Singkat
Video ini membahas cara alami untuk meningkatkan produksi sel punca (stem cell) menggunakan suplemen nutrisi. Setelah usia 30 tahun, produksi dan kualitas sel punca cenderung menurun, tetapi dengan nutrisi yang tepat, penurunan ini dapat diperlambat. Berikut poin-poin pentingnya:
- Suplemen Utama: Fisetin & Quercetin, NR/NMN, Resveratrol, Curcumin, Astaxanthin, Green Tea Extract (EGCG), Carnosine, PQQ & CoQ10, Omega-3, Vitamin D3 & K2, Cordyceps & Reishi Mushrooms.
- Manfaat: Peningkatan energi, perbaikan sel, pemulihan yang lebih baik, pengurangan peradangan, dan dukungan untuk fungsi mitokondria.
- Dosis: Dosis spesifik untuk setiap suplemen berdasarkan penelitian ilmiah.
- Pertimbangan: Pemilihan suplemen harus disesuaikan dengan kebutuhan individu dan kondisi kesehatan.
Fisetin dan Quercetin
Fisetin dan Quercetin adalah flavonoid kuat yang membantu membersihkan sel-sel senescent (sel yang menua) yang menyebabkan peradangan dalam tubuh. Suplemen ini berpotensi membantu pembentukan sel punca baru. Dosis yang dianjurkan untuk Quercetin adalah antara 400 mg hingga 1.000 mg per hari. Fisetin dan Spermidine sebaiknya digunakan terbatas, misalnya 2 hari sebulan selama periode puasa, atau maksimal setiap dua minggu.
Nicotinamide Riboside (NR) atau Nicotinamide Mononucleotide (NMN)
NR dan NMN membantu meningkatkan kadar NAD+ dalam tubuh, yang penting untuk siklus asam sitrat atau siklus Krebs. Peningkatan NAD+ mendukung produksi energi (ATP) di mitokondria. Energi yang lebih tinggi membantu mengurangi peradangan, mempermudah aktivitas sehari-hari, meningkatkan suasana hati, dan memperbaiki kemampuan fisik serta pemulihan. Dosis harian yang disarankan adalah 125 hingga 250 mg.
Resveratrol
Resveratrol, terutama dalam bentuk trans-resveratrol yang paling mudah diserap, mengaktifkan SIRT1, enzim yang mendorong umur panjang sel punca. Nutrisi ini juga membantu mengurangi peradangan, meningkatkan energi, dan mendukung fungsi otak. Dosis yang dianjurkan adalah 125 mg per hari. Meskipun ditemukan dalam anggur merah dan blueberry, jumlah yang dibutuhkan untuk efek klinis sulit didapatkan hanya dari makanan.
Curcumin
Curcumin, atau ekstrak kunyit, sangat baik dalam mengurangi peradangan di tubuh dan mendukung diferensiasi sel punca. Ini berarti curcumin membantu sel punca yang belum berdiferensiasi untuk berkembang menjadi sel-sel khusus yang dibutuhkan tubuh. Dosis klinis yang disarankan adalah 500 hingga 1.000 mg per hari, meskipun beberapa orang menggunakan hingga 3.000-4.000 mg untuk kondisi tertentu seperti masalah gula darah atau kanker.
Astaxanthin
Astaxanthin adalah antioksidan kuat yang melindungi sel punca dari kerusakan oksidatif dan meningkatkan kemampuan regeneratifnya. Nutrisi ini memberikan warna merah-oranye pada krill, udang, dan salmon liar. Selain baik untuk mata dan mengurangi stres oksidatif, astaxanthin juga bermanfaat untuk kondisi seperti rheumatoid arthritis. Dosis yang dianjurkan adalah antara 2 hingga 12 mg per hari, dengan dosis 4 hingga 12 mg lebih umum digunakan.
Green Tea Extract (EGCG)
EGCG, ekstrak dari teh hijau, membantu merangsang proliferasi sel punca saraf dan melindungi terhadap stres oksidatif. Dosis yang disarankan adalah 300 hingga 500 mg per hari. EGCG mengandung sedikit kafein, tetapi juga memiliki theobromine dan alanine yang membantu mengurangi efek samping dari kafein. Teh hijau matcha adalah sumber EGCG yang baik.
Carnosine
Carnosine melindungi terhadap penuaan sel dan meningkatkan umur sel punca. Nutrisi ini juga bermanfaat untuk otak dan sistem saraf. Dosis yang dianjurkan adalah 500 mg hingga 1.000 mg per hari. Carnosine dapat ditemukan dalam daging dan ikan, sehingga lebih mudah didapatkan dari makanan dibandingkan beberapa suplemen lain.
PQQ dan CoQ10
PQQ (Pyrroloquinoline quinone) sangat terkait dengan peningkatan fungsi mitokondria, yang penting untuk produksi energi dan pembentukan sel punca baru. Dosis kecil PQQ, sekitar 10 hingga 20 mg per hari, sudah cukup. CoQ10 (Coenzyme Q10) juga mendukung fungsi mitokondria dan produksi ATP. Dosis yang dianjurkan adalah 100 hingga 200 mg per hari. Keduanya sulit didapatkan dari makanan dalam jumlah yang cukup.
Omega-3
Omega-3, khususnya EPA dan DHA, mengurangi peradangan dan mendukung produksi sel punca jantung dan saraf. Dosis yang dianjurkan adalah 2 hingga 3 gram per hari. Omega-3 dapat ditemukan dalam ikan berlemak seperti anchovy, sarden, mackerel, salmon liar, dan trout liar. Untuk mendapatkan jumlah yang cukup, disarankan untuk mengonsumsi sekitar 8 ons ikan berlemak setiap hari.
Vitamin D3 dan K2
Vitamin D3 dan K2 membantu mendukung produksi sel punca di sumsum tulang, meningkatkan fungsi sel punca secara keseluruhan, dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 2.000 hingga 5.000 IU per hari untuk Vitamin D3 dan hingga 100 mikrogram per hari untuk Vitamin K2. Dosis dapat disesuaikan berdasarkan hasil tes laboratorium dan rekomendasi dari praktisi kesehatan.
Cordyceps dan Reishi Mushrooms
Kombinasi Cordyceps dan Reishi mushrooms membantu meningkatkan biogenesis mitokondria, meremajakan sel punca, dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Dosis yang dianjurkan adalah 1 hingga 2 gram per hari untuk Cordyceps dan 500 mg hingga 1.500 mg per hari untuk Reishi. Cordyceps baik untuk daya tahan dan energi, sementara Reishi membantu menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh dan memiliki sifat adaptogenik.
Pertimbangan Tambahan dan Produk yang Direkomendasikan
Kolagen, glisin, trimethylglisin (betaine), dan magnesium adalah suplemen tambahan yang mendukung perbaikan DNA dan menjaga sel punca tetap kuat. Pemilihan suplemen harus disesuaikan dengan kebutuhan individu dan kondisi kesehatan. Dr. Cabral merekomendasikan produk-produk seperti Daily Nutritional Support, Cell Boost (untuk dukungan mitokondria), Daily Omega-3 Support, His Pro (mengandung Quercetin dan Vitamin C), Daily Mushroom Immune Support, dan Inflammo (untuk anti-inflamasi).

