0:00 Kita akan belajar dari satu tokoh. Ternyata di Alkitab sebetulnya cukup banyak tokoh-tokoh yang mereka berjalan tanpa mendengar suara Tuhan. Enggak harus lewat mimpi atau suara yang jelas atau tanda. Salah satu bentuk Tuhan mimpin kita adalah lewat beban. Selalu membangun. Amin. Ini yang pertama. Jadi Tuhan bisa bicara lewat beban atau kerinduan yang ditaruh Tuhan di hati saudara. Tapi tenang Bapak Ibu, saya enggak mau kasih tema yang Bapak Ibu susah, Bu. Masalahnya kan gak semua dengar kayak Ibu sama dan tidak selalu saya mendengar
0:45 seperti hari itu. Nah, malam ini saya mau berbagi kepada saudara bagaimana kita bisa mendapatkan pimpinan Tuhan. Kan kita gak bisa dengar suaranya. Kita gak ada tanda-tanda petir menggelegar ya kan. Tidak kita gak dapat tanda-tanda mungkin misalnya hujan deras gitu kan. Berapa banyak anak-anak muda Tuhan ini jodoh buat saya enggak? Kalau iya berikan tanda petir mengglegar lalu grodata. Oh ini jodoh dari Tuhan. Iya kan? Bahaya sekali mengandalkan tanda-tanda seperti itu kan. Apalagi kalau soal jodoh Bapak Ibu. yang masih jomblo atau orang tua
1:31 yang punya anak yang masih jomblo kayak anak-anak saya. Jangan sekali-kali mengandalkan ketemu jodoh itu pakai ngeroh-ngeroh seperti itu. Kalau dia calon suami anak saya, biarlah hari ini juga dia telepon lima kali. Apapun itu jangan. Saya selalu ngomong sama anak-anak muda, pernikahan sekalipun itu seperti Mr. Bean, pasanganmu jatuh langsung dari langit, yang mana gak ada ya, itu tetap pernikahan itu sebuah, kalau saya bilang sebuah perjalanan masuk hutan Amazon. Heeh.
2:16 Karena Anda tiba-tiba gak akan tahu apa yang akan Anda temukan di dalam sebuah pernikahan. Karena merasa sudah kenal dengan pasangan, tiba-tiba ketika menikah, percayalah yang namanya kaget itu pasti ada. Yang sudah menikah dan ngalamin katakan amin. Amin. Oh, banyak banget. Benar. Benar enggak? Benar. Ya. Jadi, pernikahan itu gak bisa mengandalkan kayak tanda petir menggelegar, hujan deras. Gak bisa, Saudara. Nah, malam ini saya tuh pengin sharing bagaimana sih, Bu? Saya tuh rindu mengikuti suara Tuhan, tapi saya gak pernah dapat tanda. Saya gak pernah dengar suaranya. Boro-boro kalau enak, anakku, anakku lakukan ini, lakukan itu. Nah,
3:05 banyak orang datang sama saya berpikir saya bisa langsung kasih jawaban A B C. Bahkan bawa fotonya calon lalu katakan, "Ibu Rut, apakah ini memang jodoh anak saya?" Kalau saya tahu, saya kan buka biro jodoh. Saya ndak tahu. Kan gitu toh, Bapak Ibu. Ada seorang istri yang suaminya minggat dari rumah 1 minggu lalu dia datang ke rumah saya, dia tanya begini, "Bu, tolong bantu doa. Tanyakan Tuhan, di mana suami saya, Ibu? Di mana suami saya?" Saya gak tahu. Yang pasti bukan saya yang sembunyikan. Dan lucunya dia bawa kaos, kaos suaminya. Saya masih ingat warna kuning ini, Bu. Tolong dibawa aja. Apa ini, Bu?
3:50 Ini kaos suami saya. Ngapain? Siapa tahu ketika Ibu bawa kaos suami saya, Ibu dapat pewahyuan, "Di mana suami saya?" Bapak, Ibu, saya berpikir begini, "Aku kok jadi kayak anjing pelacak ya?" Kayak anjing pelacak kan mendengus-dengus gini bau-bawain suaminya di mana gitu. Saya bilang, "Ibu, kalau saya bawa kaos suami ibu, saya seumur-umur mari tidak pernah tidur bawa kaos suami saya. Apa kata dia tiba-tiba saya bawa kau suaminya orang dipikir saya apau. Ah ya kan aneh-aneh Bapak Ibu. Jadi saya tapi mau katakan jangan patah semangat. Kita itu punya Tuhan adalah seorang papa. Sekarang saya tanya papa mana kalau anaknya meminta petunjuk? Gak
4:35 senang. Senang pasti. Bapak kita juga sangat senang untuk mengarahkan kita, menunjukkan jalan ke kita, membimbing kita. Jadi, jangan putus asa, Bapak, Ibu. Kita kan belajar dari satu tokoh. Ternyata di Alkitab sebetulnya cukup banyak tokoh-tokoh yang mereka berjalan tanpa mendengar suara Tuhan. Enggak dengar. Tuhan itu hebat, Bapak, Ibu. Kadang-kadang suaranya sekali, habis itu diam. Salah satu contoh, Isak. Tuhan cuman ngomong begini, jelas. Isak jangan ke Mesir. Tinggallah di negeri ini. Jelas. Setelah itu tidak ada suara Tuhan. Alkitab tidak pernah menuliskan Tuhan bicara begini, "Isa menaburlah." Tidak
5:22 pernah. Jadi kadang-kadang Tuhan gitu loh, Bapak Ibu ngomong sekali, habis itu diam. Itu yang terjadi pada saya. Anakku bawa anak-anak ke per. Oke, sampai di pertak ngapa-ngapain. Berapa tahun saya gak kerja, saya lontang-lantung ada di sana. Terus saya bertanya, "Tuhan ngapain kita diport?" Tuhan diam. Luar biasa kan? Nah, itu kayak dialami Isa. Itu salah satu contoh. Contoh yang lain, orang yang namanya Ruth. Nah, Anda hafal kan kisahnya Rutth? Pernah gak Alkitab mencatat Ruth itu mendengar suara Tuhan? Ruth, pergilah. ke Bethlehem ada enggak? Ada. Terus waktu Rut ngelamar
6:11 kerja nih ceritanya bukan ngelamar langsung kerja. Kerja apa? Rut memungut jelai. Anda pernah menemukan gak Tuhan berbicara begini? Rut, pergilah ke ladang yang di ujung jalan. Di situ kau akan ketemu dengan pasanganmu. Dan mulailah dengan apa? menuai jelai, memungut jelai. Ada enggak suara Tuhan lewat rumah? Ada gak ada. Saya bisa tunjukkan banyak anak-anak Tuhan di Alkitab, mereka berjalan mengikuti pimpinan Tuhan tanpa mendengar suara Tuhan secara gamblang dan audible. Mau tanda kek, mau penglihatan, mau mimpi, kan gak semua orang ya, Pak ya. Saya gak punya karunia
6:57 mimpi. Jadi saya kalau mimpi selalu kacau. Saya mimpi bintang film. Saya mimpi taingse karena dulu nge-fan banget sama Taingsu Jerian. Jerian gantengnya gitu kan. Dulu walaupun sudah menikah masih mimpi Jerian. Nah itu bahaya saudara ya. Jadi saya gak punya karunia mimpi Bapak Ibu. Nah kita akan belajar dari satu tokoh lagi namanya Nehemia. Coba Bapak, Ibu buka Nehemia pasal 1. Kita lihat ya, Nehemia pasal yang pertama. Kita akan melihat bagaimana sih, Bu, cara kita mengikuti pimpinan Tuhan tapi kita ini gak dengar suara Tuhan. Nehemia pasal 1 ayat yang keempat.
7:42 Nehemia pasal 1 ayat yang keemp. Kalau saudara baca kisah Nehemia pasal 1 ayat 4. Nah, ini salah satunya nih ya cara ngikuti pimpinan Tuhan. Bapak, Ibu, ketika kudengar berita ini, dia dengar berita apa? Nehemia kerja di kerajaan Persia yang nota bene dalam pembuanganlah ya. Dalam pembuangan. Dia sebagai juru minuman raja. Dia mendengar berita tentang Yerusalem yang hancur. Yerusalem itu kampung halamannya. Alkitab bilang, "Duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa kehadirat Allah semesta langit." Bapak, Ibu, kadang-kadang
8:29 enggak harus lewat mimpi atau suara yang jelas atau tanda. Salah satu bentuk Tuhan mimpin kita adalah lewat beban. Beban ini ditengking enggak bisa hilang. Kepikiran terus. Misalnya nih, Anda ditaruh Tuhan sebuah beban untuk tolong orang-orang miskin. Anda ditaruh Tuhan untuk sebuah beban untuk memulai persekutuan seperti ini. Dan ini ditengking-tengking gak hilang-hilang. Dan ini sudah didoakan puasa tetap beban ini enggak bisa hilang-hilang. Nah, sebetulnya ini salah satu cara Tuhan itu ngarahkan kita. Sama seperti ketika saya memulai sekolah gratis, ada satu beban yang terus-menerus terengiang di telinga,
9:14 terbayang di pikiran, di hati saya tentang tolongan anak-anak yang gak bisa sekolah. Karena saya mungkin dulu dari background enggak bisa sekolah. Tuhan bisa pakai background kita. Tuhan bisa pakai kita punya pengalaman latar belakang untuk taruh sebuah beban. Jadi kalau hari ini Bapak Ibu mungkin ditaruh sebuah beban, aku kok kebayang terus sama si A ya, aku kok kebayang terus. Kasihan ya kok aku sepertinya pengin nolong si A. Itu mungkin saya bilang mungkin bisa merupakan beban dari Tuhan. Tapi ingat Bapak Ibu, ada yang namanya beban palsu. Ada yang namanya beban palsu. Beban palsu tuh seperti ini. Anda enggak Anda
9:59 pernah bantu orang ngasih duit nih, mungkin ngasih uang untuk susu anak-anak, uang untuk sekolah anak-anak. Tapi ini orang tambah lama minta terus. Pernah gak ngalamin? Nah, minta terus sampai akhirnya Anda tuh jengkel. Kalau beban dari Tuhan itu akan gak gak akan jengkel. Minta terus sampai Anda tuh merasa stres dimintain terus dan Anda mulai melihat dia makin malas untuk cari kerja. Dia mungkin makin ngandalkan. Saudara ini yang saya bilang beban palsu. Karena beban yang dari Tuhan itu akan membangun. Bukan hanya membangun diri saudara, tapi juga membangun orang yang Anda akan tolong. Beban dari Tuhan
10:46 itu membangun, mengarahkan. Bisa mengerti, ya? Nah, kalau kayak gini itu seperti namanya beban palsu, Bapak, Ibu. Itu seperti kita memotong kepompong. Pernah lihat kepompong? Bapak, Ibu, ulat sebelum jadi e kupu-kupu, dia akan menggeliat di dalam kepompong untuk keluar. Kadang-kadang karena kasihan, belas kasihan yang palsu, karena kasihan kita ini akhirnya potong ini kepompong supaya ulatnya lancar keluar. Tapi tahukah saudara, itu akan membuat dia cepat mati? Karena ketika dia menggeliat, Tuhan mendesain sedemikian rupa supaya enzim-enzim itu mengalir di calon kupu apa ini namanya? Apa? Calon sayapnya.
11:35 Sehingga ketika dia keluar, sayapnya ini kuat dan bisa bertahan hidup lebih lama. Tapi kalau saudara potong itu kepompong, saudara akan membuat dia makin cepat mati. Enggak mau kerja, malas kerja, ngentengno bahasane orang Suraboyo cuman ngandalin saudara dan tambah lama tambah Anda mangkel, tambah jengkel, tambah kok kayak gini. Anda akhirnya memberi dengan jengkel karena terintimidasi dan bahkan beberapa orang sangat pintar sekali ee dalam tanda kutip pintar ngerayu dibilang, "Kamu nak kasihan ta kamu ndak sakn ta. Kita ini sudah ndak punya mama. Aku tuh aku kondisinya soro cuman kamu yang bisa tolong aku dan anak-anakku." Kadang-kadang kita merasa bersalah tapi kita ya jengkel mau nolong. Nah, itu berarti tanda bahwa sebuah beban itu
12:22 bukan lagi sudah beban yang murni. Nah, Saudara ingat baik-baik. Beban yang dari Tuhan selalu membangun. Selalu membangun. Amin. Ini yang pertama. Jadi, Tuhan bisa bicara lewat beban atau kerinduan yang ditaruh Tuhan di hati saudara. Mungkin kerinduan itu sederhana. Aku kok kepengin ya ee setiap Sabtu misalnya beli 10 bungkus nasi tak bagi-bagikan. Kok kepengin banget? Lakukan saja. Mungkin itu memang beban dari Tuhan. Lakukan saja. Gak perlu doa puasa untuk tanya lagi. Kenapa? Karena beli nasi bungkus 10 enggak akan bikin saudara bangkrut. Jadi, just do it. Nah, banyak anak-anak Tuhan selalu ngerepotin
13:09 pendeta. Iya, ngerepotin pendeta karena apa? Dia seringki menanyakan sesuatu yang sebetulnya dia lakukan aja. Kira-kira seperti itu, Bu. Saya terbayang wajah si A. Terus saya mendapatkan kesan di hati bantuan kasih dia uang Rp100.000. Bu, ini apakah dari Tuhan apa gak? Gak tahu. Saya lakukan saja. Kalau gak dari Tuhan nanti lak kelihatan. Kalau dari Tuhan juga ketahuan. Tapi Anda memberi Rp100.000 pun Anda gak akan bangkrut. Betul enggak? Betul. Anda menahan 100.000 pun Anda gak akan kaya. Jadi lakukan saja. Ini yang pertama beban yang Tuhan taruh di hati