uji hipotesis rata-rata 2 populasi (sampel independen)

Ringkasan Singkat

Video ini membahas uji hipotesis rata-rata dua populasi untuk sampel independen. Keputusan diambil berdasarkan jenis uji hipotesis (dua arah atau satu arah) dan apakah standar deviasi populasi diketahui atau tidak. Jika standar deviasi populasi diketahui, digunakan uji Z; jika tidak, digunakan uji T dengan mempertimbangkan kesamaan varians populasi. Video ini juga memberikan contoh soal untuk memperjelas penerapan uji hipotesis ini.

  • Uji hipotesis dua arah dan satu arah dijelaskan dengan detail.
  • Penggunaan uji Z dan uji T dibedakan berdasarkan informasi standar deviasi populasi.
  • Contoh soal membantu memahami penerapan konsep dalam situasi nyata.

Pendahuluan

Video ini membahas tentang uji hipotesis untuk rata-rata dua populasi dengan sampel independen. Pengambilan keputusan dalam uji ini bergantung pada jenis uji hipotesis yang digunakan.

Jenis Uji Hipotesis

Terdapat tiga jenis uji hipotesis yang dibahas: uji dua arah, uji satu arah sisi kanan, dan uji satu arah sisi kiri. Untuk uji dua arah, hipotesis nol (H0) adalah μ1 - μ2 = D0, dan hipotesis alternatif (H1) adalah μ1 - μ2 ≠ D0. H0 ditolak jika nilai statistik uji dalam tanda mutlak lebih besar dari nilai kritis α/2. Untuk uji satu arah sisi kanan, H0 adalah μ1 - μ2 ≤ D0, dan H1 adalah μ1 - μ2 > D0. H0 ditolak jika nilai statistik uji lebih besar dari nilai kritis α. Untuk uji satu arah sisi kiri, H0 adalah μ1 - μ2 ≥ D0, dan H1 adalah μ1 - μ2 < D0. H0 ditolak jika nilai statistik uji kurang dari -nilai kritis α.

Statistik Uji Z

Jika standar deviasi populasi diketahui, digunakan statistik uji Z. Rumusnya melibatkan rata-rata sampel dari kedua populasi (X̄1 dan X̄2), selisih nilai rata-rata populasi di bawah hipotesis nol (D0), varians populasi (σ1² dan σ2²), dan jumlah sampel (n1 dan n2).

Statistik Uji T

Jika standar deviasi populasi tidak diketahui, digunakan statistik uji T. Uji T dibagi menjadi dua kasus: ketika standar deviasi populasi satu sama dengan standar deviasi populasi dua, dan ketika standar deviasi populasi satu tidak sama dengan standar deviasi populasi dua. Jika standar deviasi populasi sama, digunakan standar deviasi sampel gabungan (SP) dengan rumus tertentu, dan derajat bebas (degree of freedom) adalah n1 + n2 - 2.

Uji Kesamaan Varians

Untuk menentukan rumus statistik uji T yang tepat, perlu dilakukan uji hipotesis kesamaan varians dua populasi. Hipotesis nol adalah varians populasi satu sama dengan varians populasi dua, dan hipotesis alternatifnya adalah varians populasi satu tidak sama dengan varians populasi dua. Statistik uji F digunakan, yaitu F = S1²/S2², dan dibandingkan dengan nilai kritis dari tabel F dengan derajat bebas n1-1 dan n2-1. H0 ditolak jika nilai F hitung lebih besar dari nilai kritis F.

Contoh Soal 1

Sebuah perusahaan mengklaim bahwa kekuatan rentangan rata-rata tali A melebihi tali B setidaknya 12 kg. Untuk menguji klaim ini, 50 tali dari masing-masing jenis diuji. Hasilnya menunjukkan bahwa tali A memiliki kekuatan rentangan rata-rata 86,7 kg dengan simpangan baku 6,28 kg, dan tali B memiliki kekuatan rentangan rata-rata 77,8 kg dengan simpangan baku 5,61 kg. Uji hipotesis dilakukan dengan taraf nyata 0,05. Langkah-langkahnya meliputi menentukan hipotesis nol dan alternatif, menghitung statistik uji F untuk kesamaan varians, menentukan nilai kritis F, membandingkan nilai F hitung dengan nilai kritis, dan akhirnya menghitung statistik uji T dan membandingkannya dengan nilai kritis T untuk membuat keputusan.

Contoh Soal 2

Penelitian dilakukan untuk melihat apakah peningkatan konsentrasi substrat memengaruhi kecepatan reaksi kimia. Reaksi dicoba dengan konsentrasi substrat 1,5 mol/liter sebanyak 15 kali dan 2,0 mol/liter sebanyak 12 kali. Data kecepatan rata-rata dan simpangan baku diberikan. Uji hipotesis dilakukan untuk melihat apakah peningkatan konsentrasi substrat menaikkan kecepatan rata-rata lebih dari 0,5 mikromol/30 menit dengan taraf nyata 0,01, dengan asumsi ragam kedua populasi sama. Langkah-langkahnya meliputi menentukan hipotesis, menghitung statistik uji T, menentukan nilai kritis T, dan membandingkan nilai T hitung dengan nilai kritis untuk membuat keputusan.

Contoh Soal 3

Contoh acak berukuran n1=25 diambil dari populasi normal dengan simpangan baku σ1=5,2 dan rata-rata sampel x̄1=81. Contoh acak kedua berukuran n2=36 diambil dari populasi normal lain dengan rata-rata sampel x̄2=76. Uji hipotesis dilakukan pada taraf nyata 0,06 untuk hipotesis nol μ1=μ2 melawan hipotesis alternatif μ1≠μ2. Karena standar deviasi populasi diketahui, digunakan statistik uji Z. Langkah-langkahnya meliputi menentukan hipotesis, menghitung statistik uji Z, menentukan nilai kritis Z, dan membandingkan nilai Z hitung dengan nilai kritis untuk membuat keputusan.

Penutup

Video ini diakhiri dengan informasi bahwa kuliah selanjutnya akan membahas uji hipotesis varians dan uji hipotesis proporsi.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Halo Halo sahabat statistik bertemu lagi dengan saya di channel kuliah statistik pada kuliah hari ini kita akan membahas mengenai uji hipotesis far keempat yaitu uji hipotesis rata-rata dua populasi untuk sampel independen pengambilan keputusan dilakukan dengan memperhatikan jenis dari uji hipotesis yang dilakukan yang pertama adalah uji hipotesis dua arah dengan hipotesis nol nya adalah U1 dikurangi 2 = D 0 dan hipotesis alternatif atau ha satunya adalah you satu dikurangi dua tidak sama dengan Dino gimana menu satu merupakan parameter rata-rata populasi ke-1 dan

0:45 ke-2 merupakan parameter rata-rata populasi kedua dan d0 merupakan Selisih dari nilai rata-rata pada populasi ke-1 dengan rata-rata pada populasi kedua di bawah hipotesis nol Hai tolak h0 Jika nilai statistik uji dalam tanda mutlak lebih besar daripada nilai kritis wallpaper2 dimana al-fadhl taraf signifikansi untuk uji hipotesis 1 arah sisi kanan hipotesis nol nya adalah you satu dikurangi buah kurang dari sama dengan demo hipotesis alternatif nya new1 dikurangi dua lebih dari demo tolak h0 Jika nilai statistik uji lebih besar daripada nilai kritis Alfa untuk uji hipotesis 1 arah Sisi kiri hipotesis lainnya adalah you satu dikurangi dua

1:32 lebih besar sama dengan nol dan hipotesis alternatif yang you satu dikurangi 26 dari tek-080 Jika nilai statistik uji kurang dari mint nilai kritis Alfa perempuan statistik uji yang dilakukan memperhatikan nilai dari standar deviasi populasi Apakah diketahui atau tidak diketahui Jika nilai standar deviasi populasi diketahui maka bisa menggunakan statistik uji Z dengan rumus sebagai berikut dimana x bersatu merupakan rata-rata sampel dari populasi ke 1x berdua rata-rata sampel dari populasi kedua d0 merupakan Selisih dari nilai rata-rata populasi ke-1 dengan rata-rata populasi kedua di bawah

2:19 hipotesis nol untuk Sigma 1 kuadrat merupakan varians populasi ke1dan Sigma 2 kuadrat merupakan variasi posisi ke-2 n kecil satu adalah jumlah sampel yang digunakan dari populasi ke1dan n kecil2 merupakan jumlah sampel gunakan dari populasi kedua ketika nilai standar deviasi populasi tidak diketahui maka kita bisa menggunakan statistik Uji T dimana statistik Uji T nantinya dibagi lagi menjadi dua yaitu ketika standar deviasi populasi satu sama dengan standar deviasi populasi gua dan standar deviasi populasi satu tidak sama dengan standar deviasi populasi kedua Hai jika standar deviasi populasi satu sama dengan standar deviasi populasi

3:05 kedua maka rumus statistik uji t nya adalah sebagai berikut gimana SP merupakan standar deviasi sampel gabungan standar deviasi sampel gabungan diperoleh dengan rumus sebagai berikut yaitu standar deviasi sampel gabungan kuadrat merupakan rumusnya adalah sebagai berikut gimana S1 kuadrat merupakan variasi dari sampel populasi satu dan x2 kuadrat merupakan variasi dari sampel populasi kedua untuk di Kreo Freedom atau derajat bebas yang nantinya digunakan untuk nilai kritis triknya adalah sebagai berikut N 1 ditambah 2 dikurang Hai dan ketika nilai standar deviasi populasi tidak diketahui gimana standar

3:51 deviasi populasi satu tidak sama dengan standar deviasi populasi kedua maka rumus statistik uji t nya adalah sebagai berikut dengan Rajat bebasnya rumusnya adalah sebagai berikut pada penjelasan sebelumnya dijelaskan bahwa ketika nilai standar deviasi populasi tidak diketahui maka bisa menggunakan statistik uji t yang dibagi menjadi dua yaitu yang pertama adalah ketika menggunakan asumsi bahwa standar deviasi populasi satu sama dengan standar deviasi populasi dua dan kedua adalah asumsi bahwa standar deviasi populasi satu tidak sama dengan standar deviasi populasi kedua sehingga untuk menentukan rumus statistik uji t yang digunakan berdasarkan kedua asumsi

4:37 tersebut maka perlu dilakukan uji hipotesis kesamaan varians dua populasi untuk hipotesisnya sendiri ada Hai honornya varians populasi satu sama dengan varians populasi kedua khas satunya adalah varians populasi satu tidak sama dengan variasi operasi kedua Hai nah kemudian rumus dari statistik uji t-statistik uji-f sebagai berikut itu X1 kuadrat / X2 kuadrat X1 kuadrat adalah varians dari sampel populasi 12 kuadrat adalah varietas dari sampel populasi Hai nantinya nilai statistik uji F ini akan dibandingkan dengan nilai kritis yang berasal dari

5:22 Hai Tablet S karena statistik uji F ini akan berisi busi F gimana derajat bebasnya adalah N 1 min 1 dan 2 in 1 tolak h0 ketika nilai f-hitung yang kita dapat dengan menggunakan rumus statistik uji F hanya lebih besar dari nilai kritis F dengan taraf signifikansi Alfa dan derajat bebas visa took over Hai sebagai contoh soal yang diambil dari buku pengantar statistika edisi ketiga karangan rumah tengok volt sebuah perusahaan menyatakan bahwa kekuatan tentangan rata-rata khalifah melebihi

6:08 kekuatan tentang mantan B sebesar sekurang-kurangnya 12 kg untuk menguji pernyataan ini 50 tadi dari masing-masing jenis tersebut dipuji didapuk di bawah kondisi yang sama hasil uji memperlihatkan Tadi ia mempunyai kekuatan tentangan rata-rata 8607 kg dengan simpangan baku 6,28 kg dan kali B mempunyai kekuatan tentangan kali rata-rata 7708 kg dengan simpangan baku 5,6 1 kg ujilah pernyataan perusahaan tersebut dengan menggunakan taraf nyata 0,05 Tangga pertama adalah kita menentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif profesional harus mengandung sama dengan dari mana di sini pernyataan perusahaan yang mengatakan bahwa

6:54 tentangan rata-rata Thalia itu melebihi kekuatannya daripada tentang mantan B sebesar sekurang-kurangnya 12 kg artinya kekuatan tentangan rata-rata tali a-league urangi kekuatan tentang rata-rata tadi B itu lebih besar = 12 kg nasi hingga pernyataan berusaha ini kita masukkan sebagai hipotesis nol atau mengandung = untuk hipotesis alternatif ya adalah kebalikan dari Profesor sehingga hipotesis komparatif adalah you a dikurangi B kurang dari 12 untuk banyaknya sampel yang digunakan untuk mengukur kekuatan rentangan kedua kali itu ada 50 ini sudah diketahui soal Kemudian rata-rata dari kekuatan tentang

7:42 antalia adalah 80670 dengan standar deviasinya adalah 6,28 kemudian rata-rata kekuatan tentangan kali B yang diperoleh dari adalah 7708 dengan standar deviasi 561 taraf signifikansi yang digunakan adalah 0,05 tadi soal tidak diketahui nilai standar deviasi populasi dari kali Ahok pun dari di B sehingga untuk menyelesaikannya kita menggunakan rumus statistik Uji T Nah karena menggunakan rumus statistik Uji T maka kita perlu memilih asumsi yang digunakan Apakah menggunakan asumsi kedua populasi memiliki varians yang sama atau kah

8:29 asumsi kedua koperasi memiliki varians yang berbeda untuk itu kita perlu menguji kesamaan varians populasi dengan hipotesis nol dan hipotesis alternatif adalah sebagai berikut dan menggunakan rumus hitungan ke sebagai berikut didapatkan F itunya 1,2 53 kemudian kita mencari nilai kritis dari f dengan taraf nyata 0,05 Hai dan derajat bebasnya adalah N 1 min 1 koma min dua min satu sylenth1 atau hanya 50 sehingga 5149 dan N2 nya atau mb-nya 50-51 adalah 49 nasi hingga nilai kritisnya diperoleh 1,6 satu kemudian

9:17 kita bandingkan nilai f-hitung dibandingkan dengan nilai kritis diperoleh nilai f-hitung itu kurang dari nilai kritis Nah karena nilainya the F itu kurang dari nilai kritis maka keputusannya gagal tolak H 0 gagal tolak H 0 Kesimpulannya adalah varians populasi A dan varians populasi b adalah sama asumsi yang digunakan adalah asumsi varians populasi satu sama dengan varians populasi kedua maka rumus statistik uji t yang digunakan adalah rumus tersebut jika sebagai berikut a Hai yang kemudian untuk nilai dari varian sampel gabungan diperoleh nilainya 35 46 lalu untuk mencari nilai

10:04 t-hitung kita substitusikan nilai dari expert ax2r B kemudian Dek 0-12 kemudian SP ini berarti adalah akar dari SP kuadrat 3465 sehingga diperoleh nilai T hitung nya adalah 2,60 Kemudian untuk nilai kritisnya sendiri adalah Minte 0,05 ini adalah taraf signifikansi nya dan diberi of Freedom atau derajat bebasnya adalah N1 plusindo dikurang 2 atau 5050 kurang dua sehingga nilai kritisnya adalah minus Hai teknolime dengan derajat bebas 98

10:53 diperoleh misalnya mint 1,66 Hai untuk wilayah tolaknya sendiri ada di sebelah kiri karena kita melakukan pengujian satu arah Sisi kiri yang luasnya wilayah tolaknya adalah 0,05 nah kemudian untuk nilai kritisnya tadi adalah nih 1,6 satu dan nilai P hitungnya diperolehi 2,6 di sini kita lihat bahwa nilai T hitung masuk ke dalam wilayah tolak sehingga kita bisa memutuskan tolak h0 urusannya atau bisa juga kita bandingkan nilai t-hitung dengan mengkritis disini diperoleh nilai T hitung membuat 60 itu kurang dari nilai kritis yaitu mint 1,6 satu sehingga keputusannya adalah tolak h0

11:42 Kesimpulannya adalah sudah cukup bukti untuk mengatakan bahwa pernyataan perusahaan tersebut adalah Shaf Hai contoh soal kedua suatu penelitian ingin melihat Apakah peningkatan konsentrasi substrat akan memberikan pengaruh yang berarti pada kecepatan suatu reaksi kimia dengan konsentrasi substrat sebesar 1,5 mol per liter reaksi dicoba sebanyak 15 kali dengan hasil kecepatan rata-ratanya 7,5 mikromol per 30 menit dengan simpangan baku 1,5 dengan konsentrasi substrat 2,0 liter reaksi dicoba sebanyak 12 kali dan kecepatan rata-ratanya ternyata 8,85

12:27 chromophare 30 menit dan simpangan baku 1,2 ujilah Apakah peningkatan konsentrasi substrat diatas menaikkan kecepatan rata-ratanya lebih dari 0,5 mikromol per 30 menit gunakan tarafnya tak 0,01 dan asumsikan bahwa kedua populasinya menghampiri sebaran normal dengan ragam hai pertama kita tentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif nya tadi sini diketahui bahwa pertanyaannya adalah ujilah Apakah peningkatan konsentrasi substrat maksudnya ini adalah ketika konsentrasi substrat yang 2,0 mol per liter apakah akan meningkatkan kecepatan

13:16 rata-ratanya lebih dari 0,5 mikromol per 30 menit dibandingkan ketika konsentrasi substrat nya adalah 1,5 mol per liter sehingga di sini eh pernyataan ini dia kan masuk sebagai hipotesis alternatif karena dia tidak mengandung sangat enggak jadi hipotesis alternatifnya adalah new 2,0 dikurang new 1,5 lebih dari Ya udah Kemudian untuk hipotesis nol ya adalah kebalikan dari hipotesis alternatif Nya sehingga hipotesis nol ini adalah sebagai berikut a Hai model untuk jumlah sampel kemudian

14:01 rata-rata sampel dan standar deviasi sample juga taraf signifikansi gunakan sudah ada di soal nah kemudian karena nilai standar deviasi populasi tidak diketahui maka kita menggunakan statistik Uji T namun Disini di soal sudah diminta agar kita melakukan analisisnya dengan mengasumsikan bahwa ragam kedua populasi sama sehingga kita tidak perlu lagi melakukan pengujian kesamaan varians populasi jadi kita langsung menggunakan rumus statistik Uji T untuk asumsi varian sebuah populasi sampel berikut adalah rumus dari statistik Uji T dengan asumsi varian sebuah operasi sama-sama seperti pada

14:48 soal nomor 1 tadi dan kemudian disini diperoleh nilai T hitung nya adalah 1,50 kemudian elektrik Indonesia yang menggunakan PDA arahnya gak 0,01 dan digioff itemnya adalah N1 tambahin dua kurang dua yaitu 12-14 dikurang 2 sehingga nilai kritisnya adalah nilai kritis t Tara Puji Tara nyatanya 0,01 Dan Rajab bebas atau dipenuhi dunia25 nilainya adalah 2,48 5 Kemudian untuk wilayah tolaknya ada di Simpang kanan karena kita melakukan pengujian satu arah Sisi dengan luas 0,05 nilai kritisnya tadi adalah 2,48 5

15:33 kemudian IDP hitung 1,50 disini berada di luar wilayah tolak sehingga kesimpulan keputusannya adalah gagal tolak H 0 atau bisa juga kita bandingkan antara t-hitung dengan elektrolisis nilainya adalah 1,50 kurang dari 2,48 53 keputusannya adalah gagal tolak H 0 dan Kesimpulannya adalah belum cukup bukti ia mengatakan bahwa peningkatan konsentrasi substrat benar kan kecepatan rata-ratanya lebih dari 0,5 mikromol per 30 menit ke-3 suatu contoh acak berukuran N1 25 yang diambil dari suatu populasi normal dengan simpangan bagus IPA 1 = 5,2 mempunyai nilai Tengah xt181

16:19 suatu contoh aja kedua berukuran Edward 36 yang diambil dari populasi normal lain empat mempunyai ini Tengah expert 26 Fuji repot tesis pada ternyata 0,06 bahwa lawan alternatifnya mi-12 langkah pertama kita tentukan hipotesis nol dan hipotesis alternatif hipotesis harus mengandung = sehingga mi 1 sampai dengan i24 sebagai pakai sistol lebih Profesional adalah views 132 untuk nilai n1x bersatu sik jatuh n2x berdua Sigma 2 ini sudah berada atau terdapat di soal Nah di sini Kita sudah mengetahui nilai standar

17:06 deviasi populasi atau Sigma 1 dan Ini standar deviasi populasi kedua atau Sigma 2 sehingga disini kita bisa menggunakan rumus statistik uji Z barumu statistik mujizatnya adalah sebagai berikut kemudian untuk taraf uji nyata Tara nyatanya adalah 0,06 sehingga untuk nilai kritis Sydney kita menggunakan elektrode Set Alfa per dua karena kita melakukan pengujian hipotesis dua arah jadi z002 atau z003 diperoleh nilai kritisnya adalah 1,8 81 kemudian zat hitungnya kita menutup dipusingkan lebar 1x Berdua dan d0d awalnya disini

17:53 nilainya adalah nol karena disini potensi soyami 1 Hai = min 2 atau bisa Tumin G2 sama dengan nol sehingga d0i adalah sehingga disini diperoleh set hitungnya adalah 4,22 untuk wilayah tolaknya dan 12 kiri luas 0,03 sebelah kanan bersih 0,03 karena kita melakukan uji potensi suara kritisnya sebelah kiri nih 1,8 81 sebelah kanan 1,8 81 untuk Website hitung 4,22 terlihat di sini berada di wilayah tolak sehingga keputusannya adalah olahan nol atau pengambilan keputusan bisa kita lihat dengan membandingkan nilai terhitung dalam tanda mutlak kita bandingkan dengan nilai kritis etape 2 nah disini nilai

18:40 nya 47 dua Jogja hitung itu lebih besar daripada blackridge zap2it 1,8 81 sehingga sama saja pupuk Saya tolak h0 Kesimpulannya adalah sudah cukup bukti untuk mengatakan bahwa data populasi satu tidak sama dengan rata-rata populasi the scene kuliah kita pada hari ini untuk selanjutnya nanti kita akan membahas mengenai uji hipotesis varians dan uji hipotesis proporsi terimakasih sudah menyaksikan channel kuliah statistik jangan lupa subscribe like Comment and share sampai bertemu di kuliah berikutnya

Share

Ringkasan Video YouTube