UMPAN IBLIS - PETER GUNTUR

Ringkasan Singkat

Video ini membahas pentingnya menjaga hati dan mengendalikan diri agar tidak mudah tersinggung, marah, atau sakit hati. Dijelaskan bahwa orang Kristen yang tidak dewasa secara rohani mudah menjadi batu sandungan dan sasaran iblis. Melalui kisah Kain dan Habel, video ini menggambarkan bagaimana kebencian dapat berujung pada tindakan yang merusak dan menjauhkan dari Tuhan. Selain itu, ditekankan pentingnya memiliki hati yang bijaksana, mengampuni, dan mengutamakan hubungan yang benar dengan sesama sebelum beribadah.

  • Menjaga hati agar tidak mudah tersinggung dan marah.
  • Pentingnya pengendalian diri untuk menghindari perbuatan dosa.
  • Kebencian dapat berujung pada tindakan yang merusak.
  • Hati yang bijaksana dan pengampunan adalah kunci.

Pentingnya Menjaga Hati dan Pengendalian Diri

Menjaga hati sangat penting agar tidak mudah tersinggung, marah, dan kehilangan kendali diri. Orang yang tidak bisa menjaga hatinya dengan baik akan mudah stres, bingung, susah tidur, dan akhirnya merugikan diri sendiri. Orang Kristen yang tidak teguh dan kokoh, serta tidak dewasa secara rohani, adalah ciri-ciri orang yang tidak bertumbuh dalam Kristus dan mudah menjadi batu sandungan bagi orang lain. Orang yang tidak kuat dan tidak terhubung dengan Tuhan akan mudah menjadi sasaran iblis.

Kisah Kain dan Habel: Akibat Hati yang Panas

Kisah Kain dan Habel menggambarkan bagaimana Kain menjadi sangat marah dan muram setelah persembahannya ditolak oleh Tuhan. Firman Tuhan mengingatkan bahwa dosa mengintip di depan pintu ketika seseorang tidak bisa mengendalikan hatinya. Ketika dosa itu dibuahi, akan melahirkan perbuatan yang menyakiti Tuhan dan diri sendiri. Orang yang marah cenderung bereaksi negatif dan menyesal kemudian. Penting untuk selalu sadar dan berhati-hati dalam bertindak, serta menganalisa diri sendiri daripada mengkritik orang lain.

Hati yang Bijaksana dan Berkenan di Hadapan Tuhan

Hati yang bijaksana lahir dari perhitungan dan pertimbangan yang matang. Segala sesuatu yang dikerjakan harus semakin berkenan di hadapan Tuhan. Sekalipun diperhadapkan dengan orang yang menyebalkan, kita harus tetap tersenyum dan memuji Tuhan. Reaksi yang ditimbang dan dipikirkan dengan baik akan menghasilkan sikap hati yang bijaksana.

Kebencian adalah Pembunuhan

Kebencian dapat berujung pada pembunuhan, seperti yang dilakukan Kain terhadap Habel. 1 Yohanes 3:15 menyatakan bahwa orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh dan tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Matius 6:14-15 juga menekankan pentingnya mengampuni sesama agar Bapa di surga mengampuni kita.

Mengutamakan Hati yang Benar dalam Beribadah

Hati yang benar lebih penting daripada sekadar beribadah. Jika kita ingat ada sesuatu yang tidak baik dalam hati kita terhadap orang lain, Alkitab menyuruh kita untuk meninggalkan persembahan dan berdamai terlebih dahulu. Amsal mengatakan, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, sebab dari sanalah terpancar kehidupan."

Menjadi Berkat di Tengah Orang yang Menyebalkan

Kita akan selalu bertemu dengan orang-orang yang menyebalkan dalam hidup ini. Orang-orang seperti itu diizinkan Tuhan untuk memurnikan kita dan mengeluarkan asli kita. Penting untuk melatih diri dan menguasai diri agar menjadi orang Kristen yang berkemenangan dan tidak mudah dikontrol oleh setan. Sekalipun disakiti, kita harus bisa tersenyum dan menyerahkan hati kita kepada Tuhan. Dengan demikian, kita akan mengalami sesuatu yang ilahi dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Summarize any YouTube video in seconds

Get summaries like this one for any video, in your language, with the free Summ app.

Download on the Apple Store
Get it on Google Play

Transkrip

YouTube Transcript Generator

0:00 Dan saya berdoa apa yang kita pelajari hari ini mengubahkan cara pandang kita semakin hari semakin menjadi serupa segambar dengan Tuhan. Tadi saya masih dengar suara handphone. Tolong di silent biar tidak mengganggu. Kita ini mesti jagain hati dengan baik. Kalau kita enggak jagain hati kita dengan baik, kita akan mudah sekali jadi orang yang tersinggung, gampang marah, gak terkontrol, gak ada pengendalian diri yang ujungnya adalah yang rugi kita sendiri. Karena kita akan selalu diperhadapkan dengan orang-orang yang tidak sejalan dengan kita, bahkan bertentangan dengan hidup kita.

0:45 Bahkan anak-anak kita pun, cucu kita pun, tetangga kita pun atau siapapun seringki bertolak belakang cara pandangnya dengan kita. Ya, kita enggak bisa menyingkapinya dengan baik. Kita enggak bisa menguasai dirinya dengan baik. Kita enggak bisa mengendalikan diri dengan baik. Akhirnya kita kepikiran dengan sikap dan tindakan orang. Ujungnya apa? stres, bingung, pusing, susah tidur, malas makan, marah, emosi, dan lain sebagainya. Betul apa enggak? >> Betul. >> Nah, kalau kita gak bisa mengendalikan diri dengan baik, ujung dari kehidupan kita ini jadi orang Kristen yang babak belur. Jadi, orang Kristen yang gak teguh dan kokoh, jadi orang Kristen yang tidak

1:31 dewasa secara rohani. Dan itu adalah ciri-ciri orang yang gak bertumbuh di dalam Kristus. Kita kalau kenal Tuhan semakin diubahkan harusnya. Semakin diubahkan, semakin diubahkan, semakin kokoh, semakin kuat, semakin teguh, semakin powerful. Ini Bapak ini kasih minum dulu. Ya, gak tidak mudah goyang, tidak mudah jadi orang Kristen yang stres. Karena banyak orang Kristen stres. Kelihatan baik di gereja, di luar gereja emosian, di luar gereja marah-marah, di luar gereja kepahitan, di luar gereja sakit hati, di luar gereja gak bisa mengampuni. Dan orang-orang kayak begini

2:16 ini ujungnya apa? jadi batu sandungan tidak mencerminkan kemuliaan Tuhan. Nah, orang yang seperti ini jadi santapannya setan dengan mudah sekali. Jadi bulan-bulanannya iblis dengan mudah sekali. Orang yang gak kuat, orang yang enggak terlatih tadi, orang yang gak kokoh, orang yang enggak ngerti firman Tuhan, orang yang gak terhubung dengan Tuhan, mudah sekali jadi bulan-bulanannya setan. Dan saya berdoa di tempat ini, Bapak, Ibu semuanya kuat, kokoh, teguh. Gak gampang emosi, gak gampang marah, gak gampang sakit hati, gak gampang tersinggung. >> Amin. >> Katakan amin. >> Amin. >> Amin. Ya, >> sekarang kita akan lihat di Kejadian pasal yang keempat. Ini berbicara tentang

3:03 saudara kandung, kain dan Habel namanya. Tapi lihat apa yang dilakukan oleh salah satu dari mereka ketika persembahannya mereka ditolak di ayat yang ketiganya setelah beberapa waktu lamanya maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada Tuhan sebagai korban persembahan. Abel pun juga mempersembahkan korban. Tapi di ujungnya kita lihat di ayat yang kelimanya. Tetapi kain dan korban persembahannya tidak diindahkannya. tidak diterima persembahannya kain, persembahannya Habel yang diterima. Kenapa diterima? Suatu hari nanti kita akan bahas. Nah, ternyata setelah tidak diterima

3:51 persembahannya, apa yang terjadi? Lalu hati kain menjadi sangat panas. Marah enggak ini? Emosi enggak ini? Sakit hati enggak? Ini ujungnya apa? Dan mukanya muram. Nah, orang yang gampang marah, gampang emosi itu mukanya asem. Orang yang mukanya asem itu jelek. Orang yang gampang marah mukanya jelek. Jelek. >> Tapi di sini enggak ada yang gampang marah, kan? >> Enggak. >> Tapi kalau marah nanti bakal lihat cermin nih. Lihat mukaku nih kayak apa nih? Lagi marah. Cantik apa elek? >> Jelek. Menyebalkan. >> Iya. Tapi anehnya kita suka marah. Kalau

4:37 sudah suka marah matanya melotot-melotot tambah elek mukanya muram. Di dalam ayat yang lain ada mukanya asam, ada mukanya jelek sekali ya. Orang yang tersenyum sama orang yang marah itu berbeda ekspresinya. Coba lihat kanan kiri senyum. Kan manis, ganteng-ganteng, kayak cantik-cantik. Coba cemberut kanan kirimu. Jelek banget. Menyebalkan. Orang yang gampang marah, gampang tersinggung tadi ujungnya apa? Hatinya panas dan mukanya muram. Nih lihat nih firman Tuhan kepada Kain. Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?

5:23 Apa? Apakah mukamu tidak akan berseri-seri jika engkau berbuat baik? Tapi jika engkau tidak berbuat baik, perhatikan dosa sudah mengintip di depan pintu. Ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya. Ketika kita ini enggak bisa mengendalikan hati kita dengan baik, ketika kita enggak bisa menguasai diri kita dengan baik, dosa itu sudah ada di balik pintu. Begitu menggoda ujungnya apa? Ketika dosa itu dibuahin melahirkan. perbuatan. Nah, ketika kita mulai melakukannya, yang disakitin pertama kali adalah Tuhan dan diri kita sendiri. >> Baru orang lain.

6:10 Kita ketika marah, gak terkontrol, kecenderungan kita bereaksi negatif. Terus 10 menit kemudian, 15 menit kemudian, 1 jam kemudian kita lupa dan akhirnya sadar, nyesal. Betul apa enggak? >> Betul. >> Siapa yang pernah marah-marah dan enggak lama kemudian sadar diri dan nyesal? Karena orang ketika marah biasanya sadarnya belakang. Tapi kita hari ini mau lihat tingkat kesadaran kita dengan Tuhan. Tingkat kesadaran kita dengan emosi kita, tingkat kesadaran kita dengan amarah kita itu selalu ada di depan. >> Sehingga ketika kita mau bertindak, ketika kita mau berbuat, kita hitung

6:57 dulu dengan baik, >> kita timbang dulu dengan baik, >> kita pikir dulu dengan bijaksana. >> Kira-kira apa yang kita mau perbuat, apa yang kita mau lakukan ini hati-hati apa tidak? Tentunya hati-hati. Kenapa kok kita ini enggak bertindak hati-hati? karena tidak punya analisa dengan baik. Orang yang tidak bisa menganalisa dirinya sendiri, dia akan selalu menganalisa orang lain. Orang yang tidak bisa mengoreksi dirinya sendiri, saya akan selalu koreksi orang lain. Orang yang bijaksana itu melihat, menghitung, dan memperhatikan. Kadang merenungkan apa yang dilakukan sepanjang hari berkenan di hadapan Tuhan apa tidak. Ketika kita melakukannya, memperhitungkannya setiap harinya, akhirnya

7:42 kita beroleh hati yang bijaksana. >> Amin. >> Hati yang bijaksana tadi lahir karena kita memiliki perhitungan, >> kita memiliki pertimbangan. >> Apapun yang kita mau kerjakan, apapun yang kita lakukan, tambah hari harusnya tambah berkenan di hadapan Tuhan. Saya berdoa Bapak Ibu semuanya yang di tempat ini tambah hari tambah tahun tambah bijaksana. >> Amin. >> Tambah penuh pengendalian diri. >> Amin. >> Tambah semakin menjadi serupa segambar dengan Tuhan. >> Amin. >> Sekalipun kita diperhadapkan dengan orang yang kelakuan yang menyebalkan, >> kita bisa tetap tersenyum bahagia. >> Amin. >> Memuji Yesus selamanya. >> Amin. >> Aminnya enggak perlu di sini saja loh.

8:28 Engkau harus amin ketika engkau benar-benar mengalami masalah yang gak enak. Amin. Heeh. >> Orang itu kalau ngadapin masalah yang enak semuanya bisa puji Tuhan. Haleluya. Loh, >> bisa. >> Semuanya bisa kelihatan kudus dan baik-baik saja. >> Tapi ketika sesuatu terjadi dan itu buruk sekali, bisa jadi reaksi kita berbeda. >> Iya. >> Tapi kita harus memiliki reaksi yang ditimbang, dipikir, dihitung dengan baik. Akhirnya kita memperoleh sikap hati yang bijaksana. Kalau tidak, apa yang terjadi? Kita memiliki sikap hati yang buruk. Ujungnya dari sakit hatinya si Kain ini, dia akhirnya membunuh adiknya. Seperti di 1 Yohanes pasal yang ke3 ayat yang

9:14 ke-15. Baca yang kencang, Bu. Ibu belakang yang suaranya menggelegar. Yes. >> 1 Yohanes pasal yang ketig ayat yang ke-15. Suaramu sangat membangkitkan orang-orang yang sedang tidur. Kaget >> 1 Yohanes pasal yang ketigat yang ke-15. >> 1 Yohanes 3 ya >> ayat yang ke-15 ayat 15. 1 Yohanes 3. >> Amin. >> Ayat 15.

10:00 >> Setiap orang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. >> Perhatikan. Seorang yang membenci sesamanya, dia adalah seorang pembunuh manusia. Dan ini dilakukan oleh si Kain. >> Si kain. >> Betul apa enggak? Awalnya dia enggak terima, dia kesal, dia kecewa, dia tersinggung, dia marah, dan akhirnya dalil lahir dari hatinya kebencian. Dan ternyata kebencian itu membunuh. Di 1 Yohanes pasal yang ke-3 ayat 15, "Barang siapa membenci sesamanya, dia adalah seorang pembunuh. Dan seorang pembunuh tidak mendapat bagian di dalam

10:46 kerajaan Allah." Di kitab Matius juga dijelaskan yang sama di Matius pasal yang ke-6 14 15. Barang siapa, barang siapa mengampuni sesamanya, Bapakmu di surga akan mengampuni kamu. Kalau engkau enggak mengampuni, Bapakmu di surga juga tidak akan mengampuni. Di Matius juga dikatakan ketika kita mempersembahkan korban persembahan, terus kita ingat sesuatu akan sesuatu dalam hati kita terhadap orang lain, baru marah, baru jengkel, baru ngamuk, kesal, emosi dan lain sebagainya. Emosi dengan suami mungkin emosi dengan istri emosi dengan ponakan emosi dengan anak cucu. >> Alkitab katakan suruh tinggalkan

11:32 persembahanmu, temuin dulu, berdamai dulu. Artinya kan hati yang lebih penting dari sekedar ibadah. Jadi Pak Patrik katakan hati kita ini lebih penting. Penting. >> Kita bisa datang ibadah ini kalau hati kita busuk percuma gak berkenan di hadapan Tuhan. Hati ini yang masih benar. Makanya kitab Amsal katakan, "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan." Sebab dari sanalah terpancar kehidupan. Yang memancar dari muka kita ini kehidupan yang memberkati banyak orang. Bukan muka yang asem, bukan muka yang menyebalkan. Amin. >> Amin. >> Saya berdoa kita akan menjadi orang yang powerful. Gak gampang tersinggung, gak gampang marah, tapi melepaskan

12:18 pengampunan sama orang-orang yang menyebalkan. Amin. >> Karena kita selamat tinggal di bumi, kita akan selalu bertemu dengan orang-orang yang kelakuannya menyebalkan. Betul. >> Yang ada di sekitaran hidup kita. Iya. >> Dan itu kadang diizinkan Tuhan untuk membuat kita ini fokusnya sama Tuhan. >> Yes. >> Orang-orang seperti itu sebenarnya memurnikan kita, mengeluarkan aslinya kita seperti apa. Kalau di sini kan kelihatan baik semuanya kan. Tapi ketika diperhadapkan dengan orang yang kelakuannya menyebalkan, asli kita akan keluar. >> Bisa seperti malaikat, bisa seperti Bunda Maria atau malah seperti iblis. Tergantung bagaimana kita melatih diri kita, menguasainya. Ketika ngadapi peperangan, kita akan

13:04 menjadi orang yang berkemenangan. Orang Kristen harus berbeda dengan orang yang lain. Di area sini orang Kristen harus berkemenangan. Amin. >> Kalau tidak, hidup kita akan jadi bulan-bulanannya setan. Babak belur, gampang tersinggung, gampang sakit hati, susah mengampuni. Hidupmu jadi umpannya setan dengan mudah sekali dikontrol dan dikendalikan. Saya berdoa ada orang-orang yang mulai hari ini mengendalikan diri dengan baik. Sekalipun disakitin kok bisa tersenyum, bahagia. Wis ndak poo wis mau disakitin terserah. >> Aku menyerahkan hatiku sama Tuhan kok. Tuhan yang membela. Kalau itu sampai

13:50 terjadi enjoy, rileks, dan nikmati jalan bersama Tuhan. Kita menjadi orang-orang yang terlatih dalam menjalani hidup ini. Hidup kita akan ngalami sesuatu yang ilahi. Semakin hari semakin diubahkan, semakin diubahkan, semakin menjadi berkat bagi banyak orang. Amin. >> Amin. >> Bangkit berdiri. Sama-sama. Terima kasih Tuhan buat firman-Mu kami matraikan dengan darah anak dombalah. Firman yang nempel dalam hati kami berhari-hari, berminggu, berbulan-bulan firman jadi kehidupan. Bahwa kami semuanya memiliki sikap hati yang benar, hati yang mengasihi, hati yang diubahkan, hati yang semakin menjadi

14:35 serupa segambar dengan Tuhan. Terima kasih Tuhan bagiu segala hormat, pujian, pengagungan. Kami percaya Tuhan sepanjang kehidupan kami, Kau sendiri yang pegang kami. Buka tanganmu doa-dua bahwa terima kasih. Berkati setiap orang dalam rohani tanpa terkecuali. Apapun yang kerjakan tangannya Tuhan mereka berkati mereka semuanya. Berikan kesehatan yang sempurna, umur panjang, damai sejahtera, sukacita. Amin. >> Anak, cucu, istri, mantu diberkati Tuhan. >> Amin. >> Dan kami mau melihat sisa umur kami berguna dan jadi berkah. >> Amin. >> Masa depan kami ditanggung Tuhan, dijagain Tuhan, diproteksi Tuhan, diberikan yang terbaik yang datangnya

15:22 daripada Tuhan. >> Terima kasih Tuhan dalam nama Yesus kami berdoa dan kami percaya berkat itu sedang kami terima. Amin. >> Yang terima berkat ini dalam nama Yesus >> katakan >> amin. [Musik] naramu [Musik] Naram [Musik] nam [Musik]

16:20 ya [Musik] kami mengasihi-Mu. [Tertawa] [Musik] Kami mencintai-Mu Tuhan. Roh Kudus, [Musik] Roh Kudus. [Musik]

17:26 n-muah [Musik] Angkat suaramu, nyanyikan masmu. Tinggikan raja di atas segala raja Allah yang perkasa. Oh. [Musik] We worship you.

18:11 We adore you. We adore you. [Musik] Mia

18:58 We love you. We praise you. We love you. We praise you. We praise you. We praise you. Dari hati kami [Musik] keluar nyanyian yang mengasihi-Mu. [Musik] dari hati kami. Kami naikkan mazmur yang meninggikan nama-Mu, Tuhan. [Musik] Tuhan,

19:49 [Musik] kami mencintai-Mu Tuhan. Kami mengasihim-Mu. [Musik] Kau saja yang suci.

20:39 Kau saja yang layak. Kau layak terima glori. Yesus kau Tuhan. Kau saja yang suci. [Musik] Kau saja yang layak. Kau layah

21:25 terima glor [Musik] hanya kau Tuhan. Terima kasih Roh Kudus. Terima kasih [Musik] kami mengasihi-Mu Tuhan. [Musik] Sungguh hati kami mencintai Engkau lebih dari apun juga. [Musik] Tapi dalam kedagingan kami, kami sering melakukan hal yang menyakiti, yang

22:11 bertolak belakang dengan kehendak-Mu. Berikan kemampuan kami setiap hari untuk berjalan dalam kesucian dan kekudusan. Kami tidak mampu berjalan tanpa Engkau Roh Kudus. Pegang tangan kami, pegang hati kami. Lihat sampai kedalaman batin kami. Kami mencintai Tuhan. Kami mengasihi Engkau. Kami pengin berkemenangan setiap hari. Dapatin kami menjadi orang kesayangan-Mu.

22:59 Terima kasih. Kami mau belajar apa yang kau mau Tuhan. Terima kasih dalam nama Yesus. Haleluya. Amin. Amin. Menikmati hadirat Tuhan, merasakan Tuhan datang. Yeah.

Share

Ringkasan Video YouTube