Ringkasan Singkat
Video ini adalah sesi unboxing dan nostalgia mainan-mainan populer dari era 90-an dan awal 2000-an. Medy Renaldy membuka dan memainkan beberapa mainan ikonik seperti Crush Gear, Tazos, Beyblade, dan Bakugan. Dia berbagi pengalamannya, membandingkan kualitas mainan lama dengan yang baru, dan mengajak temannya, Uli, untuk bermain bersama.
- Nostalgia mainan era 90-an dan 2000-an
- Unboxing dan review Crush Gear, Tazos, Beyblade, dan Bakugan
- Permainan dan perbandingan mainan lama vs baru
Pembukaan dan Crush Gear
Medy Renaldy memulai video dengan menyatakan kegembiraannya untuk unboxing mainan-mainan kartun pagi dari era 90-an yang sangat dirindukannya. Dia merasa seperti membalas dendam pada masa kecilnya karena dulu tidak bisa membeli semua mainan ini. Mainan pertama yang di-unboxing adalah Crush Gear, khususnya Garuda Eagle dan Tigeraid yang asli, yang dibelinya dengan harga lebih dari Rp 1.000.000 per buah. Medy sangat puas dengan kualitas dan desain Crush Gear tersebut, mengingatnya pada game Crush Gear di PS1. Dia kemudian mengadu kedua Crush Gear tersebut dengan temannya, Uli, dan terkejut dengan betapa serunya permainan tersebut, terutama karena Crush Gear yang dimilikinya dulu tidak sekencang ini.
Tazos
Medy melanjutkan dengan membuka Tazos, mainan legendaris yang didapat dari dalam Chiki. Dia menunjukkan berbagai macam Tazos, termasuk yang bergambar Pokémon dan Looney Tunes. Medy menjelaskan cara bermain Tazos, yaitu dengan tos dan yang mendapat gambar Pokémon menang. Dia kemudian bermain Tazos dengan Uli, di mana yang kalah harus memberikan Tazos-nya kepada pemenang. Permainan ini ternyata sangat seru dan membangkitkan kenangan masa kecil.
Beyblade
Mainan ketiga yang di-unboxing adalah Beyblade jadul, khususnya Dragoon V2. Medy menghabiskan Rp 1.000.000 untuk membeli banyak Beyblade dari masa lalu, termasuk peluncur dengan dan tanpa grip. Dia kemudian mengadu Beyblade dengan Uli dan membandingkan kualitas Beyblade zaman dulu dengan yang sekarang. Medy menjelaskan bahwa Beyblade zaman sekarang lebih berat karena menggunakan bahan die-cast, sehingga putarannya lebih lama. Meskipun demikian, keseruan bermain Beyblade tetap sama.
Bakugan
Mainan terakhir yang di-unboxing adalah Bakugan, mainan impian anak-anak di awal tahun 2000-an. Medy membeli Bakugan seharga Rp 400.000 dan mengaku kurang mengerti cara bermainnya karena terlalu rumit saat dia kecil. Meskipun demikian, dia mencoba memahami cara bermain Bakugan dengan metode "Speed Play". Medy menjelaskan bahwa Bakugan adalah salah satu contoh strategi marketing kartun pagi untuk mendorong anak-anak membeli mainan. Dia kemudian bermain Bakugan dengan Uli, meskipun tidak sepenuhnya paham dengan aturan permainannya.

