0:00 Okay. Selamat datang di video unboxing gue yang lainnya. Kali ini gue pengen unboxing.. Mainan-mainan kartun pagi zaman 90-an. Aduh! Kangen banget gue! By the way, ini muka gue di mana? Gila! Ini konten yang gue sudah tunggu banget buat gue bikin. Karena gue bertumbuh dengan kartun-kartun pagi ini. Mulai dari Kabutaku. Terus ada Crush Gear. Terus ada Tamiya juga. Ada Beyblade. Bakugan. Ini masih banyak lagi. Dan hari ini gue bakalan balas dendam sama masa kecil gue yang di mana gue gak bisa membeli semua ini waktu masih kecil beberapa gue gak bisa beli. Dan kita akan experience ini satu per satu. Seperti kita memakai mesin waktu. Kita akan kembali ke tahun 90-an. Dan di mainan pertama, gue pengen coba mainan yang dulu tuh kayaknya gue gak bisa beli.
0:46 Crush Gear. Saatnya kita coba bertarung Crush Gear sekarang. Ini dia mainan pertama. Ini Crush Gear asli. Gue nyari yang asli. Makanya harganya mahal banget ini. Ini harganya seingat gue sekitar IDR 1,000,000 lebih gue beli. Satunya IDR 1,000,000 lebih. Sebentar, gue cek dulu, takutnya gue yang salah. Yap, benar sekali. Ini gue beli di e-commerce dengan harga IDR 1,259,000 kalau dijual di situ. Cuma kemarin kayaknya gue reach out di Instagram makanya gue dikasih murah Sekitar IDR 1,000,000 kalau gak salah. Tetap mahal sih. [TERTAWA KECIL] Dan gue beli dua. Gue beli yang pertama jagoannya-- Seingat gue ini jagoannya. Gue lupa juga. Namanya "Garuda Eagle" kalau gak salah. Iya, Garuda Eagle, benar. Dan satu lagi yang bakal gue adu hari ini sama "Tigeraid". Dan ini asli semuanya. Kayaknya sih pembelinya beli dari Jepang. Karena buat mencari Crush Gear sekarang di e-commerce tuh sudah susah banget.
1:32 Ternyata harganya digoreng juga. Gila banget sih ini. Bahkan Bandai-nya aja masih warna merah. Saatnya kita buka. Ya Allah. Gue kayaknya sih-- Seingat gue, dulu gue bisanya beli yang murah-murah. Ada kan Crush Gear murah? Yang palsu gitu. Nah, ini asli nih. Gila. Mahal banget. Ya ampun. Oh, begini rasanya? [TERKEKEH] Wow! Astaga. Satisfying banget buat dipegang. Gila. Desainnya keren banget. Seingat gue ini jagoannya. Dan dia memang sekeren ini desainnya. Makanya anak-anak tuh pada suka. Dulu gue ingat banget, dulu gue main juga di PS1. Ini ada game-nya. Dan gue gak ngerti tuh cara mainnya. Cuma dulu buat anak kecil seru aja buat dimainkan sih. Semoga ini masih nyala. Coba kita buka yang satu lagi. Satu lagi, ini dia. Astaga. Bro! Keren banget, bro! Keren parah, bro! Gila! Kalau yang Garuda Eagle bisa menusuk.
2:19 Kalau yang Tigeraid seingat gue mengebor sih. Nah, habis ini kita coba adu keduanya. Karena gue dibonusin juga nih sama abangnya, baik juga abangnya. Dikasih arenanya. Yoi! Saatnya kita sekarang adu Crush Gear. Okay, sekarang moment of truth-nya. Saatnya kita nyalakan. Satu.. dua.. tiga.. [DERU MESIN] -[MUSIK KOMEDI] -[MESIN MATI[ [CEKIKIKAN] Gila! Masih bisa nyala! Lihat. [DERU MESIN] Ih, kencang banget. Parah! Kencang parah! Kencang parah! Lihat. Lihat nih. Itu pedangnya-- Eh, gila. Gila. Itu beneran. Beneran. Wow. -Sekencang ini? -[ILHAM] Iya. -[MESIN MATI] Yang palsu kayaknya gak sekencang ini. [SEMUA TERTAWA] [ILHAM] Yang palsu pelan sih. Kayaknya yang murah gak sekencang ini deh. Coba kita nyalakan yang Tigeraid. Satu.. dua.. tiga..
3:04 -[MESIN BERDERU] -[MEDY TERKEJUT] Kencang parah sih. What the hell? Uli, lawan gue. Sini lawan gue. -[MESIN BERDERU] -Okay? Sekarang gue akan coba adu. Ih, gila, kencang banget. Kencang parah. Mulai ya? -Ayo. -[KEDUANYA] Satu.. dua.. tiga.. Uh! Mati gue. [ULI TERKEKEH] -TEWAS. -Punya gue m*ti. Kok langsung m*ti sih? Menang dong lo? [ULI TERKEKEH] Iya. [SEMUA TERTAWA] Ayo ulang. -3 ronde ya? -Iya. Ronde pertama lo menang. [MEDY] Satu.. dua.. tiga.. Uh! [MEDY] Astaga! Astaga! Seru banget! [MEDY BERSERU] Ih, gila banget! Gila! Parah! Seru parah! Seru parah! M*ti lo.
3:52 [MEDY] Sudah? Lo menyerah? Sudah.. sudah.. -Menyerah. -[KEDUANYA TERTAWA] -[MEDY] Takut jatuh? -Iya, takut jatuh. Dia ngalah karena takut jatuh. Eh enggak enggak. Ini harus main di bawah sih menurut gue. Kita singkirkan mejanya dulu. Sebentar. -[DERU MESIN] -Kita mulai ronde selanjutnya. -[MEDY] Sudah siap? -Sudah. [MEDY] Satu.. dua.. tiga.. [MEDY] Punya gue parah sih kayak gangsing. [MEDY] Hey! Kalah lo! [MEDY] Gue masih-- Eh, masih hidup. -[MEDY] Ini ngapain? Punya gue ngilmu? -[ULI TERKEKEH] Punya gue ngilmu. -[BENTURAN BESI] -[MEDY] Wow! Wow! Wow! -[BENTURAN BESI] -Wah, gila! -IDR 1,000,000 ini! -[ULI TERTAWA] Eh, lo curang dari tadi. Sekali lagi diskualifikasi lo. -Sudah, kalah.. kalah.. -[ULI TERTAWA] [MEDY] Sebentar, dia masih berjuang.
4:38 Gila, punya gue ngilmu. -[ULI TERTAWA] -Gak ada yang bisa nyentuh. Kita kasih waktu 5 detik. Sudah, gue menang. Gila. Ngilmu punya gue. Garuda Eagle ngilmu. [MEDY] Okay. Skornya 2-1. Kita mulai ronde selanjutnya. -[DERU MESIN] -[MEDY] Satu.. dua.. tiga.. Copot punya gue. -[ULI TERTAWA] -Punya gue copot. Tapi punya lu kok gak mau gerak sih? Gapapa deh, bantu sedikit. [MEDY] Uh, rasakan. Astaga. -Oh, sudah dibelek tuh. -Sudah.. sudah.. [MEDY] Kalah lo. Uh mengamuk. Ngamuk. Gila. -Mengamuk. -Sudah menang. -Kalah ya? -Iya, kalah. [MEDY BERSORAK]
5:24 -Seru banget, Uli. -[ULI TERTAWA Seru banget. Gila. -Dan dia bisa copot. -[MESIN MATI] -[MEDY] Komponennya copot tapi gak patah. -Iya. Memang fungsinya itu ini kan ada perisainya itu untuk melindungi dia dan ini tuh bisa dipasang lagi. Gila. Ternyata Crush Gear seseru itu. -Nah, tadi kan perjanjiannya yang kalah itu telanj*ng bulat. -[ULI TERTAWA] [SEMUA TERTAWA] -Dengar, 'kan? -[ILAHM] Iya. Telanj*ng bulat. Sekarang saatnya telanj*ng bulat. [ULI TERTAWA] Okay. Tapi karena ini terlalu seru gue pengen satu ronde lagi ini bebas deh, lo boleh mainkan-- Ini freestyle aja. Kalau dia tersangkut lo bantu aja gapapa. -Karena seru pas beradu ya? -Iya. Memang harus diadu. Iya.. iya.. iya.. Okay. Kita mulai lagi. Ini ronde tambahan. Karena gue merasa belum puas. Seru banget ini. -[DERU MESIN] -[MEDY] Satu.. dua.. tiga.. [MEDY] Gapapa. Arahkan.
6:13 Punya gue sih brutal. [MEDY] Astaga! TEWAS. -Astaga! -[ULI TERTAWA] [MEDY BERSRU] [MESIN MATI] Kalah lo. -Lo sampai baterainya. -[ULI TERKEKEH] Sampai terbuka. -[ULI TERTAWA] -Gila. Body-nya sampai copot. Memang Garuda Eagle jagoan sih. Okay. Silakan telanj*ng. Yaah.. [EFEK SUARA TEMBAKAN] Okay, itu dia tadi adu Cruch Gear. Gila. Gue gak tau ini seseru ini. Seingat gue dulu tuh gue punya gak sekencang ini. Apa mungkin palsu juga? Karena gue lupa juga, sudah puluhan tahun lalu. Dan gue punya versi kecilnya. -Tau gak sih? Itu kayaknya hadiah nuget. -[ILHAM] Pasta gigi. Oh, pasta gigi. Hadiah pasta gigi. Itu ada yang versi kecilnya. Tapi untuk yang asli dan sekencang ini.. [MESIN BERDERU] Kencang banget, 'kan? Gue gak punya dulu. [TERKEKEH]
6:59 Makanya ini pertama kalinya buat gue. Dan gue amaze banget sih karena ini kan sudah lama dan dia masih bisa sekencang ini. Masih hidup pun sudah syukur. Ini sekencang ini. Gila. Ini keren banget sih. Mungkin kolektor ngilu lihatnya karena kita mengadu Crush Gear mahal. Cuma gue puas parah sih! Itu dia mainan pertama. Ah! Seru banget! Kita bakal ke mainan selanjutnya. Dan ini juga gak kalah seru di zaman gue. Walaupun sederhana tapi ini gak kalah seru. Kita akan main Tazos. Ini dia mainan kedua. Di dalam Poké Ball ini ada salah satu mainan yang paling legendaris yang dulu pernah gue mainkan dan juga anak-anak generasi 90-an lah. Yang namanya.. Tazos. Idih! Gila! Lihat. OG banget ini. Lecet-lecet. Ini beneran Tazos berarti. Karena sebenarnya Tazos sempat diproduksi lagi beberapa waktu belakangan ini.
7:45 Cuma namanya sudah bukan Tazos seingat gue. Karena ada alasan lisensi. Sedangkan yang zaman dulu tuh kayak begini. Dan dulu kan dapatnya dari dalam Chiki. Berarti ini harusnya ada bau-bau Chikinya gak sih? [TERKEKEH] [MENGENDUS] Jujur, ada sedikit. [MENGENDUS] Tercampur sama bau aroma barang lama. Bau tanah gitu. Dan untuk detailnya kayak begini. Ada Pokémon-nya. Kalau dibali kitu Poké Ball kayak gini. "Pokémon", "Tazos", terus ada logo Indofood di sini. Dan ada juga yang versi holographic-nya kayak gini. Kalau digoyangin bakal berubah warnanya. Dan bahkan ini gak cuma yang Pokémon doang. Ini ada dari Looney Tunes juga. Iya. Tuh benar 'kan? Namanya "Speedy Gonzales" Dan sisanya ini sebagian besar gue beli yang Pokémon sih. Semuanya ini IDR 170,000, total ada 17. Yang artinya ini satunya IDR 10,000. Ih, ada Yugi-Oh ternyata!
8:31 "Yami Yugi". Iya. Wih! Gila! Dan dulu cara mainnya itu kita tosan sama teman kita. Kayak gini. Yang dapat gambar Pokémon dia yang menang. Kalau dapat gambar Poké Ball, itu artinya dia kalah. Makanya sekarang gue akan mengadu lagi bersama Uli. Sini Uli. Uli adalah tim baru gue. Kita akan battle. Nanti misalnya lo kalah, lo harus kasih Tazos lo ke gue. Sebaliknya juga sama kayak gitu. Siap. Gue Poliwhirl. -Okay. -Wah, lawannya api. Lo itu adalah-- elemen kelemahan lo itu gue. [MEDY] Harusnya lo kalah. -Iya. -Karena lo Pokémon api. Mulai? [KEDUANYA] Satu.. dua.. tiga.. -[MEDY] Okay, seri. -Seri. -[ULI TERKEKEH] -Lagi. Gila. Seru banget. Cuma gitu doang padahal. Satu.. dua.. tiga.. -[MEDY] Kan gue bilang, kalah lo. -Yah, kalah.
9:17 Berarti Tazos lo buat gue. Gitu cara mainnya. -Dulu lo gitu juga, 'kan? -Iya, sama. Okay. Gue akan coba pakai Snorlax deh nih. Okay. Mulai. Satu.. dua.. tiga.. -Sial! Kalah! -Lo kalah. [KEDUANYA TERTAWA] -Gitu doang kok bikin ketawa? -Iya. -Kok gitu doang ketawa? -Bahagia. Ya Allah, masa kecil tuh bahagia banget. Begitu doang loh. -[ULI TERKEKEH] -[MEDY] Mainnya sesimpel itu loh. -Blastoise. -Kita coba lagi. Satu.. dua.. tiga.. [MEDY] Lo Blastoise? -Oh seri. -Sama. -Gila. Seru banget. -[ULI CEKIKIKAN] Satu.. dua.. tiga.. -Ah elah! -Menang! [KEDUANYA TERTAWA] Judi! Judi! Seperti berjudi. Kita coba dua kali lagi. Kita lihat, siapa yang menang? -[MEDY] Gue pilih Electabuzz. -Siap. -Satu.. dua.. tiga.. -[ULI] Oh, sama lagi. -Seri. Sampai dua kali menang lagi.
10:03 [MEDY] Alah! -Sikat. -[ULI CEKIKIKAN] [MEDY MENGERANG] -Elah. -[ULI BERBICARA TAK TERDENGAR] [MEDY] Sudah lah, Poliwhirl aja. Satu.. dua.. tiga.. -[ULI] Menang lagi. -[KEDUANYA TERTAWA] [ULI TERTAWA] Kalah gue. Okay. Terakhir nih. -Kalau ada yang menang, semua Tazos-nya buat yang menang. -Iya. -Gitu ya? -Siap. Biar seru. [ULI TERKEKEH] -All-in ya? -All-in. -[MUSIK MENEGANGKAN] Satu.. dua.. -[MEDY] Ah! -[ULI TERTAWA] -Seri? -Seri. Engga, gue kalah. Seri, kan gue begini depannya. Oh, emang iya? [ILHAM] Iya. -Engga? -[ILHAM] Gambarnya itu. Depannya si gambar. -[ILHAM] Iya. -Oh, gue menang berarti. Ya sudah, ambil deh. [ULI TERKEKEH] [MEDY MERENGEK] Itu dia mainan kedua. Itu adalah Tazos. Super seru. Kita bakal lanjut ke mainan ke tiga, ini juga gak kalah seru. Kita bakal beradu lagi. Kali ini adu Beyblade. Tapi bukan Beyblade yang sekarang. Melainkan Beyblade yang jadul.
10:49 Ini dia mainan selanjtunya. Beyblade. Ini yang gue pegang "Dragoon V2". V2. Tapi apakah gue cuma beli Dragoon doang? Oh, tentu tidak. Gue menghabiskan IDR 1,000,000 buat beli banyak sekali Beyblade dari masa lalu. Bahkan peluncurnya aja gue menunjukan 2 versi. Ada yang gak ada grip-nya dan satu lagi yang ada grip-nya. Dulu bocah-bocah keren pakai yang ada grip-nya kayak gini. Sedangkan yang murah tuh yang gak ada grip-nya kayak gini. Sebenarnya gak murah juga sih. Cuma lebih murah lah daripada yang ada grip-nya ini. Dan seperti biasa gue di sini akan mengadu Beyblade bersama Uli lagi. Karena mainan-mainan zaman dulu itu banyak yang compact. Sekarang saatnya kita bermain lagi. Sini, Uli. [JENTIKAN JARI] Kita main lagi. Okay. Uli sudah memegang Beyblade-nya dia. Dia pakai yang Dranzer. Sedangkan gue akan memakai Dragoon. Tapi ini Dragoon-nya sudah copot-copotan sih stickernya. Langsung aja.
11:35 Kita mulai. [MEDY] Satu.. dua.. tiga.. Okay. [ULI] Ah, pelan banget. Eh, kalah gue. [ULI CEKIKIKAN] Cambuk juga nih! Okay. Karena gue kalah, gue akan coba pakai Dragoon yang silver sekarang. Mulai aja. Yang ada grip-nya juga. Satu.. dua.. tiga.. Okay. [MEDY] Oh, keluar. Seri sialan. -Seri. -Seri sialan. Kita ulang lagi. Sampai ada yang menang. Okay. Kita mulai lagi. Kita akan lihat siapa yang menang. [MEDY] Satu.. dua.. tiga.. Go! Shoot! [MEDY] Ya Allah.. baru main. Lo padahal pelan banget loh itu. [ULI CEKIKIKAN] [MEDY] Gue pakai yang lain deh, sial banget itu Beyblade-nya. Kita mulai lagi. [MEDY] Satu.. dua.. tiga.. Go! Shoot! [MEDY BERGUMAM] [MEDY] Yah.. -Kalah ya? -[MEDY] Kalah lo.
12:21 [MEDY] Yes! Menang gue! Sekali lagi. [MEDY] Mulai. Satu.. dua.. tiga.. Go! Shoot! [MEDY BERGUMAM] Plis Dragoon. -[ULI] Pelan banget. -Uh, kalah lo. [ULI] Iya. Kok lo pelan banget sih? [MEDY] 2 - 2. Pemenangnya akan ditentukan setelah ronde ini. [MEDY] Mulai? Satu.. dua.. tiga.. Go! Shoot! [MEDY] Uh! [MEDY] Kencang banget lo. [ULI CEKIKIKAN] -[MEDY] Ya ampun! -[ULI BERSERU] [MEDY] Iya.. iya.. iya.. Silakan menangis. -[ULI CEKIKIKAN] -[MEDY MENGESAH] Itu dia tadi mainan Beyblade. Ini Beyblade-nya beneran yang jadul. Makanya ini sticker-nya sudah pada hilang-hilangan. Sebenarnya si Dragoon aja ini sticker-nya sudah gak ada. Dan kalau kita bedain Beyblade zaman dulu sama zaman sekarang. Kalau sekarang tuh bahannya beneran die cast.
13:07 Lihat. Iya, 'kan? Ini dipegang dingin. Sedangkan yang lama ini entah kenapa kalau gue pegang, dia gak begitu dingin. Mungkin kebanyakan bahannya plastik makanya berputarnya gak akan selama Beyblade yang baru. Menurut gue kalau diadu Beyblade yang baru akan lebih lama sih. Ini gue coba Beyblade yang baru dulu. Sip. Kita adu sama Beyblade yang lama. Uh! Uuhh.. uhh.. Lebih stabil. Dan lebih besar Beyblade yang lama. Tuh lihat. Kita lihat siapa yang menang. Iya, 'kan? Jauh banget. Karena yang dulu tuh gak banyak bahan die cast-nya kayak gini. Gue bukan pakar Beyblade kalau gue salah silakan dikoreksi aja tapi keseruannya main Beyblade menurut gue masih sama. Di zaman sekarang pun ini masih banyak banget kompetisinya.
13:53 Kalau mau tau lebih banyak soal Beyblade silakan tontonin orang yang fokusnya memang di Beyblade. Ini gue hanya mengenang masa kecil doang. Dan itu dia mainan Beyblade. Sekarang kita move on ke mainan selanjutnya. Yang di mana ini adalah mainan impian anak-anak di awal tahun 2000. Ini namanya "Bakugan". Robot yang bisa berubah-- Bola yang bisa berubah jadi robot kalau dia ada kartunya. Langsung aja kita cobain. Ini dia. Ini adalah Bakugan. Gue beli ini semua dengan harga IDR 400,000. Dan jujur aja, gue kurang mengerti Bakugan karena waktu gue kecil ini terlalu rumit buat gue pahami. Dan menurut yang jual sih ini adalah seri pertamanya dari Bakugan. Yang kecil-kecil katanya. Tapi walaupun gak paham, gue tadi coba riset dan gue coba memahami gimana cara mainnya yang simpel. Ada namanya "Speed Play". Dan makanya habis ini langsung aja kita coba mainin dia. Karena walaupun ini susah dimengerti sama anak-anak pada zaman itu
14:42 tapi kita dulu tetap FOMO buat beli sih. Entah kenapa. Walaupun gak ngerti mainnya. Tapi kayak keren aja. Ketika kita taruh di atasnya-- Loh? Harusnya nongol tuh. Cuma ini versi lama, jadi agak susah. Nah, dia langsung nongol kayak gitu. Keren 'kan? Makanya itu kita pengen beli dulu. Emang zaman dulu itu menurut gue kartun-kartun pagi itu kayak strategi marketing mereka buat beli barang-barangnya mungkin. Kayak Tamiya itu buat kita beli Tamiya Crush Gear buat kita beli Crush Gear. Ini Bakugan juga sama. Emang marketing semua sih. Dan buat yang marah-marah kenapa gue bilangnya "Kartun pagi" zaman dulu itu memang kita menyebutnya kartun, bukan anime. Dan gak ada yang marah sih. Tapi kenapa zaman sekarang pada marah? Sudah lah, bodo amat. Langsung kita coba mainkan. Okay. Gue sudah bersama Uli lagi di sini. Dan kita bakal coba main Bakugan. Ini speed play. Ini ceritanya gue sama dia memegang satu kartu. Dan kita taruh di tengah begini. Nah. Kayak gitu, 'kan?
15:28 Dan jarak kita sentil Bakugan-nya itu 2 kartu dari sini. Satu.. dua.. Nah, ini jarak ideal. Kalau kita landing di tempat yang sama, di kartu yang sama kita itu brawl. -Kita duel, gitu. -Oh, okay.