0:00 Ya, saya nyatakan keputusan hakim tuh salah. He. Saya harus berani mengatakan salah karena apa? Karena ini belum ingkrah, masih bisa dilawan. Menurut saya ee rasa keadilan kita terancam kalau pengadilan ee bekerja seperti ini. Iya. Hakim tuh seperti mau gitu menghukum orang. Iya. Itu pakai ee apa namanya? Tidak pakai norma tapi pakai ide. Ini Tom Lembong kok duluan. sekarang di depan mata sedang terjadi tidak dihentikan. Sampai saat ini rasanya saya tidak pernah memberi advokasi opini terhadap orang yang dihukum karena korupsi. Tapi kali ini sangat kali ini ini keterlaluan menurut saya. [Musik]
0:54 Sejak vonis dibacakan oleh hakim terhadap Tom Lembong, ternyata masyarakat heboh dan perbincangan tentang justice for Tom Lembong itu beredar sangat luas. Masyarakat merasa tidak puas. Timbullah persoalan-persoalan dan sangat kontroversial. Lalu kemudian video yang pernah ditayangkan di intrik ini juga berputar kembali yang pada saat itu narasumbernya yaitu Prof. Mahfud MD menyampaikan bahwa kasus hukumnya sudah jelas. Kemudian hari ini Prof. Mahfud mengatakan ada banyak kejanggalan-kejanggalan seperti apa? Dan kali ini kami kembali menghadirkan narasumber spesial kami yaitu Prof. Mahfud MD. Selamat datang Pak Mahfud di Cafe Berisi. Terima kasih. Makasih.
1:39 Luar biasa ini selalu sedia dengan kami. Terima kasih banyak. Makasih Prof. Prof. Mahfud, kita putar dulu. Ini video yang beredar diedarkan kembali oleh masyarakat dipotong pada bagian ini. Kita dengarkan dulu apa kata Prof Mahfud pada bulan November yang lalu. Iya. Ee Tom Lembong itu ee kasusnya bisa benar tetapi membingungkan. Membingungkan lagi. Iya. Bisa benar. Kenapa? Karena ee apa yang di ee ekspos yang diumumkan ke publik oleh Kejaksaan Agung itu memang memenuhi syarat korupsi. Memenuhi syarat menurut undang-undang secara legal formal. Foral secara legal formal. Karena apa? Ee legal formal ee korupsi itu artinya
2:24 memperkaya diri sendiri. Oke. Atau orang lain. Oke. Atau korporasi. Itu satu. Jadi bisa saja dia tidak memperkaya diri tapi dianggap memperkaya orang lain. Memperkaya perusahaan lain yang diberi yang diberi lisensi untuk itu. Satu. Oke. Yang kedua, merugikan keuangan negara. He. Yang ketiga, melanggar hukum dengan cara melanggar hukum. He. Melanggar hukumnya itu sudah jelas karena pada waktu itu ada aturan kita tidak boleh ee ngempor gula. Hm. Karena produksi melimpah. Hm. Lalu ee memperkaya orang lain tentu. Iya. I ada perusahaan yang mendapat ada perusahaan yang mendapat keuntungan dari situ. I tidak memperkaya diri. Hm. Gitu. Tapi merugikan keuangan negara sudah dihitungkan oleh kejaksaan. Kalau
3:10 tidak karena ada ini maka negara rugi sekian itu sudah dihitung juga. I jadi memenuhi syarat untuk ditersangkan korupsi. Jangan pula dipolitisir. Pada waktu itu Prof. Mahfud mengatakan sudah jelas kasusnya dan layak memang untuk disidangkan. Kurang lebih begitu. Iya. Karena waktu itu pertanyaan Prof. renal kepada saya ini bagaimana ee orang dituduh korupsi padahal tidak ada aliran dana yang dia terima, tidak nerima uang. Memang di Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi itu orang bisa dinyatakan korupsi itu tidak harus ee ada aliran dana kepada dirinya. Kan di dalam undang-undang barang siapa memperkaya diri sendiri atau orang lain. Oke. Atau korporasi. Ya.
3:55 Nah, dugaannya waktu itu Tom Lembong telah melakukan tindakan yang menguntungkan korporasi atau orang lain. Tom Lembongnya gak. Jadi tetap unsur satu terpenuhi, unsur kedua melawan hukum karena katanya waktu itu sedang dilarang. Iya kan? Ee untuk impor. Yang ketiga, merkan keuangan negara itu bisa dihitung karena ee memberi keuntungan pada orang lain pasti negara kan rugi gitu. Nah, itu ketika itu Prof. Renal menanyakan kepada saya soal status kok bisa jadi tersangka kan gitu kan orang tidak nerima uang kan gitu kan. Iya. Sebab ini juga membuat para pelaku usaha jadi bingung karena negara itu pada dasarnya memang akan pasti akan menguntungkan pengusaha ya karena berbisnis dengan negara ada
4:40 surat keputusannya ya untuk impor dan sebagainya ya. Lanjut ya. Maka dalam konteks penersangkaan, dia sudah layak waktu itu jadi tersangka secara hukum gitu karena diduga kuat memperkaya orang lain, menguntungkan orang lain. Bahwa ee orang lain bisa diuntungkan itu secara wajar asal tidak melawan hukum kan memang boleh gitu. Oh oke. Wajar dan tidak melawan hukum. Tidak melawan hukum dan tidak merukan keuangan negara. Tiga unsur itu korupsi. Maka dia waktu itu saya katakan tersangka. Tetapi itu kan melawan hukum, merugikan keuangan negara dan memperkaya orang lain. Itu namanya dalam hukum pidana itu akt serius, perbuatan yang tampak. Nah, di dalam hukum ada syarat lain. Untuk bisa dihukum sesudah
5:27 jadi tersangka harus dibuktikan dulu bahwa dia punya niat jahat. Oh, mensrea namanya mensrea ya. Jadi ee guilty main istilahnya. He. Nah, kalau tidak punya niat jahat meskipun itu ada semua itu tidak bisa dihukum. Sangat prinsip tuh di dalam hukum pidana. Karena dalilnya itu hint zonder schol. Ini bahasa Belanda tidak bisa orang itu dihukum kalau tidak melakukan kesalahan. Tidak bisa orang dipidana kalau tidak ada mensrea. Meskipun orang mis terbukti membunuh orang tapi gak ada mensrea, itu tidak bisa dihukum. Niat jahat itu seperti apa ya? Nah, niat jahat. Heeh. Iya. Kalau kita orang beragama tuh orang Islam biasanya kalau niat jahat
6:13 tuh bilang nawa itu saya berniat. Tapi kalau di dalam hukum beda. Niat jahat itu ukurannya empat. I satu dia punya maksud untuk itu. Oke. Untuk mengambil itu untuk ngambil keuntungan. Menguntungkan punya maksud itu ee purpose istilahnya. Lalu yang kedua dia tahu bahwa itu akan merugikan dan itu tidak benar. Ya. Kemudian yang ketiga dia ceroboh. Yang keempat dia lalai. Kalau empat ini terjadi maka sudah terbukti dia punya minia. Nah, ini di kasus Tom Lenbong gak ada sama sekali. Sudah dikejar kejar kejar kejar ke mana-mana selalu tidak kelihatan di situ. Tidak ada tidak kelihatan gak ada. Bahwa dia punya niat tuh dari mana wong dia diperintah oleh atasan. ada dokumen-dokumen bahwa itu diperintah gitu harus
6:59 dalam hal ini presiden pada saat itu dalam hal ini presiden dan ada rakornya untuk untuk itu ada rakor yang dilakukan secara resmi berarti tidak ada kesalahan jadi bukan niatnya dia tapi dia menjalankan perintah menjalankan perintah dan kemudian dia memerintahkan lagi ke bawah kan iya ke bu yang ada di di lingkungan TNI waktu itu antara lain kan dia ya yang kemudian di lapangan melakukan nah oleh sebab itu saya kemudian sesudah ketika dia jadi tersangka dulu kita bicara di sini kalau unsur untuk jadi tersangka terpenuhi. Tapi sekarang sesudah vonis i saya nyatakan keputusan hakim tuh salah. He. Saya harus berani mengatakan salah karena apa? Karena ini belum inkrah, masih bisa dilawan. Masih dinyatakan minta ke pengadilan tinggi. Pak Hakim tolong nih batalkan ini salah ini
7:45 putusan ini. Oleh sebab itu, kita berhak sekarang menyatakan salah putusan itu. Prof. Renal. Saya selama hidup rasanya iya tidak pernah membela atau menyalahkan hakim ketika menghukum koruptor. Gak pernah. Saya baru kali ini saya mengatakan ini saya harus bela karena soal hukum. H harus bela meskipun ini kasus korupsi saya diajak oleh siapapun jadi saksi jadi apa gak mau biar hakim h tidak mau mengomentari keputusan. Tidak mau mentari keputusan HP kalau agar dia independen begitu ya. Iya. Saya lebih mendukung malah putusan hakim yang galak kepada koruptor tuh saya selalu mendukung. Tapi kali ini ini gak menurut saya ee rasa keadilan kita terancam kalau pengadilan
8:31 ee bekerja seperti ini. Iya. Rasa keadilan terancam apakah juga rasa melaksanakan demokrasi kita juga terancam? Iya bisa. Bisa. Jadi ee ugal-ugalan dilaksana dalam melaksanakan demokrasi itu pada akhirnya kan mengancam keadilan. Iya kan, Pak? Iya. Karena demokrasi itu e kan gini ee ada gium yang sering kita diskusikan di sini. Demokrasi tanpa hukum itu liar. Iya. Bukan rule of liar di tingkat bawah. Ee apa nam sewenang-wenang di tingkat atas itu demokrasi. Tapi harus ada hukum. Tapi dem hukum tanpa demokrasi juga terjadi kezaliman karena rakyat tidak berperan. Oleh sebab itu yang sekarang ini terjadi politiknya
9:19 artinya demokrasinya tuh sudah jauh menyeleweng menggunakan siapa yang kuat bisa memesan kasus itu ee dan seterusnya dan seterusnya. Tidak bisa secara spesifik karena kita tidak punya bukti mengatakan kasus Tom Lembong itu ee kasus pesanan. Tapi orang merasakan ini ada ketidakwajaran. lalu orang mengaitkan dengan politik gitu. Nah, itu yang menurut saya tidak boleh terjadi di dalam negara hukum kita ini. Iya. Dalam hal ini ee Tom Lembong bisa mengajukan banding. Iya. Dia sudah menyatakan banding jangankan dihukum 4 tahun, kalau dinyatakan bersalah meskipun dihukum hanya 0 tahun, dia akan naik banding kalau dinyatakan bersalah. Karena merasa tidak punya niat sama sekali. Hm.
10:04 Dan tidak ada satuun ee fakta sekecil apapun yang menyatakan dia tu punya niat. H. Nah, di sebuah televisi tadi saya lihat ada seorang guru besar menyatakan ee orang tidak punya niat tuh bisa dihukum juga katanya. Hm. Terus contohnya apa? Misalnya kelalaian. Naik mobil lalai nabrak orang lain. Itu tidak punya niat nabrak lah. Itu namanya niat. Jadi niat itu kan ada empat. Satu tadi dia sengaja itu niat. Iya. He dan itu bisa dibuktikan dia sengaja ngambillah gitu ya. Iya. Ada purposennya. Iya. Purpose. Lalu yang kedua dia tahu bahwa itu akibatnya seperti itu. Lalu yang ketiga lalai. Yang keempat sembrono. Lah orang naik mobil nabrak itu itu mina
10:49 karena dia lalai. Sama dengan orang naik pohon. I ya naik pohon sambil cekakakan bergurau lalu jatuh nimpa orang mati. Dia lalai kan lalai dia masukrea tidak punya niat menjatuhi orang tapi dia lalai itu sudah mainstrea. Oleh sebab itu pada Tom Lemblong ini Tom Lembong ini yang empat ini gak ada, tidak terpenuhi di situ. Tidak ter tidak ada sama sekali. Saksi-saksi yang dipanggil juga malah menguatkan Tom Lembong. Yang tidak yang memberatkan itu gak mau hadir. Hm. yang katanya ini yang tahu ini yang gak ada yang hadir. Apakah dalam hal ini ada wajar kalau misalnya kita minta agar Komisi Yudisial memeriksa hakim? Ya bisa bisa ee tapi begini, Komisi
11:34 Yudisial itu kan tidak boleh memeriksa kasus iya. Iya. Ee materi kasus tidak boleh diperiksa oleh Komisi Yudisial. Itu materi perilaku hakimnya aja. Oh, perilaku hakim. itu tidak membatalkan. Meskipun misalnya hakimnya betul itu ceroboh, hakimnya main-main itu tidak akan ee membatalkan putusan yang sudah ditetapkan. Putusan tetap putusan. Iya. I ee apa yang bisa diperiksa ee karena dalam ee beberapa kesempatan Pak Mahfud juga mengatakan ada yang lucu di situ, yaitu ketika hakim mengatakan ini Tom Lembong ini bersalah karena berperilaku kapitalistis. Iya. Itu itu juga kan lucu kan ya. seperti hakim tuh seperti mau gitu menghukum orang i
12:20 itu pakai ee apa namanya tidak pakai norma tapi pakai ide gini loh orang bisa dihukum itu kalau melanggar norma iya barang siapa melakukan ini hukumannya sekian nah kapitalisme itu kan bukan norma itu ide saja iya kan itu ide saja kapitalisme itu bahwa orang misalnya pasar bebas perdagang dan macam-macam itu kan Tapi belum ada normannya di Indonesia. Barang siapa melakukan kapitalisme dihukum gak ada. Gak ada, Pak. Sama gini loh gini. Pancasila misalnya saya selalu memberi contoh Pancasila. Apa dasar Pancasila? Ketuhanan yang maha esa. Artinya manusia Indonesia itu bertuhan ya. Percaya pada adanya Tuhan.
13:06 Apakah orang tidak bertuhan dihukum? Gak bisa dihukum. Kenapa? Karena itu ide filsafat. H belum ada aturan yang mengatakan barang siapa menganut ateis itu diancam hukuman. Hm. Belum ada gitu. Oleh sebab itu di Nurnya banyak orang ateis. Iya. I toh Pak. Iya. Nah, tapi tidak dihukum. Tidak dihukum. Maaf juga sama misalnya LGBT orang itu LGBT harus dihukum. Gak ada hukumnya. Orang gak suka, boleh gak suka, tapi itu gak bisa dihukum karena gak ada normalnya, baru ada idenya gitu. He. Nah, kapitalisme, komunisme, sosialisme, ee demokr ekonomi Pancasila itu kan semua filsafat saja, belum ada normanya. Belum ada normanya. Iya. Ee pasal 33 Undang-Undang Dasar itu
13:54 bukan norma itu. Itu asas. Norma itu harus berbentuk undang-undang. Ada isinya, ada ancaman hukumannya. Ini kan belum ada. Hm. Loh, kok orang kapitalisme memperberat apa yang kapital apa dia juga mengerti tuh istilah kapitalisme itu apa gitu. Tidak tahu membedakan antara ee ide dan norma. Ada filsafat. Kalau tataran hukum tuh pertama ada filsafat. I di bawah filsafat tuh ada asas. Nah, orang melanggar filsafat tidak bisa dihukum. Orang melanggar asas misalnya asas orang harus menghormati manusia. Orang tidak menghormati manusia gak bisa dihukum. Baru dihukum ada normanya. Barang siapa membunuh manusia diancam hukuman 15 tahun. Itu ada spesifik ada aturan tertulis danan.
14:42 Itu disebut itu yang disebut norma. Ada norma di atas norma ni asas di atas asas ni filsafat. Nah ini hakim nih mencampurkan asas dan filsafat lalu dijadikan norma. Padahal normanya itu harus ada di dalam undang-undang. Nah, ini kan hakim lucu-lucuan menurut saya. Lucu-lucuan. Masuk bagaimana dia menarik kesimpulan bahwa ini adalah kapitalis loh. Iya itu kan bagaimana menyimpulkannya ini menyimpulkannya kapitalis gimana sih di dalam norma itu apa kapitalis gitu. Kalau dulu kami suka bercanda Pak Mahfud waktu kuliah kami ini kan kalau di perguruan tinggi negeri berpakaian santai semua pakai kaos bahkan sampai lecek makannya di warung begitu ya. Nah terus kemudian ada teman yang berpakaian rapi. Bagus sekali. Nah, itu teman-teman bilang, "Ah, ini kapitalis ini
15:27 borjuis. Borjuis. Sedangkan kita anak raja, anak rakyat begitu ya." Iya. Ya. Iya. Baik. Jadi tidak bisa dihukum hanya karena itu. Gak bisa Pak. Gak bisa. Iya. Termasuk orang menyatakan saya tidak suka demokrasi, saya gak mau demokrasi. Itu kan asas itu gak bisa dihukum. Kecuali dia melanggar hukum demokrasi. yaitu hukum pemilu itu kan sudah normanya pemilu. Demokrasi itu harus pemilu. Siapa yang melanggar pencoblosan itu dihukum kan gitu. Karena ini sudah norma. Tapi demokrasinya itu sendiri kan ide. Iya. Konsep yang belum menjadi norma. H. Nah, hakim kita Pak banyak yang lemah di bidang teori seperti ini. Susunan antara filsafat, asas dan norma ini mereka tidak memahami. Kenapa ya sekarang ini kok kelihatannya
16:13 banyak sekali? Ya, saya enggak tahu kok. Sekarang banyak hakim-hakim yang begitu. dulu belajar hukumnya. Hm. Bagaimana ya? Saya bilang karena yang begitu itu kan diajarkan. Kalau saya dulu model pendidikan hukum lama tahun-an akhir 70-an itu yang begitu itu asas ee aktusrius, asas mensrea, ee asas norma dan ee norma dan filsafat itu diajarkan di semester dua, Pak. Oh, ini sudah jadi orang pertama sudah harus belajar itu. Iya, di semester du sudah diajarkan tuh. Iya. Orang gak boleh dihukum kalau dia tidak bersarah. Jadi bunyinya itu yang suruh hafal oleh dosen hafalkan ini hint h tidak ada orang berhukum kalau tidak ada
17:00 kesalahan. Kesalahan itu apa? Minreal. Hm. Minsrea itu apa? Ada empat itu tadi. He. Kalau ini tidak dikuasai berarti kecurigaan masyarakat. Benar dong. Artinya bisa saja di ada pesanan seperti itu. E makanya secara politik orang tidak boleh disalahkan secara politik, secara logika sosial ya. Iya. Ini kayaknya ada pesanan nih, ada target apalagi ada pesanan tuh menjadi terasa karena sebelum Tom Lembong menterinya melakukan hal yang sama. Menteri lain. Iya. Menteri-menteri lain. Heeh. Siapa tu? Pak Sulhas. Pak Sulhas. Sesudahnya. Oh sesudahnya. Sesudahnya. yang sebelumnya ada Rahmat Gobel. Nah, Rahmat Gobel itu kan yang memulai kebijakan-kebijakan itu yang mengeksekusi si Pak Tom Lembong
17:47 diteruskan oleh menteri-menteri sesudahnya yang tiga kali empat kali lebih besar sementara tidak ada perubahan aturan berarti sama dong. Kenapa ini tidak di apa namanya? Malah Pak seharusnya kan kalau ada gejala seperti dimulai dari yang terakhir. Iya toh Pak yang sekarang tuh gimana? Lalu yang terbukti ke sebelumnya, sebelumnya, sebelumnya baru sampai ke Tom Lembong. Ini Tom Lembong kok duluan wong sekarang di depan mata sedang terjadi tidak dihentikan. Iya. Iya kan, Pak? Iya. Nah, itu menyebabkan orang wah ini pesanan. Iya. Lalu kemudian ada lagi ee video yang juga dibuat oleh masyarakat ee mengumpulkan potongan-potongan dari wawancara-wawancara terhadap orang lain
18:33 ya. Salah satunya adalah ketua komisi kejaksaan yang mengatakan bahwa menteri-menteri yang lain dapat diseret juga ke sana kalau ada dua alat bukti katanya. Dan kemudian mereka mengatakan bahwa ini harus dicatat ini bahwa bisa dapat diseret tapi ternyata sampai sekarang tidak ada kejelasan. Iya betul. Ee ke ee Ketua Komisi Kejaksaan itu juga memberi rekomendasi begitu. Kalau begitu menteri-menteri lain juga sudah harus ini karena syaratnya sama. Tidak perlu bukti baru karena ini sama persis kan. Sama persis ya. Iya sama. Sama-sama tidak ada niat sama-sama ada petunjuknya dari atas. Iya sama-sama impor dari luar. Bahkan e lebih besar nilainya. Iya nilainya lebih besar. Sehingga kalau ini kena, maka yang lain
19:19 tuh harus kena. Kalau tidak jelas itu menjadi isu politik dan buruk bagi masa depan ee perkembangan hukum kita sehingga orang bisa diperlakukan sewenangwenang karena perbedaan politik misalnya, karena orang benci, karena orang dendam. Itu bisa terjadi, Pak, kalau hukum kayak gini. I ee dibiarkan. Sekali lagi sampai saat ini rasanya saya tidak pernah memberi advokasi opini terhadap orang yang dihukum karena korupsi. Tapi kali ini sangat. Kali ini ini keterlaluan menurut saya. H sehingga saya iya ikut bicara bahwa salah. Bagi kalian yang suka rasa manis, ini ada produk baru dari Rumah Perubahan. Kami melakukan riset bersama dengan teman-teman dan inilah mereknya namanya Trujiva, yaitu bagaimana agar kita bisa
20:04 membangun Beauty from Inside. Trujiva ini adalah pemanis alami dengan menggunakan mungkin sudah pernah dengar daun stevia. Jadi tidak membuat kita menderita diabetes. Produknya seperti ini. Ini sangat efisien dan bisa dipakai hanya satu tetes saja. Seperti misalnya ketika saya akan membuat kopi di sini hanya dengan begini saja, lakukan saja. Ini sudah sangat manis sekali. Jadi sudah cukup dan zero kalori. Jadi ini bagus sekali. Nah, bagi Anda yang memberikan komentar, kami akan memilih sebanyak 20 orang. Lalu kemudian kita akan berikan produk ini kepada Anda. Semoga ini juga menjadi kabar gembira bagi mereka yang mengalami persoalan masalah gula. Stay relevan. Tapi kan ini juga menunjukkan bahwa pendidikan di Fakultas Hukum harus kita perbaiki kalau
20:50 melihat seperti ini. Iya. Sudah sudah pasti ini ini pendidikannya saya tidak tahu ya. Saya tidak meneliti satu persatu hakim nih belajar di mana dan belajar apa. Sebab kan sekarang banyak juga universitas yang gak jelas juga masuk masuk bulan Februari wisuda bulan Juni itu kan banyak itu itu jalan pintas Universitas Ruko namanya itu banyak. Saya khawatir banyak hakim-hakim yang dari universitas kayak gini. Hm. ee sehingga itu mencelakakan masyarakat, bukan mencelakakan orang perorang, tapi lalu masyarakat dan negara yang dihancurkan oleh cara berpikir, cara belajar hukum dan menerapkan hukum seperti ini. Entah belajar hukum di mana, tiba-tiba dia diangkat karena era
21:36 kebebasan dan era penyuapan, dia tiba-tiba jadi akim megang palu lalu ngawur putusannya itu. Iya kan bisa terjadi hal seperti itu. Saya sering bicara dengan teman-teman saya waktu saya kuliah di Illinoi, dengan teman-teman dari berbagai fakultas karena kita sering ketemu di ee kelas itu kita datang ke ruang kelas ya, bukan ee bukan didatangkan profesor ke kelas kita. Jadi saya ketemu dengan mahasiswa dari berbagai fakultas dan ada beberapa orang ee mahasiswa hukum. He. Dan dosen di Fakultas Hukum adalah dosen yang gajinya paling besar. Hm. H. Paling besar itu e sekolah bisnis kalah, ee orang komputer juga kalah, tapi hukum, profesor hukum itu gaji terbesar. Lalu saya tanya sama ee teman-teman saya mahasiswa di sana, e
22:22 mengapa Anda mengambil hukum? Apa yang membuat kalian jadi tertegun dan ingin menjadi seorang ee ahli hukum? Mereka mengatakan kalau membaca putusan-putusan di pengadilan itu mereka tuh tergetar gitu. Karena membaca penjelasan-penjelasannya itu memang sangat saentifik, filsafatnya kuat. Iya. Iya. Dan itu membuat mereka terkagum di situ. Tergetar mereka ketika membaca putusan-putusan pengadilan. Apalagi di Mahkamah Agung begitu ya ketika dibaca begitu itu seperti itu. Artinya kan dasar filsafatnya memang harus kuat. Harus kuat, Pak. Harus kuat. Oleh sebab itu harus ee belajar hukum kalau di Amerika itu termasuk yang tersulit ya bukan hal yang mudah kan. Banyak orang di Indonesia itu belajar ke Amerika mau belajar hukum tapi tidak bisa dalam hukum ee dalam
23:09 arti hukum seperti yang dipahami di sana. Lalu menjadi belajar sosiologisi hukum, politik hukum, administrasi hukum. Itu sudah bukan ilmu hukum lagi. Hukumnya itu sendiri berapa itu mengajarnya? Iya. Beda. Kalau di Indonesia orang kalau tidak diterima fakultas lain gampang aja masuk fakultas hukum di mana-mana di cari swasta, cari di pinggir jalan, cari apa, tiba-tiba dapat ijazah, kan. Lalu bicara hukum menggebu-gebu tanpa tanpa tahu dasar-dasar ilmu hukum. Iya. Itu banyak yang begitu. Apalagi sekarang persoalan kehidupan makin kompleks. Tidak bisa dilihat hanya dari kacamata hukum saja. Betul. Ada aspek ekonomi. Ekonomi pun ada lagi aspek bisnis yang berbeda antara accounting dengan praktik bisnis yang sedang terjadi. Sehingga kalau bicara kerugian negara eh buat kami orang yang belajar bisnis
23:55 mengatakan jangan sembarangan ini ini enggak begini ini tidak begini. Tapi akan membuat pertumbuhan ekonomi kita jadi lamban dan merusak ekonomi kita. I dan akhirnya investor ee kabur semua. Yang di dalam negeri aja enggak mau terusin begitu. Iya. Iya. Karena ini semua di tidak dihormati, tidak dipahami begitu. Iya. Memang keahlian itu ee pemahaman atas perkembangan ilmu pengetahuan dan berbagai tafsir baru. Apalagi zaman sekarang ya I dan sebagainya sudah luar biasa. Pak Mahfud, seberapa ee seberapa pandaikah para hakim ketika mengatakan ee menguntungkan orang lain? Ini kan bukan ilmunya para hakim, para jaksa begitu ya. ee ketika menghitung ee kerugian negara yang ditimbulkan karena
24:41 memperkaya orang lain. Kalau bisnis kan mau tidak mau harus memperkaya orang lain. Kita tidak bisa kalau berbisnis itu win loose enggak bisa. Harus winwin sama-sama begitu. Iya. Begini ee kalau cara menghitung kerugian yang yang di apa yang di ee lakukan di dalam proses korupsi itu sudah ada cara menghitungnya kan sekarang sudah misalnya ee proses pemberian proses penentuan harganya wajar apa gak, pembandingnya dengan yang lain apa gak, makanya ada tender dan sebagainya. He. Maka menguntungkan orang lain misalnya penunjukan langsung misalnya bisa saja itu menguntungkan orang lain karena ada orang yang sebenarnya bisa lebih murah tapi dikasihkan ke dia. Itu kan sudah menguntungkan orang lain. Cara melawan
25:28 hukumnya ini kalau bisa dibandingkan ya. Iya. Kalau tidak bisa dibandingkan itu harus pakai ilmu seperti tadi harus ngundang ahli Profesor Renal ee Profesor Harkisti profesor diundang semua ini apa betul sih gitu dari ekonomi gimana? dari hukum gimana itu harus hati-hati. Tidak tidak bisa sembarang orang ya orang mau berbisnis kan pasti mencari untung dong. Iya loh, Pak. Cuma pemberian untungnya tuh melanggar prosedur apa gak? Nah kalau melanggar prosedur dia dapat untung gak apa-apa. Melanggar prosedur dapat untung lalu neraga negara kan rugi. Kalau tidak dikasih ke Anda nih negara pasti menghemat uang sekian. Itu namanya kerugian. Iya kan? Nah itu saja cara menghitungnya. Tapi terkadang persoalannya cara perhitungan itu dibuat-buat. Hm.
26:13 untuk mencari kesalahan. Iya, itu sering terjadi itu. Sering terjadi. Sering terjadi. Bahkan sering terjadi begini, Pak. Ee waktu saya jadi Menkopol Hukam itu berbagai daerah itu mengeluh. He. Karena terkadang proyek sedang berjalan itu sudah diperiksa. Kamu kok pakai perusahaan itu? Iya. Ini di perusahaan lain sekian. Padahal ini proyek sedang berjalan diperiksa. Ujung-ujungnya hanya minta duit aja. Kalau mau bebas ah itu tidak dipersoalkan ini loh di sana perlu ano, di kantor ini perlu ini, kantor ini perlu ini. Itu pemerasan-pemerasan seperti itu terjadi sehingga pemerintah mengeluarkan peraturan sebelum sebuah kasus itu dibawa ke pengadilan, kalau itu menyangkut keuangan negara harus diperiksa oleh
27:00 APIB namanya aparat pemeriksaan internal pemerintah. Oke. Jadi jangan sembarang. Tunggu dulu APIB. Apip itu BPKP. BPKP itu. Iya. BPKP dan Inspektorat ketemu. Salah gak ini? Kalau salah baru ke kejaksaan, baru ke pengadilan. Ini sekarang tiba-tiba sering kejaksaan tiba-tiba masuk. Nah, yang kasus Tom Lembong ini, Pak. Iya. Itu belum ada kerugian ee perhitungan kerugian tapi sudah bisa dibawa ke sudah tahu tersangka katanya sudah memenuhi syarat. Jadi eh dianggap akt seriusnya sudah terpenuhi tadi di luar menstrea. Tiba-tiba sesudah ditahan baru dimintakan perhitungan kerugian. Hm. Ke BPKP ini sebenar enggak boleh ya? Oh gak boleh, Pak. Dimta hitung dulu. Hitung dulu lah. Ini loh kerugiannya
27:46 nanti buktikan di pengadilan kan gitu. Ini masuk dulu baru dihitung. Yang menghitung siapa? BPKP yang diminta itu. Oleh sebab harusnya BPKP itu menghitung sebelum sebelum dibawa ke pengadilan. He ini yang yang ini dihitung. Lalu oleh hakim dibilang perhitungannya gak tepat. Oh iya. Yang BP gak ustaz saya ngitung sendiri. Hakim hitung sendiri berdasar matematikanya sendiri. Oh yang yang tong lembong ini. Iya iya gak pakai yang sudah dihitung oleh BPKP lembaga yang resmi itu. Ini segini segini segini segini gitu loh. Terus dibilang ini salah karena kapitalistik macam-macam. Itulah Pak. Aduh makanya Pak Mahfud ini
28:32 juga gitu. Jadi kalau polisi yang memeriksa kemudian polisi menyerahkan kepada kejaksaan agar dilakukan penuntutan ee jaksa kan memeriksa oh ini belum ada dikembalikan lengkapi dulu. Iya dilengkapi dulu belum bisa P21 belum bisa P kembalikan lagi. Lengkapi dulu kurang lagi lengkapi lagi. Kayak ini kasus pagar laut. Pagar laut. Bara diperiksa oleh polisi kata jaksa ini gak benar nih. Ini ini kasus korupsi kok kamu kembalikan kembalikan lagi sampai sekarang hilang. Sampai sekarang hilang hilang. Yes. Padahal itu besar sekali kejahatan luar biasa tuh. Iya itu ya banyak yang lucut. Baik itu tadi polisi. Kalau dari polisi menyerahkan pajak kejaksaan jaksaan bisa periksa
29:18 dulu. Tap sekarang kalau jaksa sendiri ini ee khusus jaksa yangiksa sendiri khusus untuk kasus korupsi itu i tidak harus lewat polisi ya kejaksaan bisa langsung. Oke. Oleh sebab itu jaksa itu berperan sebagai penyelidik. Oke ya. Sesudah penyelidikan selesai kemudian menjadi penyidikan karena sudah cukup sudah punya penyidikan nih di ditahan i 20 hari ditambah 40 hari tambah 40 hari kalau belum divonis tuh lepas gitu. Tapi quality controlnya dia ada di mana? Bahwa ini lengkap atau tidak lengkap? Siapa yang memeriksa? Ya di mereka sendiri di kejaksaan. Nanti kan dipertanggungjawabkan di pengadilan. Kalau pengadilannya fair gitu tahu bahwa ini gak benar, ini kurang. Kenapa dibawa ke pengadilan? Maka dibebaskan. Kadang kala kan. H.
30:05 Tapi sekarang orang dibebaskan juga bisa beli, bisa beli ke hakim, Pak. Lah itu buktinya Juyamta CS itu kan minta dibebaskan bayar ketangkap ketika bayar. Hm. Gitu. Hakimnya Julianto. Yuyamto yang kasus Wilmar. Oh, Wilmar. Iya. Yang sampai ditangkap itu ya. Itu korupsinya 11 triliun. H. Lalu bebas katanya gak ada kasus. E ketahuan kalau dia nerima suap sekian tangkap. Begitu ditangkap Wilmar-nya merasa gak enakkan. Wah saya kena ini uangnya disetorkan ke negara ya. Yang terus dipamerkan itu loh dipamerkan besar sekali uangnya begitu banyak ya. Lah ini saya bilang hukum dijual belikan kayak gitu apa negara ini mau dibawa ke mana gitu. Iya. Iya. Iya. Tapi poin saya begini Pak Mahfud. Kalau misalnya ini ternyata
30:52 dibawa ke pengadilan ternyata tadi belum ada perhitungan kerugiannya seharusnya terdakwa tidak bisa dijadikan tersangka dong sebetulnya. Iya. sekurang-kurangnya dibebaskan di pengadilan. Karena ketika dia dianggap pentersangkaannya itu tidak memenuhi syarat, iya. Sehingga harus dibebaskan kan di praadilan sudah dikatakan ini sudah memenuhi syarat untuk jadi tersangka bukan untuk dihukum. Jadi tersangka. Iya. Di praadilan sudah dinyatakan, sudah menuhi syarat. Karena itu tadi, Pak. Meskipun tidak me tidak menguntungkan ee diri sendiri, tapi dia menguntungkan beberapa perusahaan orang lain. Dan itu pun BUMN walaupun tidak ada e nilai kerugiannya yang sudah diperiksa oleh APIB tadi. Dengan memberi ini pasti negara rugi kan.
31:37 Tapi asumsinya kan gitu rugi. Karena apa? Karena seandainya Anda tidak impor ini negara hemat uang sekian yang punya rakyat ini bisa sekian. Itu dulu spekulasi sederhananya. I oleh sebab dianggap syarat oleh pengadilan. Anda melanggar hukum karena ada ketentuan waktu itu tidak boleh ngimpor. Ternyata sesudah diperiksa di pengadilan ada perintahnya. Ada perintahnya. Berarti berarti itu dibenarkan ada orang lain yang memberi perintah yang lebih tinggi. Benar. Lalu yang ketiga, karena asumsinya Anda menguntungkan orang lain, berapa sih keuntungannya sehingga negara rugi itu dihitung oleh BPKP gitu. He. Nah, ini ternyata BPKP-nya dihitungnya sesudah masuk, sesudah jadi tersangka baru masuk. Dibenarkan juga oleh pengadilan. Karena apa? Karena sudah jelas memberi keuntungan ke orang lain pasti negara
32:24 rugi gitu. Setelah angkanya keluar hakimnya, setelah ang keluar hakimnya gak pakai. Bukan ini katanya. Kan gitu kan. Repot juga ya kalau kalau kalau pengadilan seperti ini merepotkan kita semua. Merepotkan kita semua. Oleh sebab itu hakim itu disebut wakil Tuhan. Hm. Ee kalau hakim nakal, tidak jujur itu berbahaya. Karena vonis hakim itu meskipun salah harus diikuti kalau sudah ingkrah seperti sekarang nih diikuti. Kalau Anda gak terima naik dulu bandik gitu dan tetap dipenjara. Tetap tetap dipenjara ya di penjara lagi lah diukung lagi gitu. Oleh sebab itu, betapa besar tanggung jawab dan dosa hakim itu kalau dia tidak bisa menegakkan hukum dengan baik. Karena vonis dia itu kalau istilah
33:10 Pak Socipto ee Raharjo itu itu gene. Itu gene itu itu gene itu bahasa Jawa itu ludah api. Begitu meludah gak ada yang bisa madamkan gitu. Gak boleh juga dipadamkan itu jadi api gitu. Putusan hakim itu ludah yang menjadi api tidak boleh dipadamkan oleh siapapun. Oleh sebab itu hakimnya harus yang benar. H iya iya iya. Baik. Lalu kemudian juga ada jurisprudensi dari Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi ya saat itu yang mengatakan bahwa potensial loss tidak bisa dijadikan landasan. I ee dan itu harus benar-benar kerugian yang real bukan potential loss. Iya. Harus kerugian yang real. Jadi kenapa sekarang banyak banyak sekali
33:55 main di potential loss? Nah, ya kemudian direil-realilkan aja. Padahal arti potensial itu keridian yang nyata bisa dihitung ada buktinya gitu. Ruginya sekian. Kalau mengatakan seandainya gitu kan, seandainya tidak ada ini negara tidak akan rugi. Itu potensial. Boleh itu di saat tersangka. He. Tapi kalau sudah vonis gak boleh. Oh. Kata seandainya itu harus sudah ri. Hakim harus mencari benar-benar rilnya mana, berapa. Betul. Hm. Harus dicari rilnya berapa. Ini kan potensi yang Anda hitung itu karena ini begini lalu seharusnya negara rugi begini. Itu potensi namanya. Iya. Tapi ini Pak Mahfud sekarang ini ada banyak sekali kerumitan dalam menghitung kerugian ya. Perusahaan itu saja kalau ee sistem akuntansinya
34:41 berubah atau PSAK-nya berubah yang tadinya untung bisa jadi rugi begitu. Jadi itu rugi yang dihitung oleh seorang ahli begitu ya. Karena aturannya misalnya begini Pak Mahfud. Saya perusahaan di bidang telekomunikasi. Orang beli ee pulsa, beli pulsa kan bayarnya prepid namanya. Bayar di depan ya. ee 1 bulan itu saya bayar, saya beli paket yang harganya Rp100.000 ya. Tapi terus kemudian ternyata saya ee ketika di diperiksa ini baru di tengah bulan tanggal 15 saya tidak boleh mengklaim pendapatan kami Rp100.000 yang dipakai itu baru separuhnya begitu. Iya ya. Jadi yang boleh diakui itu separuhnya katanya. Ini kan berarti pendapatan perusahaan yang bisa diklaim walaupun duitnya sudah diterima nih. I
35:26 duitnya sudah diterima ada Rp100.000 Enggak. Penerimaan kamu adalah R.000. R.000 costnya Rp60.000 berarti rugi dong. Iya. Tiba-tiba dinyatakan rugi karena ini jutaan orang kan seperti itu. Jadi perusahaan bisa jadi rugi. Nah, menghitung ini berarti kan hakim harus bukan cuma pintar tetapi juga harus bijaksana. Bijaksana karena angka itu adalah sesuatu yang dihitung orang lain yang tapi pengertian realnya bagaimana begitu. Iya. Oleh sebab itu, gak boleh menghitung sendiri atau percaya kepada satu lembaga penghitung meskipun resmi. Maka di pengadilan itu dipanggil ee biasanya ahli, saksi ahli untuk menghitung kerugian dan keuntungan serta potensi itu. Misalnya yang ahli itu selalu dipakai oleh pengadilan. Ada
36:12 rimawan namanya rimawan. Oh dari Gajah Mada. Iya. Dia bisa menghitung yang masuk akal sekali, "Pak, ini ruginya gini gini ee ada Yanuar Nugroho gitu bisa ngitung-ngitung gitu." itu itu harus dipanggil kepadilan agar yang ditetapkan itu bukan L, tapi betul-betul kerugian yang terjadi ee sebelum sidang pengadilan itu dilakukan gitu. Nah, itu seharusnya makanya di dalam pengadilan acara harus ada ahli, tapi juga ahli yang tidak jujur banyak soalnya ahli yang bisa dibeli itu banyak, Pak. Tolong, tolong ya. Ee ini kan ahli hukum nih. Tolong dibilang begini nih. Salah, salah, salah, salah gitu bayar. Sehingga ada ee ada ahli hukum
36:57 iya itu dikenal sebagai ahli bersaksi. Siapapun yang anu dia pasti dibela dia bayar, Pak. Ada tarifnya, Pak. Pak, Pak, Pak Renal ke saya. Wah, jadi saksi bayar sekian, Pak. Lewan dibenarkan. Ada orang lain lagi beda kasusnya bertentangan dia dibenarkan. Pokoknya dia ahli bersaksi, uangnya banyak karena bukan saksi ahli, tapi ahli bersaksi. Dapat uang mahal itu, Pak. Ini bagi penonton yang yang bingung ini kurang lebih ada gambaran begini. Misalnya saja ada orang beli perusahaan ya, beli perusahaan ini beli perusahaan ya, Pak, bukan beli barang. Beli perusahaan ya. Akuisisi. Bahasa kerennya akuisisi misalnya beli perusahaan pelayaran ya kan ada kapal-kapalnya tuh sudah kita beli. Nah kapal itu kan di dunia itu
37:44 masih ada yang 50 tahun pun masih dipakai begitu ya. Apalagi dari Jepang umur 50 tahun tuh masih mulus begitu ya. Yang penting setiap tahun asal masuk dok begitu kan. Asal masuk dok diperiksa apanya mesti diganti semua diperbaharui begitu. Terus kemudian panggil saksi. Saksinya ahli kapal. dia tidak menghitung perusahaan secara keseluruhan. Karena kalau perusahaan secara keseluruhan ada brandingnya, ada rutenya, ada perizinannya, ada segala. Dia cuma hitung berapa harga kapal kapal. Terus dia bilang, "Ini besi tua." Katanya ini besi tua. Kalau dikiloin hanya laku sekian begitu. Nah, orang ini kan dihukum. Jadi kalau kalau dijual ke orang Madura lebih murah lagi. Itu aja Mud di dari Madura jadi tahu persis itu
38:30 ya. Ya. Jadi akhirnya orang yang sebetulnya tidak bersalah, yang menguntungkan negara bisa menjadi tersangka karena dianggapnya merugikan keuangan negara. Begitu. Oleh sebab itu justru yang ditemukan oleh pengacaranya Tom Lembong ini dengan itu maka negara ee apa ee menikmati penghematan sebesar sekian triliun, bukan kerugian malah. Tapi oke itu anggap subjektif karena dia pembela kan. Tapi yang juga ini gak benar pembuktian di awalnya ini. Iya. Iya. Dan kita sebagai penonton kan lebih punya waktu dan tidak grogi kan kalau kita lagi menghitung, kita dengerin, kita nonton gitu ya. Saya ketika melihat begitu orang melihat stoknya ada sekian, kenapa ini masih banyak stok? Kenapa Anda impor? I. Nah, jadi seringkiali kalau kita sebagai orang-orang ekonomi tahu itu
39:17 bahwa ini harus dipesan sebelum stok ini berakhir. Karena ee kalau stok sudah sudah menipis itu spekulan bermain. Ah, barangnya tinggal sedikit nih udah kita tahan begitu ya kan. Jadi memang tidak bisa sembarangan memutuskan. Harus ada ahli yang bisa menjelaskan dan memang di situ landasannya kejujuran ya Pak. Iya. Ada ilmu, ada hati, otak. Otak dan hati itu di situlah kejujuran, integritas. Iya, itu diperlukan. Ya. Dan dalam kasus Tom Lembong menarik hakim akhirnya kemudian menghitung sendiri ya menghitung HPP-nya berapa? Iya. Iya. Menghitung sendiri begitu selisihnya yang dijual berapa inilah keuntungannya. Ya begitu ya tanpa mempertimbangkan pak lain dan dia pakai e potential loss. Potential loss gak boleh tuak boleh ya sudah ada putusan MK gak boleh
40:04 harus real gitu. I itu Pak. Jadi wajar kalau Pak Mahfud geram sekali ya. Kecewa berat. Kecewa berat. Jawa Barat berat. Karena saya harus terpaksa membela ee apa namanya? Mengecam putusan hakim yang menghukum orang di dakwah korupsi. Padahal selama ini saya selalu suka kalau hakim itu memutus orang ee korupsi karena proses pembuktiannya bagus. Terut terutama seperti kalau dilakukan oleh KPK dulu zaman dulu KPK dulu ya tahun 2019 dan itu kan sangat cermat itu. Iya. untuk menghitung kerugian, untuk menghukum dan sebagainya. Iya, itu Pak ya. Baik, Pak Mfud. Ada satu kasus lagi yang menarik ya. Ee belakangan ini ee ini kan juga
40:49 merusak demokrasi kalau hukum seperti ini begitu ya. Dan kemudian sekarang juga muncul pemimpin-pemimpin yang begitu populer. Internet itu berbeda dengan era radio. Kalau radio kan melahirkan pemimpin yang jago pidato. Bung Karno itu membuat orang-orang di pinggir jalan dan lagi tukang becak, warung, e masyarakat di rumah semua dengan berkhayal Bung Karno seperti apa karena kekuatan suara. Theater of the mind. Era televisi yang dicari adalah orang yang ganteng-ganteng. Pak SBY sampai terpilih itu dua kali begitu ya. juga punya ahlinya. Tapi era internet, era sosial media itu melahirkan orang-orang yang harus pandai berdrama dan juga membangun personal branding. I maka video dibikin dan lain sebagainya dan lahirlah pemimpin yang tidak diduga lalu kemudian mempunyai kekuatan itu.
41:35 Tetapi beberapa studi menemukan ternyata ini pemimpin seperti ini pasti menimbulkan polarisasi karena ada disinformasi, misinformasi, ada hoa dan bisa dicreate dan orang kemudian begitu ikut begitu. I ada satu kasus yang menarik, Pak Mahfud. Ada seorang ee anak muda pernah menjadi tamunya Prof. Mahfud juga pernah jadi tamu saya. Neni Neni Nurhyati. Neni. Iya. Iya. I aktivis prod demokrasi ya. Nah, dia sekolah sos ya. dia sekolahnya adalah di bidang ee komunikasi politik dan dia menganalisislah para gubernur yang sekarang seperti ini. Rupanya videonya dipotong dan kemudian ada pengikut salah satu gubernur yang kemudian mengatakan anak ini mencaci maki gubernur dan mengata gubernur saya mengatakan bahwa gubernur saya
42:21 menggunakan buzer katanya bahasa di sini di bajer katanya begitu bajer bajer. Nah, kemudian akhirnya dia diserang ee diserang-serang secara pribadi dan kemudian eh ee fotonya dia ditaruh oleh e Dinas Kominfo di website-nya dan sebagainya fotonya dia dan itu dia dibully oleh orang-orang yang memang sangat loyal kan terhadap loyal ataupun barangkali bajer-bajer tadi barangkali ya yang real maupun tidak real ini kan mengganggu demokrasi sebetulnya bukan bukan hanya mengganggu merusak Pak ee demokrasi AS itu kan meniscayakan adanya kebebasan berekspresi, kebebasan mengkritik juga. Apalagi kritik yang dilakukan oleh nenek ini kan tidak menyebut figur tertentu. I
43:08 kan, Pak? Iya. Tidak menyebut, tidak menyebut figur tertentu. Hanya para gubernur, kepala daerah harap kalau kampanye misalnya jangan gunakan anggaran ini. Ya sudah, itu kan kritik biasa kok. Kemudian ada orang merasa terganggu lah ini ngritik gubernur saya, ngritik bupati saya dan seharusnya itu tidak boleh. Nah, oleh sebab itu menurut saya figur-figur yang seperti itulah yang harus mengendalikan mengendalikan siapa yang ee taruhlah menjadi buzernya kalau itu mau disebut buzer gitu atau hater kepada orang lain atas nama dia supaya dikendalikan agar tidak merusak demokrasi. secara yuridis kita sulit menyetop hal-hal seperti itu ya undang-undangnya. Tetapi kita harus punya kesadaran moral
43:53 sebagai bangsa ya sebagai bangsa yang dikenal punya kelembutan ee bangsa berketuhanan dan sebagainya itu ya ee bangsa yang santun. dan seharusnya kita mampu mengendalikan hal-hal seperti itu. Jangan sampai ee ee apa IT atau IT yang ee itu tidak bisa dihindari perkembangannya itu malah dimanfaatkan untuk menjadi melahirkan hal-hal yang buruk termasuk pemimpin-pemimpin yang buruk, pemimpin yang tidak demokratis dan sebagainya kan kadang kalau yang kemudian kata Pak Pak Renal tadi menimbulkan polarisasi di masyarakat. Iya. Iya betul. Lalu benturan-benturan itu kan sudah terjadi di Amerika ee terjadi diskriminasi
44:40 orang dipukul di jalan gitu karena lihat kulitnya karena rasnya begitu ya. Iya Pak. Nah ini saya kira yang harus kita hadapi bersama. Tidak menurut saya tidak dalam ee gerakan ee perubahan hukum atau penegakan hukum karena itu fenomena sosial yang harus kita sikapi di masyarakat. H kebesaran jiwa kita untuk membangun demokrasi itu. Karena kalau bicara hukum lah apa biar gak nak nyebut gubernur tertentu kok ituu siapa saja. Terus mau dianu terus yang masang juga loh. Saya juga gak nyebut nama nama nenek mengatakan itu cuma lekatkan fotonya itu kan tidak sehat. Iya Pak. Tidak sehat. Jadi ee kesadaran kita ini sebagai bangsa untuk mengatasi itu. Saya
45:26 agak sulit menemukan bagaimana solusi hukumnya. Susah itu. Susah ya. Susah. Jadi, tapi ini jadi celah dong bagi mereka menimbulkan ini. Celah jadi celah tetapi juga tidak bisa dihindari. Toh perkembangan ini kan bisa di tidak bisa dihindari dan tapi kita bisa belajar dari sejarah bukan. Ya, misalnya saja ketika dulu Hitler begitu sangat populer di Jerman ya dia bisa menghasut masyarakatnya agar melempar batu ke toko-toko orang Yahudi. Bisa apa merujam orang-orang, merajam orang-orang Yahudi pada saat itu. Sehingga kemudian terjadilah ee etnic cleansing di sana. Etnicing. I dan kemudian it berbahaya ya. Dan itulah yang melahirkan e theory of stupidity kan sebetulnya kan ya pada zaman itu karena rakyat itu menjadi sangat bodoh
46:11 jadinya begitu ya. Bodoh baik itu yang kita lihat dan kita sedang menghadapi persoalan seperti itu sehingga mari kita bersama-sama ya pemerintah sudah berusaha mengobah beberapa kali undang-undang IT itu kan dalam rangka menghindari cara-cara seperti itu. Tapi tetap aja selalu kontroversial. Karena itu intinya sebenarnya ada pada kesadaran kita. hukum itu hanya memberi rambu-rambu yang tidak semuanya bisa me tidak tidak semuanya bisa menahan hal-hal yang seperti itu. Sayangnya ada beberapa mental negatif bangsa kita, Pak Mahfud. Mental pengemis, mental pemeras, mental ada lagi yang menyebutnya sebagai crap mentality ya, mentalitas kepiting yang kalau ee e kepiting naik ke atas dicapit sama yang di bawah, ditarik ke
46:58 bawah. Dan ada satu lagi ini namanya sudah kita sangat kenal yaitu ee mengenai mentalitas viktim, victim mentality begitu ya. Jadi merasa sebagai korban dan kemudian ini bisa di menjadi barang dagangan untuk mendapat dukungan dari masyarakat karena masyarakat sangat pro pada orang yang sedang tertindas ya cepat sekali masyarakat kita seperti membiarkan dirinya diberitakan oleh medsos sebagai orang tertindas teraniaya padahal dia tuh menikmati itu. Menikmati itu. Itu kan nah itulah mental kita. Salah satunya, salah satunya. Dan ini perlu menjadi kewaspadaan bagi kita. Iya. Baik, Prof. Mahfud, terima kasih banyak. Kita semua berkepentingan bukan soal bela-membela siapa benar dan siapa salah, tetapi bagaimana kita menjaga demokrasi kita, menjaga hukum kita agar
47:44 masyarakat tetap percaya kepada bangsa ini. Karena tras itu adalah bonding bagi satu society. Dan ketika hukum kemudian diabaikan dan hukum kemudian ee menjadi seperti apa ya suatu permainan, saya kira ini akan menimbulkan distrust society dan akan sangat berbahaya terhadap masa depan bangsa kita. stay relevant [Musik]